cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
Search results for , issue "PROSIDING SEMNASTEK 2016" : 173 Documents clear
PENGOLAHAN NIKEL LATERIT SECARA PIROMETALURGI: KINI DAN PENELITIAN KEDEPAN Iwan Setiawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadangan nikel saat ini 70% adalah jenis laterit dan sisanya sulfida, dan dengan penurunan cadangan sumber nikel sulfida maka praktis pengembangan diarahkan ke pemanfaatan nikel laterite sebagai sumber nikel. Terdapat tiga pilihan proses pirometalurgi nikel laterite komersial saat ini yaitu pengolahan menjadi feronikel jenis shot/ingot dan feronikel luppen, pengolahan nikel matte dan pengolahan menjadi nickel pig iron (NPI).Produksi ferronikel dari bijih laterit secara pirometalurgi memerlukan energi lebih tinggi dibanding hidrometalurgi, karena pada prakteknya bijih laterit atau bijih pra-reduksi langsung dilebur untuk menghasilkan sejumlah kecil produk feronikel dan sejumlah besar slag. Untuk bijih laterit kandungan nikel minimum yang menguntungkan untuk diolah secara pirometalurgi adalah 1,8%, padahal lebih dari 50% cadangan nikel laterit mempunyai kandungan < 1,45%. Pertimbangan utama dalam pirometalurgi adalah kebutuhan energi dan kualitas bijih. Dari tiga proses utama pengolahan nikel secara pirometalurgi, proses yang mempunyai efisiensi energi paling tinggi yaitu direct reduction dalam proses luppen. Permasalahan pada pembuatan feronikel luppen penggunaan antrasit, kontrol moisture yang harus sensitif dan sangat tergantung asal bahan baku diperoleh. Permasalahan pada proses NPI yaitu dari harga produknya sendiri yang sangat sensitif, sedangkan pada pembuatan nikel-matte dan feronikel shot/ingot mempunyai masalah utama dalam tingginya kebutuhan energi.Dengan permasalahan tersebut diatas tantangan penelitian kedepan dalam bidang pengolahan pirometalurgi nikel yaitu peningkatan kadar nikel dalam bijih awal, untuk memenuhi aspek ekonomi, penurunan temperatur reduksi tetapi pemisahan produk masih bisa dilakukan, substitusi reduktor dengan low-grade coal, peningkatan efisiensi electric furnace pada proses NPI.Kata kunci: laterit, pirometalurgi, feronikel, reduksi, energi
TINJAUAN MATERIAL LOKAL QUARRY INENGO SEBAGAI BAHAN LAPIS PONDASI ATAS MENURUT SPESIFIKASI BINA MARGA 2010 REVISI 3 Fadly Achmad
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Gorontalo memiliki beberapa sumber material yang digunakan sebagai bahantimbunan maupun bahan lapis pondasi jalan raya. Material-material ini setiap tahunnya dieksploitasisecara besar-besaran guna memenuhi kebutuhan infrastruktur khususnya jalan raya. Kebutuhan yangbegitu besar akan menyebabkan deposit material di Provinsi Gorontalo semakin berkurang. Jika tidakada upaya mencari sumber-sumber material alternatif, dikhawatirkan kedepan daerah ini harusmendatangkan material-material tersebut dari daerah lain yang tentunya membutuhkan biaya yangrelatif tinggi. Selama ini pengambilan material yang dilakukan hanya terfokus pada SungaiPilolalenga, Alopohu, Molintogupo, Botumoito, Randangan, Bumela dan Sungai Bone. Sementarabanyak lokasi-lokasi lainnya yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai sumber alternatif materialjalan raya.Penelitian ini menggunakan material lokal berupa batu pecah dari Desa Inengo KabupatenBone Bolango Provinsi Gorontalo sebagai bahan lapis pondasi atas. Metode yang digunakan dalampenelitian adalah metode eksperimen. Pengujian meliputi uji kadar air, gradasi, batas-batas Atterberg,abrasi, pemadatan, dan CBR.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai abrasi = 25,54%, bidang pecah 81,94%, LL = 13%, PI =5,13%, CBR soaked = 95% sementara γd maks = 2,25 gr/cm3 dan wopt = 5,90%.Kata kunci: Quarry Inengo, Lapis Pondasi Atas, Spesifikasi Umum 2010 revisi 3
