cover
Contact Name
Hasbullah Syaf
Contact Email
jurnal.ppw@gmail.com
Phone
+6281342602334
Journal Mail Official
jurnal.ppw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjen S. Parman Kendari, 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 23560606     EISSN : 25024205     DOI : dx.doi.org/10.33772/ppw
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah (JPW) merupakan media untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang berasal dari hasil riset para mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemerhati masalah-masalah yang terkait perencanaan dan pengembangan wilayah, intervensi, dan rancangan terhadap komunitas, desa, kota, dan wilayah termasuk lingkungan fisik, spasial, teknologi, ekonomi dan pertanian.
Articles 101 Documents
PEMELIHARAAN JALAN KOTA WANGGUDU KABUPATEN KONAWE UTARA Darwin Darwin; Muh. Syarif; Edward Ngii
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PPW UHO Vol 5 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.124 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v5i2.15207

Abstract

Policy in financing the maintenance of Wanggudu City Road North Konawe Regency 2018 with the intention to obtain information objectively in the implementation of the Wanggudu City Road Maintenance Policy in North Konawe Regency implementation period 2014 -2018. This study aims to identify road segments, and determine priorities for road maintenance and analyze road financing and maintenance policies in Wanggudu Raya City. There are 15 city roads that were sampled in the study. Data obtained from observations (observations) directly, then other data in the form of Regional Spatial Detail Plan Data Data obtained from observations (observation) directly, then other data in the form o f Spatial Detail Plan for North Konawe Regency and budgeting and policies contai ned in local regulation. The object of the research is the 15 Wanggudu city road sections, North Konawe Regency roads and the budgeting and policies contained in the regional regulations. The object of research is Wanggudu city road sections, amounting to 15 road sections. The results showed that of the 15 roads there were routine maintenance given to 6 roads with a total length of 24,38 km. Then periodic maintenance is given to 6 roads with a total length of 7 km, and improvements are given to 2 roads with a total length of 1.5 km and reconstruction is given to only 1 road with a total length of 5,82 km. Then from the allocation of funds based on the ability of the region shows that the realization of financing for routine maintenance, periodic maintenance, improvement and reconstruction can only be achieved by 75.95%. Keywords: Po licy, Financing, Maintenance
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI KECAMATAN BAITO DALAM MENDUKUNG MISI KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN KABUPATEN KONAWE SELATAN Hariyanto Liambo; Sahta Ginting; La Ode Afa
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PPW UHO Vol 5 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.567 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v5i2.15892

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) Potential development of organic and conventional agriculture in terms of land area and the potential availability of land in the future will come in Baito District; 2) The feasibility of organic and conventional farming in the Baito District in order to ensure business continuity and benefits; and 3) Directions for the development of organic and conventional agriculture in Baito District to support sustainable food security missions in Konawe Selatan District. Research is a quantitative study. The number of samples was 149 farmers. Data analysis was performed with a spatial approach (GIG ArcView) and qualitative descriptive. The results of the study concluded that; 1) The agricultural potential in Baito District in terms of the area cultivated by farmers is 1,363 ha consisting of organic farming around 626.63 ha and conventional 736.37 ha, and supported by the availability of land for future agricultural development in accordance with the spatial plan until 2033 namely 3,349.67 ha; 2) Organic farming business undertaken by the community in Baito District consists of thirteen (13) commodities namely; field rice, corn, peanuts, cassava, soybeans, cayenne peppers, eggplants, chayote, spinach, spinach, pineapple, papaya and bananas all of these types are feasible to be developed because they have an R / C value> 1. Whereas conventional farming businesses that cultivated consists of seven (7) commodities namely; lowland rice, soybeans, large chillies, spinach, apple tomatoes, cucumbers and beans all of these types are suitable to be developed because they have an R / C value> 1; and 3) Directions for the development of organic and conventional agriculture in Baito District to support the mission of sustainable food security in South Konawe Regency are; (a) it is necessary to correct the development of organic agriculture and initiate the formation of a pilot project area; (b) Development of organic and conventional agriculture with a planning approach (political, technocratic, top-down and bottom-up and participatory); and (c) the regional concept approach, namely conventional agricultural areas in Wonua Raya Village, Mekar Jaya Village and Baito Village (964.32 ha); the central area of organic agriculture development in Matabubu Village, Amasara Village, Ahuangguluri Village and Sambahule Village (1,965.10 ha); and supporting areas in Tolihe Village, Wanua Raya Village and Mekar Jaya Village. 
Analisis Spasial Persebaran Infrastruktur Perdesaan Terhadap Produk Unggulan Kawasan Perdesaan Di Kecamatan Dangia Muh. Syawal Saranani; Manat Rahim; La Ode Geo
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.772 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i1.16295

