cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
Efektivitas progressive muscle relaxation dengan zikir terhadap penurunan tekanan darah dan penurunan tingkat stres pada penderita hipertensi Setyaningrum, Niken; Badi’ah, Atik
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.1400

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia dan saat ini terdaftar sebagai penyakit pembunuh ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Berdasarkan sample registration survey tahun 2014 hipertensi merupakan penyebab kematian nomor lima di Indonesia. Berdasarkan WHO diperkirakan tahun 2025 angka kejadian hipertensi meningkat 29,2%. Hipertensi berkaitan dengan kualitas tidur dan tingkat stres karena berhubungan dengan respon saraf simpatis. Jika tidak diidentifikasi dengan baik hal tersebut dapat memperburuk kondisi penderita hipertensi. Hipertensi dapat dikontrol dengan terapi non farmakologi dengan menggunakan teknik relaksasi progressive muscle relaxation dengan zikir.Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas progressive muscle relaxation dengan zikir terhadap penurunan tekanan darah dan penurunan tingkat stres.Metode: Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Quasi experimental Design with Comparison Group. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Gamping 2 Yogyakarta. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 responden dengan pembagian sampel masing-masing 20 responden pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi (PMR dan zikir) dengan kelompok kontrol (PMR) terhadap penurunan tekanan darah sistol (p<0,01), tekanan darah diastol (p<0,01) dan penurunan tingkat stres (p<0,05).Kesimpulan: Teknik progressive muscle relaxation dengan zikir yang dilakukan secara bersamaan dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan tingkat stres.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian musculoskeletal disorders pada pekerja batik di kecamatan Sokaraja Banyumas Santosa, Agus; Ariska, Dwi Kuat
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2559

Abstract

Latar Belakang: Musculoskeletal disorders (MSDs) dapat menyerang seseorang yang bekerja dalam posisi statis yang cukup lama, salah satunya yaitu para pekerja batikTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian musculoskeletal disorders pada pekerja batik di Kecamatan Sokaraja Banyumas.Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi, populasi penelitian adalah para pekerja batik di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Bayumas, Jawa Tengah, jumlah berjumlah 45 responden pekerja batik yang mengalami masalah MSDs. Variable yang diukur dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, lama kerja, jam kerja perhari, posisi kerja dan banyaknya keluhan MSDs. Instrument penelitian menggunakan Nordic Body Map dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis data menggunakan Pearson correlation.Hasil: Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang negative antara usia dengan keluhan MSDs (r: -0,327; p<0,05). Ada hubungan yang positif antara jenis kelamin dengan keluhan MSDs (r: -0,379; p<0,05). Ada hubungan yang negative antara lama kerja dengan keluhan MSDs (r: -0,301; p<0,05). Ada hubungan yang positif antara jam kerja perhari dengan keluhan MSDs (r: 0,445; p<0,01) dan ada hubungan yang positif antara posisi kerjai dengan keluhan MSDs (r: 0,642; p<0,01).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa usia, jenis kelamin, lama kerja, jam kerja perhari dan posisi kerja berhubungan dengan keluhan MSDs.
Karakteristik ibu (usia, paritas, pendidikan) dan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil trimester III Rinata, Evi; Andayani, Gita Ayu
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2063

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan dapat menjadi sumber stressor kecemasan, terutama pada kehamilan trimester III. Berdasarkan penelitian menunjukkan sebagian besar (70,3%) ibu hamil trimester III mengalami kecemasanTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga atau suami dengan kecemasan pada ibu hamil trimester III.Metode: Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional, populasinya seluruh ibu hamil trimester III, sampelnya seluruh ibu hamil trimester III yang memenuhi kriteria yaitu berjumlah 56 ibu, pengambilan sampel dengan teknik non probability sampling secara accidental sampling menggunakan kuesioner. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan skala HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil memiliki usia tidak beresiko, paritas multigravida, berpendidikan SMA/SMK, mendapatkan dukungan dari keluarga, dan tidak mengalami kecemasan. Ada hubungan usia dengan kecemasan (p<0,01), ada hubungan paritas dengan kecemasan (p<0,01),  ada hubungan pendidikan dengan kecemasan (p<0,01), ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan (p<0,01).Kesimpulan: Ada hubungan antara usia, paritas, pendidikan, dan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil trimester III.
Metode praktek dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penanganan cedera pada siswa sekolah dasar Setiyabudi, Ragil
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2560

Abstract

Latar Belakang: Sekolah merupakan lembaga yang dengan sengaja didirikan untuk membina dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik fisik, mental, moral, maupun intelektual. Sekolah melakukan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru. Namun kegiatan belajar mengajar tersebut dapat menimbulkan kecelakaan dan cederaTujuan: Penelitian ini bertujuan agar para guru memiliki kompetensi penanganan cedera pada siswa sekolah dasar.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment dengan desain one group pre test – post test. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Muhammadiyah Pasir Kidul Purwokerto dengan dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebesar delapan. Subjek diintervensi dengan metode praktek penanganan cedera pada siswa SD. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk membandingkan skor praktek sebelum dan sesudah intervensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Wilcoxon.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode praktek dapat meningkatkan kemampuan guru menangani cedera pada siswa. Skor praktek sebelum intervensi lebih tinggi daripada sesudahnya, yaitu pada praktek menekan dengan tangan dan elevasi dalam menghentikan perdarahan (p=0,010), menekan dengan kain bersih dalam menghentikan perdarahan (p=0,011), memasang balut tekan dalam menghentikan perdarahan (p=0,10), dan pengelolaan patah tulang (p=0,008).Kesimpulan: Metode Praktek dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penanganan cedera pada siswa sekolah dasar.
Adaptasi gejala perimenopause dan pemenuhan kebutuhan seksual wanita usia 50-60 tahun Koeryaman, Mira Trisyani; Ermiati, Ermiati
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2411

Abstract

Latar Belakang: Perubahan fisik dan psikologis akibat perubahan hormonal pada masa perimenopause dapat menyebabkan ketidaknyamananTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran penanganan gejala perimenopause termasuk pemenuhan kebutuhan seksual pada wanita usia 50-60 tahun.Metode: Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif, sampel berjumlah 246 responden dengan pengelompokan sampel berdasarkan seksual aktif (n= 74) dan seksual tidak aktif (n=172). Penelitian dilakukan di di wilayah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Pengumpulan data melalui kuesioner terdiri 21 item tentang pemenuhan kebutuhan seksual dan 29 item menggali adaptasi perubahan gejala fisik dan psikologis masa perimenopause.Hasil: Hasil penelitian menunjukan sebagian besar wanita tidak terpenuhi pada aspek kebutuhan seksualnya, meliputi aspek gairah/minat seksual (82,43%), perangsangan arousal (66,21%), orgasme (75,67%) serta 56,75% mengalami disparenia. Data lainnya menunjukan bahwa sebagian besar para wanita usia 50-60 tahun dalam penanganan gejala perimenopause dalam kategori kurang baik, meliputi pengaturan nutrisi (58,14%), pengaturan aktivitas olahraga (65,69%), pengaturan aktivitas seksual (52,32%), pengaturan stress dan emosi (65,69%), pengaturan istirahat (50,58%), pengaturan pencarian informasi dan pelayanan kesehatan (58,72%).Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian gambaran pengelolaan tanda dan gejala menopause para wanita masa perimenopause masih perlu penanganan yang tepat untuk mengurangi dampak komplikasi pada masa yang akan datang. Melalui program intervensi pengelolaan tanda dan gejala perimenopause diharapkan kualitas hidup wanita masa menopause meningkat.
Pengobatan tradisional pada masyarakat tidung kota Tarakan: study kualitatif kearifan lokal bidang kesehatan Lesmana, Hendy; Alfianur, Alfianur; Utami, Putri Ayu; Retnowati, Yuni; Darni, Darni
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2161

Abstract

Latar Belakang: Kearifan lokal bidang kesehatan merupakan suatu keunggulan dari bangsa Indonesia yang setiap etnis yang ada memiliki kebudayaan yang berbeda-beda dan kearifan lokal yang berbeda pula, hal ini disebabkan oleh sumber daya alam, hewani dan nabati yang tumbuh di setiap daerah berbeda. Kearifan lokal masyarakat tidung bidang kesehatan telah ada turun temurun yang berasal dari nenek moyang dengan menggunakan bahan-bahan alam yang ada di Pulau Kalimantan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal bidang kesehatan khususnya pengobatan tradisional pada masyarakat tidung yang ada di Kota Tarakan.Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian kualitatif deskriptif. Populasi pada pasien dewasa yang masih menggunakan pengobatan tradisional sebagai alternative pengeobatan penyakit. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel secara porposive sampling, didasarkan pada suatu pertimbangan dimana partisipan sebagai penggiat/pengobat tradisional yang mengetahui tentang kearifan lokal bidang kesehatan yang berlaku di masyarakat tidung Kota Tarakan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 7 partisipan. Teknik pengambilan data secara In-depth interviewHasil: Penelitian menunjukan kearifan lokal masyarakat tidung di bidang kesehatan khususnya pengobatan tradisional pada pasien dewasa, menggunakan 3 pendekatan untuk mengatasi masalah kesehatan yang dialami nya, yakni; menggunakan pendekatan tindakan/herbal/ramuan, pendekatan doa/baca-baca (supranatural) dan pendekatan gabungan dua metode tersebut. Masyarakat tidung masih aktif menggunakan pendekatan pengobatan tersebut dan ketika tidak berhasil mengatasi masalah kesehatannya maka mereka akan meminta bantuan tenaga kesehatanKesimpulan: Kearifan lokal bidang kesehatan khususnya pengobatan tradisional pada pasien dewasa yang ada di masyarakat tidung Kota Tarakan berupa tindakan/keterampilan adalah Pijat/urut yang menggunakan bahan atau ramuan alami dengan menggunakan tehnik pijat tertentu. Masih dijumpai kearifan lokal bidang kesehatan pada pasien dewasa yang ada di masyarakat tidung Kota Tarakan berupa bacaan/mantra atau doa sesuai syariat islam dengan mengkobinasikan bahan atau ramuan yang disertai jampi-jampi atau doa diyakini dapat menyembuhkan penyakit atau cedera
Kecemasan berhubungan dengan frekuensi angina: studi korelatif pada pasien pasca sindrom koroner akut Rachmi, Fitria; Nuraeni, Aan; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2091

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada pasien sindrom koroner akut (SKA) yang menjalani rawat jalan masih sedikit diteliti, padahal kecemasan pada pasien rawat jalan merupakan hal yang penting untuk dikaji karena pasien berada di rumah dan jauh dari fasilitas kesehatan. Beberapa konsep menyatakan bahwa kecemasan pada pasien SKA dapat memperburuk keadaan jantung, namun demikian bagaimana kaitan antara cemas dengan frekuensi angina masih belum banyak diteliti.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien SKA.Metode: Desain penelitian ini adalah correlational study. Penelitian dilakukan di Poliklinik Jantung di satu Rumah Sakit di Jawa Barat. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan SKA yang di ambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunaan kuesioner ZSAS dan SAQ selama satu bulan, kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman.Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan normal dan frekuensi angina minimal. Sedangkan responden yang mengalami cemas berat sebesar 3% dan mengalami frekuensi angina berat sebesar 8%.Hasil perhitungan p-value sebesar  0,00 yang lebih kecil dari α (0,05) dan r -0,508 maka terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan frekuensi angina.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien dengan SKA. Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang maka frekuensi angina semakin berat.
Model pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan anak lahir dengan kebutuhan khusus melalui kader WUS (wanita usia subur) Kartiyani, Titin; Susanti, Susanti
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2531

Abstract

Latar Belakang: Bertambahnya jumlah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tentunya tidak lepas dari berbagai persoalan, mulai dari buruknya kualitas lingkungan hidup, kurang sehatnya gaya hidup masyarakat hingga pola makan yang tidak tepat.Terutama pada ibu hamil, melahirkan dan pada masa pengasuhan anak. Salah satu caranya adalah menyiapkan masa pra kehamilan, intervensi khusus selama kehamilan berlangsung, pola pengasuhan yang benar hingga pada usia diatas balita. Kategori anak berkebutuhan khusus banyak sekali macamnya seperti autism, ADD, ADHD, CP dan Down syndrome. Anak berkebutuhan khusus bisa terjadi karena adanya kelainan kongenital pada saat didalam kandungan.Tujuan: Membentuk model pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan ABK di Desa SlarangMetode: Metode yang digunakan adalah membentuk kader WUS, pembuatan modul pelatihan, dan melakukan penyuluhan serta pelatihan tentang pencegahan dan penanganan ABK. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan dan ketrampilannya kader WUS tentang pencegahan dan penanganan ABK.Hasil: Hasil kegiatan menghasilkan 24 kader WUS yang terdiri dari ibu-ibu kader PKK di Desa Slarang, setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan dengan menggunkan modul pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang pencegahan dan penanganan ABK dari 45 menjadi 90, sedangkan untuk nilai ketrampilan meningkat dari 50 menjadi 90.Kesimpulan: Model pembentukan kader WUS dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam pencegahan dan penanganan ABK

Page 1 of 1 | Total Record : 8