cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Analisa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Analisa (ISSN 1410-4350, e-ISSN 2443-3853) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development Ministry of Religious Affairs Semarang Indonesia. It specializes in these three aspects; religious life, religious education, religious text and heritage. Analisa has been accredited by the Indonesian Institute of Science (SK Kepala LIPI Number 501/I/Akred/P2MI-LIPI/08/2012). Analisa has been published twice a year in Indonesian since 1996 and started from 2016 Analisa will be fully published in English as a preparation to be an international journal.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Agama, Konflik, dan Integrasi Sosial (Integrasi Sosial Pasca Konflik, Situbondo) Retnowati Retnowati
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 2 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v21i02.14

Abstract

AbstractThe research discusses the integration efforts after the riot in Situbondo, East Java. Situbondo community has initiated several conflic resolutions and integrations supported by Muslims andChristian leaders. The data on the role of religious community, in this case Islam and Christian  as well as the community in Situbondo in general, is gathered through observation, interview, and a survey. Secondary data is gathered through review of literure relevant to the research problems. Conflict, social integration, and reconciliation theories are used to explain and analyzeresearch problems based on the data gathered. The finding shows that integration in Situbondo community and reconsiliation effort carried out by religious communities (Islam, Christianand the whole community of Situbondo) was drawn from local wisdom in Situbondo. The local wisdom serves as social capital in manifesting integration in the community and harmonious relation among religious communities.Keywords: conflict, social integration, religious community AbstrakPenelitian ini menyangkut upaya integrasi pasca kerusuhan di  itubondo Jawa Timur. Masyarakat Situbondo telah melakukan upaya-upaya penyelesaian konflik dan integrasi yang didukung oleh umat dan pimpinan agama Islam dan Kristen. Untuk mendapatkan data tentangperan umat beragama dalam hal ini Islam dan Kristen serta masyarakat Situbondo dilakukan melalui metode wawancara, pengamatan yang didahului dengan obeservasi ringan sebelumdilakukan penelitian. Data sekunder dilakukan mengkaji pustaka dan dokumen yang relevan dengan masalah penelitian. Teori konflik, integrasi sosial dan rekonsiliasi digunakan untuk menjelaskan dan menganalisa masalah penelitian berdasarkan data-data yang telah diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dalam masyarakat Situbondo dan upaya rekonsiliasi telah dilakukan oleh masyarakat dan umat beragama di Situbodo. Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Situbondo menjadi modal sosial dalam mewujudkan integrasi dalam masyarakat sehingga pasca kerusuhan kehidupan masyarakat dan hubungan antarumat beragama di Situbondo yang mengalami keretakan dapat dipulihkan kembali.Kata kunci: konflik, integrasi sosial, umat beragama
Konsepsi Jumbuhing Kawula Gusti dalam Kepustakaan Islam Kejawen Samidi khalim
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 1 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v21i1.30

