cover
Contact Name
Arif Wijayanto
Contact Email
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Phone
+622518621262
Journal Mail Official
jpsl-ipb@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Gedung PPLH Lantai 4 Jl. Lingkar Akademik Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Jawa Barat, Indonesia Tel. +62-251-8621262, 8621085 Fax. +62-251-8622134
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management)
ISSN : 20864639     EISSN : 24605824     DOI : https://doi.org/10.29244/jpsl
JPSL publishes articles in fields: Environmental Policy and Management, Disaster Mitigation, Regional Planning, Land Resources Evaluation, Hidrology, Systems Modelling and Sciences, Water Pollution, Air Pollution, Environmental Technology, Ecotourism, Biodiversity, Environmental Economics, Public Communications, Social Sciences, Anthropology, Environmental Health
Articles 701 Documents
SPATIAL MODELING IN SUSTAINABLE PEAT LAND MANAGEMENT BASED ON PEAT HYDROLOGICAL UNITS (KHG) Turmudi Turmudi; Yatin Suwarno; Sri Lestari Munajati; Jaka Suryanta
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.4.613-620

Abstract

Utilization of peatlands becoming more massive from time to time. On the other hand, efforts are needed to ensure the sustainability of peatland functions for the environment. In an effort to support the sustainability of peatland functions, spatial modelling with the basis of KHG is needed to facilitate its management. This study aims to provide input on the optimization of peatlands based on KHG to be used for the community, while maintaining its sustainability. The method used is spatial analysis that covered data KHG, Land Unit, Soil, Ground water level (GWL), Rainfall data. The results of the study show that KHG helps to more focus on determining the AOI (Area of interest) to be researched. The inputs needed for research based on KHG, are:- KHG analysis of: 1. land unit; 2. Rainfall data, 3. GWL data, 4. Soil data. that can identify KHG areas that need attention to be managed properly:the tidal peatland, and the peat dome for conservation efforts. Analysis of KHG with rainfall and GWL, it can be obtained the months (February and November) which function as controls on the success of management through the GWL value.
Potensi Dampak Lingkungan Produksi Biodiesel dari Minyak Sawit dengan LCA (Life Cycle Assessment) di Indonesia Ari Paminto; Mahawan Karuniasa; Evi Frimawaty
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.64-71

Abstract

Produksi energi primer di Indonesia pada tahun 2018 yang terdiri dari minyak bumi, gas bumi, batu bara, dan energi terbarukan mencapai 1.504 juta SBM (Setara Barel Minyak). Ketergantungan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) terutama di sektor transportasi masih tinggi. Komitmen global terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, mendorong pemerintah Indonesia untuk mendukung peran energi baru dan terbarukan. Penilaian siklus hidup (LCA) telah menjadi teknik populer yang diterapkan untuk mengevaluasi dampak lingkungan, konsumsi energi dan emisi GRK (Gas Rumah Kaca) dari produksi biofuel. Untuk mengevaluasi dampak siklus hidup biodiesel, banyak tahapan yang harus dipertimbangkan termasuk perubahan penggunaan lahan, perkebunan, milling, pemurnian, konversi bahan bakar. Sudah ada beberapa penelitian yang melaporkan siklus hidup produksi minyak sawit. Namun, sebagian besar masih berfokus pada emisi GRK dan kebutuhan energi. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan menyajikan LCA dengan kategori dampak yang lebih luas dari produksi biodiesel di Indonesia mulai dari fase perkebunan hingga fase produksi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penyumbang utama dampak lingkungan produksi biodisel adalah penggunaan pupuk pada tahap perkebunan dan proses transesterifikasi pada pabrik biodiesel.
Pengaruh Sosialisasi Kebijakan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik terhadap Green Behavior Masyarakat Kota Bogor Carolin Lulik Tafsia; Sri Mulatsih; Sumardjo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.55-63

Abstract

Pemerintah Kota Bogor menerbitkan peraturan tentang pengurangan penggunaan kantong plastik untuk mengurangi volume sampah plastik di Kota Bogor. Peraturan tersebut mulai diberlakukan pada tanggal 1 Desember 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi kebijakan terhadap kesadaran, sikap dan tindakan masyarakat Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Penelitian ini menggunakan metode analisis Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara sosialisasi kebijakan terhadap pembentukan kesadaran, sikap dan tindakan masyarakat Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain itu, kesadaran dan sikap ramah lingkungan juga memiliki pengaruh yang positif terhadap pembentukan tindakan mengurangi penggunaan kantong plastik. Oleh karena itu, agar kebijakan tersebut dapat berjalan secara efektif maka diperlukan peningkatan sosialisasi kebijakan agar semakin meningkatkan kesadaran, sikap dan tindakan masyarakat Kota Bogor dalam mengurangi penggunaan kantong plastik.
Analysis of Policy Implementation for Peatland Ecosystem Degradation Control on Community Land in the Ex-PLG Area of Central Kalimantan Province Sabitah Irwani; Hariyadi; Hariadi Kartodihardjo
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.34-45

Abstract

Degradation of peatland ecosystem on community land is controlled by the article 32 A paragraph (3) of Government Regulation Number 57 of 2016 concerning Amendments to Government Regulation Number 71 of 2014 concerning Protection and Management of Peatland Ecosystems which provide explicit direction that the restoration of peatland ecosystem forest and functions owned by the community or indigenous peoples is their responsibility. To assist the community to have countermeasures actions for peatland ecosystem degradation on the community land, the government has implemented the Peatland Self-supporting Villages (Desa Mandiri Peduli Gambut) program since 2016 in several provinces including Central Kalimantan Province. This study aims to: (1) analyze the current policy for controlling degradation to the peatland ecosystem if it applied to community land, and (2) Analyze the implementation of the policy for controlling degradation to the peatland ecosystem through the implementation of the Peatland Self-supporting Villages in the ex PLG area of Central Kalimantan Province by assessing the sustainability and implementation strategy of the program. The results of the study are: (1) The peatland ecosystem destruction control policy that has been applied to the licensed land can be applied to community land as long as they has sufficient capacity (2) the sustainability assessment of the implementation of the Peatland Self-supporting Villages program in the ex-PLG Area of ​​Central Kalimantan Province is included in the “moderate” category with an index value of 68.54, while the main strategy for proper implementation is by conducting exposure meetings of the Community Work Plan (Rencana Kerja Masyarakat, RKM) document to the relevant agencies and collaborating through programs that are in accordance with their duties.
Structure of mangrove ecosystem in Lubuk Damar Coast, Seruway, Aceh Tamiang Darmarini, Ananingtyas S; Wardiatno, Yusli; Partono, Tri; Soewardi, Kadarwan; Samosir, Agustinus Mangaratua; Zainuri, M
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.72-81

Abstract

Mangrove merupakan ekosistem penting di wilayah pesisir karena merupakan dasar pembentukan jaring makanan dan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap ekosistem perairan dan daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur vegetasi mangrove Lubuk Damar, Seruway, Aceh Tamiang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2017. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat yang ditarik lurus dari garis pantai ke daratan. Hasil penelitian ditemukan 10 jenis vegetasi mangrove yang terdiri dari A. alba, B. parviflora, B. sexangula, Soneratia alba, R. apiculata, Acrostichum aureum, Aegiceras floridum, E. agallocha, X. granatum dan Acanthus ilicifolius. Jenis mangrove dengan persentase tertinggi terdapat pada jenis A. floridum. Nilai INP fase pohon dalam kisaran 4,75 hingga 117,91. Vegetasi mangrove Lubuk Damar termasuk dalam kategori rusak. Namun jumlah pancang dan semai ditemukan memiliki kerapatan yang tinggi sehingga ekosistem tersebut berpotensi untuk beregenerasi secara alami.
Analysis of Erosion Management Based on GeoWEPP Spatial Modeling on Bauxite Mining Activities PT. XYZ in West Borneo Rika Setiabudi Santoso; Sri Mulatsih; Yudi Setiawan
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.82-96

Abstract

Bauxite ore open-pit mining activities are conducted in spread areas and increase the potential for water pollution, implying a need for good management. GeoWEPP is a spatial model that predicts the erosion magnitude and the location of sedimentation. This helps in erosion management and control, including constructing a settling pond. Therefore, the purpose of this study was to examine GeoWEPP based on land use, topographic and soil maps, as well as rainfall and temperature data. The results showed that 30 hills with a total area of 13 602.48 Ha obtained sediment of 150 186 m3/month and the amount of run off of 4 202 267 m3/month. Furthermore, GeoWEPP analysis on the planned mining block area obtained 30 outlet points to be used as the location for the settling pond construction. The optimistic and pessimistic cost of constructing the entire settling pond is Rp. 222 047 640 944 and Rp. 222 773 049 768, respectively. Additionally, the cost of settling pond maintenance at all outlet points during operation is Rp. 3 139 414 818. Planting cover crops in ex-mining areas is very effective in reducing erosion.
Molecular taxonomy via DNA barcodes for species identification in selected genera of Fabaceae I Gusti Ayu Kusuma Wardani; Fitri Yola Amandita; Carina Carneiro de Melo Moura; Oliver Gailing; Iskandar Z Siregar
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.112-122

Abstract

Fabaceae merupakan famili yang penting secara ekologi dan ekonomi karena manfaatnya yang tinggi sebagai sumber makanan, pupuk hijau, serta tanaman obat. Namun, di Indonesia Fabaceae telah dieksploitasi secara berlebihan di Indonesia dan beberapa spesies termasuk dalam kategori terancam punah. Untuk mendukung upaya konservasi dibutuhkan teknik identifikasi yang cepat dan akurat. Saat ini, identifikasi spesies melalui DNA barcode telah menjadi teknik klasifikasi taksonomi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penanda matK, rbcL, serta kombinasinya (matK+rbcL), sebagai DNA barcode dalam identifikasi spesies dari famili Fabaceae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa matK+rbcL dan matK memiliki tingkat identifikasi tertinggi (90% dan 82,05%) pada tingkat spesies. Selain itu, matK memiliki rata-rata jarak interspesifik tertinggi (0.314) dan jarak intraspesifik (0.0030). Selanjutnya pohon filogenetik terbaik dihasilkan dengan metode Neighbour Joining. Berdasarkan analisis secara keseluruhan matK dan matK+rbcL merupakan barcode terbaik untuk spesies terpilih dalam penelitian ini.
Willingness to Pay Wisatawan Terhadap Pengelolaan Sampah di Kawasan Wisata Alam Gunung Salak Endah, Kabupaten Bogor Kiki Yulia; Hadi Susilo Arifin; Meti Ekayani
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.123-133

Abstract

Kawasan Wisata Alam Gunung Salak Endah (GSE) merupakan salah satu destinasi wisata di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Bogor. GSE mudah dijangkau baik dari Bogor maupun dari Jakarta. GSE memiliki berbagai destinasi alam yang indah seperti Curug Cigamea, Curug Kondang, dan pemandian air panas yang menarik banyak wisatawan. Jumlah wisatawan terus meningkat setiap tahun yang berdampak pada masalah lingkungan, yaitu berupa timbulan sampah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan mengeksplorasi persepsi wisatawan terhadap rencana kelola sampah kawasan wisata GSE berbasis wisatawan menggunakan mekanisme deposit refund dan (2) Menghitung willingness to pay wisatawan terhadap besaran uang jaminan dari potensi sampah yang dihasilkannya. Metode pengumpulan data skala likert dan Contingent Valuation Method (CVM) telah digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan mendukung dan bersedia membayar uang jaminan, jika kelola sampah sistem deposit refund diberlakukan dengan berbasis wisatawan di kawasan wisata alam GSE.
Analisis beban pencemaran terhadap distribusi oksigen di Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari – Kaliwates Kabupaten Jember Elida Novita; Afi Dhea Septian; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.147-157

Abstract

Sungai Bedadung merupakan salah satu sungai utama di Kabupaten Jember. Sepanjang aliran sungai segmen Kecamatan Sumbersari dan Kecamatan Kaliwates ini terdapat aktivitas antropogenik berupa perumahan padat penduduk dan lahan pertanian yang menghasilkan limbah organik maupun an-organik. Kegiatan tersebut yang berhubungan langsung ke sungai berpotensi menambah beban pencemaran. Beban pencemaran yang dihasilkan dapat berpotensi menurunkan kualitas air. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kualitas air dan laju deoksigenasi serta reoksigenasi Sungai Bedadung Segmen Kecamatan Sumbersari-Kaliwates menggunakan metode Streeter-Phelps. Pengambilan data berupa debit air, TSS, DO, BOD, dan COD dengan grab sampling. Hasil perhitungan laju deoksigenasi dan reoksigenasi disintesis dengan metode deskriptif kuantitatif. Nilai TSS dan DO memenuhi baku mutu kelas I akan tetapi nilai BOD dan COD tidak memenuhi baku mutu kelas I. Nilai rata – rata laju deoksigenasi (rD) dan reoksigenasi (rR) secara berurutan sebesar 0,798 mg/L.hari dan 2,753 mg/L.hari. Nilai laju reoksigenasi lebih besar dari pada nilai laju deoksigenasi. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan Sungai Bedadung berjalan dengan baik dalam reduksi bahan organik secara alami. Besar kecilnya rR dan rD dipengaruhi oleh konstanta reoksigenasi, konstanta deoksigenasi, dan profil hidraulik sungai.
KOMPOSISI DAN KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN BERMANFAAT DI HUTAN BUKIT KANGIN DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN BALI Nyoman Wijana; Purnama Bestari Ida Ayu
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Graduate School Bogor Agricultural University (SPs IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.1.134-146

Abstract

One of the villages in Bali that is still running its daily life traditionally is Tenganan Pegringsingan village. This village is located in Manggis District, Karangasem Regency, Bali Province. This village is a Bali Age village (original Balinese village). This village has three hills, namely Kangin Hill, Kauh Hill, and Kaja Hill. The condition of the forest is very sustainable, because it is managed traditionally. There are various plant species in it, some are used traditionally and there are some plant species that have not been used traditionally. In the meantime, there has been no research that has recorded the plant species in the forest, both those that can be used by the local community and those that have not been utilized. This study were to determine the composition of useful plant species in the forest of Tenganan Pegringsingan village, Bali. and to determine the diversity index of useful plant species in the forest of Tenganan Pegringsingan village. This study was an explorative study. The population of this study was the entire useful plant species in the area of Bukit Kangin forest. The sample of this study was the entire useful plant species covered by the squares sized of 20x20m (for data collection of mature habitus species), 10x10m (for sapling), and 1x1m (for seedling), 65 squares for each data collection. The plant species composition analyzed descriptively and diversity index refers to Shannon-Wiener. Then, it followed by the analysis of equity (E) and species richness (R). The results of the study showed that (1) there were 77 plant species in Bukit Kangin forest. Based on the Tenganan Pegringsingan Bali Aga social culture, 46 of them (60%) were useful plant species for the local people, whereas the remaining 31 plant species (40%) were the unutilized plant species, (2) There were 31 plant families which consisted of 46 useful plant species with as many as 2,249 total species individual. The conclusion of this research is the majority (60%) of these plants is used by the local community and 40% are not traditionally used by the local community. Useful plants traditionally utilized by local communities are for the purposes of religious ceremonial material (Hindu) as many as 29 plant species (35.80%), for medicinal purposes as many as 18 plant species (27.70%), as many as 17 plant species food ( 20.99%), the need for board materials is 13 plant species (16.05%), the need for clothing and industrial materials is 2 plant species (2.47%).

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 6 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 5 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 4 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 4 (2021): Journal of Natural Resources and Environmental Management Vol. 11 No. 3 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 3 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9 No 3 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol 8 No 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 3 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 3 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 4 No. 1 (2014): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 3 No. 1 (2013): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 2 No. 1 (2012): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) Vol. 1 No. 1 (2011): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL) More Issue