cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode Balanced Scorecard Ade Febri Setiawan; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.438 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan peusahaan yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal dengan kegunaan sebagai pipa minyak, gas, pipa air dan pipa pancang. Untuk dapat meraih keunggulan di tengah kondisi persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satu faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan jangka panjang adalah pengukuran kinerja perusahaan. Selama ini perusahaan mempunyai kinerja yang kurang baik, karena tidak terfokuskan sepenuhnya untuk mengukur informasi nonfinansial yakni perspektif pelanggan, proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan. Karena informasi nonfinansial merupakan faktor kunci untuk menetapkan  strategi yang dipilih guna melaksanakan tujuan yang telah ditetapkan PT. XYZ, yakni menentukan indikator-indikator kinerja pada ke-4 perspektif, mengukur kinerja ke-4 perspektif dengan menggunkan metode BSC (Balanced Scorecard) dan metode pembobotan AHP (Analytic Hierarchy Process), dan menyusun KPI (key performance indicator) untuk masing-masing kinerja. Oleh karena itu, maka diperoleh hasil indikator-indikator dari perspektif keuangan meliputi, jumlah penjualan produk sebesar 60%, jumlah investasi sebesar 30% dan ROI (return on investment) sebesar 10%, perspektif pelanggan meliputi jumlah pelanggan perusahaan sebesar 52%, jumlah mitra kerja sebesar 29% dan jumlah hubungan mitra dengan perusahaan sebesar 19%, perspektif proses bisnis internal meliputi jumlah mesin sebesar 47%, fasilitas perusahaan sebesar 43%, dan jumlah inovasi pada mesin sebesar 10%, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan meliputi jumlah karyawan 49,5%, jumlah karyawan training sebesar 25%, jumlah karyawan berdasarkan pendidikan sebesar 15,5% dan kecelakaan kerja sebesar 10%. Kemudian ini adalah hasil pengukuran kinerja ke-4 perspektif pada perspektif keuangan yaitu 0,34%, perspektif pelanggan 0,24%, perspektif proses bisnis internal 0,19%, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 0,20%.
Rancang Bangun Aplikasi Sistem Informasi Internal Audit Pada PT. XYZ Aditya Restuaji; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.818 KB)

Abstract

Dalam proses pengendalian internal aliran informasi merupakan satu hal yang sangat penting. Oleh karenanya dibutuhkan adanya sistem informasi. Dengan Sistem Informasi suatu instansi atau lembaga dapat menyampaikan informasi yang diinginkan kepada konsumen atau obyek sasaran secara tepat dan akurat. Aliran informasi pada PT. XYZ khususnya di bagian pengawasan internal masih adanya hambatan, proses pengawasan berupa proses internal audit masih dilakukan secara manual. Hal ini tentunya menjadikan terhambatnya aliran informasi yang tentunya akan merugikan di PT. XYZ. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang usulan sistem informasi audit, proses pengolahan audit serta laporan audit di PT. XYZ dengan menggunakan metode framework for the application of system technology (FAST). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design, dan Physical Design. Sebagai dasar analisis digunakan analisa PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service). Dari hasil perancangan didapatkan hasil yaitu aplikasi yang dirancang untuk mendukung proses bisnis satuan pengawas internal merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah data objek audit perusahaan serta aplikasi secara terintegrasi. Proses internal audit merupakan proses dari penentuan objek audit sampai dengan laporan hasil audit.
Usulan Penentuan Persediaan Komponen Mesin Conveyor Berdasarkan Keandalan (Studi Kasus : PT. PLTU Banten 2 Labuan) Dede Mulyana; Ratna Ekawati; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2403.917 KB)

Abstract

Permintaan dapat berupa permintaan terhadap komponen-komponen mesin. Permintaan terjadi apabila mesin mengalami kerusakan dan komponen mesin harus diganti (replaceable). Oleh sebab itu, perlu adanya pengendalian persediaan yang optimal untuk mengganti komponen yang rusak. PT. PLTU Banten 2 Labuan adalah perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik, Perusahaan ini menggunakan banyak jenis mesin produksi salah satunya adalah mesin conveyor yang menjadi objek penelitian, dikarenakan sering mengalami kerusakan. Mesin conveyor memiliki beberapa komponen untuk menjalankan fungsinya. Dari beberapa komponen yang ada pada mesin conveyor terdapat 4 (Empat) komponen yang apabila mengalami kerusakan harus segera diganti dan tidak dapat diperbaiki, yaitu Return Idler, Carrie Idler, Rubber Skirt dan Steering Return Idler. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keandalan (reliability), persediaan dan titik pemesanan kembali untuk komponen kritis mesin conveyor. Metode yang digunakan adalah metode penentuan distribusi weibull untuk mengetahui nilai keandalan komponen mesin dan untuk menghitung jumlah persediaan komponen mesin menggunakan metode persediaan model Q dengan demand dari laju kerusakan. hasil penelitian yang didapat dari perhitungan distribusi weibull adalah parameter skala (α) dan parameter bentuk (β) yang digunakan untuk menghitung keandalan, hasilnya yaitu, untuk komponen return idler 45.26 %, komponen rubber skirt 38.88 dan komponen steering return idler 38.54 %. Sedangkan persediaan komponen mesin conveyor selama 300 hari yaitu komponen return idler sebanyak 62 unit, komponen carry idler sebanyak 37 unit dan untuk komponen steering return idler sebanyak 24 unit. Titik pemesanan kembali ( reorder point) komponen return idler 19 unit, komponen rubber skirt 20 unit dan komponen steering return idler 5 unit.
Identifikasi Penilaian Aktivitas Pengelasan Pada Bengkel Umum Unit 1-4 Dengan Pendekatan Job Safety Analysis di PT.Indonesia Power UBP Suralaya Brian Hadi W.; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 2 Juli 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1603.556 KB)

Abstract

PT.Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Indonesia. PT.Indonesia Power mempunyai bagian pemeliharaan salah satunya untuk unit 1-4 yang didalamnya terdapat bengkel umum unit 1-4. Bengkel umum unit 1-4 memiliki beberapa aktivitas yaitu mengelas listrik, membubut, menggerinda, cutting, penggurdian dan lain-lain. Berdasarkan wawancara aktivitas las listrik di bengkel umum unit 1-4 memiliki jumlah kecelakaan kerja lebih banyak dibandingkan aktivitas lainya. Untuk itu diperlukan identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko serta pengendaliannya. Latar belakang dari penelitian ini adalah pada bengkel umum unit 1-4 tidak memiliki Job Safety Analysis (JSA) pada setiap aktivitas. Aktivitas pengelasan pada bengkel umum unit 1-4 dilakukan diberbagai tempat seperti pengelasan di ruang terbuka, ruang tertutup dan ditempat ketinggian. Pada aktivitas pengelasan di tempat terbuka dilakukan setiap hari sedangkan pada aktivitas pengelasan di ruang tertutup atau ketinggian dilakukan tidak setiap hari dan jarang terjadi dikarenakan dilakukan apabila terdapat masalah dan gangguan mesin. Penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi langsung. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan dampak bahaya dari aktivitas pengelasan, menilai risiko dari bahaya aktivitas pengelasan yang memiliki tingkat risiko/peringkat risiko tertinggi, dan menentukan cara pengendalian bahaya pada aktivitas pengelasan tempat terbuka, pengelasan tempat tertutup dan pengelasan di tempat ketinggian yang dilakukan bengkel umum unit 1-4. Dalam penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis untuk mengidentifikasi potensi bahaya pengelasan listrik, penilaian risiko serta pengendaliannya. Hasil dari penelitian ini didapat potensi bahaya yang memiliki tingkat resiko/peringkat risiko tertinggi adalah Terkena sinar ultraviolet dan infra merah, Asap pengelasan terhirup pekerja, Percikan api mengenai benda yang mudah terbakar atau mengenai tabung, terdapat kandungan gas hidrogen di area pengelasan tempat tertutup dan ketinggian, Terjatuh/terpeleset dari ketinggian, potensi bahaya ini tergolong risiko tinggi, potensi bahaya lainya dari aktivitas pengelasan adalah Tersengat listrik, Terbakar ketubuh pekerja (terkena percikan api las), pekerja mengalami panas dalam ruangan tertutup, Terbentur/tertimpa material, Tertusuk material yang tajam, Tangan terjepit, Terjatuh, Terpukul palu terak, Tergores material tajam, Terhirup debu material, Tangan terkena logam panas, Terkena serpihan api saat gerinda, Terkena pecahan geram pada putaran gerinda. Dampak bahaya yang akan terjadi adalah Merusak mata dan kulit, Gangguan pernapasan, Menimbulkan ledakan atau kebakaran, kematian, Cidera/pingsan, Luka bakar pada tubuh pekerja, dehidrasi, Luka gores pada tangan, Luka bakar. Pengendalian yang dilakukan berdasarkan hirarki pengendalian yaitu engineering control, administrative control dan personal protective equuipment (APD).
Pengaruh Motivasi, Pengembangan Karir, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Metode Structural Equation Modelling Audra Bianca; Putiri B. Katili; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.446 KB)

Abstract

Globalisasi mengakibatkan adanya perubahan dengan tuntutan tertentu pada tenaga kerja seperti dalam hal penguasan teknologi baru, waktu yang lebih ketat, perubahan tuntutan terhadap hasil kerja serta perubahan dalam peraturan kerja dan lain lain dapat menimbulkan suatu situasi yang menekan tenaga kerja yang bersangkutan. Kesuksesan suatu perusahaan berbanding lurus dengan seberapa bagus performa karyawanyang bekerja didalamnya. Untuk memperoleh karyawan yang loyal terhadap perusahaan perlu usaha dari perusahaan dalam memenuhi kebutuhan karyawannya. Agar perusahaan dapat mengetahui strategi yang tepat untuk mencetak performa karyawan yang baik, perusahaan harus mengetahui kepuasan kerja karyawannya, salah satunya melalui motivasi dan pengembangan karirnya. Maka dari itu dibutuhkan analisa mengenai pengaruh motivasi, pengembangan karir, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyaan. Structural equation modeling merupakan suatu teknik analisis faktor dan analisis lintasan dari model persamaan struktural. Dalam penelitian ini, SEM digunakan untuk menganalisa pengaruh antara motivasi, pengembangan karir, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Secara teoritis terdapat hubungan dianatara masing-masing variabel ini. Adapun penelitian ini menggunakan software LISREL versi 8.8 dengan estimasi maximum likelihood dan confirmatory factor analisis. Hasil yang didapat dari nilai t-value semua menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dari masing-masing varibel yang diukur. Setelah dilakukan modifikasi syntax, maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan baik dalam hubungan antara motivasi dan pengembangan karir terhadap kepuasan kerja dengan nilai muatan faktor standar 0.53 dan 0.3,motivasi dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan dengan nilai muatan faktor standar 0.24 dan 0.56, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan dengan nilai muatan faktor standar 0.31.
Analisa Efisiensi Gardu Tol Pada Saat Peak Hours Di Gerbang Tol Serang Timur Alam Kurnia M.; Faula Arina; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 2 Juli 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3194.772 KB)

Abstract

Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keutungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas SP. Hasibuan (2007). Pengoperasian jumlah gardu yang berlebihan akan terjadi ketidakefisienan dimana waktu menganggur petugas gardu menjadi lebih besar dan pengeluaran perusahaan juga menjadi lebih besar yang mengakibatkan kerugian perusahaan dalam pengeluaran keuangan salah satunya yang terjadi pada gerbang tol Serang Timur. Oleh karena itu diperlukan fasilitas pelayanan yang optimal agar pelayanan tidak tertunda dan tidak menimbulkan pengeluaran biaya yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi gardu dilihat dari minimnya tingkat antrian pada saat peak hour, selain itu mengetahui berapa banyak jumlah gardu yang seharusnya digunakan pada tiap jamnya, dan menghitung lama waktu kendaraan berada didalam sistem setelah dilakukan perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi yang diolah menggunakan software Promodel. Dengan melihat persentase hambatan akan diketahui panjang antrian yang terjadi pada saat itu. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pada pukul 14.00 – 15.00 jumlah pengoperasian gardu yang optimal adalah 3 gardu, pada pukul 15.00 – 19.00 jumlah pengoperasian gardu yang optimal adalah 4 gardu dan pukul 19.00 – 21.00 jumlah pengoperasian gardu yang optimal adalah 2 gardu dan hasil simulasi model pada kondisi eksisting menunjukkan waktu rata-rata kendaraan berada di dalam sistem pelayanan adalah selama 1377,40 detik = 22,96 menit dan usulan perbaikan menunjukkan waktu rata-rata kendaraan berada di dalam sistem pelayanan adalah selama 131,4 detik = 2,19 menit.
Pemilihan Supplier Material Berdasarkan Multi Attribute Decision Making (MADM) Dengan Menggunakan Metode SAW, WP dan TOPSIS (Studi Kasus di PT XYZ) Arlius Hamberto; Putiri Bhuana Katili; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7068.768 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan konstruksi harus memperhatikan manajemen setiap divisi untuk menjadi perusahaan yang unggul, dalam hal ini khsususnya divisi penangananan material, oleh karena itu perusahaan harus memiliki kemampuan bekerjasama dengan supplier, yang diharapkan dapat melakukan pengelolaan manajemen material secara efektif dan efisien, sehingga perusahaan konstruksi dapat memenuhi kualitas dan jangka waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan konsumen tersebut. PT XYZ bekerjasama dengan supplier- supplier untuk peralatan dan material seperti kawat las, oksigen, cat, masker, thiner, selang, kaca, oli, material proyek dan sebagainya. Banyaknya supplier ini seharusnya menjadi pertimbangan khusus oleh tim pengadaan supplier untuk lebih selektif dan melakukan pemilihan berdasarkan kriteria yang sesuai dengan perusahaan, dengan memperhatikan aspek cost, quality, quantity dan time. Dari hasil pengamatan bahwa kurangnya evaluasi terhadap kinerja supplier membuat sulit dalam pengambilan keputusan yang bersifat objektif, sehingga hanya mengedapankan unsur subjektif dan sedikit kriteria seperti harga dan cara pembayaran, padahal menurut Dickson terdapat 22 kriteria untuk mengevaluasi atau memilih supplier.Oleh karena itu pemilihan supplier menjadi salah satu faktor penting untuk menjadikan perusahaan yang unggul.Multi Atribute Decision Making (MADM).Multi Atribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode yang digunakan untuk mencari alternative optimal dari sejumlah alternatif dengan atribut atau kriteria tertentu, metode MADM yang digunakan dalam penelitian ini adalah SAW, WP dan TOPSIS.Untuk pemilihan supplier dengan metode SAW diperoleh skor tertinggi untuk material plate pl  adalah PT CJP sebesar 0.883, material chp skor tertinggi diperoleh PT CJP sebesar 0.894, material plate fb diperoleh PT SKM sebesar 0.864, material angle l diperoleh PT CJP sebesar 0.888, material H beam h diperoleh PT CJP sebesar 0.906, material pipe dia diperoleh PT CJP sebesar 0.906 dan material rb dia diperoleh PT CJP sebesar 0.906. Untuk metode WP dan TOPSIS untuk semua material skor tertinggi diperoleh PT CJP.
Perancangan Model Pengukuran Kinerja Green Supply Chain Management Berdasarkan Green SCOR Dengan Pendekatan PDCA Pada Perusahaan Baja Hilir Mega Metta Ritajeng; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1764.141 KB)

Abstract

Dunia manufaktur menghadapi tantangan yang berubah-ubah dan semakin berat dari masa-ke masa seiring dengan pasar yang semakin mengglobal sehingga berkembangnya teknologi informasi dan tuntutan pelanggan yang semakin tinggi. Persaingan saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi perrsaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain network). Supply chain adalah bagian yang memegang peranan penting di setiap perusahaan yang ingin memenangkan persaingan. Oleh karena itu harus ada penilaian terhadap kinerja supply chain management yang secara terus menerus sehingga terjadi perbaikan terus menerus pada aliran supply chain di perusahaan terutama industri baja hilir. Hal ini mendorong banyak perusahaan berusaha mengintegrasikan aspek ramah lingkungan (green) ke dalam supply chain dengan istilah Green SCM. Dengan mengidentifikasi indikator kinerja Green SCM, semua proses yang ada di perusahaan dapat diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam sistem kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kinerja Green SCM di PT. XYZ, menentukan indikator kinerja Green SCM yang kritis, memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan kinerja Green SCM di PT. XYZ dan merancangan model pengukuran kinerja Green SCM di Perusahaan Industri Baja hilir. Metode penelitian ini menggunakan frame work PDCA dengan metode Green SCOR untuk menentukan indikator kinerja Green SCM, metode Analytic Network Process (ANP) untuk mengukur nilai bobot dari tiap indikator, metode OMAX untuk mengukur kriteria kinerja tiap indikator, metode diagram sebab-akibat untuk mengevalusi kinerja dan metode 5W+1H untuk merancang usulan kinerja Green SCM di Perusahaan Industri Baja hilir. Hasil indikator kinerja pada perusahaan industri baja hilir terdapat level 1 dengan 5 kriteria dan Level 2 dengan 24 sub kriteria. Hasil penyebaran 7 kuesioner yang telah disebar dan diolah dengan Metode ANP menggunakan piranti lunak Super Decision. Hasil pengolahan ANP memiliki sub kriteria bobot dengan ranking tertinggi OFC1 (persen kecepatan pembelian dari awal hingga pesanan datang) sebesar 0.08421 point. Kemudian diolah dengan metode OMAX dengan hasil kriteria terendah nilai EN6 (tingginya konsumsi air) & EN8 (tingginya emisi terhadap air). EN6 ini terutama disebabkan oleh faktor mesin yang mengalami kebocoran dan pada EN8 oleh faktor metode pada sistem proses IPAL. Usulan perbaikannya dengan maintenance mesin dan mengatur ulang sistem IPAL di Perusahaan Industri Baja hilir. Perancangan model Pengukuran kinerja GSCM dengan tahapan PDCA (Plan, Do, Check, Act) di perusahaan baja hilir dengan contoh penerapan di PT.XYZ.
Perancangan Aplikasi Tes Potensi Akademik Menggunakan Metode Framework For The Application Of System Thinking (FAST) Pramono Bagus Pratama; Hadi Setiawan; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.388 KB)

Abstract

Tes Potensi Akademik adalah sebuah tes yang bertujuan untuk mengukur  kemampuan seseorang di bidang akademik umum, tes ini juga sering diidentikkan dengan tes kecerdasan seseorang. Aplikasi berbasis dekstop ini disusun dengan menggunakan SQL Server dan Microsoft Visual.  Aplikasi ini bekerja untuk dapat menyajikan informasi tentang tes potensi akademik, juga memberikan sajian soal-soal plihan ganda yang dapat digunakan untuk menguji kemampuan akademik seseorang. Dimana aplikasi ini ditujukan untuk peserta ujian yang mau melakukan tes potensi akademik. Hal pertama yang harus dilakukan oleh user yang ingin memanfaatkan fasilitas yang ada pada aplikasi ini adalah melakukan registrasi. Setelah registrasi yang dilakukan berhasil, maka peserta ujian dapat melakukan tes ujian potensi akademik yang telah disediakan. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah membuat rancangan membuat rancangan aplikasi Tes Potensi Akademik yang sesuai dengan metode FAST (Framework for the Application of Sistem Thinking) Program dirancang  dengan menggunakan metode framework for the application of system technology (FAST). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design, dan Physical Design. Sebagai dasar analisis digunakan analisa PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service). Hasil yang didapat setelah menggunakan aplikasi ini dapat memundahkan user dalam hal belajar tes potensi akademik dengan cepat dan mudah tanpa harus menunngu lama proses pengolahan data jawaban.
Pengaruh Human Capital terhadap Corporate Performance (Studi Kasus: Departemen Statistik BANK INDONESIA) Arfan Tri Putra; Putiri B. Katili; Shanti Kirana Anggraeni
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.648 KB)

Abstract

Sebagai sebuah perusahaan atau corporate, perbankan tidak seperti pabrik atau perusahaan lainnya yang memiliki banyak asset, sementara perbankan yang bergerak di bidang jasa hanya memiliki beberapa asset dan salah satunya adalah sumber daya manusia, sumber daya manusia dalam perbankan memiliki peranan yang sangat penting apalagi pada Bank Sentral seperti BI asset sumber daya manusia bisa menjadi sebuah asset yang memegang peranan penting, demi menjalankan tugas sebagai Bank Indonesia dan mempengaruhi sukses atau tidaknya visi dan misi dari Bank Indonesia, oleh karena itu sumber daya manusia menjadi sebuah asset yang tak ternilai, salah satu unsur penting dalam pembicaraan sumber daya manusia sekarang adalah tentang intellectual capital. Intellectual capital ada dua hal, salah satunya adalah human capital. Human capital adalah pegawai yang berkompetensi, bernilai, sikap positif, motivasi tinggi, dan jujur. Maka dari itu dibutuhkan analisa mengenai pengaruh antara human capital ini terhadap corporate performance. Adapun penelitian ini menggunakan software metode SEM. Hasil yang didapat semua menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan selain dari pengaruh antara workgroup effectiveness terhadap corporate performance yang menghasilkan variance negative. Setelah dilakukan modifikasi syntax, maka didapatkan kesimpulan bahwa workgroup effectiveness memiliki pengaruh yang paling kuat jika dibandingkan dengan variabel lainnya dengan nilai muatan faktor standar sebesar 0,21 dan individual capability sebagai variabel dengan pengaruh yang paling lemah terhadap corporate performance ditunjukkan dengan nilai muatan faktor standar sebesar 0,10.

Page 7 of 24 | Total Record : 233