cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24067489     EISSN : 24069337     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) adalah jurnal ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dan review bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September" : 15 Documents clear
Uji Resistensi Terhadap Beberapa Antibiotika pada Escherichia coli yang Diisolasi dari Kucing di Klinik Hewan Kota Bogor Yamin Yaddi; Safika Safika; Fachriyan Hasmi Pasaribu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.938 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i3.13442

Abstract

ABSTRAKPermasalahan resistensi Antibiotika pada hewan kesayangan menjadi kendala kesehatan hewan di seluruh dunia. World Health Organisation (WHO) menyebutkan bahwa pada masa mendatang resistensi antibiotika akan menjadi tantangan yang terbesar dalam dunia kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat resistensi antibiotika terhadap Escherichia coli yang diisolasi dari kucing pada klinik hewan di Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukan bahwa resistensi Escherichia coli tertinggi terjadi pada golongan β-laktam (ampisilin 66% dan amoksisilin 60%) yang diikuti oleh golongan tetrasiklin (oksitetrasiklin 54% dan dosisiklin 24%), serta golongan kuinolon (enrofloksasin 38% dan ciprofloksasin 28%). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan medis bagi praktisi hewan kesayangan dalam penggunaan antibiotika.Kata Kunci: Escherichia coli, klinik hewan, kucing, resistensi antibiotikaABSTRACTThe problem of antibiotic resistance in pets is obstacles to animal health throughout the world. World Health Organization (WHO) states that in the future, antibiotic resistance will become the biggest challenge in the health concern. This study aims to measure the level of Escherichia coli resistance to antibiotics which is isolated from cats on veterinary clinics in Bogor City. The results showed that the highest resistance of Escherichia coli occurred in the β-lactam group (ampicillin 66% and amoxicillin 60%) followed by tetracycline (oxytetracycline 54% and doxycycline 24%), and quinolone group (enrofloxacin 38% and ciprofloxacin 28%). This study is expected to become medical considerations for pet practitioners in the use of antibiotics.Keywords: animal clinic, antibiotic resistance, cats, Escherichia coli
Estimasi Korelasi Genetik antara Bobot Lahir dengan Bobot Sapih pada Kambing Saburai di Sentra Pembibitan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung Muhammad Dima Iqbal Hamdani; Kusuma Adhianto; Sumarni Sumarni; Sulastri Sulastri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.352 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i2.5628

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi nilai korelasi genetik antara berat lahir dan berat sapih pada kambing saburai di Kabupaten Tanggamus. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2018, berlokasi di Sentra pembibitan kambing saburai di Kabupaten Tanggamus. Materi penelitian ini sebanyak data 136 indukan dan data 150 anakan kambing saburai. Metode penelitian yaitu survei menggunakan data recording dan kuesioner. Variabel yang diamati adalah berat lahir dan berat sapih induk, berat lahir dan berat sapih cempe, umur sapih, umur induk saat melahirkan, tipe kelahiran cempe, dan jenis kelamin cempe. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa berat lahir dan berat sapih induk masing-masing adalah 3,10±0,47 dan 12,15± 2,29; berat lahir dan berat sapih cempe masing-masing adalah 3,25±0,48 dan 12,60± 2,77. Korelasi genetik berat lahir dan berat sapih di Sentra Pembibitan Kabupaten Tanggamus adalah  0,37. Kesimpulan dari penelitian ini adalah seleksi peningkatan bobot lahir akan meningkatkan bobot sapih kambing saburai.Kata kunci: bobot lahir, bobot sapih, kambing saburai, korelasi genetikABSTRACTThis study aims to determine the estimation of genetic correlation values of birth weights and weaning weights in Saburai goats in Tanggamus regency. The study was conducted in July-August 2018, located in the breeding area, Tanggamus Regency. The materials of research were data from 136 doe and 150 kids. The research was conducted by survey method using the recording data and questionnaire. The variables observed were birth weight and weaning weight of doe, birth weight and weaning weight of the kid, weaning age, doe’s age at parturition, birth type of kid, and sex of kid. The results of this study indicate that the average birth weight of doe was 3.10±0.47, the weaning weight of doe was 12.15±2.29, the birth weight of kid was 3.25±0.48, and weaning weight of kid was 12.60±2.77. It can be concluded that the estimation of genetic correlation between birth weight and weaning weight of saburai goat was high with score of 0.37. Selection on birth weight can increase weaning weight in saburai goat. Keywords: birth weight, weaning weight, saburai goat, genetic correlation
Pengaruh Pupuk Daun “Organik” terhadap Komposisi Kimiawi dan Kecernaan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum CV. Hawaii) Badat Muwakhid; Usman Ali
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.455 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i3.10362

Abstract

ABSTRAK Pupuk cair yang memanfaatkan bahan organik seperti urin yang difermentasi dan zat pengatur tumbuh dapat memberikan tambahan unsur hara yang diperlukan rumput untuk tumbuh. Upaya perbaikan kualitas rumput gajah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk daun “organik”, dengan memperhatikan dosis pemberiannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan dosis pemberian pupuk daun “organik” yang tepat untuk mendapatkan kualitas hijauan yang maksimal. Materi penelitian ini meliputi pupuk daun “organik” dan bibit rumput gajah dalam keadaan pols, dengan rata-rata panjang perpols adalah 10 cm. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan menggunakan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (kontrol), P1 (5% pupuk daun “organik”), P2 (10% pupuk daun “organik”) dan P3 (15% pupuk daun “organik”). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk daun “organik” yang berbeda memperikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF), selulosa, hemiselulosa, lignin, kecernaan in vitro bahan kering dan kecernaan in vitro bahan organik rumput gajah. Berdasarkan penelitian ini pemberian dosis 15% pupuk daun “organik” menunjukkan hasil yang paling baik.Kata kunci: komposisi kimiawi. pupuk daun organik, rumput gajah, , kecernaanABSTRACTLiquid fertilizers using organic ingredients such as bio urine can provide additional nutrients to optimize the grow of grass. Efforts to improve the quality of elephant grass can be done by providing this organic fertilizer by calculating the dosage given. The purpose of this study was to determine the appropriate dosage of “organic” leaf fertilizers to obtain maximum forage quality. The research material used were “organic” leaf fertilizers and elephant grass seedlings in a state of pols, with an average length of each pols is 10 cm. The research method is experiment using a completely randomized design (CRD) which consisted of 4 treatments and 5 repetitions. The treatments given in this study were P0 (control), P1 (5% “organic” leaf fertilizers), P2 (10% “organic” leaf fertilizers) and P3 (15% “organic” leaf fertilizers). The results of this study indicate that the implementation of different dosages of “organic” leaf fertilizers had significant effect (P <0.01) on the content of Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF), cellulose, hemicellulose, lignin, dry matter digestibility (in vitro) and organic matter digestibility (in vitro) of elephant grass. Based on this study, 15% dose of “organic” leaf fertilizers showed the best results.Keywords: chemical compounds, digestibility, elephant grass, organic leaf fertilizers
Kinerja Mesin Pellet dalam Produksi Pakan Ayam Pedaging Fase Finisher Ichlasul Amal; Jamila Jamila; Jasmal A. Syamsu
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.996 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i3.13492

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kinerja mesin dalam produksi pakan pellet ayam pedaging fase finisher dengan berbagai bahan perekat. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan penambahan bahan perekat yaitu P0 = tanpa menggunakan bahan perekat, P1 = penambahan molases 2%, P2 = penambahan tepung tapioka 2%, P3 = penambahan bentonit 2%. Parameter yang diukur dalam penelitian adalah kinerja teoritis dan kinerja aktual mesin pellet, ukuran diameter dan panjang pellet, serta kualitas organoleptik pellet. Hasil penelitian menunjukkan penambahan berbagai bahan perekat tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kinerja teoritis mesin pellet, kinerja aktual mesin pellet, serta ukuran diameter dan panjang pellet. Berdasarkan uji organoleptik pellet dengan kriteria tekstur, warna, serta bau menunjukkan bahwa lebih 50% panelis memberi penilaian kategori baik pada kriteria tersebut pada pellet yang diberi bahan perekat. namun, perlakuan tanpa bahan perekat sebanyak 41,67% panelis menyatakan teskstur pellet dengan kategori jelek. Disimpulkan bahwa dengan penambahan berbagai bahan perekat tidak berpengaruh terhadap kinerja mesin pellet, dan ukuran partikel pellet, untuk uji organoleptik menunjukkan lebih 50% panelis menyatakan kategori baik pada kriteria tekstur, warna serta bau, sedangkan tanpa bahan perekat persentase tertinggi panelis menyatakan teskstur pellet dengan kategori jelek.Kata kunci: bahan perekat, kinerja mesin, kualitas fisik, organoleptik pelletABSTRACTThis research aims to determine performance capacity of the machine in production of finisher phase broiler pellet feed with various binders. The research used a completely randomized design (CRD) consist of 4 treatments with 4 replications. The treatment of adding binders are P0 = without using binders, P1 = addition 2% molasses, P2 = addition 2% tapioca flour, P3 = addition 2% bentonite. The parameters measured in the research were the theoretical performance and actual performance of the pellet machine, the diameter and length of the pellet, as well as the organoloptic quality of pellet. The results showed the addition of a variety of binders no significant effect (P>0.05) against the theoretical performance of pellet machines, the actual performance of pellet machines, as well as the size of diameter and length of pellets. Based on organoleptic test pellets with texture, color, and smell criteria showed that more than 50% of panelists gave a category rating on the criteria on pellets that were given binders. On the other hand, treatment without adhesives as much as 41,67% of panelists stated that the texture of pellets was in the bad category. It can be concluded that the addition of various binders has no effect on the performance of the machine, and the size of the pellet particles. For the organoleptic test, it showed that more than 50% of panelists stated good categories in the criteria of texture, color and smell, while without adhesive, the highest percentage of panelists stated that the pellet texture was in the bad category.Keywords: binder, machine performance, physical quality, organoleptic pellet
Bobot Badan dan Karakteristik Morfometrik Beberapa Galur Ayam Lokal Asa Bela Sri Reformasi Nala Putri; Gushairiyanto Gushairiyanto; Depison Depison
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 3 (2020): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.478 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i3.12150

