cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
SISTEM INFORMASI INVENTARIS BARANG PADA DISTRIK SEMANGGA KABUPATEN MERAUKE Nilfred Patawaran; Agus Prayitno
MUSTEK Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1496

Abstract

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada masa globalisasi ini dirasakan semakin canggih, semua ini merupakan hasil dari pemikiran-pemikiran manusia yang semakin maju untuk memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat. sistem informasi inventaris barang dalam mencatat pendataan inventaris barang yang ada pada distrik semangga agar lebih teratur, tertata serta menghasilkan informasi yang akurat. Untuk lebih mempermudah dalam mengelola dan menyimpan data inventaris barang yang terdapat di Distrik Semangga, maka dalam penelitian ini kami mengusulkan untuk membuat suatu sistem informasi inventaris barang berbasis desktop dengan menggunakan visual basic 6.0 dan crystal report untuk menghasilkan luaran berupa laporan pada aplikasi yang telah dibuat. Dengan adanya sistem informasi inventaris barang ini diharapkan dapat mempermudah bagi pihak distrik dalam hal ini yang berhubungan dengan inventris barang yang ada di distrik semangga dalam pengelolaan data inventaris barang sangat dibutuhkan pada distrik semangga untuk mengontrol dan meningkatkan keamanan data inventaris barang dalam menunjang kegiatan operasional. Kata kunci: Sistem informasi, Visual basic, Inventaris barang
SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA JEMAAT BERBASIS WEB PADA GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH WILAYAH MERAUKE Lusia Lamalewa; Try Adrianto Darsono
MUSTEK Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1497

Abstract

Gereja-gereja Advent yang ada di daerah Merauke terus berkembang dan semakin meningkatkan pelayanan bagi jemaatnya. Salah satu pelayanan yang diberikan oleh pihak gereja antara lain dengan melakukan pendataan jemaat yang ada di wilayah Merauke berdasarkan tiap gereja yang ada di wilayahnya masingmasing. Namun, data jemaat tersebut tidak terintegrasi pada pengurus pusat Gereja Advent sehingga pengurus harus mendatangi semua gereja untuk mendapatkan data tersebut. Belum terdapat tempat untuk membagikan informasi seputar kegiatan gereja maupun informasi-informasi seputar gereja yang dapat dibagikan kepada masyarakat umum Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun aplikasi sistem informasi pengolahan data jemaat berbasis web pada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Wilayah Merauke. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan cara melakukan pengumpulan data, melakukan analisis dan perancangan sistem, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan aplikasi dan pengujian sistem. pengumpulan data didapatkan dengan cara melakukan studi literatur dan wawancara kemudian data yang diperoleh dilakukan analisa dan perancangan sistem. Pembangunan sistem dengan menggunakan bahasa pemrogaman PHP, Apliksi Macromedia, dan menggunakan database MySql. Penelitian ini telah menghasilkan sebuah sistem informasi pengolahan data Jemaat berbasis web sehingga dapat membantu pendataan jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Laporan dan informasi yang dihasilkan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai landasan untuk mengambil keputusan oleh pengurus Gereja. Kata kunci : Sistem Informasi, Data jemaat, Web, Merauke
KERUSAKAN PANTAI (STUDI KASUS PANTAI LAMPU SATU MERAUKE) Dina Limbong Pamuttu; Jeni Paresa; Muchlis Alahudin
MUSTEK Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1498

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan kawasan terluar dari Indonesia Bagian Timur dengan luasan total sekitar 4.677.938,47 hektar dan memiliki wilayah pesisir yang cukup Panjang dengan garis pantai ± 1.050 km. Pantai Lampu Satu adalah salah satu daerah wisata yang terletak di Kabupaten Merauke. Pantai ini terletak di daerah yang telah berkembang dan padat penduduk dan kondisinya semakin hari menjadi rusak oleh karena faktor alam dan juga adanya faktor manusia. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kerusakannya serta berapa besar bobotprioritas dari kerusakannya sehingga dapat diperoleh solusi tentang bagaimana cara meminimalisir kerusakan Pantai Lampu Satu tersebut. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu metode penelitian yang mengkombinasikan antara metodekuantitatif dan kualitatif agar diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable, dan obyektif. Dalam penelitian ini juga dilihat perilaku atau aktivitas dari masyarakat pesisir di Pantai Lampu Satu yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan pantai. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kerusakan Pantai Lampu Satu antara lain adalah karena adanya faktor alam (gelombang, pasang surut air laut) dan faktor manusia (pengambilan pasir, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan). Pembobotan prioritas Pantai Lampu Satu berada pada urutan bobot prioritas C (diutamakan). Pada daerah tersebut terjadi kemunduran garis pantai sehingga berpotensi membahayakan daerah pemukiman warga pesisir. Kata kunci: Kerusakan Pantai, Pantai Lampu Satu
STUDI KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN PASIR LOKAL MERAUKE DAN BAHAN TAMBAH ADMIXTURE BETON MIX Suyadi Suyadi; Budi Doloksaribu; Miranda Massy
MUSTEK Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1501

