cover
Contact Name
Arif Wijayanto
Contact Email
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Phone
+622518621262
Journal Mail Official
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Gedung PPLH Lantai 4 Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Jawa Barat, Indonesia Tel. +62-251-8621262, 8621085 Fax. +62-251-8622134
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)
ISSN : 20864639     EISSN : 24605824     DOI : https://doi.org/10.29244/jpsl
JPSL publishes articles in fields: Environmental Policy and Management, Disaster Mitigation, Regional Planning, Land Resources Evaluation, Hidrology, Systems Modelling and Sciences, Water Pollution, Air Pollution, Environmental Technology, Ecotourism, Biodiversity, Environmental Economics, Public Communications, Social Sciences, Anthropology, Environmental Health
Articles 701 Documents
Pengaruh Insektisida Klorpirifos Terhadap Struktur Histologi Intestinum Ikan Wader Pari (Rasbora lateristriata Bleeker, 1854) Jerizqa Ayu Fajar Nita; Bambang Retnoaji
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.1-11

Abstract

Chlorpyrifos is one of commonly used insecticides. However, the use of insecticides in agriculture has negative impacts including lethal effect to non-target organisms. Wader pari fish is a type of freshwater fish that lives in rice fields or rivers and can be used as an indicator of water pollution. The purpose of this study was to determine the intestinal histological structure, the histopathological effect of chlorpyrifos on intestine, and population number of goblet cells, respectively. The treatment concentration of 0.001; 0.005; and 0.01 ppm were determined by preliminary trial and exposed for 168 hours. Fish behavior and water quality were monitored. The fish were still alive until the last day of exposure were then made intestinal histological preparations using the paraffin method and staining with Haematoxylin Eosin (HE), Mallory Acid Fuchsin (MAF), Periodic Acid Schiff (PAS). The results showed that the histological structure of the wader pari intestine consisted of mucosal tunica, submucosal tunica, muscularis tunica, and serous tunica. Furthermore, chlorpyrifos has a significant effect on population number of goblet cells. The intestine damages were edema, vacuolization, cloudy swelling, hemorrhage, lysis, and fusion of vili. It could be concluded that chlorpyrifos caused intestinal damage in wader pari fish.
Dampak Aplikasi Foaming Agent pada Tanah Gambut Bekas Terbakar di Desa Rimba Panjang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau Pratiwi Dwi Susanti; Basuki Wasis; Bambang Hero Saharjo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.601-612

Abstract

Peat land fire decreases the thickness of peat soil (subsidence) and damage the physical, chemical, and biological properties of the soil. Forest and land fires extinguishing is usually be managed using water and tend to take a very long time until the fire is completely quenched. Extinguishing using water in a peat land is deemed less effective and less efficient because of the process of fuel temperature reduction that is not directly completed regarding the water evaporation due to the high fire temperature on the surface. Moreover, using a foaming agent from palm oil, is a new method of fire extinguishing. This method was done by extinguishing the fire using a fire extinguisher tool that was filled with a mixture of NF46 0,5 100 L m-² solution. The direct extinguishing was carried out on the plot and the extinguishing time length was analyzed until the fire or smoke on the plot was no longer visible, then being left for a day. Based on the analysis results, the extinguishing using a foaming agent for three months does not damage the ecosystem and even does not have a detrimental impact on plant growth within three months. Besides, extinguishing using a foaming agent can speed up the extinguishing process (3 until 4,6 minute) compared to using water (50 minute).
Desain reklamasi air limbah dari sewerage system untuk kegiatan berkebun di Universitas Pertamina Pavita Khansa; Evi Siti Sofiyah; I Wayan Koko Suryawan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.685-695

