Articles
151 Documents
PENERAPAN ANALISIS DU PONT PADA INDUSTRI PROPERTY DAN REAL ESTATE
Novita Ratna Satiti
Neo-Bis Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v10i2.2434
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana analisis Du Pont System menilai kinerja keuangan industry property dan real estate, apakah analisis tersebut dapat mengetahui perusahaan mana yang memiliki kinerja keuangan yang paling baik. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menentuan ROI yang diperoleh dari penggabungan rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Time Series dan Cross Section.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan bahwa analisis Du Pont System bisa digunakan sebagai alat evaluasi kinerja, akan tetapi penggunaannya kurang dapat memenuhi beberapa kriteria. Analisis du pont dapat menunjukkan empat perusahaan Property Real Estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia memiliki kinerja yang paling sehat yaitu Cowell Development Tbk, Ciputra Development dan Lippo Karawaci Tbk yang ditunjukkan dengen nilai ROI perusahaan lebih besar dari ROI rata-rata industri. Saran yang diajukan adalah analisis du pont paling baik diterapkan pada perusahaan yang memiliki perputaran, margin dan leverage yang tinggi. dengan meningkatnya dan memperbaiki kondisi keuangannya dalam menggunakan asset yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan penjualan.
TINGKAT KETERBUKAAN EKONOMI DI NEGARA ASEAN-5
Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto
Neo-Bis Vol 10, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v10i1.1582
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterbukaan ekonomi yang direpresentasikan dengan pengaruh perdagangan internasional dan foreign direct investment (FDI) terhadap Gross Domestic Product di Negara ASEAN. Penelitian ini menggunakan partial adjustment model (PAM) dan pendekatan fixed effect. Pendekatan fixed effect dipilih dikarenakan karakteristik masing-masing negara berbeda, tetapi memiliki kemiringan (slope) yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa negara yang paling terbuka ekonominya yaitu negara Singapura disusul Malaysia, Thailand, Indonesia dan Filipina. Meskipun demikian, peringkat keterbukaan ekonomi jika dibandingkan dengan keberhasilan ekonomi (pertumbuhan ekonomi) selama 10 tahun terakhir sedikit terjadi perbedaan. Khususnya di Indonesia, meskipun secara peringkat keterbukaan ekonomi Indonesia menduduki peringkat 4 tetapi rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun terakhir pada peringkat 2 setelah Singapura. Hal ini disebabkan faktor domestik yang mampu menunjang pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dalam arti lain tingkat ketergantungan di Indonesia lebih rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN-5 lainnya.
PENGARUH NILAI PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN PERUSAHAAN DAN REPUTASI AUDITOR TERHADAP PERATAAN LABA DI SEKTOR PERBANKAN
Robiatul Auliyah;
Yolanda Zulia Zaputri;
Rita Yuliana
Neo-Bis Vol 11, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v11i2.3361
The aim of the research is to find empirical evidence of firm value, growth company and auditor reputation toward income smoothing taken by banking company listed in Indonesia Stock Exchange. Detection of income smoothing in this study using Eckel Index.The research pupulation is companies listed in Indonesia Stock Exchange arround 2013 to 2016. The sampels were taken using purposive sampling method. The analysis tecnique used on this study is binary logistic regresion using SPSS version 2.1.The results show that, (1) firm value have effect toward income smoothing, (2) growth company have effect toward income smoothing, and (3) auditor reputation have no effect toward income smoothing.The coefficient of determination in this study is 0,170, which means 17% of income smoothing is influenced by independent variables studied, the rest is explained by other variables. This study shows that there are many other variables not examined in this study may explain income smoothing.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris pengaruh nilai perusahaan, pertumbuhan perusahaan dan reputasi auditor terhadap perataan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Deteksi perataan laba pada penelitian ini menggunakan Indeks Eckel. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar diBEI periode 2013-2016, sedangkan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik menggunakan program SPSS versi2.1. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) nilai perusahaan berpengaruh terhadap perataan laba, (2) pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap perataan laba, dan (3) reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap perataan laba. Koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah 0,170 yang berarti 17% praktik perataan laba dipengaruhi oleh variabel independen yang diteliti, selebihnya dijelaskan oleh variabel lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini dapat menjelaskan perataan laba.
