cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SOCIETY
ISSN : 23374004     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Kearifan Lokal Budaya Perkawinan Suku Saluan Di Desa Honbola Kecamatan Batui Kabupten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Eben Handris Pompana; Femmy C.M. Tasik; Evelin J.R. Kawung
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh bagaimana Budaya Perkawinan Suku Saluan di Desa Honbola Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Perkawinan dalam masyarakat Indonesia adalah mutlak adanya dan merupakan hak asasi bagi setiap orang, oleh karena itu bagi suatu negara dan bangsa seperti Indonesia maka perkawinan itu mutlak harus diatur dalam undang-undang perkawinan nasional yang sekaligus menampung prinsip-prinsip dan memberikan landasan hukum perkawinan yang selama ini menjadi pegangan dan telah berlaku bagi berbagai golongan dalam masyarakat Indonesia. Perbedaan suku dan adat istiadat berpengaruh pada adat istiadat suatu masyarakat tertentu, termasuk dalam masalah perkawinan antara masyarakat adat yang satu dengan masyarakat adat yang lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Budaya perkawinan suku Saluan di Desa Honbola tetap memegang teguh nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi. Masyarakat Saluan menghargai dan menjaga adat istiadat yang telah ada sejak lama, termasuk dalam perayaan perkawinan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tetap melestarikan kearifan lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya mereka. Kata Kunci : Kerarifan Lokal, Perkawinan, Suku Saluan
Modal Sosial Nelayan Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Di Kelurahan Tuminting Kota Manado Zulkiplan S Praga; Evelin J.R. Kawung; Rudy Mumu
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya membangun masyarakat nelayan yang kompetitif dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi segala tantangan kehidupan, peranan modal sosial menjadi sangat penting. Banyak kontribusi modal sosial untuk menuju kesuksesan suatu masyarakat. Modal sosial berperan penting dalam berjalannya usaha penangkapan ikan tersebut, karena sebagai perekat yang mengikat semua orang dalam masyarakat. peneliatian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran Modal Sosial Nelayan Dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga di Kelurahan Tuminting Kota Manado. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kelurahan Tuminting. informan yang di wawancarai ada 10 orang masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi,wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjuan bahwa Kehidupan sosial ekonomi keluarga nelayan di Kelurahan Tuminting berada pada kehidupan yang kurang mampu, digaris kemiskinan karena keberadaan nelayan merupakan nelayan tradisional. Namun kehidupan nelayan terjalin dengan harmonis karena karakteristik kehidupan nelayan cukup baik karena punya latar belakang suku, agama yang homogeny. Kata Kunci : Modal Sosial, Nelayan, Ekonomi Keluarga
Makna Kue Tamo Dalam Upacara Tulude Bagi Masyarakat Sangihe Di Desa Tariang Lama Kecamatan Kendahe Femmy Glory Euanggelia Matantu; Selvie Tumengkol; Lisbeth Lesawengen
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tamo adalah kue adat masyarakat Nusa Utara (Sangihe-Talaud-Sitaro). Tamo berarti yang diperhadapkan, mengandung makna kebersamaan, kekeluargaan dan sebagai simbol pelengkap dalam upacara Tulude. Dalam rangka mempertahankan dan melestarikan budaya ini, penting untuk memahami makna dan signifikansi setiap elemen yang terlibat dalam upacara Tulude, termasuk kue Tamo. Kue Tamo memiliki peran penting dalam upacara Tulude sebagai simbol atau representasi dari nilai-nilai budaya suatu komunitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang berguna untuk memberikan fakta dan data tentang pentingnya makna kue Tamo dalam upacara Tulude bagi masyarakat Sangihe di desa Tariang lama, kemudian data tersebut dianalisis secara kritis dengan teori interaksionisme simbolik dari George Herbert Mead, sehingga diperoleh analisis mendalam tentang sejauh mana Makna Kue Tamo dan Tulude di desa Tariang Lama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Makna kue Tamo dalam upacara Tulude di desa Tariang Lama masih melekat sampai saat ini dimana dalam pemberian makna ini masih ada masyarakat yang mempercayai suatu hal yang mistis yang dilibatkan dalam prosesi upacara Tulude. Kata Kunci : Makna Kue Tamo, Upacara Tulude, Masyarakat
Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kehidupan Serta Kesehatan Mental Anak Di Desa Sawangan Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa Gabriella Pangkey; Cornelius J Paat; Jouke J Lasut
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perceraian orang tua sangat berdampak pada anak, dampak perceraian bisa terhadap kehidupan bahkan sampai berdampak pada kesehatan mental anak. Karena bagi anak keluarga dan orang tua merupakan hal yang sangat penting dan merupakan satu-satunya hal yang dia memiliki sejak lahir. Perceraian yang terjadi didalam sebuah pernikahan bisa menjadi mimpi buruk terhadap anak sebab orang yang dia sayangi memilih untuk berpisah dan keluarga yang dia kenal akan hancur. Orang tua sangat berperan penting dalam mengambil keputusan untuk masa depan keluarga, jika satu saja kesalahan terjadi dalam keputusan yang diambil maka itu akan berdampak pada semua anggota keluarga termasuk pada anak dan bahkan pada masyarakat sekitar. Keputusan untuk bercerai harus dipikirkan secara baik-baik agar tidak akan membuat dampak yang negatif bagi anggota keluarga terutama berdampak pada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa perceraian orang tua sangatlah berdampak pada kehidupan serta kesehatan mental anak mereka. Dampak yang terjadi karena perceraian orang tua terhadap kehidupan serta kesehatan mental anak merupakan hal yang tidak diketahui oleh orang tua secara keseluruhan dari apa yang dirasakan dan dialami anak tersebut. Dampak-dampak yang terjadi pada anak bukan hanya akan mempengaruhi kehidupannya tetapi akan berdampak juga terhadap kesehatan mental anak, depresi merupakan dampak yang paling banyak dirasakan anak saat orang tua mereka bercerai dan ada juga dampak-dampak lain yang sering dirasakan anak adalah kesedihan akut, menutup diri, trauma dan posesif. Kata Kunci : Keluarga, Perceraian, Anak, Kesehatan Mental
Pola Interaksi Antar Penggemar Boyband Korea Selatan Bangtan Sonyeondan (Studi Kasus Army Manado) Renata Janefer Monica Patalo; Nicolaas Kandowangko; Evelin J.R Kawung
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pola interaksi yang terjadi dan apa manfaat pola interaksi antar penggemar boyband Korea Selatan Bangtan Sonyeondan pada ARMY Manado. Adapun landasan teori yang digunakan yaitu interaksionisme simbolik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan berjumlah 10 orang yang termasuk dalam anggota ARMY Manado. Berdasarkan hasil dari penelitian, dapat digambarkan bahwa ARMY sejalan dengan teori interaksionisme simbolik dimana interaksi diantara para penggemar terjadi melalui simbol seperti ketika mereka melihat orang yang menggunakan merchandise Bangtan maka mereka akan saling menyapa sehingga timbul interaksi. Pola interaksi antar penggemar boyband Korea Selatan Bangtan Sonyeondan yaitu melalui media sosial dan secara langsung yaitu dengan saling bekerja sama melakukan interaksi positif dan menghindari konflik yang ada. Manfaat pola interaksi yaitu para penggemar mendapat teman dari berbagai kalangan usia, mempunyai tempat untuk berbagi cerita tentang kegemaran yang sama, dan melakukan berbagai kegiatan positif bersama. Kata Kunci: Pola Interaksi, Penggemar, Bangtan Sonyeondan, ARMY
Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Sosial Siswa Di SMP Negeri 3 Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Anggelina Laurensi Ngantung; Evelin J.R Kawung; Evie A.A. Suwu
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sangat berperan penting dalam membentuk karakter sosial siswa. Guru dapat berperan sebagai tenaga pendidik dan pengajar, motivator, fasilitator, sumber belajar dan teladan bagi siswa. Peran guru sangat penting tetapi juga tidak terlepas dari peran orang tua dalam membentuk karakter sosial siswa. Ada faktor yang mendukung peran guru yaitu dukungan dan kerjasama dari orang tua, motivasi dari dalam diri siswa, serta faktor lingkungan. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya motivasi dari dalam diri siswa, faktor lingkungan, dan media sosial. Dan nilai karakter sosial yang terbentuk pada siswa di SMP Negeri 3 Siau Timur yaitu jujur, sopan, disiplin, bertanggung jawab, dan toleransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran guru dalam membentuk karakter sosial siswa di SMP Negeri 3 Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru dalam membentuk karakter sosial siswa di SMP Negeri 3 Siau Timur meliputi guru sebagai pendidik, pengajar, motivator, fasilitator, sumber belajar, dan teladan bagi para siswa. Dalam menjalankan tugasnya sebagai guru dalam membentuk karakter sosial siswa tidak terlepas dari dua faktor yaitu faktor yang mendukung maupun faktor yang menghambat peran guru dalam membentuk karakter sosial siswa Kata Kunci: Peran, Guru, Karakter Sosial Siswa
Peran Guru Dan Peserta Didik Dalam Membentuk Komunikasi Keaktifan Belajar Kelas VIII SMP Negeri 18 Satu Atap Kelurahan Tanjung Merah Kecamatan Matuari Kota Bitung Pamula Shyltin; Femmy C.M Tasik; Jouke J Lasut
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran adalah proses dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, dia menjalankan suatu peranan. Perbedaan antara kedudukan dengan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduannya tidak dapat dipisah-pisahkan karena yang satu tergantung pada yang lain dan sebaliknya. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau interaksi dari pengirim kepada penerima. dalam hal ini materi pelajaran, oleh komunikator (guru) kepada komunikan (peserta didik) bisa dicerna dengan optimal, sehingga tujuan pendidikan yang ingin dicapai bisa terwujud. Keaktifan Belajar adalah upaya peserta didik dalam mengembang potensi diri melalui proses belajar dengan penggunaan model pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan lokasi penelitian pada SMP Negeri 18 Satu Atap Bitung dan informan yang di wawancarai ada 1 Kepala Sekolah, 4 Guru dan 6 Peserta Didik. Teknik Pengumpulan Data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, jika 6 peserta didik merasa masih kesulitan berkomunikasi dengan guru selama dalam pembelajaran berlangsung, dan 4 guru juga merasa demikian menganggap bahwa yang menjadi kendala dalam berkomunikasi ketidakantusiasan kurangnya keterbukaan menjadi salah satu kendala dan kurang percaya diri dari peserta didik, dan kurangnya kenyamanan di kelas dapat menjadi alasan peserta didik menjadi pasif atau kurang berkomunikasi. Kata Kunci : Peran, Guru, Peserta Didik, Komunikasi, Keaktifan Belajar
Pemanfaatan Media Sosial Facebook Sebagai Media Pemasaran Online Oleh Masyarakat Desa Soguo Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Elsi Safitri Gobel; Cornelius J Paat; Shirley Y.V.I Goni
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan media sosial facebook kepada pedangan online untuk memasarkan produknya kepada public, upaya yang dilakukan oleh pedagang online yaitu untuk meningkatkan pemasaran produk agar terlihat lebih menarik di mata pelanggan. Dalam menigkatkan pemasaran online tidak hanya menjaga kualitas produk saja, melainkan bagaimana cara menyusun kata bahkan menjaga kualitas gambar yang baik agar dalam mempeomosikan suatu produk akan terlihat menarik di mata pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan media sosial facebook sebagai media pemasaran online oleh masyarakat Desa Soguo Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, jenis penelitian yang digunakan dalam hal ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif berangkat dari fenomena tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu. Laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Berdasarkan dengan hasil penelitian upaya yang dilakukan oleh pedagang online untuk meningkatkan pemasaran yaitu sebagian besar pedagang melakukan berbagai macam upaya untuk meningkatkan pemasaran mulai dari pengembangan inovasi dengan membuat berbagai macam produk agar terlihat menarik bagi masyarakat. Bahkan dalam meningkatkan pemasaraan para pedagang online selalu menjaga kualitas barang atau produk yang ditawarkan, karena ketika kualitas produk yang mereka pasarkan itu bagus akan menarik perhatian masyarakat khususnya pengguna aplikasi facebook. Kata Kunci : Facebook, Pedagang Online, Meningkatkan Pemasaran
Gaya Hidup Konsumerisme Dalam Masyarakat Pesisir Pantai di Desa Marampit Kecamatan Nanusa Kabupaten Talaud Alfredo Juneidy Imbir; Lisbeth Lesawengen; Rudy Mumu
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola hidup masyarakat nelayan pada umumnya terkenal dengan perwatakannya yang sangat keras. Hal ini dikarenakan pola hidup mereka yang sangat tergantung dengan alam. Kehidupannya dalam penghasilan tiap hari, tingkat pendidikannya yang rendah, berhubungan dengan ekonomi tukar-menukar, permodalan perikanan membutuhkan investasi yang besar dan beresiko besar. Karakteristik tersebut telah mendarah daging dalam kehidupan nelayan. Gaya hidup diasumsikan merupakan ciri sebuah dunia modern atau yang biasa juga disebut modernitas. Maksudnya adalah siapapun yang hidup dalam masyarkat modern akan menggunakan gagasan tentang gaya hidup untuk menggambarkan tindakannya sendiri maupun orang lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa di Desa Marampit, gaya hidup dan pola konsumsi manusia akan mengikuti kebudayaan, tuntutan zaman, pengaruh lingkungan sekitar, efek media, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut merupakan pemicu gaya hidup konsumerisme di Desa Marampit Kecamatan Nanusa Kabupaten Talaud. Kondisi di Desa Marampit dipengaruhi oleh situasi modernisasi yang mengakibatkan sejumlah perubahan sosial dan merongrong sistem nilai tradisional masyarakat Kata Kunci: Gaya Hidup, Konsumerisme, Masyarakat Pesisir
Pertambangan Emas Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Di Desa Picuan Satu Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan Puspita C.A Posumah; Evelin J.R. Kawung; Juliana Tumiwa
JURNAL ILMIAH SOCIETY Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : JURNAL ILMIAH SOCIETY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan emas pada umumnya dipandang sebagai ladang pencarian uang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan keluarga mereka. Kemudian dalam meningkatkan ekonomi masyarakat tidak hanya bekerja sebagai penambang, tetapi ada juga yang bekerja dikebun masing-masing seperti Bertani kopra, rica, gula merah, captikus, dan ada juga yang bekerja sebagai buruh bangunan. Untuk dampak lingkungan pertambangan tersebut semuanya menjawab tidak ada dampaknya karena limbah yang di hasilkan tersedia tempat khusus untuk menampung limbah tersebut. Pertambangan yang ada di desa Picuan satu tidak hanya di peruntukkan untuk masyarakat local saja tetapi ada juga yang datang bertambang dari desa karimbow, dan desa tokin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian terlihat bahwa manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat berkat adanya pertambangan emas ini, salah satu memenuhi kebutuhan keluarga, sudah banyak anak-anak yang menyelesaikan studi dari hasil pertambangan emas, dan bisa menafkahi keluarga. Hasil pertambangan emas hampir semua penambang merasa cukup dengan penghasilan lewat pertambangan emas, jika hasilnya bagus maka dapat di katakan cukup dalam memenuhi kebutuhan keluarga, dan untuk anak-anak muda pun merasa cukup untuk kebutuhan pribadi mereka, tetapi hasil kadang juga tidak menentu kadang bisa melimpah kadang tidak, dan Konflik yang ada di lokasi pertambangan emas sejauh ini hanya sampai pada perbedaan pendapa Kata Kunci: Pertambangan Emas, Ekonomi Keluarga