cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 748 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT DENGAN TERJADINYA KARIES GIGI PADA ANAK USIA 3-5 TAHUN DI RW 07 KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Katarina Lolon Robiwala; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1120

Abstract

Pengetahuan orang tua sangat penting sebagai dasar terbentuknya perilaku yang mendukung atau tidak mendukung kebersihan gigi dan mulut pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua tentang kebersihan gigi dan mulut dengan terjadinya karies gigi pada anak usia 3-5 tahun di RW 07 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi anak usia 3-5 tahun di RW 07 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang yang berjumlah 33 orang. Besar sampel 33 anak dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan chi-square dengan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah responden memiliki pengetahuan cukup, yaitu sebanyak 14 orang (43%), sebagian besar anak mengalami karies gigi, yaitu sebanyak 24 orang (73%). Hasil uji chi square didapatkan p=0,00 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan orang tua tentang kebersihan gigi dan mulut dengan terjadinya karies gigi pada anak usia 3-5 tahun. Diharapkan agar orang tua menganjurkan anak-anak mereka untuk mengosok gigi setiap pagi sesudah sarapan dan sebelum tidur, agar karies gigi tidak terjadi pada anak. ABSTRACT Parental knowledge are essential for the formation of behavior that supports or does not support oral hygiene in children. The purpose of this study was to determine the relationship between parental knowledge about oral hygiene with dental caries in children aged 3-5 years in RW 07 Sub Tlogomas Lowokwaru Malang City. Research design using cross sectional method with population are children aged 3-5 years in RW 07 Sub Tlogomas Lowokwaru Malang City which amount to 33 people. The sample size as 33 people with a total sampling technique. Data were collected with questionnaire. Data were analyzed using chi-square with α=0.05. Results of this research that nearly half of respondents have enough knowledge as many as 14 people (43%), and the majority of children have dental caries as many as 24 people (73%). Chi square analizis showed that p=0.00, that means there is a relationship between parental knowledge about oral hygiene with dental caries in children aged 3-5 years. Recommended to the parents for encourage their children to brushing his teeth every morning after breakfast and before bed, so that is not the case of dental caries in children. Keywords : Parental knowledge; Dental caries; children.
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KESEPIAN PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Nuraini Nuraini; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.575 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.832

Abstract

Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik, saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan, serta tidak terlepas dari suatu hubungan yang terjadi antar individu, sosial, dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian dari individu masih merasa kesepian ketika tidak memiliki teman interaksi untuk berbagi masalah dan secara tidak langsung mengalami perubahan yang dialami oleh khususnya lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kesepian Pada Lansia Di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali, jadi tidak ada follow up. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji pearson’s. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sampel. Tehnik sampling menggunakan total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan p-value 0,000 < (0,05) yang berarti H0 ditolak artinya ada hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia. Diharapkan bagi usia lanjut untuk melakukan sesuatu yang merupakan kunci untuk mengatasi kesepian seperti menjalin kontak sosial dengan teman dan tetangga.
PENGARUH BERMAIN PERAN TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) DI TK TUNAS BANGSA BONTI KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT Engga Engga; Atti Yudiernawati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.582 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.679

Abstract

Prasekolah merupakan usia yang sangat kritis karena anak sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik motorik kasar, motorik halus, bahasa maupun perkembangan sosial. Anak usia prasekolah merupakan masa bermain, metode yang digunakan sebaiknya yang mengandung unsur bermain, seperti bermain peran. Tujuan penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia prasekolah (4-6 tahun) di TK Tunas Bangsa Bonti Kabupaten Sanggau. Metode penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan one group Pre-Post Test Design, Populasi penelitian sebanyak 38 siswa, pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dengan observasi. Metode analisa data menggunakan Uji Wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebelum pemberian tindakan bermain peran lebih dari separuh (53,4 %) yaitu 8 orang dengan perkembangan sosial kurang. Setelah pemberian tindakan bermain peran sebagian besar yaitu 13 orang (86.7%) dengan perkembangan sosial baik, sedangkan hasil uji wilcoxon sign rank test membuktikan bahwa nilai p-value = (0,002 < 0,050) H0 di tolak, artinya ada pengaruh tindakan bermain peran terhadap perkembangan sosial anak usia 4-6 tahun di TK Tunas Bangsa Bonti Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. Saran bagi penelitian selanjutnya untuk meneliti tindakan bermain peran terhadap perkembangan sosial pada daerah dengan karakteristik yang berbeda lagi.
PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI WILAYAH PUSKESMAS DAU MALANG Nuraisyah Siregar; Tanto Hariyanto; Zaky Soewandi Ahmad
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.930

Abstract

Tingkat kepuasan pasien didasarkan oleh adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga pelayanan kesehatan dituntut profesional, cepat, bersih dan ramah tanpa memandang pasien BPJS maupun Non BPJS. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Dau. Desain penelitian mengunakan komparatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 942 orang, sampel penelitian ditentukan dengan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang digunakan yaitu uji mann whitney. Hasil penelitian membuktikan 26 (57,8%) pasien BPJS puas terhadap kualitas dan 30 (66,7%) pasien BPJS merasakan kualitas pelayanan baik, 28 (62,2%) pasien Non BPJS puas terhadap kualitas pelayanan dan 32 (71,1%) pasien non BPJS merasakan kualitas pelayanan baik. Hasil uji mann whitney didapatkan p value = (0,004) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tingkat kepuasan pasien BPJS dan pasien non BPJS terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas Dau. dapat disimpulkan bahwa pasien Non BPJS merasakan pelayanannya lebih baik dibandingkan pasien BPJS. ABSTRACT Patients’ satisfaction level is based on the good quality of health service, so that health service is required professional, fast, clean and friendly without distinguishing BPJS (social security administrator) patients or non BPJS patients. This research aimed to find out differences of satisfaction level of BPJS and Non BPJS patients toward service quality in Puskesmas Dau Malang. Design of the research used comparative. Populations in this research were 942 people, research samples were determined by quota sampling technique with 90 people. The instrument of collecting the data used questioner. Data analysis method was Mann Whitney. The result of the research proved that 26 (57.8%) BPJS patients were satisfied toward the quality service and 30 (66.7%) of BPJS patients felt good quality service, 28 (62.2%) non BPJS patients were satisfied toward quality service and 32 (71.1%) non BPJS patients felt good quality service. The result of man Whitney test obtained that p value = (0.004) < (0.050), it can be concluded that there is difference between satisfaction level of BPJS and non BPJS patient toward service quality in Puskesmas Dau. Thus, it can be concluded that Non BPJS patient felt more satisfied than BPJS patients. Keywords: Service Quality; BPJS (social security administrator) patient;, non BPJS patients; Satisfaction Level.
HUBUNGAN HIPERTENSI DENGAN KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI POSYANDU PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Ridwan Ridwan; Dyah Widodo; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.307 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.704

Abstract

Usia lansia mulai mengalami penurunan-penurunan fungsi organ tubuh sebagai proses alamiah, kondisi tersebut biasanya disertai dengan berbagai jenis gangguan kesehatan salah satunya hipertensi. Hal tersebut pasti akan berpengaruh terhadap psikologis lansia yang dapat menyebabkan kecemasan akan kondisi kesehatan yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan kecemasan pada lanjut usia di Posyandu Permadi Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan menggunakan istrumen spynonamometer dan kuesioner.Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang aktif dalam kegiatan posyandu sebanyak 60 orang, sampel dalam penelitian ini di ambil menggunakan tekhnik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi sebanyak 38 orang. Teknik analisa menggunakan uji korelasi Spearmen Rank dengan batas kemaknaan (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar sebanyak 21 orang lanjut usia (60,5%) mengalami hipertensi stadium 1 dan sebanyak 28 orang (70,4%) mengalami kecemasan ringan. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan ada hubungan hipertensi dengan kecemasan pada lanjut usia didapatkan p-value sebesar= 0.039 < 0.05. Oleh karena itu bagi lansia agar lebih tanggap atas hipertensi yang diderita sehingga hipertensi tidak berulang kembali dan dapat mengurangi tingkat kecemasannya.
HUBUNGAN SIKAP REMAJA PUTRI DENGAN PERAN IBU DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA KELOMPOK USIA 12-13 TAHUN DI KELAS VII SMPN 1 DAU MALANG Ekawati Ekawati; Sri Mudayatiningsih; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.968

Abstract

Menstruasi pertama (menarche) merupakan peristiwa pertanda masa subur sudah dimulai pada remaja putri. Normalnya menstruasi terjadi pada usia 11-16 tahun. Pada menstruasi pertama terjadi, muncul bermacam gambaran fantasi yang dibarengi dengan kecemasan dan ketakutan yang tidak riil, yang semuanya dikaitkan dengan masalah perdarahan. Sehingga menarche merupakan pengalaman yang traumatis bagi remaja putri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan sikap remaja dengan peran ibu dalam menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 94 responden, sampelnya sebanyak 43 responden dengan menggunakan tehnik “Purposive sampling”. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian diperoleh data sebagian besar 18 (41,86%) responden mendapatkan peran ibu cukup baik dan sebagian kecil 4 responden (9,30%) mendapatkan peran ibu yang tidak baik. Sedangkan sikapnya sebagian besar 26 responden (60,50%) memiliki sikap favoreble dan sebagian kecil 17 responden (39,5%) bersikap unvaforeble. Analisa data dengan iju Spearman Rank diperoleh koefisien korelasi (ρ value) (0,001) < α (0,05) artinya ada hubungan antara peran ibu dengan sikap remaja putri usia 12-13 tahun dalam menghadapi menarche di SMPN 1 Dau Malang. Saran yang dapat direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan populasi yang lebih besar dan dengan penambahan metode pengukuran instrumen penelitian berupa pengamatan dan wawancara langsung dengan ibu dan remaja. ABSTRACT Menarche as first menstrual period is the most important event in young women as a sign of fertility. Normally menstruation occurs at the age of 11-16 years. At the menarche it appears various fantasy description coupled with anxiety and fear which are not real, those are associated with bleeding problems. So that menarche is a traumatic experience for female adolescents. The purpose of the study was to determine the relationship between female adolescent’s attitude and mother’s role in facing menarche. This study used correlational design with cross sectional approach. The population in this study was 94 respondents, samples were 43 respondents by using purposive sampling technique. The data analysis used by Spearman Rank test. The results obtained from the data were 18 respondents (41.86%) got good enough mother’s role and 4 respondents (9.30%) did not get good mother’s role. While for the female adolescent’s attitude of 26 respondents (60.50%) had favorable attitude and 17 respondents (39.5%) were unvaforeble. The data analysis by using Spearman Rank test showed correlation coefficient (ρ value) (0.001)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN SIKAP UNTUK MENGIKUTI IMUNISASI HUMAN PAPILLOMA VIRUS (HPV) DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Petrasia Amelia L. Nahak; Roni Yuliwar; Warsono Warsono
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.549 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.762

Abstract

Faktor resiko terjadinya kanker serviks salah satunya adalah Usia pertama kali menikah, Menikah pada usia kurang 20 tahun dianggap terlalu muda untuk melakukan hubungan seksual dan berisiko terkena kanker serviks 10 - 12 kali lebih besar daripada mereka yang menikah pada usia > 20 tahun. Sejak diketahui bahwa HPV memiliki pengaruh yang besar terhadap kejadian kanker serviks, vaksinasi HPV merupakan pilihan yang ideal untuk program pencegahan kanker serviks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan sikap untuk mengikuti imunisasi Human Papiloma Virus (HPV) di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang sudah menikah kurang dari 21 tahun di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang sebanyak 35 orang dan sampel penelitian yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Chi-Square dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang kanker serviks, sebagian besar dikategorikan baik sebanyak 27 orang ibu (77,14%) dan sikap untuk mengikuti imunisasi Human Papiloma Virus (HPV), sebagian besar dikategorikan Favorable (baik / positif / mendukung) sebanyak 35 orang ibu (100%), sedangkan hasil Chi-Square didapatkan Pearson Chi-Square = 0,029 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima. Artinya ada hubungan pengetahuan ibu tentang kanker serviks dengan sikap mengikuti imunisasi Human Papilloma Virus (HPV) pada ibu-ibu di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.
PERBEDAAN JERAWAT PADA REMAJA YANG MEMAKAI DAN TIDAK MEMAKAI SABUN AROMATERAPI LAVENDER DI PSIK UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG SEMESTER VII Esti Citra Sari; Joko Wiyono; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1111

