cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
majalahkkp@yahoo.co.id
Editorial Address
Balai Besar Kulit, Karet dan Plastik Jl. Sokonandi No. 9 Yogyakarta 55166
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
ISSN : 18296971     EISSN : 24604461     DOI : 10.20543
Core Subject : Engineering,
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik (Journal of Leather, Rubber, and Plastics) publishes original research focused on materials, processes, and waste management in the field of leather, rubber, and plastics.
Articles 781 Documents
Pengaruh penggunaan nitril butadiene rubber dan pale crepe pada pembuatan sol karet untuk sepatu pengaman Arum Yuniari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2291.728 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v26i1.223

Abstract

Rubber sole for safety shoes was different on physical specification with general sole, especially on abrasion resistance and oil resistance. The objective of the study was to determine the effect of nitril butadiene rubber and pale crepe on physical properties of vulcanized rubber sole for safety shoes. Rubber sole for safety shoes was produced by blending pale crepe and nitril butadiene rubber with ratio of : 50/50; 60/40; 70/30 and 80/20 phr, respectively. Carbon black as filler was also variated with, 40 ; 50 and 60 phr. Compounding processing used two roll mill machine and vulcanized rubber sole was by using pressed use hydraulic press machine. The results showed that vulcanized rubber sole for safety shoes with good quality consist of pale crepe and NBR 80/20 phr and carbon black 40 phr, which was characterized by tensile strength 16.81 N/mm2, tear strength 11.68 N/mm, density 1.12 g/cm3, abrasion resistance 58.51 mm3, hardness 71.60 shore A, resistance to cut growth 30.000 times was 1.15 mm and oil resistance 65.44%, respectively. The quality parameters was complied with standard quality of SNI 0111 : 2009, for safety shoes from leather and vulcanized rubber sole that fulfill oil reistance parameter.  Keywords : pale crepe, nitril butadiene rubber, carbon black, rubber sole, safety shoes. Sol karet sepatu pengaman mempunyai perbedaan spesifikasi teknis dengan sol karet pada umumnya, terutama sifat fisiknya seperti ketahanan kikis dan ketahanan minyak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan nitril butadiene rubber dan pale crepe terhadap sifat fisika vulkanisat sol karet untuk sepatu pengaman. Sol karet sepatu pengaman dibuat dengan campuran bahan baku karet alam (pale crepe) dan karet sintetis NBR dengan variasi berturut-turut 50/50 ; 60/40; 70/30 dan 80/20 phr. Sebagai bahan pengisi digunakan carbon black dengan variasi 40; 50 dan 60 phr. Bahan-bahan digiling menggunakan peralatan two roll mill, sedang pencetakan kompon digunakan mesin hydraulic press. Hasil uji menunjukkan bahwa vulkanisat sol karet untuk sepatu pengaman dengan kualitas terbaik diperoleh dari ratio pale crepe dan NBR 80/20, carbon black 40 phr, dengan nilai tegangan putus sebesar 16,81 N/mm2, ketahanan sobek 11,68 N/mm, bobot jenis 1,12 g/cm3, ketahanan kikis 58,51 mm3, kekerasan 71,60 shore A, ketahanan terhadap perluasan sobekan 30.000 kali adalah 1,15 mm dan ketahanan terhadap minyak pelumas 65,44 %. Hasil uji tersebut memenuhi persyaratan SNI 0111 : 2009, sepatu pengaman dari kulit dengan sol karet sistem cetak vulkanisasi kecuali parameter ketahanan terhadap minyak pelumas tidak memenuhi yang disyaratkan. Kata kunci : pale crepe, nitril butadiene rubber, carbon black, sol karet, sepatu pengaman.
Penggunaan tanaman air (bambu air dan melati air) pada pengolahan air limbah penyamakan kulit untuk menurunkan beban pencemar dengan sistem wetland dan adsorpsi Sri Sutyasmi; Heru Budi Susanto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2620.734 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i2.193

Abstract

ABSTRACTWastewater treatment using wetland and adsorption system were carried out to improve the properties of secondary settling pond’ s outlet. The purpose of this research was to reduce pollutant level from the secondary settling pond’s outlet so it could be used in the wetland stage and the treated wastewater could be reused. Wastewater effluent from secondary settling pond was discharged into adsorber and subsequently into wetland by flow rate arrangement. Laboratory simulation was carried out to find out the capacity of aquatic plants in reducing the pollutant level. The result showed that the BOD, COD and TSS value of wastewater from laboratory simulation were 191 mg/l, 6.24 mg/l, and 24 mg/l, and after the wetland stage were 409 mg/l, 10.32 mg/l, and 145 mg/l respectively. The quality of wastewater met the standard SNI 06-0649-1989 Water for tannery. Keywords: adsorption, aquatic plant, wastewater treatment, wetland  ABSTRAK Pengolahan air limbah dengan sistem wetland dan adsorpsi merupakan teknik pengolahan air limbah lanjutan dari bak pengendap II untuk memperbaiki kualitas air limbah yang keluar dari bak pengendap tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menurunkan beban pencemar dari bak pengendap II agar bisa masuk ke sistem wetland (agar tanaman tidak mati) dan air limbah hasil perlakuan bisa digunakan kembali. Air limbah yang keluar dari bak pengendap II dimasukkan ke bak adsorpsi dan selanjutnya dialirkan ke wetland dengan pengaturan debit. Untuk mengetahui sampai seberapa jauh tanaman air bisa menurunkan beban pencemar maka perlu dibuat percobaan simulasi skala Laboratorium. Hasil uji kualitas air limbah hasil simulasi menunjukkan bahwa Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solids (TSS) berturut-turut sebesar 191 mg/l; 6,24 mg/l; dan 24 mg/l sedangkan sesudah melalui sistem wetland berturut-turut 409 mg/l; 10,32 mg/l; dan 145 mg/l. Hasil uji kualitas air hasil percobaan memenuhi persyaratan dalam SNI 06-0649-1989 tentang Air untuk penyamakan kulit. Kata kunci: adsorpsi, tanaman air, pengolahan air limbah, wetland
Penurunan COD air limbah industri penyamakan kulit menggunakan reagen fenton Muhammad Sholeh; Supraptiningsih Supraptiningsih; Wahyu Pradana Arsitika
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.428 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i1.216

Abstract

ABSTRACTThe aim of the experiment was to obtain optimum condition for COD reduction in tannerywastewater using fenton's reagent. The effects of different reaction parameters included ferrousconcentration, hydrogen peroxide concentration, and the pH walue of solution were investigated.The optimum values were achieved at 0.2%, 120 ppm, and 4 for FeSO H O , and pH, 4, 2 2respectively. The optimum condition still unable to fulfill the quality standard for COD ofwastewater.Keywords: tannery, wastewater, fenton's reagent, chemical oxygen demandABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi operasi yang optimum pengolahan airlimbah industri penyamakan kulit menggunakan reagen fenton. Variasi parameter reaksi yangditeliti yaitu konsentrasi fero sulfat, konsentrasi hidrogen peroksida, dan pH larutan. Kondisioperasi optimum yang diperoleh yaitu pada konsentrasi FeSO = 0,2 %, konsentrasi H O = 120 4 2 2ppm, dan pH = 4. Kondisi operasi optimum yang diperoleh belum mampu untuk menurunkankadar COD sampai dibawah baku mutu.Kata kunci: industri penyamakan kulit, air limbah, reagen fenton, chemical oxygen demand
Sifat elektrik dan termal nanokomposit poly(vinyl chloride) (PVC)/low density polyethylene (LDPE) Arum Yuniari
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.027 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v30i2.126

Abstract

One of the most serious problems encountered in poly(vinyl chloride) (PVC) processing is due to low thermal stability of the PVC. The purpose of the study was to determine the effect of LDPE and flame retardant on to the electrical and thermal nanocomposites properties The nanocomposites were prepared using a laboplastomill with (15; 20; 25 and 30 phr) LDPE and (30 and 35 phr) flame retardant at 215 ºC and 50 rpm rotor speed. The thermal properties of nanocomposite was evaluated by TGA/DTA and DSC, electrical properties was evaluated by volume resistivity. Thermal analysis results revealed that decomposition of nanocomposites occured at 280 ºC. DSC results show that crystalisation temperatur (Tc) at 250 ºC, melting temperature (Tm) at 260 ºC and glass temperature (Tg) at 60 ºC. The IR spectra of nanocomposites showed that there was absorption at 1579 cm-1 formed polyene (C=C). The electrical testing of nanocomposites fullfill the quality requirements of SNI 04-6504-2001 Lampu swaballast untuk pelayanan umum-persyaratan keselamatan ≥ 4 MΩ..Keywords: nanocomposites, PVC, LDPE, thermal, electrical.ABSTRAKSalah satu permasalahan yang dihadapi pada proses pengolahan poli (vinil klorida) (PVC) adalah stabilitas termal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh LDPE dan flame retardant terhadap sifat elektrik dan termal nanokomposit. Nanokomposit dibuat menggunakan laboplastomil pada suhu 215 ºC dan kecepatan rotor 50 rpm ditambah dengan (15, 20, 25 dan 30 phr) LDPE dan (30 dan 35 phr) flame retardant. Sifat termal nanokomposit dievaluasi dengan TGA/DTA dan DSC, sifat elektrikal dievaluasi dengan volume resistivitas. Hasil uji sifat termal (TGA/DTA) menunjukkan dekomposisi nanokomposit terjadi pada suhu 280 - 400 ºC. Hasil uji DSC menunjukkan bahwa temperatur kristalisasi (Tc) pada 250 ºC, suhu leleh (Tm) pada 260 ºC dan suhu gelas (Tg) pada 60 ºC. Spektrum IR nanokomposit pada panjang gelombang 1579 cm-1 menunjukkan terbentuknya gugus poliena (C=C). Hasil uji sifat elektrik nanokomposit memenuhi persyaratan mutu SNI 04-6504-2001: Lampu swaballast untuk pelayanan umum-persyaratan keselamatan ≥ 4 MΩ.Kata kunci: nanokomposit, PVC, LDPE, termal, elektrik.
Pengaruh jumlah air terhadap jumlah serapan Cr2O3 pada proses penyamakan krom kulit kambing Emiliana Kasmudjiastuti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.123 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v24i1.321

Abstract

            The objective of the research was to study the effect of number of water of Cr2O3 absorbtion in chrome tanning for goat skin and to reduce utilization of water and chrome waste and to optimize function of Cr2O3. Waste water of pickle were used in variation of 20, 40, 60% respectively and control was also mode as comparation. Twenty pieces of green salted goat skin were grouped and devided into four groups and every five pieces were treated five pieces. The applications parameters of quality were determined including Cr2O3 absorbtion, shrinkage temperature, tensile strength, elongation at break, stitch strength and tear strength. The results showed that the number of Cr2O3 absorb and shrinkage temperature in this research was significantly added water effected on tanning process. The pickle water of 40% performed optimal chrome tanning for goat skin in the amount of 3.13% Cr2O3 absorbtion ; 115.38 0C shrinkage temperature; 216.58 kg/cm2 tensile strength; 43.14% elongation at break; 64.77 kg/cm2 stitch strength; 27.46 kg/cm2 tear strength and all of quality parameters fulfill the requirements of Indonesian National Standard (SNI) 06-117-1989 about Quality and Testing Method Goat Skin Glace. Key words : Goat skin, chrome tanning, shrinkage temperature, tensile strength, elongation at break, stitch strength, tear strength, tear strength ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah air terhadap serapan Cr2O3  pada proses penyamakan krom kulit kambing serta mengurangi jumlah pemakaian air dalam upaya mengurangi limbah krom dan mengoptimalkan fungsi Cr2O3. Air bekas proses pengasaman (air pikel) ditambahkan dengan jumlah berturut-turut 20,40, dan 60%. Control atau tanpa tambahan air pikel dibuat sebagai pembanding dan kulit yang digunakan sebanyak 20 lembar dibagi dalam 4 kelompok dan masing-masing perlakuan untuk 5 lembar kulit. Parameter mutu kulit yang diamati meliputi Cr2O3 yang terserap dalam kulit, suhu pengkerutan, kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Hasil penelitian menunjukan bahwa Cr2O3 yang terserap dalam kulit dan suhu pengkerutan dipengaruhi secara nyata (P≤0,05) oleh air yang ditambahkan pada proses penyamakan. Pemakaian air pikel 40% pada penyamakan krom kulit kambing menunjukan jumlah Cr2O3 yang terserap dalam kulit sebesar 3,13%, suhu pengkerutan 115,380C, kekuatan tarik 216,58 kg/cm2 , kemuluran 43,14%, kekuatan jahit 64,77 kg/cm2, kekuatan sobek 27,46 kg/cm2 dan semua parameter kulit hasil penyamakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam SNI 06-1117-1989 tentang mutu dan cara uji kulit glace kambing. Kata kunci : kulit kambing, penyamakan krom, suhu pengkerutan, kekuatan tarik, kemuluran, kekuatan jahit, kekuatan sobek. 
Sifat elektrikal dan thermal nanokomposit HDPE/NPCC Dwi Wahini Nurhajati; Arum Yuniari; Emiliana Kasmudjiastuti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1992.874 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v27i1.206

Abstract

abstrak
Daur ulang limbah shaving industri penyamakan kulit untuk kertas seni Sri Sutyasmi
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.163 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v28i2.114

Abstract

A research has been done on recycling of shavings waste for art paper. The aim of this research was to utilize shaving waste from tanning industry for making art paper in order not to pollute the environment, and to add raw materials to the manufacture of art paper. In this study the majority of shaving waste was used as a motif (20%) and partly made of pulp (10%) together with paper waste (newspaper). As the materials starch and resin adhesive (fox) used was (1%) that served as an adhesive. Dyes were used to the beauty of the appearance of art paper. There were two stages of the paper making, first made from waste paper pulp added with the waste shaving,  then printing given motives shaving motive of waste too. Part of the sheet of paper were pressed (about half), and the other parts were not pressed. They were then tested on gramatur art paper, tear index, tensile index, and the fracture index. The test results showed that pressed art paper had a tear index, tensile index and the fracture index (3.85; 0.59; 8.4 x 10 -3), and the impressed was (3.57; 0.52; 6.9 x 10 -3) respectively the art paper that used fox adhesive on the pressed (15,545; 0,76; 3528 x 10-1), and on impressed (16,366; 0,80; 3549 x 10-1). The overall appearance of art paper results could still compete with the art of paper are the market. ABSTRAKTelah dilakukan penelitian daur ulang limbah shaving untuk kertas seni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendaur ulang limbah shaving industri penyamakan kulit untuk dibuat kertas seni agar tidak mencemari lingkungan dan menambah bahan baku pembuatan kertas seni. Dalam penelitian ini limbah shaving sebagian digunakan sebagai motif (20 %) dan sebagian lagi dibuat pulp (10 %) bersama-sama dengan kertas bekas (koran). Sebagai bahan pembantu digunakan pati kanji dan juga lem fox (1 %) yang berfungsi sebagai perekat. Pewarna digunakan untuk memperindah penampilan kertas seni. Ada dua tahap pembuatan kertas seni ini yaitu pertama membuat pulp dari kertas bekas yang ditambah dengan limbah shaving, kemudian pencetakan yang diberi motif limbah shaving pula. Lembaran kertas seni yang dihasilkan ada yang di pres (sekitar setengahnya) dan sisanya tidak dipres. Kertas seni kemudian diuji gramatur, indeks sobek, indeks retak dan indeks tarik. Hasil uji kertas seni yang menggunakan lem pati kanji menunjukkan bahwa kertas seni yang dipres mempunyai indeks sobek, indeks retak dan indeks tarik (3,85; 0,59; 8,4 x 10 -3) dan yang tidak di pres (3,57; 0,52; 6,9 x 10 –3 ), sedangkan kertas seni yang menggunakan lem fox dan di press mempunyai indeks sobek, indeks retak dan indeks tarik (15,545; 0,76; 3528 x 10-1) yang tidak di press (16,366; 0,80; 3549 x 10-1). Secarakeseluruhan penampilan kertas seni hasil penelitian masih bisa bersaing dengan kertas seni yang ada di pasaran.
Isolasi dan identifikasi mikroorganisme dalam lumpur aktif pengolahan limbah industri kulit Prayitno Prayitno; Titik Purwati Widowati; Puji Ediari Suryaningsih; R. Jaka Susila
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.975 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v17i1-2.255

Abstract

The aim of this research is to isolate and to identify the microorganisms that grow as activated sludge used in the tannery wastewater treatment plant. The result shows that the protozoa in the activated sludge were β mesosaprobik protozoa. Other microorganisms in the sludge were spherical – gram negative bacteria (Zoogloea) and cylindrical – gram positive bacterial (Sphaerotillus). It is therefore can be concluded that the wastewater which treated with the activated sludge was medium polluted condition. INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi mikro organisme yang tumbuh sebagai lumpur aktif yang digunakan dalam pengolahan limbah cair industry penyamakan kulit. Hasil penelitian menunjukkan protozoa yang tumbuh dalam lumpur aktif yaitu protozoa kelompok β mesosaprobik. Selain itu juga terdapat bakteri gram negatif  berbentuk bula (Zoogloea) dan bakteri gram positif berbentuk batang (Sphaerotillus). Dari isolasi dan identifikasi jenis mikroorganisme yang ada pada lumpur aktif dapat disimpulkan limbah cair yang diolah pada kondisi pencemaran tingkat sedang.
Rekayasa alat penyaring limbah cair model screw conveyor (Studi kasus: Laboratorium pengembangan penyamakan dan pengolahan limbah kulit Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik) Tri Rahayu Setyo Utami; M. Rahna Nurhandaru; Teguh Martianto
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.794 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v29i2.198

Abstract

ABSTRACTTanning industry produces large amounts of wastewater which contains much solid particles. If left unchecked, the solids can block the pipe and damage equipments of wastewater treatment plant.Hence, the suspended fine solid must be separated from the wastewater. This engineering activity has generated screw conveyor models for wastewater filter. The specifications of the filter are screw diameter 300 mm, pitch distance 150 mm, shaft diameter 25.4 mm, screw length 1200 mm, tilt angle 250, and screw actual capacity 42.237,99 kg/hour. Propulsion system comprising an inverter, 3 phase, 1 hp electric motors; and gear box. The advantages of this equipment are the effectiveness of filtering up to 90 %, easy operation and maintenance, and the filtered solid is in half dried conditions, so it is easy to store and transport.Keywords: screening, screw conveyor, wastewaterABSTRAKIndustri penyamakan kulit menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar dan merupakan masalah yang serius bagi lingkungan. Limbah cair ini banyak mengandung partikel atau benda padat. Jika dibiarkan, padatan dalam limbah cair ini akan mengendap yang berakibat tersumbatnya saluran air dan gangguan mesin/peralatan yang dipasang di IPAL. Perlu dilakukan penyaringan untuk mengambil zat padat halus yang tersuspensi di limbah cair. Kegiatan perekayasaan ini telah menghasilkan alat penyaring limbah cair model screw conveyor. Alat yang dihasilkan mempunyai spesifikasi diameter screw 300 mm, jarak pitch 150 mm, diameter poros 25,4 mm, panjang screw 1200 mm, sudut kemiringan 250, dan kapasitas aktual screw 42.237,99 kg/jam. Sistem penggeraknya terdiri atas: inverter; motor listrik 3 fase, 1 hp; dan gear box. Kelebihan alat ini adalah efektivitas penyaringannya mencapai 90%, mudah pengoperasian dan perawatan, dan padatan yang tersaring dalam kondisi setengah kering sehingga memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan.Kata kunci: penyaring, screw conveyor, limbah cair
Penggunaan zat warna alam untuk kulit non konvensional Emiliana Kasmudjiastuti
Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik
Publisher : Center for Leather, Rubber, and Plastic Ministry of Industry, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.057 KB) | DOI: 10.20543/mkkp.v22i1.330

