cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SOCIETY
ISSN : 23374004     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Peran Pemerintah Desa Dalam Mengatasi Konflik Sosial Yang Terjadi Di Pertambangan Di Desa Moreah Satu Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara Resaldy M Poluan; Antonius Purwanto; Rudy Mumu
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui Peran Pemerintah Desa Moreah Satu Dalam Mengatasi Konflik Sosial Yang Terjadi Di Pertambangan Di Desa Moreah Satu Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara. Perkembangan industri pertambangan berkaitan erat dengan perubahan lingkungan. Keberadaan kegiatan pertambangan pada tahapan selanjutnya menjadi pemicu munculnya beragam konflik, seperti konflik politik, konflik sosial budaya, konflik ekonomi dan konflik lingkungan. Keberadaan perusahaan tambang di Indonesia kini banyak dipersoalkan oleh berbagai kalangan. Konflik merupakan sebuah gejala sosial yang pasti ada dan selalu muncul di dalam masyarakat dalam setiap kurun waktu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di desa Moerah Sat Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara, dimana daaerah ini merupakan salah satu wilayah pertambangan emas rakyat terbesar di kabupaten tersebut. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Dari penelian ini peranan pemerintah desa moreah satu memang masih terbatas karena belum adanya aturan yang mengikat para penambang dan pemodal lewat peraturan desa (Perdes), tetapi peran pemerintah dalam mengedukasi agar supaya tidak terjadi konflik sudah bagus, apalagi dalam penyelesaiannya pemerintah berhasil meredam konfilk lewat penanganan secara kekeluargaan. Kata Kunci : Peran, Pemerintah Desa, Konflik, Pertambangan
Menurunnya Tradisi Mapalus Di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Samuel Samudra Worotikan; Evelin J.R Kawung; Anthonius Purwanto
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui dampak menurunnya tradisi mapalus di Desa Kamangta Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa. budaya mapalus di manado, Atau Tradisi Mapalus ini seringkali menjadi objek kesejahteraan hingga kerukunan di manado, banyak dari masyarakat manado yang berada di luar daerah manado seringkali membahas tentang budaya tersebut. Dikarenakan budaya ini sudah jarang di temui bahkan sampai ke pelosok desa yang ada di manado lebih jelasnya di desa desa yang ada di minahasa. Dengan hal ini kita harus mengenallebih lanjut TradisiMapalus serta apa yang di unggulkan di dalam tradisi itu tersebut sehingga kita harus menlestarikan Kembali tradis mapalus ini. Namun seiring perkembangan zaman tradisi tersebut mengalami gradasi dan penurunan baik intensitas maupun maknanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa enurunnya tradisi mapalus adalah di nilai sangat merugikan dan mempunyai dampak negatif di setiap individu karena pada masa lampau kehidupan hanya bergantung pada tradisi mapalus ini, menurunnya tradisi mapalus ini di karenakan masyarakat beraktivitas dan bekerja di kota Manado. Kata Kunci : Tradisi, Mapalus, Penurunan
Kepuasan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado Terhadap Penerapan Pembelajaran Dalam Jaringan Di Masa Pandemi Covid-19 Ryo Yoel Gustavo Umboh; Cornelius J Paat; Selvie Tumengkol
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus Covid-19 telah menjadi pandemi dunia dan menyebar secara luas ke berbagai negara di seluruh dunia, seperti yang dinyatakan oleh WHO. Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah pada sektor pendidikan, yaitu melakukan perubahan pembelajaran dari pembelajaran tatap muka di kelas menjadi pembelajaran dalam jaringan (online). Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui kepuasan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi Manado terhadap penerapan pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan pembelajaran yang memanfaatkan internet dan media digital disertai dengan aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas dalam penyampaian materinya, dan kemampuan untuk memunculkan berbagai jenis interaksi pembelajaran. Kepuasan mahasiswa adalah sikap positif mahasiswa terhadap pelayanan lembaga pendidikan tinggi karena adanya kesesuaian antara harapan dari pelayanan dibandingkan dengan kenyataan yang diterimanya. Kepuasan mahasiswa FISIP bisa diukur oleh seberapa puas mereka menjalani perkuliahan dengan metode dalam jaringan (daring) ini, maka dari itu perlu lagi untuk didalami bagaimana tanggapan para mahasiswa FISIP akan pembelajarang daring. Kata Kunci: Kepuasan, Pembelajaran Daring, Covid-19, Mahasiswa
