cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 51 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 51 Documents clear
Respon Kailaan (Brassica oleraceae L.) Terhadap Media Tanam Dan POC Nasa Pada Sistem Vertikultur Dhone, Emiliyani Meo; Astutik, Astutik; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts that can be mode to increase the production of crops on narrow land by using chaff charcoal and POC Nasa composition. The objective of this research is to know the effect of charcoal charcoal on growth media and application of NASA liquid organic fertilizer to the production of kailaan plants. This research uses factorial RAK consisting of 3 replications. Factor I is the dose of charcoal husk (A) that is: A0 = 0 kg, A1 = 0.5 kg of charcoal husk and A2 = 1 kg of husk charcoal. Factor II is a dosage of POC Nasa (N) consisting of 3 levels, namely : N0 = 0 ml/l water, N1 = 5 ml/l water and N2 = 10 ml/l water. The analysis was analyzed statistically using F test, if the result of the variance were significantly different (F arithmetic> F table), then to compare the two treatment treatments was done by the advanced test with the BNT's Smallest Differential Test of 5% level. The result of this research can be concluded that there is interaction between husk husk and POC Nasa dose to leaf area at age 2 and 6 weeks. The best growth of kuta was obtained on the treatment of 0.5 kg/paralon husk husk and the dosage of POC Nasa 10 ml/L water showed the highest yield of leaf at 6 weeks at 684,00cm2. The best kailaan result was obtained from 0.5 kg/paralon husk husk (44.37 g/plant) and Nasa 5-10 ml/L water dose (41,22-42,63 g/plant). The best kailaan result was obtained from 0.5 kg/paralon husk husk (44.37 g/plant) and Nasa 5-10 ml/L water dose (41,22-42,63 g/plant). Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman pada lahan sempit dengan menggunakna komposisi arang sekam dan POC nasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan arang sekam pada media pertumbuhan dan aplikasi pupuk organik cair NASA terhadap produksi tanaman kailaan. Penelitian ini menggunakan RAK faktorial yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor I adalah takaran arang sekam (A) yaitu : A0 = 0 kg, A1 = 0,5 kg arang sekam dan A2 = 1 kg arang sekam. Faktor II adalah dosis POC Nasa (N) terdiri dari 3 taraf, yaitu : N0 = 0 ml/l air, N1 = 5 ml/l air dan N2 = 10 ml/l air. Analisis dianalisis secara statistik menggunakan uji F, apabila hasil ragam berbeda nyata (F hitung > F tabel), maka untuk membandingkan dua rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil BNT taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara arang sekam dan dosis Nasa terhadap luas daun umur 2 dan 6 minggu. Pertumbuhan kailaan terbaik diperoleh pada arang sekam 0,5 kg/paralon sebesar 343,72 cm2 ditindai pada luas daun dan diawali hasil interaksi serta dosis Nasa 10 ml/L air terhadap luas daun umur 6 minggu dengan luas daun sebesar 264,86 cm2. Hasil tanaman kailaan terbaik diperoleh pada penambahan arang sekam 0,5 kg/paralon (44,37 g/tanaman) dan dosis Nasa 5-10 ml/L air (41,22-42,63 g/tanaman).
