cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pengolahan air limbah industri penyamakan kulit menggunakan abu terbang bagas secara batch Sholeh, Muhammad; Prasetya, Agus; Sarto, Sarto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.709 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i1.202

Abstract

The objective of this research was to evaluate the adsorption ability of chemically activated bagasse fly ash using H O or H SO to remove COD from tannery wastewater and to obtain 2 adsorption isotherm model in batch system. Two stages have been carried out, namely the activation experiment and the adsorption isotherm experiment. In the activation experiment, effect of H O dan H SO (3% and 7,5% w/w) were studied. The best result of the variation was used in the next experiment. In the adsorption isotherm experiment, variation of the initial concentrations of COD from 52,53 to 1665,79 mg/L and mass of bagasse fly ash from 0,1 to 0,4 g were used. Equilibrium data was used to evaluate the parameters in the Langmuir, Freundlich, and Temkin equations. The best model was evaluated using determination coefficients. The results showed that bagas fly ash had better ability to reduce the COD when it was not activated with H O nor H SO (3% and 7,5%). Freundlich model was best to describe COD removal using bagasse fly ash in batch system. Freundlich equation constants K and n were F 0,4360 (mg/g)/(L/mg)1/n and 1,2969 respectively and the determination coefficient obtained was 0,93.  Keywords: Chemical Oxygen Demand, tannery wastewater, bagasse fly ash, adsorption
Pembuatan kulit amplas ringan (light buffed) dengan menggunakan mimosa serbuk, ditinjau dari kekuatan tarik, kemuluran kulit dan kadar minyaknya Untari, Sri; Widari, Widari; Sunaryo, Sunaryo
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.019 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v3i6.283

Abstract

The objective of this study is to find out light buffed leather in good quality (flexible and unstiff). This study used 24 pieces of dry cured cow hides of third quality. All of those hides were cut into two pieces through the back line from next to tail. And then by using Cr2O3 of 2,5% and 3,0%, those hides were processed into light buffed leather. The Cr2O3 of 4,0 % 6,0% were used for fat liquoring. The tensile strength, tensile stretch and fat content of those leather then analyzed. The data were analyzed by factorial design. Based on the statistical analysis’ known that all of those treatment and combination treatment, were not significant (£ ≤ 0,05).Whereas the result of organoleptic analysis show that  the application of 3,0 % Cr2O3, 4,0% fat, produced box leather with the highest value. INTISARI          Penelitian pembuatan kulit amplas ringan (light buffed) dengan menggunakan mimosa serbuk ditinjau dengan kekuatan tarik, kemuluran kulit dan kadar minyaknya, bertujuan untuk mendapatkan kulit amplas ringan yang baik artinya tidak kaku sesuai dengan standar Industri Indonesia.          Dalam penelitian ini menggunakan 24 lembar kulit sampai kualitas III yang diawet kering.   Semua kulit dibelah menjadi dua menurut garis punggung. Selanjutnya kulit diproses menjadi kulit amplas ringan dengan menggunakan Cr2O3 dengan variasi 2,5% dan 3,0%.          Untuk menyamakan ulang digunakan mimosa serbuk dengan variasi 4,0 % dan 6,0 %. Sedangkan untuk penyamakan menggunakan minyak sulfat dengan variasi 4,0% dan 6,0%.          Kulit- kulit tersebut kemudian diuji kekuatan tarik, kemuluran kulit dan kadar minyaknya. Hasil uji dianalisa dengan faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji kekuatan tarik, kemuluran kulit dan kadar minyak, tidak ada perbedaan (P≤0,05) dari semua perlakuan dan kombinasi perlakuan. Sedangkan pada uji organoleptis menunjukkan bahwa penggunaan Cr2O3 sebesar 3,0 %, mimosa serbuk 4,0% dan minyak 4,0% menghasilkan kulit boks dengan nilai paling tinggi.
Sifat elektrikal dan thermal nanokomposit HDPE/NPCC Nurhajati, Dwi Wahini; Yuniari, Arum; Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1992.874 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v27i1.206

Abstract

abstrak
Determination of maximum pvc reclaimed material content in pvc soles compound, observed from tehno economics point of view Susilowati et. al., Susilowati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1843.193 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v3i7.288

Abstract

The objectives of the study is to obtain a formula of soles compound, by determining the content of maximum PVC reclaimed material added into the batch, observed from the view point of economic study, which means to obtain a soles compound formula, the physical properties of which meet the SII 1103 – 84 Sol Lentur Cetak PVC (moulded flexible PVC soles), which produces low price soles.          The research is emphasized on variation of volume of  PVC reclaimed  material added into the batch, based on SII 1103 -84. The result of this research shows that composition of different compound produces different melting point as well.          Where as the volume of maximum PVC reclaimed material added into the batch is 40%, and it is found from economic study that soles compound which contains 40 % PVC reclaimed material and 60 % non PVC reclaimed material ( consist of PVC 100% , SOP 60%, epoxy 6%, Ba Cd Zn 2%, CaCO3 10 % Carbon black 0,05%). Produces the best soles that is good physical properties and cheap price ( Rp. 552,85/pair). 
Pengaruh oli bekas terhadap sifat karet riklim dan kualitas vulkanisatnya Nurhajati, Dwi Wahini
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.01 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.311

Abstract

The objective of the research was to study the effect of the used-lube oils as reclaiming oil on the production of reclaim from waste rubber of tyre-retreading industry and quality of its vulcanizate. The amounts of the lube oils were varied from 2.5 to 15% with range of 2.5% per 100 parts of waste rubber weigh. Reclaiming of rubber was carried out in a vertical autoclave at 120o for 1 hour, and reclaimed rubber were milled by two-roll mills machine. Reclaimed rubbers were compounded with RSS I to evaluate physical properties of their vulkanizates. Generally, the physical properties of vulcanizates containing produced reclaimed rubber was better than the vulcanizates containing market reclaimed rubber. The vulcanizates containing reclaim with 5% used-lube oil performed the best physical properties i.e 103.18 kg/cm2 tensile strength, 405,25% elongation at break, 50 shore A hardness, 57.11 kg/cm2  tearing resistance, 1.04 g/cm2 density 1.13 mm3/kgm abrasion resistance, and resistance to 150,000 cycles flexing respectively. The reclaimed rubber with 5% used-lube oil has characteristics 38.77% rubber hydrocarbon, 26.46% carbon black, 25.98% acetone extract, and 6,55% ash contents respectively.  Key words: used-lube oil, reclaimed rubber, waste rubber, tyre-retreading industry.    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan oli bekas sebagai reclaiming oil pada pembuatan karet riklim dari karet skrap limbah vulkanisir ban dan kualitas vulkanisat karet rilim tersebut. Jumlah oli bekas yang digunakan bervariasi dari 2,5 15% dengan kisaran 2,5% per 100 bagian berat karet skrap limbah vulkanisir ban. Karet riklim dibuat dalam autoclave pada suhu 120oC selama 1 jam, selanjutnya digiling dengan mesin two-roll mills. Karet riklim yang dihasilkan dianalisa kandungan rubber hydrocarbon, carbon black, kadar ekstrak aceton dan kadar abu. Untuk mengetahui sifat vulkanisat karet riklim maka karet riklim dibuat kompon dengan RSS I. secara umum sifat fisis vulkanisat yang berisi rilim hasil penelitian lebih baik dari vulkanisat yang berisi riklim pasaran. Bulkanisat karet riklim yang memiliki sifat fisis terbaik adalah kompon yang berisi oli bekas 5% dengan fisis berturut-turut tegangan putus 103.18 kg/cm2, perpanjangan putus 405,25% kekerasan 50 shore A, ketahanan sobek 57.11 kg/, berat jenis 1.04 g/cm2, ketahan kikis1.13 mm3/kgm, dan tahan terhadap bengkukan 150,000 putaran. Karet riklim yang berisi oli bekas 5% mempunyai karkteristik kandungan rubber hydrocarbon 38.77% carbon black 26.46% ekstrak aseton 25.98% dan kadar abu and 6,55%. Kata kunci: oli bekas, karet riklim, limbah karet, industri ban vulkanisir.
Kajian pemanfaatan lemak fleshing industri penyamakan kulit Sutyasmi, Sri
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2882.027 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v27i1.212

Abstract

The process of fleshing in the leather tannery generates solid waste in theform of pieces of meat mixed with fat. Fleshing wastes contain approximately 50-80 o% protein and 20-40 % fat. Protein from fleshing waste can be used for animal feed, cornpost and gelatin. The fat can be used as a base for soap rnaking, fat liquoring at leather tanning processes, and fuel (diesel oil substitute). This research aimed to study the possibility of utilizing fat fron fleshing waste in leather tannery.The result show that fat offleshing waste could be obtained by heating or by mechanical/enzymatic extraction. Fats obtained from fleshing waste were called tallow that had a triglyceride with unsaturated carboxylic acid and considered to be ester group. Ester group could be reacted with bases by saponification reaction to produce soap. Ta use thefat offleshing waste in leather anointment as fat liquoring, then the fat must be sulfonated. Meanwhile, for the manufacture of enginefuel then fleshing waste fat rnust be compressed, heated, and thenfiltered. For the manufacture of biodiesel thefat must be added with 5% diesel fuel in order to meet the biodiesel standard DIN 5 I 606
Pengaruh rss/sbr dan filler CaCO3 terhadap sifat fisis kompon karpet karet Supraptiningsih, Supraptiningsih; Lestari, Sri Brataningsih Puji
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.569 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.316

Abstract

Research about preparing of rubber compound for carpet has been done. The aim of this research to study the effects of natural rubber RSS and CaCO3 as a filler, its physical properties, and also to find out rubber compound for carpet formula in accordance with SNI 12-1000-1989. The compound was produced from natural and synthetic rubber mixture with variation of RSS/SBR 70/30; 80/20; 90/10 phr respectively and the amount of CaCO3 90; 100; 110 phr respectively. The compound was made by using two roll mill machine and than it was tested the physical properties by methods of SNI 12-1000-1989 Rubber Carpet. The physical properties of compound showed that an increasing of natural rubber (RSS I) significant enfluence to increase elongation from 420,00% until 466,66% while hardness from 69,11 shore A until 68,11 sore A, and compression resistance decrease from 580,42% N/cm2 until 523,20 N/cm2. The addition of CaCO3 very significant enfluence to increase hardness from 65,77 shore A until 71,83 shore A, permanent set from 482,32 N/cm2, and the density from 1,48 g/cm2 until 1,55 g/cm2. The physical properties of elongation decrease from 464,44 % until 406,66 % and the aging resistance decrease too (colour changing and cracked). The rubber compound for carpet was produced by using RSS/SBR 80/20 and added CaCO3 100 phr accordance with SNI 12-1000-1989 and significant difference with the others.  Keywords : rubber compound, filler, carpet.   ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan kompon karet untuk karpet. Tujuan penelitian adalah mengamati pengaruh penggunaan karet alam RSS dan pengaruh CaCO3 sebagai bahan pengisi terhadap sifat fisis karpet karet, serta mencari formulasi kompon karet untuk karpet yang memenuhi persyaratan  SNI 12-1000-1989. Kompon karet dibuat dari campuran karet alam (RSS I) dan karet sintetis (SBR) dengan variasi perbandingan RSS / SBR berturut-turut 70/30; 80/20; dan 90/10 phr serta variasi CaCO3 90 ; 100 dan 110 phr. Kompon karet dibuat menggunakan mesin two roll mill dan kemudian diuji sifat fisisnya sesuai dengan metode SNI 12-1000-1989 Karpet Karet. Hasil pengujian sifat fisis menunjukkan bahwa penambahan karet alam (RSS I) dapat berpengaruh nyata menaikkan sifat perpanjangan putus dari 420,00 % menjadi 466,66%,  sedangkan kekerasan turun dari 69,11 shore A menjadi 68,11 shore A, dan ketahanan pampat turun dari 580,42 N/cm2 menjadi 523,20 N/cm2. Penambahan CaCO3 berpengaruh sangat nyata menaikkan sifat kekerasan yaitu dari 65,77 shore A menjadi 71,83 shore A, ketahanan pampat dari 482,32 N/cm2 menjadi 596,74 N/cm2, dan kerapatan massa dari 1,48 g/cm2 menjadi 1,55 g/cm2. Sifat perpanjangan putus menurun dari 464,44% menjadi 406,66% dan ketahanan terhadap pengusangan juga menurun (terjadi perubahan warna dan menjadi retak). Hasil kompon karet untuk karpet yang memenuhi persyaratan SNI 12 – 1000- 1989 adalah karpet yang dibuat dengan RSS/SBR 80/20 dan CaCO3 100 phr yang berbeda nyata dengan yang lain.  Kata Kunci : kompon karet, bahan pengisi, karpet. 
Pengurangan COD dan BOD limbah cair terolah industri penyamakan kulit menggunakan taman tanaman air dengan tanaman melati air Prayitno, Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.327 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i1.217

Abstract

ABSTRACTA research was performed to treat the treated tannery wastewater using mexican swordplant(Echinodorus palaefolius) in constructed wetland. It was designed by uplow system with 3m x 1 m x 1 m in dimension equal with 3 m3 in volume, whereas the media consist of 0.3 m thickfirst layer of rock in the bottom; 0.3 m thick gravel in second layer and 0.1 m third layer of Blacksugar-palm fiber and at the top was sand layer with 0.3 m in thickness. The experiment was run byCOD and BOD loading varied at 0.137; 0.137; 0.392; 0.409; 0.643; 0.648 kg/d for COD and0.049; 0.051; 0.125; 0.133; 0.464; 0.467 kg/d for BOD. Effectivity of constructed wetland wasdetermined by COD and BOD removal. Optimum effectivity of COD removal by 68.75% wasfound by operational condition of influent debit 0.576 m3/d ; detention time 2 days and 2 hours;COD loading 0.405 kg/d, whereas optimum effectivity of the BOD removal by 61.79 % was foundby operational condition at influent debit1.440 m3/d ; detention time 1 days 13 hours and 30minutes and COD loading 0.466 kg/d and reducing constant (k) = 0.008 d-1.Keywords: constructed wetland, treated tannery wastewater, Echinodorus palaefoliusABSTRAKTelah dilakukan penelitian untuk mengolah limbah cair terolah industri penyamakan kulitdengan metode taman tanaman air menggunakan tanaman Melati air (Echinodorus palaefolius).Penelitian ini dilakukan dengan membangun taman tanaman air yang memiliki dimensi panjangx lebar x dalam yaitu 3m x 1m x 1m atau identik dengan volume sekitar 3 m3. Media pengisi tamantanaman air dibuat dari: lapisan paling bawah koral ketebalan 0,3 m, lapisan kedua kerikildengan diameter ketebalan 0,3 m, lapisan ketiga ijuk dengan ketebalan 0,1 m dan lapisan palingatas berupa pasir dengan ketebalan 0,3 m, sistem aliran menggunakan sistem upflow. Tanamanyang digunakan adalah tanaman Melati air (Echinodorus palaefolius var. Latifolius). Perlakuanoperasional dengan memvariasi COD dan BOD loading, berturut-turut untuk COD: 0,137;0,137; 0,392; 0,409; 0,643; 0,648 kg/d sedangkan untuk BOD : 0,049; 0,051; 0,125; 0,133; 0,464 5dan 0,467 kg/d. Efektivitas kerja taman tanaman air diukur dengan penurunan kadar BOD dan 5COD. Efektivitas optimal penggurangan COD limbah yang telah diolah dengan taman tanamanair sebesar 68,75% diperoleh pada perlakuan dengan debit influent 0,576 m3/d, waktu tinggal2,083 hari dengan COD loading 0,405 kg/d, sedangkan untuk pengurangan BOD efektivitas 5pengurangan sebesar 61,79% diperoleh pada perlakuan dengan debit influent 1,440 m3/d, waktutinggal 1,563 hari dengan COD loading 0,464 kg/d, diperoleh konstanta k = 0,008 d-1.Kata kunci: Taman tanaman air, air limbah penyamakan terolah, melati air
Pengaruh jumlah air terhadap jumlah serapan Cr2O3 pada proses penyamakan krom kulit kambing Kasmudjiastuti, Emiliana
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.123 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v24i1.321

Abstract

            The objective of the research was to study the effect of number of water of Cr2O3 absorbtion in chrome tanning for goat skin and to reduce utilization of water and chrome waste and to optimize function of Cr2O3. Waste water of pickle were used in variation of 20, 40, 60% respectively and control was also mode as comparation. Twenty pieces of green salted goat skin were grouped and devided into four groups and every five pieces were treated five pieces. The applications parameters of quality were determined including Cr2O3 absorbtion, shrinkage temperature, tensile strength, elongation at break, stitch strength and tear strength. The results showed that the number of Cr2O3 absorb and shrinkage temperature in this research was significantly added water effected on tanning process. The pickle water of 40% performed optimal chrome tanning for goat skin in the amount of 3.13% Cr2O3 absorbtion ; 115.38 0C shrinkage temperature; 216.58 kg/cm2 tensile strength; 43.14% elongation at break; 64.77 kg/cm2 stitch strength; 27.46 kg/cm2 tear strength and all of quality parameters fulfill the requirements of Indonesian National Standard (SNI) 06-117-1989 about Quality and Testing Method Goat Skin Glace. Key words : Goat skin, chrome tanning, shrinkage temperature, tensile strength, elongation at break, stitch strength, tear strength, tear strength ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah air terhadap serapan Cr2O3  pada proses penyamakan krom kulit kambing serta mengurangi jumlah pemakaian air dalam upaya mengurangi limbah krom dan mengoptimalkan fungsi Cr2O3. Air bekas proses pengasaman (air pikel) ditambahkan dengan jumlah berturut-turut 20,40, dan 60%. Control atau tanpa tambahan air pikel dibuat sebagai pembanding dan kulit yang digunakan sebanyak 20 lembar dibagi dalam 4 kelompok dan masing-masing perlakuan untuk 5 lembar kulit. Parameter mutu kulit yang diamati meliputi Cr2O3 yang terserap dalam kulit, suhu pengkerutan, kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Hasil penelitian menunjukan bahwa Cr2O3 yang terserap dalam kulit dan suhu pengkerutan dipengaruhi secara nyata (P≤0,05) oleh air yang ditambahkan pada proses penyamakan. Pemakaian air pikel 40% pada penyamakan krom kulit kambing menunjukan jumlah Cr2O3 yang terserap dalam kulit sebesar 3,13%, suhu pengkerutan 115,380C, kekuatan tarik 216,58 kg/cm2 , kemuluran 43,14%, kekuatan jahit 64,77 kg/cm2, kekuatan sobek 27,46 kg/cm2 dan semua parameter kulit hasil penyamakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI 06-1117-1989 tentang mutu dan cara uji kulit glace kambing. Kata kunci : kulit kambing, penyamakan krom, suhu pengkerutan, kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan jahit, kekuatan sobek. 
Pemanfaatan trimming kulit pikel sebagai flokulan melalui hidrolisis kolagen menggunakan basa untuk penjernihan air Sugihartono, Sugihartono; Sutyasmi, Sri; Prayitno, Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.021 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i1.221

Abstract

Wastes in the form of skin derivatives from leather tanning industries remain serious problems if not managed properly and quickly, since they can cause environmental pollution. This research aimed at studying the influence of base type and concentration for the hydrolysis of trimmed collagen from pickled sheepskin to the yield and properties of gelatin, as well as the gelatin’s potential as flocculant. The hydrolysis of trimmed collagen from pickled sheepskin was performed using KOH or NaOH solution, each with varied concentrations of 1, 2, 3, and 4% w/v, for 16 hours. The extraction of the resulting gelatin was performed using water (2.5 water part : 1 waste part), at 70-80 oC, for 3 hours. The results show that the yield of gelatin from hydrolysis using KOH (16.50-28.60%) is lower than that using NaOH (23.68-34.42%). The water and fat contents of the resulting gelatin were relatively similar, while the protein content from KOH treatment was higher than that from NaOH treatment. Hydrolysis with KOH 1% and NaOH 1% and 2% resulted in gelatin that can be used as flocculant. Hydrolysis with NaOH 2% was the best treatment to produce gelatin as flocculant.Keywords: pickled sheepskin, trimming waste, hydrolysis, gelatin,  flocculant.ABSTRAKLimbah berupa kulit turunan dari industri penyamakan kulit masih menjadi masalah serius apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat, karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi basa untuk hidrolisis kolagen hasil trimming kulit domba pikel terhadap rendemen dan sifat gelatin serta kemampuannya sebagai flokulan. Hidrolisis kolagen hasil trimming kulit domba pikel dilakukan dengan menggunakan larutan KOH dan NaOH, dengan konsentrasi berturut-turut 1, 2, 3, dan 4% b/v selama 16 jam. Ekstraksi gelatin dilakukan dengan menggunakan air (2,5 bagian air : 1 bagian kulit) pada suhu 70 – 80 oC, selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan rendemen gelatin hasil hidrolisis menggunakan KOH adalah sebesar 16,5 - 28,60%, lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan NaOH, yaitu sebesar 23,68 - 34,42%. Kandungan air dan lemak gelatin relatif sama, sedangkan kandungan protein hasil perlakuan KOH lebih tinggi dari pada NaOH. Sebaliknya, kandungan abu dan pH perlakuan KOH lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan NaOH. Hidrolisis dengan KOH 1% dan NaOH 1% serta 2% menghasilkan gelatin yang dapat berfungsi sebagai flokulan. Hidrolisis menggunakan NaOH 2% merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan gelatin sebagai flokulan.Kata kunci: kulit domba pikel, limbah trimming, hidrolisis, gelatin, flokulan.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue