cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
SEKTOR INDUSTRI MANUFAKTUR DAN PEMBAGUNAN DAERAH Nazara, Suahasil
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 3 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.57 KB)

Abstract

Tranformasi struktural yang terjadi di indonesia telah bergeser peranan domain sektor pertanian ke sektor industri. Di sisi lain, pembangunan ekonomi regionalindonesia memasuki paradikma baru yang di tandai dengan pelaksanaan skema desentralisasi dan otonomi daerah sejak dekade yang lalu. Tulisan ini melihat bagaimanapembangunan industri manufaktur juga seharusnya menjadi agenda pembangunan daerah di indonesia. Pembanguna industri menghadapi tantangan internal maupun externalyang harus di atasi dengan dua strategi, yaiutu top-down dan botton-down. Strategi botton-down menurut daerah sebagai ujung tombak pembangunan industri. Daerahhendaknya mampu membagun kopetensi intinya sehinga mampu meningkatkan daya saing lokal dan global, menyerap tenaga kerja,dan di harapkan mamapu meningkatkanpemeretaan pertumbuhan sektro industri di seluruh wilayah indonesia. Salah satu program untuk mendukung stategi booton-down menempatkan pemerintah pusat padaposisi sentral pengembangan industri nasional. Pemerintah menetapkan kebijakan pembagunan industri nasional yang di tujukan untuk memberikan arah baru untuk pembagunan industri nasional di masa datang dan menyelesaikan berbagai permasalan yang menghambat perkembangan industri saan ini. Kebijakan ini harus di jadikanpedoman oleh seluruh Stakeholder di sektor industri manufakturkata kunci :   industri manufaktur, pembaguna daerah, desentralisasi, pembaguna industri, Kopetensi inti
Pengelolaan Lumpur Limbah Industri Penyamakan Kulit dengan Sanitary Land Fill Sunaryo, Ign; Sutyasmi, Sri
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1876.901 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap selama dua tahun. Penelitian selama tahun I dimaksudkan untuk mendapatkan prototip landfill yang sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Penelitian selama tahun II dimaksudkan untuk mewujudkan prototip landfill hasil peneltitian tahun I, yang siap utuk digunakan. Lumpur yang digunakan untuk penelitian ini diambil dari salah satu industri penyamakan kulit di Yogyakarta. Lumpur Industri Penyamakan Kulit bisa dibuang ke landfill asalkan memenuhi ketenteuan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Lumpur yang akan dimasukkan ke dalam land fill terlebih dahulu diperiksa karakteristiknya, diuji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan kandungan kromnya. Berdasarkan hasil uji karakteristik, uji TCLP, dan kandungan kromnya dapat diketahui bahwa lumpur dalam penelitian ini masuk dalam Kategori II, sehingga bisa menggunakan landfill Tipe 3. Lokasi untuk penelitian ini sudah memenuhi persyaratan yang berlaku. Dalam penelitian tahun I ini dapat diperoleh satu prototipe dari empat tipe LandFill yang dibuat, yakni prototip landfill tipe 3, dengan 2 lapis geomembran (1 lapis geomembran untuk lapisan dasar dan 1 lapis geomembran untuk lapisan penutup), berukuran panjang x lebar x dalam = 6x1x2 m. Penelitian selama tahun II mewujudkan landfill tipe 3 dengan ukuran 4,82x6,5x3,5 m3 yang akan penuh dalam waktu 5,8 tahun.
MEMBRAN ALGINAT SEBAGAI PEMBALUT LUKA PRIMER DAN MEDIA PENYAMPAIAN OBAT TOPIKAL UNTUK LUKA YANG TERINFEKSI Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida; Safitri, Ratu
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.795 KB)

Abstract

Alginat sampai saat ini belum dimanfaatkan untuk tekstil medis, terutama sebagai produk alternatif pembalut luka primer. Dari penelitian terdahulu diperoleh membran alginat berdaya serap tinggi, bersifat anti bakteri dan dapat mempercepat  penyembuhan  luka,  namun  bukan  antibiotik.   Penelitian  ini  adalah  penelitian  lanjutan  yang bertujuan untuk membuat membran alginat yang mengandung obat (Basitrasin dan Neomisin), agar dihasilkan membran  dengan  kualitas  lebih  baik,  karena  dapat  menyembuhkan  luka  yang  terinfeksi.  Oleh  karenanya diperlukan penelitian  lanjutan.  Pengujian yang dilakukan meliputi uji fisika, analisa gugus fungsi dan struktur mikro serta uji pre klinis.Penelitian ini berhasil mendapatkan membran yang dapat mempercepat penyembuhan luka yang  terinfeksi. Diharapkan, produk ini dapat digunakan untuk mensubstitusi kebutuhan pembalut luka impor. Dengan demikian, apabila   bahan   bakunya berasal dari sumber daya alam yang ada,  maka selain akan lebih ekonomis lagi, diharapkan terciptanya diversifikasi produk yang mempunyai nilai tambah.Dari  hasil  uji  ternyata kualitas produk  dipengaruhi  oleh  kondisi  proses.  Semakin  besar  konsentrasi  alginat, membran semakin kuat, berat dan tebal, namun mulurnya berkurang.  Membran memenuhi beberapa kriteria sebagai pembalut luka dan media penyampaian obat topikal, yaitu berdaya absorpsi tinggi, berpori, memiliki sifat fisik yang memadai, dan dapat mempercepat penyembuhan luka yang terinfeksi.Kata kunci: tekstil medis, pembalut luka primer, media penyampaian obat topikal, alginat, Sargassum Sp
Pemanfaatan Alfa hidroksi karboksilat (AHA) dari Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L) untuk Skin Care F, Tiurlan; Azizah, Evi; Suherman, Ade; ., Hutajuluh
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.08 KB)

Abstract

Penelitan ini bertujuan memanfaatkan sumber zat aktif AAH alami dari belimbing wuluh sebagai bahan whitenig alami. Penelitian ini melalui 2 tahap percobssn, pertama, dilakukan ekstraksi senyawa AHA dari tiga bagian belimbing wuluh yaitu daging,buah utuh,dan kulit, mengunakan pengekstrak etanol (10%,30%,50% dan 95%) dan air dan dua formulasi produk skin care dari ekstrak pekan dengan konsentrasi 0.03%,0.06% dean 0.09%. hasil analisis dangan HPLC di peroleh adanya kandungan flavonoid,tanin,pektin, serta senyawa AHA yang terdiri dari asam malat,asmam askorbat dan asam sitratdengan konsentrasi berturut-turut dari buah utuh, bagian daging dan kulit, masing-masing sebesar 11%, 9% dan 2%. Uji keefektifan dan ke stabilan zat aktif AAH dalam produk di lakukan dengan suntest dan oven test sebelum dan sesudah penyimpanan suatu bulan.pada penyimpanan mingu ke 3terjadi perubahan  warna produk dari putih menjadi krem dan selanjutnya setelah di penyimpanan satu bulanwarna tidak berubah.perubahan warnaterjadi karna proses oksidasi dalam penyimpanan, sehingga konsentrasi senyawa AAH dalam produk pun berkurang, walaupun dalam jumlah yang relatif kecil.
PEMANFAATAN LIMBAH POLES UBIN KERAMIK GRANITO UNTUK PRODUK KERAMIK KONVENSIONAL DAN BAHAN BANGUN BETON ., Subari; Afdhil, Khairul
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.535 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan bahan limbah poles ubin granito untuk pembuatan produk keramik konvensional (keramik hias dan ubin keramik) serta bahan bangunan beton. Dalam pembuatan produk keramik hias di sini bahan limbah poles ubin keramik granito dicampur dengan lempung dari daerah Kasongan Yogyakarta, Wonosobo, Sukabumi, Lombok Barat dan Kalimantan Barat, dengan perbandingan komposisi berat antara bahan limbah dan lempung dari masing-masing daerah adalah 50 % limbah : 50 % lempung. Sedangkan untuk pembuatan ubin keramik , bahan limbah poles tersebut dicampur dengan lempung Belitung dan felspar Banjarnegara pada perbandingan komposisi campuran bahan baku adalah bahan limbah = 30 – 40 %, felspar = 10 – 20 % dan lempungnya tetap yakni 50 %. Berdasarkan percobaan penelitian ini maka diperoleh hasilnya untuk prototipe produk keramik hias berupa wadah buah dibakar pada suhu 1050 oC menampakkan warna krem, coklat muda dan coklat kemerahan, serta prototipe produk ubin keramik juga dibakar suhu 1050 oC menampakkan warna putih agak krem dan sudah cukup padat. Disamping itu, bahan limbah poles ini juga diteliti pemanfaatannya untuk bahan bangunan beton. Komposisi bahan yang dirancang yaitu (1 bagian semen Portland : 4 bagian arang sawit + limbah granito) sampai dengan (1 bagian semen Portland : 6 bagian arang sawit + limbah granito). Dari hasil percobaan ini ternayata komposisi dengan kode B terdiri dari 1 bagian semen Portland : 5 bagian arang sawit + bahan limbah ubin granito merupakan komposisi yang terbaik serta tergolong jenis bata beton ringan karena nilai density masih dibawah 1,0 g/mL. Kata kunci : Limbah ubin keramik granito, keramik hias, ubin keramik, bahan bangunan beton, bata ringan.
Degradasi Fotokatalitik Polutan Organik Dalam Air Limbah Menggunakan TIO2 Nano Partikel Sistem Lapisan Tipis-Alir ., Djarwanti; S, Cholid; Yuniati, Aniek
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1636.664 KB)

