cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pemanfaatan kembali krom limbah shaving untuk penyamakan kulit Sri Sutyasmi; Supraptiningsih Supraptiningsih
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.654 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i2.100

Abstract

This study aims to determine the extent of chrome in shaving waste that can be recovered and reused for tanning the leather and to reduce environmental pollution. Three kg of chrome shaving waste was hydrolyzed with NaOH by variation of 1, 2 and 3 % respectively in 10 liters of water, at temperature of 100oC for 1 hour. The results solution was then filtered to separate the chrome from the collagen protein . The filtered solids chrome was recovery by concentrated using sulfuric acid. The resulting chrome has Cr2O3 about 11 g/kg of chromium with utiluzation of 2 % NaOH. The recovered chrome was used for tanning goat skin with variation of 0, 30, 40, 50, 60, 70, and 100% respectively from total chrome used for tanning leather. Test result showed that the variation of 60 % met the standard of SNI 0253-2009: Upper leather footwear-goat. The use of recovered chrome reduce environmental pollution. Keywords: chrome, hydrolysis, shaving waste, tannery, environment protection. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai berapa jauh senyawa krom dalam limbah shaving bisa di peroleh dan dimanfaatkan kembali untuk penyamakan kulit serta untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Untuk itu setiap 3 kg limbah shaving yang mengandung senyawa krom dihidrolisis dengan NaOH dengan variasi konsentrasi berturut-turut 1, 2 dan 3% dalam 10 liter air,  pada  suhu 100o C, selama 1 jam. Selanjutnya larutan yang dihasilkan disaring untuk memisahkan senyawa krom  dari  protein kolagen. Senyawa krom yang tertahan pada saringan diperoleh kembali dengan  menggunakan Asam Sulfat pekat. Senyawa krom yang dihasilkan mempunyai kadar Cr2O3 ± 11 g/kg dengan penggunaan NaOH sebesar 2%. Krom yang didapatkan digunakan untuk menyamak kulit kambing. Variasi penggunaan krom hasil recovery yaitu  0, 30, 40, 50, 60, 70 dan 100% dari total krom yang digunakan untuk menyamak kulit. Hasil uji kulit tersamak menunjukkan bahwa variasi 60% memenuhi SNI  0253-2009: Kulit bagian atas alas kaki-kulit kambing. Penggunaaan krom hasil recovery mengurangi  pencemaran lingkungan. Kata kunci: krom, hidrolisis, limbah shaving, penyamakan kulit, perlindungan lingkungan
Pengaruh pengulangan pengapuran dengan kapur tohor (CaO) terhadap kualitas fisik kulit pari tersamak Aidil Rahmat; Latif Sahubawa; Iwan Yusuf
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.975 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v24i1.320

Abstract

The objective of this research was to know the influence of reliming on physical properties of tanned stingray skin. The research used randomized completely block design with three treatments. The treatment consisted of: liming once (PI), liming twice (P2), and liming three times (P3). Quality parameters analyzed were tensile strength (%), elongation at break (kg/cm2), and skin suffocation organoleptically. The data were analyzed by analysis of variance methods and subsequently by Least Significant Differences Test, α. 0,05. The results showed that elongation at break tanned stingray skin of P1, P2, and P3 respectively were 26.5, 30.0, and 32.0%. Result analysis of tensile strength tanned stingray skin of treatment P1, P2, and P3 respectively were 238,04 ; 259,53 : and 270,89 kg/cm2. The result analysis of suffocation tanned stingray skin of treatment P1, P2, and P3 respectively were 1,78 ; 2,13 and 2,45. The P3 treatment effected the tanned stingray skin on the tensile strength, elongation at break and skin suffocation, and meet the requirement of SNI 06-6121-1999, about the quality criterion for stingray skin leather product.Key words : tanned stingray skin, reliming, CaO lime, physical properties ABSTRAK             Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh variasi pengulangan pengapuran terhadap kualitas fisik kulit ikan pari tersamak. Rancangan percobaan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap Blok (RALB) dengan pengulangan pengapuran berturut-turut 1 kali (P1), 2 kali (P2), dan 3 kali (P3). Parameter mutu kulit yang diamati yaitu kemuluran, kekuatan tarik serta kelemasan kulit secara inderawi. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistic keragaman, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kepercayaan 95% (α.0,05). Hasil percobaan menunjukan bahwa kemuluran kulit pari tersamak dari pengulangan pengapuran P1,P2, dan P3 berturut-turut 238,04 ; 259,53 & 270,89 kg/cm2. Kelemasan kulit pari tersamak dari pengapuran 3 kali (P3), mampu menghasilkan kualitas kulit ikan pari tersamak dengan sifat kekuatan tarik, kemuluran, & kelemasan yang terbaik, dan memenuhi syarat mutu yabg ditetapkan dalam SNI 06-6121-1999 tentang persyaratan mutu kulit pari untuk produk barang kulit.Kata kunci : kulit pari tersamak, pengapuran, kapur CaO, sifat fisik
Biodegradasi dan morfologi polipaduan grafting LDPE tapioka dengan inisiatir dicumil peroksida Arum Yuniari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2639.528 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v27i1.207

Abstract

abstrak
Pengaruh jumlah minyak terhadap sifat fisis kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) untuk bagian atas sepatu Iwan Fajar Pahlawan; Emiliana Kasmudjiastuti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.423 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i2.113

Abstract

ABSTRACTFatliquor could change physical properties of leather, which make it softer, more elastic, flexible and give smooth grain surface. This research was conducted to observe the influence of fatliquor addition on physical characteristics of nila skin for shoe upper. The physical characteristics in this research, consisted of tensile strength, tear strength and elongation at break. The fatliquor was put into the leather with the amount of 4%, 6% and 8%. Respectively, the results showed that the addition of fatliquor could improve the physical properties of nila skin. More fatliquor, could rise the physical properties value of nila skin. The optimal amount of fatliquor was 4%, which resulted in tensile strength value of 233,96 kg/cm2, 70% for elongation at break and 36,08 kg/cm for tear strength value, and fulfill the standard requirement of Acceptable Quality Levels in Leathers.ABSTRAKMinyak/lemak merupakan komponen penting dalam kulit yang berfungsi untuk melunakkan kulit atau sebagai pelumas jaringan kulit pada proses penyamakan kulit. Minyak atau lemak dapat mengubah sifat-sifat penting kulit antara lain kulit menjadi lebih lunak, liat, mulur, lembut, dan permukaan rajahnya lebih halus. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan jumlah minyak sulfonasi terhadap kualitas fisik kulit ikan nila untuk bagian atas sepatu. Sifat fisik yang diamati meliputi kekuatan tarik, kekuatan sobek dan kemuluran. Dalam penelitian ini variasi jumlah minyak yang digunakan adalah 4, 6 dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penambahan minyak, dapat meningkatkan sifat fisis dari kulit ikan nila. Penambahan minyak yang optimal adalah sebesar 4%, yang menunjukkan sifat fisis dengan nilai kekuatan tarik 233,96 kg/cm2, kemuluran 70% dan kekuatan sobek 36,08 kg/cm, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Acceptable Quality Levels in Leathers.
Pembuatan kulit atasan sepatu bebas krom Widari Widari; Rambat Rambat; Suparti Suparti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.968 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i2.197

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to obtain the process formulation for leather tanning in manufacturing chrome-free upper leather. The tanning process used vegetable tanning material (mimosa), syntan, and combination of vegetable-syntan. The leather were prepared using 25, 30, and 35% of mimosa, 10, 15, and 20% of syntan, and 15:10; 15:15; and 20%:15% of mimosa:syntan. Chrome tanning material 6% was used as control. Based from the results of physical testing according to SNI 0234:2009, the resulting leather met the quality requirements for shoe upper leather. Tanning process with 20% syntan gave the best result.Keywords: chrome, vegetable, syntan, leather, shoesABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah memperoleh formulasi tahapan proses penyamakan kulit dalam pembuatan kulit atasan sepatu bebas krom. Proses penyamakan menggunakan bahan penyamak nabati (mimosa), syntan dan kombinasi antara nabati–syntan. Variasi perlakuan ditetapkan pada penggunaan bahan nabati 25, 30 dan 35%, bahan penyamak syntan 10, 15 dan 20%, dan kombinasi nabati:syntan 15:10, 15:15 dan 20%:15%. Sebagai kontrol adalah bahan penyamak krom 6%. Ditinjau dari hasil uji fisika dengan tolok ukur SNI 0234:2009, kulit hasil penelitian telah memenuhi persyaratan mutu kulit untuk atasan sepatu. Proses penyamakan terbaik diperoleh dengan penggunaan syntan 20%.Kata kunci: krom, nabati, syntan, kulit jadi, sepatu
Penggunaan zeolit alam untuk mengurangi kandungan krom dan nh4+ dalam air limbah penyamakan kulit Supraptiningsih Supraptiningsih; Agustin Suraswati; Muhammad Sholeh
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.312 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.329

Abstract

Leather tanning waste water contains chemical compounds, such as chromium and NH4+ in high concentration, so if they are thrown away without treatment they will make some problems. The aims of this research is to adsorb the cations in leather tanning waste water i.e chromium and NH4+ used natural zeolite as an adsorbent. Research was done by comparing amount of chromium and NH4+ in effluent waste water treatment unit with amount of chromium and NH4+ after being adsorbed by zeolite in a batch system. The result of this research showed that efficiency difference between using zeolite and waste water treatment unit was significant. The optimal condition to reduce chromium and NH4+ was by using 300 grams per liter waste, zeolite particle size was 50-60 mesh, contact time was 24 hours and pH 8±0,1. In this condition, zeolites could reduce chromium from 3728,56mg/l to 365,39 mg/l or 90,20%, and NH4+ from 3040,02 mg/l menjadi 209,76 mg/l or 93,10%. Waste water treatment unit could reduce chromium 63,55% and NH4+ 56,75%.  Keywords : natural zeolite, chromium, NH4+, leather tanning, waste water.   ABSTRAK Air limbah penyamakan kulit mengandung senyawa-senyawa kimia antara lain krom dan NH4+ yang cukup tinggi, sehingga bila langsung dibuang tanpa mengalami pengolahan, maka akan menimbulkan masalah lingkungan. Tujuan penelitian adalah mengurangi kandungan krom dan NH4+ dalam air limbah industry menyamakan kulit dengan menggunakan zeolite, pada kondisi adsorpsi optimal meliputi jumlah zeolite, waktu kontak, dan ukuran partikel. Penelitian dilakukan dengan cara membandingkan jumah krom dan NH4+ dalam air limbah yang diolah pada unit Pengolah Limbah (UPAL) yang selama ini telah dilakukan, dengan jumlah krom dan NH4+ dalam air limbah yang dilewatkan zeolit alam dengan sistem batch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan efisiensi penggunaan zeolit dengan UPAL nyata. Kondisi optimal ntuk menurunkan kandungan krom dan NH4+ dapat menggunakan zeolite alam sebanyak 300 gram untuk setiap liter limbah, ukuran zeolite 50-60 mesh, waktu kontak 24 jam dan larutan limbah dikondisikan pada pH 8± 0,1. Pada kondisi tersbut zeolit dapat menurunkan krom dari 3728,56 mg/l menjadi 365,39 mg/l atau sebesar 90,20%, sedangkan untuk NH4+ dari 3040,02 mg/l menjadi 209,76 mg/l atau sebesar 93,10%. Penggunaan zeolit alam pada UPAL menurunkan kandungan krom sebesar 63,55 % dan NH4+ sebesar 56,75%.   Kata Kunci : zeolit alam, krom, NH4+, air limbah, penyamakan kulit. 
Pengaruh teknik dan waktu pencampuran pada pembuatan lembaran cocodust berkaret untuk bahan peredam suara Arum Yuniari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2515.627 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v25i1.227

