cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 31 Documents clear
Pengaruh Tebal Blank dan Viskositas Pelumas Terhadap Nilai Stretchability dan Kekerasan Dinding Kubah Baja DDQ SPCE- SD Ali Alhamidi; Abdul Aziz; Abdul Taufik Akbar; Hamilah Fikria
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.314

Abstract

Pengujian mekanik material dan pengamatan metalografi. memberikan data berupa beban punch dan ketinggian dome atau disebut Erichsen Index. Nilai Erichsen Index menjadi faktor seberapa optimal stretchability dan formability material. Hasil dari eksperimen menunjukan optimalitas ketebalan blank dan efektifitas viskositas pelumas selama proses. Dari hasil perbandingan didapatkan bahwa peregangan terjadi sepanjang proses erichsen cupping test dengan analisa strain hardening dan ketinggian dome hasil eksperimen. 
Distribution Requirement Planning Sediaan Obat dan Perlengkapan Kesehatan Konsumen/Agen PT. SBF Cirebon Dony Susandi; Tito Widianto
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.305

Abstract

Di Indonesia, praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Kajian dalam penelitian ini, difokuskan pada komponen utama obat nasional yaitu pelaku usaha industri dalam pendistribusian atau penyaluran sediaan farmasi bertujuan untuk meningkatkan sistem manajemen efisien dan efektif terhadap penyebaran, pencapaian target sediaan dan ketepatan dalam waktu, kuantititas dan kualitas pendistribusian. Nilai pendistribusian pada masing-masing konsumen/agen dalam setiap periode relatif berfluktuatif dikarenakan tidak hanya persoalan teknik pengiriman untuk konsumen/agen seperti terjadi kesalahan pengiriman atau keterlambatan pengiriman akan tetapi juga terkait dengan masa kadaluarsa obat dan perlengkapannya. Konsumen/agen diukur berdasarkan potensi jumlah pasien bidan dan kontribusi (nilai pembelian obat-obatan). Kebutuhan distribusi diexplode berdasarkan bill of distribution dengan 4 jalur distribusi dan nilai masing-masing SS dan ROP setiap periode perencanaan kebutuhan distribusi (DRP). Penentuan lot pemesanan menggunakan metode lot for lot (LFL) dan nilainya sama dengan nilai re-order point, sehingga pemesanan dilakukan berdasarkan nilai jumlah pesanan konsumen/agen dalam setiap periode. Kelompok/agen saluran distribusi utama A yaitu sebesar 64.15%, kelompok distribusi konsumen/agen B dan C sebesar 16.04%, sedangkan D adalah 3.77%. Dengan tingkat layanan sebesar 95% dan faktor pengamanan 2.06% sebagai antisipasi mengatasi kekurangan stock (stockout). Sistem penyimpanan dan pengeluaran gudang menggunakan teknik first in fisrt out artinya setiap obat dan perlengkapan dengan tanggal kadaluarsa menjadi prioritas penyaluran. 
Analisa Keseimbangan Lintasan Dengan Menggunakan Metode Helgeson-Birnie (Ranked Positional Weight) Studi Kasus PT. D Adi Kristianto; V. Reza Bayu Kurniawan
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.295

Abstract

PT. D merupakan perusahaan penerbit buku pendidikan yang menjadi anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) yang bergerak dalam spesialis buku pendidikan dan percetakan. Sistem produksi yang digunakan adalah just in time dan make to order demi menciptakan kepuasan dan kepercayaan konsumen. PT. D ingin meningkatkan hasil produksi dengan memaksimalkan proses produksi yang ada di lantai produksi agar keseimbangan lintasan dalam proses produksi dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat memenuhi pesanan dengan tepat waktu. Penelitian ini bertujuan menyeimbangkan lintasan pada stasiun kerja untuk keperluan perbaikan kerja selanjutnya dengan meningkatkan dan mengoptimalkan keseimbangan lini proses produksi. Dengan menggunakan metode Helgeson-Birnie/Ranked Positional Weight (RPW) menggelompokan pekerjaan berdasarkan jumlah stasiun kerja minimal dan melakukan pengalokasian sesuai waktu siklus yang dimiliki. Dari hasil penelitian tersebut, telah didapatkan pengukuran waktu per stasiun kerja yang dilakukan oleh tenaga kerja dalam mengerjakan sebuah produk dengan jumlah jam kerja selama satu hari sebesar 7 jam kerja sesuai 27 hari kerja sebanyak 3.949 eksemplar selama satu bulan dengan waktu siklus 250 menit. Jumlah stasiun kerja dengan analisa keseimbangan lini, memberikan informasi tentang tingkat efisiensi kerja sehingga diperoleh 4 stasiun kerja dengan balance delay 7,5% tingkat efisiensi lintasan sebesar 92,5% memperlihatkan tingkat efisiensi, berdasarkan perhitungan manual maupun dengan software hasilnya tetap sama dengan demikian efisiensi stasiun kerja harus tetap dipertahankan untuk stasiun kerja selanjutnya. 
Strategi Peningkatan Jumlah Konsumen di Rumah Makan Long’s Food A.M. Panjaitan; E. Jobiliong; Jony Jony
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.319

Abstract

Rumah makan Long’s Food didirikan pada tahun 2012. Rumah makan ini menyajikan berbagai jenis makananan Chinese dan Indonesia yang berlokasi di Kota Tangerang. Pada tahun ke dua rumah makan Long’s Food mengalami kerugian yang disebabkan menurunnya jumlah konsumen. Oleh sebab itu diperlukan strategi sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance-Performance Matrix, SERVQUAL (gap 5) dan HOQ. Selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk membuat usulan strategi. Hasil Importance-Performance Matrix terdapat atribut yang harus diperbaiki yaitu pelayan selalu siap melayani konsumen, pelayan menguasai informasi menu makanan yang ditawarkan, ketelitian pelayan, pelayan memberikan informasi promosi dengan jelas, dan diskon makanan. Berdasarkan hasil metode SERVQUAL (gap 5) menunjukkan tingkat kesenjangan tertinggi adalah diskon makanan (-2,07) dan ketelitian pelayan dalam melayani konsumen (-1,65). Prioritas perbaikan utama berdasarkan hasil analisis HOQ (House of Quality) adalah respon pelayan (13,3%), pemahaman informasi produk (10,9%), promosi (10,7 %), ketelitian pelayan (8,9%), cara dan keaktifan berkomunikasi (7,9%). Setelah melakukan analisis SWOT strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang akan dilakukan adalah training dan orientasi karyawan, evaluasi kerja, pemahaman alamat untuk karyawan yang mengantar makanan. Strategi untuk meningkatkan dimensi harga adalah diskon khusus, mengadakan lomba, kerja sama dengan layanan kartu kredit, memasang papan reklame di depan restoran, menggunakan SMS Location Based Advertising, promosi voucher cashback, membuat paket meeting, pengiklanan yang memberikan gambaran restoran sehat dan bersih, membuat layanan catering, mengikuti acara bazar di sekitar Tangerang, memberikan pelayanan lebih pada tamu yang berulang tahun dan mempromosikan fasilitas yang dimiliki. Strategi untuk meningkatkan kualitas produk adalah fokus pada menu favorit. 
Desain dan Pengembangan Produk Sepeda Motor Roda Tiga dengan Basis Produksi IKM Farid Rizayana
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.310

Abstract

Saat ini pemerintah tengah giat mengupayakan peningkatan jumlah dan kualitas UMKM, termasuk pengembangan usaha-usaha baru. Namun demikian, pengembangan UMKM terkendala oleh harga BBM yang terus meningkat serta harga kendaraan niaga yang semakin tidak terjangkau. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menyediakan alat transportasi yang mendukung kegiatan UMKM dengan harga yang terjangkau, irit bahan bakar, kompak dimensinya dan memenuhi aspek keamanan dan kenyamanan. Industri otomotif terutama industri komponen dan aksesoris otomotif tidak memiliki fasilitas dan kemampuan dalam Riset dan Pengembangan (R&D) sehingga mengandalkan “job order” dan melakukan duplikasi terhadap produk otomotif. Kondisi ini memperlihatkan daya saing industri komponen otomotif nasional sangat lemah, produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing dengan produk impor. Tujuan lain penelitian ini adalah mendorong industri komponen otomotif, khususnya Industri Kecil & Menengah (IKM), yang sudah banyak tersebar di wilayah Jawa Barat, untuk memproduksi produk bersama berbasis riset, sehingga diharapkan budaya riset mulai berkembang di IKM komponen otomotif. Kegiatan dimulai dengan pengembangan Business Plan, berdasarkan survey kebutuhan masyarakat, yang disertai dengan penyusunan konsep desain. Kemudian dilakukan Pemodelan CAD disertai dengan Simulasi dan Analisis Dinamik untuk memastikan kendaraan yang dikembangkan cukup stabil, aman dan nyaman untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia. Tahapan ini memberikan informasi lain yang dibutuhkan pada tahapan Simulasi dan Analisis Kekuatan Struktur dan Komponen. Untuk memperoleh disain yang optimal, dilakukan Optimasi Disain dengan menggunakan metode-metode numerik. Tahapan ini disebut sebagai Virtual Prototyping, yaitu mengembangkan prototipe secara virtual. Tahap ini merupakan tahap yang berproses secara iteratif dan tidak dapat dipisahkan. Produk dikembangkan dengan metoda Virtual Prototyping, dengan tujuan produk yang dihasilkan merupakan produk yang murah, ringan, sesuai dengan spesifikasi teknis yang diinginkan konsumen, dapat dibuat oleh IKM, konstruksi cukup kuat, nyaman digunakan serta aman baik bagi pengendara maupun barang yang dibawanya. Dengan metoda Virtual Prototyping, waktu dan biaya untuk pembuatan prototipe menjadi lebih singkat dan lebih murah. 
Usulan Perbaikan Meja Kerja Yang Ergonomis Untuk Proses Pemasangan Karet Kaca Pada Kendaraan Niaga Jenis TD di PT XYZ Ririn Regiana Dwi Satya
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.301

Abstract

Masalah waktu penyelesaian produksi, masih banyak dikeluhkan oleh beberapa perusahaan, khususnya yang bergerak dibidang manufaktur, tidak terkecuali PT. XYZ. PT.XYZ adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur kendaraan jenis niaga. PT. XYZ memiliki permasalahan, yakni lamanya waktu penyelesaian produksi pada proses pemasangan kaca depan dengan karet kaca untuk kendaraan niaga jenis TD, hal ini disebabkan oleh alat bantu produksi/meja kerja yang masih bersifat statis/tidak bergerak, selain itu pula alat bantu produksi/meja kerja tersebut, tidak sesuai dengan postur tubuh dari pekerja. Perbaikan kembali meja kerja yang ergonomis dilakukan dengan pengukuran data-data antropometri pekerja dengan ukuran panjang meja 158 cm, lebar meja 59 cm, tinggi meja kerja 100 cm dan tinggi sandaran kaki (footrest) 59 cm. Dari hasil perancangan kembali meja kerja ini, didapat hasil pengukuran waktu penyelesaian produksi, dengan menggunakan methods-time measurement (MTM), waktu penyelesaian pemasangan karet kaca menjadi 12.26 menit hal ini mengalami peningkatan ± 7 menit dari waktu penyelesaian sebelumnya sebesar 16.33 menit. Dan output produksi pun mengalami peningkatan sebesar 34 %, yaitu sebanyak 8 unit/hari atau menjadi 31 unit, dengan output produksi sebelum perbaikan sebanyak 23 unit/hari. 
Pengukuran Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Knowledge Management Tri Joko Wibowo
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.290

Abstract

PT X sedang menghadapi kendala bisnis yaitu mulai banyaknya karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Situasi ini berpotensi akan hilangnya pengetahuan yang dimiliki oleh perusahaan, yang pada saat ini masih tersimpan di masing-masing karyawan. Oleh karenanya PT X akan mengimplementasikan knowledge management. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengukur sejauh mana faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi manajemen pengetahuan telah siap di dalam perusahaan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Desain kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada desain kuesioner yang disusun oleh Wibowo (2009). Pemilihan responden mempertimbangkan pada kompetensi karyawan, jenjang jabatan karyawan dan pengalaman kerja. Hasil analisa kuesioner menunjukkan perusahaan memiliki kesiapan dalam hal aspek komitmen manajemen puncak dan pemberian reward bagi karyawan yang melakukan sharing knowledge. Sedangkan aspek yang perlu diperbaiki adalah aspek infrastruktur teknologi informasi, metodologi proses manajemen pengetahuan, budaya dan struktur organisasi yang mendukung proses manajemen pengetahuan. Dampak perbaikan aspek tersebut adalah meningkatnya rasa ownership of problem dari para karyawan dan akan menekan jumlah karyawan yang keluar dari perusahaan atau karyawan yang akan pensiun tapi tidak melakukan sharing knowledge. 
Program Aplikasi Analisis Frekuensi Menggunakan Visual Basic 2010 Restu Wigati; Soelarso Soelarso; Metadilisa Habi
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.315

Abstract

Analisis frekuensi merupakan salah satu cara untuk menentukan besaran hujan atau debit rancangan kala ulang tertentu dalam perencanaan dan perancangan bangunan air. Perhitungan analisis frekuensi biasanya hanya ditentukan berdasarkan perhitungan manual dan memerlukan waktu yang cukup lama. Program aplikasi analisis frekuensi ini menggunakan program bantuan Visual Basic 2010. Program aplikasi ini menampilkan hasil tanpa perhitungan jenis sebaran serta tidak menampilkan grafik dari masing- masing distribusi (Normal, Log-Normal, Gumbel dan Log-Pearson III). Berdasarkan hasil analisis frekuensi dalam menentukan hujan rencana menggunakan data hujan pada stasiun Cilegon tahun 2001 sampai 2010, dengan kala ulang 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun untuk perhitungan manual dengan distribusi terpilih Log- Pearson III menghasilkan hujan rencana sebesar 80,975 mm; 121,063 mm; 147,247 mm; 179,365 mm; 202, 294 mm; 225, 301 mm. Sedangkan untuk perhitungan mengunakan program mendapatkan hasil 80,962 mm; 121,053 mm; 147, 235 mm; 179,473 mm; 202, 786 mm; 225, 474 mm. 
Pengembangan Foldable Hand Tractor untuk Pengolahan Lahan Miring Farid Rizayana; Herman Somantri
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.306

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dimana sekitar 19 juta hektar wilayah di manfaatkan untuk sektor usaha pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan luas wilayah dan hasil produksi pertanian yang tergolong tinggi. Lahan pertanian terdiri dan Lahan sawah dan lahan bukan sawah (Tegal, Ladang, Hutan, Perkebunan, Kolam, dll.). Jika dibandingkan dengan tahun lain luas lahan sawah naik sedikit dan 942,4 ribu Ha menjadi 942,9 Ha (BPS, Jabar dalam angka, 2012). Kenaikan lahan sawah ini terjadi karena bertambahnya lahan sawah pasang surut di Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Pada tahun 2011 proporsi Lahan sawah, lahan bukan sawah dan lahan bukan pertanian masing – masing. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya untuk menggiatkan industni komponen otomotif (traktor) sebagai upaya pemenuhan kebutuhan alat bajak sawah di Jawa Barat melalui Kegiatan Pengembangan Prototype Traktor. Kriteria utama yang dipakai untuk merancang traktor adalah harganya yang relatif terjangkau, menghasilkan perawatan yang mudah, dan mudah dibuat oleh industri kecil. Pembuatan Prototype Traktor untuk menciptakan teknologi alat bajak sawah baik di lahan sawah maupun lahan kering yang mudah dan nyaman digunakan. Keluaran dari pekerjaan “Pembuatan Prototype Traktor” ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi industri kecil dan menengah (IKM) yang bergerak di bidang manufaktur untuk memproduksi komponen alat traktor tangan pada tahap awalnya. 
Analisis Biaya dan Pengembalian Modal Investasi Pembelian Truck Trailer Studi Kasus di PT Iron Bird Pool Cikarang Tahun 2015 Made Irma Dwiputranti; Rizky Dwi Anggoro
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.297

Abstract

PT.Iron Bird merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa Trucking yaitu perusahaan yang melayani jasa penyewaan mobil truck untuk pengangkutan cargo atau container. Dalam melayani keinginan dan memenuhi kepuasaan customer PT Iron Bird juga memiliki beberapa kantor cabang dan salah satunya adalah kantor cabang di kawasan Cikarang Barat atau lebih sering disebut dengan Pool Cikarang. Pool Cikarang bertugas dalam melayani 6 customer yang salah satunya adalah Cikarang Dry Port (CDP). Kendala yang dialami di Pool Cikarang dalam melayani customer Cikarang Dry Port adalah sudah tuanya umur dari 20 truck yang digunakan untuk melayani kebutuhan pengangkutan dari pihak Cikarang Dry Port sehingga menyebabkan menjadi tidak optimalnya pelaksanaan order yang diberikan oleh pihak customer dikarenakan sering terjadinya kerusakan pada truck pada saat sedang melaksanakan order yang diberikan oleh pihak customer atau dikarenakan sulitnya mendapatkan spare part pada saat truck sedang melakukan perbaikan dan harus mengganti spare part yang mengakibatkan perbaikan truck menjadi terhambat dan membutuhkan waktu lama. Berdasarkan data tersebut maka penelitian ini akan melakukan analisis untuk pengadaan truck trailer di PT Iron Bird Pool Cikarang yang bertujuan untuk menganalisis pembelian truck baru yang akan dibeli oleh pihak PT Iron Bird. Analisis pengadaan truck trailer ini menggunakan dua metode yaitu metode penentuan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang digunakan untuk mencari besarnya Biaya investasi pembelian truck dan mengetahui keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan dan metode Payback Period (PPB) merupakan metode analisis keuangan dalam menentukan periode dari pengembalian modal investasi. Setelah melakukan analisa, pengadaan truck trailer ini membutuhkan biaya investasi awal sebesar sebesar Rp 2.850.971.000,00 dengan keuntungan Rp 2.636.195.100,00 per Tahun. Biaya investasi awal tersebut adalah hasil dari pertambahan antara biaya yang dihasilkan dari nilai jual 22 truck lama dan tambahan biaya investasi dari perusahaan, dan jumlah optimum untuk truck baru yang akan digunakan untuk customer Cikarang Dry Port adalah sebanyak 7 unit truck. Periode pengembalian dari biaya investasi untuk pembelian 7 mobil truck baru adalah selama 1 tahun. 

Page 2 of 4 | Total Record : 31