cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 November 2016" : 15 Documents clear
Penjadwalan Single Machine Dengan Metode Algoritma Branch And Bound Untuk Meminimasi Total Lateness Dan Jumlah Tardy Job Muhamad Syafei; Evi Febianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.763 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las. PT. XYZ mempunyai 2 jenis mesin yaitu mesin ERW (Electric Resistance Welding) digunakan untuk pembuatan pipa baja dengan las longitudinal dan mesin SPM (Spiral Pipe Machine) digunakan untuk pembuatan pipa baja dengan las spiral. Jumlah mesin ERW yang hanya 1 buah membuat pembuatan pipa longitudinal sangat bergantung pada efektifitas penggunaan mesin ERW tersebut. Hal ini yang menyebabkan sering terjadinya keterlambatan dalam proses penyelesaian job. Tujuan dari penelitian ini yaitu meminimasi total lateness dan jumlah tardy job pada produk pipa longitudinal yang terjadi di PT. XYZ dengan metode algoritma branch and bound. Sebelum melakukan perhitungan algoritma branch and bound dilakukan penentuan jadwal inisial dengan aturan priority rule EDD(earliest due date), SPT(shortest proccesing time) dan LDD(last due date). Hasil penelitian ini didapatkan nilai total lateness pada jadwal existing sebesar 1616 jam dan 6 tardy job dengan urutan sequencing job (1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15), kemudian dilanjutkan dengan pembuaatan jadwal inisial EDD, SPT dan LDD. jadwal inisial EDD menghasilkan total lateness 720 jam dan 6 tardy job yaitu job ke-2, 5, 8, 11, 12 dan 14 dengan urutan job (10-9-7-13-1-3-4-6-12-8-2-5-11-14-15). Jadwal inisial SPT menghasilkan total lateness sebesar 880 jam dan 4 tardy job yaitu job ke-1, 2, 3 dan 10 dengan urutan job (14-5-8-9-11-12-13-10-4-7-15-6-3-1-2). Sementara jadwal inisial LDD menghasilkan total lateness sebesar 4296 jam dengan 8 tardy job yaitu job ke-1, 3, 4, 6, 7, 9, 10 dan 13 dengan urutan job (15-14-11-2-5-8-12-3-4-6-1-13-7-9-10). Pada perhitungan metode algoritma branch and bound baik itu menggunakan jadwal inisial EDD, SPT maupun LDD menghasilkan 24 alternatif sequencing yang sama dengan nilai total lateness 344 jam dan 2 tardy job yaitu job ke-1 dan ke-2 akan tetapi alternatif sequencing yang dipilih ialah alternatif sequencing yang dihasilkan oleh metode algoritma branch and bound dengan jadwal inisial EDD dan SPT. Hal ini dikarenakan jadwal inisial EDD terbukti menghasilkan jadwal alternatif dengan total lateness yang minimum sedangkan jadwal inisial SPT menghasilkan jadwal alternatif dengan jumlah tardy job yang minimum. Oleh karena itu alternatif jadwal sequencing dengan urutan job (9-8-5-10-7-4-11-13-12-14-15-6-3-1-2) dipilih sebagai alternatif jadwal sequencing terbaik.
Pengendalian Resiko Kecelakaan Kerja pada Proses Pengisian Tabung Gas 3 kg dengan Pendekatan HIRA (Studi Kasus di PT. TRASINDO SENTOSA) Haryono Haryono; Lovely Lady; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.801 KB)

Abstract

PT. Trasindo Sentosa sebagai salah satu industri yang bergerak di bidang kimia . Berdasarkan data angka kecelakaan dari tahun 2011 dan 2013 pada proses pengisian tabung gas 3kg terdapat 5 kasus kecelakaan. Dari data kasus yang terjadi penulis menganalisa kembali aktivitas pengisian tabung gas 3kg di gudang dengan tujuan untuk memberikan tindakan pengendalian resiko.Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi bahaya dan melakukan penanggulangan resiko dengan metode HIRA. Untuk melihat variable permasalahan yang dominan maka melakukan penilaian terhadap 2 item pertanyaan pada quisionare, yaitu semua peralatan kerja dalam kondisi baik dan layak pakai untuk V2 dan setiap karyawan yang bekerja berada dalam kondisi lingkungan kerja yang aman dan bersih untuk V4 masing-masing bernilai 2,8 dan 1,2 dan nilai tersebut sangat rendah. Potensi yang terjadi pada proses pengisian tabung gas 3 kg berdasarkan kondisi lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak bersih dari hasil quisionare. Berdasarkan identifikasi dengan metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) menghasilkan nilai resiko terbesar 9 untuk nilai awal yang berarti resiko masih menimbulkan masalah, melihat aspek keselamatan kerja yang masih meninimbulkan masalah maka setelah dilakukan pengendalian bahaya, perbaikan skor nilai menjadi 3 yang berarti risiko terjadinya kecelakaan dapat dikendalikan
Usulan Efisiensi Pemakaian Energi Listrik dengan Pendekatan Green Lean Six Sigma dan Multi Attribute Failure Mode Analysis (Studi Kasus : Divisi Billet Steel Plant Di PT. XYZ) Prisman Cahya Nugraha; Faula Arina; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.28 KB)

Abstract

 PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang dalam proses produksinya menggunakan energi listrik yang cukup besar. Pada salah satu divisinya yaitu Billet Steel Plant mengkonsumsi energi listrik dengan rata-rata pemakaian energi listrik yaitu 900 KWh/ton yang sangat jauh sekali dengan pemakaian energi listrik untuk pengolahan besi baja di indonesia menurut Kementrian Perindustrian RI yaitu 650 KWh/ton. Tujuan penelitian ini adalah menentukan critical to quality pada proses pembuatan Baja Billet yang berpengaruh terhadap pemakaian energi listrik, menghitung baseline pemakaian energi listrik yang dapat dicapai perusahaan dengan mengurangi waste pada proses, menentukan penyebab utama yang menyebabkan inefisiensi pemakaian energi listrik, dan memberikan usulan perbaikan dari penyebab utama yang menyebabkan inefesiensi pemakaian energi listrik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan green lean six sigma dan metode multi attribute failure mode analysis (MAFMA) dalam penentuan penyebab yang diprioritaskan. Hasil penelitian didapatkan lima CTQ waste yang berpengaruh yang jika dihilangkan akan menghasilkan baseline pemakaian energi listrik sebesar 554,259 KWh/ton, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam prosesnya terdapat inefesiensi yang setelah dianalisis terdapat 18 penyebab dengan penyebab utama yaitu problem KDL, dan usulan perbaikan yang diberikan yaitu operasi satu dapur atau dilakukan revitalisasi terhadap permesinan yang menggunakan pemakaian energi listrik yang besar.
Pengaruh Getaran Mekanik Dan Kebisingan Terhadap Tekanan Darah Pada Laki-Laki Dan Perempuan Dea Meita Wulandari; Lovely Lady; Ani Umyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.324 KB)

Abstract

Alat-alat bermesin berdampak terhadap tubuh manusia.Mesin yang bergerak menghasilkan lingkungan kerja fisik yang kurang baik seperti getaran dan kebisingan.Hasil penelitian Mustar Rusli, (2008) menjelaskan pengaruh getaran dan kebisingan kereta apidan hasilnyakebisingan berpengaruh terhadap tekanan darah sistole, sementara getaran mempengaruhi tekanan darah diastole.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar getaran dan kebisingan pada percobaan alat simulator getaran dan mengetahui pengaruh getaran dan kebisingan terhadap tekanan darah 10 responden laki-laki dan 10 responden perempuan serta membandingkan perbedaan tekanan darah laki-laki dan perempuan setelah percobaan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium RSK&E menggunakan alat simulator getaran.Hasil pengukuran rata-rata besar getaran pada laki-laki dan perempuan 2 m/s2.Besar intensitas kebisingan laki-laki 96 dB dan perempuan 97 dB. Hasil uji statistik paired sample t-test ada pengaruh getaran dan kebisingan terhadap tekanan darah sistole perempuan, sig 2 tailed<0.05 yaitu 0.009, tapi tidak ada pengaruh pada sistole laki-laki, sig 2 tailed>0.05 yaitu 0,886, diastole perempuan yaitu 0,589 dan diastole laki-laki yaitu 0,752. Hasil uji independent sample t-testada perbedaan pada tekanan darah sistole laki-laki dan perempuan, sig 2 tailed<0.05 yaitu 0,005 dan tidak ada perbedaan tekanan darah diastole laki-laki dan perempuan, sig 2 tailed>0.05 yaitu 0,425.
Analisa Line Balancing Dengan Metode Genetika Algoritma Pada Lintasan Produksi Di PT. X Theresa Novita Sari; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.671 KB)

Abstract

Keseimbangan lintasan dalam aliran proses produksi tidak jarang masih kurang mendapatkan perhatian dalam suatu industri, padahal suatu industri perlu memperhatikan keseimbangan proses produksi dan produktifitas kerja. PT. X adalah industri garment, di dalam PT. X banyak lini produksi yang mengerjakan aktivitas produksi yang berbeda-beda, dengan adanya perbedaan aktivitas kerja maka masalah kelebihan atau kekurangan waktu produksi dapat berpengaruh pada keseimbangan arus produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai cycle time dan mendapatkan jumlah stasiun kerja baru yang seimbang untuk proses produksi di PT. X dan merekomendasikan usulan urutan proses produksi. Oleh karena itu dibutuhkan analisa line balancing, adapun penelitian ini menggunakan metode genetika algoritma. Hasil yang didapatkan nilai cycle time sebesar 1,510 dan jumlah stasiun kerja baru sebanyak 13. Usulan urutan proses produksi yang di berikan di dapatkan dari hasil iterasi kesepuluh dengan nilai line efisiensi sebesar 74,74 % dan nilai balance delay sebesar 25,26 %. Adapun urutan prosesnya ialah task 1, 2, 3, 7 dan 8 digabungkan menjadi satu stasiun kerja untuk stasiun kerja pertama, selanjutnya task 5 dan 6 digabungkan sebagai stasiun kerja kedua, task 4 menjadi stasiun kerja ketiga, task 9 dan 10 menjadi stasiun kerja keempat, task 12, 11, dan 13 untuk stasiun kerja kelima, task 14, 15, 17, 16, 18, dan 20 untuk stasiun kerja keenam, task 23, 19, 22, dan 21 untuk stasiun kerja ketujuh, task 25 dan 24 untuk stasiun kerja kedelapan, task 28, 27, dan 26 untuk stasiun kerja kesembilan, task 29, 38, dan 31 untuk stasiun kerja kesepuluh, task 30, dan 37 untuk stasiun kerja kesebelas, task 35, 33, 36, dan 34 untuk stasiun kerja keduabelas, dan penggabungan terakhir dalam line usulan ini ialah task 39 dan 32.

Page 2 of 2 | Total Record : 15