IMPLEMENTASI SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) UNTUK PENENTUAN PENGADAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN TAS DI CV. BANUA Nelfiyanti Nelfiyanti; Nurvelly Rosanti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Banua merupakan industri yang bergerak dibidang manufaktur, yaitu memproduksiberbagai model tas wanita. Tas yang diproduksi oleh CV Banua ada yang merupakan pesanan daripelanggan dan ada juga yang dijual di pasar grosir Senen Jaya. CV Banua telah memiliki pelanggan dari berbagai propinsi di Indonesia. Pemesanan tas dapat dilakukan via telepon atau datang langsung ke pusat grosir milik CV Banua berdasarkan katalog yang sudah disediakan. Pemesanan yang banyaktentu membutuhkan bahan baku yang banyak, hal ini berdampak pada kebutuhan ruang gudang yang besar.  Permasalahan yang dihadapi CV Banua adalah keterbatasan ruang  gudang sehingga penumpukan dan peletakan material (bahan baku) yang digunakan sebagai bahan utama dan asesoris-asesoris yang digunakan sebagai hiasan yang dipakai untuk pemanis tas, diletakkan di ruang produksi atau ruang bukan gudang, sehingga mengganggu  dalam proses produksi. Pemesanan bahan baku dilakukan tanpa melihat kebutuhan produksi sehingga ada bahan baku yang pemakaiannya sedikit tapi dipesan banyak sehingga hal ini juga membutuhkan ruang penyimpanan.  Penggunaan metode Simple Additive Weighting  (SAW) dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu pemesanan barang hanya sesuai dengan kebutuhan produksi hal ini dapat dilihat dari nilai yang diberikan dari masing- masing order yang diterima disesuaikan dengan kapasitas ruang penyimpanan bahan baku produksi.  Kata Kunci : Bahan Baku tas, SAW, Matriks
KAJIAN ASPEK TEKNIS PADA PERATURAN PENGELOLAAN KUALITAS AIR (Study Kasus Sungai Cisadane Kota Tangerang) Wilter Sariyanto Simanjuntak; Idi Namara; Nurul Chayati; Fadhila Muhammad
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai prioritas dari 15 sungai di indonesia. Disepanjang daerah aliran sungai ini terdapat berbagai kegiatan seperti kegiatan industri, kegiatanperkantoran, kegiatan pertokoan dan kegiatan perumahan. Berbagai kegiatan ini menyebabkan SungaiCisadane tidak hanya menampung curah hujan tetapi juga menampung limbah dari berbagai kegiatantersebut. Masuknya beban limbah dari berbagai kegiatan tersebut tidak didukung oleh kemampuandaya tampung sungai yang memadai sehingga terjadilah pencemaran. Hal ini dapat dilihat dari hasilpemantauan kualitas air Sungai Cisadane yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup Kota Tangerangyang menunjukkan angka-angka konsentrasi pencemar relatif tinggiPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas air sungai Cisadane di Kota Tangerang ProvinsiBanten. Walau pun Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah telah mengeluarkan aturan – aturan dankebijakan terkait pengelolaan sungai dan pengendalian pencemaraan air sungai, tingkat efektifitasdalam implementasi kebijakan masih dirasa rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknispengelolaan kualitas sungai, efektifitas dalam implementasi peraturan, kendala yang dihadapipemerintah, dan keberlanjutan peraturan tersebut.Metode analisis data yang dipergunakan adalah analisis data yang bersifat kualitatif. Data Sekunder diambil dari Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, Peraturan daerah Provinsi Banten No. 10 tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan, dan Peraturan Daerah Kota Tangerang No 2 tahun 2013 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendaliaan Pencemaran Air. Penelitian ini diharapkanmampu memberikan informasi dan rekomendasi bagi semua pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan kualitas air Sungai Cisadane.Kata kunci: Aspek Teknis Peraturan, Peraturan Pengelolaan Kualitas Air, Kualitas Air Sungai
PENGARUH VARIASI REDUKSI TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA LATERIT MELALUI PENGEROLAN PANAS Muhammad Yunan Hasbi; Daniel Panghihutan Malau; Bintang Adjiantoro
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan baja berbasis laterit saat ini tengah menjadi perbincangan oleh berbagai lembaga penelitian dan industri atas potensinya untuk menjadi baja nasional. Namun belum banyak penelitian yang secara khusus membahas potensi baja laterit secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan sebagai langkah untuk mengetahui beberapa aspek yang dimiliki oleh baja laterit melalui proses pengerolan panas termasuk potensinya. Dengan variasi persen reduksi pada proses pengerolan panas diperoleh nilai kekerasan serta struktur mikro yang berubah dibanding baja as-cast. Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai kekerasan tertinggi baja laterit diperoleh pada rentang reduksi 31%-35% yaitu mencapai 299,3 HB atau meningkat sebesar 47,7% serta menghasilkan fasa ferit dengan butir halus. Komposisi kimia baja laterit berpeluang untuk menjadi baja HSLA dengan mengkhususkan paduan Ni untuk memperoleh sifat mekanik yang spesifik. Sedangkan kekerasan yang dimiliki baja laterit mempunyai nilai yang mendekati dengan standar AISI 416.Kata kunci : Baja Laterit, Pengerolan Panas, Kekerasan, Struktur Mikro, Rekristalisasi
PENYETELAN ALAT BANTU MENDENGAR 3 CHANNEL DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MICROPHONE – HEARING AID PADA HANDPHONE BERBASIS ANDROID Agus Sutisna; Saeful Bahri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Badan Pusat   Statistik  (BPS) tahun 2014, saat ini pengguna alat bantu mendengar usia produktif 15 – 64 tahun mencapai 4.500 orang. Dengan tingkat mobilitas yang tinggi pada   usia   tersebut   baik   pada   pengguna   laki –  laki   maupun perempuan,  maka   penyetelan   alat   bantu mendengarnya   haruslah   efisien   dan   efektif   tanpa   harus   datang   ke  hearing   center  untuk   melakukan penyetelan alat bantu mendengarnya. Tetapi Dengan berkembangnya alat bantu mendengar digital – programmable  yang  artinya  pemrosesan  suara  sudah  digital  dengan  menggunakan software  tertentu maka pengguna alat bantu mendengar tidak bisa melakukan penyetelan sendiri.           Sebagai solusi permasalahan di atas, pada penelitian ini dirancang alat bantu mendengar yang  dapat  disettel  tingkat   frekuensi   dan   intensitas  oleh   penggunanya   secara   langsung.   Alat   ini   dibuat  dengan  mengkombinasikan   antara  alat   bantu   mendengar   yang  diintegrasikan Bluetooth  di   dalamnya  dengan aplikasi microphone – hearing aid di handphone android.           Pengujian     alat dilakukan     dengan    membandingkan       antara   hasil perhitungan     menggunkan rumus gain / penguatan dengan hasil pengukuran pada alat bantu mendengar. Pada proses pengukuran, pengujian     alat  di  lakukan    dengan    memberikan      jarak  penyetelan     0.5   meter  .   Dari pengukuran  didapatkan hasil untuk pengguna dengan jenis kelamin laki –  laki usia 27 tahun dan jenis gangguan pendengaran rata – rata 55 dB HL (Hearing Level)             memiliki rata – rata persentasi kesalahan 0.856%.  Sedangkan      untuk   pengguna    dengan    jenis  kelamin    perempuan     usia  40  tahun   dan   jenis  gangguan pendengaran rata – rata 55 dB HL (Hearing Level)             memiliki rata – rata persentasi kesalahan 1.038%.  Serta untuk pengguna laki – laki usia 30 tahun dengan jenis gangguan pendengaran rata – rata 70 dB HL (Hearing Level) memiliki rata –  rata persentasi kesalahan 2.223%. Adapun faktor –  faktor yang mempengaruhi   persentasi   kesalahan   di   atas   adalah   jarak   antara   aplikasi   di  handphone  dengan   alat bantu mendengarnya serta kebisingan tempat penyetelan alat bantu mendengar. Kata   kunci  : alat   bantu  mendengar, software,   digital  – programmable,   wireless  Bluetooth ,   aplikasi microphone – hearing aid