Abstract

Ketersedian material beton di Merauke cukup sulit sehingga harus didatangkan dari luar Merauke yang mengakibatkan harganya menjadi mahal. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan pengujian dengan menggunakan material lokal yang dicampurkan dengan bahan tambah admixture beton mix berguna untuk meningkatkan kekuatan beton dan untuk workability. Penelitian dilakukan dengan menggunakan mortar dan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan kekuatan kuat tekan mortar normal dengan mortar yang menggunakan bahan tambah beton mix. Pengujian mortar normal dan mortar dengan presentasi bahan tambah kimia beton mix menggunakan presentasi 1%; 1,5%; 2% dengan metode eksperimental yang dilakukan menggunakan perbandingan campuran mortar 1 semen : 1,5 pasir. Agregat halus (pasir) lokal yang digunakan berasal dari kampung Kumaaf Distrik Ulilin. Berdasarkan analisa perhitungan hasil pengujian kuat tekan mortar normal pada umur 28 hari sebesar fc‘= 13,21 MPa. Hasil uji kuat tekan mortar (fc‘) penggunaan bahan tambah Admixture beton mix pada umur 28 hari dengan presentasi 1%; 1,5%; 2% diperoleh nilai masing-masing sebesar 22,27 MPa, 26,04 MPa, 26,80 MPa dengan peningkatan kuat tekan masing-masing sebesar 40,69%; 14,48% dan 2,84%. Kenaikan signifikan terjadi pada penambahan bahan tambah beton mix 1% dimana pada umur mortar dengan penambahan beton mix 14 hari melebihi kuat tekan mortar normal dengan umur 28 hari. Kata kunci: Admixture Beton Mix, Mortar, Kuat Tekan.
PERLAKUAN CAMPURAN BATAKO DENGAN MENGGUNAKAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN ADITIF Jeni Paresa; Hairulla Hairulla
MUSTEK Vol 4 No 3 (2015): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v4i3.483

Abstract

Batako merupakan salah satu bahan bangunan yang berupa batu-batuan yang pengerasannya tidak dibakar dengan bahan berupa campuran pasir, semen, air dan dalam pembuatannya dapat ditambahkan bahan tambah lainnya (additive). Dalam hal ini salah satu bahan additive yang digunakan adalah abu sekam padi.Penelitian ini dimulai dengan pemeriksaaan karakteristik fisik dari setiap material kemudian melakukan rancangan mix design campuran menggunakan metode eksperimen dan pengujian. Tahapan ini membuat benda uji 3 (tiga) sampel perbandingan yaitu campuran 1pc : 5ps tanpa abu sekam padi, 1pc : 5ps : 5% abu sekam padi, 1pc : 5ps : 10 % abu sekam padi dan 1 pc : 5 ps : 15 % abu sekam padi.            Dari hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan maksimum pada umur 28 hari campuran tanpa abu sekam padi sebesar 11,73 kg/cm2, campuran 5% abu sekam padi sebesar 4,92 kg/cm2, campuran 10% sebesar 3,85 kg/cm2 dan campuran 15% sebesar 3,50 kg/cm2. Dapat disimpulkan bahwa perbandingan campuran dari keempat sampel masuk dalam standar nilai uji tekan  yaitu 2 - 7 N/mm2 dan setiap penambahan abu sekam padi membuat volume batako menjadi ringan dan daya ikat terhadap agregat, sehingga abu sekam padi layak digunakan sebagai bahan additive campuran batako. Dilihat dari segi ekonomi bahwa campuran 15% abu sekam padi lebih ekonomis harganya dengan harga perbuahnya Rp. 738,- dibandingkan dengan campuran tanpa abu sekam padi perbuanya Rp. 908,-.
ANALISIS DIMENSI MEDIAN PADA U - TURN DI RUAS JALAN BRAWIJAYA KABUPATEN MERAUKE Dewi Sriastuti Nababan; Budi Doloksaribu
MUSTEK Vol 6 No 1 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i1.671

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di Kota Merauke mengalami perkembangan cukup pesat hingga memberi dampak pada sektor transportasi. Salah satu perubahan yang terjadi di Kota Merauke adalah terjadi perubahan tipe jaringan jalan dari yang semula tidak terbagi menjadi tipe terbagi. Pada jalan terbagi seringkali terjadi gangguan arus lalu lintas pada fasilitas putaran balik arah. Salah satu Putaran Balik Arah di Merauke yang baru dibangun terdapat di Jalan Brawijaya. Putaran balik arah tersebut dibangun dengan dimensi median yang lebih besar dibanding dimensi median pada ruas jalan lainnya. Penelitian ini dilakukan guna memeperoleh gambaran pengaruh dimensi median terhadap kinerja ruas jalan pada ruas Jalan Brawijaya tersebut.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei lapangan. Hasil yang didapatkan (a) Lebar median sebesar 1,95 meter dan lebar bukaan median 32,9 meter. Dimensi lebar median telah memenuhi standar jalan perkotaan. (b) Derajat jenuh untuk jalur A sebesar 0,2 dan jalur B sebesar 0,4 masuk dalam kategori tingkat pelayanan sangat baik yang berarti lalu lintas kendaraan berjalan lancar. (c) Waktu tempuh rata-rata kendaraan untuk sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat masing-masing sebesar 3,4 detik, 4,2 detik, 5,2 detik. Sedangkan dalam kondisi terganggu menyebabkan terjadinya tundaan untuk sepeda motor, kendaraan ringan dan kendaraan berat masing-masing sebesar 1,2 detik, 3,4 detik, 3,9 detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dimensi median yang ada tidak mengurangi kinerja ruas jalan Brawijaya.
APLIKASI KAMUS BAHASA INDONESIA – BAHASA MARIND BERBASIS WEB PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN MERAUKE Suwarjono Suwarjono
MUSTEK Vol 6 No 2 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i2.681

Abstract

Di daerah-daerah tertentu penggunaan bahasa daerah terindikasi terjadi pengikisan. Pengikisan ini dapat dilihat adanya pewarisan bahasa dari satu generasi ke generasi semakin berkurang. Sekarang ini banyak masyarakat Merauke yang sudah tidak mengenal  bahasa daerah Malind. Penyebab utama menghilanganya bahasa Malind dikarenakan pengaruh bahasa pergaulan yang bebas, hal ini seperti terlihat dikalangan generasi muda.Terdapat beberapa tahapan dalam pembuatan aplikasi kamus bahasa malind ini, yaitu tahap pengumpulan data dilakukan wawan cara dengan tokoh adat yang menguasai dengan benar bahasa malind, dan studi pustaka. Analisa dan perangcangan system menggunakan Unfield Modeling Language (UML) dengan menggunakan algoritma Boyer Moore, dimana algortima ini memang di khususkan untuk mencari kata dalam pembuatan kamus. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Visual Basic yang cocok digunakan untuk membuat aplikasi kamus berbasis desktop. Database yang digunakan adalah MySQL sebagai manajemen basis datanya pada sisi admin. Pengujian aplikasi kamus yang digunakan adalah metode blackbox diman pengujian ini menguji fungsi dan kegunaan dari aplikasi kamus bahasa malind ini.Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi kamus bahasa malind berbasis desktop yang dapat digunakan dan dijalankan pada komputer dan laptop. Kosa kata kamus yang dihasilkan kurang lebih 1000 kosa kata. Pengujian apliakasi kamus malind ini untuk menterjemahkan kosakata dari bahasa Indonesia ke bahasa malind menunjukan hasil yang sesuai dengan sumber referensi yang digunakan.
ADAPTASI BENTUK DAN FUNGSI ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL BUGIS-MAKASSAR DI KAMPUNG KUMBE, MERAUKE Sari Octavia; Yashinta Irma Pratami Hematang
MUSTEK Vol 6 No 3 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i3.711

Abstract

Merauke merupakan daerah yang multi etnis sehingga dapat dikatakan sebagai miniatur Indonesia karena terdapat banyak suku bangsa dari daerah lain yang mendiami kabupaten Merauke. Salah satunya adalah suku Bugis-Makassar. Suku Bugis-Makassar banyak mendiami daerah sepanjang pesisir pantai. Pendatang inilah yang membawa kebudayaan dari daerah asal mereka. Salah satunya rumah tradisional yang menjadi bagian penting dalam kehidupan keseharian mereka.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif terkait dalam  upaya menjelaskan  rumah Bugis-Makassar yang ada di Kampung Kumbe dalam konteks Arsitektur Tradisional sebagai eksplorasi konsep bangunan yang pernah dikembangkan pada masa lalu untuk dilihat bagaimana perkembangannya pada masa kini di dalam lingkungan baru yang jauh dari asal tradisinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi budaya setempat dengan budaya asal sangat kurang,  hal ini terlihat dari bentukan bangunan yang tidak mengalami perubahan dan tidak adanya kearifan lokal yang diadaptasi kedalam bentuk rumah tradisional. Hilangnya makna simbolik terhadap elemen-elemen arsitektural seperti makna ragam hias yang tidak lagi menunjukkan status sosial tetapi hanya berfungsi sebagai pemanis (ornamen) bangunan serta fungsi ruangan hanya sebatas pada kebutuhan pemilik rumah tanpa memperhatikan filosofi budaya asal.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI MOBILE LEARNING (M-LEARNING) GEOMETRY AND BULDING FLAT (GBF) Sri Murniani Angelina Letsoin
MUSTEK Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1500

Abstract

Mobile Learning merupakan model kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat digunakan untuk mendukung aktifitas hybrid learning. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SMPN Buti Kabupaten Merauke diperoleh 85,45% siswa menjawab sedikit sulit, 7,27% siswa menjawab sulit dan 7,27% siswa menjawab sangat sulit dalam mempelajari bidang Matematika mengenai geometri dan bangun datar, serta diperoleh rata-rata penggunaan smartphone untuk chating, internet dan hiburan. Hal ini dapat menjadi peluang untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran berbasis m-learning khususnya pada platform android untuk mendukung pembelajaran geometri dan bangun ruang. Metode penelitian yang digunakan pada tahapan pengumpulan data adalah studi literatur, observasi, kuisioner dan wawancara. Metode Prototype digunakan untuk pengembangan perangkat lunak. Perancangan sistem menggunakan Bahasa pemodelan UML dan flowchart. Tahap implementasi menggunakan bahasa Java dengan berbantukan IDE Eclipse. Pengujian sistem menggunakan 3 metode yaitu: Black Box, Kuisioner dan Uji T. Luaran penelitian ini berupa aplikasi Geometry and Building Flat (GBF) yang dapat digunakan sebagai media pendukung belajar matematika tentang bangun ruang dan bangun datar. Kata Kunci: M-learning, Geometri, Waterfall, Black box, Uji T
ANALISIS TINGKAT POTENSI PRIORITAS KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH DI MERAUKE Yashinta Irma Pratami Hematang; Izak Habel Wayangkau
MUSTEK Vol 7 No 3 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i3.1732

Abstract

Untuk melakukan kegiatan konservasi, dilakukan tahapan yaitu: penelitian, kajian perumusan kebijakan, program dan perencanaan, dan terakhir pembiayaan & pelaksanaan. Tahap penelitian salah satunya tahap penentuan peringkat/prioritas konservasi (Bappeda,1988: II-14). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dan membuat kategorisasi tingkat potensi pelestarian bangunan bersejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluatif dengan kriteria yang digunakan adalah kriteria umum menurut Utomo (2005:75). Sampel penelitian yaitu data Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke (2014) yaitu tempat bersejarah di Merauke yang berjumlah 27 sampel. Hasil penelitian yaitu analisa tingkat potensi prioritas pelestarian bangunan bersejarah di Merauke dengan hasil tingkat potensi pelestaian yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Potensi tinggi yaitu: Pastoran, Kodim, Gereja Protestan, Gereja Katedral Lama, Lepro(Orang Sakit Lepas), dan Kuburan Belanda. Potensi sedang: SD Negeri 01, Gudang Barang Pastor, KORES/POLRES Lama, Sumur Bor, Galangan Kapal, Pintu Air, RSUD, Rumah Pelayanan PLN, Lampu Satu(Mersusuar), Pal Putih(Mersusuar), Semua Bangunan Di Belakang Hotel Asmat, Asrama Theresia (SKKP), Susteran PBHK (Kompleks Keuskupan Agung Merauke), Susteran PBHK Kelapa Lima, Seminari (Pankat) Kelapa Lima. Sedangkan potensi rendah: SD Aperis I (SD Fransiskus Xaverius 01 DAN 02), MILLO (SMA Jhon 23 Merauke), Rumah Kantor Distrik (Rumah Bistir), Gudang Beras (Irian Bakti) CBL, Lembaga Pemsyarakatan Kelas II MERAUKE, SGA, SGB, SPG (SMA Yos Sudarso) Kelapa Lima Merauke. Kata kunci : Arsitektur, Bangunan bersejarah, Konservasi, Merauke