PEMBUATAN PERMEN KERAS (Hard Candy) MENGANDUNG EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus Benth) DAN EKSTRAK BUNGA MAWAR MERAH (Rosa damascene Mil) DAN KELAYAKAN USAHA Sada, Maria Yasinta; Ahmadi, KGS; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hard candy is a type of candy that has a hard texture, clearlook, shiny, and taste good. Some efforts to enrich the content of candy areby enriching the nutrients and natural coloring. One of the plants that can be used are kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) and red roses. The objective of the research was to obtain the bestconcentration of kumis kucing extract (Orthosiphon stamineus Benth) and red rose extract (Rosa damascene Mil) for hard candy production and the feasibility of the business. This research used a completely randomized design (CRD) with a single factor.The results showed that the best treatment was the 25% kumis kucing extract (Orthosiphon staminaes Benth) and 75% of red rose extract with 8.90% of reduced sugar content, 0.03% ash content, 4.65% water content, 4.18% flavor, 3,61% aroma and 4.0% ofcolor preference. The capacity of raw material of kumis kucing extract was 2.000 ml / day, red rose extract was 6.00 ml / day, sucrose was 8.000 gram / day, and 4000 gram / day of glucose syrup and they were worth to be developed with HPP IDR. 2.391,72 / pack. The BEP of IDR. 31.217.024,50. The selling price was IDR. 2.750,48 / pack of 60 gr. The net profit in a day was IDR. 43.051,20 and RCR of 1.15. Permen keras (Hard Candy) merupakan jenis permen yang memiliki tekstur keras, tampak bening, mengkilap, dan rasa yang enak. Upaya untuk memperkaya kandungan permen adalah dengan memperkaya nutrisi maupun pewarna alami. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dan bunga mawar merah.Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dan ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascene Mil) yang tepat dalam pembuatan permen keras (Hard Candy),dan mengkaji kelayakan usaha. Penelitian menggunakan metode percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik yaitu ekstrak daun kumis kucing 25% dan ekstrak bunga mawar merah 75% dengan kadar gula reduksi 8.90%, kadar abu 0.03%, kadar air 4.65%, kesukaan rasa 4.18%, kesukaan aroma 3.61%, kesukaan warna 4.0%. Kapasitas bahan baku ekstrak daun kumis kucing 2.000 ml/hari, ekstrak bunga mawar merah 6.00 ml/hari, sukrosa 8.000 gram/hari, dan sirup glukosa 4.000 gram/hari layak diusahakan dengan HPP sebesar Rp. 2.391,72/kemasan. BEP sebesar Rp. 31.217.024,50 Harga jual yaitu Rp. 2.750,48/kemasan 60 gram, Keuntungan bersih dalam sehari sebesar Rp. 43.051,20 dan RCR sebesar 1,15.
PENGGUNAAN LEVEL PEMBERIAN “PUYER HERBAL” TERHADAP KONSUMSI PAKAN, NITROGEN TERMETABOLIS DAN AMEn PADA AYAM BROILER Banding, Winda Agustin; Susanti, Sri; Fitasari, Eka
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to determine the effect of using herb powder which consists of 60% turmeric powder, 30% javanese turmeric powder and 10% kaempferia galanga powder on feed consumption, metabolized nitrogen and AMEn on broiler chickens. This study was conducted in Field Laboratory Faculty of Agriculture Tribhuwana Tunggadewi University of Malang. The material used were 80 broiler chickens obtained from maintained postal and metabolic. The feed were is BR1 for aged 1 -7 days and feed formulation age 8-42 days consisting of yellow corn, pollard, meat powder, soybean meal, salt, dl-metionin and lisyn. The research method used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Treatment of study P0: feed formulation without herb powder, P1: feed formulation + 0.3% herb powder, P2: feed formulation + 0.6% herb powder, P3: feed formulation + 0.9% herb powder. Application of herb powder based on weekly body weight. The results showed that the application of herbs powder give very significant effect (P 0.05) on herb powder treatment, the highest value of feed consumption was found in P3 3267,25 g/chicken with 0.9% herb powder level and the lowest was P2 3228,96 g/chicken with herb powder level 0.6% informed that the application of herb powder at concention 0.9% of body weigt can increase the consumption of feed. Application of herb powder on 0,9% gives the same effect to another treatments on AMEn and nitrogen metabolizable. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan puyer herbal yang terdiri dari 60 % tepung kunyit, 30% tepung temulawak dan 10% tepung kencur terhadap konsumsi pakan, nitrogen termetabolis dan AMEn pada ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Materi yang digunakan adalah 80 ekor ayam broiler yang dipelihara di kandang postal dan metabolis. Pakan yang digunakan adalah BR1 untuk umur 1 -7 hari dan pakan formulasi umur 8-42 hari yang terdiri dari jagung kuning, pollard, tepung daging, bungkil kedele, garam, dl-metionin dan lisyn. Metode penelitian mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan penelitian P0: pakan formulasai tanpa puyer herbal., P1 : pakan formulasi + puyer herbal 0,3%. P2: pakan formulasi+ puyer herbal 0,6%. P3: pakan formulasi + puyer herbal 0,9%. Pemberian puyer herbal berdasarkan bobot badan mingguan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian puyer herbal berpengaruh sangat nyata dengan ( P0,05) terhadap perlakuan puyer herbal, nilai tertinggi konsumsi pakan terdapat pada P3 3267,25 g/ekor dengan level puyer herbal 0,9% dan yang terendah terdapat pada P2 3228,96 g/ekor dengan level pemberian puyer herbal 0,6% diinformasikan bahwa pemberian puyer herbal pada konsentrasi 0,9% dari bobot badan mampu meningkat konsumsi pakan, pemberian puyer herbal pada P3 memberi pengaruh yang sama terhadap AMEn dan nitrogen termetabolis.
