cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
IDENTIFIKASI DAN MIKROENKAPSULASI MINYAK IKAN YANG MENGANDUNG ASAM LEMAK OMEGA-3 Idrus, Syarifuddin; Affifudin, Stanno Z; Rutumalessy, Denny J
Jurnal Riset Industri Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10397.274 KB)

Abstract

Beberapa ikan pelagis seperti komu/tongkol (auxis thazard), momar (decapterus sp.), make/lemuru (sardinella sp.), lema/kembung (rastrelliger sp.) dan kawalinya (selar sp.) merupakan ikan hasil tangkapan  nelayan terbanyak disekitar perairan Maluku. Karena lokasi hidup ikan pelagis berada pada permukaan membuat ikan ini mengandung asam lemak omega3. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan asam lemak omega-3 ikan pelagis diperairan Maluku dan melakukan mikroenkapsulasi untuk melindungi minyak ikan dari terjadinya oksidasi dan mengubah minyak ikan tersebut dari bentuk cair menjadi bentuk tepung sehingga lebih mudah dalam sistem penanganan. Isolasi minyak ikan dilakukan menggunakan pelarut heksan dan kandungan asam lemaknya diidentifikasi menggunakan GCMS-2010S SHIMADZU. Minyak ikan dengan kandungan asam lemak omega-3 terbaik dimikroenkapsulasi menggunakan gum arab dan etil selulosa. Hasil isolasi minyak ikan dari setiap 50 gram tepung ikan diperoleh sebesar  7 - 8 ml. Identifikasi omega-3 minyak ikan menunjukkan bahwa ikan make/lemuru (sardinella sp.) memberikan hasil terbaik dengan kandungan omega-3 terkomplit dari ikan yang lain. Hasil mikroenkapsulasi ikan make/lemuru (sardinela sp.) dengan gum arab diperoleh kadar air sebesar 0,26 ± 0.05%, kecepatan alir 6,5 gram/detik, dan sudut istirahat 27,5°. Mikroenkapsulasi menggunakan etil selulosa diperoleh kadar air sebesar 0,14 ± 0,03%, kecepatan alir 6,2 gram/detik, dan sudut istirahat 25,5°. Berdasarkan nilai hubungan antara sudut istirahat dan aliran serbuk maka mikroenkapsulasi yang dihasilkan dapat dibuat menjadi tablet. Kata Kunci: Mikroenkapsulasi, asam lemak, omega-3, gum arab, etil selulosa.
INVENTORI EMISI GAS RUMAH KACA DI INDUSTRI PULP DAN KERTAS SEBAGAI BAHAN PERUMUSAN KEBIJAKAN PERUBAHAN IKLIM NASIONAL Hardiani, Henggar; Sugesty, Susy
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas rumah kaca (GRK) dinilai sebagai salah satu penyebab pemanasan global memiliki kontribusi cukup besar. Sektor industri salah satu penqhasil emisi GRK dari pernbakaran bahan bakar fosil. Inventori emisi merupakan salah satu alat untuk diqunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan energi dan emisi GRK.  Inventori ditujukan untuk menghitung besarnya kontribusi emisi yang dihasilkan oleh kegiatan industri dalam periode waktu tertentu. Penelitian ini dibatasi pada sektor industri pulp dan kertas sebagai salah satu industri yang menggunakan energi secara intensif dan industri yang di studi mempunyai kapasitas produksi pulp sekitar 2.700 ADT/hari dan kertas sekitar 220 ton/hari. Sebagian besar industri pulp dan kertas terintegrasi menggunakan bahan bakar biomassa berupa black liqour sebesar 65%, bark sekitar 22%, fine chip 1% dan coal sekitar 12%. Emisi CO2  dari pembakaran biomassa tidak dihitung dalam inventori GRK. Penghitungan emisi GRK dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan neraca massa dan berdasarkan IPCC  Emisi GRK keseluruhan adalah 361.137,1 ton C02eftahuil menurut Neraca Massa dan Energi, sedangkan menurut  IPCC  sebesar  13.659.874,66 ton  CO2/tahun. Dukungan  dari  pemerintah  diperlukan  terutarna terbentuknya Manajer Energi di industri yang menqqunakan energi di atas 6000 TOE dan auditor energi tersertifikasi untuk memperkuat sistem monitoring, evaluasi   dan manajemen energi yang berkesinambungan. Katakunci:   Pemanasan global, Gas rumah kaca, Industri Pulp, Inventori emisi
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT PADA PROSES SHAVING UNTUK PEMBUATAN LEMBARAN SERAT SEMEN ., Supraptiningsih
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8003.635 KB)

Abstract

Dilakukan penelitian pemanfaatan limbah padat industri penyamakan kulit shaving untuk pembuatan lembaran serat semen. Tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah maksimum penggunaan limbah padat shaving pada pembuatan lembaran serat semen yang dapat memenuhi persyaratan  standar SNI 15-0233-1989 lembaran Serat Semen. Bahan baku semen ditambah limbah shaving 5%,10%,15% dan 20% (berat semen) dan  2% CaCl2. Hasil penelitian menunjukkan jumlah  maksimum penggunaan limbah padat shaving 10% dapat memenuhi persyaratan standar. Hasil pengamatan bentuk pandangan luar baik, uji penyerapan air 8,90%, kuat lentur 119,21 kg/cm2, kerapatan air baik (tidak terjadi tetesan), kemampuan digergaji dan dipaku baik, (tanpa cacat/retak). Hasil uji lindi  menunjukkan kadar krom berkisar 3,713 - 4,21 mg/I. Kata kunci : industri penyamakan kulit, limbah padat shaving, lembaran serat semen, sifat fisis.
PERFORMA TEKNOLOGI DAN MUTU JERNANG PRODUKSI INDONESIA Gafar, Patoni A
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1478.681 KB)

Abstract

Di Indonesia jernang diproduksi diberbagai daerah, diantaranya Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu dan Kalimantan Tengah; bahkan jernang juga tersebar sampai ke Semenanjung Malaya dam Thailand Selatan. Kandungan senyawa kimia jernang diantaranya adalah 5,7-Dihydroxy-6-methylflavan, 7-hydroxy-5-methoxyflavan dan Dracoflavan A 9Purwanto dkk, 2005). Umumnya jernang diperjual-belikan sebagai komoditi ekspor. Permintaan jernang China yang mencapai 400 ton per tahun sampai kini baru dapat dipenuhi 27 ton. Permasalahan yang dihadapi dalam produksi jernang di Indonesia adalah teknologi yang digunakan sangat bervariasi dan daerah penghasil yang tersebar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari performa teknologi dan mutu jernang di Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis teknologi ekstraksi (ekstraksi basah dan ekstraksi kering) dan asal daerah pengahsil (Kalimantan Tengah, Jambi dan Aceh). Jernang mengandung resin merah 70-95 persen, tergantung asal daerah dan teknik pengolahannya, sampai saat ini telah teridentifikasi 12 jenis tanaman rotan penghasil jernang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar mesin 77,03-95,61%, air 1,73-8,20%, abu 0,32-40,27%, kotoran 4,39-22,97%, titik leleh 81 - >180  dan warna merah pudar sampai merah tua. Sebagian besar jernang yang diteliti memenuhi persyaratan mutu sesuai SNI 1671:2010 dengan kelas mutu yaitu Mutu Super, Mutu A dan Mutu B.Kata kunci: Jernang, asal daerah, ekstraksi basah, ekstraksi kering, mutu.
PENGGUNAAN WEBS SERAT ALGINAT/POLIVINIL ALKOHOL HASIL PROSES ELEKTROSPINING UNTUK PEMBALUT LUKA PRIMER Mutia, Theresia; Eriningsih, Rifaida
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alginat digunakan di bidang bio medis, antara lain sebagai bahan baku pembalut luka primer (kontak langsung dengan luka) karena  bersifat nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempereepat pertumbuhan jaringan baru.  Produk tersebut mulai diteliti sebagai biomaterial dengan teknologi elektrospining.  