cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP (SURVIVAL RATE) IKAN MAS (Cyprinus carpio) YANG DIPELIHARA DALAM WADAH TERKONTROL DENGAN PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA Widiastuti, Irawati Mei
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.512 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan padat penebaran yang menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup (Survival rate) ikan mas tertinggi yang dipelihara dalam wadah terkontrol. Hewan uji yang digunakan adalah ikan mas Majalaya yang mempunyai berat berkisar antara 6,22 – 6,92 gram. Wadah yang digunakan berupa jaring persegi  dengan ukuran luas permukaan 1 m2 dengan kedalaman 1 m. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Hasil yang diperoleh menunjukkan padat penebaran  berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan relatif ikan mas yang dipelihara dalam wadah terkontrol. Padat penebaran ikan mas 5 ekor/m2 menunjukkan pertumbuhan relatif tertinggi (343,4) dibandingkan dengan padat penebaran 10 ekor/m2 (246,03) dan 15 ekor/m2 (218,1). Kelangsungan  hidup ikan mas selama penelitian rata-rata 97%. Kualitas air (suhu, O2, CO2, pH, amoniak) masih dalam kondisi yang layak untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan mas.  
KONSEP PENANGANAN ALUR DI BELOKAN DALAM RANGKA PENGELOLAAN SUNGAI DI SULAWESI TENGAH Ishak, M. Galib
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.588 KB)

Abstract

Provinsi Sulawesi Tengah memiliki 6 buah Satuan Wilayah Sungai (SWS) diantaranya SWS Buol-Lambunu, SWS Parigi-Poso, SWS Bongka-Malik, SWS Lombok-Mentawa, SWS Laa-Tambalako dan SWS Palu-Lariang, dan terdiri dari sekitar 157 buah sungai dan tidak termasuk sungai-sungai kecil yang berfungsi sebagai anak-anak sungai. Terdapat beberapa sungai besar dengan debit relatif konstan sepanjang tahun seperti Sungai Poso (Luas DAS ± 1101.87 km2 dan panjang sungai ± 68.70 km ), Sungai Bongka (Luas DAS ± 3085 km2 dan panjang sungai ± 122 km), Sungai Laa (Luas DAS ± 2875.60 km2 dan panjang sungai ± 96.30 km), Sungai Tambalako (Luas DAS ± 1045.60 km2 dan panjang sungai ± 83.70 km), Sungai Gumbasa (Luas DAS ± 1276.65 km2 dan panjang sungai ± 61.50 km) dan Sungai Palu (Luas DAS ± 3043 km2 dan panjang sungai ± 90 km). Secara umum, konfigurasi memanjang sungai-sungai tersebut memiliki profil berbelok-belok (bermeander) akibat proses morfodinamik sungai yang terjadi secara terus menerus, yang ditandai dengan belokan-belokan ringan dengan sudut belokan besar sampai belokan-belokan berat dengan sudut belokan kecil. Pada dasarnya belokan sungai memiliki arti penting terhadap fenomena hidraulis aliran di sungai. Konsep eko-hidraulik memandang belokan sungai sebagai  wahana retensi untuk mereduksi akumulasi aliran banjir di hilir. Namun sebaliknya belokan sungai juga justru menjadi faktor penyebab terjadinya luapan banjir dan terjadinya gerusan lokal di sisi luar belokan. Kedua potensi tersebut harus dikelola secara bijak sehingga permasalahan yang timbul bisa direduksi dan manfaat/potensi yang dimilki dapat dioptimalkan. Oleh karena itu perlu dikemukakan konsep-konsep pengelolaan dan penanganan sehingga belokan sungai memiliki potensi yang baik dalam pengelolaan sungai dan pengendalian banjir.
DAERAH PENANGKAPAN DAN STATUS ALAT TANGKAP IKAN RONO(Xenopoecilus Oophorus) DI DANAU POSO Gundo, Meria Tirsa
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.319 KB)

Abstract

Keberadaan spesies ikan Rono (Xenopoecilus oophorus)di danau Poso diidentifikasi pertama kali pada tahun1988 oleh Kottelat. Ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) merupakan ikan endemik berukuran kecil  yang memiliki warna hitam kehijau-hijauan.  Berdasarkan data “Red List of Treatened Animal 2009 of IUCN” (www.iucnredlist.org) diketahui populasi jenis ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) ini sedang teracam punah jika tidak dikelola secara benar.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi ilmiah tentang jenis dan penggunaan alat tangkap serta kondisi daerah penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) di danau Poso. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Sepetember 2009 di Danau Poso Sulawesi Tengah. Untuk mencapai tujuan penelitian  maka dilakukan  beberapa kegiatan yaitu : Inventarisasi dan dokumentasi  jenis alat penangkapan dan alat bantu penangkapan. Pengamatan kondisi ekologis di stasiun, melakukan wawancara  dengan nelayan yang melakukan kegiatan penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus), identifikasi daerah penangkapan dengan menggunakan GPS Garminetrex. Kemudian dipetakan diatas peta dasar skala 1: 25.000. Berdasarkan hasilpenelitian diketahui bahwa Alat Tangkap yang digunakan dalam penangkapan ikan Rono  (Xenopoecilus oophorus) ialah  Jaring yang dimodifikasi dari waring  berwarna hitam dengan ukurang mata jaring  ± 3mm x 3mm. Alat bantu penangkapan yang digunakan dalam penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) terdiri atas: 1). Lampu petromaks; 2). Perahu dayung tradisional dan perahu motor (Katinting) ; 3). Seser dari bahan yang sama dengan jaring, dibuat berbentuk lingkaran dengan pegangan dan bingkai dari besi dengan diameter ± 50 cm. Status alat tangkap ini tidak ramah lingkungan karena selektivitas  alat tangkap dan alat bantu penangkapan sangat rendah sehingga mengancam keberadaan populasi ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) yang merupakan ikan endemik di Danau Poso.  Selanjutnya diketahui pula bahwa terdapat tiga daerah penangkapan ikan Rono (Xenopoecilus oophorus) di danau Poso yaitu: 1). Bagian Utara Danau Poso, masyarakat setempat menamakan daerah-daerah perairan ini adalah: Tando Dilana, Watu Mpangasa, Tamuu, Tando Lala,  Tando Duwangko; 2). Bagian Barat Danau Poso yaitu di daerah perairan Tando Dumalanga bagian Selatan dan perairan Tando Dumalanga bagian Utara; 3). Bagian Timur Danau Poso yaitu di daerah perairan bagianUtara desa Tolambo.
PEMANFAATAN TOMAT AFKIRAN UNTUK PRODUKSI LIKOPEN Mappiratu, Mappiratu; Nurhaeni, Nurhaeni; Israwaty, Ila
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.465 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi produksi likopen melalui proses perebusan dengan air bebas mineral atau aquades. Pencapaian tujuan telah dilakukan pemisahan likopen dari tomat afkiran menggunakan perlakuan pengaruh rasio air/tomat afkiran, pengaruh waktu, dan pengaruh suhu perebusan terhadap rendemen dan derajat kemurnian produk likopen. Derjat kemurnian likopen ditentukan menggunakan metode spektrofotometri.  Hasil yang diperoleh menunjukkan derajat kemurnian likopen dipengaruhi oleh rasio air/tomat afkiran, waktu dan suhu perebusan, sedangkan rendemen likopen hanya dipengaruhi ole h rasio air/tomat afkiran. Rendemen likopen tertinggi (2,91 %) terdapat pada penggunaan rasio air/tomat afkiran 1,5 : 1 (b/b), waktu perebusan 75 menit dan suhu perebusan 50 oC, sedangkan derajat kemurnian likopen tertinggi (68 %) terdapat pada  rasio  air/tomat afkiran  1,5 : 1 (b/b), waktu perebusan 75 menit dan suhu perebusan 80 oC
RESPON PERTUMBUHAN PADA BERBAGAI KEDALAMAN BIBIT DAN UMUR PANEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DI PERAIRAN TELUK PALU Masyahoro, Masyahoro; Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.274 KB)

Abstract

Penelitian tentang respon pertumbuhan pada berbagai kedalaman bibit dan umur panen  rumput laut bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman bibit dan umur panen terhadap pertumbuhan mutlak, produksi, dan produktivitas. Penelitian menggunakan metode bentangan tali ris apung berbentuk empat persegi panjang (18 x 18 meter) yang didesain dalam rancangan lingkungan acak lengkap pola faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor kedalaman bibit  (K1 20 cm dan K2 50 cm) dan faktor umur panen (U1 40 hari, U2 45 hari, dan U3 50 hari) setelah tanam. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dalam 3 ulangan tali ris, sehingga diperoleh 18 satuan unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa, kedua faktor tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap  pertumbuhan mutlak dan produksi, tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pruktivitas rumput laut. Namun demikian faktor interaksi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertumbuhan mutlak dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi rumput laut. Bentuk interaksinya merupakan interaksi positif. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan K1U1 berbeda dan berinteraksi sangat nyata dengan K1U2 dan K1U3. Demikian halnya pada kombinasi perlakuan K2U1 dengan K2U2 dan K2U3, serta kombinasi perlakuan K2U2 dengan K2U3 terhadap pertumbuhan mutlak dengan nilai interaksi sebesar 34,44 g/hari. Selanjutnya kombinasi perlakuan  K1U1 berbeda dan berinteraksi nyata dengan K1U2 dan K1U3. Demikian halnya pada kombinasi perlakuan K2U3 dengan K2U1 dan K2U2, serta kombinasi perlakuan K2U1 dan K2U2 terhadap produksi dengan nilai interaksi sebesar 944,98 g.  
KERAPATAN, KEANEKARAGAMAN DAN POLA PENYEBARAN GASTROPODA AIR TAWAR DI PERAIRAN DANAU POSO Gundo, Meria Tirsa
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.324 KB)

Abstract

Gastropoda merupakan salah satu Kelas dari Fillum Mollusca, dan merupakan salah satu jenis komunitas fauna bentik  yang hidup didasar perairan. Komunitas fauna bentik ini banyak ditemukan di perairan danau Poso, namun hingga saat ini   data  tentang bioekologinya masih sangat kurang sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Danau Poso Sulawesi Tengah pada bulan Oktober - Desember 2009. Stasiun pengamatan ditentukan berdasarkan  model area sampling yaitu suatu tehnik penentuan areal sampling dengan mempertimbangkan wakil-wakil dari daerah feografis. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui spesies, kerapatan, pola penyebaran dan keanekaragaman  Gastropoda di danau poso, menggunakan  Metode pendekatan menurut Cox (1967) untuk mengetahui kerapatan; Ludwing and Reynolds (1988) untuk mengetahui indeks keanekaragaman Shannon-Wienner (H’); Krebs (1989) untuk mengetahui Indeks keseragaman (E) dan Indeks Sebaran Morishita (Iδ); Odum  (1971) untuk mengetahui Indeks  Dominasi (C). Berdasarkan hasil penelitian diketahui delapan jenis gastropoda yang ditemukan di danau Poso yaitu: Tylomelania toradjarum, Tylomelania patriarchalis, Tylomeliana neritiformis, Tylomeliana kuli, Tylomeliana palicolarum, Tylomeliana bakara,  Tylomeliana sp1, Tylomeliana sp2. Hasil penelitian menunjukkan  Kerapatan gastropoda paling tinggi ditemukan di stasiun I, yaitu di bagian Utara danau Poso dengan 119,25 ind/m².  Stasiun II dan stasiun IV memiliki nilai Indeks Keanekaragaman spesies yang masuk dalam kategori sedang, sedang dua stasiun lainnya masuk dalam kategori rendah. Penyebaran jenis individu gastropoda di danau Poso memiliki dua pola  yaitu bersifat seragam dan mengelompok.
MAKNA WANITA TENTANG PERUBAHAN PERAN (Hasil kajian Disertasi wanita isteri nelayan Suku Kaili dalam perubahan peran dari domestik Tradisonal ke Publik produktif) Yotolembah Aminah, Fadlia Vadlun
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.77 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna wanita isteri nelayan dalam perubahan peran dari domestik tradisional ke publik produktif. Untuk mengetahui kriteria-kriteria apa yang menyebabkan pilihan wanita isteri nelayan untuk kedua peran tersebut. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan di kampulere yang wanitanya banyak melakukan aktifitas menjual ikan, rumah mereka rata-rata dipinggir pantai. Penentuan informan dipilih secara sengaja yaitu purposive sampling dengan metode bola salju. Terpilihnya informan ada tiga kriteria: pertama aktivitasnya terfokus pada menjual ikan, kedua aktivitasnya tergolong rajin, ketiga aktivitasnya malas tidak terlalu terfokus menjual ikan Teknik pengambilan data melalui pengamatan, wawancara yang terdiri atas tiga: wawancara pendahuluan, wawancara mendalam, juga wawancara secara kelompok untuk tujuan mencek keakuratan informasi yang disampaikan oleh informan sewaktu dilakukan wawancara individual. Analisis data dengan proses editing data, kategorisasi data, intrepretasi data, dan merumuskan beberapa kesimpulan dan rekomendasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan masalah penelitian. Hasil penelitian sebagai berikut: Makna perempuan tentang rumah tangga domestik tradisional adalah semata-mata mengurus rumah tangga, selalu tergantung suami, bosan dirumah, sempit wawasan, perasaan selalu tertekan, komunikasi kurang, dan tidak mampu mengambil keputusan. Makna wanita di publik produktif; mampu mandiri, mampu memenuhi ekonomi rumah tangga, luas wawasan, perasaan bebas, komunikasi luas, aktualisasi diri, dihargai masyarakat, percaya diri dan mampu mengambil keputusan. Kesimpulan : dari kedua peran tersebut mereka rata-rata mempunyai pilihan peran di publik produktif. Walaupun pilihan mereka di publik produktif namun kedua tanggung jawab tersebut keduanya baik domestik tradisional maupun publik produktif tetap tanggung jawab mereka dengan alasan mereka mencintai keluarga (suami dan anak-anak). Saran: Kepada pengambil keputusan dan pihak-pihak terkait supaya membantu nelayan dan isteri nelayan yang aktifitasnya di publik produktif demi kelanjutan generasi mereka serta pengembangan aktifitas mereka dan bisa berkontribusi terhadap pembangunan.
PERTUMBUHAN IKAN HIAS BANGGAI CARDINALFISH (PTERAPOGON KAUDERNI) PADA MEDIA PEMELIHARAAN SALINITAS YANG BERBEDA Ndobe, Samliok
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.044 KB)

