cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Teknologi Pembuatan Sarung Tangan Karet Rendah Protein Alergen Marlina, Popy
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.994 KB)

Abstract

 Lateks alam sebagai bahan baku barang jadi lateks (BJL) memiliki keunggulan khusus di banding produk pesaing lateks sintetis yang terbuat dari minyak bumi. Namun pengunan lateks alam sebagai bahan baku alat bantu untuk sarung tangan menghadapi masalah karena di ketahui mengandung protein alergen yang menyebabkan penyakit kangker dan alergi bagi pemakainya. Perlu diupayakan suatu teknologi produksi untuk menurunkan kadar protein sehinga bahan baku lateks pekat dan barang jadi lateks rendah protein alergen. Penelitian ini bertujuan mencari formula terbaik untuk mendapatkan karet dari lateks pekat rendah protein alergen dan mempelajari karakteristik sarung tangan karet yang dihasilkan. Sarung tangan karet di buat dengan cara dispersi pemvulkanisasi dai lateks dengan perlakuan komposisi bahan dengan mengunakan perbandingan bahan kimia mengunakan 4 (empat) formula dengan fariasi jumlah bahan pengisi titanium oksida dan jumlah tanin gambir. Hasil pengujian menunjukan bahwa penambahan tanin gambir menurunkan kandungan protein alergen sarung tangan karet. perlakuan terbaik adalah formula 3 (konsentrasi tanin 3 phr dan titanium oksida 0.6 phr) dengan kadar protein 0.72%. karakteristik sarung tangan karet  sarung tangan karet memenuhi persyaratan mutu SNI 16-2623-1992 meliputi,tegangan putud 270.1 n/mm2 perpanjangan putus 801%, modolus 1.2 n/mm2 dan ketahanan sobek 680 n/mm2  .
Pemanfaatan Limbah Perlite Sebagai Material Bata Beton Ringan Suhardjo, Kuntari Adi; Basuki, Ariyadi
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.659 KB)

Abstract

Limbah perlite dari industri selama ini dibuang, perlite mempunyai kandungan silika tinggi sehingga dapat di pakai sebagai campuran bata beton. Konstruksi dinding merupakan bagian elemen struktur beton yang memiliki luas area besar karena sifatnya sebagai penutup dari suatu bangunan. Penggunaan agregat ringan pada dinding beton merupakan teknik subtitusi agregat alam agar bobot sendiri elemen struktur dapat direduksi. Material perlite memiliki karakteristik berat jenis yang paling ringan dalam kelas agregat ringan. Dalam penelitian ini telah dilakukan serangkain eksperimen dengan tujuan untuk memanfaatkan limbah perlite pada campuran bata beton guna mereduksi berat sendiri. Tetapi masih memenuhi  kriteria dari persyaratan standar. Rancangan eksperimen untuk komposisi bata beton 1:7 dan 1:8 dengan kriteriasubtitusi agregat alam oleh parlite sebesar : 11.46 %, 22.92 %, 34.38 %, 45.84 %, 57.30 %, 68.77 % dan 80.23 % (perbandingan volume). Rancangan komposisi tersebut selanjutnya diamati sifat fisiknya dan diuji, sehinga diperoleh karakteristik kuat tekan, bobot sendiri dan penyerapan air optimal. Hasil eksperimen tersebut menunjukan nilai kuat tekan optimal tercapai untuk penambahan perlite sebesar 12 %. Penembahan diatas 12 % tidak lagi memberikan kenaikan kaut tekan , karena kandungan silika dalam perlite tidak mampu di ikat lagi oleh calcium hidroksida, sehingga tidak akan terbentuk CSH gel yang dapat berkontribusi pada peningkatan kekuatan tekan bata beton. Penggunaan bobot sendiri yang signifikan terjadi untuk komposisi  1:7 (dengan kendungan perlite sebesar 57.30 %)sebesar 39.04 % dan untuk komosisi 1:8 (dengan kandungan perlite sebesar 68.77 %) sebesar 21.64 %.
METODE SENTRIFUGASI UNTUK PEMISAHAN BIODISEL DALAM PROSES PENCUCIAN Budiman, Agus
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.896 KB)

