Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 11, No 1 (2021)"
:
12 Documents
clear
RUMUSAN STRATEGI UNTUK PENINGKATAN KINERJA OPERASIONAL PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA TUAL
Yuliana Anastasia Ngamel
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.10515
Nilai Kinerja operasional Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual (PPN Tual) berdasarkan hasil perhitungan adalah 21,61% dan dapat dikatakan bahwa kinerja operasional PPN Tual adalah buruk (Ngamel et al. 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rumusan strategi peningkatan kinerja operasional PPN Tual. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode studi kasus terhadap kinerja operasional PPN Tual yang dianalisis dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) atau Proses Hierarki Analitik (PHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai strategi peningkatan kinerja operasional PPN Tual yang didapat berdasarkan prioritasnya berturut-turut adalah 1) Peningkatan dan perbaikan fasilitas PPN Tual dengan Nilai Prioritas (NP) 0,41. 2) Peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia dengan NP 0,24. 3) Peningkatan pelayanan perbekalan melaut dengan NP 0,18. 4) Peningkatan pengelolaan pengoperasian PPN Tual dengan NP 0,16.
Comparison of Normalized Difference Water Index (NDWI) and Sobel Filter Methods in Landsat 8 Imagery for Coastline Extraction
Luhur Moekti Prayogo
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.11004
For a country, the existence of a coastline has an important value because it acts as a protection for marine resources and determines maritime boundaries between countries. There are various methods used for coastline analysis, both manual by digitizing and automatic by edge detection. This study compares the Normalized Difference Water Index (NDWI) method with the Sobel filter for coastline extraction in the South Coast of Sampang, Madura using Landsat 8 imagery. The best approach is then applied to the image to determine changes in coastlines from 2015 to 2020. This research shows that visually, the NDWI method produces better edges than the Sobel filter because the resulting lines are close to the original conditions in Landsat 8 or Basemap World Imagery. Sobel filter, the resulting accuracy is not very good. It does not approach field conditions, but this filter has the advantage of a relatively fast processing time because it can use a single band. Then the NDWI value generated in this study has a range of -0.497121 to 0.377046. The first class, which is a non-water body object, has a value of -0.497121 to 0. Then the second class, which is a body of water object, has a value of 0 to 0.377046. The coastline change for five years shows a shift in the coastline with a range of 0.62 to 2.75 meters. The Landsat 8 pixel size is 30 meters, while the shift is only <3 meters. So that this experiment does not show any significant coastline changes. Suggestions for further research: It is necessary to conduct a study using high-resolution imagery to confirm changes in the coastline accurately.
Prospek Penerapan Traceability Perikanan Udang Di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (Implementation Prospects For Traceability of Shrimp Fisheries In Cilacap Oceanic Fishing Port)
Budy Wiryawan;
Risah Palevi;
Prihatin Ika Wahyuningrum
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.9438
Cilacap is one of the shrimp exporter areas in Indonesia. The exported shrimp from this area is mostly dominated by aquaculture and capture fisheries. The prospect of shrimp catch traceability has not been applied because it is still complicated in term of information about the fishing ground of shrimp and shrimp catch data from supplier and lack of governance. Shrimp fisheries in Cilacap are dominated by small-scale fisheries that usually have not been certified and may be affected by international commerce. Based on that explanation, it is important to conduct a study about shrimp traceability readiness in Cilacap. A purposive sampling and accidental sampling method were used in this research, accompanied by descriptive content analysis. The result shows that the readiness of Cilacap shrimp fisheries is still in the stage of concept preparation. The standard value of handling and processing shrimp according to Indonesian National Standard. Facilities that support the traceability system function properly. Enumeration intervention may be used to support a proper small-scale fisheries traceability in Cilacap.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN PARI KEKEH (Rhynchobatus sp.) DAN PARI KIKIR (Glaucostegus sp.) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIK AGUNG
Agustina Salashita Auralia;
Dian Wijayanto;
Herry Boesono
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.10642
Pari Kekeh (Rhynchobatus sp.) dan Pari Kikir (Glaucostegus sp.) merupakan salah satu dari sekian banyak jenis ikan yang tertangkap oleh jaring cantrang di PPP Tasik Agung Rembang. Pari Kekeh dan Pari Kikir saat ini sedang menjadi perhatian dunia internasional karena penangkapannya yang semakin hari semakin meningkat tanpa adanya peraturan yang membatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek ekonomi dan finansial dalam usaha penangkapan Pari Kekeh dan Pari Kikir di PPP Tasik Agung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik accidental sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah NPV, IRR, R/C Ratio dan PP. Hasil penelitian diketahui bahwa modal yang diperlukan untuk usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap cantrang adalah Rp. 1.781.609.375. Pendapatan rata-rata sebesar Rp. 2.127.652.297/th dengan biaya total Rp. 1.567.159.375/th mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 560.492.922/th. Proporsi tangkapan Pari Kekeh dan Pari Kikir dalam usaha penangkapan cantrang sebesar 1,06%. Pendapatan usaha penangkapan Pari Kekeh dan Pari Kikir sebesar Rp. 60.276.563/th dengan biaya total Rp. 15.994.788/th menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 44.281.774/th. Analisis finansial usaha penangkapan cantrang diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 2.116.505.428, IRR sebesar 24,1%, R/C Ratio usaha penangkapan cantrang sebesar 1,37, R/C Ratio untuk usaha penangkapan Pari Kekeh dan Pari Kikir sebesar 3,79 dan PP sebesar 5,27. Kesimpulan yang didapatkan adalah usaha penangkapan Pari Kekeh dan Pari Kikir di PPP Tasik Agung Rembang dinyatakan menguntungkan akan tetapi perlu adanya pengelolaan terhadap penangkapannya agar Pari Kekeh dan Pari Kikir yang tersisa diperairan dapat terkontrol jumlahnya.
Analysis of The Level of Fish Resources Utilization in The Tegal Regency Beach Waters, Central Java
Dian Sutono;
Robet Perangin-angin;
Suharyanto Suharyanto;
Haris Hendi;
Noor Zuhry
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.11382
This study aims to determine the relationship between the catch of each effort unit (CPUE) and the effort to catch fish resources in the coastal waters of Tegal Regency, based on the data series for the last ten years (2011-2020) with survey and interview research methods. The results showed that the existing conditions of fishing effort during the previous ten years had decreased by an average of 1.66 %. The production of fish caught and CPUE landed in Larangan Coastal Fishing Port, Tegal Regency, shows an average increasing trend of 10.91 % and 11.98 %, respectively. The calculation of the relationship between CPUE and effort provides information for MSY of 1,002.24 tons/year, TAC of 801.79 tons/year, with a utilization rate of 120.08 %. Based on the calculation data, it indicates that the average exploitation of fish resources in the coastal waters of Tegal Regency is 962.80 tons/year, which is still below the MSY (1,002.24 tons/year) but has already exceeded the TAC (801.79 tons/year) utilization rate of 120.08 %.
Resirculating Aquaculture System (RAS) Technology Applications in Indonesia : A Review
Adinda Kinasih Jacinda
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.11221
Increasing aquaculture production will increase land use and environmental pollution, especially water quality for cultivation. Resirculating Aquaculture System is a solution in sustainable cultivation that can produce continuous production by minimizing its impact on the environment. The working principles of RAS include the process of solid waste disposal, biofiltration, degassing / CO¬2 stripping, aeration, and disinfection. Based on literature studies, the use of RAS technology in Indonesia has been carried out both on a small scale such as aquaponics and on a large scale in several Balai Sulawesi, Yogyakarta and Aceh to the application of integrated technology in RAS systems such as microbubble and Immuno-Probiocirculation System (SI-PBR). RAS implementation management includes the selection of fish species, selection of feed, the cultivation system used, the filters used and the shape of the cultivation pond. Although the RAS system involves high capital investment and risk factors, this can be balanced with the production of superior quality fish / shrimp without disruption anywhere and anytime.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN TUNA di SENDANG BIRU MALANG PASCA PANDEMI COVID-19
Onesimus Dhyas Dwi Atmajaya
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.11384
Penelitian ini difokuskan pada topik pengembangan perikanan tuna pasca pandemi COVID-19 di Sendang Biru Malang. Perikanan tuna merupakan salah satu komoditas terbesar yang ada di Indonesia. Produksi ikan tuna yang telah didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pondok Dadap Sendang Biru (PPP Pondok Dadap) merupakan salah satu produksi terbesar di Indonesia dan nomor 1 di Jawa Timur. Produksi penangkapan ikan tuna selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat di Sendang Biru yang sebagian diantaranya bekerja sebagai nelayan dan pedagang ikan. Selama masa pandemi COVID-19, pendapatan masyarakat dari hasil perikanan tuna cenderung menurun dikarenakan berkurangnya permintaan dari beberapa restoran, pabrik dan beberapa pasar yang ada di Jawa Timur. Pandemi COVID-19 menyebabkan sulitnya distribusi ikan, sehingga biaya distribusi menjadi mahal. Dalam mengoptimalkan usaha perikanan tuna yang berkelanjutan pasca pandemi, maka dibutuhkan strategi pengembangan usaha perikanan tuna dengan meninjau beberapa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada pada usaha perikanan tuna di Sendang Biru Malang. Luaran dari penelitian ini adalah Strategi Pengembangan Usaha Perikanan Tuna di Sendang Biru Malang pasca pandemi COVID-19.
ESTIMASI KANDUNGAN BIOMASSA DAN KARBON PADA KOMUNITAS MANGROVE DI KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA
Mulyoto Mulyoto
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33512/jpk.v11i1.11279
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang berperan dalam mengurangi kabon di udara, dan menyimpan karbon dari udara dalam bentuk biomassa pada bagian tubuh tumbuhan mangrove termasuk batang. Penelitian tentang estimasi cadangan karbon ini sangat diperlukan untuk menunjang perbaikan iklim dunia. Karena saat ini dunia sedang mengalami krisis global yang disebut climate change. Selain dapat mengurangi karbon di udara, pohon mangrove yang tumbuh secara baik dapat menunjang kehidupan biota perairan. Tujuan penelitian adalah mengkaji struktur vegetasi mangrove, mengestimasi biomassa dan simpanan carbon yang terdapat pada kawasan hutan mangrove, mengkaji parameter kawasan perairan yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove dan mengkaji hubungan mangrove dengan perikanan di Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling method dan observatif, dilakukan di tiga stasiun dengan kondisi ekosistem mangrove yang bervariasi. Setiap stasiun penelitian dibagi menjadi 6 plot penelitian untuk menghitungan nilai biomassa tegakan digunakan rumus allometrik untuk mengestimasi cadangan karbon pada tegakan mangrove. Pengukuran kualitas air dilakukan secara langsung dilapangan sesuai SNI. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 9 jenis mangrove. Estimasi total karbon pada tiga stasiun adalah sebesar 11.140,1376 ton. Kualitas air sebagai faktor pembatas pertumbuhan mangrove pada ketiga stasiun memenuhi kriteria Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut menurut Kepmen LH N0.51 Tahun 2004. Hubungan perubahan luas mangrove terhadap perubahan produksi perikanan adalah linear positive.