cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
STRUKTUR KOMUNITAS ARTHROPODA PADA EKOSISTEM CABAI TANPA PERLAKUAN INSEKTISIDA Nurkhasanah, Nurkhasanah
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.428 KB)

Abstract

Community Structure Arthropods in chilli ecosytem undtreated insectisides. were analysed using tree methods. The methods were sweep net, direct observation for crown arthropods, pitfall trap for soil surface arthropods. The arthropods collected were the examined in the laboratory. The orders and families were identified and classified on the bassis of the guilds. The analyses  showed that the 26 families of 8 orders of arthropods with the total 1942 individuals on chilli crown and 25 families of 11 orders with total 593. As many as three guilds of arthropods were obtained from the structure analyses : phytophags, natural enemies of Arthropods, and others.
KEBERHASILAN OKULASI VARIETAS JERUK MANIS PADA BERBAGAI PERBANDINGAN PUPUK KANDANG Yusran, Yusran; Noer, Abdul Hamid
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.662 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk  mengetahui pengaruh varietas dan takaran pupuk kandang terhadap keberhasilan okulasi pada tanaman jeruk telah dilaksanakan bulan Maret-Juli 2010. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah  varietas jeruk yang terdiri dari 2 macam yaitu varietas Keprok So E dan varietas Keprok Tejakula. Faktor kedua adalah perbandingan tanah dan pupuk kandang  yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: tanpa pupuk kandang, tanah + pupuk kadang (1 : 1), tanah + pupuk kadang (1 : 2), dan tanah + pupuk kadang (2 : 1), sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali dan total percobaan adalah 24 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Keprok Tejakula menghasilkan  persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, dan jumlah daun pada tunas yang lebih baik. Perbandingan tanah dan pupuk kandang 1 : 1 memberikan waktu mencapai 50% tumbuh tunas, persentase okulasi jadi, persentase bibit mati, panjang tunas, jumlah daun pada tunas, dan diameter tunas okulasi  yang lebih baik dibanding dengan dosis lainnya.
PENGGUNAAN 2,4-D UNTUK INDUKSI KALUS KACANG TANAH Bustami, Mirni Ulfa
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.589 KB)

Abstract

Induksi kalus merupakan salah satu metode kultur jaringan yang dilakukan dengan jalan memacu pembelahan sel secara terus menerus dari bagian tanaman tertentu seperti daun, akar, batang, dan sebagainya dengan menggunakan zat pengatur tumbuh hingga terbentuk massa sel. Massa sel (kalus) tersebut selanjutnya akan beregenerasi melalui organogenesis ataupun embriogenesis hingga menjadi tanaman baru. Salah satu zat pengatur tumbuh yang digunakan untuk induksi kalus adalah 2,4-D. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi 2,4-D yang paling efektif untuk menginduksi kalus pada eksplan daun kacang tanah yang berasal dari kecambah steril.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Media dasar yang digunakan adalah media MS yang ditambahkan berbagai konsentrasi 2,4-D yaitu M1 = 1,0 mg/l, M2 = 1,5 mg/l, M3 = 2,0 mg/l, M4 = 2,5 mg/l, M5 = 3,0 mg/l, M6 = 3,5 mg/l.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 2,4-D pada konsentrasi 1,0 mg/l sampai 3,5 mg/l dapat menginduksi kalus pada eksplan daun kacang tanah.  Semakin rendah konsentrasi 2,4-D maka pembentukan kalus semakin cepat, dan semakin tinggi konsentrasi 2,4-D maka pembentukan kalus semakin lambat.  Kalus yang terbentuk pada semua perlakuan memiliki tekstur yang sama (keras dan kompak) dengan warna putih kehijauan.  Konsentrasi 2,4-D yang efektif untuk induksi kalus dari daun kacang tanah adalah 1,5 mg/l dan 3,5 mg/l
STUDI KEANDALAN KELISTRIKAN KOTA PALU 2007 BERDASARKAN SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION DURATION INDEX (SAIDI) DAN SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION FREQUENCY INDEX (SAIFI) Pirade, Yulius S
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.367 KB)

Abstract

Pada tulisan ini membahas dan meneliti sistem keandalan kelistrikan kota Palu berdasarkan System Average Interruption Duration Index (Rata-rata Indeks Waktu Pemadaman) dan System Average Interruption Frequency Index (Jumlah Kali Padam Dalam Satu Kurun Waktu) yang menggunakan parameter mutu dan keandalan sistem, karena seringnya terjadi gangguan penyaluran tenaga listrik terhadap konsumen. Parameter mutu dan keandalan sistem suplai tenaga listrik di wilayah Suluttenggo cabang Palu menggunakan Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN) yang dibagi dalam dua kategori yaitu SAIDI, SAIFI di luar sistem Jawa dan SAIDI, SAIFI sistem Jawa sendiri dan langkah  yang digunakan adalah wawancara dan pengambilan data.
PENGARUH KOMBINASI AUKSIN-SITOKININ TERHADAP PERTUMBUHAN BUAH NAGA Samudin, Sakka
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.32 KB)

Abstract

Perbanyakan tanaman dalam waktu singkat dan jumlah banyak dapat dilakukan melalui kultur jaringan.  Penggunaan auksin dan sitokinin  pada konsentrasi yang tepat dapat memacu pertumbuhan eksplan.  Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan buah naga.  Dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, mulai Bulan April hingga Agustus 2008.  Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan yaitu: M1 = 2 mg/L BAP + 0,4 mg/L IAA, M2 = 3 mg/L BAP + 0,2 mg/L IAA, M3 = 2 mg/L kinetin + 0,4 mg/L NAA dan M4 = 3 mg/L Kinetin + 0,2 mg/L NAA  Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 20 unit percobaan.  Peubah yang diamati adalah jumlah tunas, duri dan akar serta pengamatan visual terhadap ukuran, bentuk, warna dan bulu akar.  Hasil percobaan baik pengamatan kualitatif dan kuantitif  menunjukkan bahwa komposisi media  3 mg/L kinetin + 0,2 mg/L NAA memberikan pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan buah naga
KAJIAN TEKNOLOGI PRODUKSI ASAP CAIR DARI SABUT KELAPA Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.066 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model peralatan destilator-pirolisis dan waktu pembakaran sabut kelapa yang menghasilkan asap cair dengan rendemen tinggi, serta mendapatkan keterangan tentang kandungan kimia asap cair yang dihasilkan dari berbagai model  peralatan destilator-pirolisis. Pencapaian tujuan dilakukan dengan menerapkan lima model peralatan destilator-pirolisis dan empat tingkatan waktu pembakaran, serta melakukan analisis kadar  fenol secara spektrofotometri, kadar karbonil secara spektrofotometri, kadar asam asetat secara titrasi dan keasaman asap cair menggunakan pH meter. Hasil yang diperoleh menunjukkan model peralatan destilator-pirolisis dan waktu pembakaran berpengaruh terhadap rendemen asap cair yang dihasilkan. Penggunaan model E dan waktu pembakaran 2,5 jam menghasilkan asap cair dengan rendemen tertinggi, yakni 6,03 %. Model peralatan destilator-pirolisis tidak berpengaruh terhadap kadar fenol, karbonil, asam asetat dan keasaman asap cair yang dihasilkan. Asap cair sabut kelapa mengandung fenol 3,03 %,  karbonil 10,26 % dan asam asetat 9,22 % , serta memiliki keasaman (pH) sebesar 3,16..
PERENCANAAN LOW HEAD MIKRO HIDRO DI DUSUN IV DESA WALATANA KEC. DOLO SELATAN KABUPATEN SIGI Yunar, Alifi
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.642 KB)

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) memerlukan pengembangan lebih lanjut, yaitu PLTMH yang dapat dibangun pada daerah dengan kemiringan yang relatif kecil. Hal ini dibutuhkan mengingat perkembangan penduduk yang cenderung terkumpul pada daerah yang lebih datar dari pada daerah pegunungan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan pengumpulan data lapangan dan data literatur.  Dengan demikian diperoleh secara langsung hasil penelitian yang diolah menjadi perencanaan pembangunan PLTMH untuk daerah yangmempunyai kemiringan kecil. Dari data studi literatur  diperoleh hasil lokasi yang dipilih untuk studi adalah Dusun IV,  Desa Walatana Kec. Dolo Selatan Kab. Sigi. Sungai yang digunakan untuk Studi PLTM adalah sungai Sidio dengan hasil perhitungan bahwa debit andalan adalah sebesar 0,172 m3/det pada lokasi rencana. Tipe turbin yang digunakan adalah tipe baling baling dengan penempatan turbin didalam saluran jatuh air dari bak penampung. Dari hasil tinjaun dan pengukuran lapangan untuk kemudian dibuat desain sistim PLTMH yang terdiri dari, intake, saluran pengendap sedimen, saluran pembuang lubang pipa hisap untuk memutar turbin baling baling dan outlet. Sedangkan daya listrik yang dihasilkan listrik tersebut adalah sebesar 2,032 KiloWatt atau sebesar 2032 Watt. Â