Abstract

Produk unggulan desa perlu ditingkatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis persebaran Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan)  pada program Dana Desa di Kecamatan Dangi; dan untuk menganalisis dampak pengembangan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) dengan adanya pembangunan infrastruktur desa di Kecamatan Dangia. Metode yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu Produksi Unggulan Desa (Prudes) rata-rata tahun 2015-2019 di Kecamatan Dangia tersebar di semua desa. Dampak dari Prukades yaitu dengan adanya infrastruktur desa memberikan dampak positif pada Prukades. Di Kecamatan Dangia mempunyai hasil produksi padi sawah hanya mencapai 1 - 5 ton per desa sebelum adanya infrastruktur desa, setelah adanya infrastruktur desa maka produksi pertanian di Kecamatan Dangia antara tahun 2015 sampai tahu 2019 padi sawah mencapai 146.000 ton. Komuditas Kakao mencapai 10 - 50 kg sebelum adanya infrastruktur desa, setalah adanya infrastruktur desa maka produksi kakao mencapai 488.000 kg. Komuditas lain yang mengalami kenaikan produksi setelah adanya infrastruktur desa. Kata Kunci: Dampak, Desa, Infrastruktur, Sebaran,
Analisis Daerah Rawan Banjir Dan Tanah Longsor Di Daerah Aliran Sungai Konaweha Provinsi Sulawesi Tenggara La Baco; Abdul Manan; Hasbullah Syaf; Sahindomi Bana
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.482 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i1.18203

Abstract

Banjir dan longsor terutama disebabkan oleh faktor alam seperti curah hujan, topografi, bentuk lahan dan kelokan sungai serta faktor manusia yang meliputi tata guna lahan dan infrastruktur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daerah rawan banjir dan daerah rawan longsor di Wilayah Sungai Konaweha. Penelitian ini dilakukan di DAS Konaweha dengan menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan banjir di DAS Konaweha tersebar seluas 101.889 hektar (14,60%) 241.794 hektar (34,64%) rawan sedang dan 354.264 hektar (50,76%) merupakan wilayah yang tidak rawan banjir. Daerah dengan tingkat banjir sedang hingga rawan banjir umumnya tersebar di Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur. Tingkat kerawanan longsor di DAS Konaweha tersebar di wilayah sesuai dengan tingkat kerawanan longsor yaitu seluas 16.632 hektar (2,38%) kategori tidak rawan, 159.073 hektar (22,79%) rawan, 115.922 hektar (16,62%) kategori kerawanan sedang, 396.388 hektar (56,79%) kawasan rawan dan 9.932 hektar (1,42%) merupakan kawasan sangat rawan longsor.Kata Kunci: Banjir, DAS Konaweha, Longsor, Daerah Rawan
PENGARUH AKTIVITAS PERTAMBANGAN TERHADAPTATA GUNA LAHAN DAN PEREKONOMIAN MASYARAKATDI KECAMATAN PALANGGA SELATANKABUPATEN KONAWE SELATAN Kardin Kardin; La Ode Muh. Harafah; Lukman Yunus
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PPW UHO Vol 5 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.302 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v5i2.15200

