cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pengaruh penambahan karet siklo terhadap sifat vulkanisat kompon karpet karet Nurhajati, Dwi Wahini; Alfa, Ary Achyar
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.959 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v23i1.325

Abstract

Effect of cyclis rubber on the vulcanizate properties of fubber carpet compound was investigated. Carpet compounds were prepared by ribbed smoked sheets I (RSS I) and styrene butadiene rubber (SBR) as a raw material, and cyclis rubber in various amount was added as additive. The amounts of the added cyclis rubber were varied from 10 to 40 phr with range of 10 phr. The rubber carpet compound was produced by using a two roll-mills (Shanghai RMW, model XK-160, capacity 2 kg). The culcanizate properties of rubber carpet compound were tested base on SNI. 12-1000-1989 for karpet karet, and ASTM F.1859-2000 for rubber sheet floor covering without backing The results showed that cyclis rubber in the compound was focused as a filler. Generally, the physical properties of vulcanizates containing cyclis rubber was better than the vulcanizates without cyclis rubber. Effects of cyclis rubber on the vulcanize properties of rubber carpet compound have increase hardness, tensile strength elongation at break, dimensional stability, and slip resistance. The compound with ratio of cyclis rubber 10 phr performed the best physical properties i.e: 85 Shore A hardness, 1479.9 N/cm2 tensile strength, 372.44% elongation at break, 1.24 g/cm3 density, 433.33 N/cm2 compression resistance, 2.29 mm3/kg.m Graselli abrasion resistance, and 1.24 U coefficient slipping resistance on dry surface, respectively.  Keywords: cyclis rubber, rubber carpet compound. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh karet siklo yang merupakan produk modifikasi karet alam terhadap sifat vulkanisat kompon karpet karet. Kompon karpet karet dibuat dengan bahan baku karet asap lembaran (RSS) dan karet sintetis styrene butadiene (SRB), dan karet siklo sebagai aditif. Karet siklo yang ditambahkan jumlahnya divariasi dari 10 – 40 phr dengan kisaran kenaikan 10 phr. Pembuatan kompon karpet menggunakan alat two rolls-mills (Shanghai RMW, model XK-160, kapasitas 2 kg). Sifat fisis kompon karpet karet diuji berdasar SNI.12-1000-1989 untuk karpet karet maupun ASTM F.1859-2000 untuk rubber sheet floor covering without backing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karet siklo pada pembuatan karpet karet berfungsi sebagai bahan pengisi. Secara umum sifat fisis vulkanisat yang berisi karet siklo lebih baik daripada vulkanisat tanpa karet siklo. Karet siklo terbukti meningkatkan kekerasan, tegangan putus, perpanjangan putus, 372,44%, kerapatan massa 1,24 gr/cm3, ketahanan pampat 433,22 N/cm2, ketahanan kikis (Grasselli) 2,29 mm3/kg. m, dan ketahanan slip pada permukaan kering 1,24 koefisien U. Kata kunci: karet siklo, kompon karpet karet.
Pengaruh pupuk organik limbah padat industri crumb rubber terhadap pertumbuhan tanaman cabe (Capsicum frutescens) Supraptiningsih, Supraptiningsih
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2069.776 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.224

Abstract

 The research about the influence of organic fertilizer of crumb rubber solid waste industry on chili plants (capsicum frutescens) growth had been done. The aim of the research was to evaluate the vegetative growth of chili plants treated with organic fertilizer that was made from crumb rubber solid waste industry and it was compared with chili plants treated was commercial organic fertilizer (SP -36). The organic fertilizer was made by mixing of soil, crumb rubber solid waste, cow fieces, talc, saw dust, and hull rices, using and aerab system. The variation of the amount of solid waste was 0%; 10%, 20%; 30%; and 40%, respectively. Fertilizing of chili plants was done by dasage variation i.e.1:1,5; and 2 kg/10m2 and control (without fertilizer) respectively. The observation was done on fourth month on vegetative growth including high plants, leaf length, and leaf width. The results showed that crumb rubber solid waste could be used as organic fertilizer for chili plants. The best growth of plants especially high was treated with 20% crumb rubber solid waste at dosage of 2 kg /10m2 is 38.2 cm, while the best growth of leaf length and leaf width was chili plant treated with 40% crumb rubber solid waste at dosage of 2 kg/10m2 was 10.0 cm and 6.2 cm.  Keywords : crumb rubber, solid waste, fertilizer, chili plants.   Penelitian tentang pengaruh pupuk organik limbah padat industri crumb rubber terhadap pertumbuhan tanaman cabe (capsicum frutescens) bertujuan mengevaluasi pertumbuhan vegetative tanaman cabe yang diberi limbah padat industry crumb rubber dibandingkan dengan tanaman cabe yang diberi pupuk organic dari pasaran (SP-36). Pupuk organic dibuat dengan mencampurkan tanah, limbah padat crumb rubber, kotoran sapi, kapur, serbuk gergaji, dan sekam, secara aerab dengan variasi jumlah limbah padat berturut-turut 0%; 10%, 20%; 30%; dan 40%. Pemupukan tanaman cabe dilakukan dengan variasi dosis berturut-turut 1; 1,5 ; dan              2 kg/10 m2 serta dibuat control tanpa pemupukan. Pengamatan dilakukan pada bulan ke 4, terhadap pertumbuhan tanaman cabe meliputi tinggi tanaman, panjang daun, dan lebar daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat crumb rubber dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman cabe. Perubahan tinggi tanaman paling besar pada pemberian pupuk 20% limbah padat crumb rubber dengan dosis 2 kg/ 10 m2 sebesar 38,2 cm, sedangkan perubahan panjang daun dan lebar daun paling besar pada pemberian pupuk 40% limbah crumb rubber dengan dosis                2 kg / 10 m2, yaitu panjang sebesar 10,0 cm dan lebar 6,2 cm. Kata Kunci : crumb rubber, limbah padat, pupuk, tanaman cabe.
Penggunaan zat warna alam untuk kulit non konvensional Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.057 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.330

Abstract

The objective of this experiment was to apply the natural dyes for non conventional leather with mordant environmental friendly. This research used lizard skins, cobra skins and kakap fish skins from dried preservation; woods extract of secang, tegeran, nangka, mahoni and tinggi; chrome and syntan as tanning agent; alum as mordant and material additives for tanning. The methods of this research were preparation of solution extract, tanning and testing. The principles of dyeing with the natural dyes used natural dyes withoud mixed dyestuffs and mordant environtment friendly. The research results showed that the natural dyes from secang woods, tegeran woods, nangka woods, mahoni woods and tingi bark were acid dyes with pH of 4 – 5 and they could be applied on lizard skins, cobra skins and kakap fish skins. The natural dyes from mahoni woods had superior acid resistance (sulphate acid, formic acid and acetate acid), the value was 4/5 (grey scale) and also they had the dry and wet rub fastness which were better than those of natural dyes from secang, tegeran, nangka, and tinggi.  Keywords : natural dyes, woods extract, non conventional skins.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan zat warna alam pada kulit non konvensional dengan mordan yang ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : bahan baku berupa kulit biawak, kulit ular kobra, dan kulit ikan kakap awet kering, bahan pewarna dari ekstrak larutan kayu secang, tegeran, nangka, mahoni dan tingi, bahan penyamak krom dan syntan, alum sebagai mordan serta bahan pembantu untuk penyamakan. Tahapan penelitian meliputi persiapan ekstrak larutan zat warna alam, proses penyamakan kulit dan pengujian. Prinsip proses pewarnaan dengan zat warna alam adalah menggunakan zat wrna alam tanpa kombinasi zat warna sintetis, dengan mordan yang ramah lingkungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa zat warna alam dari kayu secang, tegeran, nangka, mahoni dan tingi merupakan zat warna asam dengan pH 4 – 5 dan dapat diterapkan pada kulit biawak, kulit ular kobra dan kulit ikan kakap. Zat warna dari kayu mahoni unggul dalam ketahanan terhadap asam (sulfat, formiat, dan asetat) dengan nilai 4/5 pada skala abu-abu dan mempunyai ketahanan gosok (kering, basah) paling baik (tidak luntur), dengan nilai 4 – 5 pada skala abu-abu. Kata Kunci : zat warna alam, ekstrak kayu, kulit non konvensional.   
Pemanfaatan karet skrap limbah vulkanisir ban untuk kompon pedal sepeda motor Nurhajati, Dwi Wahini
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2334.585 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.229

Abstract

The utilization of scrap rubber from tyre-retreading industry for footstep compound have been investigated. Pretreatment of rubber scrap with minarex B was done before it was compounded. The footstep compound was designed with various ratio of RSS/pretreated rubber scrap: 100/0; 75/25; 50/50, and 25/75 respectively. The compounds were prepared on a two-rolls mill machine. The compounds were tested for its physical properties such as tensile strength, elongation at break, abrassion resistance, hardness, density, permanent set, and aging, respectively. Test result was compared with physical properties of current commercial footstep. The physical properties of invented footstep compounds were better than current commercial footstep. The footstep compound made by using the RSS and pretreated rubber scrap in ratio of 75/25 performed the best physical properties with 146,48 kg/cm3 tensile strength; 253,36% elongation at break; 58,33 Shore A hardness, 2,91 mm3/kgm abrasion resistance, 1,23 g/cm3 density, 4,69% permanent set, and the change of physical properties after aging at temperature 70oC for 3 x 24 hours were 1,90% tensile strength, 5,02% elongation at break, and 4,04% hardness, respectively. Molding of footstep was done at 150o C, and 150 kg/cm2 for 10 minutes. Organoleptics test showed molded footstep good appearance, good homogeneity during curing, and good flowing compound respectively when it was moulded. Keyword: scrap rubber, waste rubber, tyre-retreading industry, footstep compound, RSS = ribbed smoke sheet ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pemanfaatan karet skrap limbah vulkanisir ban untuk kompon diberi perlakuan pendahuluan yaitu dicampur dulu dengan plasticizer minarex B. Kompon untuk pedal sepeda motor dirancang dengan variasi perbandingan ribbed smoke sheet RSS/pretreated karet skrap berturut-turut 100/0; 75/25; 50/50 dan 25/75. Kompon pedal dibuat menggunakan mesin two-roll mill. Kompon pedal yang dihasilkan selanjutnya diuji sifat fisisnya meliputi tegangan putus, perpanjangan putus, ketahanan kikis, kekerasan, berat jenis, pampat tetap, perubahan setelah aging terhadap kekerasan, tegangan putus dan perpanjangan putus. Hasil uji pedal dibandingkan dengan hasil uji pedal sepeda motor komersial di pasaran. Sifat fisis kompon pedal hasil penelitian pada umumnya lebih baik daripada sifat fisis terbaik yaitu tegangan putus 146,48 kg/cm2, perpanjangan putus 523,36%, kekerasan 58,33 Shore A, ketahanan kikis 2,91 mm3/kgm, berat jenis 1,23 g/cm3, pampat tetap 4,69%, dan sifat fisis setelah aging pada suhu 70oC selama 3 x 24 jam memiliki perubahan tegangan putus 1,90%, perpanjangan putus 5,02%, dan kekerasan 4,04%. Pencetakan dilakukan pada tekanan 150 kg/cm2 suhu 150oC selama waktu 10 menit. Secara pengamatan visual pedal sepeda motor yang dihasilkan cukup baik, kematangan merata, kompon dapat mengalir dengan baik dalam cetakan. Kata Kunci : karet skrap, limbah vulkanisir ban, kompon pedal sepeda motor, RSS = ribbed smoke sheet.
Penggunaan ekstrak kayu nangka (artocarpus heterophyllus) sebagai bahan pewarna untuk kulit Kasmudjiastuti, Emiliana; Widhiati, Widhiati; Kuwatno, Kuwatno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1540.909 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v17i1-2.252

Abstract

The objective of this experiment was to evaluate the effect Alum content and time of mordanting on the rub fastness. Natural dyes from wood dyes Artocarpus heterophyllus haved an intermediate acid resistance (acetic acid), a good alkali resistance (natrium carbonat0 but they had very low sulphur acid resistance and low formic acid resistence. Natural dyes from wood dyes Artocarpus heterophyllus could be used as colouring matter on goat skin distributed throughout the substance of the fibre goat skin. Their rub fastness was a good (dry and wet). The variation of amounts alum (1%, 2%, 3%) and treatment of mordanting (before and during dyeing) did not influence on rub fastness (dry and wet). INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi kadaralum dan perlakuan mordanting terhadap ketahanan gosok cat. Zat warna alam dari ekstrak kayu nangka (Artocarpus heterophyllus) mempunyai ketahanan terhadap asam asetat cukup baik dengan nilai  pada skala grey scale tetapi ketahanan terhadap asam sulfat dan asam formiat kurang baik (nilai  1 dan nilai 2). Ketahanan terhadap basa (Natrium carbonat) menunjukkan hasil yang baik dengan nilai 4 pada skala grey scale. Zat warna alam tersebut dapat menyerang baik pada jaringan kulit kambing dan menghasilkan warna yang baik terhadap ketahanan gosok cat baik secara kering maupun secara basah. Perlakuan variasi kadar alum (1%, 2%, 3%) dan perlakuan mordanting (sebelum dan selama pewarnaan) tidak mempengaruhi ketahanan warna terhadap gosokan kering dan basah. 
Spektroscopi FTIR dan sifat mekanik nanokomposit grafting HDPE dan nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC) Yuniari, Arum; Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.026 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i2.110

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research based on high density polyethylene (HDPE) and nanoprecipitated calciumcarbonate (NPCC) was to evaluate the effect of nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC) on FTIR spectroscopy and mechanical properties. The nanocomposites was prepared with a rheomix 3000 Haake at 180 º C and 50 rpm of rotor speed for 10 minutes. The composition of HDPE and additives were permanently, and NPCC content varied 10, 15, 20, 30, 40 and 50 phr (per hundred resin) respectively and control was made inherent NPCC. The nanocomposites were characterized using tensile strength, hardness tester, electro densimeter and Fourier Transform Infra Red (FTIR) spectroscopy techniques. The results of mechanical properties showed that the increasing the amount of NPCC was able increase hardness and density while elongation at break more stable and tensile strength decreased. Analysis functional group on nanocomposites with Fourier Transform Infra Red (FTIR) indicated a new peak on wave band 3472,49 cm-1 (OH stretching).ABSTRAKPenelitian tentang pembuatan nanokomposit dari bahan high density polyethylene(HDPE) dan nanoprecipitated calciumcarbonate (NPCC) bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filler NPCC terhadap sifat mekanik dan spektroscopi. Nanokomposit dibuat dengan Rheomix 3000 Haake pada suhu 180oC dan kecepatan 50 rpm selama 10 menit. Komposisi HDPE dan bahan aditif dibuat tetap, dan kandungan NPCC divariasi berturut-turut 10 ; 20 ; 30; 40 dan 50 phr (per hundred resin) dan dibuat kontrol tanpa ditambah NPCC. Sifat mekanik diuji dengan alat ujitensile strength, hardness, densimeter dan karakterisasi gugus fungsi ditentukan menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil uji sifat mekanik menunjukkan semakin tinggi jumlah NPCC kekerasan dan densitas naik, kemuluran tetap sedangkan kuat tarik cenderung turun. Spektrum nanokomposit HDPE/NPCC menunjukkan terjadinya puncak baru pada bilangan gelombang 3472,49 cm-1 (OH stretching).
Pemanfaatan karet riklim dari skrap rubber roll untuk kompon sol sepatu Setyowati, Penny; Pramono, Pramono; Supriyanto, Supriyanto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.732 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.335

Abstract

The objective of the research was to study the effect of the used reclaim rubber from scrab rubber roll as a rubber substitution at rubber compounding for shoe sole production. The reclaime rubber was made by mixing between 100 part scrab rubber roll, 30 part reclaiming oil and 2 part reclaiming agent. The mixture was aged to swelling process for 24 hours and devulcanization was conducted at 1500C for 1.5 hours. Properties of the reclaim rubber were identified such as tension at break 46.55 kg/cm2, elongation at break 136.22%, hardness Shore A 52.8, acetone extract 30.4% and polymer contain 36.41%. The rubber compound was made by using special natural rubber of RSS I (Ribbed Smoke Sheet I) mixed with reclaim rubber at ratio of 100/0, 90/10, 80/20, 70/30, 60/40 and 50/50 phr (part hundred rubber) respectively and was also added additives. The mixing was conducted by using mixing mill at 400-600C for 50 minutes. The compound was concluded that the composition between new rubber RSS I and reclaim at the ratio 70/30 has obtained the most favorable physical properties, with respected testing result of tention at break 85.5 kg/cm2, elongation at break 195.3%, hardness 72.2 shore A, tear resistance 42 kg/cm2, permanent set at 50% elongation 0.27%, density 1.39 g/cm3, Grazelli abration resistance 4.05 mm3/kgm and flexing resistance at 150 kcs did not break. However, the physical properties of the compound was able to meet the SNI 12-0778-1989 class C except the abration resistance.  Keyword : reclaim, rubber roll, compound rubber, shoes sole   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan karet riklim yang berasal dari skrap roll karet sebagai substitusi karet mentah pada pembuatan kompon karet untuk sol sepatu. Karet riklim dibuat dari skrap rubber roll 100 bb (bagian berat) dicampur dengan reclaiming oil 30 bb dan reclaiming agent 2 bb dalam mixing mill, campuran tersebut didiamkan selama 24 jam untuk proses penggembungan (swelling) kemudian didevulkanisasi pada suhu 1500C selama 1,5 jam. Karet riklim yang dihasilkan mempunyai sifat tegangan putus 46,55 kg/cm2, perpanjangan putus 136,22%, kekerasan 52,8 Shore A dan kandungan ekstrak aseton 30,4% serta kandungan polimer sebesar 36,41%. Kompon karet sol sepatu dibuat dari campuran karet alam Ribbed Smoke Sheets I (RSS I) dan karet riklim pada perbandingan berturut-turut 100/0 per hundred rubber (phr), 90/10 phr, 80/20 phr, 70/30 phr, 60/40 phr, 50/50 phr dengan bahan aditip pada jumlah tertentu. Pencampuran dilakukan dengan mixing mill kapasitas 2 kg, suhu 40-600C dan waktu 50 menit. Kompon yang diperoleh diuji sifat fisika vulkanisatnya dan hasilnya menunjukkan bahwa pada komposisi RSSI/riklim 70/30 phr merupakan komposisi terbaik dengan hasil uji fisika tegangan putus 85,5 kg/cm2, perpanjangan putus 195,3%, kekerasan 72,2 shore A, ketahanan sobek 42 kg/cm2, perpanjangan tetap (50%) 0,27 %, berat jenis 1,39 g/cm3, ketahanan kikis Grasselli 4,05 mm3/kg. m dan ketahanan retak lentur 150 kcs. Sifat-sifat fisis kompon dapat memenuhi syarat SNI 12-0778-1989 : Sol karet cetak untuk klas C kecuali sifat ketahanan kikisnya. Kata Kunci : karet riklim, rubber roll, kompon karet, sol sepatu.  
Karakteristik karet ebonit yang dibuat dengan berbagai variasi rasio RSS I/Riklim dan jumlah belerang Setyowati, Penny; Rahayu, Sutarti; Supriyanto, Supriyanto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.798 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v20i1.234

Abstract

The aim of the research was to study the influence of utilization of sulphur and reclaim rubber on the characteristics of ebonite rubber, and also to determine the optimum utilization of reclaim rubber and sulphur which yield good physical properties. Ebonite rubber was made by special natural rubber of RSS I (Ribbed Smoke Sheet I) mixed with reclaimed rubber at ratio 80/20, 70/30 and 60/40 part hundred rubber/part hundred rubber (phr/phr) and utilization of sulphur 30, 40, and 50 phr and also additives respectively. Mixing was done by using open mill, and vulcanization was conducted at early temperature 1200C for 2 hours, and it was continued by post curing at temperature 1500C for 2 hours. The physical properties such as tensile strength, elongation at break, D shore hardness, and izod impact of ebonite rubber vulcanized were determined. The result indicated that characteristics of ebonite rubber was significantly influenced by the amount of added sulphur and 40 phr reclaim rubber or at ratio of RSS I to reclaim rubber 60 to 40 phr/phr. However, the physical properties of ebonite rubber was able to meet the standard quality of group 2 regarding to Classification Hard Rubber issued by ASTM D 2135.    Key words : Ebonite, reclaim, sulphur, natural rubber. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan belerang dan karet riklim terhadap sifat karet ebonite serta menentukan jumlah penggunaan karet riklim dan belerang yang optimum yang menghasilkan sifat-sifat fisik yang baik. Karet ebonite dibuat dari karet alam RSS I yang dicampur denga karet riklim pada perbandingan berturut-turut 80/20, 70/30 dan 60/40 phr/phr serta penggunaan belerang berturut-turut 30, 40 dan 50 phr dengan bahan-bahan pembantu dalam jumlah tertentu. Pencampuran dilakukan dengan alat open mill dan vulkanisasi dilakukan pada suhu awal 1200C selama 2 jam, dilanjutkan post curing pada suhu 1500C selama 2 jam. Selanjutnya karet ebonite diuji sifat fisikanya meliputi tegangan putus, perpanjangan putus, kekerasan shore D dan pukul takik. Dari hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa penambahan belerang dan karet riklim berpengaruh secara nyata. Nilai optimum dicapai pada penggunaan belerang 30 phr dan karet riklim 40 phr atau pada perbandingan RSS I / karet riklim 60/40 phr/phr. Sifat-sifat fisik karet ebonite yang dihasilkan masuk standar kualitas kelompok 2 dalam klasifikasi hard rubber versi ASTM D 2135.  Kata Kunci  : ebonit, riklim, belerang, karet alam.
Pemanfaatan minyak kulit biji mete sebagai plasticizer dalam pembuatan sol sepatu Herminiwati, Herminiwati; Nurhajati, Dwi Wahini; Lestari, Sri Brataningsih Puji
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2066.231 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v20i1.239