Serat - serat hasil elektrospining berukuran diameter <100 nm - 500 nm, umumnya digolongkan sebagai serat nano. Polimer alginat tidak dapat membentuk serat nano, sehingga harus dicampur dengan polimer lain, misalnya PVA(polivinil alkohol). Dari penelitian terdahulu diperoleh membran alginat yang dapat digunakan sebagai pembalut luka, tetapi dengan metoda elektrospining, maka akan diperoleh membran berkualitas lebih tinggi karena mempunyai luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Untuk itu dilakukan penelitian pembuatan webs (Iembaran tipis) atau membran dari  serat alginate/PVA melalui teknologi elektrospining, karena metodanya mudah. Tujuannya adalah  untuk  mendapatkan  pembalut  luka  berskala  mikro  hingga  nano.  Percobaan  dilakukan  dengan mengunakan variasi komposisi larutan pintal Alginat 3%/PVA 10% (7/3,6/4,5/5,4/6,3/7),     jarak (10 cm, 15 cm,20 cm,  25 cm) dan tegangan (12 KVA, 15 KVA, 18 KVA, 23 KVA). Pengujian terhadap produk akhir meliputi analisa gugus fungsi, analisa struktur mikro, uji resistensi terhadap mikroba dan uji pre klinis. Hasil penelitian menunjukkan proses elektrospining menggunakan larutan Alginat 3%/PVA 10% 4/6,  pada tegangan 15 KVA dengan jarak 15 cm, akan menghasilkan webs serat dengan ukuran diameter mayoritas antara 100 nm - 300 nm. Selain itu, produk tersebut  bersifat anti bakteri  dan lolos uji pre klinis, karena tidak menyebabkan iritasi serta dapat berfungsi sebagai pembalut luka dengan kualitas yang lebih baik dibanding pembalut luka alginat konvensional, yaitu mampu mempercepat penyembuhan luka dari 24 jam menjadi 1jam. Kata kunci : webs (membran), serat alginat/PVA, elektrospining, pembalut luka, biomedis
FABRIKASI AWAL PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS CARBON NANOTUBES DENGAN METODE VHF-PECVD Kurniasih, Sri Cicih; Sari, Yulia
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4780.146 KB)

Abstract

Saat ini carbon nanotubes merupakan  salah satu topik nanoteknologi yang  menarik  di  dunia  karena  memiliki sifat elektronik dan mekanik yang sangat unik dan menarik banyak perhatian untuk diaplikasikan. Fabrikasi awal  penumbuhan  lapisan  tipis  carbon  nanotube  telah  dilakukan dengan  metode  Very High  Frequency  Plasma  Enhanced  Chemical Vapour Deposition (VHF-PECVD) pada frekwensi   70 MHz. Sumber karbon yang digunakan adalah gas metan (CH4) sedangkan sumber hidrogen adalah silan (SiH4)    Perbandingan antara  laju aliran metan dan silan  10:  1 dan tekanan 400 mTorr. Laju deposisi optimum akan diperoleh dengan menvariasikan daya rf dari 20 watt -  50 watt yang berperan sebagai sumber pembangkit plasma. Penumbuhan dilakukan pada suhu 250 DC dengan waktu deposisi selama 80 menit. Identifikasi lapisan tipis dilakukan menggunakan SEM dan  EDX. Butiran-butiran dengan diameter sekitar 0,1 µm.-0,5 µm.(100 nm -  500 nm), telah tumbuh  diatas permukaan substrat meskipun  belum terbentuk tube­ tube yang mengindikasikan carbon nanotube. Komposisi lapisan tipis dengan karbon terbesar dan silikon yang seminimal mungkin terjadi pada daya rf 40 watt yaitu atom carbon 56,25 %, atom silikon 37,22 %  Kata kunci  : Carbon nanotube , VHFPECVD,  daya rf,    SEM-EDX.
FIKSASI EMISI KARBON DIOKSIDA DENGAN KULTIVASI MIKROALGA MENGGUNAKAN NUTRISI DARI AIR LIMBAH INDUSTRI SUSU Handayani, Titin; Mulyanto, Adi
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.458 KB)

Abstract

Penelitian fiksasi karbon dioksida dengan mikroalga ini menggunakan air limbah industri susu. Mikroalga yang digunakan adalah Chlorella vulgaris yaitu ganggang hijau yang mampu mengolah limbah secara biologis. Mikroalga dibudidayakan di dalam bioreaktor bentuk kolam tipe raceway. C. vulgaris dapat tumbuh pada air limbah industri susu dengan pemberian emisi CO2 sekitar 5,5%. Unsur kimia air limbah mengalami penurunan hingga pada hari ke 10, terutama fosfor tidak memenuhi syarat lagi untuk pertumbuhan mikroalga. Penambahan NPK 35 mg/L ke dalam nutrient pada hari ke 10 dilakukan untuk mengatasi defisiensi fosfor. Pemberian debit 4,5 L CO2/menit meningkatkan pH hingga 7. Efisiensi penyerapan CO2 oleh mikroalga C. vulgaris mencapai 96% dengan pemberian CO2 rata-rata 0,2 g/L/hari dan menghasilkan biomasa pada akhir pengamatan sebanyak 0,4 mg/L. Kata kunci: Kolam kulturRaceway, industri susu, mikroalga, fiksasi karbon dioksida, air limbah, nutrisi
BIOSORBEN LIMBAH BIR DAN TiO2 - KARBON AKTIF TiO2-PCC UNTUK PENURUNAN KROM LIMBAH CAIR INDUSTRI ELEKTRO PLATING Naimah, Siti; Aviandharie, Silvie Ardhanie; Ermawati, Rahyani
Jurnal Riset Industri Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8842.315 KB)

Abstract

Penelitian penurunan kadar krom  dari industri elektroplatingtelah dilakukan menggunakan biosorben hasil samping proses fermentasi limbah bir yang dikombinasikan proses filtrasi dan foto katalisis komposit Ti02- karbon aktif atau Ti02-Precipitated  Calcium Carbonat (PCC) dalam reaktor batch yang dilengkapi    sejumlah lampu ultraviolet dengan pengaduk magnetik. Effluent setiap proses pengolahan dimonitor penurunan total krom, krom VI dan zat organik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan proses biosorbsi terjadi penurunan krom total dan krom VI masing-masing sebesar 51% dan 63% namun terjadi kenaikan konsentrasi zat organik. Pengolahan dilanjutkan dengan metode filtrasi sehingga terjadi penurunan krom total, krom VI dan zat organic masing-masing sebesar 58%,51 % dan 91 %. Selanjutnya dengan menggunakan foto katalisis Ti02-Karbonaktif, krom VI dapat tereduksi seluruhnya dan zat organik tereduksi sebesar 66%.Sedangkan dengan Ti02-PCC, krom VI tereduksi sebesar 99,8% dan zat organik tereduksi sebesar 30,4 %. Hasil akhir ternyata efluen berada di bawah baku mutu limbah cair untuk industri  pelapisan logam krom (Cr) Keputusan Gubernur K OKI Jakarta No.582 tahun 1995 sehingga aman untuk langsung dibuang ke badan air.Katakunci:  Fotoreduksi,LimbahKrom, Ti02,karbonAktif,PrecipitedCalciumCarbonat(PCC) 
MEMBUAT DESAIN PENGECORAN DENGAN SIMULASI ADSTEFAN UNTUK MENANGGULANGI CACAT PADA PRODUK COR ., Hafid; Pratomo, Sri Bimo; Virdhian, Shinta
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7000.828 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian pembuatan desain pengecoran dengan simulasi Adstefan untuk menanggulangi cacat pada produk cor. Tujuannya untuk mengurangi resiko pemborosan dana karena kegagalan produksi.  Dengan simulasi ini dapat divisualisasikan tahapan  pengisian logam dan  perubahan suhu selama proses  pengecoran  sehingga  dapat  diramalkan  lokasi  cacat  akibat  panas  pada  produk  cor.  Keunggulan perangkat lunak ini adalah menampilkan gambar 3 dimensi dalam bentuk stereolithography (STL) file, waktu analisis lebih cepat dan akurat sehingga menurunkan biaya proses produksi penqecoran. Untuk contoh kasus, diaplikasikan  pada produk cylinder head dan crank shaft, dan mangkuk pengeruk, yang meliputi : (1) proses pengisian logam cair, (2) pola pembekuan, (3) prediksi terisinya logam cair pada produk cor, (4) pola pembekuan. Hasil simulasi pengecoran pada produk engine cover, cylinder block dan mangkuk pengeruk, yaitu : (1) prediksi cacat cold shut dan udara terjebak, (2) posisi over flow dan kondisi cyclic steady cetakan.Kata kunci:  disain pengecoran, simulasi adstefan, cylinder head, crank shaft, mangkuk penqeruk. 
USULAN PERANCANGAN FASILITAS KERJA DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI MENGGUNAKAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMNET (REBA) DI PT Z Hendro, Hendrastuti; Imdam, Irma Agustiningsih; Karina, Risca Ivo
Jurnal Riset Industri Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2813.248 KB)

Abstract

PT Z merupakan sebuah perusahaan garmen yang memproduksi celana jeans. Proses produksi celana jeanstersebut kurang optimal sehingga permintaan pelanggan tidak dapat terpenuhi. Salah satu penyebabnya adalahadanya fasilitas kerja (kursi) yang digunakan karyawan di lantai produksi lini D kurang nyaman. Hal inimengakibatkan adanya keluhan dari para karyawan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keluhankaryawan, menentukan tingkat resiko sikap kerja, dan memberikan usulan perancangan fasilitas kerja berdasarkanpengukuran antropometri. Identifikasi keluhan karyawan menggunakan kuesioner Nordic body map. Tingkat resikosikap kerja diukur dengan menggunakan metoda Rapid Entire Body Assesment (REBA). Desain fasilitas kerjadirancang berdasarkan data antropometri tubuh, yaitu pengukuran panjang bokong popliteal (Pbp), panjangbuttock popliteal atau panjang tungkai atas (Pta) dan tinggi telapak kaki ke popliteal (Tkp). Hasil penelitian yangdiperoleh yaitu adanya keluhan karyawan yang meliputi: (1) sakit/kaku di leher bagian atas, (2) sakit pada pantat,(3) sakit/kaku di leher bagian bawah, (4) sakit pada punggung, (5) sakit pada pinggang, dan (6) sakit pada kakikiri. Sikap kerja yang menimbulkan resiko yaitu sikap kerja duduk pada stasiun kerja (SK): (1) kantong depancelana, dan (2) ban depan dan belakang. Perancangan fasilitas kerja berdasarkan pengukuran data antropometri,yaitu (1) panjang bokong popliteal Pbp menggunakan persentil 90 persen (P90%) sebesar 48,73 cm; (2) panjangbuttock popliteal (panjang tungkai atas) /Pta menggunakan persentil 90 persen (P90%) sebesar 30,44 cm; dan (3)tinggi telapak kaki ke popliteal/Tkp menggunakan persentil 50 persen (P50%) sebesar 39,84 cm. Perancanganfasilitas kerja yang diusulkan yaitu kursi karyawan dengan dimensi (49 x 31 x 40) cm dan menggunakan busasebagai pelapis.

Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue