cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 181 Documents
POTENSI DAUN JELATANG (Laportea interrupta) SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Trichopyton rubrum Suryani Hutomo; John Kelvin Bastian Dowansiba; Christian Vitson Bastian Dowansiba; Christiane Marlene Sooai; Yacobus Christian Prasetyo
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6926

Abstract

Pendahuluan: Dermatofitosis merupakan infeksi kulit menular yang disebabkan oleh jamur dermatofita, terutama Trichophyton rubrum. Jenis yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Tinea corporis dan Tinea cruris. Meningkatnya resistensi T. rubrum terhadap antijamur seperti terbinafine dan azole mendorong perlunya alternatif pengobatan, salah satunya tanaman herbal. Laportea interrupta (jelatang) merupakan tanaman tradisional yang diketahui memiliki senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin yang berpotensi sebagai antimikroba. Saat ini belum ada penelitian yang menguji aktivitas antifungi L. interrupta terhadap T. rubrum. Metode: Metode pengujian antifungi menggunakan Broth Microdilution Method pada 96-well Microtiter Plate. Analisis statistic dilakukan menggunakan Welch Anova. Hasil: Ekstrak etanol daun L. interrupta menunjukkan aktivitas antifungi terhadap T. rubrum, dengan konsentrasi 37.500–150.000 μg/ml mampu menghambat pertumbuhan jamur secara efektif dan sebanding dengan flukonazol. Sebaliknya, konsentrasi di bawah 18.750 μg/ml tidak menunjukkan efek penghambatan yang signifikan. Analisis statistik menggunakan One-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna dari masing-masing kelompok perlakuan (p=0,000). Simpulan: Ekstrak etanol daun L. interrupta efektif menghambat pertumbuhan T. rubrum pada konsentrasi 37.500–150.000 μg/ml, dengan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 37.500 μg/ml
Pengaruh Asap Rokok terhadap Infeksi Saluran Pernapasan Bawah pada Pediatri di RSUD Lewoleba, Nusa Tenggara Timur Regina Suriadi; Wenny Sunardi; Rosalia Theodosia Daten Beyeng
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.4803

Abstract

Pendahuluan: Infeksi saluran pernapasan bawah (ISPB) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, terutama pada anak di bawah lima tahun. Paparan asap rokok di lingkungan merupakan faktor risiko yang signifikan untuk penyakit pernapasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi adanya hubungan paparan asap rokok terhadap ISPB pada anak. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang pada 50 pasien anak usia 1 bulan hingga 18 tahun yang terdiagnosis ISPB (pneumonia, bronkiolitis dan bronkitis akut) di RSUD Lewoleba, Nusa Tenggara Timur sejak bulan Juni sampai Agustus 2023. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan anamnesis perilaku merokok orang tua, pemeriksaan fisik, dan penunjang untuk menegakan diganosis ISPB. Kemudian dilakukan uji Chi-square untuk menilai hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari total 50 responden dengan ISPB, 36 anak memiliki orang tua perokok, dan hanya 14 anak yang orang tuanya tidak merokok. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,026, OR=4,65 (IK95%; 1,12-19,21) sehingga terdapat pengaruh yang bermakna antara perilaku merokok orang tua dengan tingkat rawat inap akibat ISPB pada anak. Simpulan: Anak yang tinggal dengan orang tua perokok, berisiko terpapar asap rokok baik secara langsung, maupun dari sisa-sisa partikel asap rokok yang menempel pada barang-barang di dalam rumah. Penggunaan rokok dapat menggangu fungsi paru-paru dan sistem imun secara keseluruhan, sehingga orang tua yang merokok dapat menyebabkan anak lebih mudah terkena penyakit infeksi saluran nafas.
Kualitas Pembelajaran Daring di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Leandro Chandra; Dyonesia Ary Harjanti; Natalia Puspadewi
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.4926

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 memicu era daring baru pada institusi pendidikan kedokteran di seluruh dunia akibat pembatasan sosial, namun penerapannya mendadak dan tanpa persiapan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pembelajaran daring di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Atma Jaya (FKIK UAJ) selama masa pandemi COVID-19. Kualitas pembelajaran daring terutama dinilai dari aspek dosen yaitu kemampuan membuat kelas interaktif, memotivasi mahasiswa, dan menerapkan rencana pembelajaran, karena masalah utama dalam penerapan pembelajaran daring selama masa pandemi adalah komunikasi dan motivasi belajar mahasiswa. Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif dari bulan Maret 2020 sampai November 2021 menggunakan data evaluasi akademis dan demografi dosen FKIK UAJ. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposif. Dari pengambilan sampel didapatkan 60-108 responden. Data diolah dengan uji korelasi ranking Spearman dan analisis regresi linear. Hasil: Penerapan strategi pembelajaran interaktif, upaya motivasi siswa, dan perencanaan pembelajaran terstruktur didapatkan meningkat secara bertahap di setiap semester. Didapatkan hubungan yang signifikan antara pengalaman mengajar dengan kualitas mengajar pada semester genap tahun 2020/2021. Simpulan: Kualitas pembelajaran daring di FKIK UAJ telah berkembang selama masa pandemi COVID-19. Kualitas ini dapat dipengaruhi lama pengalaman mengajar dosen. Semakin sedikit lama pengalaman mengajar, semakin besar kualitas pembelajaran daring yang diberikan. Pelaksanaan pembelajaran daring dapat menjadi salah satu model rekomendasi setelah masa pandemi dan lebih baik dilakukan oleh dosen yang lebih muda.
Efek proteksi hipoksia hipobarik intermiten pada otak tikus: Analisis konsentrasi Caspase-3, Neutrophin-3, karbonil dan SOD Ninik Mudjihartini; Defli Yuandika Ruso; Wawan Mulyawan; Atikah Chalida Barasila; Yulhasri
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.6554

Abstract

Introduction: The brain is the largest energy-consuming organ in the body and is highly vulnerable to damage under hypoxic conditions. However, certain periods of hypoxia can be tolerated and provide protective effects. This study aimed to investigate the protective effects of intermittent hypobaric hypoxia (IHH) on the expression of caspase-3, neurotrophin-3, carbonyl, and superoxide dismutase (SOD) levels in rat brain tissues. Methods: A total of 25 male Wistar rats were divided into five groups: a control group (normoxic conditions) and four treatment groups exposed to hypobaric hypoxia in a chamber simulating 25,000 feet altitude for 5 minutes at intervals of 7 days for each exposure. Group 1 was exposed to a one-time hypoxia condition (IHH 1), group 2 was exposed two times (IHH 2), group 3 was exposed three times (IHH 3), and group four were exposed four times (IHH 4). Results: Caspase-3 levels significantly decreased in the treatment groups compared to the control group (p<0.05), indicating a positive response to IHH. In contrast, neurotrophin-3 and carbonyl levels showed no significant changes across the groups, maintaining a stable trend. Additionally, a significant increase in SOD levels was observed between group 1 and group 3 (p<0.05), suggesting enhanced antioxidant defense with repeated IHH exposure. Conclusion: Intermittent hypobaric hypoxia can suggest a protective effect against hypoxic damage by suppressing caspase-3 expression. Repeated IHH exposure enhances antioxidant defense by elevating SOD levels. In contrast, neurotrophin-3 and carbonyl levels remain unchanged, suggesting these markers are unresponsive to short-term IHH.
Perilaku Merokok dan Pengaruhnya Terhadap Tekanan Darah pada Mahasiswa/I Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2022/2023 Kamala Feodora Tirta; Clement Drew
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.6829

Abstract

Pendahuluan: Perilaku merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan dampak kesehatan yang signifikan. Perilaku ini tidak hanya berhubungan dengan faktor sosial dan budaya, tetapi juga dengan aspek psikologis dan fisiologis. Salah satu dampak fisiologis dari merokok adalah pengaruhnya terhadap tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perilaku merokok di kalangan remaja khususnya pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2022 dan 2023 dan pengaruhnya terhadap perubahan tekanan darah. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang yang meneliti hubungan antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah. Variabel yang diteliti adalah tekanan darah, perilaku merokok, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer otomatis yang terkalibrasi. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Dalam studi terdapat 148 responden, namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kebiasaan merokok dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik responden (nilai p tekanan darah sistolik = 0,126 dan nilai p tekanan darah diastolik = 0,630). Simpulan: Tidak ditemukan korelasi yang signifikan secara statistik antara perilaku merokok dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahun 2022 dan 2023.
Peningkatan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Penatalaksanaa Barotrauma melalui Edukasi Leaflet  pada Siswa Sekolah Penerbang TNI AU Febriana Astuti
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.7130

Abstract

Pendahuluan: Barotrauma merupakan cedera akibat perbedaan tekanan udara di dalam rongga tubuh dengan lingkungan luar, yang berisiko tinggi dialami oleh siswa penerbang TNI AU. Perubahan ketinggian yang cepat selama latihan terbang dapat menyebabkan ketidakseimbangan tekanan pada telinga tengah, sinus paranasal, atau paru-paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku penatalaksanaan barotrauma pada siswa Sekolah Penerbang TNI AU Lanud Adisutjipto. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain one-group pre-test-post-test dilakukan pada 33 siswa penerbang di Skadron Pendidikan 102 dan 105 yang dipilih secara total sampling. Instrumen berupa kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi dilakukan melalui pemberian edukasi menggunakan leaflet. Analisis data menggunakan uji bivariat dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Setelah intervensi, terjadi peningkatan kategori baik pada pengetahuan (72,7% menjadi 75,8%), sikap (84,8% menjadi 93,9%), dan perilaku (3,0% menjadi 45,5%). Rerata skor perilaku meningkat secara signifikan dari 43,2 menjadi 74,7. Namun, analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan–perilaku (p=0,890), pengetahuan–sikap (p=0,173), dan sikap–perilaku (p=0,103). Simpulan: Edukasi melalui leaflet efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku penatalaksanaan barotrauma pada siswa penerbang, meskipun peningkatan antarvariabel tidak menunjukkan hubungan signifikan. Intervensi edukasi perlu dipadukan dengan praktik langsung dan evaluasi berkala untuk memperkuat perilaku pencegahan.
Formulasi Emulsi Air-dalam-Minyak-dalam-Air (A/M/A) untuk Stabilisasi Antioksidan Erna Wulandari; Heuw Olivia Maria; Dioin Notario
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.7783

Abstract

Pendahuluan: Senyawa antioksidan hidrofilik memiliki banyak manfaat, namun aplikasinya masih terbatas dikarenakan sifatnya yang mudah terdegradasi. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang dapat meningkatkan stabilitas antioksidan hidrofilik. Metode: Pada penelitian ini, dilakukan penelitian eksperimental formulasi dengan pemodelan menggunakan vitamin C yang akan distabilkan dengan sistem emulsi ganda A/M/A. Emulsi A/M/A dibuat dengan metode emulsifikasi dua tahap. Fase internal dibuat menggunakan emulgator poligliserol polirisinoleat (PGPR) 5% pada suhu 55˚C dan diaduk dengan kecepatan 700 rpm. Fase eksternal dibuat pada suhu yang sama dengan kecepatan pengadukan 600 rpm menggunakan emulgator kombinasi Tween 20 (3,48%) dan Span 80 (6,52%). Uji stabilitas vitamin C pada emulsi A/M/A dilakukan pada suhu ruang dan 40°C. Stabilitas vitamin C dievaluasi dari persen sisa kadar yang diperoleh melalui kurva baku, yang kemudian digunakan untuk menentukan kinetika orde dan nilai t90. Hasil: Karakterisasi fisik emulsi A/M/A menunjukkan terjadinya pemisahan fase setelah 7 hari pada suhu ruang dan setelah 3 hari pada suhu 40˚C. Nilai t90 yang diperoleh sebesar 2,94 hari pada suhu ruang dan 1,85 hari pada suhu 40˚C. Hasil analisis ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai t90 antar formula (p<0,05). Ketidakstabilan fisik pada emulsi mengindikasikan menurunnya kemampuan emulsi A/M/A dalam mengenkapsulasi vitamin C, sehingga mempercepat laju degradasinya. Simpulan: Dalam penelitian ini, emulsi A/M/A yang dibuat tidak meningkatkan vitamin C dibandingkan dengan larutan vitamin C 1% dan emulsi A/M yang diinduksi oleh faktor formulasi, misalnya pemilihan dan stabilitas dari emulgator serta tekanan osmotik sistem.
Kendala dalam Pengelolaan Mandiri pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Paling Timur di Indonesia Visakha Revana Irawan; Natalin Allorerung; David Susanto
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.6696

