cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Semnastek
ISSN : 24071846     EISSN : 24608416     DOI : -
Core Subject : Science,
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) merupakan kumpulan paper atau artikel ilmiah yang telah dipresentasikan di acara Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SEMNASTEK) yang diadakan secara rutin tiap tahun oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 1,032 Documents
PEMANFAATAN MINYAK BIJI KAPUK (Ceiba Pentandra) MENJADI METHIL ESTER DENGAN PROSES ESTERIFIKASI TRANSESTERIFIKASI Shela Niken Wijayanti; Tri Yuni Hendrawati
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapuk randu atau kapuk (Ceiba Pentandra) adalah pohon tropis yang tergolong ordo Malvales dan famili Malvaceae (sebelumnya dikelompokkan ke dalam famili terpisah Bombacaceae), berasal dari bagian utara dari Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Karibia. Kata "kapuk" atau "kapok" juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan dari bijinya. Pohon ini juga dikenal sebagai kapas Jawa atau kapok Jawa, atau pohon kapas-sutra. Daerah penghasil kapuk di Indonesia meliputi daerah DI.Aceh, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara. Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebagai salah satu bahan baku oleokimia dan bahan bakar alternatif yang dikenal sebagai biodiesel. Pemanfaatan minyak biji kapuk sebagai bahan baku untuk memproduksi methil ester sebagai topik dari penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik metil ester dari minyak biji kapuk dan mendapatkan proses terbaik. Metode yang digunakan adalah penelitian di Laboratorium Teknik Kimia, Fakultas Teknik, UMJ.  Penelitian ini meliputi dua tahapan dimana Tahapan satu yang dilakukan mereaksikan minyak biji kapuk dengan katalis H2SO4  (esterifikasi) kemudian tahapan kedua yang dilakukan untuk mendapatkan methil ester yaitu dengan mereaksikan minyak biji kapuk dan metanol (transesterifikasi)  dengan katalis KOH (1% dari volume methil ester hasil esterifikasi) dengan variabel jumlah metanol sebesar  10%, 20%, dan 30% dari volume hasil esterifikasi dengan waktu reaksi 1 Jam, 1.5 jam , dan 2 jam pada suhu 70°C. Berdasarkan hasil yang didapat dari penelitian dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut yaitu (1)Bahan baku minyak biji kapuk mengandung zat pengotor  dan  asam lemak bebas tinggi sebesar 8,63%  maka diperlukan proses degumming dan esterifikasi. (2)Pengolahan minyak biji kapuk menjadi methil ester sebagai salah satu bahan bakar alternatif biodiesel dan bahan oleochemical. (3)Kondisi proses terbaik adalah pada katalis 1%  dan waktu 1.5 jam dengan jumlah metanol 30% yakni dengan rendemen 96,69 % ; angka asam 0,2998 ; bilangan penyabunan 203,93.
POTENSI PEMANFAATAN LPG (LIQUEFIED PETROLEUM GAS) SEBAGAI BAHAN BAKAR BAGI PENGGUNA KENDARAAN BERMOTOR Ika Kurniaty; Heri Hermansyah
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana transportasi di Indonesia semakin meningkat, hal ini memicu bertambahnya penggunaan bahan bakar minyak dan gas. Indonesia memiliki sumber daya gas yang dapat diolah dan dioptimalkan untuk bahan     bakar   kendaraan   bermotor,    salah   satunya   adalah  LPG    (Liquefied    Petroleum     Gas).  LPG diharapkan  dapat   digunakan   sebagai  alternatif  pengganti   bahan   bakar   minyak.  Di   Indonesia,  LPG khusus   untuk   kendaraan   bermotor   disebut   sebagai   LGV   (Liquified   Gas   For   Vehicle).  Penelitian   ini bertujuan     agar  pengguna    kendaraan     bermotor   dapat   mengetahui     manfaat   dan   penghematan  jika menggunakan bahan bakar LGV  dari pada menggunakan bahan bakar minyak (BBM). Metode yang digunakan  dalam   penelitian  ini   adalah   studi   pustaka,   mengumpulkan  data – data  yang  berhubungan dengan LGV untuk kendaraan bermotor seperti teori dan perkembangan LPG khusus untuk kendaraan bermotor,  harga   bahan   bakar    (harga   LGV,     premium,    pertalite,  pertamax,  solar),  kemudian     tahap berikutnya   adalah  mengolah  data  dan  menganalisanya.  Data – data  tersebut   diperoleh  dari   berbagai  sumber referensi buku dan jurnal serta hasil survei ke stasiun bahan bakar minyak dan gas (SPBU dan  SPB    LGV).   Hasil   dari  penelitian   ini  adalah  pengguna    bahan    bakar  premium    akan    memperoleh penghematan sebesar Rp. 1.450 per liter, pengguna pertalite akan memperoleh penghematan sampai Rp.1.800 per liter  dan Rp 2.300 per liter  untuk pengguna pertamax jika beralih menggunakan LGV  sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Biaya untuk peralatan konversi sebesar Rp.15.000.000 yang dikeluarkan pengguna premium untuk beralih ke LGV akan memperoleh pengembalian modal selama  3.12 tahun. Pengguna pertalite menempuh 2.51 tahun dan 1.92 tahun bagi pengguna pertamax untuk mendapatkan  pengembalian   modal.         LGV   berpotensi   sebagai   bahan   bakar   yang   ramah   lingkungan bebas sulfur dan timbal, mempunyai emisi gas buang yang rendah, dan dari segi penghematan, LGV mempunyai harga yang ekonomis bagi pengguna kendaraan bermotor. Kata kunci : LPG, LGV, Konversi, kendaraan bermotor
Analisis Kapasitas Drainase Sisi Timur Jalan Kampung Gusti Sampai Dengan Rumah Pompa Kampung Gusti Mohammad Imamuddin; Gatot Supriyanto
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Kampung Gusti termasuk salah satu wilayah yang terdapat di Kota Administrasi Jakarta Barat, yang merupakan wilayah yang salah satu rawan banjir. Tahun 2004 sampai saat ini Kelurahan Kampung Gusti yang masih diliputi banjir yaitu Kelurahan Kampung Gusti yang arah alirannya mengarah ke Rumah Pompa Kampung Gusti melalui crossing Jalan Kampung Gusti. Salah satu penyebab terjadinya banjir yaitu terjadinya penyempitan saluran di crossing Jalan Kampung Gusti dan penyempitan beberapa titik saluran sebelum Rumah Pompa Kampung Gusti. Tahun 2014 dilakukan pembangunan Rumah Pompa Kampung Gusti yang bertujuan untuk mempercepat laju aliran yang menggenangi Kelurahan tersebut sehingga banjir yang melanda Kelurahan tersebut dapat diminimalkan walau saat ini masih terjadi genangan dikarenakan kapasitas saluran belum memadai. Dengan menganalisa penampang saluran dengan menggunakan metode distribusi curah hujan menggunakan metode gumbell dihasilkan intensitas curah hujan 5 tahun sebesar 215.93 mm/jam dengan debit dihasilkan sebesar 1.196 m3/detik, sementara tampungan drainase eksisting sebesar 1.692 m3/detik dengan penampang eksisting 1 x 1 m. Hasil analisa kapasitas saluran yang ada sudah cukup mengatasi genangan di jalan kampung gusti disisi timur di tambah dengan keberadaan pompa 0.5 m3/detik.
Implementasi Peringatan Abnormalitas Tanda-Tanda Vital pada Telemedicine Workstation Melyana Melyana; Afrias Sarotama
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine workstation yang telah dikembangkan Pusat Teknologi Elektronika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTE-BPPT) dapat digunakan oleh dokter umum yang ada di Puskesmas. Perangkat ini dilengkapi dengan peringatan abnormalitas tanda-tanda vital. Modul tanda-tanda vital digunakan untuk mendapatkan data suhu tubuh, denyut nadi, laju pernapasan, saturasi oksigen, dan tekanan darah. Peringatan abnormalitas tand-tanda vital dapat digunakan sebagai pengingat dokter akan adanya ketidaknormalan pada tanda vital pasien. Sehingga dengan adanya peringatan abnormalitas dapat mempercepat pengambilan keputusan oleh dokter.
PERHITUNGAN PRESSURE DROP SISTEM PLAMBING AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA MICROSOFT EXCEL SEBAGAI DATABASE PADA GEDUNG “X” JAKARTA SELATAN Pratomo Setyadi; Septyanto Eko Nurcahyo
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem perpipaan air bersih dari sumber ke ground tank menuju ke roof tank beserta perlengkapan yang dibutuhkan. Penelitian ini juga bertujuan menghitung kebutuhan air bersih, mendapatkan perhitungan pressure drop sistem plambing dengan menggunakan media microsoft excel sebagai database dan menghitung kebutuhan head pompa serta daya pompa gedung “X” dengan jumlah 35 lantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi lapangan, mempelajari dokumen atau arsip yang berhubungan sistem plambing air bersih di gedung “X” Jakarta Selatan. Dan metode komputasi dengan software microsoft excel untuk membuat rumus perhitungan sebagai database. Hasil perhitungan kebutuhan air bersih total gedung “X” Jakarta Selatan adalah 205 m3/hari. Pada gedung “X” terdapat 2 buah tangki atap yaitu 1 buah di lantai refuge dengan kapasitas tangki 30 m3 untuk distribusi ke toilet lantai 17 sampai dengan toilet lantai basement 2 dan 1 buah di lantai atap dengan kapasitas 15 m3 untuk distribusi ke toilet lantai 31 sampai dengan toilet lantai18. Sedangkan untuk toilet dilantai 34, 33 & 32 distribusi air menggunakan pompa booster. Hasil pressure drop tertinggi pada toilet tipikal lantai 3 s/d lantai 20 yaitu 41,41 meter. Hasil pressure drop terendah pada toilet excecutive lantai 2 s/d lantai 34 yaitu 1,95 meter. Untuk head pompa transfer dari ground tank ke lantai refuge adalah 102,28 m dan daya pompa 19,97 kW. Head pompa transfer dari lantai refuge menuju roof tank adalah 61,07 m dan daya pompa 6,03 kW. Head pompa booster adalah 3,18 m dan daya pompa 0,27 kW.
ANALISIS PRODUK AMAN PERLENGKAPAN LISTRIK TERPILIH UNTUK KEAMANAN KONSUMEN Eri Suherman; Eka Yuni Astuty; Adam Arif Budiman
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem standardisasi menjadi penting dalam mendukung sistem keamanan produk, dimulai dari perumusan standar, pemeliharaan standar, penerapan standar dan pengawasan produk yangberedar di pasar. Untuk menjamin keselamatan masyarakat atau perlindungan konsumen yang terkait dengan pemanfaatan perlengkapan listrik, pemerintah memberlakuan Standar Nasional Indonesia(SNI) wajib kepada produsen dan importir untuk produk kelistrikan termasuk perlengkapan listrik.Untuk mengetahui seberapa jauh implementasi kebijakan penerapan SNI wajib bagi produkkelistrikan maka dilakukan penelitian produk aman perlengkapan listrik khususnya untuk tusuk kontak, kotak kontak, dan kabel. Sampel yang diambil berkategori Non probability Sampling, yaitu setiap unsur yang terdapat dalam populasi tidak memiliki kesempatan atau peluang yang sama untuk dimiliki sebagai sampel, bahkan probabilitas anggota tertentu untuk terpilih tidak diketahui. Pemilihan unit sampling didasarkan pada pertimbangan atau penilaian subjektif dan tidak pada penggunaan teoriprobabilitas.Penelitian ini menggunakan metode Convenience sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan saja, anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden untuk dijadikan sampel. Statistik Deskriptif dilakukan untuk mengolah data kuesioner dimulai dari identitas responden, produk perlengkapan listrik, regulasi dan kelembagaan, Pemahaman dan Partisipasi. Penelitian ini menyimpulkan gambaran  persepsi masyarakat tentang produk amanperlengkapan listrik.
