cover
Contact Name
Arif Wijayanto
Contact Email
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Phone
+622518621262
Journal Mail Official
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Gedung PPLH Lantai 4 Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Jawa Barat, Indonesia Tel. +62-251-8621262, 8621085 Fax. +62-251-8622134
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)
ISSN : 20864639     EISSN : 24605824     DOI : https://doi.org/10.29244/jpsl
JPSL publishes articles in fields: Environmental Policy and Management, Disaster Mitigation, Regional Planning, Land Resources Evaluation, Hidrology, Systems Modelling and Sciences, Water Pollution, Air Pollution, Environmental Technology, Ecotourism, Biodiversity, Environmental Economics, Public Communications, Social Sciences, Anthropology, Environmental Health
Articles 712 Documents
SPATIAL MODELING IN SUSTAINABLE PEAT LAND MANAGEMENT BASED ON PEAT HYDROLOGICAL UNITS (KHG) Turmudi, Turmudi; Suwarno, Yatin; Munajati, Sri Lestari; Suryanta, Jaka
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.613-620

Abstract

Utilization of peatlands becoming more massive from time to time. On the other hand, efforts are needed to ensure the sustainability of peatland functions for the environment. In an effort to support the sustainability of peatland functions, spatial modelling with the basis of KHG is needed to facilitate its management. This study aims to provide input on the optimization of peatlands based on KHG to be used for the community, while maintaining its sustainability. The method used is spatial analysis that covered data KHG, Land Unit, Soil, Ground water level (GWL), Rainfall data. The results of the study show that KHG helps to more focus on determining the AOI (Area of interest) to be researched. The inputs needed for research based on KHG, are:- KHG analysis of: 1. land unit; 2. Rainfall data, 3. GWL data, 4. Soil data. that can identify KHG areas that need attention to be managed properly:the tidal peatland, and the peat dome for conservation efforts. Analysis of KHG with rainfall and GWL, it can be obtained the months (February and November) which function as controls on the success of management through the GWL value.
Potensi Dampak Lingkungan Produksi Biodiesel dari Minyak Sawit dengan LCA (Life Cycle Assessment) di Indonesia Paminto, Ari; Karuniasa, Mahawan; Frimawaty, Evi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.64-71

Abstract

Produksi energi primer di Indonesia pada tahun 2018 yang terdiri dari minyak bumi, gas bumi, batu bara, dan energi terbarukan mencapai 1.504 juta SBM (Setara Barel Minyak). Ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) terutama di sektor transportasi masih tinggi. Komitmen global terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, mendorong pemerintah Indonesia untuk mendukung peran energi baru dan terbarukan. Penilaian siklus hidup (LCA) telah menjadi teknik populer yang diterapkan untuk mengevaluasi dampak lingkungan, konsumsi energi dan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari produksi biofuel. Untuk mengevaluasi dampak siklus hidup biodiesel, banyak tahapan yang harus dipertimbangkan termasuk perubahan penggunaan lahan, perkebunan, milling, pemurnian, konversi bahan bakar. Sudah ada beberapa penelitian yang melaporkan siklus hidup produksi minyak sawit. Namun, sebagian besar masih berfokus pada emisi GRK dan kebutuhan energi. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan menyajikan LCA dengan kategori dampak yang lebih luas dari produksi biodiesel di Indonesia mulai dari fase perkebunan hingga fase produksi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penyumbang utama dampak lingkungan produksi biodisel adalah penggunaan pupuk pada tahap perkebunan dan proses transesterifikasi pada pabrik biodiesel.
Pengaruh Sosialisasi Kebijakan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik terhadap Green Behavior Masyarakat Kota Bogor Carolin Lulik Tafsia; Mulatsih, Sri; Sri; Sumardjo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.55-63