Abstract

Metode sentrifugrasi untuk pemisahan biodisel dalam proses pencucian telah dilakukan pada penelitian ini, dibuat prototipe disc stack centrifuge. Sebuah disc stack/bowl centriuge memisahkan 2 vasa cairan dalam satu proses kontiyu dan mengunakan gaya sentrifugal yang besar. Prinsip kerjanya ,apabila cairan yang berat (fase air)terkena gaya sentrifugal yang besar, cairan akan di paksa keluar menuju dinding mangkuk (bowl) yang berputar, sedang cairan yang lebih ringan (fase biodiesel) kan terpiash dan lapisan yang lebih dalam . fasa cairan akan mengalir dekat sumbu putar, yaitu pada area oulet yang berada pada bagian atas bowl. Setiap fasa cairan yang terpisah kemudian meninggalkan bowl akibat gaya gravitasi. Pemisahan plat gaya gravitasi. Pemisahan plat khusus (disc stack)memberikan tambahan bidang permukaan , yang dapat mempercepa proses pemisahan. Susunan bentuk dan disai dari plat-plat ini yang memungkinkan disc stack centrifuge melakukan pemisahan secara contiyu untuk beragam cairan. Cairan hasil proses pencucian berupa campuran biodisel mentah (88.71 % berat) dan air panas (11.29 % berat). Campuran ini mengandung kotoran lain seperti metanol , glycerin, dan pengotor lain dengan komposisi yang relatif kecil. Hasil uji coba menunju8kan bahwa biodisel yang dihasilkan bbisa di kendalikan dengan mengatur rpm dan laju umpan     Untuk kemurnian tertentu, samakin besar laju umpan yang diperlukan rpm yang lebih besar pula untuk laju umpan yang tetap , sesemakin besar rpm yang diperoleh kemurnian biodisal yang lebihtinggi. Dengan dengan satukali proses sentrifugasi pada laju dan rpm tertentu, kandungan air dalam biodisel bisa mencapai 0.02 % volume (SNI [ ASTM D-1552 ]: air dan sedimen 0.05 MAX % volume).
KAJIAN KESIAPAN PEMBERLAKUAN SECARA WAJIB STANDAR MAINAN ANAK-ANAK STUDY OF READINES OF THE COMPULSORY IMPLEMENTATION OF TOYS STANDARDS Herjanto, Eddy; Rahmi, Dwinna
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2699.654 KB)

Abstract

Mainan anak-anak (toy) merupakan benda yang berhubungan erat dengan kesehatan anak-anak, sebagai konsumen utama. Banyak kecelakaan terjadi karena sebagai produk mainan anak mengunakan bahan berbahaya buat kesehatan atau karena salah menggunsksn produk mainan tersebut. Karena berpotensi menimbulkan kecelakaan, maka beberapa negara telah memberlakukan standar sebagai persyaratan teknis agar produk itu dapat diedarkan di negara tersebut.        Indonesia bermaksut memberlakukan penerapan satandar mainan anak secara wajib. Namaun ,agar penerapan tersebut dapat efektif, perlu di dahului dengan kajian agar pemberlakuan wajib tersebut tidak mengalami masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesiapan SNI, produsen mainan domestik, dan lembaga penilian kesesuain (LPK) terkait dengan rencana pemberlakuan wajib SNI mainan anak-anak        Kesiapan SNI di lakukan dengan menganalisis ketersediaan SNI yang sesuia dengan standar yang diacu secara internasional, kesiapan produsen dianalisis dari jawaban kuesioner yang disebarkan pada 75 perusahaan mainan anak, dilengkapi dengan hasil uji terhadap 20 jenis produk mainan anak, dari berbagai tipe mainan dan skala industri, terhadap persyaratan standar. Kesiapan LPK di tinjau ditinjau dari data KAN dan kuesioner yang disebarkan ke pada 50 lembaga sertifikasi dan laboratorium uji.        Hasil penelitian menunjukan, indonesian dapat diangap memiliki kesiapan standar. Meskipus harus mnungu selesainya revisi satandar nasional indonesia (SNI) yang sekarang berlaku. SNI refisi tersebut lebih sesuai dengan persaratan internasional, tersedia dalam bahasa indonesia sehingga mudah di pahami dan diakses. Hasil uji produk menunjukan sebagain besar produsen memiliki kesiapan dalam menerapkan standar, meskipun diperlukan pembinaan bagi kalangan industri kecil. Dari sisi LPK , terdapat 2 laboratorium uji yang mampu menguji semua elemen dalam standar, beberapa laboratorium uji lain mampu secara persial. Namun pada saat ini belum ada lembaga sertifikasi produk untuk mainan anak yang terakreditasi. Secara umum, dapat disimpulkan indonesia siap menerapkan SNI mainan anak secara wajib.
RANCANG BANGUN CATU DAYA TENAGA SURYA UNTUK PEMBATIKAN ., Suharyanto
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.398 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang rancang-bangun catu daya tenaga surya untuk pembatikan di balai besar landustri kerajinan dan batik yogyakarta. Minyak tanah merupakan bahan bakar utama dalam proses pembatikan. Kelangkaan dan harga yang mahal dari minyak tanah menyebapkan keterpurukan para pengrajin batik. Transformasi dari “canting’ tradisional ke “canting listrik juga belum menyelesaikan permasalahan yang di hadapi paran pengrajin karena harga jual energi listri cukup dari PLN cukup tinggi. Penelitian yang di lakukan adlah merancang dan membangun catu daya tenaga surya yang merupakan energi terbarukan murah dan ramah lingkungan. Penelitian dimulai dengan membuat rancangan bagian-bagian dari sistem catu daya tenaga surya mengunakan softwere protel. Bagian-bagian yang di rancang diantaranya adalahrangkain pelacak surya,pengatur pengisian baterai (BCR), inferter dan demultifilexer. Kemungkinan langkah selanjutnya merealisasikanrancangan tersebut ke dalam bentuk prangkat-keras dan sterusnya merangkai bagian-bagian tersebut menajdi sebuah sistem catu daya tenaga surya. Hasil penelitian menunjukan bahwa catu daya tenaga surya untuk pembatikan telah terhasil di rancangan dan dibuat dengan spesifikasi teknis yaitu tegangan luaran 219.2 volt, frekuensi luaran 49.8 hz serta daya luaran maksimum 710 watt (VA).
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LABORATORIUM RISET PENYAMAKAN KULIT DI BALAI BESAR KULIT, KARET DAN PLASTIK (BBKKP) Sunaryo, Ign.; Sutyasmi, Sri
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.066 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengolah limbah cair dari laboratorium Riset Penyamakan Kulit (RPK) di Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik (BBKKP), Yogyakarta, dengan suatu unit pengolahan air limbah (UPAL). UPAL dirancang berdasarkan karakteristik limbah cair, kapasitas limbah cair, percobaan jar test, luas lahan, baku mutu limbah cair untuk industri penyamakan kulit. Hasil uji karakteristik limbah cair menunjukkan angka yang melebihi ambang batas BOD 1.440 – 2.750 mg/l; COD 2.748,96 – 3.132,80 mg/l; TSS 569 – 2.505 mg/l; N-NH3 17,92 – 25,24 mg/l; Minyak/lemak 100 – 171 mg/l; Cr toal 183,77 – 270,38 mg/l; S (sebagai H2S) 51 – 110,5 mg/l; pH 3,5 – 4; volume 0,50 – 4,00 m3/hari. Nilai tersebut juga lebih tinggi dibanding kwalitas air sungai Mambu, sehingga perlu diolah. Rancangan UPAL meliputi: pengolahan pendahuluan: (penyaringan dan pengendapan awal); pengolahan primer: (bak homogenisasi, perlakuan fisiko-kimia dan pengendapan I); pengolahan sekunder/biologi: (anaerob, aerob, pengendapan II: trickling filter); dan pengolahan lumpur (pemampatan lumpur dan saringan pasir). Lahan yang diperlukan adalah 100 m2. Berdasarkan hasil uji limbah cair terolah selama monitoring dapat diketahui bahwa kwalitas limbah cair terolah dapat memenuh persyaratan baku mutu serta mempunyai efisiensi pengolahan yang cukup tinggi yakni BOD: 97,00% - 98,00%; COD: 97% - 97,30%; TSS: 97,60% - 98%; N-NH3: 99,70% - 100%; lemak/minyak: 97% - 97,60%; Cr total: 100% dan S-H2S: 100%.Kata kunci: laboratorium RPK, limbah cair, karakteristik, UPAL, lingkungan.
ALAT UJI PUPUK UNTUK INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH ., Nurkamari
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.812 KB)

Abstract

ABSTRAK Untuk mendukung pengendalian mutu produk pada industri kecil dan menengah (IKM) pupuk di Jawa Timur yang jumlahnya mencapai 150 unit, telah dilaksanakan rekayasa alat uji unsure hara pupuk seperti nitrogen (N), fosfat (P) dan kalium (K). Alat uji ini menggunakan prinsip kerja analisa kolorimetri. Sebagai sumber cahaya dipergunakan dioda LED (Light Emiting Diode), untuk sensor cahaya digunakan resistor LDR (Light Dependent Resistor) dan sebagai pengolah sinyal digunakan prinsip kerja pengukuran nilai resistor (jembatan Wheatstone) dimana salah satu lengan jembatannya adalah sensor cahaya LDR tersebut. Sedangkan sebagai keluaran digunakan peraga digital dari LCD (Liquid Crystal Display) yang akan mengubah keluaran jembatan berupa tegangan listrik menjadi bentuk peragaan angka NPK pupuk. Uji coba prototip alat uji pupuk (NPK) ini memberikan hasil yang positif. Dengan menggunakan alat ini potensi penghematan pada IKM pupuk dapat direalisasikan. Pada industri pupuk fosfat alam untuk pertanian, penghematan biaya uji mencapai Rp. 13.410.000,-/tahun. Sedangkan pada industri pupuk NPK padat akan mencapai Rp. 60.810.000,-/tahun. Selain diperoleh penghematan, penggunaan prototip ini sekaligus dapat lebih menjamin konsistensi mutu produk.Kata kunci: uji pupuk, analisa kolorimetri, LDR, LED, jembatan Wheatstone, LCD.
IDENTIFIKASI DAN ANALISA REFRIGERANT SEBAGAI FLUIDA KERJA SIKLUS RANKINE ORGANIK UNTUK APLIKASI DI INDONESIA Bachtiar, Candra; Ambarita, Himsar
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.195 KB)

Abstract

Siklus Rankine Organik (ORC) dapat digunakan dalam menghasilkan listrik dari sumber panas temperature rendah seperti panas terbuang mesin dan panas bumi. Pemilihan fluida kerja merupakan salah satu kunci dalam pengembangan ORC. Pada studi ini fluida kerja diidentifikasi berdasarkan kriteria sifat termodinamika, aspek keamanan dan ketersediaan di Indonesia. Fluida kerja yang terpilih akan disimulasikan menggunakan skema ORC sederhana dalam upaya melakukan evaluasi unjuk kerja. Simulasi dilakukan berdasarkan kondisi Indonesia dengan temperatur kondensor dipilih tetap 35  dan temperatur evaporator divariasikan 70 , 80  dan 90 . Hasil identifikasi dari 56 kandidat refrigerant, hanya R 134a, R 236fa, R 23, R 404A, R 407C dan R 410A yang memenuhi kriteria. Diantara refrigerant yang sesuai kriteria, R 236fa menghasilkan efisiensi terbaik. Studi ini diharapkan memberikan informasi penting dalam pengembangan ORC di Indonesia.Kata kunci: fluida kerja organik, refrigerant, siklus Rankine organik, sistem pembangkit uap, sumber panas temperatur rendah.
KONVERSI STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) KE HARMONIZED SYSTEM (HS) Herjanto, Eddy; Purwanto, Endi Hari
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1642.319 KB)

Abstract

Harmonized System (HS) merupakan sistem kodefikasi terhadap barang yang dikoordinasikan oleh World Custom Organization (WCO). Pengklasifikasian jenis barang dalam HS sangat banyak variannya dan dirancang untuk mencakup semua komoditi yang diperdagangkan. Sementara itu, Standar Nasional Indonesia (SNI) diklasifikasikan berdasarkan International Classification of Standards (ICS). Konversi antara HS dan ICS sudah dilakukan oleh BSN, namun karena setiap HS dapat mencakup berbagai SNI atau sebaliknya setiap SNI dapat mencakup berbagai nomor HS, maka diperlukan suatu konversi yang dapat menunjukkan hubungan langsung antara suatu nomor SNI dengan HS yang terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun hubungan yang terstruktur antara SNI dengan kelompok komoditi terkait berdasarkan klasifikasi HS, untuk memudahkan pengambilan keputusan bagi kebijakan standarisasi terkait dengan perkembangan perdagangan dan industri. Kegiatan ini menghasilkan konversi SNI ke HS untuk sejumlah 4915 standar yang mencakup berbagai sektor. Hasil konversi tersedia dalam bentuk buku, dilengkapi program aplikasi konversi yang dapat diakses pada website BSN.Kata kunci: Konversi, SNI, HS.
PEMANFAATAN PASIR ZIRKON LOKAL UNTUK CETAKAN KERAMIK PADA PROSES PENGECORAN PRESISI Pratomo, Sri Bimo; Doloksaribu, Martin; Afrilinda, Eva
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.671 KB)

Abstract

Salah satu sumber daya mineral Indonesia yang cukup potensial adalah pasir zirkon yang banyak terdapat di aliran sungai-sungai di pulau Kalimantan. Diantara penggunaan pasir zirkon adalah untuk cetakan keramik di  industri pengecoran presisi (investment casting). Tetapi sangat disayangkan penggunaan pasir zirkon lokal tersebut masih belum optimal, karena produk cor yang dihasilkan mengalami cacat penetrasi logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara sifat pasir zirkon lokal terhadap kemampuannya menahan panas untuk mencegah cacat penetrasi logam. Metoda penelitian yang dilakukan adalah membandingkan lima jenis lapisan primer cetakan keramik yang terbuat dari berbagai jenis tepung dan pasir zirkon sebagai bahan cetakan keramik pengecoran presisi. Pengujian yang dilakukan adalah uji visual dan kekasaran pada produk cor, serta analisis komposisi kimia, distribusi pasir dan struktur makro pada pasir zirkon. Modifikasi pembuatan lapisan primer menjadi dua lapis; dengan lapisan pertama berupa lumpur primer dan lapisan kedua berupa lumpur primer yang ditaburi pasir zirkon, terbukti dapat menghilangkan cacat penetrasi logam. Penggunaan tepung zirkon tipe 2 dan pasir zirkon tipe c dengan distribusi ukuran partikel yang lebih merata dapat menghasilkan produk cor yang bebas cacat penetrasi logam serta memiliki permukaan produk cor yang halus, dengan nilai kekasaran 4,9 µm. Hal tersebut disebabkan karena adanya peningkatan densitas lapisan primer yang akan meningkatkan ketahanan panas cetakan keramik serta terisinya rongga-rongga butiran pasir pada permukaan lapisan primer oleh tepung zirkon yang halus sehingga menjaga kehalusan permukaan cetakan keramik. Kata kunci: pasir zirkon, tepung zircon, pengecoran presisi, lapisan primer, cacat penetrasi logam

Page 3 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue