cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Sifat fisika dan morfologi nanokomposit ABS/PC dengan filler nano precipitated calcium carbonate (NPCC) Dwi Wahini Nurhajati; Ike Setyorini; Sugihartono Sugihartono
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.595 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i1.116

Abstract

The purpose of this research was to study the effect of blend ratios of acrylonitrile butadiene styrene (ABS) and polycarbonate (PC) in the different amount of nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC) on the physical properties of ABS/PC nanocomposites. Nanocomposites were prepared in varied ratio of ABS/PC 100/0; 90/10; 80/20; 70/30 and varied amount of NPCC 0; 2.5; and 5 phr (per hundred resin), Nanocomposites were made by melt compounding in the Laboplastomill internal mixer at 200°C for 10 minutes. The SEM micrographs showed homogeneous dispersion of the nanocomposite materials and did not show aglomeration of NPCC. The best nanocomposite was a nanocomposite containing the ABS/PC 90/10 with NPCC 2.5 phr perfomed with impact resistance 5030 J/m2, tensile strength 380.14 kg/cm2, elongation at break 3.59%, density 1.16 g/cm3, and hardness 85 Shore D. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbandingan plastik acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan polikarbonat (PC) serta jumlah bahan pengisi nanoprecipitated calcium carbonate (NPCC) terhadap sifat fisika nanokomposit ABS/PC. Nanokomposit dibuat dengan variasi rasio ABS/PC yaitu 100/0; 90/10; 80/20; dan 70/30 serta variasi jumlah (NPCC) yaitu 0; 2,5; dan 5 phr (per hundred resin). Nanokomposit dibuat dengan menggunakan Laboplastomill internal mixer pada suhu 200°C dan waktu 10 menit. Hasil mikrograf SEM menunjukkan bahwa bahan penyusun nanokomposit tercampur homogen dan tidak terlihat NPCC teraglomerasi. Hasil penelitian terbaik adalah nanokomposit yang berisi ABS/PC = 90/10 dan 2,5 phr NPCC dengan hasil uji ketahanan pukul 5030 J/m2, kuat tarik 380,14 kg/cm2, perpanjangan putus 3,59%, densitas 1,16 g/cm3, dan kekerasan 85 Shore D.
Pemanfaatan karet skrap limbah vulkanisir ban untuk kompon pedal sepeda motor Dwi Wahini Nurhajati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2334.585 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.229