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bobot badan dan karakteristik morfometrik beberapa galur ayam lokal. Materi penelitian ini adalah ayam kampung super, ayam kampung unggul balitnak (KUB), dan ayam kampung masing-masing sebanyak 82 ekor. Data yang dihimpun adalah bobot badan, panjang paruh, lebar paruh, panjang kepala, lingkar kepala, tinggi kepala, panjang leher, lingkar leher, panjang sayap, panjang punggung, tinggi punggung, panjang dada, lebar dada, panjang shank, lingkar shank, panjang tibia, lingkar tibia, panjang jari ketiga dan jarak antara tulang pubis. Data bobot badan dan ukuran-ukuran tubuh dianalisis menggunakan uji-t  sedangkan vektor nilai rata-rata ukuran-ukuran tubuh dianalisis dengan menggunakan uji T2-Hotelling. Analisis komponen utama digunakan untuk mengidentifikasi penciri ukuran  dan bentuk tubuh ayam lokal.  Hasil penelitian menunjukkan bobot bahwa bobot badan ayam kampung Super (837,98±68,97 g) berbeda nyata dengan ayam KUB (713,15±66,75 g) dan ayam kampung (605,53±80,01 g). Secara umum ayam kampung super memiliki morfometrik yang relatif lebih tinggi daripada ayam KUB dan ayam kampung. Penciri ukuran tubuh ayam kampung super dan ayam KUB adalah panjang tibia, sedangkan ayam kampung adalah lebar dada. Penciri bentuk tubuh ayam kampung super adalah lebar dada, sedangkan ayam KUB dan ayam kampung adalah panjang punggung. Disimpulkan bahwa bobot badan dan morfometrik tertinggi ditemukan pada ayam kampung super, disusul ayam KUB dan ayam kampung. Ayam kampung Super dan ayam KUB memiliki penciri ukuran tubuh (panjang tibia) yang berbeda dengan ayam kampung (lebar dada). Ayam kampung super memiliki penciri bentuk tubuh (lebar dada) yang berbeda dengan ayam KUB dan ayam kampung (panjang punggung).Kata Kunci: ayam lokal, bobot badan, karakteristk morfometrikABSTRACTThis study aims to determine the bodyweight and morphometric characteristics of several local chicken strains. The research material were three strains of native chicken: kampong super chicken, kampung unggul balitnak (KUB) chicken, and kampung chicken, each strains consisted of 82 heads. Data collection on body weight and morphometric characteristics were performed at 2 months of age. Data collected includes: body weight and morphometric characteristics which include beak length, beak width, head length, head circumference, head height, neck length, neck circumference, wing length, back length, back height, chest length, chest width, shank length, shank circumference, tibia length, tibia circumference, third finger length and pubic bone distance. Data collected were analyzed using t-test to determine differences in body weight and body measurements between chicken strains. Average value vector of chicken body measurements was analyzed using T2-Hotelling statistical test. Principal component analysis statistical test was used to identify the shape and size characteristics of each chicken strain. Data processing was assisted by using Minitab statistical software version 18. Results of this study showed that kampong super chicken has best bodyweight and body weight gain among other strains. The identifier of body size and shape of kampong super chicken were tibia length and breast width. The identifier of body size and shape of KUB chicken were tibia length and back length, while the identifier of body size and shape of the kampung chicken were chest width and back length. Keywords: body weight, native chicken, morphometric characteristic

Page 2 of 2 | Total Record : 15