Abstract

Daur ulang air limbah adalah salah satu dari kriteria inovasi berkelanjutan dalam tingkat perguruan tinggi. Reklamasi air dari sistem pembuangan limbah untuk kegiatan berkebun merupakan salah satu cara untuk mencapai target tersebut di Universitas Pertamina. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan memverifikasi unit pengolahan air dari saluran limbah menjadi air siap pakai untuk kegiatan berkebun. Unit yang dibutuhkan untuk sistem pengolahan air limbah adalah tangki pengumpulan, Horizontal Roughing Filters (HRF), Rapid Sand Filtration (RSF), reservoir, dan desinfeksi. Kualitas efluen yang diharapkan dari unit pengolahan adalah TDS 278 mg/L, TSS 1,3 mg/L, Kekeruhan 0,17 NTU, BOD5 0,63 mg/L, COD 6,12 mg/L, Fosfat total 0,95 mg/L, Nitrat 0,07 mg/L, deterjen 0,7 mg/L, dan total coliform MPN/100mL. Parameter yang paling penting dalam proses pengolahan air sewerage adalah total coliform yang harus mencapai efisiensi sebesar 99%. Pengolahan air dengan cara konvensional ini digunakan karena ketersediaan lahan yang masih mencukupi, jika tidak mencukupi maka diperlukan pengolahan lanjut yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
The Role of Stakeholders in Conseravation Governance in The Upstream Bedadung Watershed Jenitra Milan Petrina; Idah Andriyani
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.662-676

Abstract

Hulu DAS Bedadung merupakan daerah resapan air. Saat ini DAS Bedadung tidak berfungsi secara optimal, karena penebangan liar dan perubahan fungsi hutan lindung menjadi hutan produksi. Akibatnya terjadi peningkatan erosi, tanah longsor, dan banjir. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kegiatan konservasi di daerah hulu, dan peran stakeholder dalam tata kelola DAS Bedadung. Hasil penelitian terkait identifikasi kegiatan konservasi di empat Sub DAS menggunakan analisis deskriptif eksploratif adalah: (1) Sub DAS Jompo yaitu (tanaman kopi, tanaman jati dan terasering), tanaman penutup tanah, DAM pengendali, (2) Sub DAS Antrokan yaitu terasering tanaman durian, penggunaan mulsa organik, tanaman sengon dengan rumput gajah, (3) Sub DAS Rempangan yaitu penanaman tanaman penutup tanah, terasering tanaman kopi dengan lamtoro, (tanaman sengon, kopi dan terasering), reboisasi dengan tanaman matoah sengon, duren, alpukat, pete, jambu biji, (4) Sub DAS Rembangan yaitu strip rumput, tanaman penutup tanah, (tanaman lamtoro, kopi, dan terasering. Hasil penelitian tujuan kedua terkait peran dan hubungan stakeholder dalam pelaksanaan tata kelola konservasi dilakukan dengan analisis The Four Rs (Empat R), sedangkan kekuatan dan pengaruh stakeholder menggunakan analisis kekuatan stakeholder. Posisi dan peranan masing-masing stakeholder pengelola hulu DAS Bedadung, yaitu (1) LMDH dan KTH sebagai (Subject), (2) Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Jember, Perum Perhutani, dan BPDAS Brantas Sampean sebagai (Key Player), (3) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Bappeda Jember, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Jember, dan Dinas Pertanian Jember sebagai (Context Setter), (4) Forum DAS Brantas Sampean sebagai (Crowd)
Analisis Kesesuaian Perairan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii Berkelanjutan Mendukung Science Techno Park Di Kalimantan Utara Ermawaty Maradhy; Rizal Syarief Nazriel; Surjono Hadi Sutjahjo; Meika Syahbana Rusli; Widiatmaka Widiatmaka; M. Fedi Alfiadi Sondita
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.3.490-503

Abstract

Produksi rumput laut kering Tarakan mengalami peningkatan sepanjang tahun 2012-2018 untuk budidaya Kappaphycus alvarezii dengan metode tanam rawai. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas perairan pesisir di sekitar Pulau Tarakan dan untuk mengetahui kesesuaiannya untuk budidaya rumput laut. Parameter lingkungan untuk menentukan kualitas air adalah klorofil-a, suhu air, salinitas, pH, DO, TDS, kekeruhan, nitrat, fosfat, kedalaman air, kecepatan arus, proteksi, lokasi penelitian dan jarak antar pemukiman. Penelitian dilakukan dengan pengukuran in-situ dan ex-situ berdasarkan APHA (2005) menggunakan multi parameter Horiba U51 juga, klorofil-a dianalisis menggunakan metode spektrofotometri, kadar nitrat dianalisis menggunakan SNI 06-6989.79-2011 sedangkan fosfat dianalisis menggunakan SNI 06-6989.31-2005. Kesesuaian perairan dibagi menjadi 4 kelas, S1 (sangat sesuai), S2 (sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantai Tarakan memiliki 3 kategori yaitu menurut marginal (S3) 13,20%, Sesuai (S2) 86,50%, dan Sangat Sesuai (S1) 0,30%. Kondisi eksisting pesisir Pulau Tarakan mendukung sebagai areal budidaya rumput laut K. alvarezii dengan potensi lahan untuk dikembangkan seluas 33896.73 ha.
Evaluasi Karakteristik Fisik Kimiawi Perairan Situ Cibuntu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Aiman Ibrahim; Siti Aisyah; Ira Akhdiana; Lukman; Aldiano Rahmadya; Novi Mayasari
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.513-523

Abstract

Pond Cibuntu is one of the urban ponds located in Bogor Regency, West Java Province. With a maximum surface area of 2.11 ha and maximum depth of 1.20 m, the pond serves as retention pond and recreational fishing. Ponds in urban areas can be disturbed due to siltation, land conversion, and anthropogenic activities that can influence the physico-chemical conditions of the waters. The aims of this study was to evaluate the physico-chemical properties of the Pond Cibuntu as basis for freshwater ponds management. This study was conducted from September to December 2018 at five observation stations. The results of this study showed that the parameters of water temperature, TDS, pH, DO, and total phosphorus still meet the class III of water quality standards according to Government Regulation Number 82 of 2001. The value of total nitrogen and total phosphorus indicates Pond Cibuntu which is eutrophic to hypereutrophic.
Penyediaan Sumberdaya Lahan Untuk Pengembangan Agroindustri Sengon yang Berkelanjutan di DAS Bedadung Jember Yaumil Fadila; Idah Andriyani; Bambang Herry Purnomo; Achmad Fauzan Masudi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.3.453-462

Abstract

Sengon (Paraserianthes falcataria) menjadi komoditas andalan sebagai bahan baku industri, sehingga sengon memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Efek domino yang timbul adalah meningkatnya luasan lahan sengon, dan menyebabkan perubahan tataguna lahan ladang/sawah menjadi perkebunan sengon. Perubahan lahan tersebut rawan erosi yang akan memperbesar tingkat bahaya erosi. Peruntukan lahan yang tidak sesuai untuk komoditas tanaman sengon akan menjadi ancaman tersendiri bagi keberlanjutan agroindustry berbahan baku sengon oleh karena itu diperlukan evaluasi kesesuaian lahan tanaman sengon. Penelitian ini bertujuan mengidentfiikasi kesesuaian lahan tanaman sengon di DAS Bedadung. Infomasi ini digunakan untuk mengembangkan agroindustri yang berkelanjutan. Parameter yang dianalisis sebanyak 14 dan metode kesesuaian lahan adalah matching dan overlay. Hasil dari analisis kesesuaian lahan pada tanaman sengon didominasi kelas S3 “sesuai marjinal” (48,07%). Parameter pada lahan yang menjadi faktor pembatas tanaman sengon adalah curah hujan sebagai penyedia sumber air dan solum tanah. Upaya perbaikan faktor curah hujan yaitu membuat waduk atau bendungan, namun perbaikan tersebut membutuhkan dana banyak dan waktu yang lama. Sedangkan usaha perbaikan solum tanah sulit dilakukan karena membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian maka komoditas sengon di Kabupaten Jember akan mengalami kendala keberlanjutan apabila faktor-faktor diatas tidak dicari solusinya.
The Life Cycle Assessment of Cement Product with Alternative Fuels Usage in Indonesia Arief Setiawan; Moh. Yanuar Jarwadi Purwanto; Kiman Siregar
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.3.474-489

Abstract

The aim of this study was performed a life cycle assessment in cement production. In order to gain improvement on environmental impact therefore the assessment should find the hotspots. The improvement is expected to find better fuel composition to reduce its impact by using variant of alternative fuels. The scope of study covers mining extraction to processing of cement (cradle to gate). The study results showed the value of 1 ton of cement : global warming potential impacts is 760.11 kg CO2-eq, acidification potential 1.32 kg SO2-eq, photochemical oxidant creation potential 0.0508 kg C2H4-eq, human toxicity potential 123.97 kg 1.4-DB-eq and abiotic depletion potential 2181.75 MJ. The data show that the highest contributor of impact is kiln unit. The energy used in kiln process unit contributes 92.46% of the total energy intensity in the cement production process. The results show that the energy required to produce 1-ton cement product is 3.27 GJ with the kiln process unit having the highest energy used contribution with a value of 3.03 GJ / ton product. The study has comprised four scenarios in order to acknowledge the best recommended practice of fuel compositions in the hotspots area.
Potensi Tumbuhan Sumber Pangan Hutan di KPH Produksi Unit VIII Muntai Palas Kabupaten Bangka Selatan Chairullah; Ervizal AM Zuhud; Edy Nasriadi Sambas
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.587-600

Abstract

Abstract: Plants as forest food sources have potential comparative advantages as alternative resources. The existence of the Production KPH Unit VIII Muntai Palas as a management unit can improve the quality of forest management in South Bangka Regency, Bangka Belitung Islands Province. The purpose of this research was to take an inventory, analyze the utilization and formulate a conservation village development strategy. This research is explorative with the method of determining four village locations (Kepoh, Pasir Putih, Batu Betumpang, and Bencah) and selecting informants by purposive sampling. The results of the study found 33 families, 54 genera, 73 species with a total of 1858 individuals consisting of 1.071 seedlings, 385 saplings, 173 poles and 226 trees. The highest value of species diversity in the medium category was found in Kepoh village, while the species with the highest value of importance (LUVI) differed in each observation village. Kepoh was owned by Sandoricum koetjape Village (LUVI 11.14), Pasir Putih village was mostly inhabitated by Mangifera odorata (kuweni) with a LUVI value of 9.68, Batu Betumpang Village was mostly covered by Nephelium lappaceum (rambutan) (LUVI 11.20) and Bencah village (LUVI 10.84 ) belongs to Garcinia nigrolineata (kandis). The Strength-Opportunity (SO) strategy was applied in the development of sustainable forest conservation villages with the support of the diversity of forest food sources and regional policies as well as opportunities for the development of tourism forests, health forests, educational forests, natural laboratories and investment in natural resources and the environment to realize a sovereign forest conservation village. independent food. Keywords: AHP-SWOT, food source plantation forest, KPH, LUVI, vegetation analysis
Mobile Application for Data Acquisition in Integrated Forest and Land Fires Patrols Dhani Sulistiyo Wibowo; Imas Sukaesih Sitanggang; Ikhsan Kurniawan; Wulandari
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.653-661

Abstract

Hotspot is one of the indicators of forest and land fires which is usually checked in the field through an integrated patrol program by a team formed by the Ministry of Environment and Forestry (KLHK). The findings from these patrol activities are usually reported through texts posted in the chat group media using the WhatsApp application. This method is, however, considered ineffective in presenting information queries from the patrol data. Therefore, this research aims to develop a mobile application to record data retrieved during forest and land fire patrols in the Sumatra region. The prototyping system development method was applied and this includes analyzing the needs of the user, designing and modeling the prototype, coding the system, testing the system, and system usage. Moreover, the Ionic 3 framework was employed in the system development through the application of the API from the back-end module. The application was integrated into the Google Maps Application Programming Interface (API) and the system was tested using the Blackbox method to show the features in the system function effectively.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 8 No 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) More Issue