cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
PENEMUAN HUKUM DALAM PROSES PERADILAN PIDANA DI INDONESIA Elias, Rodrigo Fernandes
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penemuan hukum dalam proses peradilan hukum. Penemuan hukum diartikan sebagai proses pembentukan hukum oleh hakim atau aparat hukum lainnya yang ditugaskan untuk menerapkan peraturan hukum umum pada peristiwa hukum konkret. Penelitian ini tergolong penelitian hukum normatif sehingga bahannya bersumber dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer, antara lain perundang-undangan, catatan-catatan resmi/risalah. Sumber sekunder, yaitu semua publikasi tentang hukum yang bukan merupakan dokumen-dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia maka negara wajib melindungi setiap orang yang melanggar hukum pada setiap tindakan proses peradilan. Lembaga peradilan tanpa kecuali wajib melakukan proses peradilan berdasarkan hukum acara bahwa hukum belum memiliki pengaturan yang jelas. Oleh karena itu, bagi hakim dimungkinkan untuk melakukan penemuan hukum jika dalam menangani sebuah perkara, ditemukan adanya kekosongan hukum. Penemuan hukum yang dilakukan oleh hakim harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip tertentu yang akan mendukung lahirnya putusan yang memenuhi tujuan hukum. Kata kunci: penemuan hukum, putusan hakim, tujuan hukum
PENINGKATAN PROSES HASIL PEMBELAJARAN BERDASARKAN KOMPETENSI DALAM MATA KULIAH MANAJEMEN PEMASARAN Mandey, Silvya L.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran mata kuliah Manajemen Pemasaran ini dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk memahami konsep alat analisis dalam pengambilan keputusan bidang Manajemen Pemasaran sehingga dipahami dan diharapkan mampu meningkatkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien, serta bagaimana membangun teknik mengajar yang baik dan metode evaluasi mahasiswa yang objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan kompetensi berbasis pembelajaran pada umumnya memiliki pengaruh yang signifikan dalam hasil proses pembelajaran yaitu: 1) Peningkatan jumlah mahasiswa yang lulus dalam mengevaluasi mata kuliah Manajemen Pemasaran dengan menggunakan metode pembelajaran seperti metode simulasi di kelas dengan mencontohi pemecahan kasus-kasus terkini seiring perkembangan teori Manajemen Pemasaran. 2) Meningkatkan nilai mata kuliah Manajemen Pemasaran yang dapat mengubah IPK mahasiswa. 3)Meningkatkan suasana akademik. Hasil evaluasi ini terlihat bahwa pencapaian tujuan pembelajaran terpenuhi, dengan tingkat kelulusan mahasiswa meningkat menjadi 91% yang berarti penerapan bahan ajar dan proses hasil pembelajaran berdasarkan kompetensi dilakukan secara baik, sehingga dapat menjamin mutu pelaksanaan perkuliahan yang dilakukan.Kata kunci: manajemen pemasaran, proses pembelajaran, kompetensi, pembelajaran.
BENTUK-MAKNA DAN FUNGSI KATA TUGAS DALAM BAHASA MELAYU MANADO Imbang, Djeinnie
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada tiga hal yang dibahas dalam tulisan ini, yaitu bentuk-bentuk kata tugas, maknanya dan fungsinya dalam tuturan. Kata tugas dibedakan dengan kategori; nomina, verba, adjektiva, dan adverbial karena kata tugas tidak mengemban makna leksikal seperti keempat kategori itu, tetapi memiliki makna gramatikal, artinya bermakna ketika ada dalam tataran frase atau kalimat. Dengan menggunakan metode simak dan cakap dalam pengumpulan data serta dilanjutkan metode analisis dari Mahsun (2005), yakni metode padan intralingual dari data yang bersumber pada informan penutur aktif bahasa Melayu Manado maka didapatkan bentuk-bentuk kata tugas berpola suku kata yang bervariasi dari satu suku kata sampai empat suku kata. Makna dari bentukan itupun bervariasi, yakni ada yang bermakna lebih dari satu. Bentukan-bentukan yang terdeskripsi pun memiliki fungsi, yakni sebagai atribut, seperti penjelas dan penegas.Kata kunci: kata tugas, bentuk-makna, fungsi
GAYA HIDUP PRAHARA KARAKTER KOTA MANADO Mokalu, Benedicta J.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado kini telah berkembang menjadi kota Metropolitan Baru di Kawasan Timur Indonesia. Letak strategis di bibir Pasifik, berhadapan langsung dengan negara di kawasan Asia Timur hingga Eropa Timur. Ketertarikan para pebisnis sejak zaman dahulu dipicu oleh „aroma‟ hasil bumi (sumberdaya alam) serta budaya Manado terbuka atas pembauran antar suku, bangsa, ras, dan agama. Walau demikian harus disadari bahwa proses interaksi atau proses pembauran antar manusia dari multi etnis, multi karakter secara masif telah mempengaruhi pola pikir, gaya hidup masyarakat kota Manado.Tujuan yang hendak dicapai dari tulisan ini, yaitu: (1) masyarakat kota Manado pentingnya „budaya kearifan lokal‟ menghadapi budaya global, (2) pemerintah dan masyarakat menata tujuan pembangunan, (3) orang tua mengerti keseimbangan kecerdasan antara IQ,SQ,EQ, (4) orang tua sadar harus jadi teladan.Pendekatan fenomenologi dipakai sesuai dengan pandangan Edmund Husserl dalam Muhammad Idrus (2007:79). Analisis data menggunakan Miles dan Hubermans, 1992 dalam Muhammad Idrus (2007:179-181). Kajian ini melalui tahapan: Pertama: Obserasi,wawancara acak, terhadap masyarakat di beberapa pusat keramaian, yakni mall, restoran, cafe, spa, pasar, pusat kota 45. Kedua: Mencermati proses mobilitas masyarakat, interaksi, relasi sosial, cara berpakaian, cara menggunakan harta/milik, pelayanan publik. Ketiga: Melakukan kajian dan analisis guna menawarkan solusi internalisasi gaya hidup dalam membangun karakter.Tulisan ini mengacu pada dua hasil penelitian terdahulu. Pertama: studi pemberdayaan dan penanganan prostitusi di lokalisasi desa Sumberpucung Kabupaten Malang tahun 2010 (sudah dibuat buku dengan judul Quo Vadis Prostitusi). Kedua: Pemberdayaan prostitusi dan kemiskinan di kota Manado tahun 2013. Hasil analisis menemukan empat sumber prahara karakter di kota Manado. (1) krisis nilai budaya kearifan lokal (budaya tiru), (2) krisis identitas/kepribadian (bebas tak terbatas), (3) keluarga/orang tua terobsesi kecerdasan IQ ketimbang keseimbangan IQ,EQ,SQ, (4) krisis keteladanan mengolah semua dorongan dan keinginan secara benar dan tepat.Kata kunci: jati diri, karakter diri tameng pertahanan diri menghadapi arus global
TELAAH TINGGINYA PERCERAIAN DI SULAWESI UTARA (STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN AGAMA) Konoras, Abdurrahman; Sarkol, Petrus K.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan merupakan aspek hukum dan menyangkut perbuatan hukum, maka tentu saja tidak semua dan selamanya perkawinan itu dapat berlangsung secara langsung atau abadi. Dalam fakta yang hidup dan berkembang di masyarakat terdapat beberapa pasangan suami/istri yang tidak harmonis dalam rumah tangga, sehingga mengambil langkah untuk melakukan apa yang disebut perceraian. Perceraian dapat dilakukan melalui dua instansi atau badan yang mempunyai kewenangan, yakni yang pertama Pengadilan Negeri bagi warga negara R.I. yang beragama non muslim, dan kedua bagi warga negara R.I. yang berkeyakinan/beragama Islam melalui Pengadilan Agama. Tata cara perceraian di depan Sidang Pengadilan diatur dalam peraturan perundangan tersendiri. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif atau norma-norma hukum yang berlaku di wilayah NKRI dalam suatu provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini dilakukan melalui penelusuran terhadap penerapan asas-asas atau norma-norma hukum dan kaidah-kaidah hukum yang terdapat, baik dalam bahan-bahan hukum maupun yang terdapat pada lapangan (Pengadilan Agama) selanjutnya dirumuskan sesuai dengan kebutuhan. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab tingginya perceraian di Sulut diakibatkan tidak adanya keharmonisan dalam rumah tangga dan suami yang selalu meninggalkan kewajiban dalam rumah tangga. Demikian pula faktor moral (poligami) dan faktor kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Proses cerai gugat dapat dimohonkan kepada pengadilan agama oleh pihak istri (gugat cerai) dan dimohonkan kepada pengadilan agama oleh pihak suami (cerai talak) dengan memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang menjadi putusnya perkawinan sehingga terjadi perceraian, antara lain perbuatan zinah, mabuk, pemadat, penjudi dan tidak melakukan kewajiban sebagai suami/istri, salah satu pihak mendapat hukuman penjara, dan bentuk kekerasan dalam rumah tangga. Dalam proses perkara perceraian dapat dimohonkan kepada pengadilan agama oleh istri (tergugat cerai) dan dapat dimohonkan oleh pihak suami (cerai talak), pengadilan agama memeriksa permohonan cerai gugat maupun cerai talak yang dimaksudkan oleh pihak-pihak yang memohon cerai dengan memenuhi persyaratan yang diatur dalam undang-undang.Kata kunci: tingginya perceraian di Sulawesi Utara
PENGARUH RASIO KEUANGAN ATAS RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN INDUSTRI MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA Sondakh, Jullie; Pontoh, Winston; Tangkuman, Steven
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan total yang diinginkan oleh para pemegang saham adalah pendapatan dividen (dividend yield) dan capital gain. Dividend yield digunakan untuk mengukur jumlah dividen per saham relatif terhadap harga pasar yang dinyatakan dalam bentuk prosentase. Semakin besar dividend yield maka saham tersebut semakin menarik investor. Namun demikian dividend yield juga dipengaruhi oleh harga pasar, sehingga semakin tinggi harga pasar maka dividend yield semakin rendah. Informasi fundamental dan teknikal tersebut dapat digunakan sebagai dasar bagi investor untuk memprediksi return, risiko atau ketidakpastian dengan salah satu pertimbangan adalah rasio keuangan. Dari berbagai rasio keuangan terdapat beberapa rasio dan informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan untuk memprediksi return saham. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2006-2010. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh rasio keuangan atas return saham pada perusahaan industri manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Metode analisis dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linear berganda, yang adalah suatu metode statistik umum yang digunakan untuk meneliti hubungan antara beberapa variabel independen dengan variabel dependen, dan pemrosesan data menggunakan software SPSS (Statistical Product and Service Solution) version 15.0. Hasil penelitian yang diperoleh adalah secara parsial, NPM, ROA, DTA, DER, EPS tidak berpengaruh terhadap Total Return. Secara simultan, NPM, ROA, DTA, DER, EPS tidak berpengaruh terhadap Total Return. Hubungan variabel independen dengan variabel dependen adalah lemah. Kontribusi variabel independen untuk menjelaskan model variabel dependen adalah sebesar 8.4%.Kata kunci: perusahaan manufaktur, bursa efek Indonesia, keuangan dan asar
SEJARAH JEMAAT GMIM IMANUEL RANOWANGKO – TANAWANGKO 1962 – 2014 Kaunang, Ivan Robert Bernadus
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengenai sejarah jemaat dan berdirinya gereja dalam perspektif sejarah. Perjalanan sejarah dan terbentuknya gereja Tuhan di Ranowangko-Tanawangko merupakan buah dari pekerjaan sejak missi Katolik, masa pendeta zending sampai pada guru jumat dan ketua jemaat pendeta. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode sejarah, dimulai dari mencari dan menemukan sumber, kritik sumber, verifikasi data, dan menjadikan fakta untuk kemudian historiografi atau proses penulisan. Hasilnya, jemaat GMIM Imanuel Ranowangko berdiri sejak tahun 1962 sebagai hasil dari pemekaran GMIM Sentrum Borgo dan sampai kini sudah dilayani oleh sepuluh ketua jemaat dengan pertumbuhan dan dinamika jemaat yang bersekutu, melayani, dan memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkannya.Kata kunci: sejarah jemaat, GMIM, Ranowangko, Tanawangko
PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN DI DESA LOLAH II KECAMATAN TOMBARIRI KABUPATEN MINAHASA Tulusan, Femy M. G.; Londa, Very Y.
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan baik melalui kebijakan nasional maupun daerah berupaya untuk menjadikan masyarakat diberdayakan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan dan menganalisis peningkatan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan di Desa Lolah II Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa guna memperkuat dan mengembangkan konsep dan teori yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan. Metode penelitian kualitatif. Sampel diperoleh dari wawancara pada 10 orang informan yang didukung dengan observasi serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program pelatihan yang berhubungan dengan kegiatan peningkatan pengembangan usaha telah dilakukan oleh pemerintah melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat desa. Keikutsertaan masyarakat dalam program pelatihan dinilai oleh pemerintah dan lembaga keswadayaan masyarakat berhasil karena diikuti oleh masyarakat yang diundang. Pemerintah selalu berusaha memotivasi masyarakat dengan memanfaatkan berbagai media baik melalui pengeras suara di desa, kegiatan sosial kemasyarakatan, maupun kegiatan lainnya yang banyak mengumpulkan masyarakat. Peningkatan pendapatan masyarakat merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat melalui adanya peningkatan daya beli keluarga untuk membiayai kebutuhan sehari–hari keluarga baik kebutuhan dasar, kebutuhan sosial. Pendapatan masyarakat baik meningkat maupun menurun secara nyata berhubungan erat dengan kebutuhan hidup dalam pemenuhannya. Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Program Pemberdayaan Di desa Lolah II Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan yaitu kegiatan bantuan pinjaman modal usaha melalui program nasional pemberdayaan masyarakat pedesaan, pengembangan motivasi bekerja dan berusaha pelatihan serta pelatihan keterampilan usaha ekonomi.Kata kunci: pendapatan, pemberdayaan, peningkatan
ANALISIS BANTUAN DESA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA (STUDI KASUS PADA KECAMATAN TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN) Tumbel, Tinneke Meiske
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya peningkatan daya guna dan hasil guna bantuan pembangunan desa telah mendorong bahkan menggerakan swadaya gotong royong serta menumbuhkan otoaktivitas masyarakat dalam pembangunan desa. Bantuan ini sangat penting dan bermanfaat untuk pembangunan termasuk di Sulawesi Utara, khususnya desa-desa di Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Ternyata rangsangan riil telah membawa dampak positif bagi masyarakat desa, terutama dalam hal memobilisasi potensi desa, seperti dana, tenaga, dan pikiran yang dimiliki masyarakat.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis variabel dana bantuan, peran camat, partisipasi masyarakat, dan pembangunan desa. Metode penelitian yang digunakan tergolong pada penelitian survei. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Tareran Kabupaten Minahasa Selatan. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data primer dgunakan alat, yaitu pertanyaan. Cara pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden dan teknik wawancara di setiap desa yang telah ditentukan,sedangkan untuk data sekunder diambil melalui dokumen atau informasi dari kantor terkait. Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dana bantuan dan pembangunan desa digunakan teknik analisis Chi Quadrat, dan untuk mengukur besarnya derajat hubungan antara variabel digunakan rumus Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor bantuan desa dan pembangunan desa terdapat hubungan yang signifikan. Setelah dihitung dari persentase bantuan desa,ternyata lebih banyak menilai baik atau memilih adanya manfaat terhadap pembangunan desa. Demikian juga, adanya derajat hubungan antara pembangunan desa dan peran camat setelah dihitung nilai maksimum koefisiensi kontingensi. Pada hakikatnya bantuan desa dengan pelaksanaan pembangunan desa mempunyai hubungan yang erat. Jadi, jika bantuan desa meningkat maka kualitas pembangunan desa pun akan meningkat.Kata kunci: bantuan desa, pembangunan desa
HUKUM ACARA MAHKAMAH KONSTITUSI PENEGAK HUKUM DAN PENGADILAN ., Soeharno
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu substansi penting Perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga negara yang berfungsi menangani perkara tertentu di bidang ketatanegaraan, dalam rangka menjaga konstitusi agar dilaksanakan secara bertanggungjawab sesuai dengan kehendak rakyat dan cita-cita demokrasi. Kewenangan konstitusional Mahkamah Konstitusi untuk melaksanakan prinsip checks and balances yang menempatkan semua lembaga negara dalam kedudukan setara sehingga terdapat keseimbangan dalam penyelenggaraan negara. Keberadaan Mahkamah Konstitusi merupakan langkah nyata untuk dapat saling mengoreksi kinerja antar lembaga negara. Mahkamah Konstitusi dalam menyelenggarakan peradilan untuk memeriksa, mengadili, dan memutus perkara tetap mengacu pada prinsip penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yakni antara lain dilakukan secara sederhana dan cepat.Kata kunci: hukum acara mahkamah konstitusi

Page 1 of 38 | Total Record : 378