cover
Contact Name
Ahmad Shulhany
Contact Email
ahmad.s@untirta.ac.id
Phone
+62254-376712
Journal Mail Official
teknika@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Sudirman KM 03, Cilegon 42435
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 1693024X     EISSN : 26544113     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/tjst
Core Subject : Engineering,
Teknika: Jurnal Sains dan Teknologi merupakan jurnal peer-reviewed dalam Bahasa Indonesia di bidang keteknikan, diantaranya bidang teknik sipil, bidang teknik mesin, bidang teknik industri, bidang teknik kimia, bidang teknik metalurgi, dan bidang teknik elektro.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016" : 10 Documents clear
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENGARUH KERUSAKAN TERHADAP PERKERASAN LENTUR (STUDI KASUS JALAN KOLEKTOR SEKUNDER-CILEGON) Fakhruriza Pradana; Dwi Esti Intari; Desy Nathalia
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6610

Abstract

Seiring dengan berkembangnya kegiatan yang digeluti oleh penduduk Kota Cilegon, maka sistem jalan yang baik di perkotaan diperlukan untuk mengoptimalkan, terlebih di jalan kolektor sekunder. Maka, kerusakan jalan pada jalan kolektor sekunder perlu penanganan yang serius dan faktor-faktor pengaruh penyebab kerusakan jalan yang paling sering dianggap menjadi masalah bagi masyarakat diantaranya yaitu faktor daya dukung tanah, faktor sistem drainase yang kurang berfungsi dengan baik dan faktor persentase kendaraan berat yang melintas di suatu ruas jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa seberapa besar kontribusi faktor-faktor pengaruh, yaitu faktor daya dukung tanah, sistem drainase, persentase kendaraan berat terhadap tingkat kerusakan perkerasan lentur. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupa hasil survei lalu lintas kendaraan, survei lapangan sistem drainase dan pengujian tanah serta data sekunder dengan cara meminta data melalui instansi terkait. Hasil penelitian ini di dapat bahwa besar kontribusinya sistem drainase adalah sebesar 88,7% dan kendaraan berat memiliki kontribusi adalah 65,2% serta daya dukung tanah memiliki kontribusi yang cukup besar juga terhadap tingkat kerusakan jalan adalah 56,7%
Shielded Metal Arc Welding Cladding pada Shaft Wringer Roll Slamet Wiyono; Sunardi Sunardi; Widodo Widodo
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6601

Abstract

Cladding merupakan proses pelapisan logam dengan logam lainnya dengan cara pengerolan panas atau pengelasan. Tujuan dilakukan cladding adalah untuk memberikan tambahan lapisan luar pada permukaan material yang mengalami keausan untuk mendapatkan kembali dimensi awal. Pada prakteknya, proses cladding ini akan menyebabkan perubahan struktur pada material akibat proses pemanasan yang diberikan selama proses cladding berlangsung. Berdasarkan data histori perbaikan shaft wringer roll, perbaikan shaft wringer roll telah dilakukan dengan metode cladding menggunakan shielded metal arc welding [SMAW] namun belum diperoleh hasil yang optimal. Tutujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi dan level parameter yang sesuai untuk rekomendasi proses perbaikan selanjutnya. Shaft wringer roll yang digunakan sebagai sampel adalah milik salah satu perusahaan baja terbesar di Kota Cilegon. Material shaft tersebut adalah AFNOR 25CD4 [SAE 4130] dan elektorda Nikko Steel RD-18B yang memiliki karakteristik mirip dengan material shaft wringer roll. Proses cladding dilakukan menggunakan tiga parameter cladding yang dikelompokkan dalam dua level parameter, yaitu arus cladding (110 A dan 170 A), kecepatan cladding (3 mm/s dan 7 mm/s), dan perlakuan panas (tanpa preheating dan preheating pada 200 oC selama 1 jam). Melalui pendekatan full factorial design experiments didapatkan delapan kombinasi parameter proses cladding. Hasil penelitian diperoleh perubahan struktur mikro dan kekerasan material yang paling mendekati raw material adalah sampel dengan parameter cladding menggunakan arus las 110 A, kecepatan pengelasan 3 mm/s, dan diberikan pemanasan awal.
DESAIN MATERIAL SELECTION UNTUK FRAME SEPEDA LISTRIK HYBRID Dhimas Satria; Ipick Setiawan; Rina Lusiani; Yoga Pratama
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6606

Abstract

Pada umumnya, sepeda tersusun atas komponen-komponen seperti frame,roda, sistem transmisi, rem, sadel, dan stang. Frame merupakan bagian yang paling penting, karena semua komponen dipasang pada frame. Frame harus mampu menopang berat pengendara, mentranslasikan usaha pedal menjadi gerakan maju, mengarahkan roda sesuai arah yang dituju dan mengabsorbsi getaran jalan. Frame adalah “jiwa” dari sebuah sepeda dan haruslah menjadi fokus utama dalam pertimbangan untuk memilih sebuah sepeda.Dari sudut pandang keamanan, bahan yang digunakan untuk frame sepeda harus memiliki sifat mekanik yang sangat stabil dan dapat diandalkan,Pemilihan bahan yang tepat dan desain yang penting dapat mempengaruhi kualitas produk dalam pembuatan komponen.Oleh karena itu, pengakuan akan pentingnya pemilihan bahan dalam desain telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penerapan metode concurrent engineering dalam desain dan manufaktur telah memperkuat fakta bahwa bahan dan manufaktur terkait erat dalam menentukan kinerja produk akhir. Semakin meningkatnya kemajuan teknologi modern ini mengakibatkan kebutuhan akan penelitian dan pengembangan dalam segala bidang semakin meningkat pesat, terutama dalam bidang material. Hal yang mendasarkan kemajuan teknologi ini adalah semakin dibutuhkannya material baru dan pemilihan material yang tepat guna menunjang bidang pembuatan frame sepeda. Pengembangan material terfokus untuk memilah material(material selection) untuk meningkatkan kualitas standar yang dibutuhkan untuk obyek yang kita rancang. Oleh sebab itu, penelitian ini lebih kearah pemilihan material yang tepat dengan material yang kuat menahan beban,ringan dan dengan harga yang relatif murah /terjangkau.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG CIRUAS SERANG Fakhruriza Pradana; Arief Budiman; Nova Robekha
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6602

Abstract

Simpang Ciruas adalah simpang dengan empat lengan yang dilengkapi dengan sinyal lampu lalu lintas.Simpang yang terletak di Kota Serang, Banten ini menghubungkan antara Jalan Raya Serang – Jakarta, Jalan Raya Ciptayasa Ciruas dan Jalan Raya Ciruas Walantaka. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang pada saat kondisi eksisting, mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja simpang serta mencari tahu alternatif solusi pemecahan masalah yang timbul pada Simpang Ciruas. Acuan yang dipakai dalammenganalisis kinerja simpang adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Berdasarkan hasil penelitian pada Simpang Ciruas diketahui bahwa simpang belum mendekati jenuh dibuktikan dengan adanya satu pendekat yang menghasilkan derajat kejenuhan (ds > 0,75; jenuh) yaitu pendekat Barat sebesar 0,8 sedangkan untuk pendekat Utara, Selatan dan Timur menghasilkan derajat kejenuhan (ds < 0,75 ; tidak jenuh) masing-masing sebesar 0,4, 0,66, 0,41. Kapasitas yang dihasilkan pada simpang Ciruas sebesar 379, 403, 1062, 1371 smp/jam masing-masing untuk pendekat Utara, Selatan, Barat dan Timur. Panjang antrian tertinggi dihasilkan pada pendekat Barat sebesar 126,5 m. Besar nilai angka henti seluruh simpang adalah 0,89 stop/smp. Tundaan rata-rata simpang yang didapat adalah 46,5 det/smp dan masuk tingkat pelayanan simpang (LOS) dengan tingkat E (> 40 – 60 det/smp). Untuk meningkatkan kinerja Simpang Ciruas dilakukan alternatif perbaikan dengan melakukan pengaturan ulang sinyal, perubahan fase dan pelebaran geometrik yang dimana hasil derajat kejenuhan untuk pendekat Utara = 0,3, Selatan = 0,46, Barat = 0,55 dan Timur = 0,42. Tingkat pelayanan simpang meningkat berada pada tingkat C.
PEMBUATAN DAN KARAKTERSASI KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA DENGAN AKTIVATOR ASAM FOSFAT SERTA APLIKASINYA PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Retno Sulistyo Dhamar Lestari; Denni Kartika Sari; Afriyanti Rosmadiana; Bening Dwipermata
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6607

Abstract

Nilai guna tempurung kelapa dapat ditingkatkan dengan menjadikannya sebagai bahan baku dalam pembuatan karbon aktif yang dapat digunakan sebagai adsorben dalam proses pemurnian minyak goreng bekas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk karakterisasi produk karbon aktif tempurung kelapa sesuai Standar Industri Indonesia No.0258-79 meliputi uji kadar zat mudah menguap, kadar air, kadar abu, dan kadar karbon terikat serta menentukan pengaruh ukuran partikel karbon aktif terhadap proses adsorpsi minyak goreng bekas. Metode penelitian meliputi pembuatan dan uji karbon aktif menggunakan furnace electric serta analisa bilangan asam pada minyak goreng sebelum dan sesudah adsorpsi. Hasil terbaik diperoleh pada karbon aktif 80 mesh pada konsentrasi asam fosfat 8% dengan kadar zat mudah menguap 2,9%, kadar air 1%, kadar abu 0,34%, dan kadar karbon terikat 96,7% serta penurunan bilangan asam menjadi 0,56 mgKOH/g. Adapun perbandingan luas permukaan karbon aktif sebelum aktivasi yaitu 46,247 m2/g, sedangkan setelah aktivasi sebesar 61,821 m2/g.
PENGARUH EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG ULTRASONIK DAN VARIASI PENGERINGAN TERHADAP SINTESIS NANOPARTIKEL PERAK Denni Kartika Sari; Retnosulistyo Dhamar Lestari; Indar Kustiningsih
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6603

Abstract

Nanopartikel perak memiliki karakteristik yang unik dan dapat diaplikasikan pada berbagai bidang seperti obat,katalisis,industry tekstil maupun pada bidang pengolahan limbah. Tujuan dari penelitian ini adalah biosintesis hijau dari nanopartikel perak menggunakan rumput laut Kappahycus alvarezi/Eucheuma Cottonii. Biosintesis nanopartikel dari bahan natural dari AgNPs memiliki banyak keuntungan diantaranya biosintesis AgNPs dari bahan alam lebih stabil, dan dapat mengurangi ion perak dalam pembentukan nanopartikel perak. Penggunaan gelombang ultrasonik diharapkan dapat meningkatkan yield dan mempersingkat waktu ekstraksi, penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan tahap pertama ekstraksi rumput laut dengan pengeringan oven adalah memvariasikan waktu 2,4,6, dan 8 menit, rasio ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:151:20 , tahap kedua ekstraksi rumput laut dengan pengeringan sinar matahari memvariasikan waktu 2,4,6, dan 8 menit, rasio ekstrak rumput laut dan AgNO3 1:10,1:151:20. Tahap ketiga selanjutnya sebagai pembanding adalah sintesis nanopartikel perak dengan maserasi dan pemanasan dengan perbandingan 1:10,1:15 dan 1:20 . hasil menunjukan pada keseluruhan tahapan dan variasi menunjukkan terbentuknya ion perak dengan range panjang gelombang antara 210 hingga 310 nm. Namun belum membuktikan keberadaan nanopartikel perak. Hasil pengujian (Scanning Electron Microscopy) SEM menunjukkan ukuran partikel mencapai 20µm setelah dicoating. Hasil uji kandungan total fenolik terbaik pada pengeringan berbantu sinar matahari dengan lama ekstraksi berbantu ultrasonic selama 15 menit 0,02302 mg GAE/ekstrak.
RANCANG BANGUN ALAT DESTILASI AIR LAUT MENJADI AIR TAWAR MENGGUNAKAN TENAGA SURYA Haryadi Haryadi; Imron Rosyadi; Ni Ketut Caturwati
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6608

Abstract

Pada sistem destilator surya merupakan alat pengubah air laut menjadi air tawar yang murah serta ramah lingkungan, karena alat ini tidak membutuhkan peralatan seperti listrik, generator ataupun bahan bakar lainnya. Alat Destilator merupakan alat yang mengandalkan pasokan energi dari matahari karena kita tahu bahwa posisi Indonesia di daerah khatulistiwa pancaran sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat destilasi air laut dengan menggunakan tenaga surya. Destilator terdiri dari 3 buah alat yang divariasikan berdasarkan permukaan absorbernya, tujuannya adalah untuk mengetahui absorber yang paling baik menyerap dan menyimpan radiasi matahari. Absorber pertama dari bahan dasar plat yang di cat dengan warna hitam, yang kedua berwarna putih dan yang ketiga adalah dengan bahan kaca. Sudut kaca dirancang pada 30o, nilai ini berdasarkan riset yang telah ada sebelumnya. Penelitian dilakukan didepan halaman Gedung Center Of Excellence (COE) Industri Petrokimia Fakultas Teknik Universitas Ageng Tirtayasa Cilegon – Banten. Waktu penelitian dari perancangan dan pembuatan sampai penyelesaian laporan direncanakan selesai selama 5 bulan. Adapun waktu pelaksanaan pengambilan data dilaksanakan selama 2 bulan pada pukul 09:00 – 17:00 WIB dengan pengambilan data setiap 1 jam sekali. Setelah melakukan pengujian dan pengambilan data kemudian hasil air destilasi tersebut akan dilakukan pengujian komposisi kimia di Dinas Kesehatan di Kota Serang. Pada pengujian ini untuk mengetauhi komposisi kimia dari hasil air destilasi, sehingga layak atau tidak untuk dikonsumsi.
APLIKASI MIKROKONTROLER AT89C51 PADA PERANCANGAN TOUCHPAD PS2 MENGGUNAKAN INFRA MERAH Irma Saraswati; Ri Munarto; Mega Tjaraka
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6604

Abstract

Salah satu hal yang membedakan antara laptop dengan komputer desktop adalah, pada laptop telah disediakannya media touchpad sebagai pengganti dari fungsi mouse. Touchpad mempunyai beberapa perbedaan dibanding dengan mouse. Salah satunya yaitu kemampuan touchpad yang dapat digunakan pada media yang tegak/vertical. Berbeda dengan mouse yang harus menggunakan alas yang horizontal. Perbedaan inilah yang membuat touchpad dapat dipasangkan sekalipun pada objek tegak seperti tembok, pintu, dashboard mobil, bahkan layar monitor pun dapat dipasang touchpad sehingga dapat menghemat tempat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat touchpad yang dapat digunakan pada computer desktop melalui jalur ps2 mouse port untuk menggantikan fungsi mouse biasa. System ini menggunakan metode infrared sensing yang dipasang pada dua buah sumbu yang akan mendeteksi koordinat dari pergerakan jari si pemakai. Perancangan perangkat keras touchpad menggunakan mikrokontroler AT89C51 sebagai pusat pengendali, LED infrared dan fotodioda sebagai sensor gerak, serta push button sebagai tombol yang berfungsi sama seperti tombol pada mouse biasa.
ANALISA PERBANDINGAN PEMAKAIAN BAHAN BAKAR SOLAR FUEL OIL (SFO) DAN LIQUEFIED NATURAL GAS (LNG) TERHADAP KINERJA BOILER DI UNIT COLD ROLLING MILL (CRM) DI PT X Yusvardi Yusuf; Santoso Budi
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6609

Abstract

Bahan bakar yang dipakai saat ini pada boiler di PT. X khususnya di unit Cold Rolling Mill (CRM) adalah LNG (Liquefied Natural Gas) yang sebelumnya bahan bakar yang dipakai adalah Solar Fuel Oil (SFO), pergantian bahan bakar minyak ke gas dimulai sejak akhir tahun 2009. Alasan digantinya bahan bakar tersebut adalah karena efisiensi yang dihasilkan bahan bakar gas lebih baik dibandingkan dengan bahan bakar minyak dan ditambah dengan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak dunia, biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bahan bakar menjadi lebih besar. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa boiler berbahan bakar LNG per jamnya rata – rata membutuhkan bahan bakar sekitar 347,52625 kg/jam dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp. 2.543.892,-/jam serta menghasilkan efisiensi rata – rata 89,9 %, jauh lebih baik dibandingkan boiler berbahan bakar SFO yang membutuhkan bahan bakar sekitar 485,375 liter/jam dan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 3.979.104,-/jam serta menghasilkan efisiensi rata – rata 80,8%.
STUDI BIOSORPSI LIMBAH PURIFIED TEREPTHALID ACID (PTA) MENGGUNAKAN ECENG GONDOK Agus Rochmat; Leli Yusnida; Nita Herlita
Jurnal Teknika Vol 12, No 2 (2016): Edisi November 2016
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v12i2.6605

Abstract

Kobalt merupakan salah satu bahan berbahaya dan beracun (B3) yang terkandung dalam limbah Purified Terepthalid Acid (PTA) yang apabila masuk ke dalam lingkungan baik tanah, air, maupun udara dapat menyebabkan pencemaran. Tanaman eceng gondok dapat menurunkan konsentrasi kobalt (Co) di dalam limbah PTA. Semakin lama waktu pemaparan mengakibatkan penurunan konsentrasi kobalt (Co) dalam limbah PTA semakin besar. Selain itu, semakin lama waktu pemaparan berpengaruh pula terhadap penurunan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan CO2 bebas. Sisa konsentrasi kobalt (Co) dalam limbah sampai hari ke-28 sekitar 0.050-1.599 ppm, sebanding dengan kenaikan konsentrasi kobalt (Co) dalam tanaman eceng gondok yang berkisar antara 1.935-7.521 ppm. Kadar COD pada hari ke-28 berkisar antara 20.34-73.39 mg/L. Nilai tersebut telah memenuhi standar baku mutu limbah PTA berdasarkan AMDAL yang menetapkan COD < 150 mg/L. Sedangkan penurunan nilai CO2 bebas yang dihasilkan pada hari ke-28 berkisar antara 0.05-1.998 mg/L.

Page 1 of 1 | Total Record : 10