cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23030011     EISSN : 27150690     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
Evaluasi Tebal Perkerasan Jalan Provinsi Berdasarkan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 (Studi Kasus : Jl. Laksamana R.E Martadinata Bandar Lampung, Lampung) Purwadi, Deni; Sulistyorini, Rahayu; Mulya, Siti; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2448

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat terpenting, sehingga desain perkerasanjalanyangbaikadalahsuatukeharusanuntukmenghubungkansuatu tempat ke tempatlain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tebal struktur perkerasan jalan yang dipakai pada jalan provinsi berdasarkan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017. Lokasi penelitian dilaksanakan di Jl. Laksamana R.E martadinata Bandar Lampung dengan panjang jalan 5,179 km. Umur Rencana yang direncanakan Menggunakan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 adalah selama 20 tahun dengan faktor laju perumbuhan lalu lintas sebesar 4,83 % dan diperoleh nilai Cumulative Equivalent Single Axle (CESA) sebesar3.137.290.03. Berdasarkan evaluasi tebal perkerasan antara Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dengan desain yang digunakan oleh Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Lampung, maka penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pembangunan jalan di provinsi lampung.Kata Kunci : Jalan raya, Stuktur Perkerasan, MDP 2017
Kajian Korelasi Hambatan Samping Terhadap Kecepatan di Jalan 2/2 UD Meilina, Ayu Lena Lena; Putra, Sasana; Ofrial, Siti Anugrah Mulya Putri; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2472

Abstract

AbstractSide Obstacles that occur on Jalan Untung Suropati to be precise in the market area of Labuhan Ratu Station such as the use of the shoulder of the road as a parking lot, the road used by pedestrians, vehicles entering and leaving the market, loading and unloading of goods carried out on the road, as well as vehicles used by pedestrians. stop to go up and down. The railroad crossing adjacent to the market will affect traffic flow, and the entry and exit of vehicles on the train will cause side barriers. This study aims to determine how much influence the side barriers that occur and how these obstacles affect vehicle speed on Jalan Untung Suropati Labuhan Ratu. Side drag, speed and volume of direct traffic data by conducting a survey for 1 day and analyzed using the 2014 Indonesian Road Capacity Guidelines, while the effect of side barriers on speed was analyzed using linear regression with the help of Microsoft Excel. From this study, it was found that the highest volume on Monday afternoon at 17.15-17.20 WIB was 793, the highest speed on Monday afternoon was 16,422 km/hour, the highest side drag on Monday morning was 138.4. Based on the results of linear regression analysis, it can be seen that the side resistance is negative, this indicates that if the resistance variable increases by 1, it will affect the speed of 0.0464.  Keywords : Side barrier; speed, traffic flow.AbstrakHambatan Samping yang terjadi di ruas Jalan Untung Suropati Tepatnya di kawasan pasar Stasiun Labuhan Ratu seperti penggunaan bahu jalan sebagai tempat parkir, badan jalan yang digunakan oleh pejalan kaki, kendaraan yang masuk keluar pasar, bongkar muat barang yang dilakukan di badan jalan, serta kendaraan yang berhenti untuk menaik dan menurunkan. Palang kereta api yang berdekatan dengan pasar akan mempengaruhi arus lalu lintas, serta keluar masuknya kendaraan di kereta api kereta api akan menimbulkan hambatan samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hambatan samping yang terjadi serta bagaimana pengaruh hambatan tersebut terhadap kecepatan kendaraan di Jalan Untung Suropati Labuhan Ratu. Data Hambatan Samping, kecepatan dan volume lalu lintas langsung dengan melakukan survei selama 1 hari dan dianalisis dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014, sedangkan untuk pengaruh hambatan samping dan arus lintas terhadap kecepatan dianalisis menggunakan regresi linier dengan bantuan Microsoft Excel. Dari penelitian ini didapat volume tertinggi pada senin sore pukul 17.15-17.20 WIB sebesar 793, kecepatan tertinggi pada senin sore sebesar 16.422 km/jam, hambatan samping tertinggi pada senin pagi sebesar 138,4. Berdasarkan hasil analisis regresi linier dapat diketahui bahwa hambatan samping bernilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa jika variabel hambatan mengalami peningkatan 1 , maka akan mempengaruhi kecepatan sebesar 0,0464.Kata kunci : Arus lalu lintas; hambatan samping, kecepatan.
Efektifitas Fly Over Di Jalan H. Komarudin – Jalan Kapten Haq Berdasarkan Tinjauan Tundaan Pada Perlintasan Sebidang Kereta Api Jalan H. Komarudin Yunise, Karmaniar; Putra, Sasana; Sulistyorini, Rahayu; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2483

Abstract

Perlintasan pintu kereta api pada segmen ruas jalan H. Komarudin Bandar Lampung sering menimbulkan kemacetan sehingga menyebabkan terjadinya tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku tundaan yang terjadi pada masing-masing lajur akibat penutupan pintu lintasan kereta api. Metode gap acceptance digunakan untuk mengetahui besaran tundaan yang terjadi dengan dukungan data kecepatan dan waktu tempuh. Hasil penelitian didapatkan tundaan atau waktu gap tertinggi pada hari Senin pagi sebesar 12,08 detik. Durasi penutupan palang pintu terlama terjadi hari senin pagi pukul 08:15 WIB sebesar 357,44 detik. Panjang antrian terpanjang terjadi pada hari senin sore saat kereta ke 1 sebesar 165 meter pada arah Fly Over – Bataranila.
Kajian Penelitian Limbah Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Untuk Campuran Split Mastic Asphalt Dzulhadi, Rahmad; Putra, Sasana; Herianto, Dwi; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2522

Abstract

Abstract Split Mastic Asphalt (SMA) is one of the surface layers with a higher percentage of AC pavement. This layer uses a gap gradation which has advantages, one of which is the percentage of coarse aggregate 70% of the total mixture, so that the main strength comes from the strength of the aggregate. In addition, it is necessary to increase the strength of the asphalt which can be done, one of which is to use coconut shell charcoal waste as a mixture in the asphalt. Coconut shell waste is found in Indonesia that has not been used optimally, so this study aims to determine the effect of adding coconut shell waste to the Split Mastic Asphalt (SMA) pavement mixture on Marshall characteristics and determine the optimum asphalt content needed so that the SMA mixture can improve performance. strength. Variations in addition of Coconut Shell Charcoal of 0%, 3%, 6% and 9% which will be mixed with asphalt. Furthermore, the test object is immersed for 30 minutes at a temperature of 60˚C. The addition of coconut shell charcoal to the Split Mastic Asphalt (SMA) mixture has an effect on changes in the Stability value, the higher the coconut shell charcoal content in the Split Mastic Asphalt (SMA) mixture, the Stability value will increase, this is because coconut shell charcoal affects the penetration value of the asphalt. . The results of this study obtained the highest stability value at the addition of 9% Coconut Shell Charcoal content. Keywords: Split Mastic Asphalt (SMA), Coconut Shell Charcoal, Stability Abstrak Split Mastic Asphalt (SMA) adalah salah satu lapisan permukaan dengan persentase lebih tinggi dari perkerasan AC. Lapisan ini menggunakan gradasi senjang dimana memiliki keunggulan yakni persentase agregat kasar 70% dari campuran, sehingga kekuatan bersumber dari kekuatan agregat. Selain itu, diperlukan peningkatan kekuatan pada aspal yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan limbah arang tempurung kelapa sebagai campuran pada aspal tersebut. Limbah tempurung kelapa banyak ditemukan di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan limbah tempurung kelapa pada campuran perkerasan Split Mastic Asphalt (SMA) terhadap karakteristik Marshall dan Menentukan kadar aspal optimum yang dibutuhkan agar campuran SMA dapat meningkatkan kinerja kekuatan.Variasi Arang Tempurung Kelapa sebesar 0%, 3%, 6% dan 9% yang akan dicampurkan aspal. Selanjutnya benda uji direndam dengan 30 menit dengan suhu 60˚C. Penambah anarang tempurung kelapa terhadap campuran Split Mastic Asphalt (SMA) berpengaruh terhadap Stabilitas, semakin tinggi kadar arang tempurung kelapa dalam campuran Split Mastic Asphalt (SMA) maka nilai Stabilitas akan semakin meningkat, hal ini dikarenakan arang tempurung kelapa mempengaruhi nilai penetrasi terhadap aspal. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai stabilitas tertinggi pada penambahan kadar Arang Tempurung Kelapa 9%. Kata Kunci: Split Mastic Asphalt (SMA), Arang Tempurung Kelapa, Stabilitas
Kajian Penelitian Limbah Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Untuk Campuran Split Mastic Asphalt Berbasis RAP Pratama, Bima Depati; Putra, Sasana; purba, Aleksander; Herianto, Dwi
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2527

