cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
PENGARUH PERLAKUAN SHOT PEENING DAN ELECTROPLATING NI-CR PADA AISI 304 TERHADAP LAJU KOROSI DALAM LARUTAN SYNTHETIC BODY FLUID (SBF) Sambodo Arif Wibowo; Erna Setianingrum
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus kerusakan yang prematur struktur plat penyambung tulang yang terjadi, membuat para peneliti, perekayasa, mahasiswa dan praktisi melakukan kajian dan riset. Dimana hasil hasil kajian menunjukan bahwa retak fatik dan korosi adalah penyebab utama kegagalan material orthopedic implant (AISI 304). Penelitian ini bertujuan untuk menjawab salah satu penyebab kerusakan karena korosi dengan perlakuan permukaan shot peening yaitu penembakan bola baja dengan kecepatan tinggi pada permukaan material (AISI 304), sehingga terbentuk lapisan tipis yang terdeformasi plastis yang diharapkan mampu menaikan umur fatik dan kekerasan.  Intensitas almen shot peening yang dilakukan adalah A0.006, A0.008 dan A0.010. Kemudian dilanjutkan pelapisan Ni-Cr dengan proses elektrolisa. Dimana diharapkan perlakuan ini mampu menaikan kekerasan dan ketahanan korosi dalam larutan synthetic body fluid. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekerasan dipermukaan meningkat secara signifikan. Spesimen dengan A0.008 memiliki nilai kekerasan dipermukaan sebesar 345,945 kg/mm2, spesimen A0.010 sebesar 335,717 kg/mm2 dan spesimen A0.006 sebesar 305,123 kg/mm2. Laju korosinya semakin menurun seiring kenaikan  intensitas almen shot peening-nya, yaitu spesimen A0.006 sebesar 0,0192 mpy, spesimen A0.008 sebesar 0,016 mpy dan spesimen A0,010 sebesar 0,0047 mpy.
PEMANFAATAN RUANG TERBATAS SEKITAR RUMAH DI PERMUKIMAN PERKOTAAN MELALUI PENGEMBANGAN LANSKAP PRODUKTIF Siti Nurul Rofiqo Irwan; Ahmad Sarwadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan dikenal dengan masalah keterbatasan ruang.  Jumlah penduduk yang tinggi tidak pernah lepas dari kebutuhan perumahan di kota. Tingkat kepadatan rumah dalam suatu permukiman diikuti dengan keterbatasan ruang  sekitar rumah  yang dimanfaatkan dan diberdayakan  untuk pekarangan. Keberadaan pemilik rumah juga akan menentukan bentuk pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari aksi wujud lingkungan binaan di permukiman perkotaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui  aksi  masyarakat dalam  memanfaatkan pekarangan sempit  di permukiman perkotaan. Metode penelitian menggunakan metode survei  dengan  sampel secara sensus di  satu klaster (RT) permukiman  padat  Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40  penghuni di RT  24, umumnya (97,5%) masyarakat memiliki waktu terbatas, sekitar 1-2 jam per hari,  untuk  mengelola pekarangan, baik untuk merencana, menanam, dan memelihara. Hal ini disebabkan umumnya penghuni memiliki pekerjaan  tetap setiap hari dari pagi sampai sore/malam.  Jenis tanaman yang ada bervariasi diantaranya pohon buah seperti nangka, mangga, asem), tanaman rempah dan obat (jahe, laos, sirih), sayuran (sawi, cabe, bayam) dan tanaman hias (aglonema, anthurium, mawar). Sekitar 30,79%  kondisi tanaman tumbuh tidak optimal (layu dan bercak kuning), hal  ini karena kurang cahaya, dan  jenis yang ditanam umumnya memerlukan cahaya dan pemeliharaan intensif. Ruang sempit dalam permukiman padat menyebabkan tangkapan cahaya untuk pekarangan sangat terbatas, sehingga diperlukan perencanaan pemilihan tanaman yang tahan naungan dan tanaman yang memerlukan pemeliharaan minimal. Alternatif pengembangan pekarangan produktif  dengan  “tanaman hortikultura dalam pot (tahorlampot)” perlu dipertimbangkan  dengan modifikasi desain yang  memudahkan pemeliharan dan  tangkapan cahaya optimal.   Kata kunci:  Lanskap Perkotaan, Pekarangan Produktif, Permukiman Perkotaan,  Tahorlampot,  Yogyakarta
DAMPAK PENGURANGAN EMISI KENDARAAN PADA PEMAKAIAN CAMPURAN BIODIESEL 20% Agung Wijono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodiesel adalah bahan bakar nabati sebagai pengganti minyak diesel pada kendaraan bermotor, sebagai solusi untuk mengatasi krisis bahan bakar minyak pada saat ini. Penggunaan biodiesel juga berdampak positif pada pengurangan emisi yang ditimbukan akibat proses pembakaran di mesin kendaraan bermotor. Kajian dampak pengurangan emisi kendaraan pada pemakaian campuran biodiesel 20 % (B20) merupakan wujud dukungan dalam menyukseskan mandatori pemanfaatan biodiesel sebesar 20% pada 2016 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 yang mewajibkan pemakaian B20 pada kendaraan bermotor pada tahun 2016. Kajian dampak lingkungan dilakukan memakai metoda Life Cycle Assessment Cradle to Wheel, yang dimulai dari pembukaan lahan, perkebunan kelapa sawit, produksi minyak sawit, produksi biodiesel, pencampuran biodiesel 20%, distribusi di SPBU, serta pemakaian B20 di kendaraan transportasi dan industri. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui keuntungan dari pemakaian campuran biodiesel pada kendaraan bermotor, serta mengetahui sampai sejauh mana campuran biodiesel bisa mengurangi emisinya untuk menekan pengaruh dampak terhadap lingkungan. Hasil kajian ini menunjukkan adanya efek kualitas campuran biodiesel terhadap: unjuk kerja mesin, emisi gas buang, pembakaran mesin, serta pelumasan. Skenario berbagai campuran biodiesel menunjukkan penurunan dampak lingkungan yang signifikan pada B20 dan didapatkan juga campuran biodiesel yang optimal.