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan mandiri berperan penting dalam menangani diabetes melitus tipe 2 (DMT2) secara efektif dan mampu mencegah komplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh pasien dengan DMT2 di Kabupaten Merauke, Papua Selatan dalam menjalankan pengelolaan mandiri dan menentukan faktor-faktor yang berkaitan dengan kendala tersebut. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain penelitian potong lintang (cross sectional) yang melibatkan 104 pasien dengan DMT2 di Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke. Seluruh pasien dinilai untuk mengetahui apakah terdapat kendala dalam pengelolaan mandiri terhadap DMT2 dengan menggunakan Diabetes Obstacles Questionaire (DOQ). Analisis bivariat chi-square digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkaitan dengan kendala pengelolaan mandiri pada pasien. Hasil: Pasien dengan DMT2 menghadapi kendala pada tiga komponen dalam DOQ, yaitu kendala dalam pemantauan gula darah secara mandiri (SMBG), kendala dalam menanggulangi DM, dan kendala dalam saran dan dukungan. Analisis bivariat chi-square menunjukkan bahwa status sosial ekonomi (SSE) berhubungan dengan kendala dalam menanggulangi DMT2 dan kurangnya dukungan sosial pada pasien dengan DMT2. Selain itu, SSE juga menunjukkan kecenderungan hubungan dengan kendala dalam melakukan SMBG. OR untuk kendala dalam melakukan SMBG adalah 3,09 (IK 95% 0,98–9,70), pengorbanan yang harus dilakukan dalam pengendalian DMT2 sebesar 4,75 (IK 95% 1,32–17,08), dan kurangnya dukungan sosial sebesar 3,74 (IK 95% 1,12–12,52). Simpulan: Tiga kendala utama dalam pengelolaan mandiri pada pasien dengan DMT2 di Kabupaten Merauke adalah kesulitan melakukan SMBG, persepsi bahwa pengendalian DMT2 memerlukan banyak pengorbanan, dan kurangnya dukungan sosial. SSE yang lebih rendah berhubungan dengan kendala dalam menanggulangi DMT2 dan kurangnya dukungan sosial, serta menunjukkan kecenderungan hubungan dengan kendala dalam melakukan SMBG. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi pasien dalam upaya meningkatkan pengelolaan mandiri DMT2.
Pengaruh Konsumsi Makanan dan Minuman Manis terhadap Massa Lemak dan Lemak Visceral Jovianne Amabel Lamidja; Rita Dewi; Mariani Santosa; Jojor Lamsihar Manalu; Ferbian Milas Siswanto
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i1.7547

Abstract

Pendahuluan: Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018 dan 2023 menunjukkan peningkatan kebiasaan konsumsi makanan manis sebesar 8,4%, dan minuman manis sebesar 12,8%. Data tersebut berpotensi menyebabkan peningkatan prevalensi obesitas dan status gizi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk bertujuan untuk membandingkan  massa lemak dan lemak viseral pada kelompok konsumsi tinggi makanan dan minuman manis dengan kelompok konsumsi normal. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Atma Jaya, Pluit, Jakarta Utara dengan menggunakan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Pengukuran tingkat konsumsi makanan dan minuman manis menggunakan Food Frequency Questionaire (FFQ). Pengukuran massa lemak dan lemak viseral menggunakan alat Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Analisis data menggunakan independent t-test dan uji Mann-Whitney. Hasil: Jumlah responden yang digunakan pada penelitian ini adalah 110 orang. Hasil penelitian menunjukkan massa lemak yang lebih tinggi pada responden perempuan (p=0,0001) dan laki-laki (p=0,0006), serta lemak viseral yang lebih tinggi pada responden perempuan (p=0,0010) dan laki-laki (p=0,0056) yang mengonsumsi makanan manis lebih tinggi. Selain itu juga, massa lemak lebih tinggi pada perempuan (p=0,0018) dan laki-laki (p=0,0016), serta dengan lemak viseral lebih tinggi pada perempuan (p=0,0001) dan laki-laki (p=0,0044) yang mengonsumsi minuman manis lebih tinggi. Simpulan: Konsumsi makanan dan minuman manis memiliki efek signifikan terhadap massa lemak dan lemak viseral.
Literature Review: Treatment Management of Latent Tuberculosis Infection and Novel Drug Delivery Systems Putriana Rachmawati; Lusy Noviani
Bahasa Indonesia Vol 25 No 1 (2026): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v25i2.4206

Abstract

Pendahuluan: Infeksi tuberkulosis (TB) dapat menetap tanpa manifestasi klinis dan berkembang menjadi TB, terutama pada individu berisiko tinggi. Terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) merupakan komponen penting dalam pengendalian TB. Sistem penghantaran obat melalui paru-paru dan bertarget pada makrofag dikembangkan untuk meningkatkan paparan obat intraseluler serta berpotensi mengurangi toksisitas sistemik. Metode: Tinjauan pustaka naratif terstruktur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi “tuberculosis infection”, “latent tuberculosis infection”, “LTBI”, “tuberculosis preventive treatment”, “drug delivery system”, “nanoparticle”, “nanostructured lipid carrier”, “solid lipid nanoparticle”, “liposome”, “microsphere”, “proliposome”, “pulmonary delivery”, “inhalation”, “alveolar macrophage targeting”, dan “mannose”. Bukti terkini diprioritaskan, sedangkan penelitian lama yang bersifat seminal tetap disertakan apabila relevan secara langsung dengan desain pembawa dan penargetan makrofag. Hasil: Pedoman World Health Organization tahun 2024 merekomendasikan kaskade TPT yang meliputi identifikasi kelompok berisiko tinggi, penyingkiran penyakit TB, pemeriksaan infeksi TB sesuai indikasi, pemilihan regimen secara individual, pemantauan efek samping, dan dukungan kepatuhan. Sistem penghantaran yang diteliti mencakup nanostructured lipid carrier, liposom, mikrosfer, nanopartikel lipid padat, dan proliposom. Formulasi rifampisin atau isoniazid, terutama yang difungsionalisasi dengan ligan terkait manosa, umumnya meningkatkan pengambilan oleh makrofag atau memperpanjang paparan obat lokal pada penelitian formulasi, in vitro, ex vivo, atau hewan. Bukti masih heterogen dan terutama bersifat praklinis. Simpulan: Sistem penghantaran obat melalui paru-paru dan bertarget pada makrofag menunjukkan potensi praklinis untuk meningkatkan penghantaran intraseluler obat antituberkulosis. Namun, efektivitas klinis, keamanan inhalasi, reproduksibilitas, dan kemampuannya untuk mempersingkat TPT belum dapat dipastikan. Penelitian farmakokinetik, toksikologi, dan uji klinis masih diperlukan sebelum penerapan secara rutin.