cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
IJTIHAD
ISSN : 19074514     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Ijtihad is a scientific journal of Law and Islamic Economics, both in literature study and also on field research. Is published twice a year as a means of developing a scientific ethos in academic circles of the Faculty of Sharia, especially UNIDA, and the readers in general. The editors receive scientific articles and research reports, which are in accordance with the nature of law and Islamic economics journals.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
Analysis Of Zakat Role in Reducing Poverty Rate Eko Nur Cahyo
Ijtihad Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.601 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v9i1.2567

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah besar yang pasti dirasakan oleh seluruh bangsa termasuk Indonesia. Dan kota Ponorogo di Jawa Timur salah satu diantaranya, dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ummat Sejahtera Ponorogo adalah lembaga non organisasi tertua yang bergerak dalambidang zakat, infaq dan shodaqoh di Ponorogo. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun, ditambah dengan jumlah muzakki yang terus meningkat seharusnya dapat memecahkan masalah kemiskinan di Ponorogo. Meski begitu,masih banyak kita jumpai pengemis menyusuri kota. Sebuah penelitian memaparkan bahwa peran zakat dalam mengurangi kemiskinan amatlah besar. Dan pemberdayaan LAZ Ummat Sejagtera dalam mengurangi kemiskinan menjadi menarik dikaji. Melalui penyebaran sample angket berjumlah 25 orang dan merupakan para mustahiq dana zakat dalam bentuk modal kerja. Indikator kemiskinan yang dipakai adalah sesuai dengan BPSm yaitu FGT Index yang mencakup Headcount Index (P0) yang menggambarkan persentase orang miskin dalam populasi yang diteliti, Peverty Gap Index (P1) yang menggambarkan posisi mustahiq terhadap garis kemiskinan, dan Poverty Severity Index (H2) yang menggambarkan tingkat ketimpangan pendapatan antar orang miskin dalam populasi tersebut. Ditambah dengan analisa menggunakan paires sample terst pada program SPSS untuk mengetahui perbedaan pendapat sebelum dan sesudah menikah mendapatkan bantuan dalam program pemberdayaan zakat oleh LAZ Ummat Sejahtera Ponorogo.
Kholdunomic (Menelaah Pemikiran Ekonomi Ibnu Kholdun) Martina Dwi
Ijtihad Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6060.606 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v9i1.2568

Abstract

Munculnya ilmu ekonom Islam dalam khazanah ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengarahkan perhatian kepada pemikiran ekonomi dari para pemikir muslim di masal lalu, dan diantaranya Ibnu Khaldun. Penulis karya mUqaddimah ini secara tepat dapat isebut sebagai ahli sosial keonomi tersohor dalam perjalanan sejarah Islam. Setidaknya berkat pembahasan aneka ragammasalah sosial kemasyarakatan secara mendetail dan terinci disertai argumen-argumen yang akurat dan sulit dipungkiri kevalidan datanya. Dalam ranah ekonomi Ibnu Khaldun mengetengahkan ajaran tentang tata nilai, pembagian kerja, sistem harga, hukum penawaran dan permintaan, konsumsi dan produksi, uang, pembentukan modal, pertumbuhan penduduk, keuangan pemerintah dan pajak. Gagasan brilian Khaldun telah mengugah para pemikir ekonomi modern untuk menghidupkan kembali teori-teori lawas di bidang ekonomi yang menemukan relevansinya di zman global ini. Untuk lebih mengenal pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun perlu kiranya meneliti beberapa karya monumentalnya dan menginventarisir teori-teori pokoknya seraya mendengarkan komentar dan tanggapan dari para tokoh ekonom modern atas pemikiran tersebut.
Fiqh Hiburan (Gugus Fiqh Kontemporer Yusuf Qardhawi) Iman Nur Hidayat
Ijtihad Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.677 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v9i1.2569

Abstract

Kebutuhan terhadap hiburan perupakan fitrah manusia yang telah muncul sejak lahir. Apalagi di zaman yang identik dengan eksploitasi waktu, tenaga dan pikiran untuk menggapai kebahagiaan materi yang semu telah mengakibat kejenuhan yang memuncak dan berakibat kepada pencarian saluran refreshing (penyegaran) melalui hiburan dan perangkat permainan. Islam sebagai agama hanif telah memberi porsi seimbang bagi sisi kehidupan manusia yang penuh dengan tugas kewajiban (taklif) dengan memperhatikan penyegaran akal pikiran dan fisik. Untuk itu permainan, perangkatnya, dan berbagai macam bentuk hiburan telah dibolehkan dalam islam sebagai saran memperoleh kesegaran lahir dan batin sebelum kembali menunaikan tugas dan amanah yang dibebankan. Yusuf Qardhawi ulama terhormat abad ini telah ikut ambil bagian penting dalam mendudukkan persoalan dunia entertainment dalam kehidupan seorang muslim. Agar bentuk hiburan atau permainan yang beredar di masyarakat betul-betul memberi kemaslahatan seiring tujuan awalnya sebagai sarana penyegar dan bukan menyeleweng kearang yang tidak ridhai Allah Swt.
مخاطر السوق و إدراتها في المصارف الإسلامي Setiawan bin Lahuri
Ijtihad Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2125.407 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v9i1.2571

Abstract

Dalam dunia bisnis yang selalu berubah dan bersifat dinamis menimbulkan bermacam resiko. Dampaknya industri perbankan akan menjadi rentan terhadap berbagai resiko yang dapar mengancam keamana dan stabilitas bahkan kredibilitas lembaga keuangan publik. Termasuk risiko pasar yang mengakibatkan perbankan syariah yang dihadapkan kepada persaingan dengan perbankan konvensional. Hadirnya kesepakatan pasar bebas sepertu halnya Masyarakan Ekonomi Asean (MEA) dan pendahulunyam Masyarakat Ekonomi Erpoa (MEE) pun turu menjadi anacaman  bagi pasar potensial domestik yang ada pada setiap negara. Apalagi jika negara tersebut tidak memiliki instrumen pasar keuangan diharuskan untuk memiliki kerangka kerja yang tepat untuk pengelolaan risiko pasar. Isu menajemen risiko telah mendapat perhatian yang cukup besar dari regulator karena kekuatan dan keamanan bank adalah penting bagi pertumbuhan ekonomi serta stabilitas sistem keuangan. Risiko pasara adala risiko yang berlaku di pasar keuangan bank syariah, baik dari segi aset maupun liabitiesnya yang disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi, politik, maupun keamanan. Komponen utamanya adalah risiko harga komoditas, risika harga saham, risiko nilai tukar, dan risiko rate of return.
قواعد الاستنباط وتطبيقها في المعاملات المعاصرة Imam Awaluddin Muhsin
Ijtihad Vol. 9 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.313 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v9i1.2572

Abstract

Kajian Ushul Fiqh yang dimulai sejak abad kedua hijriah hingga saat ini terus menarik untuk dilakukan. Pembaharuan mesin pencetak hukum Islam ini tidak pernah berhenti dan rama untuk didiskusikan di kalangan pera ulama dan fuqaha dan akademisi hukum Islam atau konvensional. mengingat ilmu ini adalah satu-satunya yang menginformasikan bagaimana semestinya sumber-sumber hukum Islam itu dapat dijadikan pijakan dalam menetapkan hukum suatu perkara. Di tengah zaman yang maju dan modern, metode penetapan hukum Islam dihadapkan pada persoalan yang lebih kompleks, mengingat bentuk akad atau transaksi yang bermunculan lebih kreatif dan berdemensi dua akad bahkan tiga. Untuk itu para fuqaha dan ahli ushul dituntut mengkaji lebih dalam lagi mengenai qawaid istinbat ahkam dan mencoba mengaplikasikannya dalam berbagai bentuk transaksi keuangan masa kini. Agar komponen mesin ijtihad ini terus saja tajam dan efektif bekerja untuk kemaslahatan umat manusia lewat proses pengambilan hukum yang dilakukan para mujtahidin judud (baru).
PENERAPAN GOOD GOVERNANCE BUSINESS SYARIAH DI BANK UMUM SYARIAH INDONESIA Agung Abdullah
Ijtihad Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.63 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v11i2.2581

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana membangun tata kelola bisnis syariah pada lembaga keuangan Islam di Indonesia?,dan sejauhmana implementasi tata kelola bisnis syariah perbankan syariah di Indonesia? Jenis penelitian surveylapangan dengan melakukan eksplorasi (field research), dengan kombinasi desain penelitian kualitatif dan kuantitatif.Populasi penelitian yaitu lima Bank Umum Syariah Devisa, antara lain Bank Muamalah, Bank Syariah Mandiri(BSM), Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), Bank Mega Syariah Indonesia (BMSI), serta Bank Negara IndonesiaSyariah (BNIS). Teknik pengumpulan data yaitu laporan GCG Bank Umum Syariah Devisa, observasi langsung,dokumentasi dan observasi. Analisa data menggunakan transformasi data dengan mengkualifikasi data denganpenggunaan analisis faktor, kemudian mengeksplorasi outlier-outlier untuk menemukan kasus-kasus ekstrim padaimplementasi corporate governance bisnis syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya membangun tata kelolabisnis syariah pada lembaga keuangan Islam di Indonesia maka diperlukan pengembangan konsep, perusahaan harusdapat diterima dalam bentuk dan sistem ekonomi yang berbeda, memberikan insentif dalam perlindungan hak, dankewajiban para agen ekonomi. Perlu dilakukan pemaknaan model yang memiliki karakteristik terhadap karakterbuilding perbankan syariah khususnya di Indonesia. Implementasi tata kelola bisnis perbankan syariah di Indonesiamenunjukkan pengungkapan GGBS Bank Umum Syariah Devisa, yaitu BSM dengan jumlah pengungkapan 41indikator (97,62%), BMI dengan jumlah pengungkapan 40 indikator (95,24%), BNI Syariah dengan jumlahpengungkapan 39 indikator (92,86%), dan Bank Mega Syariah dengan jumlah pengungkapan 35 (83,33%).
IMPLIKASI EFISIENSI KINERJA ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI INDONESIA TAHUN 2012-2015 Rina Desiana
Ijtihad Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.94 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v11i2.2582

Abstract

Kehadiran Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) yang beroperasi pada skala usaha kecil dalampenghimpunan dan penyaluran dana zakat mengindikasikan adanya perhatian khusus dalammendayagunakan zakat sebagai salah satu instrument keuangan Islam yang bertujuan untukkesejahteraan masyarakat. Dewasa ini, muncul berbagai isu inefisiensi pengelolaan dana zakatyang tidak akan mampu membangun kapasitas organisasinya agar secara ekonomi, sosial, dankeuangan dapat berkelanjutan dalam mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis implikasi efisiensi kinerja OPZ, sehingga kehadiran dan program-program yangdimilikinya dapat berimplikasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Menggunakan metodepenelitian kombinasi. Perolehan tingkat efisiensi tersebut menunjukkan pencapaian efisiensi dalampengelolaan zakat berimplikasi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia, di mana perolehantingkat kemiskinan di Indonesia pada tahun 2012-2015 mengalami penurunan yang signifikan.Dengan demikian, adanya OPZ yang mengelola zakat secara efisiensi dapat menjadi salah satukontribusi dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui berbagai program baikpenghimpunan maupun penyalur secara berkelanjutan.
MODEL ISLAMISASI EKONOMI: STUDI KASUS SAREKAT DAGANG ISLAM Fajar Pramono
Ijtihad Vol. 11 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.037 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v11i2.2583

Abstract

Islamisasi pengetahuan merupakan isu yang tidak bisa dilewatkan begitusaja dan telah lamadiperbincangkan, termasuk di Indonesia. Banyak kalangan yang mencoba mengusung gagasan inidan banyak pula yang mengkritiknya, namun tidak banyak yang memahaminya secara konseptualdalam konteks pandangan hidup dan peradaban Islam. Islamisasi Indonesia dalam bidang ekonomimasih sangat sedikit. Berbeda dengan Islamisasi dalam bidang lain seperti pendidikan, pemurnianaqidah, da’wah parlemen, perbaikan fiqih ibdah dan lainnya. Islamisasi dalam bidang ekonomibaru sekedar riak-riak kecil yang belum begitu populer muncul ke permukaan. Itupun baru dalamtataran ekonomi makro seperti bermunculannya perbankan syari’ah, asuransi syari’ah dansejenisnya, padahal tentunya tidak hanya sebatas itu. Sementara itu, sebagianyang lainmenganggap bahwa perkembangan studi ekonomi Islam tidak lain hanyalah sebagai reaksi sesaatdalam merespon modernisme. Maka dalam kesempatan ini menarik dikaji model Islamisasiekonomi dalam kasus Sarekat Dagang Islam (1905). Metode yang digunakan dalam studi inidengan menggunakan metode eksploratif. Hasil studi diketahui bahwa kekuatan Sarekat DagangIslam (SDI) tidak hanya dalam kekuatan doktrin dan konsep, tetapi yang sama penting adalahkemampuan membaca kebutuhan dan problem yang dihadapi oleh ummat dalam ekonomi waktuitu. Jadi, keberadaan Sarekat Dagang Islam tidak hanya mampu menggerakkan ulama dan ilmuanserta para elit Jawa, tetapi juga mampu menggerakkan ummat dalam gerakan ekonomi.
SADD AL- DZARI’AT DAN APLIKASINYA PADA PERMASALAHAN FIQIH KONTEMPORER Hifdhotul Munawaroh
Ijtihad Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.185 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v12i1.2584

Abstract

Sadd al-dzari’ahmerupakan salah satu metode pengambilan keputusanhukum (istinbath al-hukum) dalam Islam. Setiap perbuatanmengandung dua sisi, pertama perantara yang mendorong untukberbuat sesuatu, dan kedua tujuan yang menjadi kesimpulan dariperbuatan itu, baik atau buruk.Perbuatan yang menjadi perantara danjalan kepada sesuatu itulah disebut Dzari’at. Adapun dzari’ahmengandung dua pengertian, yaitu yang dilarang, disebut sadd aldzari’ah,dan dan yang dituntut untuk dilaksanakan disebut fath aldzari’ah.Penelitian ini ingin membahas bagaimana aplikasi Sadd alDzari’ah pada permasalahan fiqh kontemporer, seperti cloning, operasiselapot dara, dan perkawinan beda agama.
الوكالة بالأجر فى خدمة بطاقة الائتمان المصرفية Iman Nur Hidayat
Ijtihad Vol. 12 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.928 KB) | DOI: 10.21111/ijtihad.v12i1.2585

Abstract

Di zaman modern yang serba canggih dan serba elektronik, peran kartumenjadi amat penting dalam setiap transaksi apapun, baik jual beliproduk, jasa, sewa menyewa, pemberian, dan lain sebagainya. Fungsinyasebagai alat bayar tidak terelakkan lagi menggantikan posisi uang tunai,sehingga fenomena transaksi saat ini beralih kepada kartu serbagunatersebut. Kartu kredit adalah salah satu diantara jenis kartu praktis yangtelah mendunia dan populer di kalangan pebisnis, bahkan belakanganmulai diminati oleh kelas menengah. Hal tersebut tidak lepas dariperan dunia perbankan (termasuk bank syariah) yang ikut sertamemasarkan produk pembayaran praktis kepada khalayak ramai lewatproduk jasa pembukaan pelanggan kartu kredit kepada paranasabahnya. Secara legalitas hukum Islam, perbankan syariahmemandang bahwa kartu kredit dibenarkan karena berasas kepadaakad wakalah bil-ajr atau akad kafalah. Untuk itu tulisan ini akanmengkaji lebih jauh tentang keberadaan akad wakalah bil-ajr padaproduk kartu kredit, agar keabsahannya secara syar’i akan menjaminkenyamanan bagi penggunanya.