Abstract

Research about cocodust rubber sheet production for sounds absorbent material was determined to improve mixing technology between cocodust and latex compound so there can be gained effective mixing technology. There are 2 methods regarding to mixing technology which were A method and B method with time variation method between 2, 3 until 4 minute respectively time. A method was cocodust with sieved by 50 mesh siefter mixed with water (ratio time between cocodust and water 1:3) and subsequently cocodust was mixed with latex compound. While B method was mixing latex compound and water (the mixture consisting of 3 part of water and 1 part of latex) and the final product was blended. The result show that A method with time variation of 2 – 3 minutes was the best effective mixing method. The result of a method can be easily implemented, having homogeny compound and good product performance, which was characterized by mass density 0,40 g/cm3, water content 7,29 – 7,57%, flexibility strength 2,87 – 4,05 kg/cm2, vertical tensile strength 1,97 – 3,12 kg/cm2, ability to be nailed 4,95 – 5,92 kg, thickness grows 7,5 – 8,28% and sound absorption coefficient at the frequency 500 Hz was 0,70. Keywords: cocodust, latex compound, sound absorbent. ABSTRAKPenelitian tentang pembuatan lembaran cocodust berkaret untuk bahan peredam suara bertujuan untuk menyempurnakan teknik pencampuran antara cocodust dengan bahan perekat (kompon lateks) agar diperoleh metode pencampuran yang efektif. Teknik pencampuran dilakukan dengan 2 metode yaitu metode A dan metode B dengan variasi waktu pencampuran berturut-turut 2, 3 dan 4 menit untuk masing-masing metode. Metode A menggunakan cocodust diameter 50 mesh dibasahi dengna air lebih dahulu (perbandingan cocodust : air adalah 1 : 3), selanjutnya cocodust dicampur dengan kompon lateks. Metode B menggunakan kompon lateks yang diencerkan dahulu dengan air (3 bagian air dan 1 bagian lateks) selanjutnya dicampur dengan cocodust lolos saring 50 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pencampuran A, dengan variasi waktu pencampuran 2 – 3 menit merupakan metode pencampuran yang efektif mudah dilakukan, menghasilkan campuran homogen tanpa ada penggumpalan, kenampakan produk cukup bagus dengan sifat fisika kerapatan 0,40 g/cm3, kadar air 7,29 – 7,57%, kuat lentur 2,87 – 4,05 kg/cm2, kuat tarik tegak lurus permukaan 1,97 -3,12 kg/cm2, kuat pegang sekrup 4,95 – 5,92 kg, pengembangan tebal 7,5 – 8,28% dan koefisien penyerapan suara pada frekuensi 500 Hz sebesar 0,70. Kata kunci: cocodust, kompon lateks, peredam suara.
Pengaruh oli bekas terhadap sifat karet riklim dan kualitas vulkanisatnya Dwi Wahini Nurhajati
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.01 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v21i1.311

Abstract

The objective of the research was to study the effect of the used-lube oils as reclaiming oil on the production of reclaim from waste rubber of tyre-retreading industry and quality of its vulcanizate. The amounts of the lube oils were varied from 2.5 to 15% with range of 2.5% per 100 parts of waste rubber weigh. Reclaiming of rubber was carried out in a vertical autoclave at 120o for 1 hour, and reclaimed rubber were milled by two-roll mills machine. Reclaimed rubbers were compounded with RSS I to evaluate physical properties of their vulkanizates. Generally, the physical properties of vulcanizates containing produced reclaimed rubber was better than the vulcanizates containing market reclaimed rubber. The vulcanizates containing reclaim with 5% used-lube oil performed the best physical properties i.e 103.18 kg/cm2 tensile strength, 405,25% elongation at break, 50 shore A hardness, 57.11 kg/cm2  tearing resistance, 1.04 g/cm2 density 1.13 mm3/kgm abrasion resistance, and resistance to 150,000 cycles flexing respectively. The reclaimed rubber with 5% used-lube oil has characteristics 38.77% rubber hydrocarbon, 26.46% carbon black, 25.98% acetone extract, and 6,55% ash contents respectively.  Key words: used-lube oil, reclaimed rubber, waste rubber, tyre-retreading industry.    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan oli bekas sebagai reclaiming oil pada pembuatan karet riklim dari karet skrap limbah vulkanisir ban dan kualitas vulkanisat karet rilim tersebut. Jumlah oli bekas yang digunakan bervariasi dari 2,5 15% dengan kisaran 2,5% per 100 bagian berat karet skrap limbah vulkanisir ban. Karet riklim dibuat dalam autoclave pada suhu 120oC selama 1 jam, selanjutnya digiling dengan mesin two-roll mills. Karet riklim yang dihasilkan dianalisa kandungan rubber hydrocarbon, carbon black, kadar ekstrak aceton dan kadar abu. Untuk mengetahui sifat vulkanisat karet riklim maka karet riklim dibuat kompon dengan RSS I. secara umum sifat fisis vulkanisat yang berisi rilim hasil penelitian lebih baik dari vulkanisat yang berisi riklim pasaran. Bulkanisat karet riklim yang memiliki sifat fisis terbaik adalah kompon yang berisi oli bekas 5% dengan fisis berturut-turut tegangan putus 103.18 kg/cm2, perpanjangan putus 405,25% kekerasan 50 shore A, ketahanan sobek 57.11 kg/, berat jenis 1.04 g/cm2, ketahan kikis1.13 mm3/kgm, dan tahan terhadap bengkukan 150,000 putaran. Karet riklim yang berisi oli bekas 5% mempunyai karkteristik kandungan rubber hydrocarbon 38.77% carbon black 26.46% ekstrak aseton 25.98% dan kadar abu and 6,55%. Kata kunci: oli bekas, karet riklim, limbah karet, industri ban vulkanisir.
Pemanfaatan limbah kulit singkong termodifikasi alkanolamida sebagai bahan pengisi dalam produk lateks karet alam: Pengaruh waktu vulkanisasi Hamidah Harahap; Kelvin Hadinatan; Adrian Hartanto; Elmer Surya; Indra Surya
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (965.506 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v31i1.177

