cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20886004     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2011)" : 7 Documents clear
PROGRAM APLIKASI ANALISA STRUKTUR BALOK MENERUS DENGAN BAHASA VISUAL BASIC Structural Analysis Application Program for Continuous Beams with Visual Basic Language Rivani, Agus
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.21 KB)

Abstract

Penyesuaian kurikulum dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi telah memacu upaya perbaikansistem pembelajaran yang ada saat ini. Salah satu upaya untuk mencapai target khusus dalam perbaikan sistempembelajaran analisa struktur adalah melalui pembuatan program aplikasinya (ANSTRUK). Program aplikasi inimemiliki keutamaan dalam proses belajar-mengajar, sehingga para siswa lebih mudah melakukan analisis struktur.Selain itu, program aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh para praktisi yang berkecimpung dalam perencanaan strukturagar dapat menunjang pembangunan infrastruktur sipil
ANALISIS PERUBAHAN HIDROLOGI LERENG AKIBAT HUJAN TERHADAP KESTABILAN LERENG Martini Martini; Sriyati Ramadhani
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1716.54 KB)

Abstract

Infiltrasi air hujan ke dalam lereng akan berpengaruh terhadap kondisi hidrologi lereng misalnya perubahan muka air tanah, tingkat kejenuhan, tekanan air pori. Perubahan dari aspek tersebut akan berpengaruh terhadap sifat  tanah penutup lereng, misalnya nilai  berat isi tanah, kohesi, sudut gesek dan kuat geser tanah. Perubahan muka air tanah akan meningkatkan tingkat kejenuhan tanah serta meningkatkan nilai tekanan air pori positif. Nilai tekanan air pori pada kondisi tanah dalam kondisi kering atau basah disebut dengan nilai tekanan air pori negatife  atau nilai  suction. Nilai suction ini akan cenderung menurun dan pada akhirnya menjadi sama dengan nol atau lebih besar dari 0 (tekanan air pori positif) apabila terjadi perubahan kadar air dalam tanah dari kondisi tidak jenuh menuju jenuh. Pada kondisi inilah yang akan berpengaruh terhadap tingkat kestabilan lereng tersebut karena nilai kohesi dan sudut gesek menurun yang berakibat penurunan kekuatan geser tanah. Perubahan hidrologi dan kestabilan lereng dipengaruhi oleh intesitas hujan, kuat geser tanah,  kondisi muka air tanah dan tingkat permeabilitas tanah penutup lereng
Perilaku Geser Balok Kayu Kelapa (Suatu Kajian Eksperimental dengan Konsep Energi Fracture) Oktivina, Hermin; Chauf, Kusnindar A.
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1424.859 KB)

Abstract

Analisis karakteristik kayu perlu didekatkan pada kondisi material non-homogen dengan menerapkan konsepenergi fracture. Konsep energi fracture menjelaskan adanya energi elastisitas dan potensial yang mempegaruhi dimensiretak. Konsep ini sangat relevan diaplikasikan pada material kayu kelapa, karena kayu kelapa tersusun dari serat sejajarlongitudinal yang cenderung gagal geser. Dari hasil uji sifat fisis dan mekanis menurut ISO 1975 dan uji lentur balokempat titik, maka dilakukan analisis pola deformasi terhadap kurva deformasi berdasarkan konsep energi fracture.Dalam hal ini diperoleh fakta bahwa kerapatan kayu kelapa berturut-turut, bagian atas 0,64 gr/cm3, bagian tengah 0,83gr/cm3dan bagian bawah 0,91 gr/cm3 dengan kurva deformasi elastis non linear, kecuali tarik sejajar serat.Perbandingan tegangan geser dan lentur balok adalah 9,76% dengan keruntuhan geser. Pola kerusakan geser ditandaiadanya retak horizontal dimulai dari tumpuan kemudian merambat kearah tengah bentang balok, dan tegangan gesermaksimum lebih dulu tercapai daripada tegangan lentur
IMPLEMENTASI PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUMENT) DI LPSE PROVINSI SULAWESI TENGAH Muhtar, Tutang
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.874 KB)

Abstract

Sistem pengadaan berbasis teknologi informasi (e-Procurement) yang di fasilitasi oleh Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).Implementasi e-Procurement di lingkungan instansi pemerintah memberikan tantangan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan secara elektronik yang berbasis web/internet dengan memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi. Pada tulisan ini sudut pandang yang diambil adalah dari pihak pengguna dalam hal ini LPSE yang berada di wilayah Propinsi Sulawesi Tengah mengenai tingkat kesiapan dalam mengimplementasikan sistem pelelangan elektronik (full e–procurement). Proses penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dengan wawancara serta  pengumpulan data melalui instansi yang terkait serta melalui situs – situs resmi pemerintah. Dan hasil dari proses tersebut dapat ditarik kesimpulan yang bersifat evaluatif.  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa LPSE diwilayah Propinsi Sulawesi Tengah, berdasarkan prasyaratan pelaksanaan yaitu manajemen, teknis dan hukum sudah siap untuk mengimplementasikan proses pelelangan secara elektronik (full e – procurement)
ANALISIS TEKNIS PEKERJAAN BALOK-PLAT LANTAI BANGUNAN PASCASARJANA UNTAD DENGAN METODE COMBIDEC-PRESTRESS Sulendra, I Ketut; Tatong, Burhan
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.14 KB)

Abstract

Penerapan sistem pelat lantai beton prategang tanpa lekatan masih jarang digunakan di Kota Palu. Sistem ini akan efektif jika digunakan pada bangunan tipikal dan pelat lantai bentang panjang antara  7-12 m. Gedung Pascasarjana Untad yang dibangun tahun 2009 merupakan contoh pertama penerapannya di daerah ini. Metode ini merupakan salah satu metode untuk mempercepat pekerjaan, karena prosesnya berulang, perancah bisa dilepas segera setelah dilakukan pekerjaan stressing pada umur beton 7 hari sehingga tidak perlu menunggu sampai beton berumur 28 hari. Kualitas bangunan yang dihasilkan juga memiliki kualitas yang tinggi, karena bahan-bahan yang digunakan memiliki mutu yang tinggi dari segi homogenitasnya serta tenaga pemasangan icon steel dan post-tensioned strand tidak membutuhkan tenaga ahli yang banyak. Sehingga alih teknologi dari pekerja ahli ke pekerja lokal dapat terjadi. Pekerjaan pemasangan icon steel, strand, support bar, wiremesh dan perlengkapannya tidak memerlukan keahlian khusus. Hanya pekerjaan penarikan strand saja memerlukan keahlian khusus. Perawatan elemen struktur juga lebih murah karena struktur beton yang dihasilkan tidak mengalami retak-retak sehingga prosese karat tidak tejadi pada tulangan, apalagi strand sebagai pengganti tulangan sudah dilindungi dalam selubung polyethelene Hasil yang dicapai dari penerapan system pelat lantai prategang tanpa lekatan yaitu sangat memuaskan, struktur pelat yang dihasilkan sangat kuat, ringan dan mudah dalam pemeliharaanya. Bahaya karat akibat proses retakan dan oksidasi tidak terjadi. Jikalau ditunjang oleh pengadaan material tepat waktu, pekerjaan bisa lebih cepat secara signifikan dibandingkan pekerjaan system beton konvensional.
MODEL PERUBAHAN GARIS PANTAI RERANG (KABUPATEN DONGGALA) MENGGUNAKAN GENESIS Arafat, Yassir
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1354.627 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses erosi-sedimentasi, dan perubahan garis pantai serta morfologi Pantai Rerang, Kab. Donggala. Model perubahan garis pantai didasarkan pada persamaan kotinuitas sediment. Pantai dibagi menjadi sejumlah sel (ruas). Pada setiap sel ditinjau  angkutan sediment yang masuk dan keluar. Sesuai dengan hokum kekekalan massa, jumlah laju aliran massa netto didalam sel adalah sama denga laju perubahan massa di dalam tiap satuan waktu. Perubahan garis pantai tersebut dapat diprediksi dengan membuat model matematik yang didasarkan pada imbangan sediment pantai pada daerah pantai yang ditinjau. Prinsip tersebut digunakan dalam meyusun model matematik perubahan garis pantai dan dikembangkan menjadi sebuah perangkat lunak yang dikenal dengan nama GENESIS. Program GENESIS menerapkan “one-line simulation”, dimana batas antar laut dan darat di pantai digambarkan sebagai suatu bidang yang tegak. Perangkat lunak ini diaplikasikan untuk memodelkan perubahan garis Pantai Rerang Kabupaten Donggala
ANALISIS PENYIMPANGAN PERKIRAAN DEBIT MENGGUNAKAN MODEL MOCK DAN NRECA Tunas, I Gede; Lesmana, Surya Budi
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1650.701 KB)

Abstract

Keterbatasan data hidrometri yang digunakan untuk analisis hidrologi berkaitan dengan pengembangan sumber daya air, mengharuskan perkiraan debit di sungai harus dilakukan berdasarkan data hujan menggunakan model hidrologi. Namun harus disadari bahwa kinerja model yang ada umumnya terbatas. Hampir semua model hidrologi tidak dapat sepenuhnya menirukan perilaku DAS khususnya dalam mengalihragamkan hujan menjadi debit. Keterbatasan ini berkaitan dengan kompleksitasnya masukan dan sistem DAS yang tidak sepenuhnya terwakili di dalam model. Oleh karena itu, model-model hidrologi tersebut harus dioptimasi  sebelum digunakan dalam analisis. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kinerja model dengan mensimulasi penyimpangan dan parameter model oiptimal menggunakan Model Mock dan NRECA yang diaplikasikan di pada DAS kecil dalam hal ini DAS Bangga di Sulawesi Tengah. Hasil simulasi menggunakan parameter sembarang menunjukkan bahwa penyimpangan rata-rata dari kedua model (Mock dan NRECA) berturut-turut adalah 70.25 % and 85.93 %. Simulasi menggunakan parameter optimal, dapat menurunkan penyimpangan rata-rata menjadi 15.88 % and 23.97 % untuk kedua model. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa parameter optimal dari kedua model memiliki kesalahan volume sebesar 0.00056 and 0.000724 dan koefisen korelasi 0.875 and 0.824.

Page 1 of 1 | Total Record : 7