LANSKAP PEKARANGAN PRODUKTIF DI PERMUKIMAN PERKOTAAN DALAM MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BINAAN BERKELANJUTAN Siti Nurul Rofiqo Irwan; Ahmad Sarwadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pekarangan rumah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari permukimaan perkotaan. Pekarangan merupakan kearifan lokal dan menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia.  Fungsi ekosistem pekarangan sangat mendukung terwujudnya konsep arsitektur berkelanjutan.  Berdasarkan pengamatan, keterbatasan ruang di perkotaan menyebabkan pemanfaatan pekarangan tidak optimal,  lebih mengarah kepada fungsi estetika dan tidak produktif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi pekarangan di permukiman perkotaan, dari aspek  luas, penggunaan ruang dan pemilihan vegetasi. Penelitian dilakukan ke permukiman padat perkotaan di Kelurahan Rejowinangun Kecamatan Kotagede Yogyakarta. Pada 83 sampel rumah dari dua RT terpilih, diketahui luas kavling minimal 28m2 hingga 1650 m2 dengan tanpa pekarangan hingga 1100 m2luas pekarangan. Posisi ruang sekitar rumah untuk pekarangan menentukan tangkapan cahaya matahari yang dibutuhkan untuk fotosintesis tanaman. Sekitar 49,4% pekarangan di studi kasus permukiman perkotaan dapat menangkap cahaya matahari tidak penuh  dan 39,8% pekarangan dapat menangkap cahaya matahari penuh. Jenis tanaman sebagian besar adalah tanaman hias dan tidak produktif.  Keterbatasan lahan mendasari rancangan penanaman vertikal, penggunaan pot, dan tanaman merambat dengan pergola. Pemilihan vegetasi yang dapat dikonsumsi (edible plants) terutama keragaman tanaman buah,  sayuran dan tanaman obat menjadi prioritas di pekarangan perkotaan. Metode  rancangan dan aplikasi pemanfaatan pekarangan cukup  efektif dengan metode partisipasi masyarakat dalam proses desain pekarangan produktif.
ANALISIS KELUHAN FISIK BIDAN AKIBAT MENOLONG PARTUS Farid Wajdi; Dadi Cahyadi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Indonesia, dari 40,7% menjadi 81,25% di tahun 2015, menaikan beban kerja dan resiko pekerjaan yang mengikutinya. Tujuan dari penelitian ini  adalah  untuk mengidentifikasi resiko  fisik  cedera otot  rangka (musculoskeletal disorders)  pada  bidan. Penelitian dilakukan  di  Fasilitas Kesehatan Tingkat I  (Pusat Kesehatan Masyarakat  Kecamatan) di  Kabupaten Serang  dengan  melibatkan  19  orang bidan.  Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner DMQ (Dutch Musculoskeletal Questionaire) untuk  mengetahui gejala  resiko cedera otot  rangka dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden mengalami  keluhan  sakit  leher (84%),  bahu (79%), punggung atas (74%), pinggul (58%), lutut (53%), kaki (47%), punggung bawah (37%), pergelangan tangan (26%), dan siku (11%). Hasil  uji  korelasi Pearson  terhadap tiga keluhan utama yaitu leher, punggung atas, pinggul (kiri dan  kanan), menunjukkan bahwa hanya ukuran tinggi badan responden (P=0.539, Sig.2-tailed=0.018 ) dan lamanya bekerja (P=0.476, Sig.2-tailed=0.039)  yang signifikan terhadap terjadinya keluhan  leher  (p<0.05). Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa ketinggian bed  partus  tidak sesuai dengan ketinggian badan bidan sehingga harus dinaikkan ketinggiannya dengan alat bantu agar bidan penolong partus tidak terlalu membungkuk dalam menolong persalinan.   Kata kunci: kuesioner DMQ, biomekanika, ergonomi fisik, MSDs, bidan
DISAIN DAN ANALISA PEMBANGKITAN LISTRIK BERBAHAN BAKAR TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Moch Zulfikar Eka Prayoga; Rinaldy Dalimi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini, fokus membahas pemanfaatan energi yang berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berupa Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) untuk menjadi bahan bakar pembangkit listrik tenaga biomasa sawit (selanjutnya disebut PLTBS) dengan kapasitas 1 x 5 MWe. Pembangkitan listrik dari TKKS, pada dasarnya merupakan proses pembakaran yang kemudian menghasilkan uap panas, sehingga menggerakkan turbin uap dan membangkitkan energi listrik. Sebelum dilakukan pembakaran, terlebih dahulu TKKS melalui dua skenario pretreatment guna mengurangi kandungan air (moisture content). Skenario pertama, TKKS dicacah menggunakan alat pencacah hingga mempunyai dimensi panjang sekitar 5 cm. Skenario kedua, TKKS setelah dicacah seperti skenario pertama, dilakukan pengeringan menggunakan peralatan pengering yang memanfaatkan udara panas dari pemanas listrik. Kedua skenario pretreatment menghasilkan penurunan kadar air dari 35%, menjadi 24,5% dan 20%, dengan hasil analisa nilai kalor 3.152 kcal/kg dan 4.185 kcal/kg untuk masing – masing skenario. Hasil dan analisa dari kedua skenario menunjukkan nilai efisiensi boiler 72,96%, energi pembangkitan yang dihasilkan 4.965,17 kcal/kWh, dan efisiensi pembangkit sebesar 17,32%. Perbedaan terdapat pada konsumsi pembakaran pada kedua skenario, yaitu masing-masing 7.587,41 kg/jam dan 5.715,19 kg/jam. Kesimpulan yang didapatkan pada studi ini adalah perbedaan nilai kalor tidak mempengaruhi unjuk kerja pembangkit dan energi yang dihasilkan. Namun, penggunaan TKKS dengan nilai kalor yang lebih tinggi, membutuhkan konsumsi pembakaran yang lebih sedikit daripada TKKS dengan nilai kalor yang rendah.
Studi Optimasi Penempatan dan Ukuran Kapasitor Dengan Metode Genetik Algoritma Pada Distribusi Hotel Starlet Erwin Dermawan; Riza Samsinar; Nurudin Nurudin
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya reaktif pada sistem distribusi disebabkan oleh saluran yang sebagian besar merupakan komponen reaktif, akan tetapi daya reaktif menjadi konsumsi beban-beban induktif. Apabila didalam suatu sistem distribusi listrik pada pusat cabang distribusi tidak dipasang kapasitor maka daya reaktif pada sistem distribusi akan dipikul sepenuhnya oleh generator, sehingga terdapat rugi-rugi pada sistem distribusi yang membuat daya semu yang disuplai oleh PLN menjadi besar dan biaya yang ditanggung oleh konsumen listrik semakin mahal. Oleh karena itu diperlukan suatu langkah yang harus dilakukan untuk mengkompensasi daya reaktif pada sistem distribusi salah satunya dengan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank. Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi penempatan dan ukuran kapasitor bank pada sistem distribusi dengan menggunakan acuan dari data-data yang didapatkan dari hasil pengukuran dan simulasi, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh kapasitor bank dalam mengkompensasi daya reaktif yang terdapat pada sistem distribusi sehingga rugi-rugi pada sistem dapat diperbaiki dengan bantuan ETAP powerstation 12.6.0

Page 83 of 104 | Total Record : 1032