MODIFIKASI PERMUKAAN PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) DENGAN COATING AGENTS ASAM STEARAT DAN GAMA MERCAPTOSILANE SEBAGAI REINFORCING FILLER PADA PEMBUATAN KOMPON KARET Ummul Habibah Hasyim
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Precipitated Calcium Carbonat (PCC) merupakan salah satu bahan pengisi (filler) karet bukan berwarna hitam. PCC yang telah dikembangkan merupakan filler semi reinforcing. Agar PCC dapat ditingkatkan menjadi PCC Reinforcing Filler maka diperlukan perlakuan terhadap permukaan filler PCC dengan memberikan coating agents. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan berbagai informasi mengenai kondisi proses terbaik dalam modifikasi permukaan filler PCC dari PCC sebagai semi reinforcing filler menjadi PCC Reinforcing filler, dengan identifikasi keberhasilan distribusi ukuran partikel, luas permukaan, porositas. Metode modifikasi permukaan diawali dengan menghilangkan kontaminan dan kadar air PCC dalam oven. Kondisi operasi proses pemanasan PCC pada suhu 100°C dan waktu pemansan 1jam.PCC yang telah dihilangkan kontaminan dan difluidisasi di campurkan dengan coating agent dalam mixer dengan konsentrasi coating agents 1% s/d 5% dan berat PCC 75g. Coating agents yang digunakan adalah asam stearat (CH3(CH2)16COOH) dan gama mercaptosilane(HSC3H6Si(OCH3)3). PCC yang telah di mixing difluidisasi kembali untuk mendapatkan pencampuran maksimal selama 1 jam. Modifikasi permukaan PCC tidak mengubah secara signifikan terhadap luas permukaan total partikel PCC, porositas dan distribusi ukuran artikel. Penambahan caoting agents 1-5% tidak dapat memberikan lapisan coating yang utuh. Hanya sebagian permukaan partikel yang terlapisi menjadi bagian permukaan PCC yang lebih aktif yang meningkatkan penguatan vulkanisat karet. Asam stearat berpengaruh meningkatkan kuat tarik, ketahanan sobek, dan kekerasan karet. Sedangkan gama mercaptosilane berpengaruh meningkatkan ketahanan kikis.