Abstract

The utilization of scrap rubber from tyre-retreading industry for footstep compound have been investigated. Pretreatment of rubber scrap with minarex B was done before it was compounded. The footstep compound was designed with various ratio of RSS/pretreated rubber scrap: 100/0; 75/25; 50/50, and 25/75 respectively. The compounds were prepared on a two-rolls mill machine. The compounds were tested for its physical properties such as tensile strength, elongation at break, abrassion resistance, hardness, density, permanent set, and aging, respectively. Test result was compared with physical properties of current commercial footstep. The physical properties of invented footstep compounds were better than current commercial footstep. The footstep compound made by using the RSS and pretreated rubber scrap in ratio of 75/25 performed the best physical properties with 146,48 kg/cm3 tensile strength; 253,36% elongation at break; 58,33 Shore A hardness, 2,91 mm3/kgm abrasion resistance, 1,23 g/cm3 density, 4,69% permanent set, and the change of physical properties after aging at temperature 70oC for 3 x 24 hours were 1,90% tensile strength, 5,02% elongation at break, and 4,04% hardness, respectively. Molding of footstep was done at 150o C, and 150 kg/cm2 for 10 minutes. Organoleptics test showed molded footstep good appearance, good homogeneity during curing, and good flowing compound respectively when it was moulded. Keyword: scrap rubber, waste rubber, tyre-retreading industry, footstep compound, RSS = ribbed smoke sheet ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pemanfaatan karet skrap limbah vulkanisir ban untuk kompon diberi perlakuan pendahuluan yaitu dicampur dulu dengan plasticizer minarex B. Kompon untuk pedal sepeda motor dirancang dengan variasi perbandingan ribbed smoke sheet RSS/pretreated karet skrap berturut-turut 100/0; 75/25; 50/50 dan 25/75. Kompon pedal dibuat menggunakan mesin two-roll mill. Kompon pedal yang dihasilkan selanjutnya diuji sifat fisisnya meliputi tegangan putus, perpanjangan putus, ketahanan kikis, kekerasan, berat jenis, pampat tetap, perubahan setelah aging terhadap kekerasan, tegangan putus dan perpanjangan putus. Hasil uji pedal dibandingkan dengan hasil uji pedal sepeda motor komersial di pasaran. Sifat fisis kompon pedal hasil penelitian pada umumnya lebih baik daripada sifat fisis terbaik yaitu tegangan putus 146,48 kg/cm2, perpanjangan putus 523,36%, kekerasan 58,33 Shore A, ketahanan kikis 2,91 mm3/kgm, berat jenis 1,23 g/cm3, pampat tetap 4,69%, dan sifat fisis setelah aging pada suhu 70oC selama 3 x 24 jam memiliki perubahan tegangan putus 1,90%, perpanjangan putus 5,02%, dan kekerasan 4,04%. Pencetakan dilakukan pada tekanan 150 kg/cm2 suhu 150oC selama waktu 10 menit. Secara pengamatan visual pedal sepeda motor yang dihasilkan cukup baik, kematangan merata, kompon dapat mengalir dengan baik dalam cetakan. Kata Kunci : karet skrap, limbah vulkanisir ban, kompon pedal sepeda motor, RSS = ribbed smoke sheet.
Pembuatan lem sintetik dan aplikasinya pada alas kaki Arum Yuniari; Herminiwati Herminiwati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.934 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v24i1.313

Abstract

Footwear can be categorized as one of labour intensive and very superior export commodities, consequently the product quality must be maintained and be continually improved. The quality parameter of footwear is determined by the bonding strength between the uppers and the soles, it means that it depends on the adhesive  applied. Soling system is widely applied in small and medium industries are cemented system used synthetic adhesive. Now, the adhesive was applied in the manufacturing of foot wear supported by binding of the soles and the uppers is easy to peel off because of the poor bonding strength. The aim of the research was to investigate a suitable synthetic adhesive  formula to used in footwear manufacturing. In preparing of the adhesive formula, the effect of phenolic resin addition as tackifier were varies i.e 35, 45 and 55 phr using chloroprene rubber as raw material were observed. Synthetic adhesive compound was produce by two roll mill after that compound were dissolved in toluene with ratio 1 : 3. The prepared adhesive then was applied to manufacture footwear using cool press system. The soles used in the experiment were made of rubber and plastic material whereas the uppers made of either leather or artificial leather. The test result and data analysis showed that adhesive performed for the highest bonding strength as much as 1000 g/cm and decrease to lowest bonding strength after soaking in to water for 500 seconds one percent was obtained by the following formula that were : chloroprene rubber 100 phr, butylated hydroxyl toluene 2 phr, magnesium oxide 4 phr, zinc oxide 5 phr and phenolic resin 45 phr. The prepared formula performed a better bonding strength when it was compared with chloroperene rubber adhesive in market. The application of this prepared formula in making ladies shoes performed good bonding strength and accordance with the requierments of SNI 12-2942-1992 about Leather Pantopel Style Cemented System Ladies Shoes.  Key words: synthetic adhesive, chloroprene rubber, footwear.  ABSTRAK Alas kaki merupakan salah satu komoditi andalan ekspor yang bersifat padat karya dan banyak menyerap tenaga kerja, sehingga kualitasnya harus selalu dijaga dan terus ditingkatkan. Kualitas alas kaki salah satunya ditentukan dari kekuatan rekat bagian atas sepatu dengan sol yang dipengaruhi oleh lemnya. Sistem pengesolan yang banyak digunakan di industri kecil dan menengah adalah system lem, menggunakan lem sintetik. Saat ini lem yang digunakan dalam pembuatan alas kaki mudah mengelupas apabila sering terkena air karena kuat rekatnya masih rendah. Tujuan penelitian adalah mendapatkan formula lem sintetik yang tepat untuk digunakan pada pembuatan alas kaki. Dalam pembuatan lem ini dipelajari pengaruh penggunaan phenolik resin sebagai tackifier berturut-turut sebesar 35 : 45 dan 55 phr dengan bahan baku chloroprene rubber. Pembuatan kompon lem dilakukan dengan mesin two roll mill dan selanjutnya lem dilarutkan dalam toluene dengan perbandingan 1 bagian kompon dan 3 bagian tuluen. Selanjutnya lem yang dibuat digunakan untuk pembuatan alas kaki dengan system lem pres dingin. Sol yang digunakan adalah sol karet dan plastik dengan  bahan atasan dari kulit maupun kulit imitasi. Hasil uji dan analisa data menunjukkan bahwa lem yang mempunyai kuat rekat optimum sebesar 1000 g/cm dan penurunan kuat rekat yang terendah setelah perendaman dalam air selama 500 detik sebesar 1 % adalah lem dengan formula : chlroroprene rubber 100 phr, butylated hydroxyl toluene 2 phr, magnesium oxide 4 phr, zinc oxide 5 phr dan phenolic resin 45 phr. Formula tersebut mempunyai kuat rekat lebih tinggi disbanding lem chloroprene rubber dari pasaran. Aplikasinya untuk sepatu wanita memberikan nilai kuat rekat baik dan memenuhi SNI 12-2942-1992 sepatu wanita dari kulit model pantopel sistem lem.  Kata Kunci: lem sintetik, chloroprene rubber, alas kaki. 
Biodegradable and water-soluble polycarboxylates derived from starch Isananto Winursito
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.194 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i1.199

Abstract

abstractThis research present electrical and thermal properties of the Nano composite high density poly Utilizationof natural resources, like polysaccharide, as a raw material for the preparation of biodegradable andfunctional polymer was studied. Partially dicarboxylated polysaccharides were prepared using starch fromcorn, sago and tapioca, and comparison was made of their biodegradability, hydrolytic degradability andcalcium ion sequestration capacity. The biodegradability of dicarboxylated starch sodium salt (DC-starch)depended on the dicarboxylation degree. DC-starch containing more than 75-85 mol% of unreactedglucopyranose groups in the polymer chain showed excellent biodegradation. DC-starch with highdicarboxylation degree was resistant to biodegradation but showed good calcium ion sequestration.Among DC-starches from corn, sago and tapioca starches, hydrolytic degradability and calcium ionsequestration performance were essentially the same.Keywords: biodegradation, dicarboxylated starch, polycarboxylate, water-soluble polymer.
Pengaruh fisika, kimia dan mikrobiologi terhadap kerusakan plastik Ir. Siti Rochani
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.298 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v12i23.363

Abstract

-
Penelitian kulit belahan (split leather) untuk barang kulit atau atasan sepatu Susilowati Susilowati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.172 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v8i15.497

Abstract

The purpose of this research is to find upper leather from splitted leather with proportional ratio of impregnating agent. The raw material used were split hide, and subjected to combination tanning process, consisted of chrome, synthetic and extract mimosa tanning agent, to get crust leather, and than were impregnated with the ratio of film forming with penetrator agent and finally they were finished with top all of the treatments fulfill/conform the requirements of SII 0018-79. There is significance difference in physical testing results. INTISARI  Penelitian ini bertujuan mendapatkan kulit atasan sepatu dari kulit belahan sapi dengan perbandingan bahan impregnasi yang tepat. Bahan yang dipakai adalah kulit belahan sapi, dengan proses penyamakan kombinasi antara bahan penyamak krom, sintetik dan ekstrak mimosa sampai diperoleh kulit kras, diimpregnasi dengan variasi pada bahan film forming dan penetrator, kemudian dicat tutup. Semua variasi yang dilakukan menghasilkan kulit atasan sepatu yang memenuhi persyaratan SII 0018-79, Mutu dan cara uji kulit boks. Ada beda nyata untuk uji sifat-sifat fisika. 
Rancang bangun unit pengolahan air limbah industri Penyamakan kulit ikan pari di labuan maringgai, Lampung timur Ignatius Sunaryo; Sri Sutyasmi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.909 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v23i1.331

Abstract

This waste water treatment plant (WWTP) was designed and built to treat the waste water coming from the sting rays leather tannery in Labuan Maringgai, Lampung Selatan. By treating this kind of waste water coming from the sting rays leather tannery, it will decrease the environmental pollution. The product capacity of this tannery was 400 pieces per month and the weight of it was 120 kg. Those skins were tanned into two steps, the number of skins in each process was 200 pieces or 60 kg during 2 weeks. The volume of waste water discharged varied  from 1,5 to 5 m3 during 3 days in the beginning of beam house operation or 0.5 to 1 m3per day during the first step of process. The pollution content of such waste water was as follows: COD: 1205,66 -  1400 mg/l; BOD 550 – 950 mg/l; S : 28,9 – 213 mg/l, TSS: 55,16 – 775 mg/l; N-NH3 : 30,18 – 129,6 mg/l; fat/oil : 21 – 292. mg/l; total Cr: 0,47 – 0,76 mg/l; and pH: 9 – 12 respectively. The work hours in operating the WWTP was 5 hours per day, and the debit of it ranged from 0.5 to 1 m3 per hour. The WWTP was designed for the max COD of 1.500 mg/l and BOD 750 mg/l. The system of WWTP was pre treatment, homogenization, flocculation and coagulation, 1st  anaerobic facultative and 2nd anaerobic facultative, sludge drying bed and final control tank. The efficiency of this WWTP ranged from 22,53 to 97%. Key word: stin rays, leather tanning, waste water, plant design, wwtp, environment   ABSTRAK Unit pengolahan air limbah (UPAL) ini dirancang dan dibangun untuk mengolah air limbah dari pabrik penyamakan kulit ikan pri di Labuan Maringgai, Lampung Timur. Dengan terolahnya air limbah dari pabrik tersebut, berarti akan menurunkan tingkat pencemaran ke lingkungan. Kapasitas produksi pabrik tersebut per bulan adalah sebesar 400 lebmar, dengan berat 120 kg. Kulit sebanyak itu diproses 2 sekali @ 200 lembar atau 60 kg, dan akan menghasilkan air limbah sekitar 1,5 – 5 m3 per hari, dengan kandungan COD: 1205,66 – 1400 mg/l; BOD 550 – 950 mg/l; S : 28,9 – 213 mg/l, TSS: 55,16 – 775 mg/l; N-NH3 : 30,18 – 129,6 mg/l; lemak : 21 – 292. mg/l; total Cr: 0,47 – 0,76 mg/l; dan  pH: 9 – 12. UPAL tersebut diopersikan selama 5 jam/hari dengan debit berkisar antara 0,5 sampai 1 m3 per jam, dengan tingkat pencemaran COD 1.500 mg/l dan BOD maks 750 mg/l. Unit pengolahan air limbah (UPAL) ini terdiri dari perlakuan awal pre treatment (penyaringan pengendapan awal), penampungan (homogenisasi), perlakuan kimia (flokulasi/koagulasi), fakultatif anaerob I, fakultatif anaerob II, penyaringan lumpur dan bak kontrol akhir. Efisiensi pengolahan berkisar antara 22,53 sampai 97%. Kata kunci: air limbah, rancang bangun, UPAL, lingkungan.
Karakteristik plastik biodegradabel dari limbah plastik polipropilena dan pati biji durian Tengku Rachmi Hidayani; Elda Pelita; Dyah Nirmala
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.301 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i1.178

Abstract

Manufacturing of biodegradable plastic has been conducted by blending polypropylene plastic waste and durian seed starch. Polypropylene plastic waste was refluxed by xylene solvent and durian seeds starch was prepared by precipitation method with hard water and aquadest. The composition of blends were 94:6, 92:8, and 90:10 (%w/w). The mechanical and thermal properties of the resulting plastics were characterized. Based on the test result, biodegradable plastics with the ratio of 94:6 met the expectation. The mechanical properties obtained were tensile strength of 25.722 N/m2 and elongation at break of 5.292%. Thermal properties analysis showed that the melting point temperature was 163.68°C and the decomposition temperature was 445.62oC.Keywords: biodegradable plastic, polypropylene plastic waste, durian seeds starch, characteristic.ABSTRAKPembuatan plastik biodegradabel dari limbah plastik polipropilena dan pati biji durian dilakukan dengan membuat serbuk limbah plastik polipropilena dengan metode refluks dengan pelarut xilena dan pemisahan pati biji durian dengan metode perendaman dengan air sadah dan akuades. Variasi komposisi massa antara limbah plastik polipropilena dan pati dari biji durian yaitu 94:6, 92:8, dan 90:10 (% b/b). Hasil plastik biodegradabel yang diperoleh dikarakterisasi sifat mekanik dan termalnya. Plastik biodegradabel dari limbah plastik polipropilena dan pati biji durian dengan perbandingan 94:6 merupakan perbandingan yang sesuai dan memenuhi karakterisasi uji yang diharapkan. Hal tersebut dapat disimpulkan berdasarkan uji yang telah dilakukan yaitu dari hasil uji kekuatan tarik diperoleh 25,722 N/m2 dan kemuluran 5,292%. Analisis sifat termal menunjukkan hasil titik lebur pada suhu 163,68°C dan suhu terdekomposisi diperoleh 445,62oC.Kata kunci: plastik biodegradabel, limbah plastik polipropilena, pati biji durian, karakteristik.
Pemanfaatan trimming kulit pikel sebagai flokulan melalui hidrolisis kolagen menggunakan basa untuk penjernihan air Sugihartono Sugihartono; Sri Sutyasmi; Prayitno Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.021 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i1.221

Abstract

Wastes in the form of skin derivatives from leather tanning industries remain serious problems if not managed properly and quickly, since they can cause environmental pollution. This research aimed at studying the influence of base type and concentration for the hydrolysis of trimmed collagen from pickled sheepskin to the yield and properties of gelatin, as well as the gelatin’s potential as flocculant. The hydrolysis of trimmed collagen from pickled sheepskin was performed using KOH or NaOH solution, each with varied concentrations of 1, 2, 3, and 4% w/v, for 16 hours. The extraction of the resulting gelatin was performed using water (2.5 water part : 1 waste part), at 70-80 oC, for 3 hours. The results show that the yield of gelatin from hydrolysis using KOH (16.50-28.60%) is lower than that using NaOH (23.68-34.42%). The water and fat contents of the resulting gelatin were relatively similar, while the protein content from KOH treatment was higher than that from NaOH treatment. Hydrolysis with KOH 1% and NaOH 1% and 2% resulted in gelatin that can be used as flocculant. Hydrolysis with NaOH 2% was the best treatment to produce gelatin as flocculant.Keywords: pickled sheepskin, trimming waste, hydrolysis, gelatin,  flocculant.ABSTRAKLimbah berupa kulit turunan dari industri penyamakan kulit masih menjadi masalah serius apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat, karena dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis dan konsentrasi basa untuk hidrolisis kolagen hasil trimming kulit domba pikel terhadap rendemen dan sifat gelatin serta kemampuannya sebagai flokulan. Hidrolisis kolagen hasil trimming kulit domba pikel dilakukan dengan menggunakan larutan KOH dan NaOH, dengan konsentrasi berturut-turut 1, 2, 3, dan 4% b/v selama 16 jam. Ekstraksi gelatin dilakukan dengan menggunakan air (2,5 bagian air : 1 bagian kulit) pada suhu 70 – 80 oC, selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan rendemen gelatin hasil hidrolisis menggunakan KOH adalah sebesar 16,5 - 28,60%, lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan NaOH, yaitu sebesar 23,68 - 34,42%. Kandungan air dan lemak gelatin relatif sama, sedangkan kandungan protein hasil perlakuan KOH lebih tinggi dari pada NaOH. Sebaliknya, kandungan abu dan pH perlakuan KOH lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan NaOH. Hidrolisis dengan KOH 1% dan NaOH 1% serta 2% menghasilkan gelatin yang dapat berfungsi sebagai flokulan. Hidrolisis menggunakan NaOH 2% merupakan perlakuan terbaik untuk menghasilkan gelatin sebagai flokulan.Kata kunci: kulit domba pikel, limbah trimming, hidrolisis, gelatin, flokulan.
Kajian penerapan bioteknologi pengolahan kulit untuk mengurangi limbah Prayitno Prayitno
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2407.842 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.243

Abstract

In its wider scope, biotechnology has been used in the tanning industry for several years, since the inception of enzyme utilization. Enzyme in leather processing can be successfully applied at the several stage of processes. At the soaking, enzyme was able to decrease soaking time from 7 hours to 4 hours for salted raw stock and from 24 hours to 10 hours for dried raw stock. At the liming and unhairing processes, however enzyme can be recover a good quality of hair with a good saleable value, recution of sodium sulfide to minimize the waste, the quality of tanned leather will increase, by using 3 % of the enzyme concentration moreover the tensile strength increased from 138,35 kg/cm2 to 209.50 kg/ cm2,while elongation at break degrease from 69.91% to 62.54%. at the bating process, the proteolitic enzyme was the only one substance and it can’t be substituted by other chemicals. At the degreasing process, the use of lipase enzyme will improve the quality of waste effluent, it was due to the application of fat solvent on contional method of tanning. The use 0.02% concentration of collagenase enzyme in vegetable tanning will increase the tanning’s substance absorption efficiency by 98%. Whereas at the waste treatment, the acidophilic fungi might absorb chromium that was liberated from the re-tanning process with 95% affectivity. Immobilized cells were also possible to be applied in effluent waste treatment of leather industry.  Keyword : biotechnology, enzyme, tanning, waste Dalam lingkup yang lebih luas, bioteknologi telah diterapkan dalam industry kulit bertahun-tahun sejak diperkenalkannya enzim. Pada proses penyamakan kulit penggunaan enzim cukup sukses pada beberapa tahapan proses. Pada proses perendaman (soaking) dapat mempercepat waktu perendaman dari 7 jam menjadi 4 jam untuk kulit awet garam dan dari 24 jam menjadi 10 jam untuk kulit awet kering. Pada proses pengapuran dan penghilangan bulu (liming dan unhairing) akan menghasilkan bulu kualitas baik yang mempunyai nilai jual dan mengurangi pengunaan garam sulfide sehingga dapat mengurangi cemaran. Kulit samak yang dihasilkan meningkat kualitas pada penggunaan 3 % ensim, sementara kuat tarik meningkat dari 138,35 kg/cm2 menjadi 209,50 kg/cm2, namun kemuluran turun dari 69,91% menjadi 62,54%. Pada proses pengkikisan protein (bating), enzim protease merupakan satu-satunya bahan bating dan tidak bias digantikan oleh kimia lain. Pada proses penghilangan lemak (degreasing) maka penggunaan enzim lipase dapat mengurangi cemaran akibat bahan pelarut lemak yang digunakan pada cara konvensional. Penggunaan enzim kolagenase sebesar 0,02 % pada proses penyamakan dengan pada cara konvensional. Penggunaan enzim kolagenase sebesar 0,02% pada proses penyamakan dengan samak nabati telah meningkatkan efisiensi penyerapan bahan penyamak sampai 98%. Sedangkan penanganan limbah dengan bioteknologi mengurangi kromium pada proses penyamakan ulang menggunakan jamur asidophilik yang efektifitas mencapai 95%. Penggunaan immobilisasi sel memungkinkan untuk diterapkan pada penanganan limbah industry penyamaan kulit. Kata Kunci : bioteknologi, ensim, penyamakan, limbah.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue