cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Perancangan Sistem Informasi Berbasis Website Dengan Menerapkan Metode FAST (Framework For The Applications Of System Thinking) (Studi kasus: Golf Course PT. KIEC) Achmad Syarif A.; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.237 KB)

Abstract

Perancangan sistem informasi merupakan cara untuk membangun atau merancang ulang sebuah sistem transfer informasi pada sebuah bidang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan performance dari perusahaan. krakatau Permata Golf yang merupakan bagian dari unit usaha sport center PT. KIEC selama ini belum memaksimalkan dalam hal sistem informasi. Sistem yang dilakukan masih bersifat konvensional artinya belum adanya pendataan yang tertata baik dikarenakan penyimpanannya masih dalam bentuk hardcopy atau berkas serta penyampaian informasi yang juga dalam bentuk hardcopy. Oleh karena itu penelitian ini akan menganalisa dan merancang sistem informasi berbasis golf course PT. KIEC. Perancangan sistem informasi berbasis website menggunakan metode pengembangan sistem yaitu FAST (Framework for the Application System Thinking) terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design dan Physical Design. Sebagai dasar analisis digunakan siklus DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control) yang merupakan sebuah metode untuk mengetahui permasalahan serta melakukan perbaikan yang terus menerus sehingga didapat hasil yang lebih baik. Dalam tahap Define dilakukan tool diagram fishbone untuk penentuan masalah. Dalam tahap Measure dilakukan dengan metode FAST. Dalam tahap Analyze dilakukan dengan analisa SWOT. Sedangakan pada tahap Improvement dilakukan dengan strategi matriks SWOT. Terdapat satu halaman utama pada rancangan sistem informasi golf course yang terbagi menjadi menu utama, menu golf, menu sport club, menu family club, menu birdie cafe dan menu contact us. Dalam rancangan ini juga terdapat form registrasi member online untuk para konsumen yang ingin mendaftarkan diri sebagai member golf melalui media internet.
Manajemen Risiko K3 Menggunakan Pendekatan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) Guna Mengidentifikasi Potensi Hazard Mochamad Afandi; Shanti Kirana Anggraeni; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.757 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur swasta yang bergerak di bidang pembuatan baja terintegrasi dari mulai proses hulu sampai ke hilirnya. Berdirinya perusahaan ini di samping menimbulkan dampak yang positif ada pula dampak yang negatifnya, dampak positifnya industri ini dapat menyerap tenaga kerja lokal sehingga mengurangi jumlah angka pengangguran di daerah khususnya dan bisa memberikan new knowladge bagi pekerjanya. Perusahaan ini adalah perusahaan baru dan memulai aktifitasnya belum genap setahun, oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi bahaya guna mengetahui risiko bahaya apa saja yang mungkin terjadi dan belum ter-record secara penuh dan nantinya dari penelitian ini akan timbul usulan terhadap kondisi sekitar area kerja yang nantinya diharapkan kecelakaan kerja diarea ini bisa diminimalisir atau bahkan jangan sampai terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko bahaya yang mungkin terjadi, mengetahui kategori bahaya pada masing-masing pekerjaan dan memberikan usulan pengendalian guna meminimalisir kecelakaan kerja berdasarkan hasil kategori risiko tertinggi. Metode yang digunakan adalah HIRARC, yang dimana fungsi dari HIRARC adalah mengidentifikasi semua faktor yang dapat membahayakan pekerja serta memberikan penilaian terhadap bahaya yang ada yang dimana untuk mendapatkan nilai risiko digunakan perkalian antara paparan x peluang x konsekuensi yang dimana dari hasil perkalian ini akan timbul nilai risikonya. Dari hasil penelitian ini di dapat bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah longitudinal check dan crosswall check, dari masing-masing pekerjaan ini di dapat untuk kategori risiko tertinggi untuk longitudinal adalah keracunan gas Co dan terperosok kedalam charging hole. Sedangkan untuk crosswall risiko tertingginya ada pada risiko keracunan gas Co, terperosok kedalam charging hole dan tertabrak roda charging car. Kesimpulan dari hasil HIRARC adalah untuk longituidal check mempunyai 12 risiko bahaya sedangkan untuk crosswall mempunyai 14 risiko bahaya.
Pengaruh Pencahayaan Terhadap Beban Kerja Mental di Area Kerja Scroll Cut PT. XYZ Rio Wardobi; Yayan Harry Yadi; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2883.694 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan pelat timah terbesar di Indonesia. . Departemen scroll cut ini merupakan bagian pemotongan pelat sesuai dengan pola yang diinginkan oleh konsumen PT. XYZ. Pada penelitian ini dilakukan 2 tahap yaitu pada pencahayaan eksisting dan pencahayaan yang sesuai SNI 03-6575-2001 sebesar 200 – 500 lux. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pencahayaan dan beban kerja mental, merancang pencahayaan dan mengetahui pengaruh pencahayaan terhadap beban kerja mental di area kerja scroll cut PT. XYZ. Jumlah responden sebanyak 4 orang sesuai dengan jumlah operator scroll cut PT. XYZ. Alat ukur yang digunakan adalah lux meter dan kuisioner subjektif NASA-TLX. Pada observasi awal di dapatkan nilai intensitas cahaya sebesar 132,6 lux. Nilai tersebut kurang dari NAB berdasarkan SNI 03-6575-2001 sehingga menyebabkan beban kerja mental yang dirasakan oleh operator agak berat. Perbandingan beban kerja mental setelah dilakukan perbaikan pencahayaan berdasarkan SNI 03-6575-200 dengan kondisi eksisting pencahayaan area kerja scroll cut PT. XYZ adalah beban kerja mental turun. Perbaikan pencahayaan pada area kerja I dan area kerja II dengan penambahan lampu sebanyak 2 buah lampu pada masing-masing area. Kemudian melakukan uji statistik dengan uji berpasangan untuk memperkuat analisa perbedaan dari dua kondisi tersebut, dimana hasilnya beban kerja mental nilai sig.(2-tailed)<0,05, yang berarti H0 ditolak artinya ada perbedaan antara beban kerja mental operator pada dua kondisi yang berarti ada pengaruh pencahayaan terhadap beban kerja mental.
Pemilihan Supplier Batu Split ke Perusahaan PT. XYZ Dengan Pendekatan Metode AHP Heri Guntar; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.192 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam baching plant memproduksi berbagai batu pecah atau batu split untuk pembuatan jalan, selain memproduksi batu split perusahaan ini juga meyewakan berbagai jenis-jenis alat berat. PT. XYZ mengalami permintaan yang lebih dari biasanya, dimana permintaan tersebut mencapai 1000 ton/hari sedangkan kapasitas produksi perusahaan maksimalnya adalah 500 ton/hari, maka diadakan pemilihan supplier. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier batu split terbaik dengan cara merangking beberapa alternatif supplier batu split berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan supplier yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu kriteria harga (price), pengiriman (delivery), dan jarak (distance). Pada metode AHP menggunakan pengolahan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan nilai bobot tingkat kepentingan relatif tiap kriteria (Wj) dengan nilai 0,112 (11,2%) untuk kriteria harga, 0,573 (57,3%) untuk kriteria pengiriman, dan 0,315 (31,5%) untuk kriteria jarak. Berdasarkan hasil pengolahan data akan dilakukan pembobotan global dari semua alternatif. Bila diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil hasil penilaian vektor eigen global tersebut yaitu 0,624 (62,4%) untuk CV. Bumi Raja Persada, 0,618 (61,8%) untuk CV. Batu Alam Sentosa, dan 0,554 (55,4%) untuk CV. Guna Alam Sentosa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa supplier yang terpilih yaitu CV. Bumi Raja Persada.
Perancangan Tas Gendong Buruh Tengtengan Di Pelabuhan Penyebrangan Merak Banten Menggunakan Metode Antropometri Agus Trisardi; Yayan Harry Yadi; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.513 KB)

Abstract

Buruh tengtengan yang berada di pelabuhan penyebrangan Merak dalam kegiatan pekerjaannya dapat membawa beban paling ringan 10 kg, yang paling berat mencapai 50 kg dan rata-rata barang mencapai 30 kg. Pengangkatan barang tersebut memiliki resiko potensi cidera Musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini adalah merancang alat bantu tas gendong dengan memanfaatkan informasi Antropometri untuk meminimalisir potensi MSDs pada buruh tengtengan di pelabuhan penyebrangan Merak. Metode yang digunakan yaitu metode Quick Exposure Checklist (QEC). Berdasarkan pengolahan data dihasilkan nilai presentase exposure 71 % - 100 %. Potensi bahaya yang bisa terjadi yaitu iritasi pada urat/sendi , sakit pada siku, tekanan syaraf pergelangan tangan, peradangan pada jari-jari tangan, tekanan pada sistem syaraf , tekanan pada leher. Hasil perancangan tas gendong dengan memanfaatkan informasi data antropometri sebagai berikut : Gendongan belakang terdiri dari : lebar tas 42 cm, tinggi tas 43 cm, panjang penyangga alas bawah 30 cm, lebar penyangga alas bawah 42 cm, dan panjang tali 84 cm . Gendongan depan terdiri dari : panjang tali utama 65 cm, panjang penyangga depan 22 cm, lebar penyangga depan 42 cm, panjang tali penyangga 30 cm, celah leher 16 cm, panjang tali pinggang 80 cm, dan panjang jinjingan 7 cm.
Analisa Perbaikan Penjadwalan Perakitan Panel Listrik Dengan Metode CPM dan PERT (Studi Kasus : PT. Mega Karya Engineering) Tubagus Irwan Julkarnaen; Lely Herlina; Kulsum Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.604 KB)

Abstract

PT. Mega Karya Engineering merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi khususnya electrical controller yang menangani instalasi listrik, perakitan panel listrik sampai dengan pengiriman, dan lain–lain. Perusahaan ini sering mengalami kesulitan yang disebabkan oleh tenaga kerja yang kurang teratur, kurang adanya jadwal yang tidak teratur, harus mengalami revisi (penetapan design) dan tanda tangan kontrak yang terlalu lama. Dari permasalahan yang terjadi, penelitian ini bertujuan untuk mencari aktivitas–aktivitas mana saja yang ada dalam proyek, yang merupakan aktivitas kritis untuk kondisi awal dan percepatan, mengetahui perbedaan waktu pengerjaan dari mulai kondisi awal dengan kondisi percepatan dan mengetahui besarnya perbedaan biaya yang terjadi antara kondisi awal dengan kondisi percepatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode CPM dan PERT dan metode ini memiliki keterkaitan yang sama dan sifat yang beda, misalnya untuk CPM adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam penentuan jadwal dan estimasi waktunya bersifat deterministik/pasti sedangkan PERT adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam penentuan jadwal dan waktunya bersifat probabilistik/kemungkinan. Metode ini dalam manajemen proyek dapat mengetahui kapan tiap–tiap aktivitas akan dimulai dan kapan harus berakhir, sehingga dapat diketahui waktu penyelesaian keseluruhan proyek yang sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Hasil yang didapat dari penelitian proyek ini awalnya berjalan selama 21 hari yang masuk kedalam lintasan kritis. Setelah dilakukan analisa dan perbaikan dengan metode CPM waktu produksi tersebut menjadi 14 hari dengan perbedaan percepatan waktu sebesar 7 hari sebaliknya dengan metode PERT memiliki nilai varian 99,96% dan nilai Z nya yaitu 3,950 yang artinya proyek ini memiliki hasil persentase yang sangat baik. Keuntungan yang diperoleh proyek ini dari nilai proyek yang telah disepakati sebesar Rp 85.000.000 ialah untuk kondisi awal memiliki keuntungan sebesar Rp 23.527.500 dan kondisi percepatan sebesar Rp 26.063.500 dalam 1 perakitan panel listrik. Dalam segi financial perusahaan mendapatkan 2 keuntungan, yaitu keuntungan pada jumlah biaya yang didapat dan keuntungan percepatan waktu yang tersedia sehingga perusahaan dapat mengerjakan proyek lainnya.
Usulan Perencanaan Agregat Produksi Pipa Baja Spiral Dan Longitudinal Di PT.XYZ Arif Saptiyadi; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2102.652 KB)

Abstract

PT.XYZ adalah perusahaan bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi berbagai macam pipa baja yaitu pipa baja spiral dan longitudinal. Rencana produksi di perusahaan PT.XYZ selama ini hanya berdasarkan jumlah pesanan yang ada tanpa memperhitungkan optimalisasi faktor produksi yang digunakan diantaranya persediaan barang jadi, penggunaan jam kerja regular dan lembur.Tidak memiliki perencanaan persediaan barang jadi yang cukup baik dapat menimbulkan ongkos biaya simpan semakin besar, penyempitan gudang penyimpanan, dan dapat menimbulkan kerusakan barang jadi. Serta penggunaan jam kerja yang kurang optimal dapat menimbulkan ongkos penggunaan jam kerja semakin besar. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan pipa baja serta membuat rencana agregat produksi secara keseluruhan, baik persedian barang jadi dan penggunaan jam kerja regular dan lembur yang optimal sehingga dapat memenuhi permintaan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada dengan biaya total minimum. Metode yang digunakan adalah perencanaan agregat menggunakan model linear programming. Berdasarkan hasil peramalan didapat jumlah permintaan peramalan pipa baja spiral dan longitudinal sebesar 3747,47 ton dan 2015,72 ton setiap periodenya. Dengan total permintaan sebesar 69158,28 ton selama 12 periode.Dan hasil perencanaan agregat didapatkan jumlah persediaan barang jadi pipa baja spiral dan longitudinal yang optimal 1969,18 jam dan 709,26 jam, jam kerja reguler 18492,76 jam dan 5598,16 jam, jam kerja lembur 551,88 jam dan 743,29 jam. Biaya total yang optimal untuk memenuhi jumlah permintaan pipa baja spiral dan longitudinal sebesar Rp. 270.243.700,78 dan Rp. 97.616.711,20. Dengan biaya keseluruhan sebesar Rp. 367.860.411,98.
Analisa Hubungan Intellectual Capital Terhadap Business Performance Pada Industri Manufaktur Deri Pertiwi; Putiri Bhuana Katili; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.415 KB)

Abstract

Pasar global diartikan bahwa Indonesia sudah go international. Indonesia yang merupakan negara penyedia human capital terbesar di Asia karena sumber daya manusia yang melimpah. Namun jumlah itu belum dibarengi dengan kualitas  yang sesuai tuntutan dunia pasar global. Tidak hanya dari segi human, namun termasuk customer, structural serta inovasi yang baik yang akan mampu membuat suatu perusahaaan unggul di era pasar global ini. Dari latar belakang masalah tersebut, dibutuhkan analisa mengenai hubungan antara intellectual capital terhadap business performance. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengukur tingkat hubungan antara human capital dan customer capital, mengukur tingkat hubungan antara human capital dan structural capital, mengukur tingkat hubungan antara customer capital dan structural capital, mengukur tingkat hubungan antara innovation capital dan structural capital, mengukur tingkat hubungan antara structural capital dan bussiness performance. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah structural equation modellingdengan tahapan spesifikasi model, identifikasi, estimasi, dan uji kecocokan dibantu dengan software LISREL. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif. Kecuali untuk hubungan antara human capital terhadap structural capital yang menghasilkan variance negative. Untuk hasil penelitian yang lainnya menunjukkan hubungan yang positif. Maka dapatdisimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan berpengaruh baik dalam hubungan antara human capital terhadap customer capital dengan nilai muatan factor standar 0,98, customer capital terhadap structural capital dengan nilai muatan factor standar 0,60, innovation capital terhadap structural capital dengan nilai muatan factor standar 0,43, dan structural capital terhadap business performance dengan nilai muatan factor standar 0,78.
Pengelolaan Risiko Supply Chain dengan Metode House Of Risk di PT. XYZ Flora Tampubolon; Achmad Bahaudin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.554 KB)

Abstract

Dalam pengelolaan supply chain, secara umum risiko dapat timbul dalam berbagai bentuk dari setiap kejadian. Risiko merupakan peluang terjadinya sesuatu yang akan berdampak dalam pencapaian tujuan. Kompleksitas dari struktur supply chain yang melibatkan banyak pihak dan banyaknya ketidakpastian yang terjadi secara mendadak menjadi tantangan dalam pengelolaan supply chain perusahaan. Gangguan atau risiko dalam supply chain akan berdampak negatif dalam jangka panjang terhadap perusahaan dan banyak perusahaan tidak mampu pulih secara cepat dari dampak negatif tersebut. Bila suatu risiko dalam supply chain terjadi, sektor bisnis juga akan ikut terserang akibatnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja. Secara umum produk dari perusahaan ini ada dua jenis yaitu: Spiral dan ERW. Saat ini PT. XYZ belum memiliki manajemen risiko yang terstruktur untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang terjadi terutama dalam fungsi supply chain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas supply chain PT. XYZ, menentukan penyebab risiko yang harus diprioritaskan untuk dimitigasi pada supply chain PT. XYZ dan menentukan strategi mitigasi yang harus diprioritaskan untuk mengatasi penyebab risiko pada supply chain PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode House Of Risk (HOR). HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event, risk agent pada supply chain dan juga merancang strategi mitigasi untuk risk agent berdasarkan nilai ARP(Aggregate  Risk Potential). Risk event yang teridentifikasi sebanyak 16 dan risk agent sebanyak 24. Risk agent yang akan dimitigasi berdasarkan nilai ARP sebanyak empat risk agent yaitu A6(Pembuatan Purchasing requisition terlambat), A3(pengadaan material terlambat), A4 (data material/produk tidak segera di-update) dan A1 (permintaan produksi yang mendadak). Strategi mitigasi yang digunakan untuk mencegah penyebab risiko adalah coordination, strategy stock dan multiple route.
Usulan Perbaikan Layout Produksi Project Fab Of Resin Untuk Meminimasi Ongkos Material Handling Menggunakan Metode Simulated Annealing Eva Marella Sihite; Evi Febianti; Muhammad Adha Ilhami
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.827 KB)

Abstract

Permintaan produk yang cukup dinamis mengharuskan sistem manufaktur untuk memiliki kemampuan yang fleksibel, produktif, efektif, dan efisien, dengan berbagai cara misalnya menata ulang mesin (re-layout) untuk meminimasi ongkos produksi. Parameter yang dijadikan tolak ukur perencanaan tata letak fasilitas yang dinamis adalah minimasi ongkos Material Handling (OMH). PT. DEF salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan baja. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1983. Perusahaan ini telah menangani berbagai proyek, baik proyek besar maupun proyek kecil. PT. DEF memiliki 2 bagian ada konstruksi dan fabrikasi. Sedangkan dalam penelitian ini diambil bagian fabrikasi. Tata letak mesin pada PT. DEF tidak teratur dan jarak tempuh yang panjang dalam proses pemindahan bahannya dari satu mesin ke mesin yang lain membuat ongkos material handling jauh lebih mahal atau mengalami kerugian. Pada penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengurangi kerugian yang disebabkan tata letak mesin yang tidak sesuai, dan meminimasi ongkos material handling. Merancang ulang tata letak (re-layout) lantai fabrikasi project fab of resin PT. DEF dapat meminimumkan ongkos material handling dengan menggunakan metode Simulated Annealing. Merancang ulang tata letak (re-layout) lantai fabrikasi bukan berarti merancang tata letak yang baru, namun merancang ulang tata letak yang sudah ada. Algoritma simulated annealing diperkenalkan oleh Metropolis et al. pada tahun 1953, dan aplikasinya dalam masalah optimasi (Panggabean, H., 2002). Algoritma simulated annealing merupakan algoritma metaheuristik yang berarti algoritma dengan metode optimisasi yang dilakukan dengan memperbaiki kandidat penyelesaian secara iteratif sesuai dengan fungsi objektifnya. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah bentuk usulan alternatif tata letak yang terbaik.