cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Analisis Proses Produksi Container Accu Menggunakan Metode Lean Manufacturing Pada PT.Presisi Cimanggis Makmur (PCM) Bummy Prakoso; Evi Febianti; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.13 KB)

Abstract

PT.Presisi Cimanggis Makmur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufacture. Perusahaan ini masih menggunakan system make to stock. Usahan yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi permintaan konsumen salah satunya dengan meminimasi waste. Waste yang sering terjadi pada proses produksi container accu adalah defect product. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pemborosan yang sering terjadi di lantai produksi, mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya waste, dan memberikan usulan perbaikan untuk penyelesaian masalah waste yang ada. Penelitian ini menggunakan metode lean manufacturing dengan analysis menggunakan metode fault tree analysis (FTA). Pemborosan yang sering terjadi pada proses produksi container accu pada perusahaan setelah dilakukan wawancara dan perhitungan dengan pembobotan maka di ketahui waste yang sering muncul adalah defect product dengan bobot 20,95%,. Kemudian, Dari hasil identifikasi penyebab terjadinya waste pada proses pembuatan container accu menggunakan fault tree analysis (FTA), maka diketahui faktor atau akar masalah terjadinya defect tersebut adalah mold atau cetakan ditempatkan pada mesin yang salah, tidak ada jadwal maintenance, kurangnya pelatihan pada teknisi, kurangnya pengawasan, sisa material lain dalam nozzle, banyak variasi bahan baku, dan penurunan kualitas bahan baku. Setelah dilakukan brainstorming dengan kepala produksi untuk perbaikan yang dapat dilakukan untuk perusahaan, maka didapatkan kegiatan yang waktunya dapat direduksi diantaranya pada proses transportasi dari gudang penyimpanan menuju gedung produksi waktu yang dapat di pangkas sebesar 16 detik, proses transportasi ke mesin mold, dan proses perpindaha operator dengan pengurangan waktu selama 10 detik yang semua kegiatan tersebut digolongkan dalam NNVA (Necessary but Non Value Added). Peningkatan process cycle efficiency (PCE) setelah perbaikan adalah 15% dari sistem eksisting.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA MANAJEMEN PERUSAHAAN PT. XYZ Heriyanto .; Putiri Bhuana Katili; Nuraida Wahyuni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.226 KB)

Abstract

Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja juga berhubungan dengan variabel-variabel seperti turnover (berpindah kerja), produktivitas, tingkat absensi, usia, faktor pekerjaan dan ukuran organisasi perusahaan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui item-item yang masuk dalam kuadran I, Kuadran II, Kuadran III, dan Kuadran IV pada diagram kartesius dan mengetahui tingkat kepuasan karyawan terhadap kinerja manajemen perusahaan. Hasil penelitian menunjukan nilai indeks kepuasan karyawan sebesar 66,22%. Menurut kriteria indeks kepuasan, maka dapat disimpulkan bahwa karyawan merasa cukup puas terhadap kinerja perusahaan. Jika nilai indeks kepuasan karyawan 50% atau lebih rendah menandakan karyawan merasa kurang puas dengan kinerja perusahaan. Sedangkan nilai indeks 50 sampai 80% menandakan karyawan merasa cukup puas terhadap kinerja perusahaan. Nilai indeks kepuasan karyawan 80% atau lebih tinggi mengindikasikan bahwa karyawan merasa puas terhadap kinerja perusahaan
Analisis Penjadwalan Pembuatan MVR Evaporator Shelter Dengan Metode CPM Dan PERT Di PT. Solen Putra Indra Alfian; Evi Febianti; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.238 KB)

Abstract

Saat dunia bisnis semakin berkembang, persaingan perusahaan yang bergerak dibidang proyek jasa konstruksi semakin ketat. Perusahaan harus bisa seefektif mungkin dalam penggunaan waktu di setiap kegiatan atau aktivitas, sehingga biaya yang ditimbulkan dapat diminimasikan dari rencana semula yang berdampak pada meningkatnya kepuasaan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jalur kritis, menghitung biaya yang ditimbulkan pada pengerjaan proyek MVR Evaporator Shelter dengan durasi pengerjaan awal dan percepatan serta menghitung persentase pencapaian pengerjaan proyek MVR Evaporator Shelter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode CPM dan PERT. CPM adalah metode lintasan kritis yang memperkirakan waktu komponen kegiatan proyek dengan pendekatan deterministik satu angka. PERT adalah teknik merekayasa untuk menghadapi situasi dengan kadar ketidakpastian yang tinggi pada aspek kurun waktu tertentu. Aktivitas kritis dengan menggunakan metode CPM dan Software Ms. Project 2007 adalah 19 aktivitas dalam waktu 76 hari. Biaya yang ditimbulkan untuk kondisi awal yaitu sebesar Rp 809.925.570, sedangkan untuk kondisi percepatan ditambah dengan biaya lembur tenaga kerja yaitu sebesar Rp 839.224.885. Nilai persentase pencapaian pekerjaan dalam waktu 63 hari kalender diperoleh dari nilai Z 5,258 dengan nilai tabel distribusi normal sebesar 0,99993 sehingga nilai presentase 99,993% yang berarti bahwa proyek dalam kondisi percepatan tersebut dikatakan dapat dicapai.
Usulan Layout Perkantoran Baru Menggunakan Metode Activity Relationship Chart dan Blocplan Di PT. Krakatau Bandar Samudera Fauzan Hamdani; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.399 KB)

Abstract

PT. Krakatau Bandar Samudera (KBS) merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang jasa dan merupakan pelabuhan terdalam di Indonesia yang disiapkan untuk menangani segala jenis cargo baik curah kering, curah cair maupun container. Pekerjaan yang dilakukan oleh setiap departemen memiliki keterkaitan satu sama lain, dimana letak dari satu departemen dengan departemen yang berhubungan harus saling berdekatan, sehingga layout dalam suatu perkantoran harus tertata dengan rapih. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tingkat kedekatan, bobot jarak yang optimal dan perancangan layout pekantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera. Perancangan layout ini menggunakan metode Activity Relationship Chart dan blocplan. Perancangan layout ini juga memperhatikan flow bisnis dari perusahaan. Hasil dari penelitian ini berupa layout baru untuk perkantoran di PT. Krakatau Bandar Samudera. Layout ini mempunyai bobot jarak terkecil dari satu departemen ke departemen yang lain. Setelah dilakukan perancangan ulang layout perkantoran baru di PT Krakatau Bandar Samudera bahwa bobot jarak yang optimal adalah 492268,2 dengan penurunan sebesar 48,4 %. Usulan perkantoran baru mempunyai dimensi panjang sebesar 80,1 meter, dimensi lebar 57 meter sehingga luas nya adalah 4.564 m2. Dengan luas perkantoran utama yaitu 1.854 m2, luas pelayanan personil kantor adalah 1169 m2 dan allowance gang sebesar 51 %.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Kualitas Kinerja Pelayanan Terminal Seruni Kota Cilegon Muhammad Haerus Salam; Shanti Kirana Anggraeni; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.03 KB)

Abstract

Terminal Seruni di Kota Cilegon terletak di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon. Terminal seruni yang dibangun ditahun 2011 sudah mulai uji coba dan dipergunakan terhitung sejak 1 april 2013 dan dilakukan peresmian pada 27 april 2013. Di dalam uji coba, Dinas Perhubungan banyak mendapatkan masukan-masukan dari pengguna jasa atas kualitas kinerja pelayanan Terminal Seruni Kota Cilegon yang dirasa kurang tingkat kepuasannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut terminal yang dianggap penting, mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kualitas kinerja pelayanan di terminal dan menganalisa strategi perbaikan kinerja pelayananatribut terminal. Penelitian ini diawali survey pendahuluan untuk menguji validitas dan realibitas kuesioner, lalu pengambilan data dilakukan penyebaran kuesioner ke penumpang dan supir selaku pengguna jasa di Terminal Seruni Kota Cilegon. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfication Index (CSI) dimana metode ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa dan metode Importance Performance Analysis (IPA) dimana metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut apa saja yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya. Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan penumpang sebesar 69.89% yang masuk kriteria puas dan nilai indeks kepuasan supir sebesar 70.54% yang masuk kriteria puas. Atribut pelayanan yang paling berpengaruh di Terminal Seruni Kota Cilegon yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya antara lain ketepatan jadwal kedatangan, lokasi terminal yang dekat jalan utama, kemacetan arah masuk dan keluar, mudahnya akses masuk dan keluar kendaraan ke terminal, kesediaan petugas untuk melayani serta mengutamakan kebutuhan pengguna jasa, luas gerbang masuk dan keluar yang memadai, ketersediaan loket untuk menginformasikan pembelian tiket, kemacetan arah masuk dan keluar terminal dan kondisi jalan yang baik menuju terminal. Adapun atribut terminal yang segera mungkin untuk dilakukan perbaikan adalah ketepatan jadwal kedatangan dan keberangkatan angkutan umum di terminal.
Peningkatkan Keandalan Mesin Main Pump Hydraulic Unit Pada Lini Continuous Casting (Studi Kasus: PT. XYZ) Wawan -; Evi Febianti; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 5 NO. 2 JULI 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.111 KB)

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan industri baja dilingkungan Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC). Sistem proses produksi PT.XYZ tepatnya pada dinas slab steel plant II (SSPII) berbentuk continous proses, apabila salah satu komponen pada mesin mengalami kerusakan atau kegagalan akan menyebabkan terhentinya mesin, sehingga fungsi sistem terganggu. Mesin yang menjadi objek penelitian adalah main pump hydraulic countinous casting karena merupakan salah satu mesin utama dalam menghasilkan baja batangan slab. Terdapat tiga mesin main pump hydraulic tetapi hanya dua mesin saja yang berfungsi sedangkan satu mesin sebagai cadangan. Main pump hydraulic terkadang mengalami kegagalan dalam memenuhi kebutuhan tenaga hydraulik, seringkali diakibatkan karena kemampuan sistem mulai menurun atau kerusakan komponen, sehingga terjadi kegagalan saat continuous casting beroperasi. Preventive maintenance adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan yang tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang menyebabkan fasilitas produksi rusak pada saat digunakan. Metode ini diaplikasikan pada kasus mesin main pump hydraulic PT.XYZ. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan reliability dari tiap komponen mesin main pump hydraulic,dan menentukan waktu usulan perawatan. Data yang diolah adalah data waktu antar kerusakan (TTF) komponen mesin main pump hydraulic periode Januari sampai Desember 2012 untuk menentukan MTTF, kemudian diuji distribusi yang sesuai untuk menentukan fungsi keandalan tiap komponen. Hasil penelitian ini adalah nilai reliability komponen untuk tiga mesin main pump hydraulic masing - masing sebesar 0,3704, 0,4847, 0,4493, 0,5098, 0,375, 0,4546, 0,499, 0,517, 0,50, 0,8993, 0,367dan 0,319.
IDENTIFIKASI PENYEBAB CACAT PRODUK TINPLATE DARI MESIN ETL MENGGUNAKAN METODE MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS (MAFMA) Alpian Kurniawan; Putro Ferro Ferdinan; Kulsum -
Jurnal Teknik Industri Untirta VOL. 5 NO. 1 MARET 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.489 KB)

Abstract

PT. XYZ. Tbk merupakan perusahaan yang memproduksi tinplate berkualitas tinggi dengan standar internasional. PT. XYZ. Tbk memproduksi dalam bentuk coil atau gulungan, sheet atau lembaran, dan scroll cut atau berbentuk pola berdasarkan keinginan konsumen kapasitas produksi PT. XYZ. Tbk adalah sebesar 160.000 ton/tahun dari total kebutuhan tinplate nasional yang mencapai 250.000 ton per tahun, Pada PT XYZ. Tbk proses produksi perusahaan ini terdiri dari beberapa tahapan proses yang pada setiap prosesnya menghasilkan produk yang berbeda dimana proses produksi adalah ETL (Electrolytic tinning line), SHL (Shearing Line), dan SCL (Scroll Cut Line) Pada satu tahun terakhir proses produksinya PT. XYZ. Tbk telah terjadi kecacatan pada produk yang dihasilkan dari produk jenis Coil pada mesin ETL, dari ketiga jenis kecacatan produk yang paling dominan adalah pada produk jenis Coil, analisis perhitungan yang digunakan adalah dengan metode MAFMA dengan pendekatan Fuzzy AHP dari penilaian, penyebab yang paling dominan terjadi kecacatan tertinggi adalah Solution stain, Dull surface, Ripple namun yang mempunyai pengaru penyebab kecacatan terbesar adalah Solution stain dengan nilai sebesar 1,576. Pada perhitungan nilai MAFMA, adapun analisa perbaikan dengan Fishbone Diagram mendapatkan usulan perbaikan untuk mengurangi kecacatan produk adalah melakukan pengawasan secara rutin nilai ENSA (Ethoxylated Naphhtol Sulfonic Acid) pada stiap proses produksi agar nilai ENSA (Ethoxylated Naphhtol Sulfonic Acid) sesuai dengan nilai standarisasi perusahaan.
Peningkatan Kualitas Gula Rafinasi Dengan Konsep Lean Manufacturing System Di PT Duta Sugar International, Tbk Warda, Nurlaili Nilam; Herlina, Lely; Ferdinant, Putro Ferro
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol.5 No.3 November 2017
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.012 KB)

Abstract

PT Duta Sugar International merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi gula rafinasi. Berdasarkan pengamatan pada bulan April hingga Mei 2014 perusahaan mampu menghasilkan produk mencapai 118 bags sampai 464 bags/hari dengan rata-rata jumlah produk nonconformities sebanyak 25% dari jumlah produksi. Salah satu data yang menjadi objek penelitian adalah data produksi gula kualitas R1 dan R2. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi variabilitas produk nonconformities yang terjadi pada proses produksi serta mengevaluasi total manufacturing lead time. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara konsep lean manufacturing dengan menggunakan Quality Filter Mapping (QFM) dan Statistical Process Control (SPC) yang merupakan salah satu elemen pendukung dalam konsep Lean Manufacturing System untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada perusahaan dikarenakan banyaknya nonconformities (waste of defect) dengan menggunakan peta kendali u untuk memonitoring proses produksi serta peningkatan performansi pada kualitas. Hasil penelitian memperlihatkan dengan penerapan lean dapat menurunkan jumlah produk nonconformities sebanyak 11,63% yang berarti linear dengan peningkatan kualitas produk dengan peningkatan nilai process cycle efficiency menjadi 99,67%, sedangkan Total Manufacturing Lead time menurun dari 5308,08 menit menjadi 5292,83 menit dan nilai process lead time menurun dari 31 hari menjadi 30 hari.
Analisis Efisiensi Proses Produksi Storage Bin Menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) Input Oriented Sudirman -; Faula Arina; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 3 November 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.857 KB)

Abstract

PT.XY memiliki masalah pada proses produksi Storage Bin yangmenyebabkan waktu produksi bertambah.Diantaranya mesin yang down dan material yang telat datang.Storage Bin memiliki ukuran yang besar dan proses produksinyamemakai semua jenis permesinan. Maka, dalam memproduksinya harus efisien agar biaya produksi yang terpakai minimum dan laba yang dihasilkan maksimum. Tujuan penelitian ini adalah mengukur nilai efisiensi relatif proses produksi Storage Bin, menentukan Storage Bin yang proses produksinya tidak efisien, menentukan usulan biayadengan Charnes-Cooper-Rhodes (CCR) Projection, dan menentukan usulan perbaikan efisiensi dengan 5W+2H. Metode yang digunakan adalah DEA Input Oriented yaitu DEA yang peningkatan efisiensinya dengan cara meminimasi input.Kemudian menggunakan CCR Projection, formula untuk peningkatan nilai efisiensi DMU inefisien dari model CCR. Dari hasil penelitian, didapat nilai efisiensi relatif Storage Bin For Ore100%; BF Return Fine 96,67%; Limestone 88,16%; Coke 97,72%; dan Antracite 97,37%. Storage Bin yang inefisien yaitu BF Return Fine, Lime Stone, Coke dan Antracite. Besarnya usulan biaya material Storage Bin For BF Return Fine Rp.540.663.258,-; Limestone Rp.1.099.068.758,-; Coke Rp.536.760.896,- dan Antracite Rp.536.742.007,-. Usulan perbaikan proses produksi Storage Bin yaitu memilih supplier yang berkualitas dengan harga minimum, memberikan pelatihan kepada staff Engineering dan PPC, serta merekrut orang berpengalaman pada posisi PPC dan Maintenance.
Strategi Diversifikasi Produk Pisau pada Industri Kreatif dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) Fandi Ardian Dwi Cahyo; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 2 Juli 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.361 KB)

Abstract

Diversifikasi produk merupakan strategi yang dilakukan pihak perusahaan dalam usaha mengembangkan dan memperbaiki kualitas produknya serta untuk meningkatkan nilai ekonomi suatu produk. Diversifikasi produk yang dilakukan oleh Industri Kreaktif Masyarakat PD. Setia Jaya adalah mengembangkan desain produk pisau dapur tradisional sesuai dengan karakteristik keinginan dan kebutuhan konsumen. Identifikasi variabel karakteristik konsumen terhadap produk pisau tersebut didapat melalui penentuan evaluasi produk berdasarkan dimensi bauran manajemen pemasaran 7P dengan menyebarkan kuisioner kepada konsumen pengguna pisau dari IKM tersebut. Dalam proses pengembangan produk terhadap karakteristik konsumen dibantu dengan berbagai sarana dan teknik. QFD adalah suatu sarana yang digunakan untuk menghubungkan karakteristik kebutuhan konsumen yang didefinisikan oleh konsumen ke dalam spesifikasi teknis produk. Pada matriks penggabungan karakteristik konsumen dan karakteristik desain produk dalam House of Quality menghasilkan korelasi antara kedua karakteristik tersebut sehingga menghasilkan nilai dari suatu hubungan karakteristik. Dalam pembentukan matriks hubungan ini ada tiga macam hubungan yang dapat terjadi yaitu, hubungan kuat, sedang dan lemah. Hubungan pada matriks tersebut diberi simbol-simbol yang mempunyai nilai yang berbeda yaitu hubungan kuat dengan nilai 9, hubungan sedang dengan nilai 3, hubungan lemah dengan nilai 1. Berdasarkan pada gambar House of Quality didapatkan nilai kepentingan absolut dan nilai kepentingan relatif, nilai tertinggi yang telah diklasifikasi ditentukan sebagai nilai prioritas karakteristik teknis yang diinginkan oleh konsumen. Dipilih lima karakteritik teknis tertinggi dari nilai persentase kepentingan relatif untuk menentukan prioritas desain produk yang akan dilakukan perancangan desain produk ekspektasi.