Abstract

ABSTRACT This study aims (1) to analyze changes in land cover/use due to mining activities in South Palangga Sub-District, South Konawe District, (2) to analyze the effect of mining activities on the community's economy in South Palangga Sub-District, South Konawe District; (3) Analyze the mining area development strategy in South Palangga Sub-District, South Konawe District. The sample was determined by random sampling with a sample of 99 respondents. Data collection methods in this study were field observations, making and filling out questionnaires. The data analysis in this study used the analysis of changes in land cover/use, analysis of difference test/cross-tabulation, and analysis of Swot.The results of this study show (1) Changes in land cover/use due to mining activities in Palangga Selatan District, South Konawe Regency since mining activities until 2019 in Palangga Selatan District reached an area of 503.33 Ha consisting of 421.96 Ha non-mining in IUP while 81.37 is not mining outside IUP. Changes in land use due to mining activities consisted of thickets covering 374.43 hectares, mixed dry land farming of 80.24 hectares, secondary dry land forests of 43.18 hectares, secondary mangroves of 5.21 hectares, and ponds of 0.27. Ha; (2) Mining activities have a positive effect on people's income and livelihoods in Palangga Selatan District, Konawe Selatan Regency. Community income that has an influence due to mining activities is 62 respondents consisting of 43 respondents with increased income and 19 respondents experiencing decreased income. Livelihood changes for 35 people with various livelihoods consisting of 31 influential respondents and 4 respondents who did not affect mining activities; and (3) the development strategy of mining areas in Palangga Selatan District, Konawe Selatan Regency is (1) Development of mining activities to increase community income and absorb new local workers; (2) Strengthening regulations related to land clearing outside IUP to prevent environmental damage; and (3) Increasing new technology to increase the absorption of new local workers. Keywords:  Mining Activities, Land Use/Cover, Community Economy
Analisis Pengembangan Komoditas Unggulan Sub Sektor Hortikultura Di Kabupaten Konawe Nurlina Angreini; Manat Rahim; Idrus Salam
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.045 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i1.17334

Abstract

Komuditas unggulan pada suatu wilayah perlu untuk ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui komoditas basis di Kabupaten Konawe, (2) mengetahui ketersediaan lahan untuk pengembangan komoditas unggulan subsektor hortikultura, (3) mendapatkan informasi tentang kelayakan usahatani komoditas unggulan, dan (4) mengetahui strategi pengembangan komoditas unggulan sub sektor hortikultura di Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan yaitu (1) Loqation Question (LQ) dan Dinamyc Location Question (DLQ), (2) analisis spasial, (3) R/C ratio, dan (4) SWOT. Hasil penelitian yaitu (1) cabai rawit merupakan komoditi unggulan nasional subsektor hortikultura dengan nilai LQ dan DLQ rata-rata tahun 2015-2019 yakni 1,35 dan 7,69 dengan kriteria basis dan berpotensi untuk dikembangkan, (2) potensi lahan yang tersedia seluas 2901,59 ha atau 46,19 %, (3) Usahatani cabai rawit di Kabupaten Konawe juga layak untuk dikembangkan dengan nilai kelayakan R/C ratio yakni 2,40, (4) Strategi pengembangan komoditas unggulan dapat dilakukan dengan perluasan lahan dan areal tanam komoditas unggulan, peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pemanfaatan keterampilan dan pengalaman petani dalam meningkatkan produksi yang berkualitas, bersaing di pasaran serta dapat memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen, serta pengembangan kawasan komoditas unggulan berdasarkan potensi wilayah. Kata Kunci : holtikultura, komuditas unggulan, pengembangan
PEMETAAN LAHAN KRITIS UNTUK PENYEDIAAN LAHAN PERUMAHAN DI KABUPATEN BUTON TENGAH Mitha Asyita Rahmawaty
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PPW UHO Vol 5 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.993 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v5i2.14866

Abstract

This study aims to 1) Determine the distribution of critical land in Central Buton Regency; 2) Analyze the location of critical land suitable for housing land supply in Central Buton Regency. The research location is in the Central Buton Regency, Southeast Sulawesi Province with an analysis unit per district. Data analysis techniques in this study used a map overlay with weighting based on the criteria for determining critical land. Besides that, an analysis technique is carried out the form of map buffering using road parameters to determine the suitable location of housing. Based on the Classification of  Land Criticality in Central Buton District, land classification is Critical,Rather Critical and Potentially Critical is chosen as suitable land for housing land. Critical land classification with Very Critical level is almost in the whole area of Central Buton Regency. Almost all sub-districts in Central Buton District have Critical Land that is suitable for housing land except Talaga Raya District. Subdistricts with critical land for the largest housing land supply in Central Buton Regency are in Mawasangka District with an area of 235,672.81 M2 and Central Mawasangka District with an area of 214,179.80 M2Keywords: Central Buton Regency, Critical Land, Housing
Analisis Spasial Perencanaan Penggunaan Lahan Daerah Karts Untuk Tanaman Pangan di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Jufri Karim; La Ode Safuan; Hasbullah Syaf; La Ode Kasno Arif
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PPW UHO Vol 5 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.543 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v5i2.14930

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pemwilayahan potensi dan kendala serta pengelolaan sumberdaya lahan pertanian tanaman pangan secara spasial di Kecamatan Wangi-Wangi.Penelitian ini dilakukan dengan menyusun satuan lahan melalui analisis spasial overlay.Pengumpulan data melalui survei lapangan dan metode grid dengan jarak 500 meter. Analisis kelas kesesuaian lahan menggunakan metode pencocokkan (matching) dengan melibatkan banyak faktor dan kriteria dari kualitas lahan.Hasil penelitian ini diperoleh kesesuaian lahan aktual tanaman jagung berada pada kelas sesuai marginal (S3) dantidak sesuai (N). Untuk tanaman talas diperoleh 3 (tiga) kelas yaitu tidak sesuai (N), sesuai marginal (S3), serta cukup sesuai (S2). Kesesuaian lahan potensial tanaman jagung dan talas masing-masing diperoleh 3 (tiga) kelas yaitu cukup sesuai (S2), sesuai marginal (S3), dan tidak sesuai (N).Faktor kendala untuk tanaman jagung dan talas di Kecamatan Wangi-Wangi adalah temperatur (tc), ketersediaan air (wa), ketersediaan oksigen (oa), media perakaran (rc), sodisitas (xn), bahaya erosi (eh), penyiapan lahan (lp). Bentuk pengelolaan untuk pengembangan tanaman jagung dan talas adalah perbaikan sistem drainase, pengairan, reklamasi, konservasi tanah dan air.Kata kunci: analisis spasial, penggunaan lahan, tanaman pangan, karts, Wangi-Wangi
Analisis jasa lingkungan pangan dan air Pada Kawasan Perkotaan dan Kawasan Industri di Kabupaten Konawe Ismail Nur; Hasbullah Syaf; Dewi Nurhayati Yusuf
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.115 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i1.16137

Abstract

Kabupaten Konawe memilik kawasan perkotaan dan kawasan industri yang perlu diperhatikan tentang ktersediaan pangan dan air. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai indeks jasa lingkungan hidup di kawasan perkotaan dan kawasan industri di Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan yaitu teknik overlay peta, bobot dan skoring, dan perhitungan indeks jasa lingkungan. Hasil dari penelitian ini yaitu pada kawasan perkotaan (Kecamatan Unaaha), penutupan lahan menempati posisi yang lebih dominan. Hal ini menunjukkan kawasan perkotaan memiliki peran dalam sektor pertanian. Kawasan industri di Kabupaten Konawe membetuk aglomerasi yang terdiri dari Kecamatan Morosi, Kecamatan Kapoila dan kecamatan Bondoala, dan sebagai penggerak ekonomi. nilai indeks jasa lingkungan penyediaan pangan yaitu 3,10  dan nilai indeks jasa lingkungan penyediaan air dengan nilai 2,33.  Semakin tinggi jasa ekosistem maka semakin tinggi kemampuan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Keywords: air, kawasan, ketersediaan, pangan
Analisis Prioritas Konsep Dan Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Di Kecamatan Nambo Sitti Astija; Ishak Kadir; Dewi Nurhayati Yusuf
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Perencanaan Wilayah
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.767 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v6i1.17335

Abstract

Kawasan permukiman kumuh di Kecamatan Nambo terbagi atas Kluster Pudai – Nambo (Kelurahan Bungkutoko, Petoaha, Nambo) dan Kluster Tondonggeu – Sambuli. Tipologi permukiman di Kecamatan Nambo merupakan dataran rendah dan tepi air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis skala prioritas, menentukan konsep dan strategi penanganan kawasan kumuh di Kecamatan Nambo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis pembobotan indikator prioritas kawasan kumuh berdasarkan Peraturan Menteri PU No. 2 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan kumuh di Kecamatan Nambo terbagi atas dua klasifikasi prioritas yaitu kumuh sedang, status lahan tidak legal dan pertimbangan lainnya tinggi dan kumuh sedang, status lahan tidak legal dan pertimbangan lain sedang. Berdasarkan kondisi kekumuhan di Kecamatan Nambo maka konsep/ pola penanganan kawasan permukiman kumuh yaitu permukiman kembali. Rumusan strategi; penyiapan lahan, rehabilitasi/perbaikan bangunan hunian, rehabilitasi/ perbaikan infrastruktur permukiman dan rehabilitasi/ perbaikan proteksi kebakaran. Kata Kunci : Kawasan Kumuh, Konsep, Nambo, Prioritas, Strategi

Page 7 of 11 | Total Record : 101