cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2016" : 173 Documents clear
PENGARUH DERAU (NOISE) PADA PEMAMPATAN INTRA-FRAME URUTAN CITRA GERAK TARI HEGONG MENGGUNAKAN ALIHRAGAM GELOMBANG SINGKAT Febriyanti Alwisye Wara; Alb Joko Santoso; B. Yudi Dwiandiyanta
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi pemampatan data berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan teknologi pemampatan, maka penyebaran data menjadi lebih cepat hal ini disebabkan ukuran data yang lebih kecil dari ukuran aslinya sehingga mempermudah proses pengiriman data atau dapat mengurangi kebutuhan terhadap kapasitas media penyimpanan. Jenis data yang dimampatkan pada penelitian ini adalah urutan data citra bergerak. Hegong merupakan salah satu jenis tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Sikka, NTT. Tarian ini dimainkan pada acara penyambutan tamu, para penarinya terdiri dari pria dan wanita, gerakan tariannya pun beragam. Dalam hubunganya dengan citra, pengambilan objek pada tarian hegong ini dapat mengurutkan citranya. Kemudian dari urutan citra tersebut akan dimampatkan melalui pemampatan intra-frame menggunakan Alihragam gelombang-singkat (wavelet). Pada penelitian ini akan membandingkan fungsi gelombang-singkat dari keluarga Daubechies, Coiflet, Symlet, untuk mendapatkan persentase Rasio pemampatan dan nilai PSNR dengan memberikan Derau(noise) pada citranya. Dari hasil perbandingan tersebut maka akan diketahui fungsi gelombang-singkat dari keluarga Daubechies, Coiflet, Symlet, yang memiliki nilai Rasio pemampatan dan nilai PNSR yang terbesar dengan pengaruh Derau(noise). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada pemamptan intra-frame urutan citra gerak tari Hegong maka didapatkan bahwa keluarga keluarga coiflet 5 mempunyai nilai PSNR yang tertinggi namun rasio kompresinya rendah. Rasio Kompresi yang tertinggi adalah kelurga Haar , namun nilai PSNRnya rendah. Kata kunci : Pemampatan inter-frame, Hegong, Alihragam gelombang singkat, PSNR, Rasio Kompresi, Derau (Noise)
STUDI KEBUTUHAN DAN SUPLAI GAS KABUPATEN SUBANG UNTUK TRANSPORTASI DENGAN TEKNOLOGI LCNG Haryadi Wibowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan  industri dan  ekonomi yang semakin tinggi pada wilayah Jawa Barat menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan bahan bakar minyak. Oleh karena itu, Program konversi bahan bakar  minyak menjadi bahan bakar gas  pada sektor  transportasi diperlukan untuk mengantisipasi kebutuhan bahan bakar minyak yang semakin tinggi. Salah satu emerging area  yang berpotensi memiliki permintaan bahan bakar minyak yang cukup  signifikan adalah area Subang. Hal tersebut  dilatar belakangi oleh penetapan Pelabuhan Patimban sebagai area pelabuhan internasional pendamping  Pelabuhan  existing  Tanjung Priuk. Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2016 tentang Penetapan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, sebagai Proyek  Strategis Nasional yang ditandatangani  pada 25 Mei 2016.  Estimasi awal  perhitungan penggunaan bahan bakar gas  dapat dilihat dari total jumlah kendaraan  wajib uji  pada tahun 2013 sebesar 8,882 unit. Diestimasi kebutuhan bahan bakar gas pada tahun 2019 untuk wilayah Subang dengan nilai konversi kendaraan yang beralih dari bahan bakar fosil sebesar 5% adalah sebesar 147,839  Lsp per hari atau sekitar  5.08  MMSCFD.  Dengan kuantitas kebutuhan permintaan gas tersebut, maka untuk area Bekasi dan Karawang dapat disuplai kebutuhan selama 611 hari oleh FSO (Floating Storage & Regasification Unit) berkapasitas 147,500 M3 oleh sumber gas yang berasal dari Bontang.   Kata kunci : Bahan bakar gas, LCNG, Kendaraan bermotor
PENGARUH VARIASI UKURAN DIAMETER NOZZLE TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI KINCIR AIR SUDU DATAR Hangga Putra Prabawa; Dan Mugisidi; Mohammad Yusuf D; Oktarina Heriyani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah sebuah percobaan atau eksperimen yang dilakukan untuk mengetahui daya dan efisiensi sebuah kincir air sudu datar yang dirancang dengan printer 3D. Daya dan efisiensi kincir akan dibandingkan dengan daya dan efisiensi dari penggeraknya, yaitu air. Hal ini untuk mendapatkan alasan jika daya dan efisiensi kincir yang dihasilkan tidak maksimal. Kemudian, diuji dengan mengukur putaran dan arus listrik yang mampu dihasilkannya dari sebuah alternator yang dipasang sejajar dengan poros kincir tersebut. Hasilnya, efisiensi maksimal terletak pada nozzle 8mm karena memiliki persentase efisiensi tertinggi, yaitu 10,9%, dan memiliki persentase energi yang hilang relatif kecil, yaitu 56% dari total energi yang dihasilkan.Kata Kunci: kincir air, sudu, datar, daya, efisiensi.
PENENTUAN CRITICAL CONTROL POINT (CCP ) DAN PEMANTAUAN (MONITORING) PADA SISTEM MANAJEMEN HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (Studi Kasus Industri Makanan PT X) Wawan Kurniawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem manajemen       Hazard Analysis Critical Control Point adalah sistem jaminan keamanan pangan   internasional   yang   didasarkan   pada   tindakan   pencegahan.     Tahapan   penting   dari   sistem   ini adalah   penetuanCritical   Control   Point   dan   Sistem   Pemantauan   (Monitoring).     Dengan   mengetahui  CCP dapat sedini mungkin mengatasi masalah yang akan merugikan industri dan pada akhirnya juga mengatasi kerugian pada konsumen. Sedangkan pemanatauan ( monitoring)  mencakup apa yang harus diuji,   metode   pengujian,   tempat   pengujian,   waktu   pengujian   dan   hasil   pengujian.   Metode   untuk menentukan   CCP   dan   pemantauan   berdasarkan   Codex   Alimentarius   Commission   GL/32. Contoh kasus  untuk penentuan CCP dan motoring pada makalah  ini di PT. X, perusahaan  yang  bergerak di bidang   industri   makanan   (margarine).   dengan   bahan   baku   utamanya   yaitu   Crude   Palm   Oil   (CPO). Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh 4 (empat) Crtical Control Point (CCP) yaitu : 1).Proses menyaring      minyak    dengan    menggunakan      filter  bag  berukuran    5  micron,    2).  penimbangan     air, ingredients   dan   garam,   3).   Proses   menyaring   minyak   dengan   menggunakan   wiremes   100   mesh,   4). Tub/kaleng filling atau pengisian kaleng/bak plastik.  CCP tersebut ditindaklanjuti dengan menetapkan batas  kritis  pada  tahapan  proses  yang  termasuk  CCP. Setiap   CCP   ini   memiliki   prosedur   pemantuan (monitoring) yang berbeda Kata kunci: Critical Control Point (CCP), Pemantauan (Monitoring), Sistem Hazard Analysis Critical  Control Point, Industri
PEMANFAATAN LIMBAH IKAN SEBAGAI SUMBER ALTERNATIF PRODUKSI GELATIN DAN PEPTIDA BIOAKTIF: REVIEW Yoni Atma
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan polipeptida yang telah diaplikasikan secara luas pada berbagai jenis industri pangan, farmasi, kosmetik dan fotografi. Gelatin juga dapat dihidrolisis menjadi derivat-derivat peptida bioaktif yang berpotensi mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit. Namun, gelatin komersial yang berasal dari kulit babi, kulit sapi dan tulang sapi tidak diterima oleh beberapa agama. Sehingga pencarian sumber alternatif untuk produksi gelatin terus dikembangkan 10 tahun belakang ini. Limbah ikan merupakan sumber produksi gelatin yang paling potensial. Oleh karena itu paper ini menyajikan perkembangan pemanfaatan limbah ikan untuk produksi gelatin dan peptida bioktif. Metode pendekatan yang dilakukan yakni dengan studi literature dan review jurnal. Hasil studi menunjukkan bahwa kulit, tulang, kepala, sirip dan sisik ikan bisa digunakan untuk produksi gelatin. Kulit dan tulang ikan merupakan limbah yang paling banyak digunakan untuk produksi gelatin Sebesar 30% dari bagian ikan adalah kulit dan tulang.  Ikan yang dimanfaatkan kulit dan tulangnya terdiri dari ikan perairan  dingin dan ikan perairan hangat. Gelatin dari kulit dan tulang ikan juga dianalisa kemampuannya sebagai peptida bioaktif, baik tanpa dan dengan hidrolisis terlebih dahulu. Kemampuan peptida bioaktif ini telah terbukti dapat digunakan sebagai antioksidan, antihipertensi, treatment diabetes tipe 2, dan antimikroba.    Kata kunci: gelatin, limbah ikan, peptida bioaktif
ANALISIS PERBAIKAN POSTUR KERJA OPERATOR PADA PROSES PEMBUATAN PIPA UNTUK MENGURANGI MUSCULOSKELETAL DISORDERS DENGAN MENGGUNAKAN METODE RULA Mirsa Diah Novianti; Sultan Tanjung
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk menganalisis  postur  kerja yang bersifat  statis  dan  repetitive untuk mengurangi  risiko musculoskeletal disorders  operator  pada proses pembuatan  pipa. Dalam penelitian  ini, metode yang digunakan  untuk  menganalisis  sikap  dan  posisi  kerja  adalah  metode Rapid  Upper Limb Assessment (RULA). Metode RULA digunakan  untuk  mengestimasi  terjadinya gangguan musculoskeletal, sedangkan untuk analisis  keluhan  subjektif digunakan  kuesioner Nordic Body Map (NBM). Berdasarkan pengamatan menggunakan kuesioner NBM ditemukan bahwa pekerja mengeluhkan agak sakit sebanyak 80% pada bahu kanan dan 60% pada siku kanan. Selain itu, 50% pekerja  mengeluhkan rasa sakit  pada  punggung  dan 40% pada  pinggang, serta 10% dari  para pekerja mengeluhkan rasa sakit  sekali  pada  siku  kiri  dan  kanan. Hasil  penelitian  ini menunjukkan bahwa dari tujuh kegiatan yang diteliti terdapat lima kegiatan yang memiliki level risiko rendah (low) dan dua  kegiatan yang memiliki level risiko medium. Penelitian mengusulkan  perbaikan  pada  dua postur  tersebut  dengan  prioritas  pada  postur proses Dimensional & Visual Inspection dan End Shearing.  Kata kunci: Musculoskeletal Disorders, Nordic Body Map (NBM), Posturkerja, Rapid Upper Limb Assessment (RULA)
PENINGKATAN AKURASI ESTIMASI JARAK RSSI DENGAN MODEL LOG NORMAL MENGGUNAKAN METODE KALMAN FILTER PADA BLUETOOOTH LOW ENERGY Willy Willy Dharmawan; Andi Kurnianto; Abhimata Ar-Rasyiid
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BLE (Bluetooth Low Energy), teknologi wireless terbaru untuk jarak pendek, memiliki potensi yang   sangat   besar   untuk   memungkinkan   coverage   dari   sistem  Localization       dan   juga   cocok   untuk teknologi IoT (Internet of Things). Hubungan antara nilai RSSI (Received Signal Strength Indication)  dan  jarak  merupakan  fondasi   dan  kunci   dari  sistem Localization. Model   log  normal,   sebagai   model propagasi sinyal yang lebih umum untuk kondisi di dalam ruangan, dapat mendeskripsikan hubungan  antara   nilai   RSSI dengan jarak.   Meskipun  begitu,   oleh   karena   sifat   alami   dari   sinyal  wireless,   nilai RSSI  sangat   dipengaruhi   oleh kondisi   lingkungan,   sehingga,   pada  umumnya nilai   tersebut  memiliki  level   noise   yang   cukup   tinggi   yang   mengakibatkan   tidak   akuratnya   estimasi   jarak.   Maka   dari   itu, Kalman Filter diperlukan untuk menstabilkan sinyal RSSI. Pada paper ini, kami melakukan uji coba pengukuran   di     dalam    ruangan   tertutup,  yang   merupakan      tempat   umumnya      BLE    dipasang.   Kami mengaplikasikan model Log Normal untuk mengestimasi jarak dan Kalman Filter untuk menstabilkan  sinyal. Secara keseluruhan, kami memperoleh Mean Absolute Error dari estimasi jarak RSSI di dalam ruangan tertutup kurang dari 0.6 meter dengan kondisi jarak optimum                1-5 meter. Hal ini menunjukan perbaikan yang cukup besar dibandingkan dengan estimasi jarak pada RSSI yang belum di filter. Kata kunci: bluetooth low energy, rssi, Kalmanfilter , log normal
PENGGUNAAN ALGORITMA NEURAL NETWORKS GUNA MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN KOMUNIKASI PORTAL BERITA ONLINE Nurvelly Rosanti; Hendra Hendra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat modern tidak hanya membutuhkan suatu pemberitaan yang aktual, akurat, dan menarik saja akan tetapi juga kecepatan pemberitaan. Media massa yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut adalah media online, dan masyarakat menyadari betapa pentingnya portal berita online (news portal) di internet. Situs berita online menjadi lebih digemari oleh masyarakat dibandingkan media mainstream karena informasinya benar-benar baru dan up to date. Portal berita online selalu mengutamakan kecepatan dalam penyampaian berita, sehingga mereka berlomba untuk menjadi yang paling cepat mengabarkan. Akan tetapi, pemenuhan terhadap kebutuhan khalayak akan kecepatan pemberitaan justru tidak memberikan informasi yang baik. Kurangnya kredibilitas pemberitaan oleh media online sudah beredar cukup lama karena kurangnya ketelitian jurnalis dalam  melakukan melaporkan berita, sehingga bagaimana menentukan kredibilitas pemberitaan pada portal berita online detik.com. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan hubungan sebab akibat (kausalitas) dan variable-variabel yang akan diteliti. Hasil yang diperoleh pada penelitian mendeskripsikan kredibilitas berita pada situs dan melakukan pemodelan berkualitas tinggi dalam keadaan ”noisy” dan data masih setengah matang, menentukan model  yang dapat dipahami oleh pengguna dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan serta menentukan model agar mendapatkan pengetahuan (aturan memasukkan dan ekstraksi) untuk memperbaiki kualitas pemodelan.    Kata kunci: Neural Network, Portal, Keputusan, Komunikasi
PENGISIAN DATA HUJAN YANG HILANG DENGAN METODE ARIMA Purwanto Purwanto; Setiono Setiono; Roro Rintis Hadiani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan merupakan kejadian alam yang umum terjadi diwilayah Indonesia, terutama pada saat musim penghujan. Kelengkapan data hujan merupakan salah satu bagian terpenting dalam kaitannya perencanaan manajemen keairan, menajemen sumber daya air, maupun perencanaan pembangunan, terlebih lagi untuk perencanaan bangunan air. Namun tidak jarang terjadi ketidaklengkapan data pada periode perekaman pada stasiun hujan yang ada di suatu wilayah. Maka dari itu, model hidologi untuk mengisi data hujan yang hilang diperlukan. Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Dengkeng yang terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Proses simulasi model diawali dengan mengeliminasi data dengan metode sampling, kemudian melakukan perhitungan dengan model untuk mendapatkan data hujan kembali dengan metode ARIMA (Autoregresive Integrated Moving Average) dan metode Reciprocal. Parameter untuk menilai model adalah dengan melihat Q80 hasil perhitungan berbagai jenis data. Hasil penelitian menunjukkan korelasi data hujan observasi dengan data hujan simulasi metode Rerata menunjukkan nilai yang tertinggi pada kedua stasiun, yaitu sebesar 0,79 dan 0,94. Berdasarkan perhitungan Q80 diketahui bahwa metode Reciprocal merupakan metode yang paling sesuai untuk mengisi data hujan. Karena, hasil perhitungan Q80 dengan data simulasi Reciprocal mendekati hasil perhitungan Q80 dengan data observasi.Kata Kunci : ARIMA, Debit Andalan, Metode Reciprocal
PEMANFAATAN RUANG TERBATAS SEKITAR RUMAH DI PERMUKIMAN PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN LANSKAP PRODUKTIF Siti Nurul Rofiqo Irwan; Ahmad Sarwadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan dikenal dengan masalah keterbatasan ruang.  Jumlah penduduk yang tinggi tidak pernah lepas dari kebutuhan perumahan di kota. Tingkat kepadatan rumah dalam suatu permukiman diikuti dengan keterbatasan ruang  sekitar rumah  yang dimanfaatkan dan diberdayakan  untuk pekarangan. Keberadaan pemilik rumah juga akan menentukan bentuk pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari aksi wujud lingkungan binaan di permukiman perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui  aksi  masyarakat dalam  memanfaatkan pekarangan sempit  di permukiman perkotaan. Metode penelitian menggunakan metode survei  dengan  sampel secara sensus di  satu klaster (RT) permukiman  padat  Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40  penghuni di RT  24, umumnya (97,5%) masyarakat memiliki waktu terbatas, sekitar 1-2 jam per hari,  untuk  mengelola pekarangan, baik untuk merencana, menanam, dan memelihara. Hal ini disebabkan umumnya penghuni memiliki pekerjaan  tetap setiap hari dari pagi sampai sore/malam.  Jenis tanaman yang ada bervariasi diantaranya pohon buah seperti nangka, mangga, asem), tanaman rempah dan obat (jahe, laos, sirih), sayuran (sawi, cabe, bayam) dan tanaman hias (aglonema, anthurium, mawar). Sekitar 30,79%  kondisi tanaman tumbuh tidak optimal (layu dan bercak kuning), hal  ini karena kurang cahaya, dan  jenis yang ditanam umumnya memerlukan cahaya dan pemeliharaan intensif. Ruang sempit dalam permukiman padat menyebabkan tangkapan cahaya untuk pekarangan sangat terbatas, sehingga diperlukan perencanaan pemilihan tanaman yang tahan naungan dan tanaman yang memerlukan pemeliharaan minimal. Alternatif pengembangan pekarangan produktif  dengan  “tanaman hortikultura dalam pot (tahorlampot)” perlu dipertimbangkan  dengan modifikasi desain yang  memudahkan pemeliharan dan  tangkapan cahaya optimal.   Kata kunci:  Lanskap Perkotaan, Pekarangan Produktif, Permukiman Perkotaan,  Tahorlampot,  Yogyakarta