Abstract

AbstractThis article is a summary of the research literature on Primbon Atassadhur Adammakna  was written by Prince Tjakraningrat. The primbon generally contains knowledge of  prophecy or prognosis, but Primbon Atassadhur Adammakna contain about Sufism. It’s much used as a reference by the Islam Kejawen followers as a source of life. This research of Primbon Atassadhur Adammakna which uses method. This will be conducted by, describing the mystical teaching in the Primbon Atassadhur Adammakna, and then the contents are analyzedby using Sufism and Hermeneutics approaches. The study findsthat mystical teachings found in Primbon Atassadhur Adammakna, particularly the is concept of Jumbuhing Kawula Gusti or pantheism have similarities with Ibn Arabi’s thought (560-638 H) Wahdatul Wujud and also the teachings of Abu Mansur Hussain al Hallaj’s thought (858-922 M) Ḥulūl or Ana al Haq. The Concept of JumbuhingKawulaGustior phanteism is doctrine of Wihdat al Wujud that has been javanised. The spiritual ways to achieve Jumbuhing Kawula Gusti is by good performing, controlling the lust, and always doing Salat Daim.Keywords: Jumbuhing Kawula Gusti, The God, Man, and Primbon Atassadur Adammakna AbstrakArtikel ini merupakan ringkasan dari penelitian kepustakaan terhadap kitab Primbon Atassadhur Adammakna yang ditulis oleh Pangeran Tjakraningrat. Kitab primbon pada umumnya berisi ilmu petung atau ramalan, namun Kitab Primbon Atassadhur Adammakna justru mengajarkan ilmu tasawuf. Kitab tersebut banyak dijadikan rujukanoleh para penganut Islam Kejawen sebagai sumber ajaran hidup. Kajian terhadap Kitab Primbon Atassadhur Adammakna ini menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) secara deskriptif analitis. Kandungan atau isi kitab primbon yang berkaitandengan tasawuf dideskripsikan secara rinci, kemudian dianalisis dengan pendekatan tasawuf dan hermeneutika. Ajaran tasawuf yang terdapat dalam Kitab Primbon Atassadhur Adammakna adalah Konsep Jumbuhing Kawula Gusti. Konsep tersebut memiliki kesamaan dengan ajaran Ibnu Arabi (560-638 H) yang mengajarkan WahdatulWujud dan juga ajaran Husain Abu Mansur al Hallaj (858-922 M) seorang sufi asal Persia yang mengajarkan paham Ḥulūl atau yang popular dikenal dengan ajaran Ana al Haq. Ajaran Jumbuhing Kawula Gusti merupakan ajaran Wihdat al wujud (menyatunya manusia dengan Tuhan) yang sudah diolah secara kejawaan (Jawanisasi). Adapun laku spiritual untuk mencapai Jumbuhing Kawula Gusti adalah dengan mengerjakan budi luhur, mengendalikan hawa nafsu, dan senantiasa menjalankan Salat Daim.Kata kunci: Jumbuhing Kawula Gusti, Tuhan, Manusia, Primbon Atassadur Adammakna
Makna Salat dalam Suluk Saking Kitab Markun Karangan kyai Tumenggung Arungbinang Umi Masrifah
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 16, No 2 (2009): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v16i2.46

Abstract

Conduct to Markun book a Kyai Tumenggung Arungbinang essayexplaining the problem of prayers. Prayer is an act that begins withtakbiratul ikhram, ushalli intend to read, read the letter al-Fatikhah, bow,i’tidal, prostrate and tahiyat and ends with a greeting. Conduct of BookMarkun gives specifc meaning to the “members” in the prayer. TakbiratulIkhram (standing) meant as a reminder that everything comes from nothinginto existence. When lafad Allahu Akbar read is to strengthen your heart(those who perform their prayers) to Allah who has created the Great fromnothing into existence.Intention is the lust of the prayers, because if the intention was not dueto glorify God Almighty could make you disbelievers. The Spell of ushalliis not the intention, because the main intention is an intention where thereis no difference between the position and Kawulo Gusti. If God has loved aservant, then all requests will be granted.Surat al-Fatihah is a spirit of prayer, because the letter al-Fatihah is heartof Al-Quran and Al-Fatihah heart is in his heart of Bismillah and the heart ofBismillah is the letter Alif. Bow down to the bone prayer. Bow is not just bow,but humbles them before God Almighty that the actual bow. I’tidal a bodyprayer, while prayer tahiyyat be hand foot and will be praying. Tahiyyatreal meaning is not worship besides Him, have no desire other than to Him.Keywords: Prayer, Book of Conduct of Markun, Kyai TumenggungArungbinang.
Implementasi Manajemen Kurikulum pada Madrasah Diniyah Sirojut Tholibin Tamansari Pamekasan, Madura Yustiani S
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 16, No 1 (2009): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v16i1.62

Abstract

Madrasah Diniyah Sirojut Tholibin Pondok Pesantren Tamansari in performinglearning process refer to Religion Department’s curriculum and curriculum arrangedby this Pondok Pesantren. The Madrasah implemented curriculum managementcovering several procesess, namely planning, organizing, learning process, supervision,monitoring, and evaluation. In implmenting the curriculum, there are severalsupporting and obstracting factors. Supporting factors include teachers, silaturahmiforum, madrasah exercise laboratory, and muhafadoh team. And obstracting factorsare limited educational facilities.Key Words: Implementation, Management, Curriculum
Pengaruh Efikasi Diri, Iklim Kerja, dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Kepala Madrasah (Survey di Madrasah Ibtidaiyah Kota Bekasi) Farida Hanun
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 20, No 1 (2013): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v20i1.9

Abstract

abstrakHasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri, iklim kerja, dan motivasi berprestasi terhadap kinerja kepala madrasah. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah(MI) se Kota Bekasi dengan responden 45 kepala madrasah. Sampel menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: a) Efikasi diri berpengaruh langsung terhadap Iklim kerja, b) Efikasi diri berpengaruh langsung terhadap motivasi berprestasi, c) Iklimkerja berpengaruh langsung terhadap motivasi berprestasi, d) Efikasi diri berpengaruh langsung terhadap Kinerja kepala madrasah, e) Iklim kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja kepala madrasah, dan f) motivasi berprestasi berpengaruh langsung terhadap kinerja kepala madrasahKeywords: Efikasi Diri, Iklim kerja, Motivasi Berprestasi, dan Kinerja Kepala Madrasahabstract This study aimed to determine the effect of self-efficacy, work environment, and achievement motivation toward performance of head of madrasah. The research was conducted in the Islamic Elementary School (Madrasah Ibtidaiyah) in Bekasi with 45respondents (headmaster of madrasah). The methode was choosed by using random sampling techniques. The results showed: a) self-efficacy directly influence the work environment, b) selfefficacydirectly influence the achievement motivation, c) work environmentdirectly affects achievement motivation, d) self-efficacy directly influence the performance of headmaster of madrasah, e) Work environment influence directly to the performance of headmaster of madrasah, and f) achievement motivation directly affects the performance of headmasters of madrasah Keywords: Self-efficacy, Work Environment, Achievement Motivation, and Performance of Headmaster of Madrasah
Pandangan Kiai tentang Deradikalisasi Paham Islam Radikal di Kota Semarang Abu Rokhmad
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 1 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v21i1.25

Abstract

AbstractThe face of Islamic moderate in Indonesia changed since the decline of new era regime in 1998. Hardliner moslem communities grew in society. They didn’t embarrassed to use  violent ways, even terorism. Nowadays radicalism isthe most important problems faced bythe moslem society in Indonesia. The participation of kiai was badly needed to handle radicalism problems. This article studies the views of kiai about the roots of Islamic radicalsm and the strategies of kiai to deradicalize Islamic radicalism. The conclusion of this article were: first, the root of radicalism becaused of two factors: religius factor thatis literal understanding or misunderstanding of religious texts, and the political factor related to national and global issues. Second, there were two forms of deradicalization, related to the characteristics of the subject of radicalism: preventive deradicalization and curative deradicalization.Keywords: islamic radicalism, radicalism, deradicalization, kiai. AbstrakWajah Islam moderat di Indonesia kian berubah sejak rezim Orde Baru tumbang pada 1998. Kelompok-kelompok Muslim garis keras tumbuh subur di masyarakat. Mereka tidak segan berdakwah dengan cara kekerasan bahkan terorisme. Radikalisme menjadi masalah penting bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Keterlibatan kiaidalam menangani masalah radikalisme (deradikalisasi) sangat diharapkan. Artikel ini mengkaji dua hal. Pertama, bagaimana pandangan kiai tentang akar radikalisme Islam? dan Kedua, bagaimana strategi kiai dalam melakukan deradikalisasi pahamIslam radikal? Kesimpulan artikel ini adalah: Pertama, akar radikalisme disebabkan dua faktor besar, yaikni faktor pemahaman agama yang kurang tepat dan faktor politik yang berhubungan isu nasional dan global. Kedua,terdapat dua model deradikalisasi, tergantung sifat dari pelaku radikalisme: deradikalisasi pencegahan (preventive deradicalization), dan deradikalisasi penyembuhan (curative deradicalization).Kata kunci: Islam Radikal, Radikalisme, Deradikalisasi, Pesantren, Kiai.
Respons Santri Terhadap Kitab Risalah Al-Mahid Sebagai Pedoman Haid Santri Di Pondok Pesantren Manbail Futuh, Jenu, Tuban, Jawa Timur Umi Masrifah
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 17, No 2 (2010): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v17i2.41

Abstract

A book entitled Risalah al Mahid tells about women fiqh specifically dima’al-mar’ah. It is written by KH.Masruhan from Brumbung Demak CentralJava, in 1956, using Javanese language and Arabic script (pegon). Thisbook aims to teach women about dima’ al-mar’ah. Physically, female studentshaving menstruation, her womb is ready for reproduction. It is as sign forthem not to go to free social intercourse. This menstruation has affectedwomen to comply with ta’abudi aspects. Woman having menstruation isnot allowed reading Qur’an, prayer, I’tikaf, and others. These should beunderstood by female students. This research focuses on response of femalestudents at Pesantren Mambail Futuh Jenu Tuban East Java toward contentand learning process of a book Risalah al-Mahid. Result of the study describesthat their response is quite good. They say that this book can be guidance forstudents with beginning experience of menstruation. They also tell that itis important to study this book. This research recommends that this bookshould be taught at pesantren and other basic educations. Keywords: Respons Santri, Kitab Risalah al-Mahid, Pesantren ManbailFutuh
Akhlak Santri antara Teks dan Konteks Samidi khalim
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 16, No 1 (2009): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v16i1.57

Abstract

Moral books tought at Pondok Pesantren Sarang are one of foundations to maintainsalafi tradition and moral of the student at tradisional Muslim School (santri). Thisresearch tries to reveal Tanbihu al Muta’allim book contained moral or duties whichshould be fullfilled by the students in learning at Pondok Pesantren Al Anwar SarangRembang. Critical discourse analyzes is used in this research of Tanbihu al Muta’allimbook. Pondok Pesantren Al Anwar as a educational organization has vision to builda pesantren with their graduates who could understand and comprehend religiousscience, have faith in and godfearing of Allah SWT, are virtuous, have a good moral.Hence, lessons from the teachers or masyayikh coming from yellow book become theirguidance. Santri’s moral in communing with other students, ustadz (teacher) or kyai(religious leader) and also to the community could be understood from those resources,such as Tanbuhu al Muta’allim book.Key Words: Morals, Santri, Book ( Kitab )
Jaringan Sosial Gereja Kristen Jawi Wetan (Gkjw) Dengan Pondok Pesantren Di Malang Jawa Timur Retnowati Retnowati
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 20, No 1 (2013): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v20i1.4

Abstract

AbstrakHubungan Islam dan Kristen di Indonesia selalu menarik untuk dibahas karena penuh dengan dinamika dan konflik. Data secara langsung diperoleh dari Muslim (Pondok Pesantren) dan Kristen (Gereja Kristen Jawi Wetan) di Malang, Jawa Timur, dengan cara wawancaramendalam, pengamatan terlibat, dan didukung dengan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian iniadalah jaringan sosial. GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) dan Pondok Pesantren telah berhasil membangun hubungan dan jaringan yang kokoh untuk menjembatani hubungan antar-agama di Jawa Timur. Fakta menunjukkan bahwa sumber daya lokal memainkanperan utama dalam membangun hubungan yang memungkinkan antar-agama dan kerjasama berlangsung. Jaringan Muslim-Kristen yang didirikan oleh Pondok Pesantren dan GKJW di Jawa Timur menunjukkan meningkatnya kesadaran pentingnya membangunhubungan antara Muslim dan Kristen. Program SIKI (Studi Intensif Kristen dan Islam) telah mengawali belajar memahami agama-agama lain. Jaringan sosial ini adalah titik awal yang baik untuk memecahkan permasalahan dalam kehidupan antarumat beragama. SIKI telahmelakukan dialog kehidupan yang melibatkan Muslim dan Kristen secara langsung melalui kehadiran, persahabatan, dan pengalaman hidup bersama (live in). Di sinilah pentingnya kerjasama dan jaringan antar umat beragama dan atau institusi agama dilakukan dan terusdikembangkan.Kata kunci: Jaringan Sosial, Modal Sosial, Gereja, Pondok Pesantren AbstractThe relation of Moslems and Christians in Indonesia is always interesting to be discussed since it is riddled with dynamics and conflicts. The data are directly obtained from the Muslims (Moslem Boarding Schools) and Christians (East Java Christian Churches) in Malang, East Java, by using indepth interviews, participatory observation and are supported with bibliographical studies. Data analysis is carried out in the descriptive qualitative method. The theory used in this research is the social network. GKJW (East Java Christian Churches) and Pondok Pesantren (Moslem Boarding Schools) have succeeded in establishing realtions and nertworks resulting in the forces to bridge inter-religions relation in East Java. The fact shows that local resources play major roles in establishing relations thatallow inter-religion cooperation to take place. The Moslem-Christian network established by the Pondok Pesantren and the GKJW shows the growing awareness of the importance of establishing relations among Moslems and Christians. SIKI program (Intensive Study of Christians and Moslems) has started and learnt to understand other religions. This social network is a good starting point to solve the problems that had been the burden of inter-religions lives. SIKI has conducted the dialogue of life directly involving Moslems and Christians with the presence, fellowship, and live in activity . This is the importence of whyinter-religion and or religion institutions cooperation and network need to be carried out and maintained.Keywords: Social Network, Social Capital, Churches, Moslem Boarding Schools
Ulil Amri dan Kekuatan Produk Hukumnya Analiansyah Analiansyah
Analisa: Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 2 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18784/analisa.v21i02.20

Abstract

AbstractThis writing aims to explain the perspective of teungku dayah salafi about the concept of ulil amri and the attitude of Muslim society to any laws endorsed by the ulil amri. Data for this study isgathered through an in-depth interview with the tengkus of dayah salafi located in Aceh Besar. The result shows that the tengkus have different opinions about the concept of ulil amri. First, theulil amri is similar to the formal administrator along with other religious institutions. Second, ulil amri is the government institution that only performs religious duties. Third, ulil amri is the ulama who is appointed as the head of state. Furthermore, majority of the tengkus believe thatthe regulations endorsed by the ulil amri were not obligated to conform otherwise mentioned in the Qur’an. Meanwhile, some of them insist that the ulil amri must be obeyed as it is mentioned inthe Qur’an along with all regulations.Keywords: ulil amri, law, teungku dayah AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif teungku dayah salafi tentang konsep ulil amri dan sikap kaum muslimin terhadap berbagai peraturan perundang-undangan yang dihasilkannya. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam denganbeberapa teungku dayah salafi di Aceh Besar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka memiliki pendapat yang berbeda tentang konsep ulil amri. Pertama, ulil amri merupakan pemerintah yang sah bersama dengan lembaga-lembaga keagamaan yang ada di bawahnya. Kedua: lembaga pemerintah yang menangani bidang keagamaan saja. Ketiga, ulama yang diangkat sebagai kepala Negara. Selanjutnya, mayoritas teungku dayah menilai bahwa regulasiyang dihasilkan ulil amri tidak wajib untuk dikuti, kecuali yang disebutkan di dalam Al-Quran. Sementara itu, sebagian mereka berpendapat bahwa ulil amri wajib dipatuhi bersama denganregulasi yang dihasilkannya karena disebutkan di dalam Al-Quran.Kata kunci: ulil amri, produk hukum, dan teungku dayah

Page 3 of 28 | Total Record : 278


Filter by Year

2007 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2022): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 6, No 02 (2021): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 6, No 01 (2021): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 5, No 02 (2020): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 5, No 01 (2020): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 4, No 02 (2019): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 4, No 01 (2019): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 3, No 02 (2018): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 3, No 1 (2018): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 2, No 01 (2017): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 2, No 2 (2017): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 2 (2016): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 1, No 1 (2016): Analisa : Journal of Social Science and Religion Vol 22, No 2 (2015): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 22, No 1 (2015): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 2 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 21, No 1 (2014): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 20, No 2 (2013): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 20, No 1 (2013): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 19, No 2 (2012): Analisa Volume 19, No.02 Juli-Desember 2012 Vol 19, No 1 (2012): Analisa Volume 19, No.01 Januari-Juni 2012 Vol 18, No 2 (2011): Analisa Volume XVIII No 02 Juli Desember 2011 Vol 18, No 1 (2011): Analisa Volume XVIII No 01 Januari Juni 2011 Vol 17, No 2 (2010): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 17, No 1 (2010): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 16, No 2 (2009): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 16, No 1 (2009): Analisa Journal of Social Science and Religion Vol 15, No 02 (2008): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan Vol 15, No 01 (2008): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan Vol 12, No 1 (2007): Analisa : Jurnal Pengkajian Masalah Sosial Keagamaan More Issue