Abstract

AbstractDamaged asphalt roads can be repaired with Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). This method iscarried out using asphalt waste which is crushed into chunks and later be reused. However,because this pavement has a weakness in terms of quality, an innovation was carried out byadding coconut shell charcoal (ATK) waste as a an additive in asphalt mixture. This research isbased on Marshall testing to determine the performance of a mixture of Split Mastic Asphalt(SMA) with coconut shell charcoal. From the results of the Marshall Characteristics test on theRAP-based SMA mixture with the addition of ATK asphalt content, it shows that for each additionof ATK asphalt content of 3% successively there will be an increase in the stability value with anaverage increase of 9% at 25% RAP, 7% at 50% RAP and 6% at 75% RAP. So in the IKS test itcan be concluded that ATK added material can increase the IKS value as an indicator of thedurability of the asphalt mixture.Key words: Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Innovation, Coconut Shell Charcoal (ATK), Split Mastic Asphalt (SMA).AbstrakJalan aspal yang mengalami kerusakan dapat dilakukan perbaikan dengan Reclaimed AsphaltPavement (RAP). Metode ini dilakukan dengan menggunakan limbah aspal yang dihancurkanmenjadi bongkahan dan nantinya dimanfaatkan kembali. Namun, dikarenakan perkerasan inimemiliki kelemahan dalam hal kualitas, maka dilakukan suatu inovasi dengan penambahan limbahArang Tempurung Kelapa (ATK) sebagai bahan tambah pada aspal. Penelitian ini didasarkan padapengujian Marshall untuk mengetahui kinerja campuran Split Mastic Asphalt (SMA) dengan arangtempurung kelapa. Dari hasil pengujian Karateristik Marshall pada campuran SMA berbasis RAPdengan penambahan kadar aspal ATK, menunjukan bahwa pada setiap penambahan kadar aspalATK sebesar 3% secara berturut-turut akan mengalami peningkatan nilai satabilitas dengandiperoleh kenaikan nilai rata-rata sebesar 9% pada RAP 25%, 7% pada RAP 50% dan 6% padaRAP 75%. Sehingga pada pengujian IKS dapat disimpulkan bahwa bahan tambah ATK dapatmeningkatkan nilai IKS sebagai indikator durabilitas campuran aspal.Kata kunci: Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), inovasi, Arang Tempurung Kelapa (ATK), Split Mastic Asphalt (SMA).
Durabilitas Campuran AC-WC Berbasis RAP Menggunakan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Naufal, Ahmad Yusuf; Putra, Sasana; Karami, Muhammad; Sulistyorini, Rahayu
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2533

Abstract

Abstract One method of road infarstructure maintenance is dredging the old asphalt pavement to then be re-coated with a new asphalt pavement. The result of dredging old asphalt pavement is called RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). RAP can be used as an aggregate substitution in the manufacture of new asphalt pavement layers, especially in the AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) layer by recycling. In addition to the utilization of RAP, improving the quality of road pavement also needs to be done by modifying paved mixtures by adding additives to the asphalt. The additive added in this study is ATK (Coconut Shell Charcoal). This study aims to determine the effect of the addition of ATK on the durability of RAP-based AC-WC mixtures. Furthermore, the immersion of the test object is carried out with a variation of 30 minutes, 1 day at a temperature of 60 °C. The effect of the addition of ATK to the RAP-based AC-WC mixture on its durability judging from the residual Strength Index (IKS) value shows that the residual strength value is getting smaller along with the increasing rap levels and ATK levels in the mixture, this can be caused because ATK is an organic material that is susceptible to the influence of water and RAP is a used asphalt pavement that has suffered damage due to road service. Keywords: AC-WC, RAP, Durability,Coconut shell charcoal Abstrak Salah satu metode pemeliharaan insfrastruktur jalan adalah pengerukan perkerasan aspal lama pada jalan untuk kemudian dilapis kembali dengan perkerasan aspal baru. Hasil dari pengerukan perkerasan aspal lama disebut dengan RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). RAP dapat dimanfaatkan sebagai substitusi agregat pada pembuatan lapis perkerasan aspal baru khususnya pada lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan cara daur ulang. Selain pemanfaatan RAP, peningkatkan kualitas dari perkerasan jalan juga perlu dilakukan dengan cara memodifikasi campuran beraspal dengan menambahkan bahan aditif pada aspal. Bahan aditif yang ditambahkan dalam penelitian ini yaitu ATK (Arang Tempurung Kelapa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ATK terhadap durabilitas campuran AC-WC berbasis RAP. Selanjutnya perendaman benda uji dilakukan dengan variasi 30 menit, 1 hari pada suhu 60˚C. Pengaruh penambahan ATK pada campuran AC-WC berbasis RAP terhadap durabilitasnya ditinjau dari nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) menunjukkan nilai kekuatan sisa yang semakin kecil seiring dengan bertambahnya kadar RAP dan kadar ATK dalam campuran, hal ini dapat disebabkan karena ATK adalah bahan organik yang rentan terhadap pengaruh air dan RAP adalah perkerasan aspal bekas yang telah mengalami kerusakan akibat masa layan jalan. Kata Kunci: AC-WC, RAP, Durabilitas, ATK
Studi Transmisi Gelombang Dengan Model Cylinder Concrete (Buis Beton) Breakwater Tenggelam Dengan Permodelan Fisik 2D Manurung, Lodewick; Tugiono, Subuh; Zakaria, Ahmad; Purwadi, Ofik Taufik
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2540

Abstract

One way to prevent damage caused by sea waves is to build a breakwater to reduce wave energy before it reaches the coast. In making the breakwater model the author chose to make a breakwater model with a concrete cylinder because it can be obtained easily. The research data obtained wave height (H), wavelength (L), and wave period (T). From the research data obtained, it can be made a table of incident wave height (H0), transmission wave height (Ht), and wave transmission coefficient (Kt). In this study, 12 models were used, namely 4 breakwater devices with different breakwater widths (lb), and in each breakwater device using 3 heights of still water level clearance or ds (2 cm, 4 cm, and 6 cm). Based on the research, the smallest transmission coefficient value occurs in the longest lb with ds of 2 cm, which is 0.3567 and the largest transmission coefficient occurs in the shortest lb with ds of 6 cm, which is 0.7190. The biggest change in wavelength occurred in the longest lb with ds 2 cm, which was 21.57% and the smallest change occurred in the shortest lb with ds 6 cm, which was 9.23%. The biggest change in wave propagation speed occurred in the longest lb with ds 2 cm, which was 20.14% and the smallest change occurred in the shortest lb with ds 6 cm, which was 5.93%.
Pengaruh Konflik Pada Simpang Tidak Bersinyal Terhadap Tundaan Menggunakan Metode Gap Acceptance (Studi Kasus : Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Raden Saleh) Meryana, Meryana -; Putra, Sasana -; Sulistyorini, Rahayu -; Herianto, Dwi -
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2543

Abstract

Abstract Congestion is one of the transportation problems in the city of Bandar Lampung which often occurs at intersections. For example, at the intersection of Jalan Wolter Monginsidi - Jalan Raden Saleh which the traffic jams oftenly occur due to cross-level conflicts. As a result, the frequent occurences of long queue due to high traffic volume cause length of time delays. This study analyzes how many times the delay occur at the intersection of Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Raden Saleh. Data taken from one day traffic field survey on weekday when it is morning and afternoon. Data analyzed are volume, time gap and travel delay. The gap acceptance method is used to measure the delay value that occur. Based on the study result, the value of delay at the crossing in the morning is 11,56 seconds/minute and 8,55 seconds/minute in the afternoon.  Keywords: gap acceptance, delay, unsignalized intersection  Abstrak Kemacetan merupakan salah satu permasalahan transportasi di kota Bandar Lampung yang sering terjadi di persimpangan. Seperti di persimpangan Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Raden Saleh yang sering mengalami kemacetan akibat konflik persilangan sebidang. Akibatnya sering terjadi antrian kendaraan yang panjang dikarenakan volume lalu lintas yang tinggi serta lamanya waktu tundaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis seberapa besar waktu tundaan yang terjadi pada persimpangan Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Raden Saleh. Pengambilan data dilakukan melalui survei lalu lintas selama 1 hari kerja ketika jam sibuk pagi hari dan sore hari. Data yang dianalisis adalah volume, waktu gap dan tundaan perjalanan. Digunakan metode gap acceptance untuk mengukur besarnya tundaan yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian, besar tundaan akibat persilangan sebidang ketika pagi hari sebesar 11,56 detik/menit dan sore hari sebesar 8,55 detik/menit.  Kata kunci : gap acceptance, tundaan, simpang tak bersinyal
Studi Refleksi Gelombang Menggunakan Model Breakwater Tipe Dinding Berpori dengan Pemodelan Fisik 2-D kuswadi, didit kuswadi; Tugiono, Subuh; Wahono, Endro Praseyto; Zakaria, Ahmad
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2572

Abstract

Pemecah gelombang mempunyai fungsi untuk mereduksi gelombang dan melindungi garis pantaidari hamparan ombak. Gelombang yang merambak mengenai suatu bangunan pemecahgelombang, sebagian energinya akan diteruskan (transmisi), sebagian energinya dipantulkan(refleksi), dan sebagian energinya akan dihancurkan (disipasi). Hal tersebut melatar belakangipenelitian “Studi Refleksi Menggunakan Model Breakwater Tipe Dinding Berpori denganPemodelan Fisik 2-D”. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah, Tinggi gelombangdatang (Hi), Tinggi gelombang pantul (Hr), Ketinggian muka air tenang (d), Panjang gelombang(L), Koefisien Refleksi (Kr). Hubungan koefisien korelasi dan determinasi model breakwater yangdihasilkan berada pada range 59%-79% dan termasuk hubungan yang baik. Data yang dihasilkanyaitu berupa hubungan antara luasan lubang dengan koefisien refleksi yang dimana kofisienrefleksi terbesar dan terkecil dihasilkan pada model empat dan satu dengan angka kr, 0,3436 dan0,2373.
Pengaruh Serat Baja Terhadap Kuat Tarik Lentur Balok Beton yang Disambung Utami, Tri Ratna; Noorhidana, Vera Agustriana; Sebayang, Surya; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2596

Abstract

The casting of concrete at different times often occurs, this is due to insufficient casting time, expansion or connection of structural components, strengthening of structures with additional dimensions, and so on. Thus there will be the addition of a new layer of concrete (overlay). This study is to determine the flexural tensile strength of concrete beams for joining old concrete and new concrete with the addition of steel fiber volume fractions of 0%, 1%, 1.5%, and 2% in the substrate layers overlay and also the compressive strength of the concrete in each layer. The samples in this study were beams (15 x 15 x 60 cm) with a thickness of 7.5 cm for substrate and overlay for flexural tensile strength testing and cylinders (15 cm in diameter and 30 cm in height) for compressive strength testing. From the results of the study, it was found that the flexural tensile strength of the beam with the addition of steel fibers in the substrate layer was higher than the addition of steel fibers in the overlay layer. The addition of steel fibers in the substrate and overlay layers makes the beam more ductile. The maximum flexural tensile strength of the beam with the addition of steel fibers in the substrate layer occurs at  volume fraction 1.5%, has an increase of 114.03% from the joint beam without steel fibers while the addition of steel fibers in the overlay layer occurs at volume fraction 2%, has an increase of 8.66% of the joint beams without steel fibers.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024 Vol. 11 No. 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol 11, No 4 (2023): Edisi Desember 2023 Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023 Vol 11, No 3 (2023): Edisi September 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 2 (2023): Edisi Juni 2023 Vol 11, No 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Edisi Maret 2023 Vol. 10 No. 4 (2022): Edisi Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Edisi September 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol 10, No 2 (2022): Edisi Juni 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol 10, No 1 (2022): Edisi Maret 2022 Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol 9, No 4 (2021): Edisi Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Edisi September 2021 Vol 9, No 3 (2021): Edisi September 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 2 (2021): Edisi Juni 2021 Vol 9, No 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 9 No. 1 (2021): Edisi Maret 2021 Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol 8, No 4 (2020): Edisi Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020 Vol 8, No 3 (2020): Edisi September 2020 Vol. 8 No. 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 2 (2020): Edisi Juni 2020 Vol 8, No 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 8 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020 Vol. 7 No. 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol 7, No 4 (2019): Edisi Desember 2019 Vol 7, No 3 (2019): Edisi September 2019 Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juni 2019 Vol 7, No 1 (2019): Edisi Maret 2019 Vol 6, No 4 (2018): Edisi Desember 2018 Vol 6, No 3 (2018): Edisi September 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juni 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 6, No 1 (2018): Edisi Maret 2018 Vol 5, No 4 (2017): Edisi Desember 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 3 (2017): Edisi September 2017 Vol 5, No 2 (2017): Edisi Juni 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 5, No 1 (2017): Edisi Maret 2017 Vol 4, No 4 (2016): Edisi Desember 2016 Vol 4, No 3 (2016): Edisi September 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 2 (2016): Edisi Juni 2016 Vol 4, No 1 (2016): Edisi Maret 2016 Vol 3, No 3 (2015): Edisi September 2015 Vol 3, No 2 (2015): Edisi Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 3, No 1 (2015): Edisi Maret 2015 Vol 1, No 1 (2013): Edisi Maret 2013 More Issue