Abstract

 Penelitian  Degradasi fotokatalitik senyawa organik dalam air limbah industri tekstil pewarnan telah di lakukan dengan mengunakan katalis  TIO2. Penelitian dilakukan mengunakan reaktor alir kontinyu dengan TIO2` nano partikel yang diimobilisasikan pada dinding laur tabung gelas dan lampu UV di gunakan sebagai sumber  radiasi. Variabel yang diamati adalah konsentrasi awal senyawa organik bahan pewarna tekstil. Hasil penelitian menunjukan bahwa degradasi  fotokatalitik dari senyawa organik bahan pewarna tekstil. Semakin tingi konsentrasi awal laju gradasi semakin kecil .pad konsentrasi awal COD  1761 ppm, 880.1 ppm dan 305 ppm pada waktu 47 jam menunjukan presentase degradasi berturut-turut  10.28  %, 39.25  %,  dan 75.29  % , Percobaan dengan aerasi lebih baik di bandingkan tampa aerasi. Penggunaan katalis titanium butoksida dalam penelitian ini lebih baik dibandingkan dengan katalis TTIP (titanium terta iso propoksida). Percobaan pengolahan air limbah industri tekstis pada konsentrasi COD  awal 888.7 ppm hingga waktu  10 jam bisa menurunkan 69.26 % (dengan katalis TTIP) dan menurunkan 52.20 % (dengan katalis titaniumbutoksida).
PENINGKATAN NILAI TAMBAH MAKANAN KHAS DAERAH MELAUI PERBAIKAN KEMASAN Pudjiastut, Wiwik; Herman, Sidik
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.999 KB)

Abstract

Penelitian peningkatan nilai tambah makanan khas daerah melalui perbaikan kemasan telah dilakukan melalui tahapan proses mulai dari pemelihan sempel, pengujian awal, perbaikan dasain, pendaftaran merk, uji laboratorium baik untuk bahan kemasan maupun mutu prodiknya,m serta uji masa simpan dangan metoda akselerasi, uji pasar dilakukan untuk melihat preferensi konsumen. Hasil perbaikan kemasan yang sesuai untuk wajit cililitan dibuat dalam dua bentuk yaitu kantong plastik poli propilena (PP) 0.06 mm dengan sistem cetak sablon danmengunakan karton lipat (floding carton) gramatur 350 9/m2 dengan sistem cetak offset. Untukmempertahankan nilai khasya, sebagai kemasan dalam tetap dipertahankan kemasan dengan bahan klobot jagung. Masa simpan wajit dengan dua jenis pilihan kemasan ini adalah 2 bulan 27 hari untuk kemasan plastik pp dan 4 bulan 10  hari untuk untuk kemasan karton lipat. Tahapan prosespada penelitian ini diharapkan dapat dijakdikan model untuk IKM makanan di daerah-daerah lain dalam pengembangan kemasan makanan.
APLIKASI TEKNOLOGI PRODUKSI KERTAS SEMBAHYANG (JOSS PAPER) RAMAH LINGKUNGAN SKALA INDUSTRI Hardiani, Henggar; sugesty, susi; Tjahjono, Judi
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.741 KB)

Abstract

Masalah yng dihadapi oleh industri kertas sembahyang terutama disebabkan tinggi kadar pencemar dalam air limbah.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL NANO SULFUR TERHADAP SIFAT FISIK KARET KOMPONEN KENDARAAN BERMOTOR ., Rahmaniar; Marlina, Popy
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.542 KB)

Abstract

Bahan pemvulkaniisasi adalah sejenis bahan kimia yang dapat bereaksi dengan gugus aktif molekul karet pada proses vulkaniisasi, membentuk ikatan silang antar mulekul karet sehingga terbentuk jaringan tiga dimensi. Belerang (sulfur) merupakan bahan pemvulkaniisasi dalam pembuatan kompon karet.proses vulkaniisasi membutuhkan waktu yang lama.      Untuk memperpendek waktu vulkaniisasi maka dilakukan penelitian yang mengunakan sulfur berukuran nano pada proses vulkaniisasi. Tujuan penelitian untuk memperoleh formulasi komponen karet dengan aplikasi nao sulfur pada proses vulkaniisasi untuk membuat karet komponen kendaraan bermotor yang memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 (dua) faktor, kombinasi 8 (delapan) perlakuan dan 3 (tiga) kali ulangan. Faktor pertaman adalah fariasi suhu vulkaniisasi (140 0c dan 170 0c). dan faktor kdua adalah fariasi ukuran sulfur (40 nm, 60 nm, 80 nm,dan 400 nm). Parameter yang di uji kekerasan tangan putus, ketahanan kikis dan berat jenis. Hasil penelitian menunjukan bahwa, variasi suhu vulkaniisasi dengan ukuran sulfur, serta interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap kekerasan, tangan putus, ketahanan kikis dan berat jenis karet komponen kendaraan bermotor. Suhu 140 0c dengan variasi nano yang semakin kecil, akan mempercepat waktu kematangan kompon. Perlakuan terbaik diperoleh pada variasi suhu 140 0c dan ukuran sulfur 60 nm (T1,S2). Dengan karakteristik karet komponen kendaraan bermotor untuk kekerasan 70 shore A, tangan putus 173 N/cm2 ketahanan kikis 173.6 mm2 dan density 1.220 g/cm2
PENGURANGAN EMISI CO2 PADA GAS BUANG BOILER DENGAN TEKNOLOGI ABSORPSI MELALUI MEMBRAN SERAT BERPORI Harihastuti, Nani; Widiasa, Nyoman; Djayanti, Silvy; Harsono, Didik; Julia Sari, Ikha Rasti
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.262 KB)

Abstract

Dalam upaya mengurangi terbentuknya gas co2  yang bersumber dari emisi cerobong biler dari industri, telah diteliti absorpasi co2  menggunakan kontraktor membrane serat berpori atau hollow fiber membrane modules (hfmm)  dengan pembasah cair (naoh). Metode baru penyerapan gas ini merupakan pengembangan inovasi untuk meningkatkan efisiensi penyerapan, dibandingkan cara konvensional (packed tower, spray tower, ventury scrubber ataupun plate colom).    Penelitian di awali dengan merancang prototype absorber yang didisain dengan mengunakan kontraktor membrane. Membrane yang di gunakan jenis polyproylene dengan porositas 0.85, diameter pori 0.1 pmketebalan pm 150 pm, panjang 100 cm dan id fibre 0.5 mm kemudian dilakukan uji coba karakteristik dan proses pada rangkain prototipe alat, pad proses absorpsi pas buan boiler bahan bakar batu bara di industri tekstil. Variabel yang detil adalah laju alair gas (2-10 lt/men). Konsentrasi larutan pembasah  NaoH ( 2.5- 10%) dan waktu kontak (5-35 menit). Laju larutan NaoH di atur dengan kecepatan 1 lt/menit dan volume larutan NaoH di pertahankan tetap 10 liter.    Hasil penelitian di peroleh bahwa daya adsorpsi optimum gas co2  yang dihitung bedasar perpindahan masa dan hidrodinamika carian di dalam kontaraktor membrane serat berpori adalah sebagai berikut: daya serap gas a co2  ` (flux) maksimum 0.23, mol co2   per m2 luas membran perdetik yang di peroleh pada alju alir gas co2   5 lt/ menit dengan konsentrasi  larutan Naoh 2.5 % dan waktu kontak 15 menit.

Page 5 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue