cover
Contact Name
Hasbullah Syaf
Contact Email
jurnal.ppw@gmail.com
Phone
+6281342602334
Journal Mail Official
jurnal.ppw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjen S. Parman Kendari, 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 23560606     EISSN : 25024205     DOI : dx.doi.org/10.33772/ppw
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah (JPW) merupakan media untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang berasal dari hasil riset para mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemerhati masalah-masalah yang terkait perencanaan dan pengembangan wilayah, intervensi, dan rancangan terhadap komunitas, desa, kota, dan wilayah termasuk lingkungan fisik, spasial, teknologi, ekonomi dan pertanian.
Articles 101 Documents
Sebaran Dan Nilai Indeks Jasa Ekosistem Pengaturan Kualitas Udara, Iklim Dan Air Di Kabupaten Konawe La Baco Baco Sudia
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.1 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i2.20401

Abstract

Ecosystem services to regulate air quality, climate, water system and water purification are important ecosystem services for human life and other living things. The objective of the research was to analyze the distribution and value of ecosystem services index of air quality, climate, water system and water purification of Konawe Regency. This research was conducted through the study of ecoregion characteristics, covering landforms, natural vegetation types and land cover.  Data analysis includes the calculation of ecosystem services index and spatial distribution of ecosystem services index. The results showed that the dominant type of landform in Konawe Regency was the structural hills of metamorphic rock material with natural vegetation in the form of forests and the dominant land cover was primary dry land forests.The average value of the Ecosystem Services Index (ESI) of air quality regulation were 2.88 (medium), climate regulation and water system arrangements were 3.18 (medium) and 3.12 (medium) and water purification settings was 2.12 (low).  The average value of the ecosystem services index of the four types of regulatory services was 2.83 with a moderate category. The average ESI value of Sub District of Latoma, Asinua, Routa, Abuki and Meluhu were 3.92, 3.65, 3.62, 3.51 and 3.49 with high categories, respectively. The performance of environmental services of air quality regulation is dominated by a high category of 221,489.56 hectares or 41.99 percent, while climate regulation was dominated by a very high category of 243,516.50 hectares or 46.17 percent. The performance of ecosystem services of water system and water purification arrangements reached an area of 235,459.44 hectares or 44.64 percent and 32,723.16 hectares or 43.04 percent respectively.Keywords: ecoregion, ecosystem services index, regulating ecosystem services,spatial distributionJasa ekosistem pengaturan kualitas udara, iklim, tata air dan pemurnian air merupakan jasa ekosistem penting terhadap kehidupan manusia dan mahluk hidup lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan nilai indeks jasa ekosistem pengaturan kualitas udara, iklim, tata air dan pemurnian air Kabupaten Konawe.  Penelitian ini dilakukan melalui kajian karakteristik ekoregion, mencakup bentang lahan, tipe vegetasi alami dan tutupan lahan.  Analisis data meliputi perhitunganindeksjasaekosistem dan sebaranspasialindeksjasaekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe bentang lahan yang dominan di Kabupaten Konawe adalah perbukitan structural lipatan bermaterial batuan metamorfik dengan vegetasi alami berupa hutanpamah (non dipterokarpa) dan tutupan lahan dominan adalah hutan lahan kering primer. Rata-rata nilai Indeks Jasa Ekosistem pengaturan kualitas udara adalah 2,88 (sedang), pengaturan iklim dan pengaturan tata air masing-masing sebesar 3,18 (sedang) dan 3,12 (sedang) dan pengaturan pemurnian air adalah 2,12 (rendah).  Nilai rata-rata indeks jasa ekosistem dari empat jenis jasa pengaturan tersebut adalah 2,83 dengan kategori sedang. Nilai IJE rata-rata Kecamatan Latoma yakni 3,92,  Kecamatan Asinua sebesar 3,65, KecamatanRouta sebesar 3,62, serta KecamatanAbuki dan KecamatanMeluhu masing-masing 3,51 dan 3,49 dengan kategori tinggi.  Kinerja jasa lingkungan pengaturan kualitas udara didominasi oleh kategori tinggi seluas 221.489,56 hektaratau 41,99%, sementara itu pengaturan iklim didominasi oleh kategori sangat tinggiseluas 243.516,50 hektaratau 46,17%.  Kinerja jasa ekosistem pengaturan tata air dan pengaturan pemurnian air mencapai luas masing-masing 235.459,44 hektaratau 44,64% dan 32.723,16 hektaratau 43,04%.Kata Kunci:ekoregion, jasa ekosistem pengaturan, indeks jasa ekosistem, sebaran spasial
Dampak Dana Desa dan Alokasi Dana Desa terhadap Pengembangan Infrastruktur Desa di Kecamatan Moramo Utara Kamaruddin Kamaruddin; M. Natsir Natsir; Awaluddin Hamzah
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.25162

Abstract

ABSTRACTThis research takes place in North Moramo District, South Konawe Regency This study aims (1) to analyze the impact of the Village Fund (DD) and Village Fund Allocation (ADD) on the development of village infrastructure; (2) to analyze the community's perception of the impact of the Village Fund (DD) and Village Fund Allocation (ADD) on the development of village infrastructure. The results of this study are (1) Lamokula Village, Mekar Jaya Village, Sanggula Village, Lombueya Village, Wawatu Village, Tanjung Tiram Village, Lalowaru Village, Puasana Village, Mata Lamokula Village, and Mata Village where these villages utilize the built infrastructure to improve the community's economy and village income in North Moramo District. The infrastructure built is the construction of village axis roads, environmental roads, dug wells, drilled wells, habitable houses, drainage, gabions, posyandu, polides, toilets, 4 wheel bridges, and others.(2) Getting a positive influence and providing benefits to infrastructure development is getting better, then the development of village infrastructure in North Moramo District will increase or get better. Keywords: Infrastructure Development, Village Fund Allocation, and Village FundABSTRAK Penelitian ini bertempat di Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk menganalisis dampak Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) terhadap pengembangan infrastruktur desa; (2) Untuk menganalisis persepsi masyarakat tentang dampak Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) terhadap pengembangan infrastruktur desa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, analisis spasial, dan Analisis regresi linear. Hasil penelitian ini yaitu (1) Desa Lamokula, Desa Mekar Jaya, Desa Sanggula, Desa Lombueya, Desa Wawatu, Desa Tanjung Tiram, Desa Lalowaru, Desa Puasana, Desa Mata Lamokula, dan Desa Mata yang masing-masing desa memanfaatkan infrastruktur yang terbangun dapat meningkatkan perekonomian masyakat dan pendapatan desa di Kecamatan Moramo Utara. Infrastruktur yang terbangun yaitu pembuatan jalan poros desa, jalan lingkungan, sumur gali, sumur bor, rumah layak huni, drainase, bronjong, posyandu, polides, MCK, Jembatan Roda 4, dan lain-lain. (2) Mendapatkan pengaruh positif dan memberikan manfaat terhadap pembangunan infrastruktur semakin baik, maka pengembangan infrastruktur Desa di Kecamatan Moramo Utara akan mengalami peningkatan atau semakin baik. Kata Kunci : Pengembangan Infrastruktur, Alokasi Dana Desa, dan Dana Desa
Analisis Tingkat Keberlanjutan Program Pemberdayaan Masyarakat pada CV. Unaaha Bakti Persada di Desa Maromba Afdal Afdal; Muh. Ramli; La Ode Alwi
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.23508

Abstract

The company's community empowerment program needs to be analyzed for its sustainability level as a form of responsibility. The purpose of this study is to analyze the level of sustainability in the management of mining areas in CV. Unaaha Bakti Persada in Marombo Beach Village, Lasolo District, North Konawe Regency, Southeast Sulawesi Province. The data analysis used is descriptive analysis and MDS analysis. The results showed that based on economic analysis and regional sustainability, it was seen that the large economic role of the mining industry, including CV. Unaaha Bakti Persada has not been able to support the sustainable development of the Morombo Pantai Village area, so the role of the mining industry needs to be increased and directed at community economic development and resource management in Morombo Pantai Village. Keywords: Empowerment, Company, Community, Village Program pemberdayaan masyarakat pada perusahaan perlu untuk dianalisis tingkat keberlanjutanya sebagai bentuk tanggung jawab. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tingkat keberlanjutan dalam pengelolaan wilayah pertambangan CV. Unaaha Bakti Persada di Desa Marombo Pantai Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis MDS. Hasil penelitian menunjukan (1) Berdasarkan analisis ekonomi dan keberlanjutan wilayah, terlihat bahwa peran ekonomi yang besar dari industri pertambangan termasuk CV. Unaaha Bakti Persada ternyata belum dapat mendukung keberlanjutan pembangunan wilayah Desa Morombo Pantai, sehingga peran industri pertambangan perlu ditingkatkan dan diarahkan pada pengembangan ekonomi masyarakat dan pengelolaan sumberdaya Desa Morombo Pantai. Kata Kunci : Pemberdayaan, Perusahaan, Masyarakat, Desa
Kajian Spasial Kebutuhan Sarana Pendidikan Tingkat SMAN Di Kota Kendari Eka Apriana; La Ode Restele; Jamal Harimudin; Fitriani Fitriani; Hasbullah Syaf
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.25259

Abstract

Kendari City is one of the regions with a fairly large population level with total population is 359.371 person. The rapid growth in Kendari city caused an increase total of population, so that the increase in educational facilities and infrastructure. The method used to identify the need for high school facilities in this study is the analysis of SNI No. 13-1733-2004 and Voronoi Diagram Analysis. The study aims to: (1) determine the distribution of senior high school educational facilities in the Kendari City in 2019; (2) determine the need for senior high school educational facilities in the Kendari City in 2019. The results of this study are: (1) the distribution of the number of school-aged population in Kendari city in 2019 as much 9.790 persons with the total area of buildings is 1.643 m² needs an area of 25.454 m² with a standard 2.6 m²/person; (2) the need for education facilities at the senior high school in Kendari City, namely (the number of schools, the number of classrooms, and the number of teachers) in the study area is still largely low, however the level of availability of educational service facilities have a high score, so that in planning, developing, and constructing of educational facilities can be evenly distributed in all areas of Kendari City.Keywords: Voronoi Diagram Analysis, Education, Facilities and InfrastructureKota Kendari merupakan salah satu wilayah dengan tingkat populasi yang cukup besar dengan jumlah penduduk 359.371 jiwa. Pesatnya pertumbuhan di Kota Kendari menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga semakin meningkatnya kebutuhan akan fasilitas sarana dan prasarana pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui persebaran sarana pendidikan tingkat SMAN di Kota Kendari pada tahun 2019 (2) untuk mengetahui kebutuhan sarana pendidikan tingkat SMAN di Kota Kendari pada tahun 2019. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sarana pendidikan tingkat SMAN adalah analisis SNI No. 13-1733-2004 dan Analisis Diagram Voronoi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) persebaran jumlah penduduk usia sekolah tingkat SMAN di Kota Kendari pada tahun 2019 sebanyak 9.790 jiwa dengan jumlah bangunan 1.643 m² membutuhkan luas lahan 25.454 m² dengan standar kebutuhan sarana 2,6 m²/jiwa; (2) kebutuhan sarana pendidikan tingkat SMAN di Kota Kendari, yaitu (jumlah sekolah, jumlah ruang kelas, dan jumlah guru) di daerah penelitian sebagian besar masih rendah, walaupun demikian tingkat ketersediaan fasilitas pelayanan pendidikan mempunyai nilai skor yang tinggi, sehingga dalam perencanaan, pengembangan, dan pembangunan fasilitas pendidikan bisa merata di semua wilayah Kota Kendari.Kata kunci: Analisis Diagram Voronoi, Pendidikan, Sarana dan Prasarana
Analisis Spasial Persebaran Pelayanan Kesehatan Oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari Rasmiwati Pasandang; Tufaila Hemon; Hasbullah Syaf
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.22278

Abstract

The distribution of health facilities needs to be known because it can be seen the reach of health services in an area. This study aims to identify the distribution of health services carried out by the Kendari Class II Port Health Office from the perspective of spatial analysis. The method used is the buffer method in geographic information systems. The results of the study are the distribution of health services carried out by KKP Class II Kendari, especially the Kendari Work Area I in the Kendari region, Konawe Regency, North Konawe Regency and South Konawe Regency. There are still two ports that have not been provided with health services, namely Tinobu Port (North Konawe Regency) and Lainea Port (South Konawe Regency).Keywords: Health Services, Spatial, DistributionPersebaran sarana kesehatan perlu untuk diketahui karena akan terlihat pada jangkauan layanan kesehatan pada suatu daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari dari perspektif analisa spasial. Metode yang digunakan yaitu metode buffer pada system informasi geografi. Hasil penelitian menemukan bahwa persebaran pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh KKP Kelas II Kendari khususnya Wilayah Kerja I Kendari ada di wilayah Kendari, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara dan Kabupaten Konawe Selatan. Masih terdapat dua pelabuhan yang belum diberikan layanan kesehatan yaitu di Pelabuhan Tinobu (Kabupaten Konawe Utara) dan Pelabuhan Lainea (Kabupaten Konawe Selatan) Kata Kunci : Layanan Kesehatan, Spasial, Sebaran
Zonasi Wilayah Pesisir Pantai Batauga Berbasis Kajian Risiko dan Mitigasi Bencana Gelombang Ekstrem dan Abrasi di Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan Eny Azkiah; Muliddin Muliddin; Jamhir Syafani
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.23503

Abstract

Kecamatan Batauga merupakan ibukota Kabupaten Buton Selatan yang secara geografis rawan terhadap bencana pesisir seperti bencana gelombang ekstrem dan abrasi. Bencana ini umumnya terjadi pada awal tahun yaitu antara bulan Januari hingga bulan Maret yang telah menyebabkan kerusakan berat pada talud sepanjang kurang lebih  3.195 meter yang tersebar di kelurahan Majapahit, Kelurahan Masiri, Kelurahan Laompo, dan Kelurahan Majapahit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat ancaman bencana gelombang ekstrem dan abrasi, (2) tingkat risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi, (3) konsep mitigasi  bencana gelombang ekstrem dan abrasi, dan (4) konsep zonasi berbasis mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei yang dideskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran serta mendeskripsikan berbagai fenomena yang ada dan membandingkannya dengan teori yang ada beserta data yang diperoleh dari berbagai instansi yang berkaitan. Analisis indeks ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko menggunakan Perka No. 1 dan No. 2 tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Hasil analisis bencana ini kemudian akan menjadi dasar bagi konsep pola mitigasi dan rencana zonasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ancaman gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah pesisir Batauga secara keseluruhan adalah sedang dengan total nilai ancaman berkisar antara  1,9 – 2,3. Tingkat risiko bencana gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah pesisir pantai Batauga terdiri dari dua yaitu risiko rendah dan risiko tinggi. Luas wilayah dengan risiko tinggi adalah 41,58 Km² (36,13%) yang berada di wilayah pesisir Lawela, Lampanairi, Bola dan Poogalampa dengan nilai risiko 1,84 – 1,97. Sedangkan luas tingkat risiko rendah adalah 73,52 Km² (63,87%) di wilayah pesisir Bandar Batauga, Busoa, Lakambau, Laompo, Masiri, dan Majapahit. Konsep Mitigasi yang ditawarkan ada tiga yaitu pola proteksi, pola adaptif, dan pola do nothing. Konsep zonasi berdasarkan mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi yang ditawarkan ada tiga zona yaitu zona proteksi (152,23 Ha), zona adaptif (257,05 Ha), dan zona do-nothing (19,17 Ha).Kata kunci: gelombang ekstrem, abrasi, ancaman bencana, risiko bencana, mitigasi, rencana zonasi
Analisis Daya Tampung Lahan untuk Permukiman di Wilayah Kecamatan Sawerigadi Feryati Feryati; Hasbullah Syaf; Lukman Yunus
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.22275

Abstract

Sawerigadi Subdistrict has additional residential land due to the increase in population, so the purpose of this study is to analyze the pattern of settlement growth in Sawerigadi Subdistrict, West Muna Regency, and (2) to analyze the carrying capacity of land in accordance with settlement growth in Sawerigadi District, West Muna Regency. The method used is the analysis of settlement patterns, and analysis of the suitability of settlement land. The result of this research is that the pattern of settlement growth in Sawerigadi District, West Muna Regency is spread out in each village. The population capacity in 2020 and 2030 in Sawerigadi District is generally still sufficient. Keywords: Land Capacity, SettlementKecamatan Saweigadi terjadi penambahan lahan permukiman karena bertambahnya jumlah penduduk, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengalisis pola pertumbuhan permukiman di Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat, dan (2) untuk menganalisis daya dukung lahan sesuai dengan pertumbuhan permukiman di Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan yaitu analisis pola permukiman, dan analisis kesesuaian lahan permukiman. Hasil dari penelitian ini yaitu pola pertumbuhan permukiman diKecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat adalah menyebar pada masing-masing desa. Daya tampung penduduk tahun 2020 dan tahun 2030 Kecamatan Sawerigadi pada umumnya masih mencukupi.Kata Kunci : Daya Tampung, Permukiman
Ekspansi Lahan Terbangun dan Implikasinya Terhadap Kejadian Banjir Dan Longsor Di Kota Tanjungpinang Maidatul Fitrani
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.24534

Abstract

Banjir dan longsor yang terjadi di Kota Tanjungpinang pada awal tahun 2021 merupakan bencana terparah sepanjang sejarah. Ekspansi lahan terbangun secara sporadis atau yang biasa dikenal dengan istilah urban sprawl dan berkurangnya ruang terbuka hijau diduga menjadi faktor utama penyebab banjir. Artikel ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya banjir di Kota Tanjungpinang dan merumuskan usulan kebijakan dalam pencegahan banjir di masa mendatang. Artikel ini akan mengkaji hubungan sebab-akibat antara aktifitas masyarakat dengan lingkungan dengan menggunakan pendekatan DPSIR, yang diperkuat dengan analisis spasial untuk menganalisis perkembangan lahan terbangun, serta wawancara informan kunci. Artikel ini berfokus pada pertumbuhan penduduk yang mendorong ekspansi lahan terbangun, pola pemanfaatan ruang dan kaitannya dengan lokasi banjir dan longsor. Hasil analisis menemukan bahwa dalam 10 tahun terakhir ekspansi lahan terbangun mengalami pertumbuhan 66% dengan dominasi pemanfaatan ruang sebagai perumahan. Ekspansi lahan terbangun menyebabkan berkurangnya daerah resapan air. Aspek perencanaan tata ruang yang belum mempertimbangkan daya dukung lingkungan, pembangunan perumahan pada daerah sempadan sungai, dan belum optimalnya pengawasan pembangunan perumahan juga menjadi faktor lain yang mendorong banjir dan longsor. Kebijakan tata guna lahan yang berkelanjutan adalah kunci dalam mengatasi ekspansi perkotaan yang tidak terkendali dan tantangan banjir yang terkait. Selain itu, kontrol penggunaan lahan melalui penegakan legislatif dan memprioritaskan perlindungan kawasan mangrove dan RTH oleh pemerintah kota dan pemangku kepentingan utama lainnya sangat penting untuk pengendalian dan pencegahan banjir yang efektif di Kota Tanjungpinang.
CLUSTERING PENENTUAN LOKASI PRIORITAS BANTUAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI KABUPATEN GARUT MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS Marisa Latifah Alamsyah
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.23026

Abstract

Rumah layak huni adalah rumah yang memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, serta kesehatan penghuni. Di Kabupaten Garut, saat ini masih banyak masyarakat yang rumahnya tidak memenuhi syarat rumah layak huni tersebut, atau biasa disebut dengan memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan K-Means Clustering dengan aplikasi R-Program. Terdapat 3 data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data jumlah kemiskinan tahun 2021, jumlah RTLH tahun 2021, dan data jumlah orang yang terkena stunting tahun 2021 perkecamatan di Kabupaten Garut. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa didapatkan jumlah cluster optimal yaitu 2 cluster, dan kecamatan yang termasuk cluster 2 merupakan kecamatan yang cocok untuk menjadi lokasi prioritas penerima bantuan RTLH. Terdapat 3 kecamatan yang termasuk kedalam cluster 2 tersebut yaitu Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Garut Kota dan Kecamatan Malangbong. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu rekomendasi dinas yang berwenang yaitu Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut untuk memilih lokasi prioritas penerima bantuan RTLH.
Identification Of Density Settlements In Balikpapan City Agus Fitrianto; Rilia Rigina Mahargamitha
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpw.v7i1.24084

Abstract

Settlements that grow irregularly with a high population density indicate the community's quality of life and survival. Dense settlements without proper supervision and planning will make the face of the city become. This study aims to (1) identify the areas in Balikpapan City that are the most vulnerable, (2) assess the slum status of the area, (2) assess the slum status of the analysis using the Identification Guidelines. Permuh Metropolitan City Support Area with Economic Vitality Criteria and Non-Economic Vitality Criteria for you, the most populous city of Balikpapan. (3) formulate priorities for handling the most densely populated areas. The study found that the Karang Rejo sub-district may be an area with a total assessment weight of 430. The Non-Economic Vitality Criteria score is 340, then the Economic Vitality criteria score is 90. Property development management approaches are needed urgently in the Karang Rejo sub-district area.

Page 9 of 11 | Total Record : 101