cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2019)" : 32 Documents clear
EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BERSEHATI TERHADAP TATA RUANG KOTA MANADO Bata, Aprisela Previa Petris; Egam, Pingkan P.; Makarau, Vicky H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Bersehati merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Manado. Berdasarkan RTRW Kota Manado, Pasar Bersehati termasuk dalam pusat pelayanan kota meliputi pusat perdagangan dan jasa. Lokasi pasar strategis yaitu berada di pusat Kota Manado. Masalah yang sering terjadi seperti kemacetan, aksesibilitas, pengelolaan manajemen, fasilitas sarana prasarana, kondisi kenyamanan dan keamanan di lokasi pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Pasar Tradisional Bersehati baik dari segi fisik maupun non fisik serta ingin mengetahui persepsi masyarakat berkaitan dengan eksistensi pasar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif (mixed method) dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa eksistensi Pasar Bersehati dapat melayani masyarakat yang ada di Kota Manado, tetapi lebih cenderung untuk masyarakat yang berada di bagian wilayah tengah dan utara Kota Manado, selain itu juga sebagai pasar yang memfasilitasi masyarakat yang berada di Kecamatan Bunaken Kepulauan. Berdasarkan SNI, ruang yang memenuhi standar 41% sedangkan 59% tidak memenuhi standar. Dalam aspek kenyamanan dan keamanan berdasarkan persepsi masyarakat menunjukkan bahwa nilai kenyamanan dan keamanan pada pasar tersebut tergolong kurang seperti dari segi kebersihan, penandaan sirkulasi papan nama zonasi, dan penjagaan pada lokasi Pasar Bersehati.Kata Kunci: Eksistensi, Pasar Tradisional Bersehati, SNI
KAJIAN PENGEMBANGAN PESISIR TELUK MANADO SEBAGAI KOTA TEPI PANTAI Hudha, Nurul; Rondonuwu, Dwight M.; Suryono, -
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Teluk Manado.  Kondisi dinamis kawasan pesisir Teluk Manado yang telah ditetapkan sebagai kawasan strategis dalam rencana tata ruang wilayah kota membuat kawasan ini terus mengalami perubahan dalam pengembangannya. Wilayah pesisir Teluk Manado dalam pengembangannya kurang memperhatikan karakteristik dan potensi yang ada pada kawasan serta peraturan yang ada sehingga kurang sesuai dengan fungsi zonasi kawasan yang telah diatur. Penelitian ini dilakukan di sepanjang pesisir Teluk Manado yang meliputi 21 (dua puluh satu) kelurahan yang termasuk dalam Kawasan Pesisir Manado. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Karakteristik kawasan pesisir Teluk Manado serta menganalisis strategi pengembangan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik serta potensi yang ada. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan  karakteristik kawasan pantai Kota Manado terdiri dari  recretional waterfront, commercial waterfront, residencecial waterfront, historical waterfront  dan cultural waterfront. Adapun strategi dan arahan pengembangan berupa penataan kembali kawasan perdagangan dan jasa di sepanjang pantai, pengembangan wisata kampung nelayan, mengembangkan Kawasan permukiman vertikal dengan fungsi mixed used pada kawasan padat bangunan, meningkatkan fungsi kawasan pelabuhan menjadi pelabuhan wisata, meningkatkan fungsi kawasan wisata bahari, menyediakan ruang untuk aktivitas nelayan seperti penyediaan tambatan perahu dan pelabuhan kecil, serta mengembangkan kawasan hutan mangrove menjadi kawasan wisata.Kata Kunci: Pengembangan pesisir, tepi air, teluk Kota Manado
KAJIAN KERENTANAN FISIK BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN TOMOHON UTARA Haribulan, Renhard; Gosal, Pierre H.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan negara Indonesia di garis katulistiwa menjadikannya memeliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi, akibatnya negara ini menjadi sangat rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Kerentanan tanah longsor sering terjadi pada kondisi lereng curam, adanya bidang luncur (kedap air) di lapisan bawah permukaan tanah dan terdapat tanah di atas lapisan kedap jenuh air. Terdapat 2 variabel/faktor penentu kerentanan longsor yaitu faktor alami dan faktor manajemen seperti tragedi bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Tomohon Utara pada awal 2014, mengingat Kecamatan Tomohon Utara sendiri hampir semua berada di daerah perbukitan hal ini yang membuat daerahnya begitu rentan terhadap bencana longsor. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana longsor dan mengkaji tingkat kerentanan longsor terhadap lahan terbangun pemukiman Kecamatan Tomohon Utara. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan superimpose (overlay), data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kerentanan bencana longsor kemudian di overlay lagi dengan peta lahan terbangun dan tidak terbangun sehingga dapat menetepkan kawasan ? kawasan rentan longsor di kawasan lahan terbangun pemukiman. Hasil studi di ketahui bahwa seluas 628,14 Ha atau 14,8% dari luas Kecamatan Tomohon Utara berada di tingkat kerentanan tinggi dan seluas 118,48 Ha atau 2,8% termasuk kedalam klasifikasi lahan terbangun tingkat kerentanan longsor tinggi yang artinya hampir sebagian besar daerah pemukiman yang berada di Kecamatan Tomohon Utara berada di daerah rentan longsor.Kata kunci: bencana, rentan longsor, Kecamatan Tomohon Utara, Sistem Informasi Geografis
ANALISIS MORFOLOGI PERMUKIMAN DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN TUMPAAN Simaela, David Heryyanto; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan morfologi di sebabkan karena pekembangan perumahan dan permukiman sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan intensitas pembangunan yang semakin meningkat. Perkembangan perumahan dan permukiman mempunyai fisik terbesar dalam pertumbuhan kota. Berdasarkan RTRW Kab.Minahasa Selatan 2014-2034 luas wilayah kecamatan Tumpaan 7.853 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan permukiman dan proses perubahan hunian di kawasan pesisir kecamatan Tumpaan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode distribusi frekuensi kumulatif dan metode analisis diakronik dengan pendekatan spasial. Teknik analisis yang di gunakan dalam pertumbuhan permukiman berupa peta perubahan permukiman tahun 2005-2010-2017 dari software Arcgis 10.3 untuk menggambarkan morfologi permukiman pesisir kecamatan tumpaan ke arah daratan atau sejajar dengan garis pantai dan menentukan proses perubahan hunian berupa peta time series pola hunian (ha), Aksesibilitas (Km), Kepadatan Bangunan (bangunan/ha). Dari hasil analisis yang dilakukan pertumbuhan permukiman pesisir kecamatan Tumpaan tergolong dalam klasifikasi neighborhood serta membentuk morfologi arah daratan dan morfologi selari. Proses perubahan hunian berdasarkan pola hunian tertinggi di desa Tumpaan Dua sebesar 58,66 ha. Berdasarkan Aksesibilitas tertinggi di desa Matani sebesar 14 Km. Berdasarkan Kepadatan Bangunan tertinggi di desa Matani Satu sebesar 137 bangunan/ha.Kata Kunci : Morfologi, Permukiman, Pesisir.
DAYA DUKUNG LAYANAN ANGKOT BERDASARKAN JARAK JANGKAUAN MASYARAKAT TERHADAP JALUR TRAYEK DI KOTA MANADO Wakari, Viona V.; Rogi, Octavianus H.A.; Makarau, Vicky H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi umum di Kota Manado memegang peran yang penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Terdapat indikasi bahwa proporsi pengguna angkutan umum semakin lama semakin berkurang terutama diperhadapkan dengan aksesibilitas terhadap pilihan moda transportasi yang lain misalnya angkutan online dan lain-lain. Indikasi penurunan ini perlu dibuktikan terkait seberapa besar daya dukung angkot sebagai salah satu moda transportasi yang bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat. Dalam penelitian ini, penurunan penggunaan angkot diakibatkan karena ada tawaran moda yang lain dan masalah dari daya dukung pelayanan transportasi umum. Disisi lain juga bahwa tingkat penggunaan angkot di pengaruhi oleh jangkauan trayek angkot dari konsentrasi hunian penduduk dengan jarak jangkauan yang mengakibatkan aksesibilitas masyarakat terhadap angkot makin menurun dan itu dibuktikan dengan rendahnya proporsi pengguna kendaraan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi jarak jangkauan masyarakat terhadap rute trayek angkot dan mengetahui proporsi penduduk yang terlayani dan tidak terlayani dari jarak jangkauan ideal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yaitu analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan. Selanjutnya menggunakan analisis buffer dengan alat bantu GIS (geographic information system). Analisis buffer inilah yang mampu mendapatkan hasil proporsi penduduk dari area-area buffer dengan jarak preferensi yang dianalisis. Dari hasil studi, didapatkan 2 hal yaitu preferensi masyarakat terhadap jarak berjalan ideal rata-rata Kota Manado yaitu 154m dari jalur angkot dan proporsi penduduk yang terlayani pada area buffer hanya 2 kecamatan dan 8 kecamatan lainnya belum terlayani.Kata Kunci: Transportasi, Angkot, Jarak , dan Proporsi
KAJIAN SEBARAN & KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI PERKOTAAN TONDANO Karouw, Claryta Jeanette V.; Moniaga, Ingerid L.; Karongkong, Hendriek H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan amanat UU No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, di dalam wilayah kabupaten atau perkotaan harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30% dari luas wilayah. RTH yang dimaksud adalah RTH publik dan RTH privat dengan proporsi masing-masing 20% dan 10%. Baik RTH publik maupun privat memiliki fungsi utama sebagai fungsi ekologis dan fungsi tambahan diantaranya sosial & budaya, ekonomi, dan estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi eksisting sebaran ruang terbuka hijau dan menganalisis ketersediaan ruang terbuka hijau di Perkotaan Tondano. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis spasial. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Peraturan Menteri PU No: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH perkotaan yaitu RTH Publik dan RTH Privat. Tahapan analisis data dilakukan secara bertahap yaitu 1) memetakan sebaran RTH dengan menggunakan ArcGIS 10.3, 2) menghitung persentase luas RTH menggunakan rumus persamaan RTH 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting sebaran RTH di Perkotaan Tondano, terbagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu RTH Publik yang terdiri atas, Taman Kota, Hutan Kota, Jalur Hijau Jalan, Sabuk Hijau, Sempadan Sungai, Sempadan Danau, Pemakaman, Pertanian, dan RTH Privat berupa, Pekarangan. Ketersediaan RTH Perkotaan Tondano sudah melebihi amanat Undang-Undang yaitu seluas 1787,17 ha atau sebesar 79,2% (>30%) dari keseluruhan luas wilayah perkotaan. Perkotaan Tondano memiliki luas RTH Publik sebesar 1321,92 ha atau 58% (>20%) dan RTH Privat yaitu 465,25 ha atau 20% (>10%).Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Ketersediaan, Sebaran
ANALISIS POTENSI WISATA BUDAYA DI KOTA TERNATE DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PARIWISATA PERKOTAAN Hi. Adam, Nurul Farha; Wuisang, Cynthia E.V.; Mandey, Johansen C.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Ternate merupakan salah satu kota yang menyimpan sejarah bagi bangsa Indonesia dan memiliki potensial untuk menjadi daya tarik wisata budaya, hal ini dapat dilihat dari beberapa peninggalan bangunan sejarah kolonial maupun keagamaan yang memiliki nilai sejarah dan nilai budaya yang tinggi. Objek Wisata budaya di Kota Ternate yang paling signifikan terlihat terdapat di Kecamatan Ternate Utara. Ternate Utara merupakan kecamatan dengan Jumlah objek wisata budaya berdasarkan karakteristik cagar budaya sebanyak 6 objek diantaranya Kedaton kesultanan Kota Ternate, Taman Dodoku Ali dan Benteng Kota Naka terdapat di Kelurahan Salero, Masjid Kesultanan Terdapat di Kelurahan Soa Sio, Benteng Toloko terdapat di Kelurahan Sangadji, dan Masjid Heku terdapat di Kelurahan Akehuda. Namun, dari beberapa objek yang ada hanya beberapa diantaranya yang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik objek wisata budaya yang ada di Kecamatan Ternate Utara serta menganalisis dan menentukan strategi pengembangan wisata budaya dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini yaitu memperoleh potensi tiap objek berdasarkan karakteristik wisata budaya dan arahan pengembangan untuk objek wisata budaya yang ada di Kecamatan Ternate Utara Kata Kunci: Potensi Wisata Budaya, Pariwisata, Kota Ternate
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN KABUPATEN SORONG Da Costa, Alarico; Mononimbar, Windy; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Aimas di Kabupaten Sorong merupakan salah satu Distrik yang kondisi lahannya harus diperhatikan karena merupakan wilayah yang makin berkembang salah satunya adalah permukiman. Kondisi fisik lahan di Distrik Aimas sangat bervariasi mulai dari morfologi bergunung dan kemiringan lereng yang curam oleh karena itu perlu dianalisis kemampuan dan kesesuaian lahan untuk pengembangan permukiman yang ada di Distrik Aimas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan analisis spasial dengan bantuan SIG (Sistem Informasi Geografis). Analisis data menggunakan pedoman Permen PU No.20/PRT/M/2007 tentang teknik analisis fisik dan lingkungan, ekonomi serta sosial budaya dalam penyusunan tata ruang. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik superimpose/overlay (tumpang tindih) dan analisis skoring untuk pemberian nilai setiap parameter. Tahap analisis ini ialah menggabungkan setiap parameter SKL untuk mendapatkan satuan kemampuan lahan setelah mengetahui daya dukung suatu lahan, selanjutnya digabungkan berdasarkan aspek kesesuaian lahan untuk mendapatkan arahan yang sesuai untuk permukiman. Dari hasil analisis yang dilakukan pada aspek arahan tata ruang pertanian, arahan rasio penutupan, arahan ketinggian bangunan, arahan pemanfaatan air baku, dan perkiraan daya tampung lahan bahwa kesesuaian lahan permukiman di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, memiliki 4 kelas kesesuaian lahan permukiman yaitu Kelas N2, Kelas N1, Kelas S2, Kelas S1. Kelas N2 yakni lahan tidak sesuai untuk permukiman dan tidak ada permukiman, Kelas N1 yakni lahan tidak sesuai untuk permukiman tetapi pada saat ini sudah ada permukiman, Kelas S2 yakni lahan sesuai untuk permukiman tetapi tidak ada permukiman dan Kelas S1 yakni lahan sesuai untuk permukiman dan pada saat ini sudah terbangun permukiman. Kelas kesesuaian lahan yang mendominasi di Distrik Aimas adalah Kelas N2.Kata Kunci: Kabupaten Sorong, kesesuaian lahan, permukiman.
ANALISIS INFRASTRUKTUR KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN KEMA DAN KAUDITAN Sekeon, Gabriella S.; Makarau, Vicky H.; Van Rate, Johannes
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan industri merupakan kawasan produktif suatu wilayah, dimana kawasan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada wilayah tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada kawasan ini adalah infrastruktur sebagai pendukung kegiatan produksi dan distribusi. Kabupaten Minahasa Utara adalah wilayah yang memiliki potensi pada berbagai sektor dimana potensi tersebut mampu dapat penggerak perekonomian daerah, salah satunya potensi industri. Dengan demikian, diperlukan adanya suatu pengembangan infrastruktur yang dapat mengarahkan kawasan industri sehingga mampu menumbuhkan perekonomian Kabupaten Minahasa Utara yang terintegrasi dengan aktivitas pembangunan dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Kema dan Kauditan dan menganalisis kecukupan menunjangnya dalam meningkatkan perekonomian wilayah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif-kuantitatif. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui survei instansional serta data primer dari kuesioner dan observasi lapangan. Data-data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mendapat kondisi eksisting infrastruktur kawasan industri dan kecukupan menunjang dalam meningkatkan perekonomian wilayah, serta analisis SWOT untuk mendapat strategi pengembangan kawasan industri dan prioritas strategi utamanya. Hasil penelitian yaitu: infrastruktur kawasan industri di Kecamatan Kema dan Kauditan menurut masyarakat sekitar sudah memadai sedangkan menurut karyawan di kawasan industri, kondisi infrastruktur masih belum memadai. kondisi infrastruktur yang ada belum cukup menunjang untuk memberi nilai tambah bagi kawasan industri dalam meningkatkan perekonomian wilayah Kabupaten Minahasa Utara karena sebagian besar kawasan industri sudah tidak berproduksi lagi karena berkurangnya bahan-bahan industri untuk di olah juga rusaknya mesin-mesin pengolahan bahan-bahan industri. Dalam analisis SWOT dan pemetaan terhadap kuadran strategi analisis IFAS-EFAS kawasan industri, diketahui bahwa strategi pengembangannya, berada pada kuadran I yaitu growth strategy. Artinya, strategi yang menjadi prioritas utama adalah strategi S-O.Kata kunci: infrastruktur, kawasan industri, SWOT, Kema Kauditan
EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BAGIAN INFRASTRUKTUR UNTUK MENDUKUNG KOTA TIDORE KEPULAUAN SEBAGAI KOTA JASA BERBASIS AGROMARINE Mustafa, Anjas Fahmi; Franklin, Papia J. C.; Wuisang, Cynthia E.V.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persiapan pembangunan dari segi fisik infrastruktur prioritas dapat melalui identifikasi potensi dan serta perencanaan induk dalam mendukung pengembangan Kota Tidore Kepulauan sebagai kota jasa berbasis agromarine. Dengan basis Agromarine yang merupakan percepatan dan mengoptimalkan pembangunan dan percepatan pemanfaatan sumber daya potensial dan unggulan di darat maupun di laut yang meliputi sektor perikanan, pariwisata, pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur menjadi faktor utama untuk mendukung terwujudnya Kota Tidore Kepulauan sebagai kota jasa berbasi agromarine, karena pola agromarine di tekankan harus didukung dengan pembangunan infrasktruktur yang memawadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kota Tidore Kepulauan menjadi kota jasa berbasis agromarine dengan mengidentifikasi dan mengevaluasi 5 bidang pendukung di program infrastruktur.Penelitian ini mengunakan metode analisis Deskrpitif Kualitatif dan evaluatif dengan mengidentifikasi data yang sudah ada di 5 bidang pada program infrastrukutur, dan mengevaluasi menggunakan parameter yang telah di tentukan.Hasil rangkaian analisis yang di lakukan, di peroleh bahwa 5 bidang khususnya program infrastruktur tahun 2016-2018 dari 5 bidang belum semua mencapai target (100%) di antaranya di bidang Petanian 2016, 33% 2017, 33%, 2018, 66%, di bidang perikanan 2016, 50%. 2017, 50%, 2018 50%, di bidang kelauatan 2016, 50%, 2017, 50%, 2018, 50%, di bidang pariwisata 2016, 66%, 2017, 33%, 2018, 66%, di bidang pekerjaan umum 2016, 42%, 2017, 50%, 2018, 65%. 5 bidang pada pogram Infrastruktur banyak yang belum sesuai dengan kebijakan yang di buat oleh pemerintah.Kata Kunci: Agromarine, Program, Infrastruktur, Kota Tidore Kepulauan.

Page 3 of 4 | Total Record : 32