Abstract

Permainan puzzle merupakan permainan yang baik untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Terutama pada anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) yang kemampuan motorik halusnya sangat terlambat sekali. Hal ini disebabkan karena anak ADHD memiliki gangguan neuro-biologis di dalam otak yang mana gangguan ini dapat secara parah mengganggu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan puzzle terhadap kemampuan motorik halus anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) usia 3-10 tahun di Yayasan Bhakti Luhur. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimen. Teknik sampling menggunakan teknik “Sampling Jenuh’’. Sampel sebanyak 9 responden. Pengumpulan data dengan cara observasi. Analisa data menggunakan uji t. Dari hasil penelitian diketahui sebanyak 7 anak ADHD (77,8%) mempunyai kemampuan motorik halus cukup sebelum diberikan permainan puzzle dan sebanyak 6 anak ADHD (66,7%) mempunyai kemampuan motorik halus baik setelah diberikan permainan puzzle. Dari hasil analisa data menggunakan T-test diperoleh nilai t : -8.000 dengan df 8 dan Sig (2-tailed) 0.000. Hal ini menunjukan pengaruh yang nyata dimana nilai p value (0,000) lebih kecil dari nilai α 0,05 artinya terdapat pengaruh permainan puzzle terhadap kemampuan motorik halus anak ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Usia 3-10 Tahun di Yayasan Bhakti Luhur. Bagi penelitian selanjutnya dapat dikembangkan menjadi penelitian tentang pengaruh permainan puzzle terhadap kemampuan motorik halus dan bahasa pada anak ADHD. ABSTRACT Puzzle game is a good game to enhance fine motor skills of children. Especially in children with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) are fine motor skills much too late. This is because the children with ADHD have a neuro-biological disorder in the brain where this disorder can be severely bother the growing and the development of the child. This study aimed to determine the effect of puzzle games on the fine motor skills of children with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) age 3-10 years at Bhakti Luhur Foundation. Methods of this study used a pre-experimental research design. Sampling technique used "Sampling Saturated'' technique. Samples as many as 9 respondents. Data collection by observation. Data analysis used the t test. The results showed as many as 7 children with ADHD (77.8 %) have enough fine motor skills before being given a puzzle game and as many as 6 children with ADHD (66.7 %) have good fine motor skills after a given puzzle game. From the analysis of data used the T -test was obtained value of t : -8000 with df 8 and Sig (2-tailed ) 0.000. This shows a real effect or significant influence where p value (0.000) is smaller than the value of α 0.05 so Hi acceptable means there is an effect of puzzle game on the fine motor skills of children with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) Age 3-10 Years at Bhakti Luhur Foundation. For further research can be developed into research on the influence of puzzle games on fine motor skills and language in children with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Keywords: ADHD; Puzzle game; fine motor skills.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KESIAPAN ANAK USIA 10-12 TAHUN DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN PUBERTAS (SDN 02 Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang) Mutiara Kahayani; Dyah Widodo; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.168 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.823

Abstract

Pada anak usia sekolah akan mengalami masa perkembangan pubertas, dimana masa tersebut mereka mengalami perubahan fisik dan psikis yang pesat. Sebagian besar anak mengalami hal tersebut sebelum mereka belum ada yang tahu tentang apa itu perkembangan pubertas. Kebanyakan mereka mengaku merasa cemas, khawatir, deg-degan dan ingin tahu banyak tentang masalah itu apabila masa itu datang. Tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kesiapan anak usia 10-12 tahun dalam menghadapi perkembangan pubertas.Penelitian ini menggunakan desain penelitian ini adalah korelasi. Sampel populasi adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 di SDN 02 Jambuwer 2017 sejumlah 41 responden, dengan teknik total sampling. Pengambilan data dengan kuesioner dan analisa data menggunakan Uji Statistik Spearman (Rho) α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dari 41 responden didapatkan pengetahuan baik sebanyak 31 responden (75,6%) dan tingkat kesiapan yang baik pula sebanyak 35 responden (85,3%) siap dalam menghadapi perkembangan pubertas. Pada Uji Statistik Spearman (Rho), diperoleh hasil probabilitas 0,001, tingkat koefisien korelasi sedang 0,485, sehingga di simpulkan ada hubungan pengetahuan dengan kesiapan anak usia 10-12 tahun dalam menghadapi perkembangan pubertas di SDN 02 Jambuwer Kecamatan Kromengan.Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya, diharapkan menindak lanjuti peran orang tua dalam memberikan pengetahuan anak tentang perkembangan pubertas.
HUBUNGAN ANTARA AKTIFITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA BANJAREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Egas A. Da Costa Xavier; Swito Prastiwi; Mia Andinawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.563 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.658

Abstract

Penurunan aktivitas fisik pada lansia meningkatkan resiko hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Desa Banjarejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Desain penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 30 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling.Aktivitas fisik diukur menggunakan instrumen General Practise Physical Activity Questionnaire (GPPAQ).Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Momonet.Aktivitas fisik responden tergolong dalam kategori sedang (70%). Tekanan darah pada lansia dengan hipertensi tahap I sebesar 56,7%. Hasil analisa bivariat menunjukkan p value (0,029)< α (0,05) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia. Lansia disarankan untuk melakukan aktivitas fisik yang rutin misalnya berjalan dengan kecepatan rata-rata selama 30 menit setiap hari, bersepeda dan senam serta melakukan pemeriksaan secara teratur.