cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016)" : 50 Documents clear
PROPORSI TEPUNG SAGU DAN KACANG GUDE (Cajanus cajan L) PADA PEMBUATAN KUE BAGIAK Nipu, Gema; Ahmadi, Kgs; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagiak is one of the traditional food ingredients which are then processed end printed according to the desired shape and size also has a taste and savory that is integrated perfectly. The treatment applied in this study aims to get best in making the bagiak using sago flour and the gude beans to find out the feasibility of the cake making business for the good based on the best treatment. This study used a completely randomized end desing 3 replication with the proportion of sago flour in gude bean flour 95: 5%, 90:10%, 85:15%, 80: 20%, 75:25%. The results showed that the best treatment for making the cake was the treatment of 80% sago flour and 20% gude peanut flour with protein content of 3.62%, ash 1.98%, moisture 4.01%, fracture 13.32% , color 3.66, aroma 4.03, and flavor 3.51. Bagiak merupakan salah satu bahan makanan tradisional yang terbuat dari bahan- bahan sederhana yang kemudian diolah dan dicetak sesuai bentuk dan ukuran yang dikehendaki juga memiliki rasa dan gurih yang terpadu dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perlakuan terbaik dalam pembuatan kue bagiak menggunakan tepung sagu dan tepung kacang gude mengetahui kelayakan usaha pembuatan kue bagiak berdasarkan perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (Randomizel compelte Desing) dengan 3 kali ulangan,dengan proporsi tepung sagu tepung kacang gude, 95: 5%, 90:10%, 85:15%, 80: 20%, 75:25%. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik pada pembuatan kue bagiak adalah perlakuan tepung sagu 80% dan tepung kacang gude 20% dengan hasil kadar protein 3,62%, kadar abu 1,98%, kadar air 4,01%, daya patah 13,32%, warna 3,66, aroma 4,03, dan rasa 3,51.
PENGUJIAN DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus niger DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L.) Dosan, Eli; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawo manila (Manilkara zapota L.) merupakan jenis tanaman buah yang berpotensi sebagai obat herbal. Hal ini berhubungan dengan kandungan senyawa bioaktif diantaranya senyawa tannin, saponin, dan flavonoid. Senyawa bioaktif tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan jamur. Saat ini sedikit dilakukan penelitian untuk mengekstraksi senyawa bioaktif tersebut dan menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan jamur. Jamur jenis Aspergillus niger ditemui sebagai jamur pembusuk dalam produk pangan dan dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis-jenis senyawa bioaktif yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sawo manila dan mendapatkan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun sawo manila yang dapat menghambat pertumbuhan jamur A. niger. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Rekayasa Proses UNITRI dan Laboratorium Organik Jurusan Kimia Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada Bulan Juli 2015 hingga Januari 2016. Tahap Penelitian ini meliputi pembuatan serbuk daun sawo manila, pembuatan ekstrak etanol daun sawo manila dengan metode maserasi, uji kandungan senyawa bioaktif dan pengujian anti jamur terhadap A. niger. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskritif eksperimental dengan uji kualitatif kombinasi perlakuan ekstrak etanol 70% dan 90% dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sawo manila mengandung senyawa bioaktif yaitu senyawa tannin dan alkaloid. Perlakuan terbaik penghambatan pertumbuhan jamur A. niger dari ekstrak etanol daun sawo manila adalah penggunaan ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 60%, yang memiliki nilai rata-rata penghambatan 0.97-1.22 mm
PEMBUATAN KECAP MANIS DARI AMPAS TAHU( KAJIAN LAMA PEMASAKAN DAN PENAMBAHAN STPP) SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA Martins, Arcanjo; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas Tahu merupakan hasil samping pembuatan tahu, kandungan gizi ampas tahu masih memiliki kadar protein yang cukup yaitu sekitar 5%, serat kasar 3,76% sehingga masih bisa dimamfaatkan untuk bahan pangan. salah satunya kecap untuk memperbaiki kualitasnya ditambahkan STPP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan STPP dan lama pemasakan terbaik terhadap mutu kecap manis dari ampas tahu yang dihasilkan dan untuk mengetahui anlisa kelayakan usaha pembuatan kecap manis dari ampas tahu. Penelitian ini mengunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) Faktorial 3x3. Faktor yang diteliti adalah faktor I. penambahan STPP yang terdiri atas 3 level yaitu : 0,3%, 0,4%, 0,5%. Faktor II. Lama pemasakan yang terdiri dari 3 level yaitu: 20 Menit, 30 Menit dan 40 Menit sehingga didapatkan 9 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hasil perhitungan perlakuan terbaik pada perlakuan STPP 0,3% dengan Pemasakan 40 menit. Dengan hasil Protein 1,9% ,Viskositas 10cps, Warna L 37,73%, Intensitas Warna a+ 0,96%, Intensitas Warna b+ 1,56%, dan Skor Kesukaan terhadap Aroma sebesar 3,31(Netral), Rasa 3,45 Netral) dan Warna 3,72 (Netral), Analisa kelayakan usaha dan hasil tersebut menunjukan bahwa BEP harga yang diperoleh sebesarRp. 132.818.477., HPP Sebesar 3.354 dan RCR=1,5 artinya usaha kecap manis ampas tahu ini menguntungkan dan layak diusahakan karena RCR>1.
PENGGUNAAN 6-Benzyl Amino Purin (BAP) DAN KINETIN PADA MULTIPLIKASI KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) MULTIPLICATION OF CHRYSANTHEMUM (Chrysanthemum indicum L.) USE 6-Benzyl Amino Purin (BAP) AND KINETIN Irawati, Benedikta; Adisarwanto, Titis; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tingginya produksi krisan berimplikasi pada kebutuhan benih, teknologi budidaya dan varietas yang cukup tinggi. Penggunaan teknik kultur jaringan bisa berhasil untuk mengembangkan bibit yang berkualitas dan seragam pada tanaman Krisan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan media dasar MS dengan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan Kinetin yang optimal terhadap kecepatan tumbuh dan perbanyakan in vitro tanaman Krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jawa Timur, pada bulan April sampai Juli 2016. Penelitian dilakukan dengan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: ½ MS (Kontrol); ½ MS dan BAP 0,5 ppm; ½ MS dan BAP 1,0 ppm; ½ MS dan Kinetin 0,5 ppm; ½ MS dan Kinetin 1,0 ppm. Plantlet yang digunakan adalah plantlet Krisan bunga kuning. Parameter yang diamati yaitu, saat muncul tunas, jumlah tunas, jumlah total daun, persentase kontaminasi dan persentase plantlet hidup. Hasil menunjukkan Media ½ MS dengan pemberian Kinetin 0,5 ppm mampu menginisiasi tunas paling cepat (14,75 hari). Jumlah tunas terbanyak diperoleh pada media ½ MS dengan pemberian BAP 1 ppm (2,83/plantlet) dan jumlah daun (16,67/plantlet) sampai dengan umur 51 hari setelah subkultur.
STATUS SIFAT FISIK, KIMIA, DAN BIOLOGI LAHAN SAWAH AKIBAT PENGGUNAAN BAHAN PEMBENAH TANAH(BIOCHAR) Ndjurumana, Erlon; Siswanto, Bambang; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the status of physical, chemical, and biological properties of wetlands due to the use of biochar. The research was carried out on agricultural paddy fields in the administrative area of Janti Village, Wates District, Kediri Regency. The research period is 3 months from April 2018 to June 2018. The research begins with a survey in the field. The next activity is observing, measuring, sampling, and recording data according to parameters. Parameters observed were as follows: (1) soil density, (2) total porosity, (3) degree of water tracing, (4) soil pH, (5) DHL, (6) Redox, (7) Jumblah microbes, (8 ) C-Organic, (9) Intermittent base content, (10) CEC (Cation Exchange Capacity), and (11) Base Saturation. The results showed that the use of biochar was able to improve: 1) The physical properties of the soil were 0.2 g / cm3 soil density, the total porosity of the soil was 2.38%, and the degree of traceability of water was 0.54. 2) Chemical properties of soil, namely soil pH 0.43, Organic C 0/79, Interchangeable alkaline contents, CEC (Cation Exchange Capacity), and Base Saturation 4%. 3) The biological nature of the soil, namely the number of microbes 1.9 x 108. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji status sifat fisik, kimia, dan biologi lahan sawah karena penggunaan bahan pembenah tanah (biochar). Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah pertanian di wilayah administrasi Desa Janti, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Waktu penelitian selama 3 bulan dari April 2018 hingga Juni 2018. Penelitian diawali dengan survei di lapangan. Kegiatan selanjutnya melakukan pengamatan, pengukuran, pengambilan sampel, dan pencatatan data sesuai parameter. Parameter yang diamati sebagai berikut: (1) bobot isi tanah, (2) porositas total, (3) derajat penulusuran air, (4) pH tanah, (5) DHL, (6) Redoks, (7) Jumblah mikroba, (8) C-Organik, (9) Kandungan basa-basa tertukar, (10) KTK (Kapasitas Tukar Kation), dan (11) Kejenuhan Basa. Hasil penilitian menunjukan bahwa penggunaan biochar mampu meningkatkan: 1) Sifat fisik tanah yaitu bobot isi tanah 0.2 g/cm3, porositas total tanah 2.38%, dan derajat penulusuran air 0.54. 2) Sifat kimia tanah yakni pH tanah 0.43, C-Organik 0/79, Kandungan basa-basa tertukar, KTK (Kapasitas Tukar Kation), dan Kejenuhan Basa 4%. 3) Sifat biologi tanah yakni Jumlah mikroba 1.9 x 108.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHATANI TEMBAKAU DI DESA MANGUNAN KECAMATAN KABUH KABUPATEN JOMBANG Firliyan, Enis; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Kholil, Ahmad Yusuf
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of people in Mangunan Village cultivate tobacco in the dry season because they are considered to have a strategic role in the farmers income. This study aims to analyze the effect of land area, seedlings, urea fertilizer, ZA fertilizer, TSP fertilizer, NPK fertilizer, KNO fertilizer, organtrin pesticides and labor on tobacco farming income, and the most dominant influencing factor. Research was conducted in Mangunan Village, Kabuh District, Jombang Regency. The sampling technique was carried out by stratified random sampling so that 40 respondents were obtained, while the data analysis used multiple linear regression with the SPSS program. The factors that significantly influence tobacco production are urea and KNO fertilizer, and the most dominant influence is KNO fertilizer. Sebagian besar masyarakat di Desa Mangunan melakukan usahatani tembakau di musim kemarau karena dinilai mempunyai peran yang cukup strategis terhadap pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk ZA, pupuk TSP, pupuk NPK, pupuk KNO, pestisida organtrin dan tenaga kerja terhadap pendapatan usahatani tembakau, dan faktor yang pengaruhnya paling dominan. Penelitan dilakukan di Desa Mangunan Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara stratified random sampling sehingga diperoleh 40 responden,sedangkan untuk analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan program SPSS. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi tembakau adalah pupuk urea dan pupuk KNO, dan yang pengaruhnya paling dominan adalah pupuk KNO.
PENGARUH LEVEL PEMBERIAN “PUYER HERBAL” TERHADAP BOBOT HIDUP, KARKAS, GIBLET DAN LEMAK ABDOMEN PADA AYAM BROILER Bebhe, Gabriela; Sumarno, Sumarno; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the best dosage of puyer herbal in variable addition of herb powder which consists of kencur flour, turmeric powder and wild ginger flour against live weight, carcass, giblet and abdominal fat. The material used is 80 broiler chickens purchased from PT. Panca Patriot Prima kept in postal cage. The feed used is BR1 for 1-7 days old and feeding age 8-35 days formulation consisting of yellow corn, pollard, meat meal, soybean meal, salt, Dl-methionine and lysin. The research treatment P0: feed formulation without puyer herbal, P1: feed formulation + 0.3% puyer herbal, P2: feed formulation + puyer herbal 0.6%., P3 feed formulation + puyer herbal 0.9%. Provision of puyer herbal based on weekly body weight. The research method was Rancangan Randomized Design (RAL) with 4 treatments and 4 replications. The variables studied were live weight, carcass, giblet and abdominal fat. The results showed that the provision of puyer herbal with different levels did not have a significant effect (P>0.05) on live weight, giblet weight and abdominal fat weight in broiler. The weight of carcass had a very significant effect (P0,05) terhadap bobot hidup, bobot giblet dan bobot lemak abdomen pada ayam broiler. Bobot karkas berpengaruh yang sangat nyata (P
ANALISIS USAHATANI JERUK KEPROK PADA GAPOKTAN SUMBER BUMI MAKMUR DI DESA TLEKUNG Mandau JP, Agustinus Ery Paskalis; Sa?diyah, Ana Arifatus; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tangerine is a fruit that is very popular among the people of Indonesia, which can be consumed directly as fresh fruit and processed. This study aims to analyze the income and feasibility of tangerine farming in the Sumber Bumi Makmur Farmer Group in Tlekung Village. Data obtained by using the method of purposive (purposive), namely farmers who have carried out tangerine farming activities at the age of 4 to 5 years. Income analysis was carried out using the cost analysis method, acceptance analysis, income analysis and while the feasibility analysis of farming used the R / C analysis method, BEP analysis, NPV analysis, IRR analysis and Net B / C Ratio analysis. The results of the analysis show that tangerine farming is profitable and feasible. Jeruk keprok merupakan buah yang sangat digemari dikalangan masyarakat Indonesia yang bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar maupun sebagai olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani jeruk keprok pada Gapoktan Sumber Bumi Makmur di Desa Tlekung. Data diperoleh dengan menggunakan metode sengaja (purposive) yaitu petani yang sudah melakukan kegiatan usahatani jeruk keprok pada usia 4 sampai 5 tahun. Analisis pendapatan dilakukan dengan menggunakan metode analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan dan sementara analisis kelayakan usahatani menggunakan metode analisis R/C, analisis BEP, analisis NPV, analaisis IRR dan analisis Net B/C Ratio. Hasil analisis menunjukan bahwa usahatani jeruk keprok menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
PENGGUNAAN PUPUK NITROGENDAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) DI TANAH ENTISOL Xaperius, Fransiskus; Adisarwanto, Titis; Julianto, Reza Prakoso Dwi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the dosage of nitrogen fertilizer and the optimum biochar treatment on the growth of mustard plant pakcoy (Brassica rapa L.) on Entisol soil. The research was conducted at Dukuh Kraguman, Tegalwaru Village, Dau District, Malang Regency, for three months from September to November 2016. The study used Randomized Block Design (RAK) with 13 treatments and repeated 3 times. Observation was done 3 times that is age 25 HST, 35 HST, 45 HST observed variables plant height, leaf area, number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy. The results showed that the use of nitrogen and biochar fertilizers significantly affected the number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy at 45 HST. Provision of nitrogen 100 kg/ha-1 and biochar (30 t/ha-1) spread evenly fertilizers increases the percentage of high growth, leaf area, number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pupuk nitrogen dan perlakuan biochar yang optimum terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah Entisol. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Kraguman, Desa Tegalwaru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, selama tiga bulan mulai September ? November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 13 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu umur 25 HST, 35 HST, 45 HST variabel yang diamati tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk nitrogen dan biochar berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy pada 45 HST. Pemberian pupuk nitrogen 100 kg/ha-1 dan biochar (30 t/ha-1) disebar merata meningkatkan persentase pertumbuhan tinggi, luas daun, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy.
PENENTUAN MODEL LANSKAP TEMPAT PEMBUANGAN SEMENTARA (TPS) DI KOTA ENDE BERBASIS SIG Poke, Oskarfianus; Djoko, Riyanto; Nailufar, Balqis
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temporary disposal sites (TPS) are places that are used to accommodate garbage from the community. In general, the waste produced is followed up by storage, collection, transfer and processing. The existing landfill is still lacking and has not been in accordance with SNI standards. For this reason, this research was conducted by identifying and evaluating the location of the appropriate and optimal TPS location in the city of Ende. Data analysis uses GIS (Geographic Information System) and uses a survey method which includes observation and recording activities in the field. Based on the field survey and data processing obtained by the existing TPS there are 18 pieces. But currently there are 8 pieces left out of 18 which are still being used while the rest have been severely damaged. The results of data analysis using GIS, can find the appropriate location for the construction of TPS. For making landscape models (TPS) according to government standards and regulations No. 18 of 2010. In making TPS models, a waste management system and facilities are planned. Based on the results of using GIS, it can be concluded that there is no TPS landscape model and it is not yet appropriate in terms of the location and capacity of the volume of waste in Ende City. Tempat pembuangan sementara (TPS) adalah tempat yang digunakan untuk menampung sampah-sampah dari masyarakat. Secara umum sampah yang dihasilkan tersebut ditindak lanjuti dengan cara pewadahan, pengumpulan, pemindahan, dan pengolahan. Tempat pembuangan eksisting ternyata masih kurang dan belum sesuai standar SNI. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengevaluasi letak lokasi TPS yang sesuai dan optimal di Kota Ende. Analisis data menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) dan menggunakan metode survei yang meliputi kegiatan pengamatan dan pencatatan di lapangan. Berdasarkan survey lapangan dan pengolahan data diperoleh TPS eksisting terdapat 18 buah. Tapi saat ini dari 18 buah tersisa 8 buah yang masih digunakan sedangkan sisanya telah rusak parah. Hasil anlisis data menggunakan SIG, dapat mengetahui lokasi yang sesuai untuk pembangunan TPS. Untuk pembuatan model lanskap (TPS) sesuai standar dan peraturan pemerintah No. 18 Tahun 2010. Dalam membuat model TPS, direncanakan sistem pengolahan sampah dan dilengkapi fasilitas. Berdasarkan hasil menggunakan SIG dapat di simpulkan bahwa belum adanya model lanskap TPS dan belum sesuai ditinjau dari penempatan lokasi dan daya tampung terhadap volume sampah di Kota Ende.