RESIDU PUPUK BIOCHAR DAN PHONSKA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.) Nanga, Agustinus Dama; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayur-sayuran. Peningkatan produksi serta permintaan konsumen bertolak belakang dengan budidaya terung dikalangan petani yang mengalami penurunan. Berdasarkan produksi dan prospek pemasaran, maka perlu ditingkatkan produksi tanaman terong salah satunya melalui pemberian pupuk. Usaha pemberian pupuk yang bertujuan menambah persediaan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk menigkatkan produksi dan mutu hasil tanaman. Salah satu upaya perbaikan kualitas tanah yang menurun dan untuk mempertahankan unsur hara tersedia dalam jangka waktu yang lama dalam tanah dapat ditempuh dengan melakukan pemupukan berimbang serta penggunaan bahan-bahan pembenah tanah seperti biochar. Tujuan untuk mempelajari residu biocar dan residu ponska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong ungu. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Bawang, Kelurahan Tunggul wulung, Kota Malang, Propinsi Jawa Timur, terhitung selama dua bulan, sejak bulan Juni sampai Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan media tanaman pada musim ke II, dalam hal ini penggunaan media tanaman yang telah digunakan pada musim tanam I pada bulan Maret hingga Mei. Pelaksanaan penelitian ini dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor : Faktor yang I adalah Residu Biochar (B), terdiri dari 3 level yaitu : B0 = 0 (tanpa biochar ), B1 = 10 ton/ha, dan B2 = 20 ton/ha. Faktor II adalah Residu pupuk Phonska, terdiri dari 4 level yaitu : P0 = 50 kg/ha, P1 = 100 kg/ha, P2 = 150 kg/ha dan P3 = 200 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi : Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Cabang, Jumlah Bunga, Panjang Buah (cm), Berat Buah (g/tanaman), Diameter Buah (cm2), Berat Basa Batang dan Akar (g/tanaman), Berat Kering Batang dan Akar (g/tanaman), dan Luas daun (cm2). Analisis data akan diuji menggunakan Analisis of varians (Anova), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5 %. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Terdapat hasil interaksi antara perlakuan jenis residu biochar dan residu ponska terhadap parameter pengamatan yaitu bobot basa akar sebesar 196,93 g dan bobot kering akar sebesar 32,90 g. Hasil pengaruh perlakuan residu biochar mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil terong terhadap variabel panjang buah yaitu 15,21 cm, berat buah 171,46 g, diameter buah 13,67 cm2 dan bobot kering akar 7,37 g dan Hasil pengaruh residu ponska mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil, jumlah bunga senyak 1,95 bunga, berat buah 152,67 g, dan diameter buah 8,28 g.
KAJIAN PENATAAN LANSKAP JALAN VETERAN DI KOTA MALANG Tanggela, Ardian; Nuraini, Nuraini; Djoko, Riyanto
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development of the town always followed with the construction of city facilities are adequate. One of them, namely adequate road infrastructure. The potential in the build Setup me-dian road solution specifically conceived on the main street of Malang on Veteran Street Malang se-like the green line has an important role in improving the quality of the environment, and the quality must be observed in order not to experience a decrease. The purpose of this research is to examine the Setup or knowing the landscape in the median Veteran Street Malang. The penelian method is used in the data retrieval method using ob-servasi and inventory, data collection consists of primary data and secondary data. The type and amount of vegetation that is in the median of the road Veteran Malang i.e. totalling 40 type of vegetation including Elephant Grass (Pennisetum Purpureum), Baby Blue (Nemophila menziesii), Decorative Broccoli (Enodia), Peanut (Arachis pintoi) Ornamental, Paris (Lili Chlorophytum comosum), Bronjol/Ornamental Onion (Zephyranthes candida), White Jaburan (Ophiopogon jaburan) tea-tehan (Acalypha siamensis), Ornamental Banana (Calathea lutea), Codiaeum Variegatum (Codiaeum variegatum) Gecko, galangal (Alpinia purpurata), Song of India ( Dracaena reflexa), Palm Sadeng (Saribus rotundifolius), Codiaeum Variegatum (Codiaeum variegatum) Bali, mahogany (Swietenia mahagoni), Trembesi (Samanea saman), Soka (modern Ixora coccinea), (Cerbera manghas) Bintaro etc. Based on the observations in what research it can be concluded that the characteristics Setup/layout vegitatiton median that is on the main street of Malang is pretty good just need a cleaner Setup so that it can further beautify and increased the green line's aesthetic value in the way Veteran Malang Kajian Penataan Lanskap Jalan Veteran di Kota Malang. Fakultas Pertanian Program Studi S1 Arsitek Lanskap Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Pembimbing I : Riyanto Djoko, SP., MP, Pembimbing II : Nuraini, S.Sarl., M.Si. Pembangunan kota selalu diikuti dengan pembangunan fasilitas kota yang memadai. Sa-lah satunya yaitu prasarana jalan yang memadai. Potensi dalam membangun penataan me¬dian jalan kususnya di jalan utama Kota Malang tepatnya di Jalan Veteran Kota Malang se¬bagai jalur hijau mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas lingkungan, dan kualitas tersebut harus diperhatikan agar tidak mengalami penurunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji atau mengetahui penataan lanskap di median jalan Veteran Kota Malang. Metode penelian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan metode ob¬servasi dan inventarisasi, pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Jenis dan jumlah vegetasi yang ada di median jalan Veteran Kota Malang yaitu berjumlah 40 jenis veg-etasi diantaranya Rumput Gajah (Pennisetum Purpureum), Baby Blue (Nemophila menziesii), Brokoli Hias (Enodia), Kacang Hias (Arachis pintoi), Lili Paris (Chlorophytum comosum), Bawang Bronjol/ Hias (Zephyranthes candida), Jaburan Putih (Ophiopogon jaburan)Teh-tehan (Acalypha siamensis), Pisang Hias (Calathea lutea), Puring tokek (Codiaeum variegatum), Lengkuas Merah (Alpinia purpurata), Song of India (Dracaena reflexa), Palem Sadeng (Saribus rotundifolius), Puring Bali (Codiaeum variegatum), Mahoni (Swietenia mahagoni), Trembesi (Samanea saman), Soka (Ixora coccinea), Bintaro (Cerbera manghas) dll. Berdasarkan hasil pengamatan dilokasi penelitian dapat disimpulkan bahwa karateristik penataan/tata letak veg¬etasi yang ada di median jalan utama Kota Malang sudah cukup bagus hanya perlu penataan yang lebih rapi sehingga dapat lebih memperindah dan meningkat¬kan nilai estetika jalur hijau di Jalan Veteran Kota Malang.
PROPORSI TEPUNG SORGUM DENGAN TEPUNG TERIGU DAN PENGAYAAN NUTRISI MENGGUNAKAN TEPUNG KACANG MERAH PADA PEMBUATAN BISKUIT SERTA ANALISA USAHANYA Wondo, Theresia; Ahmadi, KGS; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biscuits are a kind of pastry made from wheat flour, sugar, sorghum flour. Sorghum flour has a good potential to used as a substitute to wheat flour. This study aimed to obtain the best proportion of sorghum flour : wheat flour and nutrients enrichment using red bean flour in making biscuits and its business feasibility. This experiment was conducted using Randomized Block Design (RBD) factorial pattern with 2 factors. The first factors the proportion of Sorghum flour wheat flour with 4 levels of treatment, Second factor the addition of red bean flour with 3 boels of treatments and repeated 2 times. The result of research showed that the best treatment was found in the proportion of sorghum flour 40%: wheat flour 60% addition of red bean flour 5% and the parameters water content 0,18%, ash 0,26%, protein 0,03%, fracturability 0.21N. Biskuit merupakan salah satu jenis makanan kue kering (pastry) yang dibuat dari bahan dasar tepung terigu, gula, tepung sorgum. Tepung sorgum memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi tepung sorgum dengan tepung terigu dan pengayaan nutrisi menggunakan tepung kacang merah, yang terbaik dalam pembuatan biskuit serta kelayakan usahanya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 Faktor. Faktor (1) Proporsi tepung sorgum dengan tepung terigu dengan 4 taraf perlakuan, Faktor (2) Penambahan tepung kacang merah dengan 3 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 2 kali sehingga memperoleh 24 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik pada penelitian ini yaitu terdapat pada proporsi tepung sorgum 40% tepung terigu 60% tepung kacang merah 5% dengan parameter kadar air 0,18%, kadar abu 0,26%, protein 0,03%, daya patah 0,21N.
REDESAIN PESISIR PANTAI RIA SEBAGAI WISATA BAHARI DIKOTA ENDE, FLORES – NTT Ramadan, Ramadan; Setyabudi, Irawan; Nailufar, Balqis
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marine Tourism is a tourism activity carried out by a person or group of people. include several activities such as, walking, relaxing, culinary, swimming, diving, boating, fishing and education. Since its establishment in 2004, Ria Beach has only few facilities for leisure and enjoying culinary delights. There are still many marine tourism activities that have not been provided and facilitated. In terms of tourist attractions, Ria Beach is still lack in infrastructure such as parking area and good trash bins. So that it still does not show a character as Marine Tourism spot. This study aimed to increase the existence of marine tourism in Ria Beach in Ende through a redesigning process. Redesign is an activity of planning and redesigning a change so that physical changes occur without changing its function either through expansion or relocation of location. The method in this study was a design method with the steps was data inventory, analysis, synthesis, planning (concept) and design. The designed area was 21,602.07 m². The design concept of Ria Beach consisted of philosophical concepts, form concepts, space concepts, activities and facilities concepts, circulation concepts, material concepts, vegetation concepts and sclupture layout concepts. The design results divided Ria Beach into two namely active and passive space. And the division of areas according to the needs of activities and marine tourism facilities such as parking area, supporting area, plaza area, culinary area, playing area, educational area, selfie area, water tourism area, fishing area and garbage dump area (TPS). Ria Beach an aesthetic marine tourism area, amenity and educative. Wisata Bahari merupakan kegiatan wisata yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang meliputi beberapa aktivitas seperti, jalan-jalan, bersantai, kuliner, berenang, menyelam, berperahu, memancing dan edukasi. Semenjak berdiri di tahun 2004, Wisata Bahari Pantai Ria hanya memiliki fasilitas untuk kegiatan bersantai dan menikmati kuliner. Masih banyak aktifitas wisata bahari yang belum disediakan dan difasilitasi. Dari segi lokasi wisata Pantai Ria masih kurang dalam infrastrukur seperti belum tersedianya tempat parkir dan tempat sampah yang baik. Sehingga masih belum menunjukan karakter sebagai sebuah tempat Wisata Bahari. Penelitian ini bertujuan menambah eksistensi sebagai wisata bahari pada Wisata Bahari Pantai Ria Kota Ende melalui proses Redesain. Redesain adalah kegiatan perencanaan dan perancangan kembali suatu perubahan sehingga terjadi perubahan fisik tanpa merubah fungsinya baik melalui perluasan maupun pemindahan lokasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode desain dengan tahapan yang dilakukan antara lain: inventarisasi data, analisis, sintesis, pencanaan (konsep) dan desain. Luas area yang dirancang 21.602,07 m². Konsep desain Pantai Ria terdiri dari konsep filosofis, konsep bentuk, konsep ruang, konsep aktifitas & fasilitas, konsep sirkulasi, konsep material, konsep vegetasi dan konsep tata letak sclupture. Penyataan konsep dilanjutkan dengan desain. Hasil desain, Pantai Ria dibagi menjadi 2 yakni ruang aktif dan pasif. Dan pembagian area sesuai kebutuhan aktifitas dan fasilitas wisata bahari antara lain: area parkir, area penunjang, area plaza, area kuliner, area bermain, area edukasi, area selfie, area wisata air, area pancing dan area TPS. Pantai Ria menjadi sebuah kawasan Wisata Bahari yang estetis. ameniti dan edukatif.
RESIDU PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) PERIODE TANAM KEDUA Marian, piter; Widowati, Widowati; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant Mustard (Brassica juncea l.) is a type of vegetable that is favored by all classes of society.The purpose of this research was to study the influence of organic fertilizer residue against pertumbuan and the results of the second planting period of mustard greens.This research was carried out in Dusung Onions, Tunggulwulung, Malang, East Java province.at 450 m above sea level (a.s.l.) with an average temperature of 280C.Time this research began in May-July 2017. organic fertilizer residue Treatment design of Random groups (RACK).consists of: P0 = control, P1 = urea fertilizer (1.25 g/polybag), P2 = kascing fertilizers (125 g/polybag), P3 = cow manure (125 g/polybag), P4 = bokasi fertilizers (125 g/polybag), P5 = organic fertilizer granule (125 g/polybag) and P6 = compost (125 g/polybag).The results showed that the residues of organic fertilizer effect very real against the length of the plant to 5 MST, number of leaves at 5 PM MST, wet weight of plant, wet weight to dry weight, root crops and the dry weights of roots.Organic fertilizer Residue treatment Granule obtain the longest leaves of (38.20 cm/plant) and the number of leaves at 5 PM MST, most (15 Pieces).Treatment of the organic fertilizer residues kascing which produces a fresh crop of weights (240.95 g) and dry weight of the plants best (13.09 g/plant), not unlike the bokasi residues and cow manure production results with average 207.90 g/plant. Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) merupakan jenis sayuran yang digemari oleh semua golongan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh residu pupuk organik terhadap pertumbuan dan hasil sawi periode tanam kedua. Penelitian ini dilaksanakan di Dusung Bawang, Kecamatan Tunggulwulung, Malang, Provinsi Jawa Timur. pada 450 m di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu rata-rata 280C. Waktu penelitian ini dimulai pada bulan Mei-Juli 2017. Perlakuan residu pupuk organik Rancangan Acak Kelompok (RAK). terdiri dari : P0 = Kontrol, P1 = pupuk urea (1,25 g/polybag), P2 = pupuk kascing (125 g/polybag), P3 = pupuk kandang sapi (125 g/polybag), P4 = pupuk bokasi (125 g/polybag), P5 = pupuk organik granul (125 g/polybag) dan P6 = pupuk kompos (125 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu pupuk organik berpengaruh sangat nyata terhadap panjang tanaman sampai umur 5 MST, jumlah daun pada umur 5 MST, bobot basah tanaman, bobot basah akar, bobot kering tanaman serta bobot kering akar. Perlakuan Residu pupuk organik Granul memperoleh daun terpanjang sebesar (38,20 cm/tanaman) dan jumlah daun pada umur 5 MST, terbanyak (15 Helai). Perlakuan residu pupuk organik kascing yang menghasilkan bobot segar tanaman (240,95 g) dan bobot kering tanaman terbaik (13,09 g/tanaman), tidak berbeda dengan residu bokasi dan pupuk kandang sapi dengan hasil produksi rata-rata 207,90 g/tanaman
NILAI KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK Samia cynthia ricini INSTAR 5 YANG DIBERI PAKAN DAUN KETELA POHON Gobai, Orgens; Iskandar, Ahmad; Susanti, Sri
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The quality of cassava leaves of different varieties will affect the growth of silk worm instar 5, cocoon quality, and quality of the resulting fiber. To increase the production of coconut so cassava leaves required superior can be used as silkworm feed. The purpose of the study was to determine the amount of digestibility and consumption of different varieties of cassava leaves, on the growth of silkworms. The method used in this research is the Randomized Complete Random Design (RAL) method, followed by BNT test in the direction of 3 treatment pattern, the treatment (P1) cassava leaves of varieties faroka, the treatments (P2) cassava leaves shrimp varieties and P3 leaves of cassava varieties rubber. The results of the study showed that the consumption and digestibility of dry matter and organic matter was very significant (P
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI CABAI MERAH(Capsicum annum L.) DI DESA SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Daniel, Jefri; Arvianti, Eri Yusnita; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepanjen District is one of the chili production centers in Malang Regency. The important thing in yaiut red chili farming in every year the production of red chili has a good change in red chili production, the prospect in this red chili business also has potential that can be developed because it is estimated that each year the number of red chili needs will change in line with the increasing number population. Analysis of the feasibility of red chili farming in Sengguruh Village, Kepanjen Subdistrict, Malang Regency by determining the sampling usingtechniques probability sampling using proportional simple random sampling. Of the population known there are 95 farmers and the precision set between 0.15 or 15% with a confidence level of 85%, the size of the sample in this study was 30 respondents. By determining the fixed cost = Rp. 1,566,170.04, variable cost = Rp. 11,328,403.69, total cost = Rp. 12,894,573.73, revenue / season = Rp. 35,020,000, income = Rp. 22,125,426.27, Revenue Cost Ratio. Based on the results of the business feasibility analysis, shows the feasibility analysis of red chili farming in the village of Sengguruh, Kepanjen sub-district, Malang district is feasible to be managed with a R / C value of 2.71. Kecamatan Kepanjen merupakan salah satu sentra produksi cabai yang ada di Kabupaten Malang. Hal penting dalam usaha tani cabai merah yaiut di setiap tahun produksi jumlah cabai merah mengalami perubahan baiknya produksi cabai merah, prospek dalam usaha cabai merah ini juga mempunyai potensi yang bisa di kembangkan karena diperkirakan setiap tahun jumlah kebutuhan cabai merah akan berubah sejalan dengan bertambah nya jumlah penduduk.Analisa kelayakan usaha tani cabai merah di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malangdengan menentukan pengambilan sampel dengan teknik probabilitysampling dengan menggunakan proportional simple random sampling.Dari populasi yang diketahui ada95 petani dan presisi yang ditetapkan antara 0,15 atau 15% dengan tingkat kepercayaan 85%, maka besarnya sampel pada penelitian ini adalah 30 responden.Dengan menentukan biaya tetap =Rp. 1,566,170.04, biaya variabel = Rp. 11,328,403.69, biaya total = Rp. 12,894,573.73, penerimaan/musim = Rp 35.020.000, pendapatan = Rp 22,125,426.27, Revenue Cost Rasio. Berdasarkan hasil dari hitungan analisa kelayakan usaha, menunjukkan analisis kelayakan usaha tani cabai merah di desa sengguruh kecamatan kepanjen kabupaten malang layak diusahakan dengan nilai R/C yaitu 2,71.