cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
RANCANG BANGUN ALAT MUSIK DRUM AIR BERBASIS MIKROKONTROLLER Rahmon Sandika Rahmat; Firdaus Firdaus; Tati Erlina; Ratna Aisuwarya
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dibuat sebuah alat music drum berbasis mikrokontroller. Drum ini menggunakan empat buah sensor yaitu dua buah sensor ultrasonik yang difungsikan sebagai pedal drum  dan dua buah sensor accelerometer yang difungsikan sebagai stik drum.  Sensor ultrasonik pada pedal drum mengirimkan data untuk diproses oleh mikrokontroller. Jika didapatkan data yang sesuai dengan nilai yang sudah ditetapkan yaitu 4 cm, maka mikrokontroller akan mengirim perintah untuk mengambil bunyi bass drum yang disimpan pada SDcard. Sama halnya dengan sensor accelerometer, data dari sensor tersebut juga dikirimkan pada mikrokontroller. Apabila data tersebut sesuai dengan tetapan yaitu sebesar -500 maka mikrokontroller mengirimkan perintah untuk mengambil bunyi snare, open hi-hat dan close hi hat yang juga disimpan pada SDCard. Dari hasil pengujian terhadap kemampuan drum dalam mengiri lagu dengan jenis aliran musik yang berbeda, didapatkan data persentase yaitu jenis aliran musik slow-rock persentasenya yaitu sebesar 75%, reggae 80% dan pop 85%.
TRANSFORMASI HUJAN-DEBIT BERDASARKAN ANALISIS TANK MODEL DAN GR2M DI DAS DENGKENG Destiana Wahyu Pratiwi; Rintis Hadiani; Suyanto Suyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi hujan-debit adalah proses mengolah data hujan di lapangan menjadi data debitdengan pemodelan hidrologi. Penelitian ini menggunakan Tank Model dan GR2M karena lebihsederhana dibanding metode yang lainnya seperti NRECA, Mock dan Rainrun. Tank Modelmendiskripsikan daerah tangkapan air hujan dapat digantikan oleh tangki-tangki sesuai strukturtanahnya. Perhitungan Tank Model memerlukan minimal enam variabel untuk diiterasi. GR2Mdigunakan karena memiliki kemiripan dengan Tank Model dan hanya memiliki dua variabel untukdiiterasi. GR2M mendiskripsikan daerah tangkapan air hujan dengan tangki-tangki dari waktu ke waktu. Penelitian ini dilakukan di DAS Dengkeng, Klaten, Jawa Tengah dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian berupa analisis transformasi data hujan-debit dengan GR2M dan Tank Model untuk mengetahui rangkaian tangki Tank Model yang efektif dan mengetahui metode terbaik untuk transformasi hujan-debit di DAS Dengkeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi hujandebit di DAS Dengkeng dengan metode Tank Model merupakan metode terbaik dibanding GR2M. susunan terbaik Tank Model adalah tiga tangki rangkaian seri dengan keandalan sebesar 72,2390 %. Sedangkan GR2M hanya menghasilkan keandalan sebesar 68,3959 %. Kata kunci: Dengkeng, GR2M, Tank Model, transformasi hujan-debit.
PENGARUH ELEKTRODA TEREKSPOS DAN TIDAK TEREKSPOS TERHADAP KUALITAS DAERAH LASAN PADA MATERIAL A53 Gr.A Aljufri Aljufri
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  kualitas daerah lasan dengan memakai elektroda terekspos dan tidak terekspos yang di-drayer dan tanpa drayer, juga  untuk mengetahui persentase moisture content yang terkandung pada setiap elektroda. Spesimen yang digunakan material pipa 3 Inch A53 Gr.A SMLS SCH 40 dengan ukuran ½ Ø pipa x L 150 mm yang dilas dengan posisi pengelasan Flat-1G rotated dan kampuh V (α, 75o) memakai elektroda AWS E-7016 Ø2,6 mm dan Ø3,2 mm untuk temperatur di dryer 300-3500C x 0,5 – 1 jam dan Kuat arus elektroda untuk Ø2,6 mm yaitu 80 Ampere dan Ø3,2 mm 100 Ampere.Pengklasifikasian spesimen terdiri dari 6 jenis sesuai dengan variabel pengkondisian elektroda yaitu elektroda tidak terekspos dan di-dryer, elektroda tidak terekspos tanpa dryer.  Elektroda terekspos 1 x 24 jam di-dryer, elektroda terekspos 3 x 24 jam di-dryer, elektroda terekspos 1 x 24 jam tanpa dryer dan elektroda terekspos 3 x 24 jam tanpa dryer.Dari hasil  pengujian terhadap elektroda yang  tidak terekspos di-dryer, yang tidak terekspos tidak di- dryer.  Selanjutnya elektroda terekspos 1 x 24 jam di-dryer, terekspos 3 x 24 jam di-dryer serta terekspos 1 x 24 jam tanpa dryer. Hasil penlitian menunjukan persentase moisture content masih memenuhi standar yaitu dibawah 0,6% serta kualitas pengelasan yang baik .  
Penerapan Konsep Arsitektur Tradisional Sunda Pada Desain Tapak Lanskap Dan Bangunan Fasilitas Resort Anisa Anisa; Anggana Fitri Satwikasari; M Sahril Adhi Saputra
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keragaman budaya dan kekayaan alam maupun keindahan alam yang sangat banyak, salah satunya pada daerah Jawa bagian Barat. Keindahan alam dan budaya Sunda dapat kita temukan di daerah Jawa Barat. Arsitektur tradisional merupakan arsitektur yang merupakan hasil karya nenek moyang terdahulu yang telah disepakati dan turun-temurun. Arsitektur tradisional pada dasarnya mengutamakan unsur lokal sebagai aspek-aspeknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan arsitektur tradisional Sunda pada penataan lanskap dan desain resort. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan mengambil data dan menganalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan arsitektur tradisional sunda dapat dilihat pada 3 hal. Pertama, konsep wujud pembagian tiga dalam arsitektur tradisional Sunda terlihat dalam penataan lanskap dan desain resort. Dalam penataan lanskap wujud pembagian tiga tercermin dalam pembagian antara area resort, area hijau (sumber air) dan pelayanan. Pada desain resort, wujud pembagian tiga tercermin secara vertikal dan horizontal. Secara horizontal tercermin pada penataan ruang yang ada dalam bangunan penginapan. Area publik diletakkan pada bagian luar, sehingga terasnya berukuran besar. Area dalam dibagi menjadi dua, yaitu kamar dan ruang keluarga, serta area pelayanan (dapur, kamar mandi). Secara vertikal terlihat pada pembagian antara kepala, badan, kaki pada bangunannya. Kedua, arsitektur tradisional sunda sangat menghargai alam dan berusaha untuk memanfaatkan alam. Dalam hal ini, resort berada di area yang masih alami dan berkontur sehingga keindahan alam dan pemanfaatan kontur menjadi salah satu bentuk penerapan arsitektur tradisional Sunda dalam desain resort.
Studi Potensi Limbah Hasil Pengolahan Magnesium Karbonat Sintesis Dari Mineral Dolomit Eko Sulistiyono; Fariza Eka Yunita; Nadia Chrisayu Natasha; Januar Irawan; Ahmad Rizky Rhamdani
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan mineral dolomit menjadi magnesium karbonat menggunakan proses karbonatasitelah dilakukan di Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI. Penggunaan metode karbonatasi pada mineral dolomit akan menghasilkan dua produk yakni magnesium karbonat dan kalsium karbonat. Pembuatan magnesium karbonat dari mineral dolomit melalui empat tahapan yaitu kalsinasi, slaking, karbonatasi dan filtrasi. Setelah dilakukan proses filtrasi, akan menghasilkan filtrat yang berupa larutan magnesium bikarbonat dan residu. Dari hasil karakterisasi X-ray diffraction teridentifikasi bahwa residu yang dihasilkan mengandung senyawa kompleks magnesium, kalsium dan oksida hidrat. Sedangkan berdasarkan analisis Scanning Electron Microscopy / Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy dan X-ray fluorescence spectrometry , residu didominasi oleh unsur kalsium. Berdasarkan analisis X-ray fluorescence spectrometry kadar kalsium 55,19% sedangkan berdasarkan analisis pemetaan butiran dengan Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy kadar kalsium sebesar 27,8%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan magnesium karbonat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk penetralisir tanah, bahan refractory dan bahan adsorbent gas sulfur dioksida.
PENGARUH WAKTU INKUBASI TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DALAM PEMBUATAN FRUITGHURT DARI KULIT BUAH SEMANGKA Yunita Ardiyawati; Nurul Hidayati Fithriyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfataan limbah kulit semangka sebagai bahan baku dalam pembuatan fruitghurt ini dilakukan untuk mendayagunakan limbah kulit semangka menjadi suatu produk pangan yang bermanfaat dan untuk mengurangi limbah buangan sisa semangka yang tidak dikonsumsi. Fruitghurt merupakan produk makanan hasil fermentasi sari buah-buahan yang berupa cairan kental hingga semi padat dengan cita rasa asam yang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari waktu inkubasi optimum dalam proses pembuatan kulit semangka menjadi fruitghurt. Metode penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu preparasi bahan baku, persiapan bibit (starter), dan inkubasi (fermentasi). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variasi waktu inkubasi (0 hari, 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, 5 hari, 6 hari) dengan konsentrasi starter 20% b/b dan suhu tetap 400C. Pengukuran tingkat keberhasilan dilakukan dengan pengujian secara kualitatif (pembentukan gas dan bau) dan kuantitatif (kadar asam laktat). Kadar asam laktat ditetapkan secara titrimetri dengan titran NaOH 0,05 N. Pembentukan gas teramati dimulai sejak hari ke- 2 dan bau asam yang khas mulai teramati pada hari ke- 2. Kadar asam laktat maksimum sebesar 1,31% didapatkan pada waktu inkubasi optimum yaitu hari ke-5. Hasil ini sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar asam laktat probiotik susu (yoghurt) yaitu sebesar 0,5% - 2,0%.
PERANCANGAN MODUL KANBAN PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM KERJA DI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS AL AZHAR INDONESIA Hilda Yuliani; Budi Aribowo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem   kanban  adalah  suatu   sistem   informasi   yang   secara  harmonis  mengendalikan   "produksi produk yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan pada waktu yang diperlukan"  dalam tiap proses manufakturing dan juga diantara perusahaan.  Kanban adalah suatu kartu yang berfungsi si sebagai alat  kontrol produksi Just in Time.  Just In Time merupakan pendekatan didasarkan pada sistem manufaktur ramping     yang   berkembang      untuk   mengoptimalkan       dan   meningkatkan      efisiensi  manufaktur     dengan mengurangi      manufaktur      lead   time   melalui   menghilangkan       pemborosan      Penelitian    ini  dilakukan  pembuatan SOP sistem Kanban untuk praktikum di labolatorium Teknik Industri Universitas Al-Azhar  Indonesia, karena pada saat ini belum ada alat untuk mensimulasikan sistem kanban untuk praktikum.  Perencanaan   sistem   kanban   perlu   digunakan   secara   optimal   untuk   dapat   mengendalikan   persediaan. Untuk memulai praktikum   sistem kanban diperlukan bentuk Kanban  kirim dan  kanban produksi   yang akan   digunakan.  Untuk   menghitung   jumlah   kontainer   yang   akan   digunakan   dibutuhkan   waktu   siklus setiap   stasiun   kerja   yang   didapatkan   dari   pengamatan   waktu   proses   dari   masing-masing   staisun   kerja  sebanyak 30 kali pengamatan. Praktikum sistem kanban di Universitas Al Azhar Indonesia, sebaiknya   terdapat lima proses produksi yaitu proses 1, proses 2 ,proses 3, proses 4 dan proses 5 dan terdapat 2  buah   GBB   untuk   bagian   A   empat   bagian   B   serta   1   GBJ,   terdapat   juga   dempatua   buah   In   Process  Storage. Dengan waktu baku masing-masing stasiun kerja yaitu 200,1 detik;                   70,4 detik ; 239,2 detik ; 76,6   detik;   dan  41 detik.  Dengan   kapasitas  kontainer  sebanyak  2   buah  produk  menggunakan  2   buah kontainer    sesuai   dengan    kebutuhan    maksimal     kontainer,   untuk    kapasitas   kontainer   3  buah    produk menggunakan   1      buah    kontainer   sesuai  dengan    kebutuhan   maksimal       kontainer   dan   untuk   kapasitas  kontainer 4 buah digunakan 1 buah  kontainer sesuai dengan  kebutuhan maksimal kontainer. Prosedur  untuk melakukan praktikum sistem terdapat  11 langkah yang harus dipenuhi dengan menggunakan tiga  stasiun kerja yang telah ditentukan dan mengikuti dari aturan sistem kanban yang telah ada.  Kata Kunci: sistem kanban, just in time, praktikum Teknik Industri
Pengerukan Pemeliharaan Alur Pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dengan Sistim Sand By Passing Ade Permana Nasution; Aripurnomo Kartohardjono
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu yang merupakan Pelabuhan Cabang PELINDO II, adalah pelabuhan pengumpul di Indonesia, yang memerlukan fasilitas pelabuhan yang memadai. Alur pelayaran merupakan komponen pelabuhan penting sebagai jalur masuk dan keluar kapal. Alur pelayaran didesain untuk dapat dilalui oleh kapal yang ditargetkan. Permasalahan yang selalu muncul di alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu adalah tingginya tingkat sedimentasi yang terjadi, yang diperkirakan sebanyak 450.000 m3/tahun s/d 600.000 m3/tahun volume sedimentasi yang masuk ke alur. Cara yang biasa digunakan untuk mengatasi pengendapan adalah dengan cara pengerukan yang menggunakan kapal keruk type hopper dredger (TSHD), dengan area dumping di darat atau di tengah laut dengan jarak + 7 Nmile dari alur pelayaran atau di kedalaman -32.00 mLWS. Menggunakan metode tersebut, pihak penyelenggara pelabuhan selalu menganggarkan biaya pemeliharaan alur pelayaran yang besar dan berpengaruh terhadap pencapaian laba cabang pelabuhan tersebut sehingga diperlukan alternatif metode untuk menangani masalah sedimentasi ini.Berdasarkan studi yang dilakukan dengan metode sand bypassing (SBP), metode ini dapat menghemat biaya pengerukan pemeliharaan alur pelayaran, dengan nilai investasi awal mencapai Rp.13.165.025.000,-. Output sedimentasi yang dihasilkan oleh ke 2 (dua) metode ini sama yaitu sebesar 475.815,30 m3/tahunnya. bahkan dengan metode SBP dapat menciptakan daratan di lokasi terabrasi, daratan tersebut akan banyak bermanfaat bagi pengelola pelabuhan untuk perluasan areal pelabuhan dan ada penghematan biaya 1/3 s/d 1/20 kali dari biaya dengan metode hopper dredger, sehingga menjadikan metode sand by passing ini lebih efesien dan efektif.
