cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang - Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : https://doi.org/10.21107/rekayasa
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: Oktober 2011" : 13 Documents clear
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS PROSES PENGEMASAN AIR MINUM DALAM KEMASAN “FOR3” 240 ML DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE SIX SIGMA DAN FMEA (STUDI KASUS: PT. METEOR PERKASA, SINGKAWANG - KALBAR) Anjiu, Leo Dedy
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.448 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2333

Abstract

PT. Meteor Perkasa yang berlokasi di jalan Lirang Dusun Gunung Besi Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Produk yang dihasilkan adalah produk merek “For3” dengan 3 jenis kemasan yaitu kemasan galon 19 liter, botol 1500 ml, botol 600 ml, botol 330 ml dan gelas 240 ml. Berdasarkan observasi awal, produk cacat banyak ditemukan pada kemasan AMDK “For3” 240 ml. Proses inspeksi dilakukan secara visual sebelum produk disusun ke dalam kardus. Pada proses ini ditemukan beberapa kriteria cacat yaitu cacat cup, cacat lid, cacat volume dan cacat kualitas produk. Untuk mengatasi permasalahan itu maka digunakan pendekatan DMAIC pada Six Sigma yang mampu mereduksi defect dan juga dengan metode FMEA yang diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab masalah dan memberikan usulan perbaikan dalam peningkatan kualitas. Berdasarkan perhitungan dengan metode Six Sigma, telah terjadi peningkatan baik nilai DPMO dan Sigma Level setelah perbaikan. Untuk data variabel terjadi penurunan nilai DPMO dari 180.246 menjadi 175.423 dan terjadi peningkatan sigma level dari 2,41 menjadi 2,43. Sedangkan untuk data atribut terjadi penurunan nilai DPMO dari 5.983 menjadi 2.087 dan terjadi peningkatan sigma level dari 4,01 menjadi 4,36. Sedangkan analisis dengan menggunakan metode FMEA diperoleh bahwa nilai RPN mengalami penurunan setelah rekomendasi diterapkan. Hal ini dapat diketahui dari nilai RPN pada tahap control lebih kecil daripada RPN pada tahap Analyze, sehingga menunjukkan keberhasilan dari tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Kata kunci: Peningkatan Kualitas, Six Sigma, FMEA AbstractPT. Meteor Mighty located in the hamlet Lirang Singkawang Iron Mountain West Kalimantan is a company engaged in the production of bottled water (mineral water). The resulting product is the product brand “for3” with 3 types of packaging, namely packaging gallon 19 liter, 1500 ml bottles, 600 ml bottles, bottles of 330 ml and 240 ml glass. Based on preliminary observations, defective products are found on the packaging of bottled drinking water “for3” 240 ml. Conducted a visual inspection process before the product is organized into boxes, the process discovered some defects are defects criteria cup, lid defects, defect volume and product quality defects. In order to solve the problem, we used the Six Sigma DMAIC approach which is able to reduce defects and FMEA methods are expected to identify the cause of the problem and proposes improvements in quality improvement. Based on calculations by the method of Six Sigma that there has been an increase in both the value of DPMO and Sigma Level after repair, to a decline in the value of the variable data DPMO of 180,246 to 175,423 and an increase in the sigma level of 2.41 to 2.43. As for the decline in the value of the attribute data from 5983 to 2087 DPMO and sigma level increased from 4.01 to 4.36. While the analysis obtained using the FMEA RPN values decreased after the recommendation is applied, it can be seen from the value of RPN in the Control phase is smaller than the NDP in the Analyze phase, indicating the success of remedial actions that have been performed. Key words: Quality improvements, Six Sigma, FMEA 
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENILAIAN KINERJA KARYAWAN BERBASIS SPENCER DENGAN METODE ANALITYCAL HIERARCY PROCESS (STUDI KASUS BAPERJAKAT UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA) Khotimah, Bain Khusnul
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.064 KB) | DOI: 10.21107/rys.v4i2.2338

Abstract

AbstrakDalam penentuan karyawan berprestasi pada bagian kepegawaian khususnya Universitas Trunojoyo (BAPERJAKAT) terdapat beberapa faktor yang menjadi penilaian. Penelitian ini melakukan penilaian kinerja karyawan dengan berbasis Competencies for Executive Leadership Development yakni pengetahuan tentang pekerjaan, kreativitas, perencanaan, pelaksanaan instruksi, pelaksanaan deskripsi tugas, kualitas kerja, kerja sama dan sikap terhadap karyawan lain, inisiatif, kehandalan, kehadiran, sikap pekerjaan, keuletan, dan kejujuran. Kompetensi tersebut dirangkum oleh spencer menjadi standart penilaian yang akan dibandingkan dengan penilaian DP3 untuk membangun sebuah sistem pendukung keputusan yang mempunyai kemampuan analisa pemilihan karyawan berprestasi. Metode yang digunakan untuk perhitungan pembobotan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), di mana masing-masing kriteria dihitung berdasarkan uji konsistensi untuk dijadikan pembobotan pada setiap karyawan. Sedangkan hasilnya berupa perangkingan untuk pengambil keputusan yang terkait dengan masalah pemilihan karyawan berprestasi, sehingga akan didapatkan karyawan yang paling layak diberi rekomendasi ke jenjang selanjutnya. Untuk mengambil suatu keputusan tergantung dari kuota yang ada dan urutan tertinggi dari perangkingan sebagai prioritas yang paling diutamakan. Pada perhitungan menggunakan kriteria kompetensi Spencer menghasilkan skor 3.1 dan AHP 2.94 . dan Metode Spencer merupakan metode penilaian yang terbaik karena mempunyai rentang pembobotan yang kecil karena kriteria lebih banyak. Kata kunci: AHP, kompetensi Spencer, kinerja karyawan, pembobotan AbstractThe determination of employees on the personnel, especially the University Trunojoyo (Baperjakat) there are several factors that assessment. This study assessed the performance-based employees with the Executive Leadership Development Competencies for the knowledge of the work, creativity, planning, implementation instructions, the implementation of job descriptions, work quality, cooperation and attitude toward other employees, initiative, reliability, attendance, work attitude, tenacity, and honesty. Competencies are summarized by Spencer become standard assessment will be compared with the assessment DP3 to build a decision support system that has the ability to analyze the selection of employees. The method used separately weighting calculations using the method of Analytic Hierarchy Process (AHP), in which each criterion was calculated based on the consistency test to be used as the weighting on each employee. While the result is a ranking for decision-makers on issues related to the selection of employees, so will the employees get the most feasible given the recommendation kejenjang next. To take a decision depending on the existing quotas and the highest order of priority ranking as the most preferred. In calculations using the criteria of competence Spencer generate AHP score 3.1 and 2.94. and the method of Spencer is the best method of valuation because it has a small weighting range for more criteria. Key words: AHP, Spencer competency, employees evaluation, weighting range.
KOMBINASI KPCA DAN EUCLIDEAN DISTANCE UNTUK PENGENALAN CITRA WAJAH Wahyuningrum, Rima Tri
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.572 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2343

Abstract

Permasalahan machine learning dan pattern recognition bukan merupakan penelitian yang baru. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin berkembang pula teknik dan algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan machine learning dan pattern recognition. Pada penelitian ini telah berhasil melakukan pengenalan citra wajah menggunakan ekstraksi fitur Kernel Principal Component Analysis (KPCA) untuk menentukan karakteristik dari wajah dan Euclidean Distance sebagai metode klasifikasi berbasis statistik. Sedangkan uji coba telah dilakukan pada basis data citra wajah ORL, YALE dan BERN menggunakan kernel polynomial dan Gaussian, dengan reduksi dimensi menjadi v = 25 dan v = 50. Akurasi pengenalan citra wajah tertinggi dari ketiga basis data tersebut adalah menggunakan kernel Gaussian dan reduksi dimensi v = 50 dengan tujuh data pelatihan di setiap kelasnya. Pada basis data citra wajah ORL diperoleh akurasi pengenalan sebesar 98,50%, pada basis data citra wajah YALE diperoleh akurasi pengenalan sebesar 97,65%, dan pada basis data citra wajah BERN diperoleh akurasi pengenalan sebesar 97,95%. Dengan demikian, metode ekstraksi fitur KPCA yang dikombinasikan dengan metode klasifikasi Euclidean Distance sangat baik digunakan sebagai pengenalan citra wajah. Kata kunci: Kernel Principal Component Analysis (KPCA), Euclidean Distance, kernel polynomial, kernel Gaussian AbstractProblems of machine learning and pattern recognition are not a new research. Along with the development of technology, growing techniques and algorithms used to solve the problems of machine learning and pattern recognition. In this research has been successfully performed face recognition using Kernel Principal Component Analysis (KPCA) as feature extraction to determine the characteristics of the face and Euclidean Distance as the classification method based on statistics. While the experiments have been conducted on ORL face image database, YALE and BERN using polynomial and Gaussian kernel, the dimension reduction to v = 25 and v = 50. Highest recognition accuracy of three face image database is to use the Gaussian kernel and the reduction of dimension v = 50 with seven training data in each class. In the ORL face image database obtained recognition accuracy of 98,50%, on the basis of image data obtained YALE face recognition accuracy of 97,65%, and on the basis of image data obtained BERN face recognition accuracy of 97,95%. Thus, KPCA feature extraction methods are combined with Euclidean Distance classification method is best used as a facial image recognition. Key words: Kernel Principal Component Analysis (KPCA), Euclidean Distance, polynomial kernel, Gaussian kernel
PENERAPAN KONSEP KONSTRUKTIFISME PADA SISTEM E-LEARNING YANG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF Tjahyanti, Luh Putu Ary Sri; Siahaan, Daniel Oranova; Sarwosri, Sarwosri
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.694 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2334

Abstract

Pembelajaran kolaboratif dengan sistem eLearning disebut juga pembelajaran kolaboratif berbantuan komputer atau Computer-Supported Collaborative Learning (CSCL). Sistem ini bertujuan sebagai wadah untuk mendukung suatu kelompok pelajar dalam belajar bersama secara efektif dengan cara berbagi informasi dan mendiskusikan masalah yang diberikan. Konsep konstruktifisme dapat diterapkan dalam sistem ini dengan memberikan perlakuan (treatment) topik yang sesuai kemudian dilakukan Pre test untuk mengukur pengetahuan awal (prior knowledge) pelajar dan Post test untuk mengukur tingkat pencapaian hasil belajar. Pengujian dilakukan di Jurusan Teknik Informatika AMIKOM Mataram untuk topik Software Requirement pada perkuliahan Rekayasa Perangkat Lunak. Hasil pengujian pada 30 mahasiswa didapatkan nilai rata-rata Pre test sebesar 4,68 dan nilai rata-rata Post test sebesar 8,12. Hasil evaluasi sistem dengan Kuesioner Pemakaian (Usability Questionnaire) menyatakan sebagian besar pengguna SCK setuju adanya sistem ini dengan rata-rata yang setuju sebesar 84,42%. Dan hasil uji reliabilitas instrumen Kuesioner Pemakaian didapatkan koefisien reliabilitas (Cronbach) sebesar 0,57. Kata kunci: pembelajaran kolaboratif, konstruktifisme, CSCL, eLearning, usability questionnaire, cronbach. AbstractCollaborative learning with eLearning system called as Computer-Supported Collaborative Learning (CSCL). The system is intended as a forum to support a group of students in learning together effectively by sharing information and discussing the problems given. The concept of constructivism can be applied in these systems by providing treatment appropriate topic then performed Pre test to measure prior knowledge of the students and Post test to measure student achievement of learning outcomes levels. Tests conducted at Department of Informatics Engineering, AMIKOM Mataram to the topic Software Requirements on Software Engineering lectures. The results of testing on 30 students obtained an average value of Pretest 4.68 and average value of post test 8.12. The results of the evaluation system with the use of questionnaires (Usability Questionnaire) said most users agree of the use of SCK systems with the agreed average 84.42%. And reliability test results obtained on Usage Questionnaire instrument reliability coefficient (Cronbach) of 0.57. Key words: Collaborative learning, constructivism, CSCL, eLearning, usability questionnaire, cronbach.
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KECIL BATIK YANG RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DI BANGKALAN Widiaswanti, Ernaning
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.86 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2339

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kriteria pendukung keputusan dalam menentukan prioritas pengembangan Sentra Industri Kecil Batik, mengevaluasi keberadaan Sentra Industri Kecil Batik di wilayah Bangkalan dengan mempertimbangkan kriteria pengembangan baik dari sisi kualitas produk maupun kualitas lingkungan dan menghasilkan solusi pengembangan produk batik pada Sentra Industri Kecil Batik untuk meningkatkan kualitas produk dan kinerja lingkungan. Berdasarkan hasil brainstorming diperoleh beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas batik yaitu tenaga kerja, material, mesin, metode dan lingkungan. Berdasarkan penyebaran kuesioner dan pengolahan data dengan menggunakan metode fuzzy AHP faktor yang mempengaruhi pengembangan produksi batik yaitu : belum mencukupinya jumlah tenaga kerja, dengan bobot sebesar 0,64, adanya risiko lamanya penyimpanan akan sangat berpengaruh terhadap proses produksi batik, dengan bobot sebesar 0,67, kurangnya perawatan mesin printing akan berpengaruh terhadap proses operasi, dengan bobot sebesar 0,56, kebijakan perawatan mesin printing, di mana perawatan mesin yang kurang terjadwal dan dilakukan perbaikan hanya ketika mesin rusak, bobot dari kebijakan perawatan mesin sebesar 0,69, dan dampak pembuangan limbah dengan bobot sebesar 0,393 akan mempengaruhi lingkungan. Kata kunci: Fuzzy - Analytical Hierarchy Process, Batik Tanjung Bumi AbstractThis study aims to obtain a decision support criteria in determining development priorities Small Industries Batik Sentra, Sentra evaluate the existence of Small Industries Batik Bangkalan region taking into account the criteria of development both in terms of product quality and the quality of the environment and produce batik product development solutions to Small Industries Batik Sentra to improve product quality and environmental performance. Based on the results obtained brainstorming several factors that affect the quality of batik is labor, materials, machines, methods and environments. Based on the distribution of questionnaires and data processing using fuzzy AHP factors that influence the development of batik production, namely: inadequate amount of labor yet, with a weight of 0.64, the risk of storage duration will greatly affect the process of batik production, with a weight of 0.67 , lack of maintenance will affect the printing machine operation process, with a weight of 0.56, printing machine maintenance policy, where less unscheduled engine maintenance and repairs done only when the machine breaks down, the weight of the machine care policy at 0.69, and the impact of disposal waste with a weight of 0.393 will affect the environment. Key words: Fuzzy - Analytical Hierarchy Process, Tanjung Bumi Batik
PENGGUNAAN SOFTWARE IMAGE-J UNTUK PENGHITUNGAN DAN VISUALISASI 3D TUTUPAN BIOFILM VIBRIO CHOLERAE EL TOR PADA KONDISI TUMBUH BERBEDA Prihanto, Asep Awaludin
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.895 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2335

Abstract

Biofilm adalah sekumpulan mikroorganisme yang menempel dalam suatu permukaan dengan perantara matrik eksoplisakarida. Mikroorganisme dalam bentuk biofilm ternyata menjadi sumber kontaminasi sekunder di dalam produk pangan. Kenyataan ini menjadi latar belakang utama bagi peneliti mikrobiologi pangan untuk mempelajari biofilm. Penelitian biofilm bagi sebagian peneliti sangat identik dengan kerumitan proses penghitungan dan visualisasi penutupan permukaan substrat penempelan bakteri. Penelitian ini ditujukan untuk menghitung dan memvisualisasikan biofilm dengan cara sederhana dan mudah melalui software image-J. Pada penelitian ini beberapa faktor lingkungan seperti pH, suhu, dan kondisi kultur telah diujicobakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pembentukan biofilm Vibrio Cholerae El Tor. Pembentukan biofilm dihitung berdasarkan angka tutupan (Biofilm Coverage Rate) yang kemudian divisualisasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, suhu, salinitas dan kondisi kultur mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan biofilm Vibrio Cholerae El Tor. Image-J mampu menghitung dan menggambarkan angka tutupan dengan baik dan dapat dijadikan alternatif software analisis biofilm bakteri. Kata kunci: image-J, biofilm, Vibrio Cholera El Tor AbstractBiofilms are microorganisms that attached to a surface with eksoplisakarida matrix. Microorganisms in a biofilm was known to be a secondary source of contamination in food products. This fact trigger many scientist and food microbiologist conducting research biofilms. Research in biofilm for many researchers are identical with the complexity of the assaying and visualizing surface-covered area of biofilm.. This study was aimed to calculate and visualize biofilms in a simple and easy way through software image-J. In this study several environmental factors such as pH, temperature, and culture conditions have been tested to determine its influence on biofilm formation of Vibrio Cholerae El Tor. Biofilm formation was calculated based on Biofilm Coverage Rate (BCR) and then was visualized. The results showed that pH, temperature, salinity and culture conditions had a significant influence on the formation of Vibrio Cholerae El Tor biofilm. This result illustrated that Image-J can be able to calculate and to precisely describe the BCR visualization, therefore it can be used as alternatives software for bacterial biofilms analysis. Key words: image-J, biofilm, Vibrio Cholera El Tor
Aplikasi Data Mining untuk Mengukur Tingkat Kelulusan Mahasiswa dengan Metode Apriori dan k-Mean Clustering (Studi Kasus: Jurusan Teknik Informatika Universitas Trunojoyo Madura) Syarief, Mohammad
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.622 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2340

Abstract

Perguruan tinggi memerlukan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif terhadap mutu pendidikan berdasarkan standar terakreditasi, sehingga perguruan tinggi harus mengetahui kondisi mahasiswa berdasarkan tingkat kelulusannya. Hal ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu pendidikan. Penelitian ini akan menentukan informasi tingkat kelulusan mahasiswa dengan teknik data mining menggunakan Algoritma Apriori dengan menghitung nilai support dan confidence hubungan antara tingkat kelulusan dengan data induk mahasiswa dan mengelompokkan mahasiswa berdasarkan kategori tingkat kelulusannya menggunakan algoritma k-Mean Clustering. Dengan menggunakan nilai minimum transaksi tertentu atau threshold 4 diperoleh nilai yang terbaik dengan rata-rata kelulusan 11 semester masuk jalur PMDK1 dan berasal dari wilayah Bangkalan. Data hasil keluaran menggunakan algoritma apriori selanjutnya dikelompokkan dengan algoritma k-Mean Clustering. Pengelompokan tersebut berdasarkan segmentasi data nilai, penelitian ini menghasilkan bahwa mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Trunojoyo Madura rata-rata lulus dengan IPK 2.75–3.5 atau predikat sangat memuaskan dan rata-rata menempuh jumlah sks 144. Kata kunci: k-mean clustering, algoritma apriori, support, confidence, kelulusan mahasiswa. AbstractColleges require process of comprehensive for evaluation the quality of education. They are based on standards accredited, so that college students should know condition based on graduation rates. This evaluation will be used as materials to repair quality of education. This study will be determined with graduation rate of student information. Data mining techniques has been using a Apriori Algorithm to calculate the value of support and confidence the relationship between graduation rates with parent data. Value of specific transaction or a minimum value threshold of 4 of the best values obtained with an average of 11 semesters of graduation and enter the path PMDK1 Bangkalan. Output data using a priori algorithm then grouped by k-Means Clustering algorithm. The grouping is based on the segmentation of data values, this study suggest that the Department of Informatics University student Trunojoyo average graduate with a GPA of 2.75-3.5 or honors and the average number of credits to take 144. Key word: k-mean clustering, apriori algoritm, support, confidence, graduation.
PENENTUAN MAKNA KATA DARI FRASE DALAM KALIMAT BAHASA INGGRIS Harmoejanto, Jeany
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.675 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2331

Abstract

Tokenisasi merupakan proses memecah kalimat menjadi kata, frase atau bentuk lain yang memiliki arti, hasil tokenisasi disebut sebagai token. Tokenisasi adalah langkah prapemrosesan Word Sense Disambiguation (WSD), proses penentuan makna suatu kata. Istilah ”word” dalam WSD, dapat diartikan sebagai kata tunggal maupun rangkaian lebih dari satu kata yang disebut frase. Kategori frase sendiri dapat dibedakan berdasarkan maknanya, yakni frase yang memiliki makna baru, terlepas dari kata-kata penyusunnya (contoh: take off) dan yang tidak memiliki makna baru (contoh: this morning). Saat sebuah frase diartikan secara terpisah berdasarkan unsur kata yang membentuknya, makna yang dihasilkan menjadi kurang tepat dibandingkan jika frase tersebut diartikan secara satu kesatuan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan penentuan frase pada kalimat berbahasa inggris, di mana frase tersebut memiliki makna baru. Masukan sistem adalah sebuah kalimat, dan keluaran yang dihasilkan adalah daftar frase yang terdapat dalam kalimat tersebut. Langkah yang dilakukan adalah melakukan tagging pada kalimat dengan Stanford PoSTagger, kemudian tokenisasi untuk menghasilkan kumpulan kata. Langkah utama penentuan frase adalah melakukan kombinasi kata, hasil dari tokenisasi, untuk menemukan frase dengan bantuan kamus wordnet. Kombinasi kata dilakukan dengan kombinasi bubble dan insertion. Uji coba dilakukan dengan membandingkan hasil dari penentuan frase yang dihasilkan oleh aplikasi yang dibuat, dibandingkan dengan validasi yang dilakukan oleh beberapa ahli tata Bahasa Inggris, terhadap 65 kalimat berbahasa Inggris. Hasil uji coba menunjukkan aplikasi mampu menentukan frase dalam kalimat dengan precision dan recall mencapai 85.14% dan 96,92%. Kata kunci: word sense disambiguation, frase, insertion, bubble, wordnet. AbstractTokenization is a process to get list of words, pharses or other forms needed from a sentence. The result of tokenization process usually called token. Tokenization is one of preprocessing method in Word Sense Disambiguation (WSD), process to determine meaning or sense of a word. Term ”word” in WSD, can be described as single word or multiple word called phrase. Phrase can be determined by its meaning, which are a phrase that can create a new meaning from different from each word’s meaning (eg: take off) and a phrase that still have the same meaning with each words (eg: this morning). When sense of a phrase is determine by senseof each words that construct that phrase, it will less accurate than if it is determined as a phrase. This research will try to find the phrase, that has new meaning, in an english sentence. Input of system is a sentence and it will generate list of phrases. The first step to find those phrases is sentence tagging using Stanford PoSTagger, followed by tokenization process to generate words, the last step is to combine each words using Bubble combination or Insertion combination to find phrase based on wordnet. The experiment will compare between result generated by application validation that being done by few english lecturers, to 65 sentences. The results show that application able to generate phrase up to 85.14% precision dan 96,92% recall. Key words: word sense disambiguation, frase, insertion, bubble, wordnet
ANALISIS PERBAIKAN UKM X DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURE GUNA MEREDUKSI WASTE DI LANTAI PRODUKSI ALUMINUM Ghani, Sulung Rahmawan Wira
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.725 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2336

Abstract

Segala bentuk pemborosan yang terjadi dalam operasi bisnis UKM merupakan hal yang perlu dihilangkan untuk mencapai proses bisnis yang efektif dan efisien. Waiting waste dalam proses bisnis UKM adalah jenis waste yang selalu muncul dalam proses operasi produksi UKM pengecoran aluminium. Merasa memiliki waste waiting yang tinggi membuat UKM ini harus melakukan pembenahan dalam proses kinerja bisnis UKM. Untuk mereduksi waiting waste yang terjadi dalam proses bisnis UKM ini digunakan pendekatan Lean manufaktur. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam upaya mereduksi waiting waste ini terdiri dari penggambaran kondisi sistem dengan Big Picture Mapping, pengidentifikasian waste paling berpengaruh dengan VALSAT, pencarian penyebab terjadinya waste dengan RCA dan FMEA, dan terakhir menentukan alternatif terbaik dengan analisis nilai risiko dari RPN. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada proses produksi terdapat waste waiting yang tinggi. Dan persentase VA sebesar 26% dan NVA 74% hal ini mengindikasikan banyak kegiatan yang tidak menambah nilai guna dalam proses produksi UKM. Untuk mengatasi waste tersebut diusulkan untuk menggunakan alternatif perbaikan kegiatan produksi, pelabelan alat dan manajemen penggunaan peralatan proses produksi pekerja merupakan usulan yang disesuaikan dengan masalah yang terjadi pada proses bisnis UKM. Kata kunci: UKM, VALSAT, waste, VA,NVA, RCA, FMEA, RPN AbstractAll kind of wastes which happen in small and medium enterprises (SME) are something that must be eliminated to reach effective and efficient business process. Waiting waste in small and medium enterprises (SME) business process is kind of waste which is always faced in production operation process of aluminum casting company. Feeling of having high waiting waste makes this progressive SME must do improvement in business performance process. To reduce waiting waste which happens in business process of this SME used Lean Manufacturing approach. Steps which have to be done to reduce waste waiting consists of describing condition of system by using Big Picture Mapping, identifying the most significant waste by using VALSAT, pie diagram, searching the cause of critical waste by using RCA and FMEA, and the last step is determining the best alternative to reduce waste waiting with analyzing the highest risk score of RPN. The result which is obtained shows that in production process has high waiting waste. Percentage of VA is 26% and NVA is 74%. This indicates that still many activities don’t add use value in production process of SME. To solve that waste is proposed to use alternative improvement of production activities, giving label on tools and utilization management of production process tools. Those are proposed which are adjusted with problem in business process of SME. Key words: SME, VALSAT, waste, VA, NVA, RCA, FMEA, RPN
SIMULASI APLIKASI SUPERVISORY AND DATA ACQUISITION (SCADA) PADA PENGATURAN LEVEL AIR DENGAN WINLOG Rahmawati, Diana
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.871 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2341

Abstract

SCADA (Supervisory Control And Data Aquisition) merupakan hasil pengintegrasian komponen otomasi yang digunakan untuk memonitor dan mengontrol proses yang terjadi di lapangan yang mempunyai kemampuan menyajikan informasi dan kontrol secara realtime yang akan memudahkan operatornya dalam melakukan pengendalian. Pembuatan miniatur level air yang digunakan sebagai salah satu bentuk simulasi dari proses yang terjadi dalam dunia industri. Perangkat lunak aplikasi Winlog SCADA digunakan untuk implementasi sistem SCADA yang akan memberikan gambaran lebih nyata tentang proses yang dimaksud. Untuk lebih memudahkan proses kontrol dan monitoring, maka bentuk dan ukurannya-pun dibuat dalam model miniatur yang mudah dibawa. Proses pengujian dilakukan dengan menjalankan simulator level air dan program aplikasi SCADA yang diimplentasikan dengan Winlog SCADA. Dari pengujian diperoleh bahwa aplikasi SCADA dapat digunakan untuk mempermudah pengendalian dan pemantauan sistem level air. Kata kunci: Winlog, SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). AbstractSCADA (Supervisory Control And Data Acquisition) is the result of the integration of automation components that are used to monitor and control the processes that occur in the field that has the ability to present real-time information and control that will allow the operator to control. Manufacture of miniature water levels are used as a form of simulation of processes that occur in the industrial world. Winlog SCADA application software used for implementation of SCADA system that will provide more real picture of the process in question. To further facilitate the process control and monitoring, the shape and size-were made in miniature models are easy to carry. The testing process is done by running the water level simulator and SCADA application program that is implemented by Winlog SCADA. Obtained from the testing that SCADA applications can be used to simplify the control and monitoring of the water level system.  Key words: Winlog, SCADA (Supervisory Control And Data.Acquisition)

Page 1 of 2 | Total Record : 13