Abstract

Ikan endemik Banggai cardinalfish Pterapogon kauderni (Koumans, 1933) umumnya dinilai terancam punah oleh permanfaatan sebagai ikan hias.  Indonesia berkomitmen untuk menjamin kelestarian ikan dengan pola pemanfaatan berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pengelolaan lestari ikan P. kauderni, dilaksanakan penelitian terhadap pengaruh salinitas terhadap pola pertumbuhan. Ikan uji berasal dari populasi introduksi di Teluk Palu. Penelitian terhadap pengaruh salinitas melengkapi penelitian sebelumnya pada kisaran salinitas 27-35 ppt. Kisaran ukuran awal panjang baku (SL) ikan uji berkisar antara 1,2 sampai 1,7cm, perlakuan salinitas yang diterapkan adalah: 16 ppt, 18 ppt, 20 ppt, 22 ppt, 24 ppt dan 26 ppt dengan 3 ulangan dan ikan sampel yang digunakan 5 ekor/ulangan (N=90). Berat tubuh (W) dan panjang baku (SL) diukur setiap 10 hari selama periode/masa pemeliharaan 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak selama periode penelitian P. kauderni juvenil terjadi penurunan seiring dengan penurunan salinitas (pada perlakuan), namun tidak berpengaruh nyata (Fhitung<Ftabel). Sintasan terjadi penurunan seiring dengan penurunan salinitas (pada perlakuan), salinitas ≤ 24 ppt berpengaruh nyata sampai sangat nyata.
PANGAN DAN KETERSEDIAAN PANGAN Jokolelono, Eko
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.932 KB)

Abstract

Ketersediaan pangan bersumber dari beras di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 222.073 ton, dan produksi tertinggi dihasilkan Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 79.659 ton. Ada 3 Kabupaten dan 1 Kota mengalami defisit ketersediaan beras, masing-masing Kabupaten Banggai Kepulauan, Buol, Tojo Una-una, dan Kota Palu, serta 7 daerah lainnya menjadi lumbung beras. Secara keseluruhan ketersediaan beras di Provinsi Sulawesi Tengah mampu memenuhi 65 persen kebutuhan konsumsi beras berikutnya.
TARGET PASAR DAN STRATEGI MEMPOSISIKAN PRODUK TEH DI PASAR GLOBAL Adam, Rosida P.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.221 KB)

Abstract

Kecenderungan konsumsi teh dunia  pada masa depan tergantung pada perkembangan ekonomi dunia yang akan mempengaruhi laju pertumbuhan pendapatan per kapita. Karena konsumsi teh lebih peka pada perubahan pendapatan di negara-negara dengan tingkat pendapatan rendah dari pada negara-negara maju. Namun, ada harapan bahwa konsumsi juga dapat bertambah di negara-negara berkembang, asumsinya melihat  proyeksi populasi penduduk yang rata-rata akan mengalami kenaikan kurang lebih 50 % pada tahun 2025. Oleh karena itu  tantangan perusahaan agribisnis  ke depan adalah merumuskan pemasaran strategik dengan jalan melakukan resegmentasi pasar, dan memilih pasar  potensial  sehingga dapat menciptakan customer value  yang lebih tinggi dari kompetitor negara lain, sehingga  memiliki superior yang pada akhirnya menciptakan keunggulan bersaing dan keunggulan positioning.