Abstract

The objective of the research was to study cashew nut shell liquid (CNSL) utilized as rubber plasticizer in shoe soles preparation. CNSL found from pressed cashew nut shells. CNSL consists of anacardict acid (90%) and cardol (10%). To remove the poison ivy, CNSL was treated by heating them at temperature 1200C for two hours. Sulfuric acid was also added to remove the impurities such as nitrogenous, sulphur and inorganic matters. Compounding process was carried out on two roll mill. Shoe sole compounds were prepared in various level of CNSL and Minarex B oil either separated formulation or in combination. Vulcanized rubber was then tested based on SNI 12-0172-1987 : Canvas shoes for general. The result of the research showed that CNSL can be utilized as rubber plasticizer in the shoe soles preparation. Compound with 5 phr CNSL provided good physical properties and conformed the requirements of SNI 12-0172-1987, such as tensile strength 136,4 kg/cm2, elongation at break 198,3%, tear resistance 63,56 kg/cm2, hardness 62,3 shore A, density 1,13 g/cm3, Grasselli abrasion resistance 0,711 mm3/ kgm, permanent set 6,40% and no crack detected on the flex cracking test. The research showed also that compound with the addition of 5 phr Minarex B oil into the compound, the CNSL provided better physical properties.  Keywords : cashew nut shell liquid, plasticizer, shoe soles.    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan minyak kulit biji mete (Cashew nut shell liquid) sebagai plasticizer karet dalam pembuatan sol sepatu. Minyak kulit biji mete (CNSL) diperoleh dari pengepresan kulit biji mete glondong. CNSL tersusun dari 90% asam anakardat dan 10% kardol. Untuk menghilangkan gatal dan toksisnya CNSL di –treatmen dengan pemanasan pada suhu 1200C selama 2 jam. Asam sulfat ditambahkan untuk menghilangkan pengotor seperti senyawa-senyawa nitrogen, sulfur dan bahan onorganik. Pembuatan kompon dilakukan dengan mesin two roll mill. Kompon sol sepatu dibuat dengan berbagi kadar CNSL maupun minyak Minerex B baik secara sendiri atau kombinasi. Vulkanisat karet diuji berdasar SNI 12-0172-1987 : Sepatu kanvas untuk umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CNSL dapat dimanfaatkan sebagai plasticizer untuk pembuatan sol sepatu. Kompon dengan kadar CNSL sebesar 5 phr memberikan sifat fisis yang baik dan memenuhi syarat SNI 12-0172-1987, dengan sifat-sifat sebagai berikut : tegangan putus 136,4 kg/cm3,  perpanjangan putus 198,3%, ketahanan sobek 63,56 kg/cm2, kekerasan 62,3 shore A, bobot jenis 1,13 g/cm3,  ketahanan kikis Grasselli 0,711 mm3/kgm, perpanjangan tetap 6,40 % dan tidak retak pada uji ketahanan retak lentur. Penelitian juga menunjukkan bahwa dibandingkan dengan penambahan minyak Minarex B sebesar 5 phr, maka CNSL memberikan sifat fisis lebih baik. Kata Kunci : minyak kulit biji mete, plasticizer, sol sepatu.
Teknologi yang diperlukan Indonesia Johannes, Herman
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.867 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v1i1.257

Abstract

-

Page 10 of 79 | Total Record : 781


Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue