cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 171 Documents
Skrining Fitokimia, Kapasitas Antioksidan, dan Efek Sitotoksik Ekstrak Metanol Daun Kari (Murraya koenigii L.) Tanuhariono, Ardhita Felicia; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5940

Abstract

Pendahuluan: Kanker merupakan kelainan genetik dan metabolik yang menjadi tantangan yang besar pada abad ke-21 ini. Dewasa ini terbukti bahwa Reactive Oxygen Species (ROS) dapat memicu karsinogenesis melalui beberapa jalur ongkogenik atau mutasi ongkogenik pada DNA. Oleh sebab itu diperlukan antioksidan yang dapat meregulasi jumlah ROS dalam sel kanker. Selain itu, hampir semua aktivitas fitokimia bekerja dalam beberapa jalur pensinyalan sel dan dapat berpotensi menghambat progresi keganasan. Salah satu fitokimia yang dapat memicu apoptosis adalah alkaloid karbazol yang terdapat pada daun kari (Murraya koenigii L.). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas antioksidan, dan sitotoksisitas ekstrak metanol daun kari. Metode: Penelitian ini menggunakan ekstrak metanol daun kari yang diperoleh dengan metode perkolasi. Ekstrak kemudian dilakukan pengujian secara invitro untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kapasitas antioksidan dengan metode 3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid (ABTS). Selain itu, dilakukan juga pengujian dengan bioassay pada uji sitotoksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil: Ekstrak metanol daun kari mengandung alkaloid, antosianin, koumarin, flavonoid, kuinon, saponin, steroid, tanin, dan terpenoid, dengan kapasitas antioksidan yang dinyatakan dalam IC50 sebesar 30,70 μg/mL, sedikit lebih lemah dibandingkan Trolox sebesar 16,46 µg/mL. Sedangkan uji sitotoksisitas pada ekstrak metanol daun kari didapatkan LC50 sebesar 235,34 µg/mL. Simpulan: Ekstrak metanol daun kari memiliki beragam fitokimia dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat (> 150 µg/mL) dan tergolong toksik (31 – 1000 µg/mL) sehingga bersifat sitotoksik terhadap sel yang sedang membelah sehingga memiliki potensi sebagai antikanker.
Faktor – Faktor yang Memengaruhi Kejadian Depresi pada Lansia Wanita dengan Pendidikan Rendah Berdasarkan Indonesian Family Life Survey 5 Nur Rizqiyah Muhandis; Turana, Yuda; Sasmita, Poppy K.; Budiyanti, Ecie
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.6022

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada lansia menjadi kekhawatiran berbagai pihak karena berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, dengan wanita lebih rentan mengalami depresi dan lebih banyaknya jumlah wanita yang berpendidikan rendah di Indonesia. Oleh karena itu, menyelidiki faktor-faktor yang berkontribusi terhadap depresi dapat membantu mencegah depresi pada generasi mendatang, serta penelitian di masa depan. Metode: Penelitian potong lintang ini menggunakan data Indonesian Family Life Survey 5 untuk mengukur depresi pada wanita lanjut usia dengan status pendidikan rendah. Hasil: Prevalensi depresi pada wanita lanjut usia dengan pendidikan rendah sebesar 21%. Pada regresi logistik multivariat, faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan antara lain usia lansia muda (60-69 tahun) (p=0,012; OR=1,946; IK 95%=1,159-3,266), Instrumental Activity Daily Living (IADL) (p=0,003; OR=2,096; IK 95%=1,277-3,439), dan disabilitas fisik (p=0,037; OR=2,158; IK 95%=1,047-4,450). Simpulan: Kejadian depresi pada lansia wanita dengan pendidikan rendah berkaitan dengan usia, disabilitas fisik, dan status fungsional (IADL).
Relationship between Risk of Malignancy Index (RMI) and Histopathology of Ovarian Tumors at RSPAL dr. Ramelan Surabaya Thetrawan, Daisy Maurent; Sudiarta, Ketut Edy; Biutifasari, Verna
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.5179

Abstract

Pendahuluan: Massa adneksa mengindikasikan berbagai kelainan baik yang berasal dari ginekologi atau non ginekologi dan dapat bersifat jinak maupun ganas, seperti kanker ovarium. Kanker ovarium merupakan kanker ginekologi yang memiliki prognosis terburuk dan menempati peringkat kedelapan penyebab kematian wanita di dunia. Lebih dari 70% pasien datang terdiagnosis pada stadium lanjut akibat tidak adanya keluhan penyerta.  Hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur kesehatan seperti skrining deteksi dini, sehingga mendorong banyak peneliti menciptakan sebuah prediktor sederhana, salah satunya Risk of Malignancy Index  (RMI). Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai RMI yang berkorelasi dengan histopatologi jaringan tumor untuk memprediksi keganasan tumor ovarium. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan teknik consecutive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 42 sampel yang di peroleh dari data rekam medis pasien Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAL dr. Ramelan Surabaya periode Januari 2021 sampai Oktober 2023. Hasil: Pasien dengan kanker ovarium didominasi wanita postmenopause berusia 50–59 tahun. Risk of Malignancy Index dengan nilai cut-off <200 memiliki korelasi yang signifikan (p=0,026) dengan hasil histopatologi jaringan tumor ovarium. Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai sensitivitas RMI <200 sebesar 80% dan spesifisitas sebesar 55%. Nilai cut–off RMI di bawah area kurva (AUC) ROC sebesar 322 dengan sensitivitas sebesar 66,7% dan spesifisitas sebesar 59,3%. Hasil uji korelasi RMI dengan cut-off 322 memiliki p=0,107 yang menunjukkan korelasi tidak signifikan. Simpulan: Risk of Malignancy Index <200 memiliki korelasi signifikan dengan histopatologi tumor ovarium dengan sensitivitas 80% dan spesifisitas 55% dalam memprediksi keganasan tumor ovarium.
Hubungan Perkembangan Motorik Kasar dan Perkembangan Bahasa dan Bicara pada Anak 1-6 Tahun di Klinik Tumbuh Kembang Anak di Jakarta Linoh, Steven Lucky; Surya, Junita Elvira Panji; Siswanto, Ferbian Milas; Heidy, Heidy
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.5672

Abstract

Pendahuluan: Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, terutama pada masa awal kehidupan disaat otak anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Pertumbuhan otak ini diikuti dengan perkembangan kemampuan dasar pada anak. Gangguan perkembangan pada masa ini akan menyebabkan keterlambatan perkembangan pada tahapan berikutnya di antaranya adalah perkembangan motorik kasar dan perkembangan bicara dan bahasa. Gangguan perkembangan anak usia dini pada area perkembangan motorik kasar dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa pada anak karena dapat membatasi interaksi anak dengan lingkungannya. Beberapa literatur yang telah membahas faktor-faktor mengenai hubungan perkembangan motorik kasar terhadap bicara dan bahasa pada anak, tetapi belum banyak penelitian yang membahas hubungan perkembangan motorik kasar terhadap bicara dan bahasa. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan jumlah sampel 103 pasien anak dengan umur 1-6 tahun yang melakukan pemeriksaan di Klinik Tumbuh Kembang CMC Learning Tree selama tahun 2021-2023. Data diambil dari rekam medis yang diambil oleh Klinik CMC Learning Tree dengan kriteria eksklusi anak yang mengalami kecacatan baik bawaan ataupun didapat, anak mengalami sindrom, dan anak mengalami masalah pendengaran. Analisis data menggunakan uji bivariat Chi-square diikuti dengan uji analisis regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat perkembangan motorik kasar dan tingkat perkembangan bicara dan bahasa (p=0,000) dengan OR sebesar 8,250 (95% CI = 2,861 – 23,788). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat perkembangan motorik kasar dan tingkat perkembangan bicara dan bahasa pada anak usia 1-6 tahun yang melakukan pemeriksaan di Klinik CMC Learning Tree.
Pengaruh Fungsi Kognitif Spesifik terhadap Risiko Frailty pada Lansia Budhy, Carissa Marvella; Turana, Yuda; Handajani, Yvonne Suzy; Kristian, Kevin
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6155

Abstract

Pendahuluan: Penuaan populasi menyebabkan beban kesehatan meningkat, salah satunya adalah frailty. Berdasarkan systematic review dan meta-analysis pada 2023 prevalensi frailty pada lansia di Indonesia adalah 26,8%, sedangkan 55,5% mengalami pre-frail. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran tentang frailty serta faktor risikonya di Pusaka Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan potong-lintang dan melibatkan 100 responden berusia ≥60 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan, seperti Fried Fraily Index, MoCA-Ina, dan CERAD-NB. Analisis data dilakukan dengan metode chi-square dan multiple logistic regression. Hasil: Dari 100 responden, terdapat 75 (75% subjek) berusia 60-74 tahun dengan rerata usia 70,13 tahun, perempuan (71%), durasi pendidikan ≥12 tahun (90%). Terdapat 18 (18% subjek) lansia yang mengalami frailty. Analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan adalah usia (p: <0,001; RO: 7,633; 95%CI: 2,519 – 23,127) dan constructional praxis (p: 0,037; RO: 3,162; 95%CI: 1,032 – 9,685). Simpulan: Frailty memiliki hubungan bermakna dengan usia dan fungsi kognitif constructional praxis. Dengan usia menjadi faktor yang paling memengaruhi dan meningkatkan risiko frailty pada lansia.
Effect of Bovine Lactoferrin on Visceral Fat Weight in Sprague Dawley Rats Induced Hyperlipidemia Yaparto, Selfianti; Arieselia, Zita; Hananta, Linawati
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6436

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan prevalensi obesitas terutama obesitas sentral di Indonesia menjadi kondisi yang perlu diatasi karena dapat menimbulkan penyakit serius lain. Laktoferin adalah glikoprotein multifungsional di susu mamalia yang diketahui memiliki efek lipolisis. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laktoferin terhadap berat lemak visceral tikus Sprague Dawley yang diinduksi hiperlipidemia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in vivo yang menggunakan 24 ekor tikus galur Sprague Dawley yang dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok normal diberikan pakan standar, sedangkan kelompok lainnya diberikan pakan tinggi kolesterol dan lemak selama 23 hari. Kelompok kontrol positif diberikan 1,5 mg/kgBB simvastatin, sedangkan kelompok dosis I, dosis II, dan dosis III secara berturut-turut diberikan laktoferin berdosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB. Perlakuan dilakukan selama 26 hari. Laktoferin diperoleh dari Xi’an Ruisaen Biotechnology. Setelah 7 minggu, seluruh tikus dinekropsi dan diambil lemak visceralnya, lalu ditimbang menggunakan timbangan dengan ketelitian 0,001 gram. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laktoferin dosis 200 mg/kgBB merupakan dosis paling optimal dalam menurunkan berat lemak visceral tikus yang diinduksi hiperlipidemia. Simpulan: Laktoferin dapat menurunkan berat lemak visceral. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dalam mengatasi keterbatasan dalam penelitian ini.
Gangguan Fungsi Kognitif pada Pasien HIV / AIDS di Layanan Rawat Jalan RSCM dan Faktor yang Memengaruhinya Ellenzy, Gabriela; Kurniasanti, Kristiana Siste; Kusumaningrum, Profitasari; Anindyajati, Gina
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6647

Abstract

Pendahuluan: Kemajuan teknologi medis dan akses yang lebih luas terhadap terapi antiretroviral (ART) telah meningkatkan angka harapan hidup orang dengan HIV. Namun, gangguan neurokognitif masih sering ditemukan dan dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada Mei 2022 hingga Januari 2024 di RSCM. Subjek penelitian adalah pasien HIV berusia 18–59 tahun, berbahasa Indonesia, dan sedang menjalani ART. Pasien dengan gangguan fisik atau mental berat dikecualikan. Sebanyak 121 subjek direkrut menggunakan metode pengambilan sampel acak sederhana. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik demografis, komorbiditas fisik, kondisi kesehatan mental, penggunaan zat, waktu inisiasi ART, durasi infeksi HIV, durasi penggunaan ART, kepatuhan pengobatan, dan dukungan sosial. Fungsi kognitif dinilai menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-INA). Analisis regresi linear dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan gangguan kognitif. Hasil: Rerata usia subjek adalah 40,25 ± 8,42 tahun dan mayoritas berjenis kelamin laki-laki. Prevalensi gangguan kognitif sebesar 55,4%. Pada analisis multivariat, keterlambatan inisiasi ART dan riwayat meningitis berhubungan secara signifikan dengan penurunan skor MoCA-INA. Setiap keterlambatan satu tahun inisiasi ART berhubungan dengan penurunan skor MoCA-INA sebesar 0,3 poin (p<0,05), sedangkan riwayat meningitis berhubungan dengan penurunan skor sebesar 2,63 poin (p<0,05). Simpulan: Keterlambatan inisiasi ART dan riwayat meningitis berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif pada pasien HIV. Inisiasi ART sedini mungkin dan penapisan kognitif secara berkala perlu ditekankan untuk meningkatkan luaran jangka panjang.
Penanganan Kasus Immune Thrombocytopenic Purpura pada Pasien Dewasa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur Hermanto, Melinda; Christofel Supit, Gilbert; Adams Pangkahila, Erwin
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.5464

Abstract

Pendahuluan: Immune thrombocytopenic Purpura (ITP) merupakan suatu kelainan autoimun dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari asimtomatik hingga perdarahan berat yang mengancam jiwa. Penanganan kasus ITP di daerah tertinggal dengan sarana dan fasilitas kesehatan yang terbatas menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan. Tingginya angka kegagalan terapi dan relaps menjadi salah satu kesulitan dalam pemberian terapi yang optimal. Laporan Kasus: Pasien perempuan, 50 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan gusi bedarah, buang air kecil bercampur darah, buang air besar disertai darah berwarna merah kehitaman, dan timbul petekie serta purpura di kedua extremitas. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan kecurigaan adanya faktor pencetus ataupun penyakit komorbid. Hasil pemeriksaan darah lengkap awal menunjukkan adanya trombositopenia dengan jumlah trombosit 12.000/µL. Pasien kemudian menjalani rawat inap dan diberikan terapi steroid berupa metilprednisolon intravena selama 8 hari. Keluhan pasien berangsur-angsur membaik dan trombositopenia teratasi. Pasien dipulangkan dengan melanjutkan terapi steroid. Hasil evaluasi darah lengkap satu bulan pasca perawatan menunjukkan hasil yang baik. Pasien diedukasi untuk rutin kontrol ke poli rawat jalan agar tenaga kesehatan dapat memantau terjadinya kegagalan terapi ataupun relaps. Simpulan: Penilaian klinis dengan anamnesis yang cermat serta pemeriksaan fisik yang lengkap sangat penting dalam penegakan diagnosis ITP. Pemeriksaan darah lengkap sering kali menjadi satu-satunya pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan terutama di daerah tertinggal. Pasien harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dan rencana pengobatan harus mempertimbangkan kualitas hidup pasien.
The Relationship Of Online Game Addiction On The Sleep Quality Among Students Of The Faculty Of Medicine At Maranatha Christian University Almuzdalifah, Putri Frisca; Hasianna, Stella Tinia; Ivone, July
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6616

Abstract

Pendahuluan: Kecanduan game online adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mengendalikan keinginan untuk bermain game secara berlebihan, tanpa melibatkan penggunaan obat-obatan atau zat adiktif. Sikap kecanduan terhadap game online dapat menyebabkan masalah terkait dengan kualitas tidur dan durasi tidur yang mengakibatkan kualitas tidur yang buruk dan waktu tidur yang lebih singkat jika dibandingkan dengan orang yang tidak kecanduan game online. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan kecanduan game online terhadap kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan potong lintang dan teknik pengambilan sampel whole sampling berjumlah 332 mahasiswa. Hasil: Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji korelasi spearman dimana didapatkan nilai p=0,002 artinya terdapat korelasi yang signifikan antara kecanduan game online terhadap kualitas tidur. Simpulan: Nilai r sebesar 0,184 yang berarti terdapat hubungan yang lemah antara kecanduan game online dengan kualitas tidur dan berpola positif, artinya semakin tinggi skor GAS kecanduan game online maka semakin tinggi skor PSQI yang menandakan kualitas tidur yang buruk.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN TERAPI DI PUSKESMAS KECAMATAN GAMBIR Sing, Grace Felisa; Felisa Sing, Grace; Halim, Samuel
Bahasa Indonesia Vol 24 No 3 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i3.6824

Abstract

dalam terapi penting untuk mencegah penyakit hipertensi menjadi tidak terkendali. Penatalaksanaan hipertensi mencakup terapi non-farmakologis dan farmakologis, dengan kepatuhan minum obat menjadi faktor utama dalam mencapai pengendalian tekanan darah yang optimal. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pasien adalah pengetahuan. Kepatuhan minum obat berperan penting dalam keberhasilan pengobatan dan dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien hipertensi dan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Kecamatan Gambir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional pada populasi yang sudah memenuhi kriteria inklusi serta bersedia menjadi responden penelitian, dengan jumlah 124 pasien. Pengetahuan pasien terhadap hipertensi diuji menggunakan kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale yang berisikan pertanyaan mengenai definisi, tatalaksana, gaya hidup, pola makan dan komplikasi dari hipertensi, sedangkan kepatuhan pasien diuji menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale 8-items. Pengetahuan pasien dikategorikan menjadi tingkat rendah dan tinggi. Kepatuhan hipertensi dikategorikan menjadi rendah, sedang dan tinggi. Korelasi kedua variabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Didapatkan adanya korelasi positif yang lemah namun signifikan antara pengetahuan mengenai hipertensi dan kepatuhan minum obat antihipertensi (r = 0,21; p<0,05). Edukasi pasien yang terstruktur serta keterlibatan keluarga dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menelaah lebih lanjut faktor psikososial dan teknologi yang memengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan. Simpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien mengenai hipertensi, cenderung semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat, meskipun korelasi keduanya termasuk dalam kategori lemah.