RANCANG BANGUN MOBILE ROBOT PENGIKUT MANUSIA BERDASARKAN WARNA MENGGUNAKAN METODE TEMPLATE MATCHING BERBASIS MINI PC Rendy Dartha Nugraha; Firdaus Firdaus; Derisma Derisma
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi di bidang robotika telah banyak dimanfaatkan oleh kalangan industri di dunia kerja dalam  rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas berbagai aktivitas kerja manusia. Sebuah mobile robot dibuat agar dapat mengikuti pergerakan objek berupa manusia berdasarkan warna menggunakan webcam. Mobile robot yang dibuat dapat melakukan proses pengolahan citra dari warna objek yang ditangkap oleh webcam, sehingga dapat mengenali warna objek yang diikuti. Proses pengolahan citra akan di proses di dalam Raspberry Pi sebagai pusat kontrol, yang akan menggerakkan motor pada mobile robot. Ada beberapa proses pengolahan citra untuk mengikuti pergerakan objek, yaitu: mencari nilai HSV masing-masing warna pada kondisi pencahayaan yang berbeda, menganalisa warna objek yang akan diikuti dengan membandingkan nilai HSV yang didapat dengan nilai HSV pada proses sebelumnya, dan mendeteksi warna lingkaran pada objek yang tujuan dengan menggunakan metode template matching. Mobile robot akan mengikuti pergerakan objek yang telah ditangkap oleh webcam, Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan nilai HSV yang tepat untuk semua keadaan pencahayaan untuk masing-masing warna yaitu: nilai H (Hue) untuk warna, merah: 0-66, nilai S (Saturation): 64-169, dan nilai V (Value): 75-124. Dari 11 kali pengujian sistem yang dilakukan pada semua kondisi pencahayaan, diperoleh 5 kali kegagalan dengan persentase kegagalan sebesar 45.4 % dan 6 kali keberhasilan dengan persentase keberhasilan sebesar 54.6 %.  Kata kunci: HSV, Robot, Raspberry, Webcam, Template Matching
SKENARIO PEMELIHARAAN JALAN DI KOTA TANGERANG BERDASARKAN NILAI SDI Heru Ajie Pramono; Syafi’i Syafi’i; Florentina Pungky Pramesti
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi eksisting jalan perkotaan di Kota Tangerang didominasi dengan konstruksi beton(rigid). Jenis pemeliharaan jalan yang sering dilakukan melakukan penambalan pada jalan dengankondisi berlubang ataupun retak lebar, sedangkan pemeliharaan berkala dilakukan dengan pelapisantambah perkerasan (overlay) menggunakan lapis tipis aspal beton (lasaston/HRS) dan lapen(macadam). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui skenario pemeliharaan jalan yang tepat diKota Tangerang dengan prediksi yang sudah direncanakan untuk beberapa tahun mendatang. Variabelyang digunakan adalah data kondisi jalan eksisting dan data kerusakan jalan tahun sebelumnya(historical data). Objek penelitian adalah tiga jalan arteri dan tiga jalan kolektor di Kota Tangerang.Metode yang digunakan untuk menilai kondisi jalan yaitu Surface Distress Index. Penelitian inimenggunakan data series berupa hasil visual lapangan selama 24 bulan dari awal tahun 2014 sampaidengan akhir 2015. Hasil analisis sebaran nilai SDI membentuk sebuah persamaan pada setiap ruasjalan. Persamaan ini kemudian digunakan untuk memprediksi nilai SDI selama 10 tahun mendatang.Skenario pemeliharaan jalan dapat ditentukan berdasarkan nilai SDI..Kata kunci: Surface Distress Index, skenario pemeliharaan jalan
REDUKSI VARIABEL -VARIABEL GEJALA PENYAKIT EPILEPSI DENGAN ALGORITMA BACKPROPAGATION Ardi Pujiyanta; Taufik Ismail
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2000, diperkirakan penyandang epilepsi di seluruh dunia berjumlah 50 juta orang, 37 juta orang di antaranya adalah epilepsi primer, dan 80% tinggal di negara berkembang. Penyakit epilepsi didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai oleh gangguan fungsi otak yang bersifat sementara dan paroksismal, yang memberi manifestasi berupa gangguan, atau kehilangan kesadaran, gangguan motorik, sensorik, psikologik, dan sistem otonom, serta bersifat episodik. Ada kendala yang harus dihadapi oleh masyarakat yaitu jumlah dokter spesialis yang tidak seimbang dengan penderita dan biaya yang relatif mahal untuk pemeriksaan penyakit epilepsi. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah bagaimana mereduksi variable-variabel gejala penyakit epilepsi dengan menggunakan jaringan saraf tiruan yang dapat menghasilkan output yang maksimal. Sistem kerja dari diagnosa ini mengunakan metode backpropagatione yang merupakan salah satu metode atau model jaringan saraf tiruan. Pemilihan digunakannya metode ini karena proses pelatihan lebih cepat dengan tingkat ketelitian yang tinggi, dimana vektor masukan pada proses pelatihan menjadi vektor bobot. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Tahap pengembangan aplikasi perangkat lunak meliputi tahap analisis sistem perancangan sistem, pemrograman dan pengujian sistem.Ketika dilakukan pengujian dengan mereduksi beberapa gejala, ternyata jaringan masih dapat mengenali penyakit dengan akurasi yang cukup tinggi yaitu sebesar 92%, ketika gejala yang direduksi gejala G009,G016 dan G024.Kata kunci : Backpropagation, diagnosa, penyakit epilepsi, reduksi variabel gejala
POTENSI PEMANFAATAN LIMBAH PENGOLAHAN EMAS PROSES HEAP LEACHING Eko Sulistiyono; Agus Budi Prasetyo; Ariyo Suharyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sukabumi memiliki potensi mineral emas yang tersebar dalam jumlah yang kecil sehingga tidak dapat ditambang dalam skala penambangan yang besar. Oleh karena itu banyak usaha pertambangan skala kecil yang dijalankan secara legal melalui koperasi. Salah satu lokasi pertambangan emas rakyat adalah daerah Jampang Kulon yang berada di Kecamatan Simpenan – Kabupaten Sukabumi yang menjadi obyek penelitian ini. Pada awalnya pertambangan emas skala kecil menggunakan proses amalgamisasi yaitu menggunakan air raksa untuk mengekstrak bijih emas dalam peralatan gelundung. Seiring dengan semakin tingginya harga air raksa dan sulitnya mendapatkan barang tersebut maka para petambang berganti mengolah bijih emas dengan metode heap leaching. Proses heap leaching adalah proses mengolah bijih emas dengan media larutan natrium sianida dan karbon aktif untuk menangkap bijih emas. Limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan bijih emas ini sampai saat ini tidak dimanfaatkan sama sekali dan dibuang di sekitar lokasi proses heap leaching. Hasil karakterisasi dengan metoda SEM-EDX terlihat bahwa limbah hasil pengolahan emas mengandung bahan logam tanah jarang yang sangat berharga. Potensi logam tanah jarang yang terdapat dalam limbah pengolahan bijih emas antara lain Gadolinium, Samarium, Tulium dan Terbium. Hasil analisa SEM-EDX pada salah satu sampel heap leaching menunjukkan indikasi awal adanya unsur Samarium 5,632 % , Gadolinium 6,053 % , Tulium 7,175 % dan Terbium 15,67 %.Kata Kunci : Heap Leaching, Limbah, Logam Berharga, Emas

Page 3 of 18 | Total Record : 173