Abstract

The purpose of this research was to study the effect of drying time on the mechanical properties of natural rubber latex filled with cassava peel waste modified alkanolamide. Cassava peel is a waste, containing cellulose which is potential as fillers in natural rubber latex products. Cassava peel waste was dried and milled until the size of 100 mesh. Alkanolamide is one type of non-ionic surfactant which is synthesized from RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin) and diethanolamine. Alkanolamide has polar group which can modified cassava peel waste and make strong chemical bonding with natural rubber latex. The production of natural rubber latex products was started from pre-vulcanization at 70°C until the system was cured and the chloroform number has reached number 3. Natural rubber latex was formed into films by coagulant dipping and drying method at 120°C for 10 minutes and 20 minutes. Results show that longer drying time will improve the crosslink density and tensile strength of natural rubber latex products until the addition of 15 phr cassava peel waste powder. Keywords: drying time, alkanolamide, cassava peel, natural rubber latex.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu vulkanisasi terhadap sifat mekanik produk lateks karet alam berpengisi kulit singkong termodifikasi alkanolamida. Kulit singkong merupakan limbah yang mengandung selulosa dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengisi dalam produk lateks karet alam. Kulit singkong dikeringkan dan dihaluskan hingga berukuran 100 mesh. Alkanolamida merupakan surfaktan non-ionik yang disintesis dari bahan baku RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin) dan dietanolamina. Alkanolamida mengandung gugus polar yang dapat memodifikasi tepung kulit singkong dan membentuk ikatan kimia yang kuat dengan lateks karet alam. Proses pembuatan produk lateks karet alam dimulai dengan proses pra-vulkanisasi pada suhu 70°C hingga lateks karet alam telah matang dan bilangan kloroform telah mencapai angka 3. Lateks karet alam dicetak dengan menggunakan teknik pencelupan berkoagulan dengan metode pengeringan pada suhu 120°C selama 10 menit dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan waktu vulkanisasi yang lebih lama dapat meningkatkan nilai densitas sambung silang dan kekuatan tarik produk lateks karet alam hingga penambahan 15 phr tepung kulit singkong.     Kata kunci: waktu vulkanisasi, alkanolamida, kulit singkong, lateks karet alam.
Kinetika vulkanisasi campuran NR/EPDM dengan pendekatan model Deng-Isayev dan Kamal-Sorour Ihda Novia Indrajati; Muhammad Sholeh
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2457.23 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i2.130

Abstract

Curing kinetics of natural rubber/ethylene propylene diene monomer (NR/EPDM) blends at different ratios of 2,2’-dithiobis(benzothiazole) (MBTS) and zinc diethyl dithiocarbamate (ZDEC) were studied. NR/EPDM blends were prepared using curative migration control technique. Kinetics studies employ Deng-Isayev and Kamal-Sorour models and kinetics parameters were evaluated using measured data from Moving Die Rheometer. Rate constant (k) and orders of reaction (n and m) were estimated through multivariable optimization using Matlab and activation energy (E) was determined using Arrhenius relationship. From the results, it is evident that the experimental data were in a good agreement with Kamal-Sorour model. It is also found that autocatalytic mechanism was more controlling than the others as indicated by k2>k1. Results also shows that rate constants were greatly influenced by temperature and the types of accelerator, while orders of reaction were dependent on temperature and independent on the types and amounts of accelerator. Combination of MBTS and ZDEC reduces energy activation of autocatalytic reaction. For desirable rate of curing, its ratio of 1.4 to 0.2 gave the lowest activation energy.Keywords: kinetics study, vulcanization, NR/EPDM, Deng-Isayev, Kamal-Sorour.ABSTRAKKinetika vulkanisasi campuran NR/EPDM pada berbagai rasio MBTS/ZDEC dipelajari dalam publikasi ini berdasarkan data output Moving Die Rheometer (MDR). Campuran NR/EPDM dibuat dengan teknik kontrol migrasi curatives. Pendekatan yang digunakan adalah model empiris Deng-Isayev dan Kamal-Sorour. Konstanta kecepatan reaksi (k) dan orde reaksi (n dan m) ditentukan dengan optimasi multivariabel menggunakan perangkat lunak Matlab. Energi aktivasi (E) ditentukan dengan hubungan Arrhenius. Hasil studi menunjukkan data eksperimen dapat dideskripsikan dengan baik oleh model Kamal-Sorour. Mekanisme autokatalitik mendominasi mekanisme lainnya ditunjukkan dengan k2>k1. Konstanta kecepatan reaksi bergantung pada suhu dan jenis akselerator, sedangkan orde reaksi tidak tergantung pada suhu tetapi pada jenis dan jumlah akselerator. Kombinasi akselerator MBTS dan ZDEC menurunkan energi aktivasi reaksi autokatalisis. Rasio 1,4/0,2 merupakan kombinasi yang memberikan energi aktivasi cukup rendah dengan kecepatan reaksi yang tinggi.Kata kunci: kinetika, vulkanisasi, NR/EPDM, Deng-Isayev, Kamal-Sorour.

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue