cover
Contact Name
Yanuar Burhanuddin
Contact Email
yanuar.burhanuddin@eng.unila.ac.id
Phone
+6285658980260
Journal Mail Official
jurnal.mechanical@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Gd. H Lt.2 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Mechanical
Published by Universitas Lampung
ISSN : 20871880     EISSN : 24601888     DOI : https://doi.org/10.2960/mech
Jurnal Mechanical (eISSN 2460 1888 and pISSN 2087 1880), is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by University of Lampung and managed by Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering for publishing two periods a year, in March and September .
Articles 234 Documents
Analisis Fenomena Penampang Alir Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) Tipe Heliks Terhadap Kecepatan Angin Sebagai Pembangkit Listrik Alternatif Berskala Rumah Tangga Martinus .
JURNAL MECHANICAL Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena (turbulensi angin dan penyebaran tekanan) pada penampang alir vertical axis wind turbine (VAWT) tipe helix terhadap kecepatan angin sebagai pembangkit listrik alternatif berskala rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui turbulensi aliran angin terhadap sudu angin helix vertikal dan daya yang dihasilkan turbin dengan variabel penelitian kecepatan aliran udara (4, 8, dan 12 m/s), bentuk blade (1/2 lingkaran dan lurus dengan masing-masing berjumlah 3 buah sudu), dan pola aliran (laminar dan turbulen). Penyimulasian memanfaatkan software GAMBIT 2.2.3 dan FLUENT 6.3.26. Simulai dimulai dengan membuat pemodelan 2 buah bentuk blade melalui GAMBIT (tahap preprocessing), lalu membagi elemen atau objek tersebut menjadi bagian-bagian terkecil (meshing) melalui FLUENT, mendefinisikan kondisi batas untuk aliran udara yang akan dilalui blade, dan penginterasian dari objek yang telah dibuat terhadap sejumlah kondisi batas tersebut (tahap solusi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbulensi penampang alir pada blade ½ lingkaran (1,4 – 28 m/s) yang tidak jauh berbeda dengan blade lurus yaitu 1,1 – 22 m/s (kecepatan udara 4 m/s, demikian dengan kecepatan lainnya). Sedangkan, turbulensi contour of pressure terbaik pada blade ½ lingkaran yaitu 13,8-40,4 Pascal (kecepatan 4 m/s). Daya tertinggi yang diserap blade (dayaangin)terhadap dayaturbin terdapat pada kecepatan udara 4 m/s dengan efisiensi sebesar 19,6% (9,335 dari 47,628 Watt). Sedangkan, yang terendah pada 12 m/s dengan efisiensi 10,34% (132,967 dari 1285,956 Watt). Kata kunci : Vertical axis wind turbine, VAWT, blade, sudu, ½ lingkaran, lurus, GAMBIT, FLUENT, pembangkit listrik, turbulensi
Pengujian Karakteristik Perpindahan Panas dan Penurunan Tekanan dari Sirip-Sirip Pin Diamond Susunan Segaris dalam Saluran Segiempat Tri Istanto
JURNAL MECHANICAL Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to investigate the characteristics of heat transfer and pressure drop as well as the thermal performance of diamond pin fin array in the rectangular channel which air was passed through it as coolant fluid. The pin fins were arranged in inline manner. Dimension of base plate in which pin fins attached was 150 mm x 200 mm x 6.5 mm. The average temperature of base plate surface was kept constant at 60oC. Pin fins were made of duralumin having the dimension of  75 mm of height, its sides 12.7 and 12.7 mm respectively, and the distance inter-fin picth in the spanwise direction was kept constant at Sx/D = 2.95. The parameters of this research were Reynolds number (Re) 3,123 – 37,847 based on averaged inlet air velocity and hydraulic diameter, and the distance between the inter-fin pitch in the streamwise direction (Sy/D = 1.97 – 3.94). The research result  shown that increasing Reynolds and decreasing the distance Sy/D increased Nusselt number, that means increased heat transfer rate where it reach maximum at Sy/D = 2.36. The values of pressure drop (DP) and friction factor (f) decreased with increasing Sy/D. The value of the thermal performances (h) varied between 0.77 – 1.22. At Sy/D = 1.97 for Re > 25,000, and Sy/D = 3.94 for all values of Re, the values of h were less than 1, i.e. the used of diamond pin fin would cause an energy loss rather than gain. The net energy gain (h was greater than 1) was only at Sy/D = 1.97 for Re < 18,830, Sy/D = 2.36 for Re < 25,000 and at Sy/D = 2,95 for Re < 3,150. Increasing Reynolds number would decrease the thermal performance (h) for all Sy/D. A net energy gain up to 22% was achieved for Sy/D = 2.36 and Re = 3,123. Keywords: diamond pin fin, Reynolds number, friction factor, thermal performance
Analisis Kecepatan dan Percepatan Gerak Robot Joules Menggunakan Metode Bilangan Kompleks Novri Tanti
JURNAL MECHANICAL Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, kinematics analysis is done using graphics methods. But this method requires a substantial time in analyzing the kinematics of a mechanical system. With the development of technology, especially in the field of computers and informatics can facilitate the engineer in analyzing the kinematics. One method used with the aid of a computer program is the method of complex numbers. This study aims to analyze and compare the position, velocity, and acceleration results of the calculation method of complex numbers and methods of polygon graphics. The study was conducted on a robotic mechanical system, i.e. electric tandem bicycle partner named Robot Joules. Necessary data were analyzed using the method of complex numbers with the help of MATLAB program. Results of analysis using the method of complex numbers were compared with the results of analysis using the method of polygon graphics. For comparison, data input were made equal to the angular velocity rod 2 (ω2) of 10 rad/s and angular acceleration of rod 2 (α2) at 0 rad/s2 when bar 2 was at position angle 90 ° from the positive x-axis. Key words: kinematics, robot joules, complex numbers
Unjuk Kerja Kolektor Surya Pelat Datar Aliran Paralel Zulfa Zulfa; Amrizal Amrizal; amrul amrul
JURNAL MECHANICAL Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v8.i2.201707

Abstract

Telah diuji unjuk kerja kolektor pelat datar aliran paralel menggunakan solar simulator dengan standar pengujian EN 12975-2:2006. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kolektor surya aliran paralel berupa efisensi termal dan pressure drop berdasarkan variasi jarak antar pipa paralel terhadap diameter (W/D), arah aliran fluida pada pipa riser (vertikal dan Horizontal) dan bahan pelat absorber (tembaga dan alumunium). Untuk memenuhi tujuan ini dibuat empat buah kolektor dengan luas pelat yang sama. Tiga kolektor menggunakan pelat tembaga dan satu kolektor dengan pelat alumunium. Kolektor pelat tembaga adalah kolektor W/D=8 vertikal, W/D=12 vertikal, kolektor W/D=8 horizontal dan kolektor pelat alumunium adalah W/D=8 vertikal. Dari hasil pengujian dilakukan perhitungan menggunakan Multiple Linear Regression (MLR) didapat efisiensi zero dan koefisien rugi kalor dari kolektor. Kolektor W/D=8 vertikal pelat tembaga memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi efisiensi dan rugi-rugi kalor dengan nilai berturut turut 46,65 % dan 2.7111 W/(m2K). Lebih lanjut kolektor W/D=12 vertikal memiliki nilai pressure drop terbaik dengan nilai 123.48 Pa. Kolektor dengan pelat tembaga memiliki efisiensi dan rugi kalor yang lebih baik dibanding kolektor pelat alumunium tetapi harga pelat tembaga 14 kali lebih mahal dari pelat alumunium. Kolektor susunan vertikal memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan efisiensi tetapi memiliki nilai pressure drop lebih tinggi dibandingkan dengan kolektor susunan horizontal. Kolektor yang menggunakan penutup kaca dan kolektor dengan laju aliran massa yang lebih kecil memiliki unjuk kerja terbaik dari sisi koefisien kerugian panas dan efisiensi.Keywords: Efisiensi termal, EN 12975-2:2006, Jarak pipa riser, Kolektor surya pelat datar, Pressure drop.
Effect of a Pipe Number on The Heat Transfer Rate For a Granit Stone Absorber Solar Collector M. Mirmanto
JURNAL MECHANICAL Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

As the fossil energy has been getting depletion, it is important to utilize alternative energies such as solar energy. An equipment that can be used for capturing and converting solar energy is solar collector. Two identical collectors used in this study were placed facing to the North with an inclination angle of 15°. The collector dimension was 0.8 m x 1 m x 0.05 m. One collector contained 5 parallel pipes and the other contained 7 parallel pipes.  The water used in the test was flowed naturally due to the gravity force from a higher tank and was adjusted using a valve fitted at the end of the collector. The water flow rates employed were 200, 250 and 300 cc/minutes and  measured using a volume meter and a stop watch. The results showed that the energy coming into the collector, energy absorbed by the absorber and water, increased with an increase in the observation time and reached the peak value at about  2.30 pm. After that, they decreased. The effect of the pipe number is significant and the performance of the collector containing 7 pipes is better than that containing 5 pipes.
PENERAPAN PENILAIAN KEKASARAN PERMUKAAN (SURFACE ROUGHNESS ASSESSMENT) BERBASIS VISI PADA PROSES PEMBUBUTAN BAJA S45C Yanuar Burhanuddin
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekasaran permukaan sebuah benda kerja memegang peranan penting terhadap kualitas suatu produk dalam proses pemesinan. Kekasaran permukaan diukur secara langsung menggunakan alat pengukur kekasaran permukaan. Cara lain adalah dengan pengukuran secara tidak langsung. Pada penelitian ini kekasaran permukaan diukur secara tidak langsung menggunakan teknik pengolahan citra dijital yang diaplikasikan pada proses pemesinan. Benda kerja (material baja S45C) dibubut menggunakan pahat jenis HSS dilakukan dengan memvariasikan beberapa kondisi pemotongan. Kecepatan potong (ν) yang digunakan adalah 53,38 m/menit, 78,50 m/menit, dan 119,32 m/menit. Pemakanan (f) yaitu 0,1 mm/rev, 0,15 mm/rev dan 0,25 mm/rev. Sedangkan kedalaman potong ditetapkan konstan yaitu 0,5 mm. Untuk melihat pengaruh nose radius (rε) terhadap kekasaran permukaan maka digunakan pahat yang mempunyai nose radius 0,4 mm dan 0,8 mm. Setelah selesai pemotongan   akan dilakukan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan surface tester. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan citra permukaan benda kerja menggunakan kamera dijital biasa. Citra ini kemudian diolah dan dianalisis profil intensitasnya dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB 7.0. Dari pengukuran kekasaran permukaan menggunakan surface tester dan analisis citra dijital diperoleh perbandingan kekasaran permukaan beberapa spesimen.  Selisih kekasaran permukaan hasil pengukuran dan analisis citra di antara 0,0018 – 0,0136 µm (sangat kecil). Kekasaran permukaan spesimen 3 (pada v=53,38 m/menit;  f=0,1 mm/rev; rε=0,4 mm) hasil pengukuran adalah 3,22 (µm) sedangkan hasil analisis citra adalah 3,2336 (µm).  Pada spesimen dengan nomor citra 6 (v=53,38 m/menit;  f=0,1 mm/rev; rε=0,8 mm) kekasaran permukaan yang  diperoleh dari pengukuran adalah 2,50 (µm) dan hasil analisis citra adalah 2,5044 (µm). Pada spesimen dengan nomor citra 13 (v=119,32 m/menit;  f=0,25 mm/rev; rε=0,4 mm) kekasaran permukaan yang  diperoleh dari pengukuran adalah 2,15 (µm) dan nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari hasil analisis citra adalah 2,1518 (µm). Spesimen dengan nomor citra 15 (v=119,32 m/menit; f=0,1 mm/rev; rε=0,4 mm) nilai kekasaran permukaan pengukuran adalah 2,86 (µm) dan nilai kekasaran permukaan yang diperoleh dari hasil analisis citra adalah 2,8524 (µm).Kata Kunci: kekasaran permukaan, pemrosesan citra dijital, machine vision
Kajian Awal Pemantauan Keausan Pahat Potong Berdasarkan Pengukuran Sinyal Arus Motor Listrik Pada Proses Pemesinan Bubut Siswanto Siswanto; Yanuar Burhanuddin; Suryadiwansa Harun
JURNAL MECHANICAL Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v9.i2.201810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif metode yang dapat diaplikasikan untuk memantau dan memprediksi keausan pahat secara dini sehingga kontrol kualitas dari produk dapat tetap terjaga dan proses pemesinan menjadi optimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan dimana terjadi keausan pahat masih menggunakan cara konvensional yaitu melihat keausan menggunakan mikroskop toolmaker. Tentu cara ini lambat karena harus menghentikan proses untuk mengambil pahat dan melihat keausannya. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen untuk mendapatkan data hasil penelitian. Penelitian dilakukan terhadap mesin bubut konvensional dengan mengukur arus listrik (I) dan keausan pahat (Vb). Parameter pemesinan yang digunakan adalah kecepatan potong (Vc), gerak makan (f) dan kedalaman potong (a) yang divariasikan. Analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear. Hasil penelitian diperoleh adalah suatu model matematik yang dapat dipakai untuk memprediksi keausan pahat. Dan dari hasil analisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda didapat 2 model matematik. Model yang pertama yaitu I = 3.181 + 0.007Vc + 1.161f + 0.436e1, model ini digunakan untuk memprediksi nilai arus listrik terhadap parameter pemesinan. Model yang kedua yaitu Vb = -1.042 + 0.333I + 0.466e2, model ini digunakan untuk memediasi persamaan model I terhadap keausan pahat.
Sifat-sifat Mekanik Komposit Serat TKKS-Poliester Shirley Savetlana
JURNAL MECHANICAL Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Empty Fruit Bunch (EFB) fiber reinforced polyester composites were prepared using simple technique namely hand lay-up. Alkali treatments were used to enhance the hydrophobicity of the fiber. Lignin and cellulose content of EFB were analysed through chemical composition analysis. The mechanical properties are analyzed by conducting tensile and flexural tests. Macro observation shows fiber bridging on the fracture section. The SEM micrograph also shows a better surface roughness after alkali treatmen. The result shows that bending strength increases with the increases of fiber volume fraction.  Tensile strength and elastic modulus of composite were higher than the pure polyester and increases with the increasing of fiber volume fraction although polyester shows low compatibility with the EFB fiber. The failure mechanism as a result of bending and tensile tests had shown a dominant fiber pull-out mechanism and less of fiber breaking mechanism. It suggests that the optimal strength of the composite can be further increases by enhancing the compactibility between fiber and matrix.Keywords: EFB fiber, mechanical properties, polyester, composite, hand lay-up
Rancang bangun prototye system pico hydro pada penampungan air perumahan dengan metode VDI 2221 Tony Indra Kusuma; Candra Bagus Prasetyo; Maulana Abdul Jabar; Gian Villany Golwa
JURNAL MECHANICAL Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/mech.v11.i1.202004

Abstract

Pemanfaatan energi baru dan terbarukan untuk pembangkit listrik di indonesia belum optimal. Oleh karena itu perlu adanya trobosan untuk menciptakan berbagai energi alternatif melalui pemanfaatan hydropower disekitar kita. Pico hydro adalah suatu pembangkit listrik berskala kecil yang menggunakan tenaga air sebagai penggeraknya, misalnya saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan cara memanfaatkan tinggi terjunnya air (head) dan jumlah debit air maupun tekanan airnya. Pemilihan tubin screw didasari dari hasil pengambilan data dilapangan yang menghasilkan debit sebesar 0,0003 m3/s dan ketinggian head 0,25 m. Turbin screw adalah salah satu tipe turbin air yang berpotensi untuk pembangkit listrik skala kecil dimana turbin air tipe ulir ini sangat cocok untuk head turbin yang rendah. Pada perancangan ini metode yang digunakan adalah metode VDI 2221 atau metode sistematis dengan empat tahapan yaitu penjabaran tugas,perancangan konsep, perancangan wujud, perancangan terinci yang kemudian ditetapkan varian II sebagai alternatif rancangan yang terbaik dimana vairian II menghasilkan nilai total yang paling tinggi yakni 7,88. Dari hasil perhitungan berdasarkan jumlah debit dan head didapatkan daya turbin sebesar 0,73575 watt dan kapasitas daya generator sebesar  0,5886 watt.
Karakteristik Keausan dan Umur Pahat HSS Hasil QuenchingMelalui Pendinginan Nitrogen pada Proses Pembubutan Al-T-6061 Sudjatmiko .
JURNAL MECHANICAL Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quenching results of conventional HSS tool through nitrogen (N2), an increase of value : 3.125%, the research conducted to extract material Aluminum alloy T-6061, with the aim of: (1). age and HSS tool wear, tool life values obtained exponent (n) and tool life constants (CT), (2). know the mechanisms and types of HSS tool wear characteristics. The method used to "Test Variable Speed Machining", research conducted by vary the cutting speed (Vc) with three levels and depth of cut, feed motion (f) is constant. From the findings of this research longest tool life (tc): 0.99 minutes (Vc = 34.56 m / min), depth of cut  (a) = 0.3 mm, feeding (f) : 0,1 mm/put,the shortest age (tc): 0.93 minutes (Vc = 51.84 m / min), (a) = 0.5 mm, with temperatures on average nose tool T0C: 48.100C. nmaximum obtained exponent value = 0.043 at (a) = 0.3 mm, and nmin = 0.0254 at a = 1.0 mm. Taylor is so the value equation. V.T0,,043 = 86.51 (max) for cutting speed Vc = 34.56 m/min [(VB = 0.41 mm)] and V.T0,0254 = 86.51 (min), for cutting speed Vc = 86.39 m / min. [(VB = 0.30 mm)], (2). Tool wear characteristics of the most commonly grown, which is in the process of abrasive, Abrasion, Diffusion and edge wear (VB) and crater (KT) / very small, there is also BUE (Built Edge Up).Keywords: HSS tool, tool life, tool wear. quenching