cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Analisa Produktivitas dengan Model Fungsi Produksi Cobb Douglas dan Grey System Theory Triani Wulandari; Ratna Ekawati; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4112.07 KB)

Abstract

PT. KHI merupakan salah satu perusahaan penghasil pipa baja las terbesar di Indonesia. Dalam proses produksi pipa gas API 5L X 60M pada mesin SPM 2000 masih terjadi hambatan-hambatan yang mengakibatkan kurang efektifnya proses produksi seperti keterlambatan proses produksi yang mengakibatkan penurunan hasil produksi yang disebabkan oleh kerusakan mesin, faktor kesalahan operator, masih terdapat reject, dan lain sebagainya. Hal tersebut menunjukkan terdapatnya produktivitas yang menurun sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengukur produktivitas perusahaan dalam proses produksi pipa gas API 5L X 60M pada mesin SPM 2000 dengan memodelkan fungsi produksi menggunakan model cobb douglas (regresi linier berganda) untuk mengetahui nilai elastisitas masing-masing faktor produksi (mesin, operator, bahan baku) serta pengaruhnya terhadap hasil produksi berupa pipa gas API 5L X 60M. Nilai elastisitas yang dimaksud adalah nilai yang mengukur respon dari sebuah variabel karena variabel lainnya. Elastisitas produksi menggambarkan persentase perubahan output sebagai akibat persentase perubahan input. Selain itu dapat jg diketahui return to scale atau kondisi skala hasil perusahaan dan evaluasi nilai kontribusi masing-masing faktor tiap periode. Return to scale yang dimaksud yaitu proporsi perubahan seluruh total input terhadap total output. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah fungsi produksi cobb douglas (regresi linier berganda) yang digunakan untuk memodelkan fungsi produksi serta dapat diketahui nilai elastisitas masing-masing faktor dan pengaruhnya terhadap hasil produksi. Selain itu dilakukan pula perhitungan nilai kontribusi masing-masing faktor produksi dengan penggabungan model fungsi produksi cobb douglass dan grey system theory. Tahap awal yang dilakukan yaitu uji kesesuaian model, uji asumsi klasik pada data berupa uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi agar hasil regresi tidak bias. Kemudian melakukan uji F dan uji t sehingga didapat model fungsi produksi cobb douglas. Dan terakhir menghitung nilai kontribusi masing-masing faktor dengan grey system theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai elastisitas mesin sebesar 0,296, operator sebesar 0,0271, dan bahan baku (coil) sebesar 0,717. Faktor mesin dan bahan baku secara parsial berpengaruh signifikan terhdap pipa, dan dari hasil uji F faktor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pipa. Dari penjumlahan koefisien elastis didapat bahwa perusahaan mengalami increasing return to scale karena 1,040>1. Nilai kontribusi mesin terbesar pada bulan Maret 24,583%, kontribusi operator terbesar pada bulan Februari 4,326% , dan kontribusi bahan baku terbesar pada bulan April 87,985%.
Penerapan Total Productive Maintenance Pada Mesin Electric Resistance Welding Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness Friendy Negarawan; Ja’far Salim; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.88 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan dan pelapisan (coating) pipa baja,. Pada tahun 2012, target produksi yang telah ditetapkan perusahaan sebesar 2000 ton/bulan. Target produksi tersebut mampu dicapai pada tiap bulannya Namun, pada bulan Maret, April, Mei, dan Agustus, perusahaan tidak mampu memenuhi target. Tidak tercapainya target produksi ini diindikasikan karena terjadinya kerusakan mesin/peralatan produksi akibat manajemen sistem perawatan dan pemeliharaan mesin/peralatan yang belum efektif. Untuk itu perlu adanya perhitungan efektifitas mesin/peralatan dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), kemudian menghitung OEE six big losses untuk menghitung besarnya masing-masing faktor yang menyebabkan kerugian pada proses produksi, selanjutnya melakukan identifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan mesin dengan metode fishbone, dan melakukan upaya perbaikan dengan metode Total Productive Maintenance (TPM) untuk menurunkan resiko kerusakan mesin sehingga target produksi dapat terpenuhi. Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan nilai rata-rata availability sebesar 69%, performance efficiency sebesar 47%, rate of quality product sebesar 95% dan nilai OEE sebesar 29,50%. Dari enam faktor six big losees tersebut, didapatkan 2 faktor yang memiliki nilai total time losses terbesar yang akan menjadi prioritas dilakukan perbaikan dengan diagram sebab akibat. Kedua faktor tersebut yaitu faktor idling and minor stoppages yang memiliki nilai total time losses sebesar 2024,1 jam dan faktor setup and adjusment losses yang memiliki nilai total time losses sebesar 869 jam. Faktor idling and minor stoppages memiliki nilai total time losses tertinggi pertama. Hal ini disebabkan karena bagian-bagian mesin sering mengalami gangguan berulang-ulang dan mesin beroperasi tanpa menghasilkan produk sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Faktor setup and adjusment losses memiliki nilai total time losses tertinggi kedua. Hal ini disebabkan karena proses penyesuaian (setup) yang dilakukan operator saat mengoperasikan mesin sehingga dapat menggangu proses produksi.
Evaluasi Tracer Study Untuk Pembelajaran Di Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dengan Pendekatan Ergonomi Makro Stephanie Mayang P.; Yayan Harry Yadi; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1783.485 KB)

Abstract

Teknik Industri merupakan salah satu program studi yang ada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Jurusan Teknik Industri memandang perlu untuk melakukan tracer study terhadap para lulusannya sebagai penunjang visi jurusan. Pada penelitian ini dilakukan pelaksanaan tracer study online dengan menggunakan software QTAFI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelusuran lulusan jurusan Teknik Industri Untirta tahun 2011 dan mengevaluasi hasil tracer study lulusan jurusan Teknik Industri Untirta tahun 2011 dengan pendekatan ergonomi makro. Jumlah responden yang mengisi kuisioner sebanyak 38 orang dari 83 orang jumlah lulusan tahun 2011. Dari hasil pengolahan data secara analisis statistik deskriptif diketahui sebanyak 54% lulusan mencari pekerjaan setelah lulus dan 31% diantaranya mencari pekerjaan 1 bulan setelah lulus, 100% lulusan saat ini bekerja. 74% responden bekerja di sektor swasta dan sisanya tersebar di sektor pemerintahan, baik pusat maupun daerah termasuk BUMN sebanyak 22%, dan wiraswasta sebanyak 4%. Memanfaatkan teknologi internet pada pembuatan kuisioner tracer study secara online membuat responden tidak perlu mengisi kuisioner berupa hardcopy, ataupun melakukan wawancara langsung secara tatap muka maupun melalui telepon. Sesuai dengan prinsip ergonomi makro, peran teknologi internet pada pelaksanaan tracer study online memudahkan baik pihak jurusan maupun pihak lulusan dalam pelaksanaan tracer study sehingga proses perbaikan di jurusan Teknik Industri Untirta dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Perbaikan Metode Kerja Pada Stasiun Truss And Roof Dengan Pendekatan Biomekanika Di PT.XYZ Erdi Hermawan; Lovely Lady; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3487.741 KB)

Abstract

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memacu terciptanya berbagai peralatan atau mesin. Penggunaan mesin dimaksudkan untuk membantu kemampuan, kebolehan dan keterbatasan manusia dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya sehingga tercapai hasil kerja yang lebih banyak, lebih cepat, lebih kuat, mutu produk lebih baik, kesalahan lebih sedikit, beban kerja yang lebih ringan serta dengan resiko yang sekecil-kecilnya. Dilihat dari kuesioner nordic body map pada operator yang memiliki keluhan rasa sakit pada tubuh bagian leher bagian atas, leher bagian bawah, bagian siku kiri, jari-jari tangan dan lain-lain. Selain itu, identifikasi postur kerja dengan metode RULA menggunakan software CATIA diperoleh skor operator pada pekerjaan pemindahan produk truss dan roof  rata-rata memiliki nilai 5-7 pada posisi tubuh, namun posisi tubuh yang paling berbahaya terdapat pada kegiatan mengarahkan beban pada pekerjaan produksi roof.. Hasil skor tersebut perlunya perbaikan postur kerja dalam waktu dekat dan perbaikan sekarang juga. Penelitian ini bertujuan untuk membuat usulan perbaikan metode kerja dengan menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment) dan biomekanika gaya. Hasil penilaian postur kerja dengan metode RULA diperoleh skot tertinggi pada operator 1 dan 2 stasiun roof kegiatan memgarahkan produk sebesar 7, sehingga diperlukan perbaikan sekarang juga. Kemudian hasil penilaian biomekanika gaya diperoleh gaya tekan sebesar 4642.834 N dan 4506.62 N, maka operator perlu hati-hati dalam melakukan kegiatan kerja ini karena besarnya gaya tekan (FC) > AL (batasan gaya angkat normal:3500N).  Selain itu, kegiatan kerja ini berpotensi untuk  terjadinya keluhan cidera musculoskeletal dan back injury. Perbaikan dengan merancang alat bantu rak dalam proses penyimpanan produk roof, dengan dilakukan perbaikan metode kerja membuat kerja berubah dan menjadi lebih baik. Penilaian skor RULA setelah perbaikan menunjukkan nilai skor 2 dan 3, artinya postur kerja ini sudah dikategorikan baik dan tidak berbahaya. Sedangkan hasil penilaian biomekanika gaya setelah perbaikan diperoleh gaya tekan sebesar 3371.649 N dan 3383.69 N, kegiatan kerja ini sudah dalam keadaan baik karena besarnya gaya tekan (FC) < AL (batasan gaya angkat normal:3500N).
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modeling (SEM) Nanik Nurhayati; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.589 KB)

