cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
MEDIA LITBANG SULTENG
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA TERTINGGAL KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGAH SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA TERTINGGAL KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI TENGAH SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MARGINAL DI DESA T Mappatoba, Marhawati
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.263 KB)

Abstract

Pembangunan daerah tertinggal merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu daerah yang dihuni oleh masyarakat dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi budaya dan keamanan serta keterbatasan fisik menjadi daerah yang maju dengan masyarakat yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan data potensi sumberdaya alam, potensi sumberdaya manusia, dan kelembagaan ekonomi masyarakat yang termarginalkan yang selanjutnya dapat dijadikan dasar penyusunan rekomendasi kebijakan bagi instansi terkait dalam menyusun program. Adapun metode penentuan lokasi dilakukan secara purposive, yaitu Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Tojo Unauna dan Kota Palu dengan masing-masing 3 desa atau kelurahan. Data primer dikumpulkan melalui FGD (Focus Group Discussion), indeepth interview dan penyebaran kuessioner. Selanjutnya analisis pendapatan, analisis kelayakan usaha serta analisis SWOT digunakan untuk mengetahui gambaran penghidupan masyarakat serta penyusunan strategi pemberdayaan berdasarkan potensi sumberdaya yang tersedia secara lokal. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa tingkat pendidikan responden rata-rata hanya tamat SD dan SMP dengan mata pencaharian utama adalah pertanian yang bercorak tradisional yang produktivitasnya relatif rendah, bahkan pendapatan rata-rata di bawah UMR. Selanjutnya, pemilikan lahan pertanian didominasi oleh luasan yang dibawah 1 Ha per keluarga, dnegan tanaman utama adalah padi dan kakao serta kelapa. Ketidakberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas usahataninya terlihat dari sikap pasrah mereka saat membutuhkan dana untuk membeli pestisida maupun pupuk yang hanya menjadi impian saja. Dengan tingkat dependency ratio yang tinggi, mereka pada umumnya terjerat utang pada tengkulak atau kios yang memberlakukan bunga yang lebih tinggi. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penyusunan program pemberdayaan yang bersinergi untuk melepaskan masyarakat marginal dari keterbelakangan ekonomi dengan mempertimbangkan aspek kultural
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN LAHAN PADA BEBERAPA SUB DAS DI KAWASAN DANAU POSO Isrun, Isrun
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 1 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.368 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan lahan yang disebabkan oleh aktivitas  manusia maupun secara alamiah di kawasan Danau Poso. Selain itu teridentifikasinya  potensi dan permasalahan, serta terciptanya keserasian/keterpaduan pemanfaat kawasan Danau Poso. Obyek penelitian meliputi Sub DAS Kodina-Boe, Bancea-Panja, Taipa, Meko, Salukai, Toinasa, Saluopa-Mayakeli, Peura-Sangele, dan Sub Das Dulumai-Tokilo yang merupakan  kawaan Danau Poso.  Penelitian dilakukan dengan  metode survei dan non eksprimental, sedangkan  analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat degradasi lahan adalah sistem Pakar (Expert System/EXSYS). Model regresi ganda (multiple regression) digunakan  untuk mengetahui hubungan variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y) pada setiap Sub DAS menurut metode Draper dan Smith (1992).  Hasil analisis tingkat kerusakan lahan  di wilayah penelitian menunjukkan bahwa umumnya pada lahan-lahan usaha pertanian berada pada tingkat kerusakan agak rusak (AR) sampai rusak (R). Sedangkan lahan terbuka pada semua Sub DAS  berada pada kategori kelas rusak.  Dinamisasi sosial kependudukan yang tinggi merupakan salah satu penyebab penting kerusakan lahan dan menyusutnya luas hutan.   Berdasarkan hasil analisis regresi  pada setipa Sub Das dalam Kawasan Danau Poso diketahui bahwa terdapat  lima variabel yang berperanan penting  dalam pendugaan tingkat kerusakan lahan yaitu (1) lahan terbuka, (2) luas hutan sekunder, (3) luas kebun campuran, (4) padang rumput, dan (5) Kepadatan Penduduk.
MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA MODEL DINAMIK RANTAI MAKANAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI LAGUNA TASILAHA Noer, Abd. Hamid
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.898 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada kawasan hutan mangrove di Tasilaha Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Pengamatan dilakukan pada 2 musim yakni  Musim Timur dan Musim Barat. Hasil kajian sebaran data pada diagram pencar, diperoleh gambaran bahwa pola gugur serasah mulai bulan ke-0 (bulan Mei awal Musim Timur) hingga bulan ke-11 (bulan April akhir Musim Barat) adalah menurun, meningkat, selanjutnya menurun lagi. Pola ini, Hasil estimasi gugur serasah trendnya mengikuti fungsi polinomial kubik dengan persamaan: S^ = b0 + b1t + b2t2 + b3t3. Pemodelan dinamik untuk peluluhan serasah didasarkan pada estimasi peluluhan secara eksponensial merujuk kepada Macjey dan Smail (1996). Estimasi dilakukan dengan melibatkan seluruh jenis serasah yang diukur peluluhannya hingga diperoleh satu laju peluluhan bagi serasah tanpa melihat jenisnya. Pemodelan dinamik untuk peluluhan serasah didasarkan pada estimasi peluluhan secara eksponensial merujuk kepada Macjey dan Smail (1996). Estimasi dilakukan dengan melibatkan seluruh jenis serasah yang diukur peluluhannya hingga diperoleh satu laju peluluhan bagi serasah tanpa melihat jenisnya. Selanjutnya dalam pemodelan dinamik melaui Powersim, fungsi polinomial kubik serasah terhadap waktu akan menjadi rate yang bersifat menambah jumlah serasah untuk setiap pertambahan waktu (setiap bulannya). Berdasarkan dua submodel dinamik gugur serasah dan peluluhan serasah dapat dibangun model dinamik yang menggambarkan tambahan serasah setiap waktunya dan pengurangan serasah karena proses peluluhan dari waktu ke waktu.  Submodel gugur serasah Hasil simulasi model di atas antara bulan Mei sampai dengan bulan April yang membentuk siklus setiap tahunnya Bobot kering serasah awal (Mei) menurut hasil estimasi adalah sebesar 24,83 g/m2 yang meluluh setiap bulannya dengan laju peluluhan 0,92/bulan. Pada bulan-bulan berikutnya, untuk setiap bulannya, jumlah serasah ditambah dengan jumlah serasah gugur  dalam bulan tersebut yang juga meluluh dengan laju peluluhan yang sama. Tampak dari simulasi model dinamik di atas, berat kering serasah tersedia tertinggi pada bulan Februari, sedangkan terendah pada bulan Mei, yang berbanding lurus dengan tinggi-rendahnya peluluhan serasah.
PEMERIKSAAN MUTU DAN UKURAN BAJA TULANGAN DI PASARAN KOTA PALU Sirampun, Andarias R.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.865 KB)

Abstract

Baja tulangan adalah merupakan bahan yang sangat penting dalam konstruksi, terutama pada konstruksi beton bertulang tidak dapat dihindari mengingat baja tulangan merupakan salah satu faktor penentu dalam kuat atau tidaknya konstruksi. Tinjauan mutu dan ukuran baja tulangan dipasaran Kota Palu sangat perlu, karena mengingat banyaknya baja tulangan yang dipasarkan dengan kualitas dan ukuran yang beraneka ragam, maka perlu adanya pemeriksaan sampel yang diambil secara acak dari distributor/toko yang ada di Kota palu sehingga dari hasil pengujian ini dapat diketahui sejauh mana, mutu dan ukuran baja tulangan tersebut apakah sudah memenuhi standar yang ada atau tidak dari tiap-tiap ukuran. Dari hasil pemeriksaan Laboratorium bahwa mutu dan ukuran baja tulangan yang ada dipasaran Kota Palu dari berbagai macam ukuran dan kualitas terdapat dua jenis ukuran yaitu ukuran fulldan ukuran tidak full (nama pasaran ”Banci”), dalam hal ini yang sempat diteliti (diuji) adalah : ukuran ø 12 mm, ø 10 mm, ø 8 mm berhubung karena ukuran baja tulangan tersebut yang paling sering digunakan dan terbatasnya waktu penelitian. Dari kesimpulan hasil pengujian baja tulangan di Laboratorium di dapatkan : -          Ukuran ø 12 Banci = ukuran ø 10 full -          Ukuran ø 10 Banci = ukuran ø 8 full -          Ukuran ø 8 Banci = ukuran ø 6 full Serta hasil pengujian ukuran panjang , berat, dan mekanik yakni tarik (tegangan, regangan, kontraksi), kekerasan dan lengkung.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii PADA KEDALAMAN PENANAMAN YANG BERBEDA Serdiati, Novalina; Widiastuti, Irawati Mei
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.8 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput laut Eucheuma cottonii yang tertinggi apabila ditanam pada kedalaman yang berbeda. Penelitian dilakukan  selama kurang lebih 50 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari tiga perlakuan yang masing-masing diulang tiga kali. Perlakuannya adalah: K1 ( kedalaman 30 cm ), K2 ( Kedalaman 45 cm ), K3 ( Kedalaman 60 cm ). Parameter yang diukur adalah pertumbuhan dan produksi. Metode budidaya yang digunakan dalam penelitian adalah metode long line. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis ragam, apabila hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT. Penanaman rumput laut Eucheuma cottonii pada kedalaman yang berbeda memberikan pengaruhyang sangat nyata secara statistik terhadap pertumbuhan dan produksi. Pertumbuhan dan produksi rumput laut Eucheuma cottonii tertinggi adalah yang ditanam pada kedalaman 30 cm. Kisaran kualitas air yang diperoleh selama penelitian masih layak untuk budidaya rumput laut Eucheuma cottonii
TEKNIK PENGUASAAN ENGLISH VOCABULARY DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Tungka, Novalita F.
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.152 KB)

Abstract

Kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi lisan dan tulisan ditentukan dari penguasaan mereka akan kosakata bahasa Inggris. Ketika dosen dan mahasiswa sebagai sumber daya manusia di bidang pengajaran bahasa Inggris memiliki tingkat penguasaan kosakata bahasa Inggris yang rendah, kemampuan mereka dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan dan tulisan juga mengalami hambatan besar bahkan tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Hal ini akan berdampak sangat besar terhadap pembelajaran dan pengajaran bahasa Inggris nantinya di berbagai tingkat pendidikan. Tulisan ini mencoba mengangkat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan penguasaan kosakata bahasa Inggris sehingga tujuan pembelajaran bahasa Inggris sebagai alat komunikasi lisan dan tulisan dapat tercapai dengan optimal.
STRATEGI RISET RUMPUT LAUT UNTUK PRODUKSI PRODUK SPESIFIK DAERAH SULAWESI TENGAH Mappiratu, Mappiratu
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.372 KB)

Abstract

Masyarakat Sulawesi Tengah pada dasarnya telah mengenal rumput laut sejak dulu, namun baru dilakukan kegiatan budidaya dalam skala kecil pada tahun 1990.  Perkembangan budidaya rumput laut kearah yang lebih maju, setelah tim peneliti dari Lembaga Penelitian Perikanan Laut (LPPL) berhasil membudidayakan rumput laut jenis Eucheuma cottonii di Kepulauan Samaringga pada tahun 1997 (Fauziah, 2009; Hamja, 2009). Sejak itu, kegiatan budidaya rumput laut oleh masyarakat pesisir Sulawesi Tengah berkembang dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan nilai ekonomi rumput laut itu sendiri, yang saat ini sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah telah mengenal rumput laut dan telah menjadikan sebagai sumber pendapatan utama. Selain Eucheuma cottonii , berkembang pula budidaya rumput laut jenis Gracilaria sp, terutama di daerah Kabupaten Morowali. Rumput laut Eucheuma cottonii di budidayakan di laut dan merupakan penghasil karaginan, sedangkan Gracilaria sp di budidayakan di Tambak dan merupakan penghasil agar-agar. Pada tahun 2005, produksi rumput laut Eucheuma cottonii dan  Gracilaria sp di Sulawesi Tengah mencapai 244.133 ton basah. Dengan produksi tersebut, Sulawesi Tengah menempati  urutan  ketiga  penghasil  rumput laut terbesar di Indonesia, setelah Sulawesi  Selatan dan Nusa Tenggara Timur. Produksi tersebut sesungguhnya masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan  luas  areal  tersedia  sebesar 106.000
PENGARUH LAMA PENGADUKAN TERHADAP FAKTOR KEPADATAN ADUKAN BETON Mallisa, Harun
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.524 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari lamanya pengadukan campuran beton terhadap sifat adukan beton segar. Variabel lama pengadukan terdiri atas tujuh perilaku yaitu 2 menit 7, 12, 17, 22, 27, dan 32 menit dan hasil pengadukan selanjutnya diuji faktor kepadatan adukan beton menurut periode umur perawatan benda uji. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh lama pengadukan terhadap faktor kepadatan adukan beton turun dari 0,961 menjadi 0,876 atau turun sebesar 8,84 %. Jadi semakin lama beton diaduk, adukan beton segar akan menjadi lebih kental/kaku, kandungan udara semakin bertambah dan sifat workabilitasnya semakin rendah.
PENGARUH DIAMETER PANGKAL TANGKAI DAUN PADA ENTRES TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS KAKAO Mertade, Nyoman; Basri, Zainuddin
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.776 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun lebih sesuai bagi perbanyakan klonal melalui sambung samping.  Perlakuan yang dicobakan yaitu ukuran diameter pangkal tangkai daun pada enters, masing-masing > 4-6 mm dan > 6-8 mm.  Setiap perlakuan dicobakan pada 20 tanaman sehingga jumlah tanaman yang digunakan adalah 40 tanaman.  Data dianalisis dengan uji t guna mengetahui perbedaan dari dua perlakuan yang dicobakan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tunas kakao berbeda pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 4-6 mm dan > 6-8 mm.  Pertumbuhan tunas kakao lebih baik pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 6-8 mm dibanding dengan entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 4-6 mm.  Panjang dan diameter tunas yang terbentuk pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 6-8 mm berturut-turut mencapai 82,95 cm dan 1,63 cm, dengan jumlah, panjang dan lebar daun berturut-turut 19,45 helai, 37,36 cm, 15,95 cm; sedangkan panjang dan diameter tunas yang terbentuk pada entres yang memiliki ukuran diameter pangkal tangkai daun > 4-6 mm berturut-turut hanya 67,81 cm dan 1,09 cm, dengan jumlah, panjang dan lebar daun berturut-turut 15,95 helai; 24,90 cm; 14,11 cm.  
KOMPATIBILITAS BATANG BAWAH NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPYLLUS LAMK) KULTIVAR BEKA-3 DAN TULO-5 TERHADAP BERBAGAI ENTRIS TERPILIH Adelina, Enny
MEDIA LITBANG SULTENG Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : MEDIA LITBANG SULTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.291 KB)

Abstract

Telah diketahui bahwa tingkat keberhasilan pertautan sambungan pada tanaman nangka masih sangat rendah. Hal ini diduga akibat faktor fisiologis yaitu tingginya kandungan getah, ketidaksesuaian ukuran diameter batang bawah dengan entris, serta faktor lingkungan di sekitar lokasi pertumbuhan bibit. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan saat bibit berumur 3 bulan dan ditanam pada lokasi yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kompatibilitas bibit batang bawah dan keberhasilan pertautan sambungan pada berbagai entris dengan cara grafting pada bibit tanaman nangka. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2010, di Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 faktor. Faktor pertama menggunakan berbagai kultivar batang bawah yang terdiri atas dua taraf, yaitu : BA = Kultivar Beka-3 dan BB = Kultivar Tulo-5 . Faktor kedua menggunakan kultivar entris yang terdiri atas tiga taraf, yaitu : KA = Kultivar Lambara, KB = Kultivar Bora, KC = Kultivar Toaya. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok, sehingga diperoleh 18 unit perlakuan. Setiap unit percobaan terdapat 10 bibit tanaman dan total bibit 180 bibit tanaman. Analisis ragam menunjukkan bahwa berbagai kultivar batang bawah dan entris berpengaruh sangat nyata terhadap bibit bertaut. Terdapat interaksi antara batang bawah Beka-3 dan entris Lambara terhadap persentase bibit bertaut