cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016)" : 51 Documents clear
Kajian Konsentrasi Bakteri Asam Laktat Dan Lama Fermentasi Dalam Pembuatan Tepung Mocaf Bakteri Asam Laktat Terhadap Fisika Kimia Tepung Mocaf Soares, Rosalino De jesus; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi yang terbaik antara konsentrasi Bakteri Asam Laktat dan lama fermentasi dalam pembuatan tepung mocaf. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang di susun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu konsentrasi bakteri asam laktat terdiri dari 5 level (B1=0%), (B2=1%), (B3=2%), (B4=3%), (B5=4%), dan faktor II yaitu lama fermentasi 4 level (F1= 6 Jam), (F2=12 Jam), (F3=24 Jam), (F4=36 Jam) dengan 2 kali ulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang terbaik adalah bakteri asam laktat 4% dan lama fermentasi 24 jam dengan kadar air 2,885%, kadar abu 2,92%, viskositas 3800cps, derajat putih 548,75L*, daya gelatinisasi 82,95ºC.
Produksi Fish Flakes Dari Kombinasi Tepung Mocaf, Tepung Kedelai, Tapioka Dengan Fortifikasi Tepung Ikan Lele Muda, Magdalena Mitan; Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish Flakes merupakan salah satu bentuk olahan pangan yang menyerupai dendeng daging sapi. Sifat ikan mudah sekali busuk, sehingga perlu adanya upaya pembuatan beraneka macam produk olahan pangan berbasisikan dengan kualitas dan gizi yang baik untuk kesehatan.Keunggulan ikan lele dibandingkan dengan produk hewani lainnya adalah kaya akan Leusin dan Lisin. Leusin (C6H13NO2) merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen. Leusin juga berguna untuk perombakan dan pembentukan protein otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia fish flakes dari formulasi terbaik serta mengetahui kelayakan usaha industry ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktornya yaitu proporsi tepung ikan lele, tepung mocaf, tepung kedelai, tapioka (F1 4% : 61% : 20% : 15%, F2 6% : 49% : 25% : 20% F3, 8% : 37% : 30% : 25%, F4 10% : 25% : 35% : 30%). Ulangan dilakukan sebanyak 5 kali. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat. Perlakuan terbaik adalah penggunaan 10% tepung ikan lele, 25% tepung mocaf, 35 tepung kedelai dan 30% tapioka. Proporsi ini menghasilkan kadar air 5,33%, kada rabu 20,1%, kadar protein 16,91%, kadar lemak 22,64%, kadar karbohidrat 58,64%. Usaha fish flakes dengan formulasi ini layak diusahakan dengan HPP sebesarRp. 4.682,32/100 gram, harga jual tiap kemasan adalah Rp. 6.087,09/100 gram serta keuntungan 30%. Keuntungan bersih per hari yang diperoleh sebesar Rp. 210.707/100 gram. BEP yang diperoleh sebesar Rp. 4276,09 unit produk tiap tahun dan RCR adalah 1,3.
IDENTIFIKASI DAUN TANAMAN DITINJAU DARI KOMPOSISI NUTRIEN DAN PROPORSI PEMANFAATANYA UNTUK PAKAN TERNAK KAMBING (Studi Kasus Di Kecamatan Wajak Dan Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang) Riga, Gabriel Kaju; Marhaeniyanto, Eko; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengidentifikasi jenis daun tanaman untuk pakan ternak kambing. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan objek penelitian adalah peternak yang menetap di desa Ngembal kecamatan Wajak sebanyak 31 orang dan di desa Sempol kecamatan Pagak 50 orang serta daun tanaman pohon yang sering diberikan oleh peternak. Hasil penelitian menunjukkan macam daun tanaman yang diberikan ada 13 macam, yaitu daun Sengon (Paraserianthes falcataria), Gamal (Gliricidia sepium), Kaliandra(Calliandracalothyrsus), daun Nangka (Artocarpus heterophyllus), Lamtoro (Leucaenaleucocephala), Pahitan (Tithonia diversivolia), Mahoni (Swieteria mahagoni), Daun randu (Ceiba petandra), Jolali, daun Kopi (coffea), daun Apukat (Persea americana), daun Singkong (Manihot utilissima), daun Mindi (Melia azedarach). Dari kedua wilayah rata-rata penggunaan daun tanaman adalah daun nangka(Artocarpus heterophyllus) 65%, daun gamal(Gliricidia sepium) 77%, daun sengon(Paraserianthes falcataria) 44% dan daun lamtoro(Leucaena leucocephala) 67,5%
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK (Lactobacillus plantarum) TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR (PK) DAN N FESES PADA ITIK PETELUR FASE LAYER Motu, Maria Serviana; Fitasari, Eka; Darmawan, Hariadi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimulai pada tanggal 02 Juli ? 05 September 2012 di Laboratorium Lapang Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Analisa proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan MakananTernak Universitas Brawijaya. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus plantarum pada pakan terhadap kecernaan protein kasar dan N feses pada itik Khaki Campbell. Materi penelitian yang digunakan adalah itik Khaki Campbell umur 6 bulan, jenis kelamin betina sebanyak 18 ekor dengan bobot badan 1,6 kg. Penelitian menggunakan 6 perlakuan : B0S1 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 25%), B0S2 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 35 %), B0S3 (tanpa penggunaan probiotik + bekatul 45 %), B1S1 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 25%), B1S2 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 35%), B1S3 (penggunaan probiotik 37,5% + bekatul 45%) Variabel yang diamati yaitu kecernaan protein kasardan N feses. Metode yang digunakan percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang tidak nyata terhadap kecernaan protein kasar (P>0,05), N feces (P>0,05). Penggunaan probiotik dalam pakan memberikan kecernaan protein (1430.84%) dan N feses (31.66g).
PERUBAHAN SIFAT FISIK BUAH APEL KUPAS YANG DILAPISI PENYALUT EDIBEL DARI PATI KELADI DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM METABISULFIT Ximenes Guterres, Anapula Do Rosario; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalut edible berfungsi untuk menyalut buah apel kupas atau untuk mempertahankan kesegaran dan kualitas buah. Natrium metabisulfit yang bersifat padat dan berwarna putih. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi perlakuan terbaik aplikasi penyalut edible berbasis pati keladi dengan penambahan natrium metabisulfit pada buah apel kupas. Penelitian ini di Laboratorium Rekayasa Proses dan Sistem Produksi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhamadiyah Malang. Penelitian menggunakan Rancagan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor I yaitu Natrium metabisulfit yang terdiri dari 3 level yaitu KI = 1 %b/v. K2 = 3 %b/v, K3 = 5 %b/v dan faktor II yaitu Natrium metabisulfit menghasilkan perlakuan terbaik yaitu pati keladi 1 %b/v dan Na-bisulfit 200 ppm berdasarkan uji indeks efektifitas, yang memiliki NH sebesar 0,81.
ANALISIS KUALITAS VISUAL PADA LANSKAP ALUN – ALUN TUGU BALAI KOTA MALANG Sare, Maksimus; Djoko, Riyanto; Ameliawati, Presti
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-alun Tugu Balai Kota Malang merupakan tempat yang mempunyai nilai serta fungsi bagi perkembangan Kota Malang sejak tahun 1946 hinggga saat ini. Sebagai kawasan sejarah dan pusat pariwisata, Alun-alun Tugu harus di kelola untuk mempertahankan keberlangsunganya baik sosial budaya, manusia maupun alam. Banyaknya pengunjung di Alun-Alun Malang, membuat kualitas lingkungan semakin menurun. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas visual pada Lanskap Alun-Alun Tugu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari hingga Oktober 2015. Menurut hasil analisis, diketahui bahwa nilai SBE paling tinggi terdapat pada Foto 1, Foto 4, Foto 12, Foto 17, Foto 18, dan Foto 30. Yang masing-masing memiliki nilai 8,03; 8,10; 8,10; 8,07; 8,17; dan 8,77. Keenam foto tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda. Tidak hanya dari sudut pandang pengambilan foto, tetapi pengaruh pergerakan matahari (siang dan malam). Selain itu, adanya pengaruh cahaya dan ligthing (sinar lampu). Dari hasil penelitian, disimpulkan beberapa rekomendasi untuk mengelola Alun-Alun Tugu agar menjadi kawasan yang lebih baik. Rekomendasi tersebut : 1) Tugu atau monumen yang berada ditengah atau pusat Alun-Alun menjadi point dan perhatian utama kawasan. Oleh karena itu, keberadaan softscape (vegetasi) maupun hardscape tidak boleh menghalangi pandangan viewer yang berada dilokasi tapak; 2) Keenam titik gambar yang diambil dari arah pandang menuju tapak, sebaiknya menjadi prioritas penting untuk dijaga dan dilestarikan, baik dari keberadaan softscape maupun hardscapenya.
KAJIAN JENIS ADSORBEN PADA PEMURNIAN ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT Hendriono, Hendriono; Sasongko, Pramono; Ahmadi, Kgs
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis adsorben pada proses pemurnian asap cair yang terbaik berdasarkan kadar asam, kadar fenol, dan kadar karbonil. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental dengan percobaan yang terdiri dari tiga jenis adsorben yaitu zeolit, bentonit, dan karbon aktif. Masing-masing jenis adsorben diaplikasikan dalam tiga konsentrasi berbeda yaitu 10%, 20%, dan 30%. Pemurnian menggunakan karbon aktif dengan konsentrasi 20% menunjukkan hasil terbaik dengan kadar asam, kadar fenol, dan kadar karbonil paling tinggi dibandingkan jenis adsorben lainnya. Berdasarkan analisa GC-MS pada seluruh sampel diketahui bahwa semua asap cair yang dihasilkan memiliki kandungan senyawa asam, karbonil, dan fenol.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI DAN SAPI TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BROKOLI (BrassicA oleraceae L.) Maulana, Eko; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli merupakan tanaman sayur yang memiliki gizi dan nilai ekonomis tinggi sedangkan produktivitas brokoli Indonesia belum maksimal. Penelitian betujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan dosis pupuk organik cair pada produktivitas brokoli. Penelitian dilaksanakan di lahan SMP Arjuno di desa Wonorejo kec. Bumiaji, kota Batu, bulan September - November 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu Faktor 1 : Jenis pupuk organik cair, yaitu : P1 Pupuk organik cair urine kelinci, P2 Pupuk organik cair urine sapi, Faktor 2 adalah dosis pupuk organik cair, terdiri dari 5 level yang sebagai berikut: D0 = 0 ml/l air, D1 = 75 ml/l air, D2 = 150 ml/l air, D3 = 225 ml/l air, D4 =300 ml/l air. Sehingga kedua faktor tersebut diperoleh 10 kombinasi perlakuan, yang diulang sebanyak 3 kali masing-masing terdiri 3 unit percobaan sehingga keseluruhan percobaan ada 90 polybag. parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, saat muncul bunga, waktu panen, berat buah, diameter buah dan berat buah per ha. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara jenis dan dosis pupuk organik cair terhadap tinggi tanaman umur 28, 35 dan 42 hari, Jumlah daun pada umur 28, 35, 42 hari, Luas daun pada umur 42 hari, Diameter batang pada umur 28, 42 hari, secara terpisah jenis pupuk organik cair berpengaruh pada diameter buah. Pertumbuhan (luas daun) umur 42 hst pada perlakuan urine kelinci dengan dosis 75 ml/liter air yaitu 202.78 cm2 namun tidak berbeda dengan Urine kelinci (kontrol). Produktivitas brokoli pada pupuk organik cair urine sapi 225 ml/l air menghasilkan 253.33 g/tanaman atau 14.88 t/ha namun tidak berbeda dengan perlakuan lain dan hasil terendah perlakuan urine sapi (kontrol)
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT ( Lycopersicum Esculentum Mill ) TERHADAP MACAM PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR Nurhayati, Siti; Hamzah, Amir; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan produksi hortikultura semakin meningkat, seiring kesadaran masyarakat terhadap kebutuhan akan gizi. Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill) adalah salah satu jenis sayuran yang mempunyai gizi tinggi, salah satunya adalah vitamin C. Penelitian bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh pupuk organik cair dari urine sapi dan kambing, terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Dimulai pada bulan Maret sampai September 2015, dengan ketinggian tempat ± 450 dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas : Pupuk Organik Cair A0 : Kontrol (Tanpa Pupuk Cair)A1 :Pupuk Organik Cair urine sapi (100 cc/ 1 liter)A2 : Pupuk Organik Cair urine kambing (100 cc / 1 liter ) A3 : Pupuk Organik Cair sapi + urine (50 cc + 50cc /1 liter ). Parameter yang diamati adalah tinggi Tanaman, Jumlah Daun, jumlah Cabang, Jumlah Bunga, Bobot Buah Pertanaman dan Jumlah Buah Pertanaman Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan nyata antara jenis pupuk organik cair terhadap jumlah cabang, jumlah cabang terbaik diperoleh pada pemupukan pupuk organik cair urine sapi sedangkan perlakuan tidak berpengaruh pada semua parameter lain yang diamati.
MODEL DESAIN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERMUKIMAN LAHAN TERBATAS DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG DA COSTA, OSVALDO ANTONIO; Djoko, Riyanto; Setyabudi, Irawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokaru berada di kawasan pendidikan yang memiliki potensi secara ekonomi membuka usaha sewa tempat tinggal, kos (shared-house) dan warung untuk mahasiswa. Area ini dipadati dengan bangunan rumah penduduk, kost mahasiswa, toko dan bangunan komersial lainnya. Mayoritas permukiman di Kelurahan Tlogomas adalah berkembang dari ?perumahan yang tumbuh? artinya hunian yang sudah diatur secara grid dengan luasan hampir sama, namun perubahan ruang dipengaruhi kebutuhan yang bertambah sehingga akhirnya sekarang hanya memiliki lahan sisa yang sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ruang terbuka hijau (RTH) pada Permukiman lahan terbatas di KelurahanTlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas, kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualiatatif. Peroleh kesimpulan bahwa desain taman ruang terbuka hijau pada permukiman lahan terbatas menjadi sebuah taman minimalis, taman lahan terbatas, taman merambat, taman dalam pot, dan taman gantung. Konsep ruang yang direncanakan terdiri dari 5 konsep yaitu : konsep pengembangan taman kontekstual dengan langgam rumah, konsep pengembangan taman lahan terbatas, konsep pengambangan taman dalam pot, dan konsep pengembangan taman gantung. Konsep tata hijau pada tapak tersebut diharapkan dapat menberi kenyamanan, keindahan, dan estetika, bagi masyarakat Kelurahan Tlogomas Kota Malang.