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Dalam Lingkungan Sosial Ekonomi dan Kesehatan (Studi Kasus Kelurahan Buha Kecamatan Mapanget Kota Manado) Agustina Maria Tuuk; John Zakarias; Juliana Lumintang
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ditempat pembuangan akhir sampah TPA Buha sampai saat ini sampah di TPA sudah menggunung, bahkan sampai berserakan dijalan dan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat hal ini sangat mengangu warga yang tinggal disekitar sudah bamyak yang mengeluh terkait bau sampah yang menyengat, sampai saat ini terlihat sampah-sampah di TPA sudah berserakan sebenarnya sampah tidak sampai kejalan, jika alat berat ada banyak, karena alat berat yang digunakan tinggal satu saja yang dipakai jadi proses pekerjaan terhambat. Dalam menjawab permasalahan yang ditemukan, penelitian yang dilakukan menngunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Studi Kasus Kelurahan Buha Kecamatan Mapanget Kota Manado dengan fokus penelitian pada 8 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Timbunan kondisi sampah TPA Buha dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan baik itu dari masalah langsung maupun tidak langsung bagi penduduk kota terutama daerah di sekitar tempat penumpukan sampah Buha. Dampak langsung dari penangan sampah yang kurang bijaksana diantaranya akan menimbulkan berbagai macam masalah dan pengelolaan sampah yang kurang baik dapat membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat seperti bau yang tidak sedap, pemandangan yang buruk karena sampah berceceran dimana-mana dan kesehatan pun terganggu seperti gatal-gatal yangdirasakan oleh masyarakat sekitar. Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) adalah tempat yang digunakan untuk membuang sampah yang tidak dapat diolah lagi. Kata Kunci : Tempat Pembuangan Sampah, Lingkungan, Sosial Ekonomi, Kesehatan
Gaya Hidup Keluarga Menikah Usia Dini di Desa Minanga Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Lourin M Wenur; Juliana Tumiwa; Shirley Y.V.I Goni
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup atau lifestyle adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gayah hidupnya. Gaya hidup masyarakat saat ini adalah untuk menunjukan jati diri mereka untuk menunjukan siapa mereka. Di zaman modern ini banyak keluarga yang melakukan bermacam gaya hidup, salah satunya yang paling dominan adalah gaya hidup tinggi. Gaya hidup tinggi juga terjadi dalam keluarga muda atau pada keluarga yang menikah di usia dini. Fenomena sosial mengenai pernikahan dini di Indonesia merupakan salah satu faktor yang sering terjadi di tanah air, baik pernikahan dini yang terjadi di perkotaan maupun pedesaan. Hal ini terjadi karena kesederhanaan pola pikir masyarakat sehingga masalah ini akan terjadi secara terus menerus. Selain itu, ada beberapa faktor pendukung seperti pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya sangat berpengaruh dengan dilakukannya pernikahan usia dini. Pada dasarnya kebanyakan keluarga yang menikah di usia dini hanya karena sudah hamil di luar nikah, jadi belum ada kesiapan dan belum mapan sehinggah ekonomi keluarga yang menikah di usiah dini masih cenderung memiliki ekonomi yang rendah. Di sisi lain seiring perkembangannya zaman saat ini banyak hal-hal yang menjadi permasalahan yang mempengaruhi gaya hidup keluarga yang menikah di usia dini. Keluarga yang menikah di usia dini kebanyakan menerapkan gaya hidup yang tinggi tapi tidak setara dengan perekonomian keluarga. Penelitian ini menggunakan metode oenelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di Desa Minanga Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara, dan informan yang diwawancarai ada 12 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Gaya hidup keluarga menikah usia dini di Desa minanga menerapkan gaya hidup tinggi yang tidak sesuai dengan perekonomian keluarga dikarenakan pemikiran keluarga yang menikah di usia dini masih labil.. Kata Kunci : Gaya Hidup, Keluarga, Menikah, Usia Dini
Penyalahgunaan Minuman Alkohol (CAPTIKUS) Terhadap Remaja Dikelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado Reyne M.S. Paat; Lisbeth Lesawengen; Rudy Mumu
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi alkohol baik dikalangan remaja maupun dikalangan adalah sebuah masalah kesehatan yang sangat serius, meminum alkohol dibawah umur beresiko negative bagi kesehatan dan sosial seperti gangguan perkembangan otak sehingga mempengaruhi kosentrasi pada saat belajar sehingga prestasi akademis menjadi buruk, bunuh diri dan depresi. Kehilangan memori dan resiko tinggi terhadap perilaku seksual, kecanduan serta menyebabkan kekerasan terhadaporang disekitanya, dan kecelakaan saat berkendara bermotor maupun mobil (cederadan menyebabkan kematian. Dalam menjawab permasalahan yang ditemukan, penelitian yang dilakukan menngunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea Kota Manado “Penyalahgunaan Alkohol (Captikus) Terhadap Remaja” dengan fokus penelitian pada 10 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Penyalahgunaan dalam hal ini konsumsi minuman keras beralkohol tidak bisa dipandang sebelah mata karena dampak yang terjadi yang mengakibatkan banyak remaja yang sudah menjadi kebiaasaan buruk bagi mereka, sungguh tragis bila melihat dan mendengar para remaja yang dianggap sebagai agen perubahan, harus mengenal dan menyalahgunakan minuman keras. Kata Kunci : Penyalahgunaan, Captikus, Remaja
Peranan Modal Sosial Ekonomi Dalam Diversifikasi Pekerjaan Masyarakat Petani Di Desa Tonsawang Kecamatan Tombatu Minahasa Tenggara Fernando Wola; Anthonius Purwanto; Evelin J.R. Kawung
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sendiri merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja dilahan pertanian.Lahan pertanian menjadi salah satu faktor penunjang kebutuhan hidup masyarakat terutama masyarakat pedesaan.Masyarakat pedesaan pada umumnya adalah masyarakat yang mengagunakan sumber daya alam pada bidang agraris, di mana masyarakat tersebut secara turun temurun melakukan aktivitas pada sektor pertanian, sehingga masyarakat yang ada di daerah pedesaan dan pinggiran memperoleh penghasilan atau mengandalkan usaha yang bergerak di bidang pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan modal ekonomi dan modal sosial dalam diversifikasi pekerjaan petani cengkeh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan orientasi petani merupakan perubahan pandangan atau cara berfikir untuk mencukupi kebutuhan tidak hanya dari sektor pertanian, tetapi juga mengandalkan dari sektor nonpertanian.Walaupun para petani pada umumnya mengerjakan berbagai pekerjaan yang berhubungan dengan pertanian, namun dalam masyarakat pedesaan juga terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak merupakan dari kegiatan pertanian seperti melakukan pekerjaan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup,banyak petani melakukan pekerjaan keduanya- duanya, masing-masing sebagai pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan.Kecukupan dan keperluan ekonomi bagi masyarakat dikatakan terjangkau bila pendapatan rumah tangga cukup untuk menutupi keperluan rumah tangga dan pengembangan usahanya yang sebagian besar di dapatkan dari aspek pertanian. Diversifikasi pekerjaan yang dilakukan oleh petani cengkeh cukup beragam,yakni dengan mengandalkan fisik dan keahlian seperti: kuli bangunan, ojek, berdagang, buruh upahan.Bekerja sebagai petani cengkeh jelas memiliki waktu luang yang relatif banyak dan tenggang waktu. Kata Kunci : Peranan, Modal Sosial, Diversifikasi Pekerjaan, Petani
Dampak Sosial Minimarket Terhadap Warung Kecil Di Desa Liwutung Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Chrisanto Sante; Evie A.A. Suwu; Nicolaas Kandowangko
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 2 (2023): Jurusan Sosiologi
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang dampak sosial minimarket terhadap warung kecil di Desa Liwutung. Mata pencaharian rata-rata masyarakat adalah bertani. Sebagian kecilnya adalah pedagang, tukang buruh bangunan, pegawai negeri sipil, dan lain-lain. Ada dua minimarket yang berdiri di Desa Liwutung yaitu indomaret, dan alfa midi dan telah beroperasi diantara warung, sehingga menjadi persaingan antara minimarket, dan pedagang warung. Penelitian dilakukan di Desa Liwutung dengan menggunakan metode kualitatif dan melakukan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perubahan pendapatan, omzet dan perubahan jumlah pembeli. Pendapatan pedagang warung bisa mencapai 4 juta per hari, namun setelah hadirnya minimarket pendapatan, omzet, dan jumlah pembeli berkurang khususnya warung yang dekat minimarket mengalami banyak penurunan dibandingkan warung yang jauh dari minimarket. Kata Kunci: Dampak Sosial, Minimarket, Warung Kecil
Perilaku Sosial Mahasiswa Anak Kost Terhadap Masyarakat Warga Bahu Kecamatan Malalayang Annima Sitanggang; Juliana Tumiwa; Nicolaas Kandowangko
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku sosial seseorang merupakan sifat relatif untuk menanggapi orang lain dengan cara yang berbeda-beda. Perilaku sosial sangat diperlukan oleh mahasiswa dalam melakukan interaksi secara positif terhadap lingkungan yang ada disekitarnya. Perilaku atau aktivitas yang ada pada individu, atau organisme itu tidak timbul dengan sendirinya, tetapi sebagai akibat dari stimulus esternal maupun stumulus internal. Tujuan penelitian ini adalah Perilaku Sosial Mahasiswa anak kost terhadap Masyarakat Warga Bahu di kecamatan Malalayang. Dalam menjawab pertanyaan yang ditemukan, penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang pada masyarakat Bahu dengan fokus penelitian pada 10 informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku sosial mahasiswa anak kost terhadap masyarakat diakibatkan karena perbedaan suku, ras, dan agama. Perilaku tersebut dilakukan ketika ada kesempatan karena lingkungan kostnya tidak peduli apa yang dilakukan. Mahasiswa tersebut melakukan perilaku menyimpang bukan hanya di lingkungan kostannya saja, melainkan mereka sering pergi ke tempat-tempat yang menjadikanya mereka bebas dan menghilangkan kebosanan karena mereka berada di lingkungan kampus saja. Kata Kunci : Perilaku Sosial, Mahasiswa, Anak Kost, Masyarakat
Kontribusi Program Keluarga Harapan Dalam Menunjang Pendidikan Siswa Kurang Mampu Di Kecamatan Malalayang Marciano Febriant Rorong Massie; Shirley Y.V.I Goni; Evelin J.R Kawung
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi Program Keluarga Harapan bagi pendidikan siswa kurang mampu di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Program Keluarga Harapan di jalankan atas pelaksanaan UU No. 40 Tahun tentang jaminan sosial, UU No. 11 Tahun 2009 Tentang kesejahteraan sosial, UU No. 13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin, Impres No. 3 Tahun 2010 Tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan poin lampiran ke 1 tentang Penyempurnaan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan. Dalam prakteknya masih terdapat keluhan dari masyarakat terkait. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa Materi Program Keluarga Harapan di harapkan dapat di gunakan sebagaimana dengan kebutuhan materi yg di gunakan anak sekolah dalam mengecap Pendidikan seperti pakaian, sepatu, dan perlengkapan lainnya, selain itu juga di harapkan masyarakat menyadari pentingnya kesehatan dan pendidikan, sehingga masyarakat kurang mampu dapat menyekolahkan anak dan dapat memeriksakan kesehatan. Sehingga keluarga miskin keluar dari lingkaran kemiskinan yang ada di Kecamatan Malalayang Kota Manado selanjutnya kondisi di masyarakat menunjukkan bahwa penerima bantuan Program Keluarga Harapan masih ada yang berasal dari masyarakat mampu dengan kondisi ekonomi menengah ke atas. Kata kunci : PKH, Pendidikan, Siswa Kurang Mampu