Abstract

The objective of this experiment was to apply the natural dyes for non conventional leather with mordant environmental friendly. This research used lizard skins, cobra skins and kakap fish skins from dried preservation; woods extract of secang, tegeran, nangka, mahoni and tinggi; chrome and syntan as tanning agent; alum as mordant and material additives for tanning. The methods of this research were preparation of solution extract, tanning and testing. The principles of dyeing with the natural dyes used natural dyes withoud mixed dyestuffs and mordant environtment friendly. The research results showed that the natural dyes from secang woods, tegeran woods, nangka woods, mahoni woods and tingi bark were acid dyes with pH of 4 – 5 and they could be applied on lizard skins, cobra skins and kakap fish skins. The natural dyes from mahoni woods had superior acid resistance (sulphate acid, formic acid and acetate acid), the value was 4/5 (grey scale) and also they had the dry and wet rub fastness which were better than those of natural dyes from secang, tegeran, nangka, and tinggi.  Keywords : natural dyes, woods extract, non conventional skins.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan zat warna alam pada kulit non konvensional dengan mordan yang ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : bahan baku berupa kulit biawak, kulit ular kobra, dan kulit ikan kakap awet kering, bahan pewarna dari ekstrak larutan kayu secang, tegeran, nangka, mahoni dan tingi, bahan penyamak krom dan syntan, alum sebagai mordan serta bahan pembantu untuk penyamakan. Tahapan penelitian meliputi persiapan ekstrak larutan zat warna alam, proses penyamakan kulit dan pengujian. Prinsip proses pewarnaan dengan zat warna alam adalah menggunakan zat wrna alam tanpa kombinasi zat warna sintetis, dengan mordan yang ramah lingkungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa zat warna alam dari kayu secang, tegeran, nangka, mahoni dan tingi merupakan zat warna asam dengan pH 4 – 5 dan dapat diterapkan pada kulit biawak, kulit ular kobra dan kulit ikan kakap. Zat warna dari kayu mahoni unggul dalam ketahanan terhadap asam (sulfat, formiat, dan asetat) dengan nilai 4/5 pada skala abu-abu dan mempunyai ketahanan gosok (kering, basah) paling baik (tidak luntur), dengan nilai 4 – 5 pada skala abu-abu. Kata Kunci : zat warna alam, ekstrak kayu, kulit non konvensional.   

Filter by Year

1984 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 2 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 37, No 1 (2021): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 2 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 36, No 1 (2020): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 2 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 35, No 1 (2019): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 2 (2018): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 34, No 1 (2018): Majalah Kulit, Karet dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 2 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 33, No 1 (2017): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 2 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 32, No 1 (2016): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 2 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 31, No 1 (2015): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 2 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 30, No 1 (2014): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 2 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 29, No 1 (2013): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 2 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 28, No 1 (2012): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 27, No 1 (2011): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 26, No 1 (2010): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 25, No 1 (2009): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 24, No 1 (2008): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 23, No 1 (2007): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 22, No 1 (2006): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 21, No 1 (2005): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 20, No 1 (2004): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 19, No 1 (2003): Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 18, No 1 (2002): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 17, No 1-2 (2001): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 14, No 26 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 15, No 2 (1999): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 25 (1998): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 24 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 23 (1997): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 12, No 22 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 11, No 21 (1996): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 20 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 10, No 19 (1995): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 18 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 17 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 9, No 16 (1994): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 7, No 12-13 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 15 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 8, No 14 (1992): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 6, No 10-11 (1991): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 5, No 9 (1990): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 4, No 8 (1989): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 7 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 3, No 6 (1988): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 5 (1987): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 2, No 3-4 (1986): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 2 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik Vol 1, No 1 (1984): Majalah Barang Kulit, Karet, dan Plastik More Issue