Abstract

PT X Cilegon adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan pelabuhan, pelayanan yang diberikan PT X meliputi penyediaan jasa penundaan kapal, bongkar muat barang baik yang curah kering, cairan maupun break bulk, transshipment, alat berat, pergudangan, pengepakan, konsolidasi dan distribusi barang, jasa logistik, serta pelayanan jasa kawasan industri. Para pimpinan PT X Cilegon memiliki ciri-ciri gaya kepemimpinan transformasional yaitu tidak otoriter, mudah diajak komunikasi membahas masalah-masalah dalam pekerjaan. Permasalahan yang dihadapi PT X Cilegon akhir – akhir ini adalah kinerja karyawan menurun, ini dilihat dari target penyelesaian pekerjaan yang tidak tepat waktu. Jam masuk kerja para karyawan PT X adalah pukul 08.00 dan jam pulang kerjanya adalah pukul 17.00, namun karyawan yang hadir melebihi pukul 08.15 (batas toleransi) cukup tinggi. Dan menurut Ostroff (1996) dalam darwito (2008) menyatakan bahwa tinggi rendahnya kepuasan, dan kinerja tergantung baik tidaknya gaya dan sikap para atasan, jika gaya kepemimpinan atasan baik dalam melaksanakan tugas maka, karyawan akan memiliki kepuasan, dan kinerja yang baik pula, demikian juga sebaliknya. Sedangkan di PT X Cilegon masih terdapat masalah yaitu kinerja yang rendah padahal sikap atasan mereka baik, tidak otoriter dengan tidak membuat bawahan bekerja di bawah tekanan, dan mudah komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformaional terhadap kepuasan kerja karyawan serta untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT X Cilegon. Metode Structural Equation Modeling (SEM) merupakan salah satu metode yang bertujuan menguji dan menganalisis hubungan kausal antara variabel independen dan dependen, sekaligus memeriksa validitas dan reliabilitas instrumen penelitian secara keseluruhan. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan hasil yaitu Gaya kepemimpinan transformsional berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja sebesar 1, gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh negative terhadap kinerja karyawan sebesar -0,74 dan kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sebesar 0,87.
Analisis Pengaruh Budaya Organisasi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus: PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon) Debora Jublianty Anniversary; Putiri Bhuana Katili; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.876 KB)

Abstract

Karyawan merupakan salah satu aset   penting   yang   dibutuhkan   oleh   organisasi untuk melakukan proses produksi. Persoalan yang kemudian muncul adalah bagaimana menghasilkan karyawan yang memiliki kinerja yang optimal. Karyawan memiliki peranan yang sangat penting apalagi pada PT. KIEC yang bergerak dalam bidang jasa, karyawan bisa menjadi sebuah asset yang memegang peranan penting dalam menjalankan tugas dan mempengaruhi sukses atau tidaknya visi dan misi dari PT. KIEC. Karyawan yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik pula. Kinerja   karyawan   secara umum dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal   dan   eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri karyawan yang meliputi kepuasan  karyawan dan komitmen organisasi. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri karyawan yaitu budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa yang menjadi penyebab utama kinerja karyawan di PT. KIEC cenderung menurun. berdasarkan data Sasaran Kinerja Karyawan (SKK) tahun 2012-2013 dari 20 divisi didapatkan 15 divisi mengalami kinerja yang cenderung menurun. Oleh karena itu dibutuhkan analisa mengenai pengaruh antara budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan komitmen organisasi sebagai variabel intervening. Adapun penelitian ini menggunakan software Lisrel dengan metode SEM (Structural Equation Modelling). Hasil yang didapat semua menunjukkan adanya pengaruh positif. Setelah dilakukan modifikasi,  maka didapatkan kesimpulan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap komitmen organisasi dengan nilai muatan faktor 0,89. komitmen organisasi memiliki pengaruh yang paling kuat terhadap kinerja karyawan dengan nilai muatan faktor 0,76 jika dibandingkan dengan variabel lainnya, sementara budaya organisasi memiliki pengaruh paling lemah dengan nilai muatan faktor 0,01.
Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Inbound Menggunakan Throughput Based Dedicated Storage (Studi kasus :PT. JNE Cabang Y) Ibnu Sina Syahdani; Lely Herlina; Muhammad Adha Ilhami
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.544 KB)

Abstract

Gudang inbound PT. JNE cabang Yberfungsi sebagai tempat penyimpanan paket dari luar kota ke suatu daerah dalam kota. Gudang inbound PT. JNE cabang Y saat ini telah menggunakan slot tetap. Hal tersebut dikarenakan jumlah paket yang ditujukan pada slot tersebut (yang dikarenakan paket dalam area antar dan menjadi tugas seorang kurir), harus ditempatkan pada slot yang ditujukan. Selain itu, aturan jumlah tumpukkan tidak dibatasi. Permasalahan pada penerapan metode tata letak ini ialah bahwa penempatan posisi slot tidak mepertimbangkan aktivitas, jumlah tumpukkan dan secara random. Permasalahan tersebut merupakan salah satu dari variasi dari metode Dedicated Storage, yaitu Part Number Sequence Storage. Hasil observasi menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas tinggi ditempatkan pada jarak yang besar atau jauh dari pintu input-output. Oleh karena itu, dampak yang terjadi adalah total jarak tempuh semakin besar dan material handling cost pun akan semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung, dan membandingkan Material Handling Cost pada kondisi existing dan usulan. Perancangan ulang tata letak pada permasalahan ini adalah dengan Throughput Based Dedicated Storage, yaitu dengan mempertimbangkan aktivitas terbesar terhadap penempatan posisi slot,serta penerapan alat bantu untuk keberlanjutan perancangan. Hasil penelitian berdasarkan perhitungan adalah total jarak tempuh Material Handling pada kondisi existing adalah sebesar 7.261,28 meter. Material Handling Cost pada kondisi existing sebesar Rp. 943.965,75.Total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Costpada kondisi usulan 1 sebesar 7.076,48 meter dan Rp. 919.941,75 per hari. Sementara pada kondisi usulan 2 adalah 4.934,48 meter dan Rp. 641.481,75 per hari.Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost existing dengan usulan 1 adalah 184,8 meter dan Rp. 24.024,00 per hari. Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost existing dengan usulan 2 adalah 2.326,8 meter dan Rp. 302.484,00 per hari. Selisih total jarak tempuh Material Handling dan Material Handling Cost usulan 1 dengan usulan 2 adalah 2.142 meter dan Rp. 278.460,00 per hari.
Pengukuran Efektivitas Mesin Electric Arc Furnace 9 dengan Metode OEE dan Perbaikan Menggunakan Metode FMECA di PT. XYZ Ahmad Ilyas; Faula Arina; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.019 KB)

Abstract

PT. XYZ mempunyai plant yang memproduksi slab baja yaitu SSP 1 dan SSP 2. Pada SSP 2 mesin Electric Arc Furnace (EAF) 9 sering mengalami mati mendadak yang mengakibatkan terjadinya berhentinya proses produksi. Berdasarkan data historis, delay yang paling tinggi pada mesin EAF 9 selama satu tahun 9877 menit. Sehingga mengakibatkan breakdown yang dapat menyebabkan kerusakan komponen. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai efektivitas mesin, mengetahui faktor penyebab rendahnya efektivitas mesin, mengetahui penyebab masalah yang terjadi pada komponen kritis dan mencari solusi untuk perbaikan. Metode yang digunakan untuk mengetahui nilai efektivitas mesin yaitu metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), untuk mencari faktor penyebab masalah rendahnya efektivitas mesin menggunakan Six Big Losses, sedangkan untuk mencari penyebab masalah pada komponen kritis dan mencari solusi perbaikan menggunakan metode Failure Mode And Effects Criticality Analysis (FMECA). Nilai OEE yang didapat sebesar 50,26%. Nilai tersebut didapat dari perkalian Availability, Performance Efficiency, Rate Of Quality Product. Faktor yang menyebabkan rendahnya efektivitas yaitu Idling & Minor Stoppages hal ini dikarenakan mempunyai nilai terbesar yaitu 19,19%. Penyebab masalah pada mesin EAF 9 yaitu komponen Hydrolic Cradle dan Roof Supporting Column Cradle karena kedua komponen tersebut masuk dalam kategori Unacceptable berdasarkan Risk or Hazard. Maka usulan perbaikan untuk kedua komponen kritis tersebut perlu dilakukan pengecekan pada Limit Switch dan Seal Cylinder. Jika limit switch tidak dapat berfungsi maka lakukan penggantian. Untuk Seal lakukan pengecekan jika ada kebocoran oli maka Seal harus diganti.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku di PT. ABC Dengan Model Q Back Order Menggunakan Simulasi Monte Carlo Lamhot Siregar; Lely Herlina; Kulsum Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.238 KB)

Abstract

PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak pada sistem manufaktur dalam bidang pembuatan sepatu yaitu cup insole yang bahan bakunya adalah kain dan spoon. Permintaan perusahaan ini bersifat probabilistik, dimana permintaan tidak diketahui secara pasti. Dalam proses produksinya, tingkat pemakaian bahan baku dalam setiap bulan di PT. ABC tidak tetap dan menyebabkan terjadinya persediaan bahan baku lebih bahkan mengalami kekurangan bahan baku saat melakukan produksi produk yang diinginkan oleh konsumen pada waktu tertentu sehingga menjadikan beban dalam perusahaan, maka dari itu pengelolaan persediaan bahan baku harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebijakan persediaan bahan baku yang optimal berdasarkan pada kuantitas pemesanan, safety stock dan reorder point serta membandingkan ongkos total persediaan eksisting dengan output hasil simulasi Monte Carlo. Perhitungan menggunakan Monte Carlo menghasilkan output simulasi sebanyak 12 bulan yang akan di uji validasi menggunakan Paired Sample T-Test terlebih dahulu dan kemudian dibandingkan dengan data yang secara aktual pada perusahaan. Pada hasil simulasi didapatkan bahwa biaya yang optimum terdapat pada output simulasi yang masing- masing bahan baku. Output simulasi pada spoon ongkos total persediaan sebesar Rp. 1.214.292.108,56 dengan reorder point sebanyak 21284 lembar dan safety stock sebanyak 19124. Pada simulasi kain, ongkos total persediaan sebesar Rp. 479.139.620,71 dengan reorder point sebanyak 10684 lembar dan safety stock sebanyak 8377 lembar. 
Penentuan Biaya Overhead Produk Teh Hijau Menggunakan Metode Activity Based Costing (ABC) Masitoh Masitoh; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.83 KB)

Abstract

CV. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan teh hijau kemasan. Wilayah pemasarannya meliputi Provinsi Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Peluang pemasaran yang cukup potensial dan menjanjikan karena sistem pemasaran CV. X yang SMART (sistem direct selling, yakni bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan), Namun dari segi manajemen keuangan perusahaan tersebut masih perlu adanya perbaikan, karena belum adanya pencatatan secara baik dengan menggunakan komputer (pencatatan masih secara manual dan masih jarang dilakukan). Selain itu persaingan harga antara perusahaan lain harus menjadi dasar perusahaan tersebut dalam melakukan persaingan bisnis sehingga diperlukan analisis perhitungan biaya yang telah diterapkan perusahaan dengan perhitungan biaya yang mampu meningkatkan akurasi biaya dan mengefisienkan biaya produksi (biaya overhead) agar mampu menghasilkan biaya produk yang minimal tanpa mengurangi kualitas produk, dan salah satu alternatifnya adalah melalui penerapan analisis sistem Activity Based Costing (ABC) dalam meningkatkan akurasi biaya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai hasil perhitungan menggunakan metode Activity Based Costing dan metode tradisional. Activity Based Costing merupakan salah satu metode penentuan biaya produk terbaik yang membebankan keseluruhan biaya ke dalam aktivitas-aktivitas perusahaan dengan mengonsumsi sumber daya yang menjadi pemicu biaya (cost driver), dalam penentuan aktivitas-aktivitas biaya tersebut, dengan penerapan Activity Based Costing (abc) CV. X dapat mengelola aktivitas-aktivitas yang menimbulkan biaya perusahaan sehingga dapat diperoleh biaya overhead dan harga jual yang minimal dan akurat. Berdasarkan hasil pengolahan data, biaya overhead menggunakan metode abc memiliki selisih Rp 1.645.666,67 dari metode terapan perusahaan (metode Volume Based Costing/tradisional).