cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
ANALISIS PERCEPATAN DURASI PROYEK DENGAN PENAMBAHAN BIAYA MINIMAL Edison Hatoguan Manurung
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan suatu proyek dapat berhasil apabila sumber daya yang ada digunakan secara efektif dan efisien. Terbatasnya sumber daya yang tersedia akan menyebabkan keterlambatan pada durasi proyek. Durasi kegiatan suatu proyek berkaitan erat dengan pembiayaan. Memperpendek durasi proyek terhadap durasi yang telah melebihi waktu memerlukan peningkatan sumber daya seperti tenaga kerja, material dan lain sebagainya yang beresiko terjadinya penambahan biaya langsung. Optimalisasi perlu dilakukan untuk mengembalikan durasi proyek pada jadwal sebenarnya dengan pengeluaran biaya seminimal mungkin. Proses yang berkaitan dengan keterlambatan proyek dimulai dari perencanaan, penjadwalan, pengendalian dan monitoring. Hasil pengolahan data dilakukan untuk mencari faktor apa saja yang mempengaruhi umur proyek dan pembengkakan biaya (overrun). Untuk memperpendek umur proyek dapat digunakan PERT (Project Evaluation and Review Technique) and CPM (Critical Path). Hasil dari penggunaan program pada proyek yang semula mempunyai durasi 160 hari dengan biaya langsung sebesar Rp. 23,018,202,747.87. Dilakukan percepatan durasi proyek dengan penambahan biaya minimal menjadi 150 hari dengan biaya Rp. 23,004,802,747.87. Dengan demikian dapat dilakukan Penghematan biaya sebesar Rp.13,400,000.00.
ANALISA DESAIN TABUNG BAHAN BAKAR GAS JENIS COMPRESSED NATURAL GAS (CNG) PADA MOBIL BUS TEKANAN 200 BAR Anwar Ilmar Ramadhan; Ery Diniardi; Wiwit Kartika Sari
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tabung  Bahan  Bakar  Gas  (BBG)  jenis Compressed  Natural  Gas (CNG)  yang  digunakan  padamobil  bus,  merupakan  jenis  bejana  tekan. Tekanan  pada  tabung  ini  berasal  dari  isi  atau  fungsitabung  sebagai  tempat  penyimpanan  fluida  gas  yang  bertekanan.  Tujuan  analisa  ini  diantaranyauntuk mengetahui karakteristik desain tabung, menghitung kekuatan material bahan menggunakanrumus  formula  serta  mengetahui  fenomena  yang  tejadi  pada  penggunaan  material  terhadappengaruh  desain  tabung  BBG  menggunakan  simulasi software CAD  dalam Solidworks. Padapenelitian  ini,  dilakukan  analisa  perbandingan  kekuatan  material  tabung  BBG  menggunakanmaterial  standar  yakni  30  CrMo  dengan  material  pembanding  AISI  4130  dan  SG  295.  Darikeseluruhan hasil perhitungan dan analisa didapatkan bahwa material yang digunakan pada tabungBBG jenis CNG yakni 30 CrMo merupakan jenis baja paduan (Alloy Steel), memiliki Factor OfSafety yang baik, aman digunakan bahkan pada tekanan 300 bar.
SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN DAN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI SEDERHANA (STUDI KASUS DI KABUPATEN SEMARANG) Anton Zamroni; Rr. Rintis Hadiani; Sobriyah Sobriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kabupaten Semarang memiliki 492 jaringan irigasi sederhana. Agar keberlanjutan fungsijaringan irigasi dapat dipertahankan dan ditingkatkan, dilakukan evaluasi penilaian kinerja sistem irigasi denganberpedoman pada Perturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 12/PRT/M/2015.Permasalahannya pedoman tersebut hanya untuk jaringan irigasi teknis, pedoman evaluasi untuk jaringan irigasisederhana masih belum ada.Metode penelitian dilakukan dengan cara penelusuran pada 25 jaringan irigasi di Kecamatan Susukanuntuk mendapatkan data kondisi prasarana fisik, wawancara untuk mendapatkan data produktifitas tanam, saranapenunjang, organisasi personalia, dokumentasi dan P3A, serta kuisioner untuk mendapatkan nilai derajatkepentingan antar kriteria. Dari data yang diperoleh, dibuat kriteria evaluasi penilaian kinerja sistem irigasijaringan irigasi sederhana. Hasil evaluasi penilaian kinerja sistem irigasi di Kecamatan Susukan KabupatenSemarang didapatkan kisaran nilai bobot 69,21%, yang berarti Indeks kinerjanya Kurang dan Perlu Perhatian.Dengan menggunakan analytical hierarchy process (AHP) yang diawali penyusunan struktur hirarkidilanjutkan perhitungan bobot tiap-tiap kriteria dan alternatif, didapat urutan skala prioritas pemeliharaan :pertama DI. Kedung Asem dan kedua DI. Kedung Bunder. Dan urutan skala prioritas rehabilitasi: pertama DI.Sitaman dan kedua DI. Dungjati.Kata kunci : Kinerja Sistem irigasi, AHP, Skala Prioritas
ANALISIS PENGENDALIAN KEBUTUHAN PERSEDIAAN SUKU CADANG DI PT. INDOTRUCK UTAMA CABANG JAKARTA Meri Prasetyawati; Umi Marfuah; gofan wijaya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan pengendalian dan pengadaan inventory sangat penting bagi pemenuhan permintaan pelanggan disaat diperlukan dengan tepat waktu serta pemanfaatan sumber dana secara hemat dan tepat guna. Oleh karena itu, sistem persediaan harus memiliki performansi yang baik. PT. Indotruck Utama  Cabang Jakarta adalah sebuah perusahaan yang bergerak sebagai penyalur penjualan genuine spare part dan alat-alat berat (heavy equipment) berbagai jenis merek, juga tidak lepas dari masalah persediaan. PT. Indotruck Utama  Cabang Jakarta perlu menjaga kelancaran proses bisnis perusahaan, agar tetap mampu bersaing dengan perusahaan sejenisnya. Hasil pengamatan menunjukan adanya pemborosan dalam biaya pengiriman dengan mode pengiriman air freight sepanjang tahun 2013-2014 sebesar $23,199.00. Atas dasar ini, maka perlu dilakukan review dan pengendalian sistem persediaan yang mampu menjamin kebutuhan pelanggan dengan tingkat biaya minimum. Dengan melakukan Forecasting (peramalan) untuk kebutuhan suku cadang untuk 1 tahun kedepan dan menghitung hasil peramalan tersebut dengan menggunakan Lot for lot (LFL), metode economic order quantity  (EOQ), periodic order quantity (POQ) dan  fixed order quantity (FOQ). Hasil evaluasi untuk  memenuhi permintaan akan kebutuhan suku cadang oil filter  ini diusulkan menggunakan metode periodic order quantity  (POQ) dengan total biaya sebesar $ 36.880 dan jumlah pemesanan sebanyak 2 periode dengan mode pengiriman  sea freight.  Metode POQ ini bisa menjadi pilihan perusahaan sebagai metode untuk melakukan proses order dimana ada selisih sebesar $ 27.920 atau penghematan dari rencana pembelian perusahaan dan diharapkan mampu memenuhi permintaan suku cadang dengan biaya pengadaan yang ekonomis.  Kata Kunci: Inventory, Forecasting, Periodic Order Quantity (POQ)
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT SISTIM EMPAT BANDUL Aidil Zamri; Yusri Mura; Asmed Asmed; Elvis Adril
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut -Sistem Bandulan (PLTGL-SB) yang rancang-bangunnya berbentuk ponton di tempatkan mengapung di atas permukaan air laut, dan PLTGL-SB tersebut akan mengikuti gerak/arus gelombang sesuai dengan frekwensi gelombang laut, sehingga menyebabkan posisi PLTGL-SB selalu bergerak terombang ambing sesuai dengan alur gelombang. Karena gerakan terombang ambing ponton yang terus-menerus tersebut menyebabkan ayunan bandul yang akan dirubah jadi putaran generator dalam hal ini ada empat bandul, sehingga PLTGL-SB mengeluarkan Energi/Daya Listrik. Gerakan bandul yang bergoyang dirobah dengan menggunakan sistem trasmisi menjadi putaran yang dapat memutar dinamo/generator, dan generator yang digunakan adalah jenis putaran rendah 3 Phase AC dengan daya 500 Watt pada putaran 1400 rpm.
MODEL MATEMATIS PROBABILITAS KERUSAKAN GRANULA AKIBAT PEMBEBANAN BERULANG Salman Salman
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhitungan probabilitas kerusakan granula masih kompleks karena tidak memungkinkannya memasukkan semua paramater dalam satu model matematis. Selama ini posisi titik kontak pada penelitian probabilitas kerusakan untuk granula bulat pada saat uji pembebanan berulang diabaikan. Sejumlah peneliti menganggap seluruh permukaan granula adalah homogen. Kenyataannya struktur mikro dan sifat mekanik di tiap titik pada granula terdistribusi scara random. Distribusi struktur mikro ini mempengaruhi sifat probabilitas kerusakan akibat pembebanan berulang di bawah titik kritis. Karena itu probabilitas kerusakan pada butiran atau granula akibat pembebanan berulang dengan memperhitungkan posisi titik kontak selama pembebanan sangat penting dipelajari.  Hal ini berguna bagi para peneliti agar memperhitungkan distribusi sifat mekanik dan struktur mikro pada badan granula saat pengujian. Baik pengujian sifat mekanik, kimiawi dan fisik akibat perlakuan pengujian. Sebuah model matematis dipaparkan guna menentukan nilai probabilitas kerusakan pada granula akibat beban impak berulang dengan memperhitungkan posisi titik kontak. Selain itu juga memperoleh parameter baru dari model matematis tersebut yang berkaitan dengan posisi titik kontak selama pembebanan berulang pada granula. Persamaan matematis diuji secara numerik dan  divalidasi melalaui eksperimen.
EKSTRAKSI GARAM MAGNESIUM DARI AIR LAUT MELALUI PROSES KRISTALISASI Nadia Chrisayu Natasha; Eko Sulistiyono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara Kepulauan yang mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia, mencapai      100.000    km.   Garis   pantai   tersebut  berpotensi     untuk   dikembangkan       menjadi    wilayah produksi   garam   yang  didukung  oleh  daerah   katulistiwa   yang  memiliki konsentrasi  intensitas   radiasi yang tinggi. Komposisi utama garam laut adalah natrium klorida dan banyak dimanfaatkan mulai dari rumah   tangga   hingga   industri.   Selain   natrium   dan  kalsium,   salah   satu   jenis   garam   yang   juga   dapat  diproduksi   dari   air   laut   adalah   magnesium.   Magnesium   dapat   diolah   menjadi   magnesium   karbonat menggunakan pelarut asam atau alkali dan proses karbonasi. Magnesium karbonat adalah bahan baku untuk     penetral   asam     lambung,     sumber    nutrisi   magnesium      dan   pengisi    cat  sehingga     dalam mendapatkan        magnesium      dari   air  laut   dibutuhkan     proses   pemurnian.     Dalam     penelitian    ini, pembentukan garam akan diamati dengan mengurangi volume air laut dari 2 L menjadi 1 L, 500 ml, 250   ml  dan   penguapan   total   dengan   proses   kristalisasi.  Analisa  Inductively   Coupled   Plasma    (ICP) menunjukkan ketika volume air laut berkurang menjadi 1 L, konsentrasi magnesium mencapai 35,14 ppm      dari  konsentrasi    awalnya    15,05    ppm.    Analisa  X-ray    Fluorescence      (XRF)    menunjukkan konsentrasi magnesium pada tahap awal 9,36% sedangkan ketika volume air laut diuapkan dari 2 L menjadi   500   ml,   250   ml   dan   penguapan   total   konsentrasi   magnesium   menjadi   20,36%   18,06%   dan 22,59% secara berurutan. Pada pengamatan secara visual dengan mengurangi volume air laut dari 2 L menjadi   1   L,   500   ml   dan   250   ml  diperoleh   garam  bersifat   tidak   higroskopis   tetapi   ketika   air   laut teruapkan secara total, garam laut bersifat sangat higroskopis. Dari penelitian ini dapat dilihat bahwa  air laut juga dapat menghasilkan garam magnesium. Kata kunci : Air laut, magnesium, garam laut, kristalisasi
SEDIMENTASI DI SUNGAI KAPUAS KECIL PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT Arfena Deah Lestari; Suci Pramadita; Johnny M.T. Simatupang
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan di Kota Pontianak yang bernama Pelabuhan Dwikora merupakan Pelabuhan Sungai yang alur pelayarannya melalui Sungai Kapuas Kecil. Alur pelayaran ini menjadi pintu masuk utama bagi pendistribusian barang dan perpindahan penumpang dari kabupaten/ kota yang ada di Kalimantan Barat maupun ke kabupaten/ kota yang ada Kalimantan Barat. Lokasi pelabuhan ini memiliki beberapa kelemahan. Lebar sungai kurang memadai dan angkutan sedimen yang terbawa oleh aliran air pada saat air laut surut sehingga ada musim – musim tertentu terjadi pendangkalan alur pelayaran di sungai tersebut. Hal ini mengakibatkan kapal tidak dapat masuk dan keluar dari pelabuhan. Kontur kedalaman sungai dipetakan dengan survei hidrografi. Kecepatan arus di ukur dengan menggunakan currentmeter. Sampel sedimen dasar diambil untuk dianalisa ukuran butir dan jenis sedimen yang mendominasi daerah penelitian. Sedangkan analisa TSS (Total Suspended Solid) juga dilakukan pada sedimen layang untuk mengetahui daerah mana pada sungai tersebut potensi sedimentasi yang besar. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ada beberapa daerah di alur pelayaran Sungai Kapuas Kecil memiliki potensi sedimen yang besar yaitu di titik 49 (muara sungai) dimana kedalaman di titik tersebut hanya 5.1 meter. Kecepatan arus yang berkurang dengan kondisi lebar sungai yang membesar menyebabkan debit aliran air yang mendorong sedimen menjadi kecil dan sedimen akan menumpuk di lokasi tersebut. Jenis sedimen yang mendominasi daerah tersebut adalah lanau. 
PENGARUH KADAR KATALIS NIKEL DARI LIMBAH INDUSTRI ELEKTROPLATING PADA BESARNYA BILANGAN OKSIRAN DAN BILANGAN IOD DARI REAKSI EPOKSIDASI METIL OLEAT Athiek Sri Redjeki; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah industri elektroplating masih mengandung bermacam-macam senyawa logam, antara lain nikel. Pemanfaatan limbah elektroplating untuk pembuatan katalis Nikel dilakukan dengan proses hidrotermal. Katalis yang dihasilkan diuji efektifitasnya dengan cara memanfaatkannya untuk reaksiepoksidasi metil oleat. Sebagai senyawa pembawa oksigen digunakan asam asetat. Variabel yang digunakan adalah konsentrasi katalis 20%, 40%, 60%, dan 80% dari berat asam asetat glasial. Temperatur reaksi 70oC, dan waktu reaksi bervariasi 1,2,3 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan tingginya nilai oksiran yaitu sebesar 1,24 pada konsentrasi katalis 20% dan waktu reaksi 4 jam, sedangkan bilangan iod yang diperoleh sebesar 64,81.
SEGMENTASI 3D BERBASIS MODEL FASET MENGGUNAKAN METODE REGION GROWING TERMODIFIKASI Priadhana Edi Kresnha; Gandjar Kiswanto; Rahmat Widyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Segmentasi adalah pembagian area sebuah gambar menjadi beberapa bagian berdasarkan kemiripanfitur, seperti warna, tekstur, intensitas piksel, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini Segmentasidiimplementasikan  pada  sebuah  model  faset  3D  menggunakan  Metode  Region  Growing  yangdiadopsi  dari  penerapan  metode  pada  gambar  2D.  Segmentasi  dilakukan  berdasarkan  kemiripanfitur  yang  terkandung  dalam  model  faset  3D  tersebut.  Fitur  3D  diidentifikasi  dan  diekstrakmenggunakan beberapa metode, yaitu Angle Deficit / Guass-Bonnet Scheme dan Spherical Image.Ekstraksi Fitur dilakukan pada setiap verteks dari model faset. Verteks yang menyusun model faset3D  menjadi  basis  implementasi  metode  segmentasi menggantikan piksel pada gambar  2D.  Hasilpenelitian  menunjukkan  segmentasi  Region  Growing  pada  model  faset  memiliki  tingkat  akurasicukup  tinggi,  merentang  antara  70%  hingga 100%,  bergantung  dari kehalusan  (smoothness) dankompleksitas model faset 3D.

Page 27 of 104 | Total Record : 1032