PENGARUH WAKTU MASERASI ZAT ANTOSIANIN SEBAGAI PEWARNA ALAMI DARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatasL) Raynaldi Syarief Armanzah; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi   jalar   ungu   (Ipomoea   batatas   L.   Poir)  berpotensi   sebagai   salah   satu   sumber  antosianin yang     dapat   berfungsi    sebagai   pewarna     alami,   antioksidan,    antimutagenik     dan   antikarsinogen. Antosianin adalah pigmen yang larut dalam air bertanggung jawab terhadap warna biru, ungu, violet, magenta, merah dan orange. Antosianin itu sendiri aman untuk dikonsumsi, tidak beracun dan tidak menimbulkan mutasi genetika. Hal tersebut membuktikan bahwa pewarna alami khususnya antosianin  aman digunakan. Antosianin dapat rusak pada suhu tinggi (pemanasan) yang biasa digunakan dalam pembuatan sejumlah produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat pewarna alami dari ubi jalar ungu, mencari pengaruh rasio pelarut terhadap rendemen dan mendapatkan rasio pelarut terbaik untuk mendapatkan rendemen yang maksimal. Penelitian dilakukan dengan metode ekstraksi maserasi  (yaitu penyaringan sederhana yang dilakukan dengan perendaman ubi ungu dalam etanol 96 % dan air pada temperatur  kamar dan terlindung dari sinar matahari) dengan menggunakan waktu  maserasi   (4 jam, 8jam, 18 jam, 24 jam, 30 jam). Hasil ekstraksi  kemudian disaring dan dipekatkan dengan rotary vakum evaporator dan selanjutnya dianalisis  dengan menggunakan spektrofotometer UV- Vis. Hasil  ekstraksi antosianin pada ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dibandingkan dengan pembanding billberry   ekstrak   dimana   dalam   standar   tersebut   telah   diketahui   pasti   kandungan   antosianin.   Hasil                                                             0 rendemen yang terbaik didapat 4.87% pada suhu 50 C dengan tekanan 2 atm dan pada waktu maserasi  30 jam. Dengan persamaan y= 0.063x + 2.904 dengan R2               = 0.972 Dan kadar antosianin terbaik yang                                                   0  didapat adalah 11.01 mg/mL pada suhu 30 C dengan tekanan 1 atm dan pada waktu maserasi 30 jam,  dengan persamaan Y= 0.189x + 5.489 dengan R2  = 0.974 Kata Kunci: Ubi Jalar Ungu, Antosianin, Waktu Maserasi, Pewarna Alami
PERAN BUSINESS INTELLEGENCE DALAM PENINGKATAN PENJUALAN PRODUK JASA KEUANGAN (POS PAYMENT) PADA KANTOR POS JAKARTA BARAT Saeful Bahri; Richardus Eko Indrajit; Muh Fauzi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor pos merupakan salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dibidang jasa, salahsatu jasa bisnis yang ditawarkan adalah pembayaran jasa keuangan, perkembangantekonologi yang semakin maju, membuat banyak perusahaan penyedia jasa transaksi keuangan melakukan inovasi untuk mempermudah pelanggan dalam melakukan transaksi,dengan demikian membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk melakukan transaksi pembayaran, dengan kondisi ini kantor pos harus mempunya pola bisnis yang smart untuk meningkatkan penjualan produk jasa keuangan. Dengan itu dilakukan konsep busniness intelligence untuk meningkatan penjualan bisnis jasa keuangan yang ada pada kantor pos. salah satu konsep businesss intelegence yang bisa digunakan adalah proses mining data sebagai alat bantu untuk mengolah dan menganalisa data customer sehingga dapat memberikan informasi yang akurat. Penelitian dilakukan dengan melakukan perbandingan 5 algoritma kalsifikasi, yaitu algoritma decisson tree, Naive Bayes, Logistic Regression, Deep learning  dank-NN. Dari hasil perbadingan ke-lima algoritma klasifikasi tersebut decision tree menjadi algoritma terbaik dengan tingkat akurasi 81,00%, dengan hasil ini dapat diketahui atribut atau faktor-faktor yang dominan dan berpengaruh terhadap rancangan strategi penjualan. Kata Kunci: business intelligence, peningkatan penjualan,  jasa keuangan
Proses Pembuatan CF (Check fictur) Menggunakan Mesin CNC 3 Axis Delta Putra Sangrila; Elfian Dwinugraha Alam
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CNC (Computer Numerik Control) adalah mesin yang dikontrol dengan komputer. CNC ini di program dengan menggunakan Software Mastercam yang berfungsi sebagai Software pengendali CNC yang mudah digunakan karena dapat diinstall pada PC yang berfungsi sebagai server. Mesin CNC ini mampu memproduksi CF (Check Fictur) yang berbahan baja S45C. CF (cek fictur) yang berfungsi untuk mengecek hasil dari mesin bending apakah sesuai dengan CF atau tidak, jika sesuai maka hasil ending dapat diproses untuk lebih lanjut jika tidak akan diolah kembali. Penelitian ini berfokus pada proses produksi, pemilihan material, proses desain menggunakan autocad dan mastercam. Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan observasi lapangan secara langsung, dalam observasi lapangan penulis mendesain CF 2 dimensi, membuatan program CNC 3 Axis dan pengukuran CF setelah proses CNC, hasil akhir berbentuk part dengan ukuran panjang 140, lebar 100, tinggi 40 yang dapat digunakan untuk mengecek hasil dari mesin bending.
RANCANGAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN MELALUI METODE SOUNDSCAPE Nur Rahmawati Syamsiyah; Sentagi Sosetya Utami; Atyanto Dharoko
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang, dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila ditentukan oleh masyarakat terkait. Konsep keberlanjutan pada masa kini perlu dikembangkan agar kebertahanan karakter cultural identity di suatu lingkungan semakin meningkat. Aplikasi keberlanjutan dilakukan melalui disain berkonsep ekologis, yang menekankan unsur alam secara efisien dan mengutamakan unsur kualitas ketimbang kuantitas. Soundscape diperkenalkan sebagai pengidentitas unsur-unsur pembentuk lingkungan. Sounscape bagian dari akustika lingkungan yang menitikberatkan kualitas persepsi kenyamanan audio sebuah kawasan. Bahasa bunyi dan bahasa arsitektur berbeda, namun keduanya sama-sama membutuhkan pengayaan panca indra untuk menghasilkan suatu karya bernilai estetis. Disain asitektur yang justru masih mempertahankan keberlanjutannya dengan baik, akan memberikan efek soundscape yang lebih bermakna. Place menjadi sebuah  space yang memiliki ciri khas tersendiri, baik secara visual terlihat maupun abstrak. Ciri khas tersebut menjadi jiwa dari space itu sendiri, sebagai inti dari fungsi soundscape. Tulisan ini berupa kajian teoritik pentingnya unsur soundscape: kerangka kerja, metode dan studi kasus, sebagai elemen penting dalam lingkungan dan sebagai upaya mempertahankan identitas lingkungan dan keberlanjutan arsitektur.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU REACTOR COATING SOLUTION-1(RCS-1) DALAM MENGEFISIENKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA PT.TPC INDO PLASTIC AND CHEMICALS,KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR Haruddin Haruddin; Muhammad Fitra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan agar proses produksi dapat terpenuhi secara optimal dengan resiko sekecil mungkin. Masalah kebutuhan bahan baku serta biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi merupakan hal yang sangat penting, karena dengan adanya bahan baku proses produksi dapat berjalan dengan lancar. PT.TPC INDO Plastic And Chemicals merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan PVC Resin di kabupaten gresik yang memproduksi PVC Resin tersebut menjadi produk-produk jadi seperti sepatu boot,jas hujan,dll.  Reactor Coating Solution-1(RCS-1) adalah salah satu bahan pembantu dalam pembuatan PVC Resin yang digunakan untuk mencegah terjadinya kerak pada dinding serta reflux condensor selama proses polimerisasi. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan perusahaan terlalu besar dan waktu pemesanan ke supplyer belum terstruktur dan belum menggunakan metode yang tepat dalam perhitungan pengendalian persediaan bahan pembantu melainkan hanya menggunakan data historis  tahun sebelumnya. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui berapa banyak ketersediaan bahan baku  yang ekonomis dan berapa banyak total biaya yang dikeluarkan perusahaan. Dimana kebutuhan baku pada tahun 2015 sebanyak 8051 Kg.Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pengendalian persediaan bahan baku yang ekonomis dan efisien agar mencukupi kebutuhan proses produksi untuk setiap periode tertentu.  Berdasarkan hasil penelitian pada pengendalian persediaan bahan baku PT.TPC INDO Plastic And Chemicals dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), didapatkan hasil persediaan bahan baku yang ekonomis sebanyak 414 Kg dengan total biaya persediaan sebesar RP.53.343.104,-.  Kata Kunci : Pengendalian Persediaan, Bahan pembantu, Economic Order Quantity (EOQ)
Pemilihan Bagian Tanaman Jeruk Purut (CITRUS HYSTRIX D.C) Potensial Sebagai Minyak Essensial Aromaterapi Hasil Proses Maserasi Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (AHP) Rusnia Junita Hakim; Yully Mulyani; Tri Yuni Hendrawati; Ismiyati Ismiyati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aromaterapi merupakan istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap, banyak dikenal dalam bentuk minyak essensial yang berguna untuk mengatur fungsi kognitif dan kesehatan. Citrus hystrix salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan minyak essensial. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemilihan bagian tanaman citrus hystrix (daun, kulit, ranting) sebagai sumber minyak essensial aroma terapi hasil proses ekstraksi macerasi dan menggunakan software analytical hierarkhi process dengan mempertimbangkan kriteria berupa ketersediaan bahan baku, hasil rendemen, harga jual minyak, pemasaran (packing), aroma serta warna minyak essensial. Daun, kulit dan ranting jeruk di jemur kering, dirajang direndam dalam pelarut di dalam toples kaca tertutup, kemudian didiamkan selama beberapa hari sambil dilakukan pengadukan agar kelarutan minyak atsiri merata, menyaring dan mengepres larutan hingga diperoleh cairan pelarut. Penjernihan dilakukan dengan cara pengendapan atau penyaringan. Citronellal dalam citrus hystrix merupakan bahan baku utama penghasil minyak atsiri. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa dari hasil pemilihan prioritas bagian daun merupakan bagian prioritas sebagai bahan untuk pembuatan minyak essensial dengan bobot 0,88 diikuti dengan kulit dengan bobot 0,77 dan ranting dengan bobot 0,575.

Page 82 of 104 | Total Record : 1032