Abstract

Pemerintah Kota Bogor menerbitkan peraturan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik untuk mengurangi volume sampah plastik di Kota Bogor. Peraturan tersebut mulai diberlakukan pada tanggal 1 Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi kebijakan terhadap kesadaran, sikap dan tindakan masyarakat Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Penelitian ini menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara sosialisasi kebijakan terhadap pembentukan kesadaran, sikap dan tindakan masyarakat Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain itu, kesadaran dan sikap ramah lingkungan juga memiliki pengaruh yang positif terhadap pembentukan tindakan mengurangi penggunaan kantong plastik. Oleh karena itu, agar kebijakan tersebut dapat berjalan secara efektif maka diperlukan peningkatan sosialisasi kebijakan agar semakin meningkatkan kesadaran, sikap dan tindakan masyarakat Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik.
Analysis of Policy Implementation for Peatland Ecosystem Degradation Control on Community Land in the Ex-PLG Area of Central Kalimantan Province Sabitah Irwani; Hariyadi; Hariadi Kartodihardjo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.34-45

Abstract

Degradation of peatland ecosystem on community land is controlled by the article 32 A paragraph (3) of Government Regulation Number 57 of 2016 concerning Amendments to Government Regulation Number 71 of 2014 concerning Protection and Management of Peatland Ecosystems which provide explicit direction that the restoration of peatland ecosystem forest and functions owned by the community or indigenous peoples is their responsibility. To assist the community to have countermeasures actions for peatland ecosystem degradation on the community land, the government has implemented the Peatland Self-supporting Villages (Desa Mandiri Peduli Gambut) program since 2016 in several provinces including Central Kalimantan Province. This study aims to: (1) analyze the current policy for controlling degradation to the peatland ecosystem if it applied to community land, and (2) Analyze the implementation of the policy for controlling degradation to the peatland ecosystem through the implementation of the Peatland Self-supporting Villages in the ex PLG area of Central Kalimantan Province by assessing the sustainability and implementation strategy of the program. The results of the study are: (1) The peatland ecosystem destruction control policy that has been applied to the licensed land can be applied to community land as long as they has sufficient capacity (2) the sustainability assessment of the implementation of the Peatland Self-supporting Villages program in the ex-PLG Area of ​​Central Kalimantan Province is included in the “moderate” category with an index value of 68.54, while the main strategy for proper implementation is by conducting exposure meetings of the Community Work Plan (Rencana Kerja Masyarakat, RKM) document to the relevant agencies and collaborating through programs that are in accordance with their duties.
Structure of mangrove ecosystem in Lubuk Damar Coast, Seruway, Aceh Tamiang Darmarini, Ananingtyas S; Wardiatno, Yusli; Partono, Tri; Soewardi, Kadarwan; Samosir, Agustinus Mangaratua; Zainuri, M
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.72-81

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir karena merupakan dasar pembentukan jaring makanan dan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ekosistem perairan dan daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi mangrove Lubuk Damar, Seruway, Aceh Tamiang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2017. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat yang ditarik lurus dari garis pantai ke daratan. Hasil penelitian ditemukan 10 jenis vegetasi mangrove yang terdiri dari A. alba, B. parviflora, B. sexangula, Soneratia alba, R. apiculata, Acrostichum aureum, Aegiceras floridum, E. agallocha, X. granatum dan Acanthus ilicifolius. Jenis mangrove dengan persentase tertinggi terdapat pada jenis A. floridum. Nilai INP fase pohon dalam kisaran 4,75 hingga 117,91. Vegetasi mangrove Lubuk Damar termasuk dalam kategori rusak. Namun jumlah pancang dan semai ditemukan memiliki kerapatan yang tinggi sehingga ekosistem tersebut berpotensi untuk beregenerasi secara alami.
Analysis of Erosion Management Based on GeoWEPP Spatial Modeling on Bauxite Mining Activities PT. XYZ in West Borneo Rika Setiabudi; Sri; Yudi; Santoso, Rika Setiabudi; Mulatsih, Sri; Setiawan, Yudi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.82-96

Abstract

Kegiatan pertambangan terbuka Bijih Bauksit yang dilakukan pada Areal yang Luas dan tersebar meningkatkan potensi pencemaran kualitas air sehingga diperlukan pengelolaan dengan baik. Salah satu pemodelan spasial GIS yang dapat memprediksi erosi adalah model Geospatial of water Erosion Prediction Project (GeoWEPP). GeoWEPP dapat memprediksi besaran erosi dan memetakan prediksi lokasi terjadinya sedimentasi di lokasi kegiatan penambangan bijih Bauksit serta membuat rencana pengelolaan dan biaya untuk pengendalian erosi, diantarnya dengan membuat settling pond. Pembangunan basis data GeoWEPP diantaranya melakukan Pembuatan peta penggunaan lahan, Peta topografi, Peta tanah dan analisis data curah hujan dan suhu. Hasil analisis terhadap 30 bukit dengan total luas 13 602.48 Ha didapatkan Sedimen sebesar 150 186 m3/bulan dan jumlah aliran air permukaan (run off) sebesar 4 202 267 m3/bulan. Berdasarkan analisis GeoWEPP pada rencana areal blok tambang didapatkan 30 titik outlate yang akan dijadikan lokasi pembangunan settling pond. Biaya yang diperlukan untuk pembangunan seluruh settling pond adalah sebesar Rp. 222 047 640 944 untuk biaya optimis dan Rp. 222 773 049 768 untuk biaya pesimis. Biaya perawatan settling pond pada seluruh titik outlate selama operasional adalah sebesar Rp. 3 145 414 818. Penamanan cover crops pada areal bekas tambang sangat efektif mengurangi erosi, Sehingga setelah kegiatan tambang telah selesai dilakukan, sebaiknya segera dilakukan penataan lahan dan penanaman cover crops.
Molecular taxonomy via DNA barcodes for species identification in selected genera of Fabaceae Wardani, I Gusti Ayu Kusuma; Amandita, Fitri Yola; Moura, Carina Carneiro de Melo; Gailing, Oliver; Siregar, Iskandar Z
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.112-122

Abstract

Fabaceae is an invaluable plant family with considerable ecological and economic importances for example as food sources, bio-fertilizer, and medicinal plants. However, Fabaceae has been overexploited in Indonesia and several species belong to this family are critically endangered. Due to morphological similarity, rapid and accurate identification of Fabaceae species is essential to support its conservation efforts. Nowadays, species identification through DNA barcoding has become an effective taxonomic classification tool. This study was aimed to evaluate the effectiveness of chloroplast markers, matK and rbcL and the combination (matK+rbcL), as DNA barcodes for the identification of seleted genera in Fabaceae. The result showed that matK+rbcL and matK had the highest level of identification (90% and 82.05%) of the investigated genera, respectively. Additionally, matK had the highest mean of interspesific distance (0.134) and intraspecific distance (0.003). The combined barcode matK+rbcL had the highest correct identification rate when comparing the morphological with molecular identification. Furthermore, the best phylogenetic tree was obtained using Neighbor Joining method. Based on the overall performance, matK and matK+rbcL were the best barcodes for the selected genera in this study.
Willingness to Pay Wisatawan Terhadap Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Alam Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor Kiki Yulia; Hadi Susilo Arifin; Meti Ekayani
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.123-133

Abstract

Kawasan Wisata Alam Gunung Salak Endah (GSE) merupakan salah satu destinasi wisata di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor. GSE mudah dijangkau baik dari Bogor maupun dari Jakarta. GSE memiliki berbagai destinasi alam yang indah seperti Curug Cigamea, Curug Kondang, dan pemandian air panas yang menarik banyak wisatawan. Jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahun yang berdampak pada masalah lingkungan, yaitu berupa timbulan sampah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan mengeksplorasi persepsi wisatawan terhadap rencana kelola sampah kawasan wisata GSE berbasis wisatawan menggunakan mekanisme deposit refund dan (2) Menghitung willingness to pay wisatawan terhadap besaran uang jaminan dari potensi sampah yang dihasilkannya. Metode pengumpulan data skala likert dan Contingent Valuation Method (CVM) telah digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan mendukung dan bersedia membayar uang jaminan, jika kelola sampah sistem deposit refund diberlakukan dengan berbasis wisatawan di kawasan wisata alam GSE.
Analisis beban pencemaran terhadap distribusi oksigen di Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari – Kaliwates Kabupaten Jember Afi Dhea Septian; Hendra Andiananta Pradana; Novita, Elida
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.147-157

Abstract

Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Jember. Sepanjang aliran sungai segmen Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Kaliwates ini terdapat aktivitas antropogenik berupa perumahan padat penduduk dan lahan pertanian yang menghasilkan limbah organik maupun an-organik. Kegiatan tersebut yang berhubungan langsung ke sungai berpotensi menambah beban pencemaran. Beban pencemaran yang dihasilkan dapat berpotensi menurunkan kualitas air. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kualitas air dan laju deoksigenasi serta reoksigenasi Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari-Kaliwates menggunakan metode Streeter-Phelps. Pengambilan data berupa debit air, TSS, DO, BOD, dan COD dengan grab sampling. Hasil perhitungan laju deoksigenasi dan reoksigenasi disintesis dengan metode deskriptif kuantitatif. Nilai TSS dan DO memenuhi baku mutu kelas I akan tetapi nilai BOD dan COD tidak memenuhi baku mutu kelas I. Nilai rata – rata laju deoksigenasi (rD) dan reoksigenasi (rR) secara berurutan sebesar 0,798 mg/L.hari dan 2,753 mg/L.hari. Nilai laju reoksigenasi lebih besar dari pada nilai laju deoksigenasi. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan Sungai Bedadung berjalan dengan baik dalam reduksi bahan organik secara alami. Besar kecilnya rR dan rD dipengaruhi oleh konstanta reoksigenasi, konstanta deoksigenasi, dan profil hidraulik sungai.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN BERMANFAAT DI HUTAN BUKIT KANGIN DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN BALI Wijana, Nyoman; Ida Ayu, Purnama Bestari
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.134-146

Abstract

Salah satu desa di Bali yang masih menjalankan kesehariannya secara tradisional adalah desa Tenganan Pegringsingan. Desa ini terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Desa ini merupakan desa Bali Age (desa asli Bali). Desa ini memiliki tiga bukit, yaitu Bukit Kangin, Bukit Kauh, dan Bukit Kaja. Kondisi hutan sangat lestari, karena dikelola secara tradisional. Di dalamnya terdapat berbagai jenis tumbuhan, ada yang dimanfaatkan secara tradisional dan ada beberapa jenis tumbuhan yang belum dimanfaatkan secara tradisional. Sementara itu, belum ada penelitian yang mencatat jenis tumbuhan yang ada di hutan, baik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat maupun yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis tumbuhan bermanfaat di hutan desa Tenganan Pegringsingan, Bali. dan untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis tumbuhan bermanfaat di hutan desa Tenganan Pegringsingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi penelitian ini adalah seluruh jenis tumbuhan bermanfaat yang ada di kawasan hutan Bukit Kangin. Sampel penelitian ini adalah seluruh jenis tumbuhan bermanfaat yang tercakup dalam petak berukuran 20x20m (untuk pendataan spesies habitus dewasa), 10x10m (untuk pancang), dan 1x1m (untuk semai), 65 petak untuk setiap pengambilan data. Komposisi jenis tumbuhan dianalisis secara deskriptif dan indeks keanekaragaman mengacu pada Shannon-Wiener. Kemudian dilanjutkan dengan analisis pemerataan (E) dan kekayaan jenis (R). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat 77 jenis tumbuhan di hutan Bukit Kangin. Berdasarkan sosial budaya Tenganan Pegringsingan Bali Aga, 46 jenis (60%) merupakan jenis tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, sedangkan sisanya 31 jenis tumbuhan (40%) merupakan jenis tumbuhan yang belum dimanfaatkan, (2) Terdapat 31 famili tumbuhan yang terdiri dari 46 jenis tumbuhan bermanfaat dengan jumlah individu sebanyak 2.249 jenis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar (60%) tumbuhan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dan 40% tidak dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat setempat. Tumbuhan bermanfaat yang dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat setempat adalah untuk keperluan bahan upacara keagamaan (Hindu) sebanyak 29 jenis tumbuhan (35,80%), untuk keperluan pengobatan sebanyak 18 jenis tumbuhan (27,70%), pangan sebanyak 17 jenis tumbuhan. (20,99%), kebutuhan bahan papan sebanyak 13 jenis tumbuhan (16,05%), kebutuhan sandang dan bahan industri sebanyak 2 jenis tumbuhan (2,47%).

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol 11 No 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 8 No 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) More Issue