Analisa Kerusakan Proportional Solenoid ECMV Komatsu D375A -6R Hasan Basri; Anwar Ilmar Ramadhan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Transmisi unit D375A -6R adalah system yang sangat penting, dalam meneruskan tenaga dan putaran dari engine ke Transmisi .Bila salah satu komponen dari system transmisi ini ada yang tidak berfungsi maka secara otomatis unit tidak bisa melakukan pergerakan secara baik atau sempurna. Sesuai dengan permasalah yang terjadi pada unit tersebut, yaitu pada komponen ECMV (Electric Control Modulating Valved), yaitu proportional solenoid. Maka, langkah pemeriksaan pertama adalah melakukan pemeriksaan secara visual, apakah terjadi kerusakan atau abnormal pada komponen proportional soneloid, dan apakah terdapat abnormal pada komponen yang lain dalam sistem transmissi tersebut, sebelum prosedur untuk remove dan dis-assembly yang sesuai dengan shop manual Setelah diketahui komponen yang rusak yaitu pada Proportional solenoid dan penyebab kerusakannya. Maka, diambil langkah perbaikan atau penggantian komponen pada sistim trasmissi. Sebelum langkah pemasangan komponen, terlebih dahulu dilakukan flushing untuk membuang sisa kotoran didalam sistim. Kemudian, pembersihan pilot filter, pemasangan proportional solenoid, mengisi transmisi oil kedalam transmisi sistem. Setelah langkah perbaikan dilakukan dan seluruh komponen terpasang dengan baik, langkah selanjutnya yaitu dilakukan kembali proses pengukuran tekanan untuk memastikan komponen telah bekerja dengan baik atau tidak. Setelah komponen bekerja dengan baik, dari hasil kerja tersebut lalu diambil kesimpulan dan saran yang dapat dijadikan pedoman pada saat terjadinya permasalahan yang sama atau dapat mengantisipasi kemungkinan kerusakan yang sama, sehingga dapat memperkecil break down time pada unit tersebut.
SISTEM KOMUNIKASI ROBOT HUMANOID DALAM APLIKASI ROBOT PENARI Eko Sulistyo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan robotika saat ini sangat cepat dan pemanfaatannya sudah banyak diterapkan di berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu pemanfaatannya  adalah robot humanoid yang menyerupai manusia yang digunakan untuk melakukan pergerakan tari selayaknya manusia. Dalam melakukan pergerakan tari robot harus diprogram  sesuai dengan tema tarian  dan lagu pengiring yang ditetapkan selayaknya manusia menari. Permasalahan yang terjadi dalam robot penari adalah ketidakseragaman gerakan antara satu robot dengan robot lainnya karena perbedaan waktu untuk pengontrolan gerakan pada kedua robot berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat keselarasan gerakan antar kedua robot, dengan melakukan perancangan dan pembuatan sistem komunikasi yang berbasis USART sebagai media transfer serial data melalui modul Bluetooth HC-05, yang kemudian akan di terima oleh Atmega8 dan akan diteruskan menjadi perintah gerakan ke CM-530 sebagai kontroller utama gerakan robot. Hasil uji coba yang dilakukan, kedua robot dapat saling berkomunikasi dan dapat mengirimkan data serial dengan kecepatan yang tinggi sehingga dapat membuat robot melakukan gerakan tari secara bersamaan dengan waktu 208 mikro detik.

Page 84 of 104 | Total Record : 1032