cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2016)" : 8 Documents clear
PEREMPUAN BERWIRAUSAHA MENGENTAS EKONOMI KELUARGA Mokalu, Benedicta J.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengacu pada hasil penelitian di Kelurahan Bailang kota Manado pada tahun 2012 dengan judul: Dinamika Pengentasan Kemiskinan Di Kelurahan Bailang Kota Manado. Pendekatan deskripsi  kualitatif dipakai sebagai acuan dengan terlebih dahulu melakukan observasi dan pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Adapun tujuan mau mendeskripsikan dan menganalisis motif peran keluarga miskin dalam usaha-usaha mengentas ekonomi keluarga dan program pemerintah kota Manado dalam usaha mengentas perempuan ekonomi keluarga miskin. Manfaat yang mau dicapai: memperkaya wawasan pengetahuan bagi pengembangan ilmu – ilmu sosial, khususnya Sosiologi, menjadi acuan bagi pemerintah Propinsi, Kabupaten dan Kota, dapat melibatkan perempuan guna mengentas kemiskinan,acuan dalam penelitian lanjutan tentang usaha perempuan usaha dalam pengentasan kemiskinan.Sulut memiliki potensi besar untuk berwirausaha,demikian halnya semangat perempuan yang mau berwirausaha. Pemerintah Propinsi Sulut diharapkan mampu membuka peluang dan menggerakkan semua perempuan di desa dan di kota lapisan supaya mau berwirausaha. Karena melalui berwirausaha tercipta kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan diri,mengolah semua kemampuan kodrati untuk halhal yang produktif. Oleh karena itu,pemerintah Propinsi dan Kabupaten - Kota  se Sulut membantu modal usaha dalam bentuk kredit,mengajak perempiuan yang sudah berhasil membagi kait-kiat sukses serta meningkatkan kualitas perempuan berwirausaha yang sudah ada.Kata Kunci: Berwirausaha,mengentas ekonomi keluarga,perempuan
PEMILU DAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT (Studi Pada Pemilihan Anggota Legislatif Dan Pemilihan Presiden Dan Calon Wakil Presiden Di Kabupaten Minahasa Tahun 2014) Liando, Daud M.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ciri sebuah negara demokratis adalah seberapa besar negara melibatkan masyarakat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pemilihan umum. Sebab partisipasi politik masyarakat (pemilih) merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi.Memahami faktor-faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memilih sangatlah penting untuk diteliti Penelitian ini menggunakan teori dari Robert Dahl yang mengatakan bahwa ukuran sebuah pemilu demokratis adalah adanya Pemilihan umum, Rotasi kekuasaan, Rekrutmen secara terbuka dan Akuntabilitas publik. Untuk memperoleh informasiinformasi dan data sebagai basis analisis persoalan, riset ini menggunakan dua metode, desk study dan field study.Hasil penelitian menyebutkan bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat sangat dinamis, namun yang menjadi peroslan adalah terkait motivasi. Sebagian besar masyarakat mengakui bahwa ia memilih didorong oleh faktor transaksi dan unsur kedekatan secara emosional. Visi dan misi calon bukan merupakan ukuran dalam memilih.Beberapa hal yang dissarankan dalam penelitian ini adalah UU kepemiluan perlu direvisi terutama terkait dengan persyaratan calon. Selama ini uu belum membatasi mana masyarakat yang layak menjadi calon dan mana yang tidak. Karena tidak ada batasan masyarakat kerap salah memilih atau tidak mau memilih karena tidak menyukai calon-calon yang disodorkan.Penguatan kelembagaan partai politik perlu dilakukan karena mempengaruhi kenerja partai politik dalam melakukan kaderisasi. Kaderisasi yang buruk dari partai politik menyebabkan calon-calon dari parpol minim kualitas sehingga calon tidak bisa menghindari money politik untuk mempengaruhi masyarakat dalam memilih.Kualitas penyelenggara terutama ditingkat panitia ad hoc perlu dimaksimalkan. Terdapat masyarakat yang tidak memberikan suara karena masalah-masalah teknis. Sosialisasi KPU kepada masyarakat perlu digiatkan pula. Banyak yang tidak memilih karena tidak terdaftar dalam DPT atau tidak mendapat informasi yang jelas terkait kewajiban pemilih. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa masyarakat harus menerima undangan sebagai syarat untuk mencoblos.Kata Kunci: Pemilu, Pemilih, motivasi, caleg,
PEMAKAIAN BAHASA TONTEMBOAN SISWA SMA DAN SMK DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Rambitan, Siska; Mandolang, Nova
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian bahasa daerah dalam hal ini bahasa Tontemboan di kalangan siswa semakin hari semakin sedikit. Dengan demikian, ancaman kepunahan bahasa Tontemboan sebagai aset budaya daerah semakin terasa. Untuk itu, antisipasi kepunahan bahasa daerah perlu dilakukan. Masalah dalam penelitian ini, yaitu sejauh mana pemakaian bahasa Tontemboan di kalangan siswa SMA dan SMK di Kabupaten Minahasa Selatan dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi menurunnya pemakaian bahasa Tontemboan tersebut. Tujuan penelitian ini, yakni memberikan gambaran tentang pemakaian bahasa Tontemboan di kalangan siswa SMA dan SMK di daerah wilayah Minahasa Selatan dan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi menurunnya pemakaian bahasa Tontemboan di kalangan siswa tersebut. Adapun tujuan jangka panjangnya yaitu melestarikan bahasa daerah khususnya bahasa Tontemboan yang sudah terancam punah. Sedangkan, manfaat hasil penelitian ini, yakni memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, lembaga-lembaga yang terkait seperti lembaga pemangku adat, akademisi, dan media massa lokal untuk melakukan berbagai upaya agar para generasi muda memiliki rasa cinta dan bangga menggunakan bahasa daerah sebagai aset budaya daerah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini ialah metode penelitian deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi; yaitu membuat gambaran, lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti. Adapun hasil penelitian ini, yaitu secara umum pemakaian bahasa Tontemboan responden menunjukkan hasil ratarata yang aktif 3.5 %, yang pasif 38.70 %, dan yang tidak menggunakan bahasa Tontemboan 57.8 %. Faktor-faktor yang menyebabkan responden dalam hal ini para siswa SMA dan SMK yang ada di Minahasa Selatan sangat kurang memakai bahasa Tontemboan secara aktif, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan sesama teman sudah sangat sedikit menggunakan bahasa Tontemboan. Mereka lebih banyak menggunakan bahasa Melayu Manado untuk berkomunikasi dan sisanya bahasa Indonesia.Kata kunci: kepunahan, pemakaian, bahasa Tontemboan, siswa
UNGKAPAN METAFORIS MELAYU TERNATE DI DESA SEA TUMPENGAN, SEA MITRA DAN BUHA Tumuju, Vivi Nansy; Kamu, Vany
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan ungkapan metaforis bahasa melayu Ternate menjadi ungkapan sehari-hari di masyarakat. Ungkapan-ungkapan yang terjadi merupakan upaya untuk mempersatukan keanekaragaman budaya orang Ternate dengan penduduk lainnya.Pengguna bahasa melayu Ternate pada sub etnik Ternate yang sudah menetap di desa Sea Tumpengan, Sea Mitra dan Buha banyak mengandung ungkapan-ungkapan metaforis. Makna ungkapan metaforis menunjukkan ciri khas hubungan kekerabatan dan pola pikir mayarakat penutur bahasa melayu Ternate tersebut.Ditemukan bahwa ungkapan metaforis dan makna yang terkandung didalamnya dapat disimpulkan dalam beberapa ungkapan metaforis yang memiliki unsur teguran, peringatan dan nasihat dll. Bahasa melayu Ternate kaya dengan ungkapan metaforis yang memiliki makna sopan santun, nasehat, etika, norma agama dan norma hukum. Seperti contoh ungkapan metaforis memiliki makna teguran disampaikan secara spontanitas dalam bertutur kepada seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau bisa saja orang malas. Makna peringatan merupakan suatu pernyataan kepada pihak lain yang akan melakukan suatu aktifitas dan orang yang akan menyampaikan ungkapan metaforis sudah mengetahui dampak yang akan terjadi. Nasihat disampaikan kepada pihak lain karena adanya sesuatu yang sudah tidak kelihatan normal atau sudah melebihi kapasitas yang akan berakibat buruk.Kata kunci: Ungkapan metaforis,makna,pola pikir,ciri khas, teguran, peringatan
MAPALUS ARISAN SEBAGAI SALAH SATU MODEL KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Tangkudung, Joanne P. M.; Senduk, J. J
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan bermasyarakat Kabupaten Minahasa Utara mempunyai falsafah Mapalus yaitu gotong royong, berdasarkan kesadaran bahwa manusia hidup dalam kebersamaan, terwujud dalam kegiatan arisan/perkumpulan terdapat di setiap desa dengan kategori agama, pemerintah, keluarga dan sosial. Fenomena arisan merupakan kegiatan mapalus dalam bentuk ekonomi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan. Sehingga Semboyan “Torang samua basudara” artinya “Kita semua bersaudara” melekat di masyarakat dalam perilaku resiprositas yaitu saling mendukung, membantu, melindungi, gotong royong merupakan budaya “mapalus”.Sehingga peneliti tertarik mengetahui mapalus arisan salah satu model kearifan lokal bagi masyarakat Kab. Minahasa Utara, metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif, dengan analisa persentase. variabel tunggal yaitu mapalus dalam arisan sebagai salah satu model kearifan lokal; indikator: Jenis-Jenis Arisan, tujuan dan manfaat mengikuti arisan, Populasi adalah keluarga yang menetap + 5 tahun , diambil sample purposive 10 %.Luaran; Menemukan model kearifan lokal, hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal terakreditasi nasional.Indikator capaian; mendapatkan model kearifan lokal dalam mapalus arisan bagi masyarakat Kab. Minahasa Utara.Hasil penelitian setiap keluarga ditemukan mengikuti arisan pemerintah,keluarga/family, agama dan sosial. tujuan masyarakat mengikuti arisan untuk mempererat ikatan persaudaraan dan kekerabatan, dan bermanfaat terwujudnyan kehidupan rukun dan damai bagi masyarakat Kab. Minahasa Utara. Sehingga terdapat model kearifan lokal dalam arisan dengan kategori agama, family/keluarga, sosial dan pemerintah, sebagai wujud dalam budaya gotong royong dalam bentuk ekonomi.Kata Kunci: Mapalus; Arisan; Model Kearifan Lokal
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN PETANI HORTIKULTURA DI BOJONEGORO Andri, Kuntoro Boga; Tumbuan, Willem J.F. Alfa
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani hortikultura di Bojonegoro saat ini didorong untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dengan cara optimalisasi pertanian, revitalisasi agribisnis, diversifikasi pertanian dan fasilitasi dari pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usahatani dan pemasaran petani hortikultura di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilaksanakan dengan memahami dan mengelola data sekunder maupun data primer untuk kemudian dianalisis deskriptif dan finansial untuk mengetahui profil petani hortikultura, sehingga mampu memberikan solusi dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan mereka. Perlu optimalisasi penerapan teknologi dan input pertanian agar potensi unggulan  hortikultura dapat dimaksimalkan dengan intervensi berbagai program meliputi keseluruhan proses mulai dari on farm/ produksi/ hulu sampai off farm/industri/ pemasaran dan permodalan usahatani. Hasil analisa usahatani menggambarkan sebagian besar komoditas hortikultura yang diusahakan oleh petani di Kabupaten Bojonegoro seperti cabe, bawang merah, belimbing, jambu biji dan lain-lain sudah memberikan tingkat keuntungan yang sangat memuaskan.Kata kunci: petani kecil, komoditas hortikultura, intensifikasi, Bojonegoro
KOSAKATA DALAM TRADISI “BAKERA” ETNIS TOMBULU SEBAGAI KEARIFAN LOKAL KAITANNYA DENGAN PEMERTAHANAN BAHASA DAN BUDAYA Imbang, Djeinnie; Rambing, Rosalina
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi “Bakera” saat ini telah disejajarkan dengan istilah Spa untuk masyarakat modern di perkotaan. Bakera sebagai salah satu kearifan lokal dalam bidang kesehatan sudah menjadi daya tarik pengusaha, terutama pengusaha Spa. Dari segi medis, kandungan tanaman untuk bakera terbukti mempunyai efek positif bagi kesehatan. Tanaman tersebut mempunyai khasiat sebagai immun (kekebalan tubuh), dapat mengurangi rasa sakit, dan menciptakan ketenangan serta mengandung antiseptik (zat pembunuh kuman). Penelitian ini bertujuan melakukan kajian/analisis terhadap tradisi “Bakera”, khususnya berkaitan dengan pemakaian bahasa lokal, masyarakat yang terhimpun secara geografis berada di wilayah pemakai bahasa Tombulu. Melalui satuan kebahasaan tersebut akan diperoleh nilai dan norma yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat di wilayah pemakai bahasa Tombulu. Metode kualitatif menjadi dasar penelitian ini, sehingga data dikumpulkan melalui informan, seperti biang kampung yang melaksanakan aktivitas bakera ini. Hasil penelitian diperoleh bahwa bakera sebagai salah satu kearifan lokal di bidang kesehatan masih menjadi perhatian masyarakat Minahasa pada umunya, khususnya masyarakat di Kelurahan Pangolombian. Masyarakat masih percaya bahwa seorang ibu yang baru melahirkan wajib melakukan aktivitas bakera, sehingga masyarakat masih memberi nilai positif terhadap aktivitas bakera itu sendiri. Dengan demikian, perlu terus dilakukan revitalisasi, baik berkaitan dengan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan utama bakera yang mulai hilang atau tidak dikenal generasi kini, maupun biang yang melaksanakan aktivitas tersebut.Kata Kunci: Bakera, kearifan lokal, Tombulu
PENGARUH STRATEGI COMPETITIVE ADVANTAGE TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DI BISNIS RITEL (STUDI PADA INDOMARET DAN ALFAMART, MANADO) Lapian, Stanss Levynna Hermien Verronica Joyce
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis Ritel secara umum adalah kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Dalam mata rantai perdagangan bisnis ritel merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen. Bisnis Ritel di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu, ritel modern dan ritel tradisional. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap perilaku konsumen ritel minimarket, mengidentifikasi strategi-strategi keunggulan bersaing bisnis dan menguji pengaruh strategi keunggulan bersaing ritel minimarket di Indonesia, khususnya di Kota Manado. Penelitian yang bersifat explanatory research ini dilakukan pada gerai Indomaret dan Alfa Mart, di Manado selang Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi bauran pemasaran yang selama ini dibangun oleh Indomaret dan Alfamart adalah tepat sebagai strategi bersaing. Dalam hal keputusan beli yang dilakukan oleh konsumen, faktor yang paling mempengaruhi keputusan beli konsumen, yakni; tingkat keseringan berbelanja dan tingkat besarnya dana yang dibelanjakan dan faktor penampilan fisik.Kata Kunci: Strategi Competitive Advantage, Perilaku Konsumen, Ritel

Page 1 of 1 | Total Record : 8