TESTING PECKING ORDER THEORY IN JAKARTA ISLAMIC INDEX
Ira Wikartika;
Zumrotul Fitriyah
Neo-Bis Vol 11, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v1i1.2951
Perusahaan merupakan poros penting dalam membangun sistem perekonomian Indonesia. Pendanaaan perusahaan berkaitan erat dengan pemilihan dan kombinasi sumber dana internal maupun sumber dana eksternal. Keputusan pendanaan akan menentukan perusahaan dalam melakukan aktivitas operasinya yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Pecking order theory merupakan model struktur modal yang mengutamakan pendanaan internal berupa laba ditahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor-faktor kebijakan stuktur modal terhadap keputusan pendanaan struktur modal menurut pecking order theory. Faktor-faktor yang digunakan adalah profitability dan firm size. Penelitian ini menggunakan 30 perusahaan di Jakarta Islamic Index yaitu perusahaan-perusahaan berbasis saham syariah. Teknik analisis mengggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) variabel profitability berpengaruh terhadap keputusan pendanaan, namun hasil pengujian ini tidak sejalan dengan pecking order theory karena arahnya yang berlawanan. 2) variabel firm size tidak berpengaruh terhadap keputusan pendanaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan-perusahaan berbasis saham syariah di Jakarta Islamic Index cenderung tidak mengikuti hirarki pecking order theory.
MENGURAI POTRET PEMBIAYAAN RAHN
Robiatul Auliyah
Neo-Bis Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v10i2.2430
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang potret pembiayaan rahn emas di pegadaian syariah X di Bangkalan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yang diambil sebanyak dua orang yaitu kepala cabang dan seorang nasabah. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara tidak terstruktur untuk menggali informasi secara mendalam. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pegadaian syariah cabang X di Bangkalan dalam memberikan pembiayan telah berpedoman pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 26/DSN-MUI/III/2002 tentang Rahn Emas. Transaksi yang telah sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Nomor 26/DSN-MUI/III/2002 adalah: a) akad yang digunakan di Pegadaian Syariah cabang X Bangkalan adalah ijarah, sehingga biaya penyimpanan barang (marhun) yang dibayarkan berdasarkan akad ijarah; b) Biaya ongkos dan penyimpanan barang (marhun) ditanggung oleh penggadai (rahin) berdasarkan pada pengeluarannya; c) Keputusan lelang di lihat dari hasil pendapatan lelang setelah dikurangi dengan kewajiban nasabah maka sisanya menjadi hak nasabah; d) Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara kedua belah pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrase Syari’ah. Dibalik itu, ada fenomena tentang kurangnya pemahaman dari pegawai Pegadaian Syariah tentang aturan-aturan pembiayaan syariah. Hal ini dibuktikan dengan karyawan yang bekerja disana bukan berlatar belakang pendidikan ekonomi/keuangan syariah sehingga membutuhkan waktu untuk melakukan training.
MANUAL TAKSIRAN ZAKAT DI MALAYSIA
Zahri Hamat
Neo-Bis Vol 11, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v1i1.2955
Manual Taksiran Zakat di Malaysia diterbitkan oleh Jabatan Wakaf, Zakat dan Haji (JAWHAR) bertujuan untuk menyeragamkan kaedah taksiran zakat harta di Malaysia. Hal ini kerana pelbagai kaedah taksiran yang diamalkan oleh Majlis Agama Islam Negeri (MAIN) di Malaysia khususnya kaedah taksiran zakat perniagaan. Persoalannya, apakah kaedah taksiran zakat perniagaan yang dicadangkan dalam Manual Taksiran Zakat Di Malaysia untuk diamalkan oleh MAIN di Malaysia? Bagaimanakah kaedah taksiran zakat perniagaan itu boleh dibuat penambahbaikan dengan mengambil kira perkembangan pelbagai bentuk perniagaan pada masa kini? Dengan menggunakan analisis kandungan ke atas data primer dan data sekunder, dapatan kajian mempamerkan bahawa pertama, kaedah taksiran zakat perniagaan berasaskan modal kerja terselaras telah dibahaskan secara detail dalam Manual Taksiran Zakat di Malaysia. Kedua, cendekiawan zakat di Malaysia pula berpendapat bahawa kaedah taksiran zakat perniagaan berasaskan pendapatan boleh diamalkan oleh MAIN sebagai satu kaedah alternatif. Implikasinya ialah, sesuatu perniagaan yang memperoleh keuntungan sahaja yang akan diwajibkan zakat dan dengan itu manfaat di bawah peruntukan seksyen 44(1), Akta Cukai Pendapatan 1967 dapat dinikmati.
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PENGOLAH SABUT KELAPA MELALUI INKUBATOR BISNIS DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA
Fariyana Kusumawati;
Jakfar Sadik
Neo-Bis Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v10i2.2435
Penelitian berujuan untuk menyusun model pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat pengolah sabut kelapa di Kabupaten Sumenep dan menyusun pembagian peran pemerintah daerah Kabupaten Sumenep berdasarkan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Metode analisis data yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah Importance Performance Analisis (IPA) untuk mengukur hubungan antara tingkat permasalahan dan prioritas penanganan dalam pengembangan usaha masyararakat pengolah sabut kelapa dan Partisipatory Rapid Appraisal (PRA) untuk mengetahui Tehnologi Tepat Guna yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat sekitar. Metoda PRA bertujuan menjadikan warga masyarakat sebagai peneliti, perencana, dan pelaksana program pembangunan dan bukan sekedar obyek pembangunan.Berdasarkan hasil analislis dengan metode Importance Performance Analisis (IPA) diperoleh gambaran tentang UMKM pengolah sabut kelapa di Kabupaten Sumenep performnya rendah dan masyarkat maupun pemerintah daerah menganggap ini penting sekali sehingga butuh penanganan dengan segera, yaitu: (1) peningkatan skill UMKM pengolah sabut kelapa, (2) penguatan kelembagaan UMKM pengolah sabut kelapa, (3) penguatan akses terhadap teknologi tepat guna, (4) pendampingan yang intensif (inkubator), dan (5) penguatan akses ke lembaga permodalan. Sedangkan hasil analisis melalui metode PRA menunjukkan bahwa model Model pengembangan UMKM pengolah sabut kelapa mengacu pada hasil kondisi eksisting dan kepentingan masyarakat sehingga terpilih Model Inkubator Bisnis dan Tekhnologi dalam pengembangan UMKM pengolah sabut kelapa di Kabupaten Sumenep.
ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SEBELUM DAN SAAT IMPLEMENTASI IFRS
- Ustman;
Imam Subekti;
Abdul Ghofar
Neo-Bis Vol 10, No 1 (2016): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v10i1.1583
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara empiris manajemen laba terhadap nilai perusahaan sebelum dan saat implementasi IFRS serta memahami peranan manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan. Manajemen laba diproksikan dengan Discretionary Accruals, dengan model yang dikembangkan oleh Kothari dan nilai perusahaan yang diproksikan dengan TobinsQ. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan menggunakan data sekunder. Sampel penelitian terdiri atas 55 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013. Hasil membuktikan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan sebelum dan saat implementasi IFRS. Manajemen laba bukan menjadi strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan.
MODEL PEMETAAN POTENSI DAERAH MENUJU KEMANDIRIAN
Zumrotul Fitriyah;
Syamsul Huda
Neo-Bis Vol 11, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v11i2.3451
Dengan munculnya UU No .22 tahun 1999 yang mengatur perlimpahan wewenang dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta UUNo.25 tahun 1999 yang mengatur pierimbangan keuangan antara pusat dan daerah khususnya di Kabupaten //kota di Jawa Timur dengan menggembangkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan dari pusat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian daerah Kabupaten/ Kota di Jatim Analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif, yaitu analisa yang sifatnya menjelaskan secara uraian atau dalam bentuk kalimat-kalimat dan analisa kuantitatif yaitu analisa dengan menggunakan rumus-rumus dan analisa pasti. Analisa kuantitatif meliputi analisa derajat desentralisasi fiskal untu mengetahui tingkat kemandirian daerah dan potensi ekonomi sektoral di Kabupaten /Kota di Jawa Timur sehingga dapat mengetahui tingkat kemandirian fiskal dan potensi Ekonomi daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan mengethui pola hubungan yang terjadi antara pemerintah pusat dengan pemerintah di kabupaten /Kota di Jawa Timur serta formula kebijakan yang tepat untuk pengembangan ekonomi ke depan. With the advent of Law No .22 years 1999 set an authority and responsibility from central government to local government and UUNo.25 1999 governing financial between the center and regions, especially in the District city in East Java n local resources and reduce dependence of the center. This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences and quantitative analysis, namely analysis using formulas and definite analysis. Quantitative analysis includes the analysis of the degree of fiscal decentralization determine the level of independence of regional and sectoral economic potential in the District East Java so that it can determine the level of fiscal independence and economic potential of the region. Results are expected to be used i pattern of the relationship between the central government and the government in the district / city in East Java as well as the formula right policy for future economic development. From this research it is known that the city of Surabaya has a degree of fiscal autonomy for PAD at 48% of revenue while the region Gresik on the degree of fiscal autonomy degree Enough and Sidoarjo district in degrees, please. There are 32 regions in the East dijawa degree of fiscal independence of each very less independent, meaning of Balance Funds as well as from centers of poropinsi
ANALISIS GAP PENGGUNAAN APLIKASI UBER BERDASARKAN TEORI KEGUNAAN DAN KEMUDAHAN PENGGUNAAN
Mahir Pradana;
Pinta Uli Sinaga
Neo-Bis Vol 11, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v1i1.2953
Pada saat ini, kegunaan aplikasi menjadi primadona tersendiri bagi perusahaan dalam memasarkan, mengenalkan produk/jasa suatu perusahaan. Sehingga muncullah aplikasi-aplikasi di Indonesia. Salah satu aplikasi yang mengikuti tren ini adalah Uber taksi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peminat tingkat kualitas aplikasi Uber berdasarkan penilaian pengguna terhadap kualitas (actual) yang dirasakan dan kualitas (ideal) yang diharapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan dimensi TAM yaitu persepsi kemanfaatan, persepsi kemudahan, minat pengguna yang dinilai berdasarkan perspektif tingkat kinerja (performance) dan tingkat kepentingan (importance). Responden yang diteliti dalam penelitian ini berjumlah 100 pengguna dengan menggunakan teknik sampling insidental. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa secara keseluruhan terdapat nilai kesenjangan (gap) yang bernilai negatif antara kualitas aktual (performance) dan kualitas ideal (importance) sebesar (-0.12). Nilai kesenjangan (gap) paling besar adalah dimensi information quality dengan nilai (-0.28). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas aktual yang dirasakan belum bisa memenuhi kualitas ideal yang diinginkan pengguna aplikasi Uber terutama dari atribut kualitas yang berhubungan dengan facilitating condition dalam aplikasi. Indikator yang menjadi prioritas perbaikan diantaranya adalah tampilan aplikasi yang menarik, adanya pengalaman positif saat menggunakan, informasi dalam format yang sesuai dan memiliki reputasi yang baik.